Anda di halaman 1dari 3

Hubungan Profesi Klinis dengan Tenaga Kesehatan Masyarakat

Oleh Bella Rosita, 1506687876, S1 Reguler Kesehatan Masyarakat 2015

Judul

: Public Health 101, Healthy People-Healthy Populations

Pengarang

: Richard Riegelman

Data Publikasi : Jones & Bartlett Learning, 2010, Washington, DC.


Dalam mewujudkan tujuan utama dari kesehatan masyarakat yaitu menaikkan derajat
kesehatan masyarakat setinggi-tingginya, tentunya tenaga kesehatan masyarakat
memerlukan bantuan dari para pemegang kedudukan profesi klinis lainnya. Oleh karena
itu apakah ada hubungan antara profesi klinis yang lain dengan tenaga kesehatan
masyarakat? Pertanyaan tersebut yang membawa saya kepada buku Public Health 101
karya Richard Riegelman.
Pada zaman ini profesi klinis dapat diklasifikasikan mulai dari dokter, perawat, dokter
gigi, dokter mata, psikologis, podiatrist, dan chiropractors. Mereka juga termasuk
praktisi perawat, asisten dokter, administrasi pelayanan kesehatan, dan himpunan
praktisi kesehatan. Sedangkan tenaga kesehatan masyarakat itu mencakup terhadap
spesialis yang mereka ambil waktu menempuh gelar sarjana yaitu ahli kesehatan
lingkungan, ahli kesehatan dan keselamatan kerja, dan beberapa ilmu disiplin seperti
epidemiologi dan biostatistik.
Dahulu sebelum muncul ilmu kesehatan masyarakat, profesi klinis memegang
perann dalam menciptakan kesehatan masyarakat. Gelar master of public health dulunya
diperuntukan oleh para doker dan perawat yang nantinya sangat diharapkan dapat
memimpin di departemen kesehatan. Bahkan peran pendidikan kesehatan masyarakat
dulunya telah menjadi bagian dalam pengobatan. Hal ini terus berlanjut sampai masa
kini, banyak dari tenaga kesehatan merangkap pula menjadi profesi klinis.
Contohnya,sekarang apoteker -sekarang dididik sebagai dokter farmasi atau PharmDsmemainkan peran sebagai tenaga kesehatan masyarakat yang smenyediakan pendidikan
tentang obat-obatan untuk pasien dan praktisi dan mengendalikan penyalahgunaan resep

obat. Pencegahan penyakit gigi dan gusi dan deteksi dini kanker mulut telah jauh lebih
baik karena perhatian dari dokter gigi dan asisten dokter gigi. Profesi dokter gigi pun
telah menjadi pendukung lama dari fluoridasi sistem air masyarakat dan intervensi
kesehatan penduduk lainnya, padahal hal tersebut merupakan bagian dari tugas tenaga
kesehatan masyarakat.
Selain para apoteker dan dokter gigi, spesialis pengobatan primer, termasuk allopathic
dan dokter osteopathic, praktisi perawat, dan asisten dokter,telah menjadi ahli klinis
yang berperan dalam proses pencegahan klinis. Keterlibatan mereka dalam skrining,
konseling perilaku, imunisasi, dan penggunaan obat pencegah merupakan peran yang
seharusnya dilakukan oleh tenaga kesehatan masyarakat untuk mencapai situasi seperti
ini.
Para alhi klinis seperti spesialis pengobatan primer, serta spesialis pengobatan khusus,
juga meiliki peran dalam mewaspadai penyakit baru atau perubahan penyakit terkenal ,
melaporkan efek samping obat, vaksin, dan alat kesehatan, serta mengkoordinasi upaya
pencarian kasus dengan tenaga kesehatan masyarakat. Dalam pengobatan, pengobatan
untuk mencegah sudah memiliki sejarah yang cukup panjang. Sehingga melahirkan
adanya spesialisai dalam kesehatan masyarakat yaitu pengobatan preventif yang umum,
pengobatan para pekerja , serta obat-obatan kedirgantaraan.
Sehingga pada dasarnya profesi klinis memiliki hak dan saling bertanggung jawab
untuk mengadvokasi dalam perbaikan perawatan pasien dan sistem kesehatan secara
keseluruhan. Beberapa spesialisasi klinis , seperti pediatri memiliki tanggung jawab
advokasi inti dari profesinya . Pekerjaan mereka telah memiliki dampak besar pada
kebijakan kesehatan anak mulai dari penekanan penggunaan mobil oleh anak, advokasi
untuk perawatan HIV / AIDS pediatrik, cangkupan universal vaksinasi pada kanakkanak, serta penyediaan cakupan asuransi yang komprehensif untuk anak-anak.
Keterlibatan para profesi klinis dalam turut membangun kesehatan masayarakat
menyebabkan perannya menjadi lebih bervariasi disetiap tahun mendatang dalam
pengkoordinasian kesehatan masyarakat, sistem kesehatan dan lembaga kesehatan yang
lebih dekat.

Setelah mengulas beberapa hal diatas dapat disimpulkan bahwa dulunya sebelum
muncul ilmu kesehatan masyarakat, profesi klinis lainnya lah yang mendudduki jabatan
sebagai tenaga kesehatan untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat. Bahkan sampai
detik ini banyak para tenaga kesehatan yang merangkap atau megambil gelar sarjana
sebagai profesi klinis lainnya. Oleh karena itu untuk mencapai tujuannya, tenaga
kesehatan masyarakat akan menjalin kolaborasi dengan profesi klinis lainnya, bahkan
profesi klinis akan turut serta melakukan berbagai advokasi untuk mweujudkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.