Anda di halaman 1dari 42

DOKUMEN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah : Keperawatan Klinik IV A


Nomor Kode : IKK 1425
Beban SKS : 2 SKS

Oleh :
Ns. Rondhianto, M.Kep
NIP : 198303242006041002

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
2015

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER

Mata Ajar

: Keperawatan Klinik IV A

Kode

: IKK 1425

Beban Studi

: 2 SKS

Koordinator

: Ns. Rondhianto, M.Kep.

Tim Pengajar

:
1.
2.
3.
4.
5.

Ns. Wantiyah, M.Kep


Murtaqib, S.Kp., M.Kep
Ns. Siswoyo, M.Kep
Ns. Nur Widayati, MN
Ns. Mulia Hakam, M.Kep, Sp.KMB
Jember, 9 Februari 2015

Disusun,

Penanggung Jawab Mata Kuliah,

Ns. Rondhianto, M.Kep.


Menyetujui,

NIP. 198303242006041002
Sekretaris I

Ns. Wantiyah, M.Kep.


Mengetahui,

NIP. 198107122006042001
Ketua PSIK Universitas Jember

Ns. Lantin Sulitiyorini, M.Kes


NIP. 197803232005012002

DOKUMEN RANCANGAN PEMBELAJARAN


1. Silabus dan Deskripsi Mata Kuliah
a.
Standar Kompetensi

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa semester genap


Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) mampu memahami dan
menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan
sistem muskuloskeletal dan integumen berdasarkan perkembangan
sistem
b.

pelayanan

kesehatan

dan

IPTEK

kesehatan

dan

kompetensi

akhir

keperawatan.
Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini :
1. Mahasiswa termotivasi

untuk

mencapai

sebagai lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember


2. Mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai yang mendukung
terwujudnya nilai keunggulan lulusan Sarjana Keperawatan
Universitas Jember
3. Mahasiswa
dapat
keperawatan

pada

memahami
klien

konsep

dengan

dasar

asuhan

gangguan

sistem

muskuloskeletal : anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal ;


pengkajian, tes diagnostik, dan manifestasi klinis

pada klien

dengan gangguan sistem muskuloskeletal ; penatalaksanaan


umum pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskeletal.
4. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan fraktur
5. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan

keperawatan

pada

klien

dengan

cedera

sistem

muskuloskeletal
6. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan osteoporosis
7. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan artritis
8. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan TJR (Total Joint
Replacement)
9. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan osteomyelitis
10.Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan neoplasma tulang
11.Mahasiswa
dapat
memahami
konsep
dasar
asuhan
keperawatan pada klien dengan gangguan sistem integumen :
anatomi fisiologi sistem integumen ; Pengkajian, tes diagnostik,
dan manifestasi klinis pada klien dengan gangguan sistem
integumen;

penatalaksanaan

gangguan sistem integumen

umum

pada

pasien

dengan

12.Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan


asuhan keperawatan pada klien dengan luka (konvensional dan
modern wound dressing)
13.Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan luka bakar
14.Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan herpes
15.Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan psoriasis
16.Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis
17.Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan urtikaria
18.Mendemonstrasikan asuhan keperawatan pada klien dengan
gangguan sistem muskuloskeletal dan integumen
c.

Deskripsi Mata Kuliah


Fokus mata kuliah ini
keperawatan

pada

membahas

klien

tentang

dengan

konsep

asuhan

pada

sistem

gangguan

muskuloskeletal dan integumen, meliputi review anatomi fisiolofi


sistem muskuloskelatal dan integumen, konsep dasar penyakit
muskuloskeletal dan integumen, serta konsep dasar dan pemberian
asuhan

keperawatan

pada

klien

dengan

gangguan

sistem

muskuloskeletal dan integumen. Metode pembelajaran dilakukan


dengan metode ceramah, diskusi, discovery learning, case study,
Problem Based Learning, dan praktikum.
d.

Kegiatan Pembelajaran
Beban SKS : 2 SKS
1. Tugas Mahasiswa :
a.

b.

Kegiatan tatap muka di


kelas
Kegiatan praktikum

c.

Tugas terstruktur

d.

Tugas Mandiri

1 x 50 mnt
menit/smt
1 x 100 mnt
menit/smt
2 x 60 mnt
menit/smt
2 x 60 mnt
menit/smt

x 14 mgg = 700
x 14 mgg = 1400
x 14 mgg = 1680
x 14 mgg = 1680

2. Rincian pembelajaran :
a.
b.
c.
e.

Ceramah
Presentasi
terstruktur
Diskusi

Assesment
1. Teori 1 SKS (A)

:
:

14 x 100 menit
2 x 100 menit

16 x 100 menit

: UTS (40%) ; UAS (40%) ; Tugas (20%)

2. Praktikum 1 SKS (B)


:
a. Ujian Praktikum: 60%
b. Pre Test : 10%
c. Post Test : 10 %
d. Laporan praktikum : 20 %
Total Nilai = A + B/2
3. Kontrak perkuliahan
Hari/Pukul : Rabu, 12.30 15.10 WIB
Tempat
: Ruang Kuliah V PSIK Univ. Jember
f.

Referensi
1. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines
for Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA. Davis
: Philadelphia
2. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing,
Clinical Management for continuity of care. J.B. Lippincott.
Co.
3. Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing
process approach. The C.V. Mosby Co.
4. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care
Guidelines for Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia :
JB. Lippincott Company Basmajian
5. John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode
Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.
6. Halstead, Judith A., 2004, Orthopedic Nursing : Caring for
Patients with Musculoskeletal Disorders, Western School,
Brockton, MA
7. Potter AA & Perry, AG (1993). Fundamental of Nursing
Concept, Process and Practice. Third Edition. St. Louis:
Mosby Year Book
8. Luckman, & Sorensen (1990). Medical Surgical Nursing.
Philadelphia : WB. Saunders Company
9. McClosky
&
Bullechek.
(2002).
Nursing
Outcome
Classification (NOC). Philadephia.
10.McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention
Classification (NIC). Philadelphia.
11.NANDA. (2009), Nursing Diagnoses NANDA: Definition and
Clasification 2009-2011.
12.Potter AA & Perry, AG (1993). Fundamental of Nursing
Concept, Process and Practice. Third Edition. St. Louis:
Mosby Year Book
13.Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical
Nursing . Addison Wesley. New York.
14.Priharjo, Robbert. (1996). Pemeriksaan Fisik Keperawatan.
Jakarta. EGC
15.R.L. Walton, M.D. Perawatan Luka. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
16.Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong. (1997) Buku Ajar Ilmu
Bedah. EGC. Jakarta
17.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC.
Jakarta
18.Sudoyo, Aru W, dkk, (2006), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
Jilid I III, Edisi IV, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Jakarta.

REALISASI JADWAL IKK IV A TAHUN AJARAN 2014/2015


TM
I. 1.
(Rabu,
18 2.
Februa
ri
2015)
3.

4.

Kegiatan
pembelajaran
Penjelasan umum
silabus MK
Membahas kontrak
perkuliahan (teori,
praktikum, dan
lapangan)
Pengenalan visi misi
dan value
keperawatan
universitas jember
Diskusi visi misi dan
value keperawatan
universitas jember
yang relevan dan
terintegrasi pada
mata kuliah

Materi dan rincian


1. Penjelasan silabus
2. Kontrak perkuliahan
3. Tata tertib mata kuliah

Sumbe
r
Silabus
Mata
Kuliah
Kepera
watan
Klinik V
A

Fasilat
or
RO

II.
(Rabu,
25
Februa
ri
2015)

Mahasiswa dapat
1. Review anatomi fisiologi sistem
memahami konsep
muskuloskeletal
2. Pengkajian fisik Sistem
dasar asuhan
Muskuloskeletal Head To Toe :
keperawatan pada klien
a. Inspeksi
dengan gangguan
b. Palpasi
sistem muskuloskeletal
c. Perkusi
d. Auskultasi
3. Tes diagnostik gangguan sistem
Mahasiswa dapat
muskuloskeletal
mendemostrasikan
4. Manifestasi klinis
pada klien
pemeriksaan fisik
dengan
gangguan
sistem
sistem musculoskeletal
muskuloskeletal
5. Penatalaksanaan
umum
pada
pasien dengan gangguan sistem
muskuloskeletal
6. Demostrasi pemeriksaan fisik
sistem
muskuloskeletal
dewasa

1, 4, 5,
6, 15,
18

RO

III
(Rabu,
4
Maret
2015)

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan
cedera sistem
muskuloskeletal

2, 3, 6,
10, 11,
12, 17,
18

WT

Mahasiswa dapat
mendemostrasikan

1. Asuhan keperawatan pada klien


dengan
strain,
sprain,
dan
dislokasi sendi
a. Definisi
b. Penyebab
c. Patofisiologi
d. Manifestasi klinis
e. Diagnosis
f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan

teknik dan prosedur


pembalutan dan
pembidaian
IV
(Rabu,
11
Maret
2015)

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan
fraktur

Mahasiswa dapat
mendemostrasikan
teknik pemasangan
gips
V
(Rabu,
18
Septe
mber
2015)

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan
osteoporosis dan
osteomyelitis

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan
artritis

1. Demonstrasi
teknik
dan
prosedur
Pembalutan
dan
pembidaian
2. Konsep dasar dan asuhan
keperawatan fraktur secara
umum :
a. Definisi
b. Klasifikasi fraktur
c. Tanda dan gejala fraktur
d. Review proses penyembuhan
fraktur
e. Penatalaksanaan medis fraktur
f. Manajemen
asuhan
keperawatan :
- Promosi kenyamanan
- Pencegahan komplikasi
- Rehabilitasi
g. Komplikasi fraktur
2. Demontrasi pemasangan gips
1. Asuhan keperawatan pada klien
dengan osteoporosis :
a. Definisi
b. Penyebab
c. Patofisiologi
d. Manifestasi klinis
e. Diagnosis
f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan
2. Asuhan keperawatan pada klien
dengan osteomyelitis :
a. Definisi
b. Penyebab
c. Patofisiologi
d. Manifestasi klinis
e. Diagnosis
f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan

1. Asuhan keperawatan pada klien


dengan rheumatoid artitis :
a. Definisi
b. Penyebab
c. Patofisiologi
d. Manifestasi klinis
e. Diagnosis
f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan
2. Asuhan keperawatan pada klien
dengan osteoartitis
a. Definisi
b. Penyebab

1, 2, 3,
4, 6, 9,
10, 11,
12, 17,
18

MH

1, 2, 3,
4, 6, 7,
8, 10,
11, 12,
13, 15,
16, 17,
18

WT

1, 2, 3,
6, 7, 8,
9, 10,
11, 12,
13, 14,
15, 17,
18

RO

c.
d.
e.
f.
g.
VI
(Rabu,
25
Maret
2015)

VII
(Rabu,
1 April
2015)

Patofisiologi
Manifestasi klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan keperawatan

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan TJR
(Total Joint
Replacement)

1. Asuhan keperawatan pada klien


dengan TJR :
a. Penyebab dilakukan TJR
b. Asuhan keperawatan sebelum
pasien menjalani TJR
c. Asuhan keperawatan setelah
pasien menjalani TJR
d. Komplikasi yang berhubungan
dengan TJR
e. Rehabilitasi pada klien post
TJR

1, 4, 5,
6, 7, 8,
9, 10,
11, 12,
13, 14,
15, 16,
17

MH

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan
neoplasma tulang

Asuhan keperawatan pada klien


dengan neoplasma tulang :
1. Identifikasi perbedaan benigna
dan maligna neoplasma tulang
2. Manifestasi neoplasma tulang
3. Penatalaksanaan
medis
neoplasma tulang
4. Perawatan pada klien dengan
neoplasma
tulang
maligna
primer
5. Perawatan pada klien dengan
amputasi

1, 4, 5,
6, 7, 8,
9, 10,
11, 12,
13, 14,
15, 16,
17

SW

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar asuhan
keperawatan pada klien
dengan gangguan
sistem integumen

1. Review anatomi fisiologi sistem


integumen
2. Pengkajian fisik dan tes diagnostik
gangguan sistem integumen
3. Manifestasi klinis
pada klien
dengan
gangguan
sistem
integumen
4. Penatalaksanaan
umum
pada
pasien dengan gangguan sistem
integumen
5. Demostraikan teknik
pemeriksaan fisik sistem
integumen

1, 4, 5,
6, 7, 8,
9, 10,
11, 12,
13, 14,
15, 16,
17

SW

1, 4, 5,
6, 7, 8,
9, 10,
11, 12,

NW

Mahasiswa dapat
mendemonstrasikan
teknik pemeriksaan
fisik sistem integumen

UTS : 6 -10 April 2015


VIII
(Rabu,
15
April

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan

1. Asuhan keperawatan pada klien


dengan luka
a. Definisi
b. Penyebab
c. Klasifikasi

2015)

pada klien dengan luka


(konvensional dan
modern wound
dressing)

Mahasiswa dapat
mendemonstrasikan
teknik perawatan luka
modern
IX
(Rabu,
22
April
2015)

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan luka
bakar
Mahasiswa dapat
mendemonstrasikan
teknik perawatan luka
bakar

X
(Rabu,
29
April
2015)

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan
herpes dan psoriasis

d.
e.
f.
g.
h.

Patofisiologi
Manifestasi klinis
Mekanisme kompensasi
Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan keperawatan
(konvensionbal dan modern
wound dressing)
2. Demonstrasi teknik perawatan
luka modern

13, 14,
15, 16,
17

1. Asuhan keperawatan pada klien


dengan luka bakar
a. Definisi
b. Penyebab
c. Klasifikasi
d. Patofisiologi
e. Manifestasi klinis
f. Mekanisme kompensasi
g. Penatalaksanaan medis
h. Penatalaksanaan keperawatan

1, 4, 5,
6, 7, 8,
9, 10,
11, 12,
13, 14,
15, 16,
17

NW

1, 2, 3,
4, 5, 8,
9, 10,
11, 12,
13, 14,
15, 16,
17

MQ

1, 2,
3,4, 5,
9, 10,
11, 12,
13, 14,
15, 16,

MQ

2. Demonstrasi teknik
perawatan luka bakar
1. Asuhan keperawatan pada klien
dengan herpes :
a. Definisi
b. Penyebab
c. Klasifikasi
d. Patofisiologi
e. Manifestasi klinis
f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan
2. Asuhan keperawatan pada klien
dengan psoriasis :
a. Definisi
b. Penyebab
c. Klasifikasi
d. Patofisiologi
e. Manifestasi klinis
f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan

Mahasiswa dapat
memahami konsep
dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan
pada klien dengan
dermatitis dan urtikaria

1. Asuhan keperawatan pada klien


dengan dermatitis :
a. Definisi
b. Penyebab
c. Klasifikasi
d. Patofisiologi
e. Manifestasi klinis

f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan

17

2. Asuhan keperawatan pada klien


dengan urtikaria :
a. Definisi
b. Penyebab
c. Klasifikasi
d. Patofisiologi
e. Manifestasi klinis
f. Penatalaksanaan medis
g. Penatalaksanaan keperawatan

11 Mei s/d 5 Juni


(KOMPREHENSIF 1 DAN PDK )
XVI
(Rabu,
10 Juni
2015)

Seminar kasus pada


klien dengan gangguan
muskuloskeletal dan
Integumen

1. Asuhan keperawatan pada klien


dengan fraktur klavikula
2. Asuhan keperawatan pada klien
dengan fraktur eketrimitas atas
3. Asuhan keperawatan pada klien
dengan fraktur pelvis
4. Asuhan keperawatan pada klien
dengan fraktur spinal
5. Asuhan keperawatan pada klien
dengan fraktur ekstrimitas bawah
6. Asuhan keperawatan pada klien
dengan fraktur pinggul (hip
fracture)
7. Asuhan keperawatan pada klien
dengan cedera gerakan berulang
(repetitive motion injury)
8. Asuhan keperawatan pada klien
dengan cedera ligamen dan
meniskus
9. Asuhan keperawatan pada klien
dengan cedera rotator cuf
10.Asuhan keperawatan pada klien
dengan low back pain
11.Asuhan keperawatan pada klien
dengan dislokasi sendi
12.Asuhan keperawatan pada klien
luka dengan metode CAM

UAS : 15 s.d 26 Juni 2015

1, 2, 3,
4, 5, 6,
7, 8, 9,
10, 11,
12, 13,
14, 15,
16, 17

RO

RANCANGAN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

:1

A. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
B. Kompetensi dasar
1. Mahasiswa mempunyai motivasi untuk mencapai kompetensi akhir
sebagai lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember.
2. Mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai yang mendukung
terwujudnya

nilai

keunggulan

lulusan

Sarjana

Keperawatan

Universitas Jember jember yang relevan dan terintegrasi pada


mata kuliah
C. Indikator:
1. Mahasiswa

mampu

menjelaskan

motivasi

untuk

mencapai

kompetensi akhir sebagai lulusan Sarjana Keperawatan Universitas


Jember.
2. Mahasiswa menjelasakan nilai-nilai yang mendukung terwujudnya
nilai keunggulan lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember
jember yang relevan dan terintegrasi pada mata kuliah.
D.

Materi pokok

Kontrak pembelajaran mata kuliah Keperawatan Klinik V A terkait


dengan teori dan praktikum
E. Rincian Materi Pembelajaran:
1. Deskripsi mata kuliah
2. Kompetensi
3. Silabus perkuliahan teori dan praktikum
4. Kontrak pembelajaran
5. Mekanisme pembelajaran
6.
F.

Penilaian

Waktu
Waktu total 150 menit : 1 x 50 menit (T) dan 1 x 100 menit (P)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


1.

white board, spidol, penghapus

2.

LCD/ OHP

H. Model Pembelajaran:

I.

1.

Nama model

2.

landasan teori

3.

langkah pokok:

: Small Group Discussion (SGD);


: Konstruktivisme;

a.

menciptakan suasana kelas yang baik;

b.

mengajukan masalah;

c.

membuat keputusan nilai personal;

d.

mengidentifikasi pilihan tindakan;

e.

memberi komentar;

f.

menetapkan tindak lanjut.

Persiapan
Mahasiswa menyimak dan berdiskusi serta membuat kesepakatan
bersama dengan dosen PJMA.

J.

Proses Pembelajaran
Proses

Kegiatan Pengajar

Pendahulua 1. memberikan salam, memperkenalkan


n

diri, dan membuka pembelajaran;


2. menjelaskan ruang lingkup
pembelajaran.

Waktu
30 menit

Penyajian

1. penjelasan dokumen pembelajaran mata

90 menit

kuliah terkait dengan deskripsi mata


kuliah, kompetensi, silabus, kontrak
pembelajaran, mekanisme pengajaran,
dan penilaian baik pembelajaran kelas
teori, dan praktikum
2. mendiskusikan dokumen pembalajaran
dengan mahasiswa
3. membuat kesepakatan dengan
Penutup

mahasiswa tentang pembelajaran


1. meminta umpan balik dari mahasiswa

30 menit

tentang materi yang telah disampaikan;


2. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
3. menutup pertemuan dan memberi
salam.

K.

Penilaian
kesepahaman bersama antara PJMA dengan mahasiswa dalam
mekanisme pembelajaran selama satu semester kedepan.

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

:2

A.

Standar kompetensi

Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
B.

Kompetensi dasar
Mahasiswa

mampu

mencari,

mengumpulkan,

dan

menyusun

informasi yang ada untuk mendeskripsikan kemudian merencanakan


kegiatan belajar, melaksanakan, dan menilai tentang anatomi dan
fisiologi sistem muskuloskeletal dan pemeriksaan fisik dan diagnostik
gangguan sistem muskuloskeletal pada klien dewasa.
C.

Indikator:
1.

Mengidentifikasi

dan

menjelaskan

anatomi

2.

fisiologi sistem muskuloskeletal


Mengidentifikasi dan

3.

gejala gangguan sistem muskuloskeletal


Mengidentifikasi dan menjelaskan pemeriskaan
fisik

dan

diagnostik

pada

klien

menjelaskan tanda dan

dengan

gangguan

sistem

muskuloskeletal
4.

Mengidentifikasi dan menjelaskan tatalaksana


umum gangguan sistem muskuloskeletal

D. Materi pokok

Konsep dasar anatomi fisiologi sistem perkemihan, pengkajian fisik


dan diagnostik dan tata laksana gangguan sistem muskuloskeletal
F. Rincian Materi Pembelajaran:
1. Review anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal
2. Pengkajian fisik Sistem Muskuloskeletal Head To Toe : Inspeksi,
Palpasi, Perkusi, dan Auskultasi
3. Tes diagnostik gangguan sistem muskuloskeletal
4. Manifestasi klinis
pada klien dengan gangguan

sistem

muskuloskeletal
5. Penatalaksanaan umum pada pasien dengan gangguan sistem
muskuloskeletal
F.

Waktu
Waktu total 150 menit : 1 x 50 menit (T) dan 1 x 100 menit (P)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


1.
white board, spidol, penghapus
2.
LCD/ OHP
H. Model Pembelajaran:
1.
2.
3.

nama model
: DL, SDL, dan SGD
landasan teori
: Konstruktivisme;
langkah pokok
:
menciptakan suasana kelas yang

a.
baik;
b.
c.
d.
e.
f.
I.

mengajukan masalah;
membuat keputusan nilai personal;
mengidentifikasi pilihan tindakan;
memberi komentar;
menetapkan tindak lanjut.

Persiapan
Mahasiswa mencari bahan materi tentang konsep anatomi fisiologi
sistem muskuloskeletal, baik dari buku teks maupun Internet.

J.

Proses Pembelajaran
Proses

Kegiatan Pengajar

Pendahulu
an

1. memberikan salam, memperkenalkan


diri, dan membuka pembelajaran;
2. menjelaskan ruang lingkup
pembelajaran.
1.
penjelasan
materi tentang konsep dasar anatomi
fisiologi muskuloskeletal
2.
pengkajian fisik
sistem muskuloskeletal

Penyajian

Waktu
10
menit
130
menit

3.

Penutup

L.

manifestasi
klinis gangguan sistem muskuskeletal
4.
tes diagnostik
gangguan sistem muskuloskeletal
5.
tatalaksana
gangguan sistem muskuloskeletal
6.
demostrasi
teknik pemeriksaan fisik sistem
muskuloskeletal
7.
diskusi dan
tanya jawab tentang materi;
8.
studi kasus
gangguan muskuloskeletal
9.
pembahasan
bersama kasus pemicu
10.
pemberian
tugas.
1.
meminta umpan balik dari mahasiswa
tentang materi yang telah disampaikan;
2.
menyimpulkan materi pembelajaran yang
telah disampaikan;
3.
menutup pertemuan dan memberi salam

10 menit

Penilaian
Soal:
1. Jelaskan anatomi fisiologi system muskuloskeletal dewasa
2. Bagaimana
tanda
dan
gejala
umum
gangguan

sistem

muskuloskeletal ?
3. Bagaimana tatalakasana umum gangguan sistem muskuloskeletal ?
4. Buatlah concept map gangguan sistem muskuloskeletal !

L. Referensi
1. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines for
Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA. Davis :
Philadelphia
2. Priharjo, Robbert.

(1996).

Pemeriksaan

Fisik

Keperawatan.

Jakarta. EGC
3. Potter AA & Perry, AG (1993). Fundamental of Nursing Concept,
Process and Practice. Third Edition. St. Louis: Mosby Year Book
4. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing,
Clinical Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
5. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for
Nurse

Practitioners.

(4th

ed.)

Philadelphia

JB.

Lippincott

Company Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant

Metode Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa


Aksara.
6. Luckman,

&

Sorensen

(1990).

Medical

Surgical

Nursing.

Philadelphia : WB. Saunders Company


7. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification
(NOC). Philadephia.
8. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification
(NIC). Philadelphia.
9. Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing
. Addison Wesley. New York.
10.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

:3

i. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
ii. Kompetensi dasar
Mahasiswa dapat menjelasakan dan

mendemonstrasikan asuhan

keperawatan pada klien dengan cedera sistem muskuloskeletal


dewasa.
C.

Indikator:
1. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan strain sendi
2. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan sprain sendi
3. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan dislokasi
sendi

4. Mendemostrasikan teknik pembalutan dan pembidaian pada klien


dengan cedera sistem muskuloskeletal
D. Materi pokok
Asuhan

keperawatan

pada

klien

dengan

cedera

sistem

muskuloskeletal
E.

Rincian Materi Pembelajaran:


Asuhan keperawatan pada klien dengan strain, sprain, dan dislokasi
sendi :
a. Definisi
b. Penyebab
b. Patofisiologi
c. Manifestasi klinis
d. Diagnosis
e. Penatalaksanaan medis
f. Penatalaksanaan keperawatan

F.

Waktu
Waktu total 150 menit : 1 x 50 menit (T) dan 1 x 100 menit (P)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


a. white board, spidol, penghapus
b. LCD/ OHP
c. Petunjuk praktikum
d. Peralatan pemeriksaan fisik dan Alat Medis Habis Pakai
H. Model Pembelajaran:
1. nama model
: DL, SDL, dan SGD
2. landasan teori : Konstruktivisme;
3. langkah pokok:
a. menciptakan suasana kelas yang baik;
b. mengajukan masalah;
c. membuat keputusan nilai personal;
d. mengidentifikasi pilihan tindakan;
e. memberi komentar;
f. menetapkan tindak lanjut.
I.

Persiapan
Mahasiswa mencari bahan materi tentang konsep dasar cedera
sistem muskuloskeletal, baik dari buku teks maupun Internet.

J.

Proses Pembelajaran
Proses
Pendahulu
an

Kegiatan Pengajar
1. memberikan salam, memperkenalkan
diri, dan membuka pembelajaran;
2. menjelaskan ruang lingkup

Waktu
10
menit

pembelajaran.
Penyajian

Penutup

1. penjelasan materi tentang asuhan


keperawatan pada klien dengan cedera
sistem muskuloskeletal (strain, sprain,
dan dislokasi sendi)
2. mendemonstrasikan teknik pembalutan
dan pembidaian
3. diskusi dan tanya jawab tentang materi
4. studi kasus gangguan cedera persendian
5. pembahasan bersama kasus pemicu
6. pemberian tugas.
1. meminta umpan balik dari mahasiswa
tentang materi yang telah disampaikan;
2. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
3. menutup pertemuan dan memberi salam

130
menit

10 menit

K. Penilaian
Soal:
1. Jelaskan konsep dasar dan asuhan keperawatan pada klien
dengan strain ?
2. Jelaskan konsep dasar dan asuhan keperawatan pada klien
dengan sprain ?
3. Jelaskan konsep dasar dan asuhan keperawatan pada klien
dengan dislokasi sendi ?
4. Buatlah konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan
strain, sprain dan dislokasi sendi !
L. Referensi
1. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines for
Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA. Davis :
Philadelphia
2. Priharjo, Robbert. (1996). Pemeriksaan Fisik Keperawatan. Jakarta.
EGC
3. Kozier, B (dkk). (1995). Fundamental of Nursing: Conceps process
and Practise. Redwood City: Addison Wesley
4. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical
Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
5. Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing process
approach. The C.V. Mosby Co.
6. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for
Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia : JB. Lippincott Company
Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode
Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.
7. Luckman, & Sorensen (1990). Medical Surgical Nursing.
Philadelphia : WB. Saunders Company

8. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification


(NOC). Philadephia.
9. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification
(NIC). Philadelphia.
10.NANDA. (2009), Nursing

Diagnoses

NANDA:

Definition

and

Clasification 2009-2011.
11.Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing .
Addison Wesley. New York.
12.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

:4

A. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
B. Kompetensi dasar
Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan
keperawatan pada klien dengan fraktur
C. Indikator:
1. Menjelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan
fraktur
2. Mampu merumuskan rencana keperawatan pada klien dengan
fraktur

melalui

proses

keperawatan

Perencanaan, Implementasi, Evaluasi


3. Menjelaskan dan mendemonstrasikan
pemasangan gips

Pengkajian,
teknik

dan

Diagnosa,
prosedur

D. Materi pokok
Konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur dan
teknik dan prosedur pemasangan gips pada klien dewasa.
G. Rincian Materi Pembelajaran:
1. Konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur
2. Perumusan rencana keperawatan pada klien dengan fraktur melalui
proses

keperawatan

Pengkajian,

Diagnosa,

Perencanaan,

Implementasi, dan Evaluasi


3. Konsep Gips
4. Demonstrasi teknik dan prosedur pemasangan gips pada klien
dewasa
F.

Waktu

Waktu total 150 menit : 1 x 50 menit (T) dan 1 x 100 menit (P)
G. Bahan/alat yang diperlukan:
1. white board, spidol, penghapus
2. LCD/ OHP
3. Petunjuk praktikum
4. Peralatan teknik balance cairan dan Alat Medis Habis Pakai
H. Model Pembelajaran:
1. nama model
: DL, SDL dan SGD
2. landasan teori
: Konstruktivisme;
3. langkah pokok:
a. menciptakan suasana kelas yang baik;
b. mengajukan masalah;
c. membuat keputusan nilai personal;
d. mengidentifikasi pilihan tindakan;
e. memberi komentar;
f. menetapkan tindak lanjut.
I.

Persiapan
Mahasiswa mencari bahan materi tentang konsep dasar asuhan
keperawatan pada klien dengan fraktur baik dari buku teks maupun
Internet.

J.

Proses Pembelajaran
Proses

Kegiatan Pengajar

Waktu

Pendahulu
an

1. memberikan salam,
memperkenalkan diri, dan membuka
pembelajaran;
2. menjelaskan ruang lingkup
pembelajaran.

1x 10 menit

Penyajian

1. penjelasan materi tentang konsep


dasar asuhan keperawatan pada

1x130 menit

klien dengan fraktur ;


2. diskusi dan tanya jawab tentang
materi;
3. studi kasus asuhan keperawatan
pada klien fraktur
4. Demostrasi teknik pemasangan gips
5. pembahasan bersama kasus pemicu
materi tentang asuhan keperawatan
pada klien dengan gangguan sistem
perkemihan
6. pemberian tugas.
Penutup

1. meminta umpan balik dari


1
mahasiswa tentang materi yang
telah disampaikan;
2. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
3. menutup pertemuan dan memberi
salam

x 10 menit

K. Penilaian
Soal:
1. Jelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan
fraktur
2. Jelaskan teknik dan prosedur pemasangan gips ?
3. Buatlah konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan
fraktur
4. Buatlah Web af Causion pada klien dengan fraktur !
5. Buatlah clinical decision making (CDM) umum pada pada klien
dengan fraktur !
L. Referensi
1. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines for
Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA. Davis :
Philadelphia
2. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical
Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
3. Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing process
approach. The C.V. Mosby Co.
4. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification
(NOC). Philadephia.
5. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification
(NIC). Philadelphia.
6. NANDA. (2009), Nursing
Clasification 2009-2011.

Diagnoses

NANDA:

Definition

and

7. Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar


Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

:5

A. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
B. Kompetensi dasar
1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan

keperawatan

pada

klien

dengan

osteoporosis

dan

osteomielitis
2. Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan pada
klien dewasa dengan gangguan pada sistem muskuloskeletal
dengan menggunakan proses keperawatan dan memperhatikan
aspek legal etis.
3. Mahasiswa mampu mendemostrasikan intervensi keperawatan
pada

kasus

klien

dewasa

dengan

gangguan

sistem

muskuloskeletal sesuai standar yang berlaku dengan berpikir


kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien
dan efektif
C.

Indikator:
1. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan osteoporosis,
meliputi konsep dasar penyakit : Definisi, Etiologi , Patofisiologi,
Pathway/Web of Causion, Tanda dan Gejala, Tatalaksana, dan
Komplikasi
2. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan osteomielitis,
meliputi konsep dasar penyakit : Definisi, Etiologi , Patofisiologi,
Pathway/Web of Causion, Tanda dan Gejala, Tatalaksana, dan
Komplikasi
3. Mampu merumuskan rencana keperawatan pada klien dengan
osteoporosis dan osteomielitis melalui proses keperawatan :
Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, Evaluasi

D. Materi pokok
Konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan osteoporosis
dan osteomielitis
E. Rincian Materi Pembelajaran:
1.

Menjelaskan konsep dasar penyakit osteoporosis dan

osteomielitis :
a. Definisi
b. Etiologi
c. Patofisiologi
d. Pathway/Web of Causion
e. Tanda dan Gejala
f. Tatalaksana
g. Komplikasi
2.
Menjelaskan rencana asuhan keperawatan pada klien
dengan osteoporosis dan osteomielitis, meliputi : Pengkajian,
Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi
F.

Waktu
Waktu total 50 menit : 1 x 50 menit (T)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


1. white board, spidol, penghapus
2. LCD/ OHP
3. Petunjuk praktikum

4. Peralatan teknik pemasangan dan perawatan kateter urine dan


Alat Medis Habis Pakai
H. Model Pembelajaran:
1. nama model
: DL, SDL dan SGD
2. landasan teori
: Konstruktivisme;
3. langkah pokok
:
a. menciptakan suasana kelas yang baik;
b. mengajukan masalah;
c. membuat keputusan nilai personal;
d. mengidentifikasi pilihan tindakan;
e. memberi komentar;
f. menetapkan tindak lanjut.
I.

Persiapan
Mahasiswa

mencari

bahan

materi

tentang

konsep

asuhan

keperawatan pada klien dengan osteoporosis dan osteomielitis, baik


dari buku teks maupun Internet.
J.

Proses Pembelajaran
Proses

Kegiatan Pengajar

Waktu

Pendahulua
n

1. memberikan salam, memperkenalkan


diri, dan membuka pembelajaran;
2. menjelaskan ruang lingkup
pembelajaran.

1x 10 menit

Penyajian

1. penjelasan materi tentang asuhan


keperawatan pada klien dengan
osteoporosis dan osteomielitis ;
2. diskusi dan tanya jawab tentang materi;
3. studi kasus penyakit : osteoporosis dan
osteomielitis
4. pembahasan bersama kasus pemicu
materi
5. pemberian tugas.

1x30 menit

Penutup

1. meminta umpan balik dari mahasiswa 1


tentang materi yang telah disampaikan;
2. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
3. menutup pertemuan dan memberi
salam

x 10 menit

K. Penilaian
Soal:
1. Jelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien osteoporosis
dan osteomielitis

2. Buatlah konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan


osteoporosis dan osteomielitis
3. Buatlah Web af Causion pada klien dengan osteoporosis dan
osteomielitis!
4. Buatlah clinical decision making (CDM) pada pada klien dengan
osteoporosis dan osteomielitis!
L. Referensi
1. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines for
Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA. Davis :
Philadelphia
2. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical
Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
3. Colmer, M.R. (1995). Moronys surgery for nurses. (16th ed.).
Livingstone: education low-priced Books sahere.
4. Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing process
approach. The C.V. Mosby Co.
5. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for
Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia : JB. Lippincott Company
Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode
Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.
6. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification
(NOC). Philadephia.
7. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification
(NIC). Philadelphia.
8. NANDA. (2009), Nursing

Diagnoses

NANDA:

Definition

and

Clasification 2009-2011.
9. Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing .
Addison Wesley. New York.
10.R.L. Walton, M.D. Perawatan Luka. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
11.Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong. (1997) Buku Ajar Ilmu Bedah.
EGC. Jakarta
12.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta
13.Sudoyo, Aru W, dkk, (2006), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I
III, Edisi IV, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

:6

A. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
B. Kompetensi dasar
1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan artritis
2. Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan pada
klien dewasa dengan gangguan artritis dengan menggunakan
proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal etis.
3. Mahasiswa mampu mendemostrasikan intervensi keperawatan
pada kasus klien dewasa dengan gangguan artritis sesuai standar
yang berlaku dengan berpikir kreatif dan inovatif sehingga
menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif
C.

Indikator:

1. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan rheumatoid


artritis
2. Mampu merumuskan rencana keperawatan pada klien dengan
gangguan

rheumatoid

artritis

melalui

proses

keperawatan

Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, Evaluasi


3. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan osteo artritis
4. Mampu merumuskan rencana keperawatan pada klien dengan
gangguan osteo artritis melalui proses keperawatan : Pengkajian,
Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, Evaluasi
D. Materi pokok
Konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan
rheumatoid artritis dan osteo artritis

E.

Rincian Materi Pembelajaran:


1. Menjelaskan konsep dasar penyakit rheumatoid artritis dan
osteoartritis :
a. Definisi
b. Etiologi
c. Patofisiologi
d. Pathway/Web of Causion
e. Tanda dan Gejala
f. Tatalaksana
g. Komplikasi
2. Menjelaskan rencana asuhan keperawatan pada klien dengan
rheumatoid artritis dan osteoartritis

meliputi :

Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi


F.

Waktu
Waktu total 50 menit : 1 x 50 menit (T)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


1. white board, spidol, penghapus
2. LCD/ OHP
H.

Model Pembelajaran:
1. nama model
: DL, SDL dan SGD
2. landasan teori
: Konstruktivisme;
3. langkah pokok
:
a. menciptakan suasana kelas yang baik;
b. mengajukan masalah;
c. membuat keputusan nilai personal;
d. mengidentifikasi pilihan tindakan;
e. memberi komentar;
f. menetapkan tindak lanjut.

Pengkajian,

I.

Persiapan
Mahasiswa mencari bahan materi tentang konsep dasar penyakit
rheumatodi artritis dan osteoartritis, baik dari buku teks maupun
Internet.

J.

Proses Pembelajaran
Proses

Kegiatan Pengajar

Waktu

Pendahulua
n

1. memberikan salam, memperkenalkan


diri, dan membuka pembelajaran;
2. menjelaskan ruang lingkup
pembelajaran.

1x 10 menit

Penyajian

1. penjelasan materi tentang konsep


dasar rheumatoid artritis dan
osteoartritis
2. diskusi dan tanya jawab tentang materi
3. studi kasus pada klien rheumatoid
artritis dan osteoartritis
4. pembahasan bersama kasus pemicu
materi
5. pemberian tugas.

1x30 menit

Penutup

1. meminta umpan balik dari mahasiswa


tentang materi yang telah disampaikan;
2. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
3. menutup pertemuan dan memberi
salam

1x 10 menit

L. Penilaian
Soal:
1. Jelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien yang
mengalami gangguan rheumatoid artritis dan osteoartritis !
2. Buatlah konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan
rheumatoid artritis dan osteoartritis
3. Buatlah Web af Causion penyakit

rheumatoid

artritis

dan

osteoartritis !
4. Buatlah clinical decision making (CDM) pada pada klien dengan
rheumatoid artritis dan osteoartritis
L. Referensi
1. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines for
Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA. Davis :
Philadelphia
2. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical
Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
3. Colmer, M.R. (1995). Moronys surgery for nurses. (16th ed.).
Livingstone: education low-priced Books sahere.

4. Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing process


approach. The C.V. Mosby Co.
5. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for
Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia : JB. Lippincott Company
Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode
Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.
6. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification
(NOC). Philadephia.
7. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification
(NIC). Philadelphia.
8. NANDA. (2009), Nursing

Diagnoses

NANDA:

Definition

and

Clasification 2009-2011.
9. Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing .
Addison Wesley. New York.
10.R.L. Walton, M.D. Perawatan Luka. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
11.Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong. (1997) Buku Ajar Ilmu Bedah.
EGC. Jakarta
12.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta
13.Sudoyo, Aru W, dkk, (2006), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I
III, Edisi IV, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

: 7 dan 8

A. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
B. Kompetensi dasar
1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan keperawatan pada klien dengan neoplasma tulang dan
Total Joint Replacement (TJR)
2. Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan pada
klien

dewasa

dengan

neoplasma

tulang

dan

TJR

dengan

menggunakan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal


etis.
3. Mahasiswa mampu mendemostrasikan intervensi keperawatan
pada kasus klien dewasa dengan neoplasma tulang dan TJR sesuai
standar yang berlaku dengan berpikir kreatif dan inovatif sehingga
menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif
C.

Indikator:
1. Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan neoplasma
tulang dan TJR

2. Mampu merumuskan rencana keperawatan pada klien dengan


neoplasma tulang

dan TJR

melalui proses keperawatan :

Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, Evaluasi


D. Materi pokok
Konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan neoplasma
tulang
Konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan TJR
E.

Rincian Materi Pembelajaran:


Asuhan keperawatan pada klien dengan neoplasma tulang :
1.
2.
3.
4.
5.

Identifikasi perbedaan benigna dan maligna neoplasma tulang


Manifestasi neoplasma tulang
Penatalaksanaan medis neoplasma tulang
Perawatan pada klien dengan neoplasma tulang maligna primer
Perawatan pada klien dengan amputasi

Konsep dasar dan asuhan keperawatan pada klien dengan TJR :


a.
b.
c.
d.
e.
F.

Penyebab dilakukan TJR


Asuhan keperawatan sebelum pasien menjalani TJR
Asuhan keperawatan setelah pasien menjalani TJR
Komplikasi yang berhubungan dengan TJR
Rehabilitasi pada klien post TJR

Waktu
Waktu total 100 menit : 2 x 50 menit (T)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


1. white board, spidol, penghapus
2. LCD/ OHP
H.

Model Pembelajaran:
1. nama model
: DL, SDL dan SGD
2. landasan teori : Konstruktivisme;
3. langkah pokok :
g. menciptakan suasana kelas yang baik;
h. mengajukan masalah;
i. membuat keputusan nilai personal;
j. mengidentifikasi pilihan tindakan;
k. memberi komentar;
l. menetapkan tindak lanjut.

I.

Persiapan
Mahasiswa mencari bahan materi tentang konsep dasar TJR dan
Neoplasma tulang , baik dari buku teks maupun Internet.

J.

Proses Pembelajaran
Proses

Kegiatan Pengajar

Waktu

Pendahulua
n

1. memberikan salam, memperkenalkan


diri, dan membuka pembelajaran;
2. menjelaskan ruang lingkup
pembelajaran.

2x 10 menit

Penyajian

3.
4.
5.
6.

2x30 menit

Penutup

penjelasan materi tentang TJR


diskusi dan tanya jawab tentang materi
studi kasus pada klien dengan TJR
pembahasan bersama kasus pemicu
materi
7. pemberian tugas.
8. meminta umpan balik dari mahasiswa
tentang materi yang telah disampaikan;
9. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
10.menutup pertemuan dan memberi
salam

2x 10 menit

M. Penilaian
Soal:
1. Jelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan
neoplasma tulang
2. Jelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien yang
3.
4.
5.
6.

menjalani TJR !
Jelaskan teknik dan prosedur persiapan pembedahan TJR
Buatlah konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan TJR
Buatlah Web af Causion klien dengan TJR !
Buatlah clinical decision making (CDM) pada klien dengan TJR

L. Referensi
1. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines for
Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA. Davis :
Philadelphia
2. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical
Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
3. Colmer, M.R. (1995). Moronys surgery for nurses. (16th ed.).
Livingstone: education low-priced Books sahere.
4. Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing process
approach. The C.V. Mosby Co.
5. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for
Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia : JB. Lippincott Company
Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode
Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.
6. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification
(NOC). Philadephia.

7. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification


(NIC). Philadelphia.
8. NANDA. (2009), Nursing

Diagnoses

NANDA:

Definition

and

Clasification 2009-2011.
9. Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing .
Addison Wesley. New York.
10.R.L. Walton, M.D. Perawatan Luka. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
11.Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong. (1997) Buku Ajar Ilmu Bedah.
EGC. Jakarta
12.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta
13.Sudoyo, Aru W, dkk, (2006), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I
III, Edisi IV, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik IV A

Semester/SKS

: IV (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

: 9, 10, 11

A. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

mendemonstrasikan

perkuliahan,

asuhan

keperawatan

mahasiswa
sistem

mampu

muskuloskeletal

pada klien dewasa secara komprehensif dan holistik.


B. Kompetensi dasar
1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar anatomi fisiologi sistem
integumen
2. Mahasiswa dapat memahami asuhan keperawatan pada klien
dengan luka umum dan luka bakar
3. Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan pada
klien dewasa dengan gangguan pada sistem integumen dengan
menggunakan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal
etis.
4. Mahasiswa mampu mendemostrasikan intervensi keperawatan
pada kasus klien dewasa dengan gangguan

sistem integumen

sesuai standar yang berlaku dengan berpikir kreatif dan inovatif


sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif
C.

Indikator:
1.
2.
3.
4.

Mampu menjelaskan anatomi fisiologi sistem integumen


Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan luka
Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan luka bakar
Mampu merumuskan rencana keperawatan pada klien dengan
gangguan sistem integumen dengan proses keperawatan :

Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, Evaluasi


5. Mampu mendemostrasikan teknik perawatan luka konvensional
dan modern dan perawatan klien dengan luka bakar

D. Materi pokok
Konsep dasar anatomi fisiologi sistem integumen, konsep dasar
asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem integumen,
asuhan keperawatan klien dengan luka ; konsep asuhan keperawatan
pada klien dengan luka bakar.
E. Rincian Materi Pembelajaran:
1. Menjelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan
gangguan sistem integumen :
a. Review anatomi fisiologi sistem integumen
b. Pengkajian fisik dan tes diagnostik gangguan
integumen
c. Manifestasi klinis

sistem

pada klien dengan gangguan sistem

integumen
d. Penatalaksanaan umum pada pasien dengan gangguan
sistem integumen
2. Menjelaskan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan
luka dan luka bakar :
a. Definisi
b. Etiologi
c. Patofisiologi
d. Pathway/Web of Causion
e. Tanda dan Gejala
f. Tatalaksana
g. Komplikasi
3. Menjelaskan rencana asuhan keperawatan pada klien dengan luka
meliputi : Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Implementasi, dan
Evaluasi
4. Menjelaskan rencana asuhan keperawatan pada klien dengan luka
bakar

meliputi

Pengkajian,

Diagnosa,

Perencanaan,

Implementasi, dan Evaluasi


3.
Mendemonstrasikan teknik pemeriksaaan fisik sistem
integumen, perawatan luka konvensional dan modern ; perawatan
luka bakar.
F.

Waktu
Waktu total 450 menit : 3 x 50 menit (T) dan 3 x 100 menit (P)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


1. white board, spidol, penghapus
2. LCD/ OHP
3. Petunjuk praktikum
4. Peralatan teknik pengkajian fisik sistem integumen; set
perawatan luka dan Alat Medis Habis Pakai

H.

Model Pembelajaran:
1.
2.
3.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

I.

nama model
: DL, SDL dan SGD
landasan teori
: Konstruktivisme;
langkah pokok :
menciptakan suasana kelas yang baik;
mengajukan masalah;
membuat keputusan nilai personal;
mengidentifikasi pilihan tindakan;
memberi komentar;
menetapkan tindak lanjut.

Persiapan
Mahasiswa mencari bahan materi tentang konsep dasar gangguan
sistem integumen dan asuhan keperawatan pada klien dengan luka
dan luka bakar, baik dari buku teks maupun Internet.

J.

Proses Pembelajaran
Proses

Kegiatan Pengajar

Waktu

Pendahulua
n

1. memberikan salam, memperkenalkan


diri, dan membuka pembelajaran;
2. menjelaskan ruang lingkup
pembelajaran.

3x 10 menit

Penyajian

1. penjelasan materi tentang konsep dasar


gangguan sistem integumen; perawatan
luka secara umum; perawatan luka
bakar
2. diskusi dan tanya jawab tentang materi
3. studi kasus pada klien luka bakar
4. pembahasan bersama kasus pemicu
materi
5. demostrasi pemeriksaan fisik sistem
integumen; perawatan luka umum dan
perawatan luka bakar
6. pemberian tugas.

3x130 menit

Penutup

1. meminta umpan balik dari mahasiswa


tentang materi yang telah disampaikan;
2. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
3. menutup pertemuan dan memberi salam

3x 10 menit

K. Penilaian
Soal:
1. Jelaskan anatomi fisiologi sistem integumen
2. Buatlah konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan luka
secara umum

3. Buatlah konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan luka


bakar
4. Jelaskan teknik dan prosedur pengkajian fisik sistem integumen
5. Jelaskan teknik dan prosedur perawatan luka konvensional dan
modern
6. Buatlah web of causion klien dengan luka bakar
7. Buatlah clinical decision making (CDM) pada pada klien dengan
luka bakar
L. Referensi
1. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical
Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
2. Colmer, M.R. (1995). Moronys surgery for nurses. (16th ed.).
Livingstone: education low-priced Books sahere.
3. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for
Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia : JB. Lippincott Company
Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode
Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.
4. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification
(NOC). Philadephia.
5. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification
(NIC). Philadelphia.
6. NANDA. (2009), Nursing

Diagnoses

NANDA:

Definition

and

Clasification 2009-2011.
7. Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing .
Addison Wesley. New York.
8. R.L. Walton, M.D. Perawatan Luka. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
9. Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong. (1997) Buku Ajar Ilmu Bedah.
EGC. Jakarta
10.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta
11.Sudoyo, Aru W, dkk, (2006), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I
III, Edisi IV, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah

: Keperawatan Klinik V A

Semester/SKS

: V (2 SKS)

Program studi

: Ilmu Keperawatan

Pertemuan

: 12, 13

A. Standar kompetensi
Setelah

mengikuti

perkuliahan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem perkemihan pada


klien dewasa secara komprehensif dan holistik.
B. Kompetensi dasar
1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan
asuhan

keperawatan

pada

klien

dengan

gangguan

sistem

integumen : dermatitis, urtikaria, psoriasis, dan herpes


2. Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan pada
klien dewasa dengan gangguan pada sistem integumen dengan
menggunakan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal
etis.
3. Mahasiswa mampu mendemostrasikan intervensi keperawatan
pada kasus klien dewasa dengan gangguan

sistem integumen

sesuai standar yang berlaku dengan berpikir kreatif dan inovatif


sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif
C.

Indikator:
1.
2.
3.
4.
5.

Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis


Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan urtikaria
Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan psoriasis
Menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan herpes
Mampu merumuskan rencana keperawatan pada klien dengan
gangguan sistem integumen : dermatitis, urtikaria, psoriasis, dan
herpes

D. Materi pokok
Konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis,
urtikaria, psoriasis, dan herpes.

E.

Rincian Materi Pembelajaran:


1. Asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis, urtikaria,
psoriasis dan herpes:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Definisi
Penyebab
Klasifikasi
Patofisiologi
Manifestasi klinis
Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan keperawatan

2. Menjelaskan rencana asuhan keperawatan pada klien dengan


gangguan integumen, meliputi : Pengkajian, Diagnosa,
Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi
F.

Waktu
Waktu total 150 menit : 3 x 50 menit (T)

G. Bahan/alat yang diperlukan:


1. white board, spidol, penghapus
2. LCD/ OHP
H.

Model Pembelajaran:
1. nama model
: DL, SDL dan SGD
2. landasan teori
: Konstruktivisme;
3. langkah pokok
:
a. menciptakan suasana kelas yang baik;
b. mengajukan masalah;
c. membuat keputusan nilai personal;
d. mengidentifikasi pilihan tindakan;
e. memberi komentar;
f. menetapkan tindak lanjut.

I.

Persiapan
Mahasiswa

mencari

bahan

materi

tentang

konsep

asuhan

keperawatan pada klien dengan gangguan sistem integumen :


dermatitis, urtikaria, psoriasis, dan herpes, baik dari buku teks
maupun Internet.

J.

Proses Pembelajaran
Proses
Pendahulua
n

Kegiatan Pengajar
1. memberikan salam, memperkenalkan
diri, dan membuka pembelajaran;

Waktu
3x 10 menit

2. menjelaskan ruang lingkup


pembelajaran.
Penyajian

1. penjelasan materi tentang asuhan


keperawatan pada klien dermatitis,
urtikaria, psoriasis, dan herpes
2. diskusi dan tanya jawab tentang
materi;
3. studi kasus
4. pembahasan bersama kasus pemicu
materi
5. pemberian tugas.

3x 30 menit

Penutup

1. meminta umpan balik dari mahasiswa


tentang materi yang telah
disampaikan;
2. menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah disampaikan;
3. menutup pertemuan dan memberi
salam

3x 10 menit

K. Penilaian
Soal:
1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan
Jelaskan
Jelaskan
Jelaskan
Buatlah

asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis !


asuhan keperawatan pada klien dengan urtikaria !
asuhan keperawatan pada klien dengan psoriasis !
asuhan keperawatan pada klien dengan herpes !
konsep map asuhan keperawatan pada klien dengan

gangguan dermatitis, urtikaria, psoriasis, dan herpes


6. Buatlah Web af Causion pada klien dengan dermatitis, urtikaria,
psoriasis, dan herpes !
L. Referensi
1. Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical
Management for continuity of care. J.B. Lippincott. Co.
2. Colmer, M.R. (1995). Moronys surgery for nurses. (16th ed.).
Livingstone: education low-priced Books sahere.
3. Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing process
approach. The C.V. Mosby Co.
4. Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for
Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia : JB. Lippincott Company
Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode
Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.
5. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Outcome Classification
(NOC). Philadephia.
6. McClosky & Bullechek. (2002). Nursing Intervention Classification
(NIC). Philadelphia.
7. NANDA. (2009), Nursing
Clasification 2009-2011.

Diagnoses

NANDA:

Definition

and

8. Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing .


Addison Wesley. New York.
9. R.L. Walton, M.D. Perawatan Luka. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
10.Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong. (1997) Buku Ajar Ilmu Bedah.
EGC. Jakarta
11.Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta
12.Sudoyo, Aru W, dkk, (2006), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I
III, Edisi IV, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.