Anda di halaman 1dari 6

JUL

12

praktek sediaan steril- farmasi sains


BAB I
LARUTAN MATA
A. TUJUAN
Mengetahui dan dapat membuat formula larutan mata meliputi tetes mata dan obat
cuci mata steril.
B. DASAR TEORI
Larutan obat mata adalah larutan steril, bebas partikel asing yang merupakan sediaan
yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa sehingga sesuai digunakan pada jaringan mata.
Obat tetes mata (guttae opthalmicae) adalah sediaan steril berupa larutan atau
suspense digunakan untuk mata, dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata, di
sekitar kelopak mata dan bola mata. Dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar, diteteskan
dengan menggunakan penetes yang menghasilkan penetes setara dengan tetesan yang
dihasilkan penetes baku sesuai dengan monografi Farmakope Indonesia.
Larutan obat cuci mata disebut dengan collyrium yang merupakan larutan jernih,
bebas partikel asing yang dipakai untuk membersihkan mata. Dpat ditambahkan dengan zat
dapar dan pengawet. Collyrium dibuat dengan melarutkan bahan-bahan dalam aquadest steril
ditutup dan disterilkan, alat dan bahan yang digunakan harus bersih dan steril.
Obat tetes mata harus memenuhi syarat:
Steril
Jernih
Bebas partikel asing
Sedapat mungkin isotonis
Sedapat mungkin isohidris

Isotonisitas
Larutan obat dikatakan isotonis jika mempunyai tekanan osmosis sama dengan cairan
tubuh yakni setara dengan larutan NaCl 0,9 % dalam aquadest yang disebut juga garam
fisiologis. Batas isotonis berkisar antara 0,6-2,0.
Pendaparan
Larutan mata dapat ditambahkan zat dapar untuk menyeimbangkan isotonisitasnya.
Guna pendaparan diantaranya: menstabilkan sediaan, mengurangi ketidaknyamanan pasien
(mungkin sebelum didaparkan larutan masih hipotonis), menjaga khasiat/ terapeutik obat. pH

air mata normal adalah 7,4. Untuk larutan mata tidak boleh hipotonis, usahakan isotonis akan
tetapi sedikit hipertonis masih ditoleransi. Larutan dapar yang sering digunakan adalah dapar
asam fosfat dan asam borat.
C. ALAT DAN BAHAN
ALAT
Erlemeyer
Beker glass
Batang pengaduk
Corong kaca
Bunsen
Cawan porselin
Gelas ukur 10 ml dan 100 ml
Kertas saring
Botol tetes

BAHAN
Atropine sulfat
NaCl
Aqudest steril
NaH2PO4.2H2O
Na2HPO4.8H2O

Formula Tetes Mata Atropin Sulfat


R/ Atropin Sulfat
0,05
Lar. Dapar P isotonis pH 6,5 ad 15 ml
m.f.gutt.opth.steril
OTT: Atropin Sulfat merupakan garam alkaloid jika dengan suatu basa yaitu
Na2HPO4 alkaloid akan mengendap oleh adanya basa.
Penimbangan
Larutan Dapar P isotonis pH 6,5 (FI III)

NaH2PO4.2H2O 0,8%

Na2HPO4.8H2O 0,947%
NaCl

70 ml

30 ml
0,5 gram

Penimbangan bahan dilebihkan 20% jadi larutan dapar P isotonis sebanyak

Bahan

Perhitungan

Jumlah

NaH2PO4.2H2O 0,8%

8,4 ml kadar 0,8%

Na2HPO4.8H2O 0,947%

3,6 ml kadar 0,947%

Penimbangan

1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.

NaH2PO4.2H2O

0,0672 gram

Na2HPO4.8H2O

0,035 gram

NaCl

0,06 gram

Atropine sulfat

0,06 gram

CARA PEMBUATAN
Membuat aquadest steril, yaitu aquadest dididihkan dan didinginkkan
Sterilkan semua peralatan (untuk larutan dalam air tutup flakon tidak perlu didinginkan)
Tara kaca arloji, menimbang atropine sulfat masukkan beker glass + aquadest steril, tutup
bekerglass dengan kaca arloji goyangkan sampai larut
Timbang NaH2PO4.2H2O, masukkan bekerglass tutup dan larutkan
Timbang Na2HPO4.8H2O, masukkan bekerglass tutup dan larutkan
Tambahkan NaCl, masukkan bekerglass tutup dan larutkan
Setelah semua larut, masukkan ke gelas ukur dan tambahkan aquadest steril ad 12 ml, lalu
kembalikan dalam bekerglass dan ditutup. Saring dengan kertas saring steril ke dalam gelas
ukur. Saringan pertama disisihkan (0,5 ml), saringan berikutnya ditampung ke dalam flakon
yang dikalibrasi dan steril.
Mensterilkan obat dalam flakon beserta penetesnya di otoklaf.
Pengamatan:
- kejernihan
- warna
- partikel
Formula obat cuci mata ZnSO4
R/ ZnSO4
0,1
Asam borat
0,5
Aquadest ad 100 ml
m.f. collyr. Isotonis
Perhitungan NaCl yang ditambahkan: (menurut FI III)
Ptb ZnSO4

: 0,086

C1= 0,1

Ptb Asam borat : 0,288

C2= 0,5

Ptb NaCl

C3= ?

: 0,576

B=

Penimbangan (+10 %)
Bahan
ZnSO4

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Perhitungan

Timbang
gram

Asam borat

gram

NaCl

gram

Cara pembuatan
Membuat aquadest steril, yaitu aquadest dididihkan dan didinginkkan
Sterilkan botol kaca dan tutup botol
Timbang semua bahan. Larutkan asam borat dengan aquadest steril hangat dalam Erlenmeyer
Setelah dingin tambahkan ZnSO4 , larutkan
Tambahkan NaCl homogenkan, tambah aquadest steril ad 110 ml
Saring dengan kertas saring steril, saringan pertama disisihkan lalu saringan berikutnya
ditampung dalam botol kaca yang sudah dikalibrasi dan steril.
Botol ditutup dan sterilkan dalam otoklaf pada T 121C selama 15 menit.
Pengamatan:
- kejernihan
- warna
- partikel

D. HASIL DAN PEMBAHASAN


Formulasi sediaan mata secara sederhana dilakukan di dalam inkas yang awalnya
disterilisasi dengan uap formaldehida akan tetapi alkohol 96% juga bisa, tekniknya setelah
disemprot didiamkan beberapa saat agar uapnya jenuh diperkirakan sudah dapat mensterilkan
inkas dan residu ditinggalkan tidak mengganggu saat pengerjaan, karena jenis uap
formaldehid sangat merangsang mata. Formulasi semua sediaan mata ini dikerjakan secara
sterilisasi akhir dengan menggunakan alat dengan prinsip kerja autoclave dengan
menggunakan uap air panas yaitu dengan panci konvensional selama 30 menit. Untuk sediaan
tetes mata digunakan kemasan botol tetes ukuran 10 ml dengan penambahan komposisi setiap
bahan sebanyak 20% yakni untuk mendapatkan volume yang dimaksud yang dimungkinkan
hilang saat proses penyaringan. Penambahan 20% hanya berlaku pada formulasi tetes mata
saja, untuk larutan cuci mata 10% yang ditambahkan pada masing-masing komposisi.

Penyaringan digunakan kertas saring steril yang sebenarnya masih memungkinkan tidak
bebas dari partikel melayang.
Pada 2 formula sediaan mata ini melewati proses pendaparan yaitu dengan
penambahan garam NaCl untuk membuat sediaan yang sebisa mungkin isotonis, pembahasan
formula tetes mata: dengan adanya perintah pembuatan larutan dapar P isotonis pH 6,5 dapat
dilihat di monografi FI edisi III lalu perhitungan dikonversikan ke volume 10 ml + 20% (12
ml).
Pada formula larutan cuci mata hanya ada penambahan NaCl dengan menghitung
dengan rumus B=
sampai didapatkan hasil (berat NaCl yang
ditambahkan) untuk mendapatkan formula larutan mata yang isotonis.
Adanya OTT (Obat Tak Tercampur) yang maksudnya, suatu kondisi di mana obat 1 dengan
yang lain jika dicampur secara bersamaan menimbulkan masalah baik pada waktu formulasi
maupun produk yang akan dihasilkan/ menghasilkan campuran yang tidak dikehendaki.
Maka diatasi dengan mencampurkan bahan-bahan secara sendiri-sendiri. Pada formula
larutan mata ini kurang memenuhi syarat CPOB/ CPKB karena bahan pendukung/ preservatif
tidak ditambahkan dalam formula juga mungkin sarana pendukung (alat) yang kurang
memadai. Namun, hal tersebut bukanlah hal yang prinsip untuk skala praktikum.
E. KESIMPULAN
Formulasi larutan mata dibuat steril dengan metode sterilisasi akhir telah memenuhi
persyaratan larutan mata.
F. DAFTAR PUSTAKA
Anief, M. 2000. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. Cetakan ke-9. Yogyakarta: Gadjah
Mada Univ. Press.
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia. Edisi III, 7, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta. Hal. 15 dan 912.
Diposkan 12th July 2012 oleh cassie_jack
Label: fstoa
0

Tambahkan komentar

vee_esthethica

Klasik

Kartu Lipat

Majalah

Mozaik

Bilah Sisi

Cuplikan

Kronologis

Terkini

Tanggal

Label
Pengarang

perasaan
perasaan
Jul 14th

Jul 12th

praktek sediaan steril- farmasi sains


praktek sediaan steril- farmasi sains

Memuat
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.