Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH BAHASA INDONESIA

BAHASA PENGEMBANG
KEPRIBADIAN

KELOMPOK 2
BIMA MUSTAQIM
514 333 1002
ELCO M. NAINGGOLAN
514 333 1003
HARI NOVINDO
514 333 1008
M. GUNTUR PRATAMA
514 333 1008

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr. Wb.
Salam sejahtera buat kita semua.

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
selesainya penulisan makalah Bahasa Indonesia yang membahas mengenai Bahasa
Pengembang Kepribadian ini. Makalah ini kami buat berdasarkan buku-buku penunjang
yang kami miliki dan dari situs-situs yang berhubungan dengan mata kuliah ini serta dari
berbagai sumber lainnya.
Kami juga berterima kasih kepada Ibu Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia Khusunya
yang tengah membimbing kami pada mata kuliah umum ini. Kami berharap Semoga Makalah
singkat ini nantinya bermanfaat bagi kita semua terutama pada para pembacanya.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan lebih dan kurang kami mohon maaf dan demi
perbaikan hasil Makalah singkat ini, kami perlukan kritik beserta saran dari para pembaca
sekalian agar kelak mendapat masukan yang lebih baik untuk kedepannya, akhir kata kami
haturkan terima kasih, wabbillahi taufikwallidaya wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.

Medan, September 2015

Kelompok 2

DAFTAR ISI
HAL
KATA PENGANTAR......................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................1
1.1.

Latar Belakang Masalah...................................................................................1

1.2.

Rumusan Masalah............................................................................................3

1.3.

Tujuan...............................................................................................................3

BAB II ISI......................................................................................................................4
2.1. Pengertian Bahasa...............................................................................................4
2.1. Pengertian Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian..................................4
2.3. Kepribadian secara umum...................................................................................4
2.4. Hubungan Bahasa dengan Pengembangan Kepribadian....................................5
BAB III PENUTUP........................................................................................................7
3.1. Kesimpulan..........................................................................................................7
3.2. Saran....................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................8

BAB I PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Masalah


Bahasa Indonesia (BI) merupakan mata pelajaran yang sudah tercantum dalam

kurikulum SD, SMTP, dan SMTA. Semestinya, kemampuan berbahasa Indonesia para
lulusan SMTA itu sudah memadai. Pada kenyataanya, kemampuan berbahasa Indonesia para
mahasiswa, rata-rata kurang memuaskan. Kekurangan yang relatif menonjol ialah
kemampuan berbahasa Indonesia secara tertulis. Oleh karena itulah pada kurikulum di
Perguruan Tinggi, mata kuliah bahasa Indonesia masih perlu dicantumkan. Mata kuliah
bahasa Indonesia yang dalam kurikulum lama termasuk dalam kelompok Mata Kuliah Dasar
Umum, dalam kurikulum baru (2006) termasuk dalam Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian (MPK) (SK Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 43/DIKTI/Kep/2006). Dengan
demikian, pencantuman matakuliah bahasa Indonesia dalam kurikulum Perguruan Tinggi itu
dimaksudkan sebagai: (1) media pembelajaran kemampuan berbahasa Indonesia

para

mahasiswa, dan (2) salah satu sarana pengembangan kepribadian para mahasiswa.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sudah terbentuk dalam kurun waktu kurang
lebih satu abad. Dalam perjalanan sejarah itu, seluruh akal budi, pegalaman batin manusia
Indonesia terdokumentasikan dalam bahasa Indonesia. Di antara yang terdokumentasikan itu
ialah nilai-nilai luhur yang khas hanya dimiliki orang Indonesia. Misalnya: bersatu kita
teguh, bercerai kita runtuh; berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Dari ungkapan itu
dapat diketahui bangsa Indonesia sebagaimana tercermin dalam bahasa Indonesia
menjunjung nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan kesetaraan. Nilai-nilai luhur yang khas
milik bangsa Indonesia itulah kepribadian Indonesia.
Sebagaimana keadaan bahasa Indonesia, kepribadian itu pun senantiasa bergerak
secara dinamis. Meski demikian, dinamika itu hendaknya diarahkan jangan sampai mengikis
jati diri bangsa. Kiranya mudah dipahami kalau dalam pelafalan kata pinjaman disesuaikan
dengan sistem pelafalan bahasa Indonesia, misalnya kata publik, bungker; huruf [u]
dilafalkan /U/; demikian pula sebaliknya, kata pinjaman yang dilafalkan /j/ yang dalam ejaan
aslinya ditulis dengan huruf [g] dalam bahasa Indonesia ditulis dengan huruf [j], misalnya
manajer, merjer.Dalam era globalisasi, pengaruh asing tidak mungkin dihindari, namun perlu
di arahkan, dipilah dan dipilih mana yang bernilai positif bagi bangsa Indonesia.

2
Dari uraian di atas mungkin timbul pertanyaan, Mengapa para mahasiswa masih
harus mencermati masalah-masalah kebahasaan? Dalam mencermati aspek kebahasaan,
khususnya pada ragam bahasa ilmiah, seorang penulis akan dihadapkan pada masalahmasalah yang renik-renik. Misalnya masalah ketepatan ejaan: asas, kualitas, efektivitas,
jadwal bukan azas, kwalitas, efektifitas, jadual, atau ketepatan tanda baca: Rumah itu kecil,
tetapi indah; Meskipun di pinggiran kota, lokasinya bebas banjir, bukan Rumah itu kecil tapi
indah; Meskipun di pinggiran kota, namun lokasinya bebas banjir. Sebagaimana telah
diketahui, karya ilmiah berhubungan terutama dengan bahasa tulis, dan merupakan hasil olah
pikir yang memerlukan kecerdasan dan kecermatan. Kecerdasan dan kecermatan berpikir itu
hendaknya juga tercermin dalam pemakaian bahasanya. Dalam proses belajar mengajar
bahasa Indonesia, sikap dan perilaku cerdas, cermat, teliti diharapkan tertanam dalam diri
para mahasiswa. Perilaku cerdas, cermat dan teliti merupakan salah satu cerminan pribadi
manusia profesional yang sangat dibutuhkan dalam era globalisasi dewasa ini.
Bangsa Indonesia sudah selayaknya bersyukur karena sejak sebelum merdeka, para
pendahulu kita telah mempersiapkan sebuah bahasa nasional. Para pemuda dari bebagai suku
bangsa dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bersepakat menobatkan bahasa Melayu
Tinggi menjadi bahasa Indonesia. Jadi, bangsa Indonesia telah memiliki bahasa Indonesia
sejak sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI, yang kemudaian berkedudukan sebagai bahasa
nasional. Jika dalam ungkapan lama mengatakan, Bahasa adalah jiwa bangsa, dapat pula
dikatakan bahwa bahasa merupakan salah satu identitas bangsa pemiliknya. Bahkan kita
merasa satu bangsa karena memiliki bahasa yang sama, yaitu bahasa Indonesia. Bagi bangsa
Indonesia, bahasa Indonesia merupakan salah satu identitas nasional.
Pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat Perguruan Tinggi di samping dimaksudkan
untuk memupuk rasa memiliki, mencitai, dan bangga menggunakannya, juga agar para
mahasiswa sampai dengan setelah menjadi sarjana memiliki tanggung jawab untuk terus
membina bahasa Indonesiana dan

mengembangkan kemampuan dirinya

dalam

menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini perlu dilakukan karena bahasa Indonesia terus
mengalami perkembangan, dan perkembangan yang mencolok ialah dalam bidang kosa kata.
Pesatnya pertambahan kosa kata bahasa Indonesia menuntut para pemakainya untuk terus
mengikuti perkembangan. Di pihak lain, adanya perkembangan itu menuntut semua pihak,
termasuk para akademisi untuk ikut berperan dalam pembinaan dan pengembangan bahasa
Indonesia.

Dengan peran para akademisi ini diharapkan arah perkembangan bahasa

Indonesia tetap konsisten dengan ciri khas bahasa Indonesia.


2

3
Dapat dikatakan pembelajaran bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi, memang
difokuskan agar mahasiswa memiliki kemahiran berbahasa Indonesia baik secara tertulis
maupun lisan, namun (di masa depan) juga diharapkan adanya kepedulian terhadap
perkembangan bahasa Indonesia. Bangga menggunakan bahasa Indonesia dan peduli
terhadap perkembangannya adalah sebagian dari nasionalisme.
Telah diketahui peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam dunia
pendidikan. Di tingkat Perguruan Tinggi, bahasa Indonesia bukan hanya sebagai bahasa
pengantar dalam kegiatan akademis saja, melainkan juga sebagai alat pengembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks). Dengan peran ini, para akademisi didorong untuk
memberdayakan semaksimal mungkin seluruh potensi bahasa Indonesia dalam pergulatannya
di dunia ipteks. Di samping itu karena tuntutan perkembangan ipteks, para akademisi
diharapkan ikut berperan dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Dengan
peran aktif para akademisi itu, pada satu sisi perkembangan ipteks bahasa Indonesiasa
berjalan seiring dengan perkembangan bahasa Indonesia; pada sisi yang lain para akademisi
sebagai kaum terpelajar benar-benar menjadi panutan, khususnya dalam berbahasa Indonesia.

1.2.

Rumusan Masalah
a.
b.
c.
d.

1.3.

Apa itu pengertian bahasa ?


Apa itu pengertian Kepribadian ?
Apa pengertian kepribadian secara umum ?
Apa hubungan Bahasa dengan kepribadian ?

Tujuan
a.
b.
c.
d.

Untuk menjelaskan pengertian dari bahasa.


Untuk menjelaskan pengertian dari kepribadian.
Untuk menjelaskan pengertian kepribadian secara umum.
Untuk menjelaskan hubungan antara bahasa dengan kepribadian.

e. BAB II ISI
f. 2.1. Pengertian Bahasa
g. Berbagai pengertian bahasa telah dirumuskan oleh pakar bahasa. Dua pengertian
disajikan di bawah ini.
h. Harimurti Kridalaksana berpengertian bahwa bahasa adalah sistem lambang
berupa bunyi arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk
bekerja

sama,

berkomunikasi,

dan

mengidentifikasi

diri.

Wojowasito

berpengertian bahwa bahasa adalah alat manusia mengungkapkan pikiran,


perasaan, pengalaman yang terdiri dari lambang-lambang bahasa.

i. 2.1. Pengertian Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian


j. Dalam Personality Development Through Positive Thinking, 2004, Amit Abraham
mendefinisikan kepribadian adalah pola-pola pemikiran, perasaan, dan perilaku
yang

tertanam

dalam-dalam

dan

permanen.

Kepribadian

menyiratkan

prediktabilitas tentang bagaimana seseorang akan beraksi dalam keadaan yang


berbeda-beda.
k. Dalam Pembangunan, Dilema, dan Tantangan, 2004, Moeljarto Tjokrominoto
berpengertian bahwa pengembangan kepribadian mencakup berbagai kualitas,
seperti religius, moralitas, penghayatan wawasan kebangsaan, kemandirian,
kreativitas, dan ketahanan mental. Secara lebih spesifik, pengembangan aspekaspek kepribadian seperti aktivitas kemandirian, ketahanan mental, etos kerja,
disiplin, diletakkan dalam konteks relegiusitas, moralitas, dan penghayatan
wawasan kebangsaan.

l. 2.3. Kepribadian secara umum


m. Personality atau kepribadian berasal dari kata personal, kata personal merujuk
pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi.
Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan
menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari
kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang
dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa
berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah
4

5
karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya
kepribadian itu tidak dapat dinilai baik atau buruk karena bersifat netral.
n.

o. 2.4. Hubungan Bahasa dengan Pengembangan Kepribadian


p. Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 berisi tiga ikrar, yaitu (1) kami putra dan putri
indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, (2) kami
putra dan putri indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, (3)
kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
q. Pernyataan tekad kebangsaan, yaitu menjunjung bahasa persatuan, bahasa
Indonesia mengandung makna (1) bersikap positif terhadap bahasa Indonesia; (2)
memiliki keinginan dan kegairahan menggunakannya dengan baik dan benar; (3)
memiliki dan berusaha meningkatkan mutu penggunaan dan penguasaan bahasa
Indonesia sehingga penggunaannya sesuai dengan kaidahnya, tetapi juga sesuai
dengan perkembangannya (Halim, 1982:24).
r. Berdasarkan pernyataan tekad kebahasaan diatas, jelas bahwa bahasa Indonesia
memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengembangkan kepribadian bangsa.
Fungsi ini menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia senantiasa
berkepribadian, berprilaku dan berbudi khas Indonesia.
s. Pengalaman berbahasa yang amat berharga dalam pengembangan kepribadian
dikukuhkan dalam Undang-undang Dasar 1945, yaitu bahasa negara adalah
bahasa Indonesia. Sejak 2002 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai mata kuliah
bagi setiap mahasiswa di perguruan tinggi dalam kelompok mata kuliah
pengembangan kepribadian. Selain itu, bahasa Indonesia dijadikan sarana
komunikasi ilmiah bagi mahasiswa.
t. Dengan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai pengembang kepribadian,
mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kecerdasan karakter, dan
kepribadian. Mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia secara aktif dan
pasif akan mampu mengekspresikan pemahaman dan kemampuan dirinya secara
runtut, logis, dan lugas. Hal ini menandakan kemampuan mengorganisasi karakter
dirinya terkait dengan potensi daya pikir, emosi dan harapannya. Kemudian
diekspresikan dalam berbagai bentuk karya ilmiah, seperti artikel ilmiah, makalah
ilmiah, proposal, penulisan skripsi, dan laporan ilmiah.
5

6
u. Selain itu, mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia baku dengan baik
dan benar akan mampu memahami konsep-konsep pemikiran dan pendapat orang
lain. Kompetisi ini akan dapat mengembangkan karakter dan kepribadian melalui
berpikir sinergis, yaitu kemampuan menghasilkan konsep baru berdasarkan
pengalaman yang sudah dimiliki bersamaan dengan pengalaman baru. Mahasiswa
demikian akan menjadi lebih cerdas dan kreatif dalam memanfaatkan situasi,
stimulus dan pengalaman baru yang diperolehnya.
v. Fungsi pendidikan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pengembang
kepribadian diarahkan kepada kompetensi berbahasa baku dengan baik dan benar
secara lisan tulis. Fungsi ini mencakup berbagai aspek, yaitu :
(1) mengembangkan kemampuan/kompetensi berkomunikasi ilmiah;
(2) mengembangkan kemampuan akademis;
(3) mengembangkan berbagai sikap, seperti sikap ilmiah, sikap paradikmatis dalam
mengembangkan pola-pola berpikir sikap terpelajar.
(4) Mengembangkan kecerdasan berbahasa;
(5) Mengembangkan kepribadian terutama dalam menciptakan kreativitas baru yang
terkait dengan pengalaman, pengetahuan, dan situasi baru yang dihadapi serta
kemampuan mengekspresikannya;
(6) Mengembangkan kompetensi berkomunikasi antarpribadi sehingga memantapkan
perkembangan pribadi;
(7) Mengembangkan kemampuan sebagai lambang bangsa dan negara.
w. Demikian pembahasan tentang bahasa kepribadian, dan hubungan bahasa dengan
pengembangan kepribadian.

x. BAB III PENUTUP


y. 3.1. Kesimpulan
z. Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi arbitrer oleh para anggota kelompok
sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Bahasa
digunakan untuk kita melakukan komunikasi dengan pihak lain sehingga pihak
lain paham dan mengerti apa yang kita maksud. Dengan berbahasa ini, kita juga
dapat mengetahui kepribadian kita dan mengembangkan kepribadian kita tersebut.
aa. Bahasa mempunyai ciri-ciri yakni sistematis, unik, universal, konvensional,
arbiter, dan masih banyak lagi. Fungsi ekspresi, yakni penggunaan bahasa yang
mengungkapkan ungkapan-ungkapan batin yang ingin disampaikan seorang
penutur kepada orang lain. Bahasa itu sendiri mempunyai beberapa fungsi, yakni:
ab.

Fungsi informasi, yakni fungsi untuk menyampaikan pesan atau amanat kepada orang

lain.
ac.

Fungsi eksplorasi, yakni penggunaan bahasa untuk menjelaskan satu hal, perkara, dan

keadaan.
ad.

Fungsi persuasi, yakni penggunaan bahasa yang bersifat mempengaruhi atau

mengajak orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan secara baik-baik.
ae.

Fungsi entertaimen, yakni penggunaan bahasa dengan maksud menghibur,

menyenangkan, atau memuaskan perasaan batin.


af.
ag.
ah.

ai. 3.2. Saran


aj. Makalah ini sangat jauh dari kata sempurna,, maka dari itu kami disini dari
kelompok dua mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca agar
makalah ini menjadi makalah yang jauh lebih sempurna.

ak.

DAFTAR PUSTAKA

al.

Barus, Sanggup dkk. 2014. Pendidikan Bahasa Indonesia. Medan: Unimed Press

am.

Hs, Widjono. 2005. Bahasa Indonesia (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

Perguruan Tinggi). Jakarta :Gramedia