Anda di halaman 1dari 7

PENGAUDITAN 2

(SAP 10)

OLEH KELOMPOK 2:
Nama

NIM

Andini Permata Sari

1315351159

Devy Kusuma Cendana

1315351182

Kadek Ria Citra Dewi

1315351183

I Gusti Agung Intan Fatmayoni

1315351186

Gusti Ayu Diah Lestari

1315351187

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015

AUDIT INVESTASI DAN SALDO KAS


INVESTASI
-

Tinjauan Atas Investasi

Aktivitas investasi sebuah entitas merupakan aktivitas yag berkaitan dengan kepemilikan
sekuritas yang diterbitkan oleh entitas lainnya. Sekuritas ini mencakup sertifikat deposito/CD,
saham preferen dan saham biasa, serta obligasi korporasi dan pemerintah.
-

Tujuan Audit

Meliputi beberapa hal, yaitu :


a.

Keberadaan atau keterjadian

b.

Kelengkapan

c.

Hak dan kewajiban

d.

Penilaian atau alokasi

e.

Penyajian dan pengungkapan

a.

Pertimbangan Perencanaan Audit


Materialitas

Sekuritas yang ditahan sebagai investasi jangka pendek dapat bersifat material bagi solvensi
jangka pendek suatu entitas, tetapi laba dari sekuritas semacam itu jarang bersifat signifikan bagi
hasil operasi entitas di luar sektor jasa keuangan. Sekuritas yang ditahan sebagai investasi jangka
penjang dapat bersifat material baik bagi neraca maupun laporan laba rugi, tergantung entitas.
b.

Risiko Inheren

Risiko inheren pada asersi siklus investasi dipengaruhi oleh banyak faktor dan volume transaksi
investasi umumnya cukup rendah. Akan tetapi sekuritas merupakan aktiva yang mudah untuk
dicuri, dan akuntansi untuk investasi tersebut dapat menjadi rumit. Di samping itu, risiko inheren
tertentu juga lebih menantang untuk dikendalikan, dan memberi manajemen peluang untuk
memanipulasi pelaporan investasi. Secara spesifik, klasifikasi yang tepat atas suatu investasi bisa
mengundang kontroversi, yang selanjutnya akan mempengaruhi metode penilaian, upaya

mendapatkan laba, dan persyaratan pengungkapan yang berlaku untuk investasi itu. Dengan
menyajikan secara salah klasifikasi yang tepat dari suatu investasi, manajemen dapat menunda
atau mempercepat pengakuan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dalam laba.
c.

Risiko Prosedur Analitis

Prosedur analitis dapat membandingkan saldo tahun berjalan dengan tahun sebelumnya, atau
dapat membandingkan hasil-hasil aktual atas jumlah investasi dan laba investasi dengan yang
dianggarkan atau dokumentasi lain dari rencana manajemen. Perbedaan yang tidak diharapkan,
dapat menunjukkan salah saji berkenaan dengan asersi keberadaan atau keterjadian,
kelengkapan, penilaian atau alokasi, dan penyajian serta pengungkapan.
d.

Risiko Pengendalian

Pemahaman atas beberapa faktor lingkungan pengendalian adalah relevan bagi audit atas siklus
transaksi.
PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS INVESTASI
Merupakan hal yang biasa dalam melakukan pengujian substantif atas siklus investasi untuk
menguji saldo investasi di neraca dan laporan laba rugi pada saat yang sama. Tahapannya yaitu :
a.

Menentukan Risiko Deteksi

b.

Merancang Pengujian Substantif

c.

Prosedur Awal

d.

Prosedur Analitis

e.

Pengujian Rincian Transaksi

f.

Pengujian Rincian Saldo

g.

Pengujian Rincian Saldo ; Estimasi Akuntansi

h.

Perbandingan Penyajian Laporan dengan GAAP

SALDO KAS
Saldo kas meliputi penerimaan ditangan yang belum disetor, kas di bank, pada rekening giro
umum dan rekening tabungan, serta akun impres seperti kas kecil dan rekening di bank untuk
gaji. Ini merupakan kas yang diperlukan untuk melunasi kewajiban serta membayar gaji, dan
kebanyakan entitas akan memindahkan kelebihan kas ke beberapa bentuk investasi yang
menghasilkan bunga. Saldo-saldo tertentu, seperti sertifikat deposito, dana pelunasan obligasi,

saldo mata uang luar negeri tertentu, dan akun-akun lain yang mempunyai pembatasan dalam
penggunaannya yang lazimnya harus diklasifikasikan sebagai investasi.
-

Hubungan Saldo Kas dengan Siklus Transaksi

Lima siklus transaksi berhubungan langsung dengan saldo kas umum, kelima siklus itu adalah :
a.

Siklus pendapatan

b.

Siklus pengeluaran

c.

Siklus pembiayaan

d.

Siklus investasi

e.

Siklus jasa personalia

a.

Pertimbangan Perencanaan Audit


Materialitas

Jika dikaitkan dengan transaksi dalam lima siklus transaksi yang mempengaruhi kas, jumlah kas
yang mengalir melalui akun-akun dalam satu periode waktu benar-benar dapat sangan material.
b.

Risiko inheren

Volume transaksi yang tinggi dapat menimbulkan tingkat risiko inheren yang signifikan untuk
asersi saldo kas tertentu, terutama keberadaan dan keterjadian serta kelengkapan.
c.

Risiko prosedur analitis

Prosedur analitis yang efektif mencakup pembandingan saldo kas dengan peramalan atau
anggaran, atau dengan kebijakan perusahaan mengenai saldo kas minimum dan investasi atas
kelebihan kas.
d.

Risiko pengendalian

Karena rawannya saldo kas terhadap pencurian, maka banyak auditor akan mengevaluasi secara
cermat pengendalian internal atas kas, dan memastikan bahwa setiap kondisi yang dapat
dilaporkan telah dikomunikasikan dengan jelas kepada manajemen.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO KAS


Istilah saldo kas hanya mengacu pada kas yang ditahan dan di bank, bukan termasuk kas kecil
dan dana imprest lainnya. Tahapannya yaitu :
a.

Menentukan Risiko Deteksi

b.

Merancang Pengujian Substantif

c.

Prosedur Awal

d.

Prosedur Analitis

e.

Pengujian Rincian Transaksi

f.

Pengujian Rincian Saldo

g.

Perbandingan Penyajian Laporan dengan GAAP

PERTIMBANGAN LAINNYA
-

Pengujian untuk Mendeteksi Lapping

Lapping adalah penyimpangan yang disebabkan oleh misapropriasi secara sengaja atas
penerimaan kas. Lapping dapat melibatkan penggelapan penerimaan kas secara sementara atatu
permanen untuk kepentingan pribadi dari seseorang yang melakukan tindakan yang bukan
wewenangnya. Lapping biasanya tidak hanya bersangkutan dengan penagihan dari pelanggan,
tetapi juga dapat melibatkan jenis penerimaan kas lainnya. Kondisi-kondisi yang kondusif untuk
lapping tersedia apabila seseorang yang menangani penerimaan kas juga memegang buku beasar
piutang usaha. Auditor harus menilai kemungkinan lapping guna mendapatkan pemahaman
tentang pembagian tugas seperti penerimaan dan pencatatan penagihan dari pelanggan. Ada tiga
prosedur yang dapat mendeteksi lapping :
a.

Mengkonfirmasi piutang usaha

b.

Melakukan perhitungan kas secara mendadak

c.

Membandingkan rincian ayat jurnal penerimaan kas dengan rincian slip setoran harian

yang berkaitan

JASA BERNILAI TAMBAH YANG BERKAITAN DENGAN SEKURITAS YANG MUDAH


DIPASARKAN DAN SALDO KAS
Berikut ini adalah beberapa peluang bernilai tambah yang penting, yang dapat diberikan akuntan
publik dengan menggunakan pengetahuan yang diperoleh selama audit atas sekuritas yang
mudah dipasarkan dan saldo kas :
a.

Menentukan asumsi-asumsi penting berkenaan dengan penerimaan kas dan pembayaran

beban operasi yang mempengaruhi peramalan saldo kas.


b.

Membantu manajemen dalam mengembangkan model-model peramalan saldo kas,

pinjaman yang diperlukan, atau potensi kelebihan saldo kas yang tersedia untuk investasi.
c.

Mengidentifikasi peluang untuk mengubah praktik bisnis, seperti perubahan kebijakan

kredit atau perubahan manajemen persediaan, yang akan meningkatkan arus kas.
d.

Membantu manajemen dalam mengembangkan kebijakan untuk investasi jangka pendek

kelebihan kas.
e.

Mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan tingkat pengembalian atas investasi jangka

pendek atas kelebihan kas.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://mimiakuntansi.blogspot.co.id/2013/12/audit-investasi-dan-saldo-kas.html