Anda di halaman 1dari 3

2. A.

Pada permukaan sel Amoeba dapat terbentuk pseudopoda, yakni penjuluran ke


arah luar dari membran plasma. Membran plasma menjulur ke luar karena tekanan
dari endoplasma di dalamnya. Jika ada makanan, (bakteri atau bahan organik)
pseudopodanya dijulurkan dan Amoeba bergerak ke arah makanan tersebut. Sesampai
di dekat makanan, pseudopoda mengelilinginya. Selanjutnya makanan masuk ke
dalam tubuh Amoeba melalui permukaan membran plasma. Caranya, permukaan
membran plasma yang mengelilingi Amoeba bersatu, hingga terbentuk rongga
makanan yang disebut vakuola makanan. Vakuola makanan beredar di dalam
sitoplasma. Makanan yang ada di dalamnya dicerna, sari-sari makanan dimasukkan ke
dalam sitoplasma, sedangkan sisa-sisa makanan berbentuk padat tetap berada di
dalam vakuola. Vakuola berisi sisa makanan padat tadi menepi, kemudian membran
plasma pecah hingga sisa makanan tersebut dapat dikeluarkan.
Amoeba mengeluarkan sisa makanan yang berbentuk cair dengan cara mengembang
dan mengempiskan vacuola kontraktil guna memompa sisa makanan berbentuk cair
ke luar sel melalui membran sel.
b. Stigma bermakna juga sebagai corong corong kecil yang terdapat pada tubuh
serangga yang berguna untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida.Dalam arti
lain yaitu dalam kehidupan sosial, stigma memiliki makna yang menggambarkan
ciri negatif yang melekat pada seseorang, biasanya karena faktor lingkungan atau
perbuatan yang pernah dilakukannya sehingga dia di cap jelek oleh orang banyak.
c. Entaboeba colli = rhizopoda, eimeria = conoidasida, volvox sp = chlorophyceae,
trypanosoma = flagellata, paramicium = ciliata, didynium = ciliata, plasmodium =
Apicomplexa
3. Choanocyte, merupakan sel berbentuk collar berflagel.
Archaeocyte, merupakan sel porifera yang bersifat totipotensi.
Pnacocyte, sel tersebut berfungsi protektif.
Sclerocyte, merupakan sel penghasil spicula.
Spongocyte, merupakan sel penghasil serabut spongin.
Porocyte, merupakan sel yang membentuk ostium.
Sel penyokong (penguat).
4. Hydrozoa
Kebanyakan Hydrozoa hidup soliter atau berkoloni, yang soliter umumnya bentuk
polip sedang yang koloni bentuk polip dan medusa. Contohnya adalah Hydra, Obelia,
dan Physalia
Hydra
Hidup soliter di air tawar. Makanan berupa hewan kecil seperti jentik nyamuk.
Reproduksi secara aseksual dengan membentuk kuncup sedang secara seksual dengan
membentuk gamet jantan dan betina.
Obelia
Hidup berkoloni dalam bentuk polip di air laut. Koloni polip ada dua macam, yaitu
polip vegetatif (hydrant) yang berfungsi mencari makanan dan polip reproduktif
(gonangium) yang berfungsi untuk membentuk medusa.
Obelia mengalami metagenesis, polip reproduktif membentuk medusa melalui
pertunasan, medusa dewasa akan menghasilkan gamet kemudian terjadi fertilisasi dan
terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh menjadi larva planula. Berikut ini siklus hidupnya
:

2. Scyphozoa
- Contohnya : Aurelia aurita (Ubur-ubur kuping)
- bentuk tubuhnya yang dominan adalah medusa, yaitu seperti mangkok terbalik.
- Tubuhnya transparan, di bagian bawah terdapat mulut yang dikelilingi tentakel yang
dilengkapi nematokist yang dapat mengeluarkan racun yang sangat gatal.
- Mengalami metagenesis, dengan daur hidup sbb :
3. Anthozoa (Hewan bunga karang)
- bentuk tubuhnya seperti bunga dengan warna yang beraneka ragam
- hidup soliter,berkoloni dan melekat habitat di air laut yang jernih
- tubuh umumnya berbentuk polip, memiliki tentakel dalam jumlah banyak,
merupakan kelipatan dari delapan dan berwarna-warni. Diantara tentakel sering
ditemui ikan beraneka ragam. Apakah ikan tidak terkena sengat tentakelnya ?
Mengapa ?
Ada bentuk simbiosis mutualisme dari anemon ini dengan ikan. Jelaskan pernyataan
tersebut !
- di antara anggota Anthozoa ada yang dapat menghasilkan kerangka dari kapur yang
keras. Kerangka inilah yang membentuk terumbu karang.
- Alat pernafasannya sederhana, dikenal sebagai sifonoglifa yang terdapat di
sepanjang kerongkongan.
- Contoh : Anemon laut (Metridium sp) dan koral batu atau koral kapur yang
membentuk pulau karang (Euplexaura antipathes / akar bahar) rangka dalam dari zat
tanduk.

5. A.
b. Telur dimakan H.I menetas mirasidium migrasi ke glandula
mesenterika sporosiste sporosiste anak serkaria bergerombol, satu
sama lain dilekat kan oleh subtansi gelatinous yang disebut SLIME BALLS
mengandung 200-400 serkaria dikeluarkan dari siput melekat di tumbuhtumbuhan. Slime balls dimakan semut. Metaserkaria di cavum abdominalis semut
128 per semut. Dapat juga memasuki otak semut. Induk semang definitif

terinfeksi karena makan semut duktus biliverus hati Cacing yang kecil
masuk kecabang duktus biliverusmenempel dengan perubahan patologi tidak
begitu tampak untuk memproduksi telur yang di butuhkan sekitar 11 minggu
setelah hewan memakan metaserkaria (dibanding Fasciola hepatica) kecuali ada
infeksi berat. Pada infeksi lanjut Cirrhosis hepatica dan terbentuk pada
permukaan hati, duktus biliverus melebar terisi cacing.
6. Nematoda bereproduksi secara seksual. Pada umumnya diesis atau gonokoris, yaitu
organ kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Fertilisasi
terjadi secara internal di dalam tubuh cacing betina. Telur yang sudah dibuahi
memiliki cangkang yang tebal dan keras. Permukaan cangkang memiliki pola yang
spesifik sehingga sering digunakan untuk proses identifikasi jenis cacing yang
menginfeksi manusia melalui pengamatan telur cacing pada tinja. Telur menetas
menjadi larva yang berbentuk mirip induknya. Larva mengalami molting atau
pergantian kulit hingga empat kali. Cacing dewasa tidak mengalami pergantian kulit,
tetapi tubuhnya tumbuh membesar.
7. Kingdom : Animalia
Fillum
: Molusca
Kelas
: Cephalophoda
Ordo
: Sepiida
Famili
: Sepiidae
Genus
: Sepia
Spesies
: Sepia sp.