Anda di halaman 1dari 2

Olahraga bola

voli adalah salah satu olahraga yang cukup populer di Indonesia Selainolahraga sepak
bola atau badminton (Bulutangkis). Tapi apakah Anda tahu bagaimanaasal-usul sejarah
permainan bola voli atau voli? Yang adalah orang pertama yangmenemukannya? Untuk
itu pada kesempatan ini koleksi sejarah akan mencobamengungkapkan mereka untuk m
enambah pengetahuan kita semua. Permainan bolavoli atau voli dimulai pertama pada t
ahun
1895. Permainan ini diciptakan oleh Williamg. Morgan dan menjadi salah satu permaina
n yang tercantum dalam OlimpiadeMusim panas sejak tahun 1964.
Sejarah voli
Pada 9 Februari 1895 di Holyoke, Massachusetts, pendidikan Association olahragaDirekt
ur pemuda Kristen (YMCA) bernama William g. Morgan menciptakan sebuahpermainan b
aru yang disebut Mintonette sebagai permainan yang digunakan untukmengisi waktu lu
ang. Permainan bola voli atau voli awalnya dimaksudkan untukdimainkan di dalam
Ruangan, dan mengambil beberapa karakteristik dari permainanlainnya seperti Tenis, b
ola tangan dan bola basket.
Asal-usul sejarah permainan bola voli atau bola voli di dunia
Aturan pertama ditulis oleh Morgan adalah bahwa bola
voli diperlukan setinggi 6 kakibersih, bidang mengukur 25 kaki x 50 kaki dan jumlah pe
main yang tidak memilikibatas. Permainan ini terdiri dari sembilan inning, dimana terda
pat batasanmenghubungi bola sebelum bola dilemparkan terhadap lawan. Layanan dap
at diulangsekali jika ada kegagalan pada layanan pertama, dan bola menyentuh net aka
ndihitung sebagai pelanggaran yang dapat mengurangi poin tim.
Sejarah awal permainan bola voli atau voli kembali menulis setelah Alfred Halstead,pen
gamat, menemukan bahwa permainan sangat bergantung pada voli. Ini ia ditemuipada
saat permainan pertama mintonette terjadi pada tahun
1896 dan bermain dalamapa yang sekarang disebut Springfield College. Hanya kemudia
n permainan inidikenal sebagai voli, perturannya dan diubah oleh sekolah pelatihan Inte
rnationalYMCA dan mulai tersebar di YMCA lainnya.
Penggunaan bola yang secara
resmi digunakan untuk menyebabkan perdebatan,seperti banyak telah mengatakan bah
wa Spalding menciptakan bola resmi pertamapada tahun
1896, sementara banyak juga percaya bola diciptakan pada tahun
1900.Aturan digunakan ini juga banyak berkembang sebagai Filipina pada tahun
1916,dimana mereka memperkenalkan lonjakan kemampuan dan kekuatan set. Pada ta
hun 1917, Permainan awalnya perlu 21 poin diubah menjadi 15 poin. Pada tahun
1919,16000 bola untuk permainan ini didistribusikan oleh Amerika Serikat milik tentara
pasukan ekspedisi dan sekutu-sekutu mereka, yang menyebabkan meningkatnyaminat

dalam permainan voli di negara-negara lain. Pada tahun


1920, lagi Filipinamenciptakan aturan "tiga kali" dan melarang untuk memukul dari bela
kang.
Negara-negara di luar Amerika yang pertama
kali menuliskan sejarah awal permainanbola voli atau voli adalah Kanada pada tahun
1900. Baru 47 tahun setelah ituterbentuk voli Internasional Federasi, yaitu Fdration In
ternationale de voli (FIVB) danyang pertama kejuaraan dunia untuk pria diadakan di 194
9 dan 1952 untuk wanita.Pada waktu itu, olahraga ini telah menjadi populer di Brasil, Ita
lia, Belanda, beberapanegara di Eropa Timur, Rusia, Amerika Serikat, Cina, dan beberap
a daerah lain di Asia.Pada tahun
1987, variasi dari permainan ini mulai diendorse oleh FIVB, yaitu volipantai.
Sejarah voli di Olimpiade
Munculnya awal voli di Olimpiade dapat ditelusuri hingga Olimpiade Musim
panas1920 di Paris, dimana pada waktu itu voli dimainkan sebagai olahraga demonstras
iAmerika. Sayangnya, seperti Perang Dunia II berakhir dan FIVB berdiri permainan inima
suk ke dalam pertimbangan yang ada olahraga di Olimpiade. Pada tahun
1957,turnamen diselenggarakan dalam acara IOC ke-53 di Sofia, Bulgari, untuk memen
uhipermintaan FIVB dan persaingan sangat sukses untuk membuat bola
voli yang masukdalam program Olimpiade 1964.
Pada awalnya, turnamen bola
voli Olimpiade adalah sebuah kompetisi sederhanayang mana setiap tim akan melawan
masing-masing lain dan dihakimi pada menang,rata-rata set, dan nilai rata-rata. Salah s
atu kekurangan dari sistem setengah
kompetisiini adalah pemenang dapat dilihat bahkan sebelum permainan berakhir, danm
engurangi minat penonton karena mereka
telah mampu menyimpulkan siapa yangakan menjadi pemenang. Karena ini, sistem ko
mpetisi dan kemudian dikonversimenjadi dua fase dengan penambahan akir putaran aw
al swimsuit segmen yangmencakup perempatfinal, semifinal dan final. Perubahan ini ter
jadi pada tahun 1972.