Anda di halaman 1dari 7

MASALAH KEBUDAYAAN DAN PERADABAN

DARI PALAWIJA KE TEMBAKAU


Oleh :
Farhandika Akbar
K2514031
Pendidikan Teknik Mesin
Universitas Sebelas Maret

Abstrak
Perubahan adalah hal yang pasti di kehidupan ini yang terjadi di semua sendi kehidupan,
begitu pula yang terjadi pada petani dusun Ngloko. Menyadari potensi serta keberhasilan yang telah
diraih petani dari desa lain, mereka beralih dari menanam palawija menjadi menanam tembakau. Hal
ini didasari oleh rasa berani mencoba sesuatu yang baru yang dirasa lebih menguntungkan. Tren ini
baru dimulai tahun ini dimana sebelumnya sudah terlebih dahulu melanda desa-desa sekitar. Proses
penanaman antara palawija dan tembakau memang tidak berbeda jauh hanya penanganan tembakau
lebih intensif. Hanya saja dalam prosesnya sebelum dijual tembakau perlu diolah menjadi tembakau
kering terlebih dahulu. Dalam prosesnya petani dusun Ngloko tergabung dalam kelompok tani yang
bekerjasama dengan perusahaan. Perusahaan inilah yang memberi bantuan pada petani dari mulai
informasi dan teknik tanam, benih, hingga alat untuk merajang daun dengan konsekuensi jika
nantinya hasil panen berupa tembakau kering harus dijual ke perusahaan tersebut. Dengan segala
keuntungan dan kerugian dari adanya perubahan ini tentunya akan menimbulkan efek bagi petani itu
sendiri dan masyarakat.
Kata kunci : Perubahan, Petani, Palawija, Tembakau

PENDAHULUAN
Wilayah di muka bumi ini lazimnya dibedakakan oleh kebanyakan orang menjadi dua
bagian, perkotaan dan pedesaaan. Bila perkotaan diidentikkan sebagai daerah yang maju dari
semua segi kehidupan dari mulai teknologi sampai peradabannya, daerah pedesaan
didefinisikan oleh sebagian orang dengan dua kata yaitu sawah dan petani. Hal ini bisa
dimaklumi karena sebagian besar penduduk di pedesaan bekerja sebagai petani atau
pekerjaannya tidak jauh-jauh dari sawah.
Dua daerah ini yaitu perkotaan dan pedesaan punya persamaan mendasar yang juga
terjadi di semua daerah di dunia, yaitu adanya perkembangan dan perubahan. Perubahan ini
menyentuh segala bidang kehidupan, dari mulai teknologi yang digunakan dalam membantu
kehidupan sehari-hari sampai pola perilaku masyarakatnya. Bahkan perubahan ini menyentuh
petani di desa yang notabene diidentikkan sebagai orang-orang tradisional. Perubahan yang
terjadi pada petani meliputi alat untuk bertanam, jenis-jenis pupuk, cara bertanam, hingga
pola pikir dari petani itu sendiri dalam bertanam. Contoh kecil dari adanya perubahan dari
pola pikir dan perilaku dari petani itu ditemukan di Dusun Ngloko, Desa Panekan,
Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Bila lazimnya petani di daerah tersebut menanam
palawija sebagai tanaman kedua setelah padi, tapi pada tahun ini ada sebagian petani yang
beralih untuk menanam tembakau. Kejadian ini memang tidak serta merta terjadi secara tibatiba tetapi melalui proses dan tahapan pengenalan yang sebetulnya telah dimulai dari

beberapa tahun sebelumnya. Entah dengan alasan atau faktor apapun yang mendasarinya,
perubahan ini pasti akan menyebabkan adanya dampak baik langsung maupun tidak langsung
pada petani khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya.
PEMBAHASAN
Berubah merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau
institusi. Karena dunia ini selalu berubah baik karena perubahan alamiah maupun perubahan
karena faktor manusia itu sendiri menyebabkan pola perilaku dari tiap individu juga mestinya
selalu mengalami perubahan. Secara umum proses perubahan ini dibedakan akan dua bentuk,
yaitu :
Perubahan Terencana (Planned Change)
Perubahan perilaku ini terjadi karena memang direncanakan sendiri oleh
subjek. Misalnya, Pak Anwar adalah perokokberat. Karena pada suatu saat ia
terserang batuk-batuk yang sangat mengganggu, maka ia memutuskan untuk
mengurangi rikok sedikit demi sedikit, dan akhirnya berhenti merokok sama sekali.
Kesediaan untuk Berubah (Readdiness to Change)
Apabila terjadi suatu inovasi atau program-program pembangunan di dalam
masyarakat, maka yang sering terjadi adalah sebagian orang sangat cepat untuk
menerima inovasi atau perubahan tersebut (berubah perilakunya), dan sebagian orang
lagi sangat lambat untuk menerima inovasi atau perubahan tersebut. Hal ini
disebabkan setiap orang mempunyai kesediaan untuk berubah (readdiness to change)
yang berbeda-beda.
Setiap orang di dalam suatu masyarakat mempunyai kesediaan untuk berubah yang berbedabeda, meskipun kondisinya sama.
A. Palawija
Palawija dalam KBBI didefinisikan sebagai tanaman selain padi yang biasa
ditanam di ladang atau sawah. Saat ini palawija serig didefinisikan sebagai tanaman apa
saja yang bisa ditanam diluar menanam padi sebagai makanan pokok yang bisa
mendatangkan tambahan bagi petani dan bisa sebagai pengganti padi sebagai makanan
pokok. Selain bisa dijadikan pengganti makanan pokok, hasil tanaman palawija juga
biasanya dijual sebagai tambahan penghasilan bagi petani, selain itu sebagian palawija
bisa sebagai pakan ternak seperti ayam, kambing, atau sapi. Palawija punya berbagai
macam jenisnya seperti jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, wortel, timun, dan lain-lain.
B. Tembakau
Tembakau dalam KBBI didefinisikan sebagai tumbuhan berdaun lebar dimana
daunnya diracik halus dan dikeringkan untuk bahan rokok, cerutu, dan sebagainya. Tidak
seperti palawija yang ditanam sebagai tanaman pengganti padi, tembakau ditanam bukan
sebagai bahan pokok tapi sebagai bahan pengisi waktu luang yaitu sebagai bahan rokok
dan cerutu.
Ada banyak macam tembakau di dunia, ini karena rasa dan hasil dari setiap
tembakau di berbagai tempat akan berbeda tergantung dari kultivar, lokasi penanaman,
waktu tanam, dan pengolahan pascapanen. Berdasarkan cara pengolahan pascapanen,

dikenal tembakau kering-angin (air-cured), kering-asap (fire-cured), kering-panas (fluecured), dan kering-jemur (sun-cured).
Macam-macam tembakau kualitas tinggi di Indonesia
Macam/tipe

Daerah

Kegunaan

Deli

Deli

wrapper cerutu

Srintil Temanggung

Temanggung, Parakan,
Ngadirejo

rokok (rajangan), kunyah

Virginia-Vorstenlanden

Klaten, Sleman, Boyolali,


Sukoharjo

Sigaret

Vorstenlanden

Klaten, Sleman

filler, binder, dan wrapper


cerutu

Madura

Madura

rajangan rokok

Besuki Voor-Oogst
(VO, "sebelum panen
padi")

Jember, ditanam musim hujan,


rajangan rokok
panen awal kemarau

Besuki Na-Oogst
(NO, "setelah panen
padi")

Jember, ditanam akhir musim


hujan,
panen akhir kemarau

filler, binder, dan wrapper


cerutu

Virginia-Lombok Timur
rajangan sigaret
Tembakau sendiri dalam persepsi kebanyakan orang sebagai produk yang
berbahaya dan harusnya dilarang karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit
seperti kanker, penyakit jantung dan paru-paru, serta penyakit berbahaya lainnya. Tapi
dibalik itu semua tembakau diketahui punya manfaat bagi manusia seperti menjadi obat
nyamuk, menjadi obat kutu yang ada pada tanaman, dapat mengusir nyamuk, mengatasi
gigitan lintah, dan lain-lain.
C. Dari Palawija ke Tembakau
Perubahan dan perkembangan akan selalu terjadi di masyarakat dari yang
mudahingga tua, di kota hingga desa, bahkan menyentuh kalangan atas sampai petani
sekalipun. Seperti yang terjadi pada sebagian petani dusun Ngloko. Palawija sering
disebut oleh sebagian besar petani sebagai tanaman nomer dua yang wajib ditanam
setelah padi. Palawija dianggap sebagai tanaman yang mudah perawatannya dan
mengingat manfaatnya yang terbilang cukup besar sebagai pengganti makanan pokok.
Hal ini juga terjadi di dusun Ngloko, tapi mulai tahun ini ada gelombang perubahan
untuk mulai beralih menanam tembakau walaupun jumlahnya masih bisa dibilang tak
terlalu banyak.
Tren perubahan ini ternyata diawali dari petani di desa-desa tetangga yang sudah
lebih dulu dalam menanam tembakau. Jenis tembakau yang ditanam sendiri sering
disebut petani sebagai vike atau virginia kecil yang merupakan jenis tembakau rendah no
Dari menanam ini ternyata hasil yang didapat oleh mereka terbilang memuaskan. Mulai
dari sinilah beberapa petani dari dusun Ngloko tertarik. Mereka lalu belajar proses
menanam tembakau pada petani dari daerah lain mulai dari cara bergabung dengan
kelompok tani, mendapat benih, cara tanam, pemeliharaan, pemrosesan, hingga
penjualan ke perusahaan. Dan akhirnya baru pada tahun ini ada gelombang petani yang

cukup banyak untuk mulai bertanam tembakau. Tepatnya pada tahun 2015 ada 19 petani
yang terdata menanam tembakau, ada yang mulai menanam di halaman rumah, sawah
sendiri, sampai menyewa lahan petani lain.
Ada banyak alasan mereka mulai menanam tembakau, tapi tepatnya ada dua
alasan utama bagi mereka mulai menanam tembakau, yaitu :
1. Coba-coba
Ini alasan pertama mengapa petani dusun Ngloko beralih ke tembakau. Bisa
dimaklumi karena pada tahun sebelumnya mereka masih menanam palawija. Alasan
ini didorong keberanian untuk mencoba dan mencoba meniru sukses yang telah diraih
petani-petani dari daerah lain yang telah lebih dulu menanam tembakau.
2. Tergiur keuntungan
Ini adalah alasan terkuat yang membuat petani di dusun Ngloko mulai
menanam tembakau. Keuntungan yang cukup besar yang ditawarkan dari bertanam
tembakau membuat mereka berani mencoba menanam tembakau. Walaupun harga
tembakau kering di kabupaten Wonogiri pada umumnya masih jauh bila dibandingkan
dengan sentra penghasil tembakau semisal pekalongan, tapi hasil dari menanam
tembakau bisa dibilang sudah cukup besar bagi petani Wonogiri dengan cacatan
bahwa panen mereka sukses. Bila menanam palawija paling besar mendapat
pendapatan kotor sekitar satu juta rupiah per petak sawah maka bila menanam
tembakau bisa mencapai empat juta rupiah per petak tanah. Bahkan hanya dari satu
kali tanam pada tahun ini saja salah satu petani di dusun Ngloko bisa membeli sepeda
motor walaupun hanya sepeda motor bekas.
Dua alasan di atas sudah cukup bagi petani di dusun Ngloko untuk mencoba
peruntungannya menanam tembakau. Memang tren ini sudah terjadi sejak lebih dari lima
tahun lalu di desa sekitar dan ini mungkin yang membuat petani di sini tak kuasa untuk
ikut menanam tembakau.
Petani di dusun ini dan dari daerah lainnya tergabung dalam satu kelompok tani.
Kelompok tani inilah yang nantinya akan bekerjasama dengan perusahaan. Perusahaan
yang mengelola kegiatan bertani tembakau di daerah Eromoko adalah perusahaan pihak
ketiga yang nantinya akan menjual hasil dari petani ke produsen rokok. Perusahaan akan
menyediakan informasi untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menanam
tembakau, serta menyediakan benih, kantung pembungkus hasil tembakau kering, dan
alat pencacah yang telah disediakan untuk bisa dibeli petani.
Dengan segala fasilitas yang telah disediakan tersebut semakin memudahkan
petani dalam bertani tembakau apalagi bagi petani pemula seperti petani dari dusun
Ngloko. Tapi walaupun begitu ada beberapa petani yang memilih tetap menanam
palawija dengan alasan hasil yang di dapat lebih pasti. Memang bila dibandingkan,
menanam palawija atau tembakau memiliki keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri,
diantaranya :

Palawija
Keuntungan

1. Tahan menghadapi musim kemarau


Ini yang membuat sebagian petani bertanam palawija.

Kerugian
Tembakau
Keuntungan

Karena tahan akan musim kemarau membuat perawatan dan


penanganan dalam menanam palawija terbilang simple.
2. Pasti diperlukan
Karena bisa menjadi pengganti beras maka permintaan
akan hasil palawija sudah bisa dipastikan akan tetap ada. Selain
itu permintaan untuk diolah oleh pabrik-pabrik baik kecil
hingga besar akan produk panen palawija juga terbilang besar.
3. Bisa sebagai pakan ternak
Misalnya jagung, bijinya bisa sebagai pakan ayam dan
batangnya sebagai makanan kambing dan sapi.
1. Keuntungan yang didapat sering pas-pasan
2. Harganya di pasaran yang fluktuatif

1. Keuntungan yang didapat cukup besar


2. Ada potensi yang cukup besar utamanya di daerah Wonogiri
Kerugian
1. Harganya berbanding jauh dari harga di daerah lain
Walaupun keuntungan yang didapat cukup besar tetapi
seharusnya yang didapat petani di sini bisa lebih besar lagi.
Harga tembakau kering disini berkisar Rp. 26.000,- bandingkan
dengan daerah sentra tembakau yang harganya paling kecil Rp.
60.000,-. Hal ini tentunya merugikan petani di sini, apalagi
didukung fakta bahwa perusahaan yang bekerja sama dengan
petani di sini bukan produsen rokok tapi hanya pihak ketiga
jadi yang lebih diuntungkan adalah perusahaan.
2. Perlu ketelitian dalam menanam tembakau
Walaupun proses menanamnya terbilang simple tapi ada
detail-detail kecil yang perlu diperhatikan agar hasil panennya
nanti maksimal, misalnya saat tahap pertumbuhan harus selalu
disiram air pada saat pagi hari agar hasilnya maksimal. Hal
lainnya yang perlu diperhatikan adalah saat proses panen harus
benar-benar sudah tua dan saat disimpan sebelum dirajang
harus benar-benar tertutup.
3. Butuh dana cukup besar sebagai modal awal
Karena hal inilah sebagian petani dari dusun Ngloko
memilih meminjam modal ke bank sebagai modal awal.
Dengan segala hal-hal dan pertimbangan diatas sah-sah saja bagi petani untuk
memilih tembakau yang dirasa lebih menguntungkan. Bagi mereka tak masalah
mengambil sedikit resiko untuk mendapat keuntungan yang lebih besar. Sebagai
tambahan informasi bahwa proses penanaman tembakau tidaklah beda dengan
penanaman palawija hanya lebih intens perawatannya yang meliputi :
1. Pembibitan
Meliputi kegiatan untuk menyediakan bibit-bibit unggul sesuai dengan kondisi
dan keadaan lingkungan.
2. Pengolahan tanah
Kegiatan ini meliputi mekanisme mengolah tanah agar sesuai dengan bentuk
akar tembakau agar tembakau bisa tumbuh dengan maksimal.

3. Penanaman
Proses menanam binit yang telah disiapkan ke tanah yang telah diolah.
4. Pengairan
Proses paling penting dalam pertumbuhan tembakau.
5. Pendangiran / pembumbunan
Kegiatan mengatur kondisi tanah agar aliran air lancar dan kondisi sawah
bebas dari gulma.
6. Pemupukan
Proses untuk memperbaiki unsur hara tanah agar proses pertumbuhan
tembakau maksimal.
7. Pemangkasan
Ada dua macam yaitu pemangkasan pucuk untuk memaksimalkan
pertumbuhan pada daun tembakau dan pemangkasan tunas baru di smping tanaman
utama.
8. Pengendalian hama dan penyakit
Untuk mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin menyerang.
Sedangkan untuk pengolahan tembakau kering sesuai dengan yang telah ditetapkan
pemerintah pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 56/Permentan/OT.140/9/2012
tentang Pedoman Penanganan Pasca Panen Tembakau yaitu meliputi :
1. Pemetikan
Panen daun tembakau yang telah tua yang ditunjukkan dengan warna hijau
daun yang mulai memudar.
2. Sortasi
Proses untuk memilih daun yang telah dipanen dengan kualitas baik dan
memisahkannya dengan yang rusak, cacat, dan benda asing lainnya.
3. Pemeraman
Meliputi kegiatan untuk meningkatkan suhu agar aktivitas enzim berjalan
lebih tinggi dalam merombak klorofil dan pati sehingga diperoleh daun yang
berwarna kuning dengan aroma yang khas
4. Perajangan
Proses merajang daun tembakau yang telah melalui pemeraman agar didapat
irisan-irisan daun yang berbentuk seperti mie.
5. Penjemuran
Meliputi proses untuk mengurangi kadar air pada daun tembakau agar aman
untuk dikemas dan disimpan.
6. Pengemasan
Proses mengemas daun tembakau yang telah kering untuk dijual.
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa perubahan pola perilaku petani ini
baru terjadi tahun ini dan baru beberapa petani saja yang ambil bagian dalam perubahan
ini. Tapi meski begitu perubahan sekecil apapun pasti ada pengaruhnya bagi kehidupan.
Dalam hal perubahan dari palawija ke tembakau ini ada akibat dan efek yang timbul,
diantaranya :
1. Bagi Petani
Meningkatkan pendapatan petani
Menambah wawasan petani jadi tidak terpaku pada satu varietas tanaman
Bagi petani yang juga memelihara ternak akan berpengaruh pada
ketersediaan pakan

2. Bagi Masyarakat
Ada lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang tidak memiliki sawah
karena sebagian petani tembakau tidak bisa mengurus sendiri lahannya
Berkurangnya produksi dan persediaan palawija
Selain itu perubahan ini pasti akan berpengaruh pada perubahan kualitas tanah karena
yang biasanya menanam palawija tetapi pada saat ini menanam tembakau.
KESIMPULAN
Perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat seiring dengan berjalannya waktu tidak
bisa dihindari. Termasuk dalam kasus perubahan pola tanam petani di dusun Ngloko dari
bertanam palawija ke tembakau. Dengan segala keuntungan dan kerugian yang
mengiringinya dan dengan segala resiko yang akan diakibatkan tak menghalangi petani untuk
menanam tembakau karena dirasa sangat menguntungkan. Tapi tentunya hal ini akan
menimbulkan efek bagi petani dan masyarakat baik secara langsung maupun tidak. Yang
perlu diingat bahwa adanya perubahan ini harus terus berada pada koridor yang benar agar
tidak menimbulkan kerugian bagi masyarekat dan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.http://kbbi.web.id/palawija dan http://kbbi.web.id/tembakau. Diakses pada tanggal
18 Oktober 2015
Anonim.https://id.wikipedia.org/wiki/Tembakau. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2015
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 56/Permentan/Ot.140/9/2012 Tentang Pedoman
Penanganan
Pascapanen
Tembakau
(
Didownload
di
http://ditjenbun.pertanian.go.id/pascapanen/donlot.php?
file=Permentan.no.56.th.2012.ttg.pascapanen.tembakau.pdf pada tanggal 18 Oktober 2015
)