Anda di halaman 1dari 2

EdisiMei2012

Sunday,20May201207:40

SrategiPengembanganPotensiEkonomiDaerah
Investasiadalahmotorpenggerakbagipertumbuhanekonomi,sementaraitupembangunandidalameraotonomidaerah
sekarangini,padaintinyaadalahberupapemberdayaandaerah.Dimanadalamhalinidaerahharusmampumengatur,
mengurus, dan mengelola kepentingan serta aspirasi masyarakat di wilayahnya.Selama ini seringkali terlihat, bahwa
posisi tawar yang dimiliki daerah terasa kurang, baik itu terhadap pusat maupun terhadap pihak ketiga (dunia usaha).
Karena itulah pemberdayaan daerah perlu dilakukan terhadap semua komponen, yaitu pemerintah, masyarakat, dan
swasta.
Melalui penerapan otonomi daerah diharapkan muncul pusatpusat kekuatan baru di daerah dalam bidang ekonomi,
sosial, dan politik. Namun mengingat keterbatasan dari pihak pemerintah, maka dalam hal ini diperlukan peran serta
swasta,dimanasalahsatuaspeknyaadalahdibidanginvestasi.Diperlukansuatuikliminvetasiyangramahbagiinvestor
(businessfriendly),karenadengandemikianakanmampumenarikinvestorinvestordalamdanluarnegeriuntukmasukke
suatudaerahyangsecaratidaklangsungakanmampumeningkatkandayabelimasyarakatdanaktivitasperekonomian,
yangpadaakhirnyajugaakanmeningkatkanPendapatanAsliDaerah(PAD).
Komponen utama yang membentuk iklim investasi di daerah terdiri dari Kelembagaan pelayanan penanaman modal
(16,9%),Promosiinvestasidaerah(15,6%),KomitmenPemerintahDaerah(20%),Infrastruktur(9,8%),Akseslahanusaha
(2,4%),Tenagakerja(6%),Keamananusaha(10,7%),Kinerjaekonomidaerah(3,1%),danPerananduniausahadalam
perekonomiandaerah(3,6%).Sedangkankomponenkomponenyangmenjadihambatanbagiparapelakuusahadidalam
menjalankanusahanyaadalahinfrastruktur,perijinanolehpemerintahpusat,peraturandaerah,kenaikantariffBBM/listrik
dan lainlain, pajak/retribusi, kelangkaan bahan baku, invisible cost, kelangkaan modal, stabilitas dan hankam, upah
minimumregional,pemasaran,kapasitasbisnis,memprosesperijinan,bom/terorisme,biayapengapalan,danketepatan
waktu.
Faktorfaktor yang menjadi daya tarik bagi dunia usaha dalam melakukan investasi, diantaranya adalah ketersediaan
infrastruktur,kepastianhukum,potensiyangdimilikiolehsuatudaerah/wilayah,kebijakaninvestasi,SDM,sertajaminan
kepastiankeamanan.
Informasiyangdibutuhkanolehinvestor,padaumumnyaberupakebutuhaninvestasidisuatudaerah,kebijakaninvestasi,
potensi yang dimiliki, peluang usaha, sumber dan proyek investasi, serta contoh proyek investasi yang ada di suatu
daerah.
Untuk mendorong dan menarik investasi ke daerah, diperlukan Profil Potensi Daerah yang berisi tentang informasi
peluang usaha yang layak bagi investor. Profil Potensi Daerah ini dimaksudkan agar investor dapat lebih cepat
menangkappeluanginvestasidanmengambilkeputusanuntukberinvestasi.DenganadanyaProfilPotensiDaerah,UKM
jugadapatmengidentifikasipeluangusahayangada.
DenganProfilPotensiDaerahyangtelahmemenuhikriteria,makadiharapkandaerahdapatmempunyaiprospekusaha
dengan pasar yang jelas serta sesuai dengan prioritas Pembangunan Daerah (Renstrada). Disamping itu profil proyek
investasididaerahjugadapatdigunakansebagaimateriutamadalamberbagaikegiatanuntukmempromosikanpotensi
daerah.
Pemilihanpotensidaerahinidibagidalamtigasektor,yaitusektorprimer(perkebunan,pertanian,danperikanan),sektor
sekunder(pengolahandanindustri),sertasektortersier(perdagangan,jasa,hoteldansebagainya).
PenyusunanProfilPotensiDaerahdilakukandenganmenggunakanmetode3W1H(What,Why,WheredanHow). Profil
Potensi Daerah adalah bagian dari upaya pengembangan potensi investasi daerah yang meliputi identifikasi seluruh
potensi yang ada (what), alasanalasan yang menjadikan potensipotensi dimaksud dijadikan sebagai unggulan (why),
lokasiinvestasiyangditetapkan(where),danbagaimanakebijakankebijakanpusatdandaerah(who).
Rencana Pembangunan Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang Kebijakan Propinsi/Kabupaten/Kota Visi dan Misi
Propinsi/Kabupaten/Kota Daftar Panjang/Pendek potensi daerah, seluruhnya merupakan bagian dari potensi unggulan
daerah.
Perencanaan potensi daerah dan hasil riset pengumpulan data existing kemudian di analisa untuk mengetahui
bagaimana analisis pasarnya, potensi bahan baku, keuntungan komparatif dan kompetitif, serta kebutuhan calon
industrinya.
Hasil analisa terhadap lokasi, luas lahan dan harga, infrastruktur dan kelengkapannya, jenis industri dan asal investor,
dayadukungindustri,sertaketersediaantenagakerjadigunakanuntukmenetapkanlokasi.
Untukpengembangannya,hasilanalisiskebijakanexistingdankebijakanyangmasihdiperlukanbaikdiPusatmaupundi
Daerah, dapat diajukan sebagai usulan kebijakan untuk pengembangan investasi, baik itu berupa insentif, maupun
berbagaifasilitassertakemudahanyangditawarkan.
Melalui strategi pengembangan potensi ekonomi daerah kemudian dapat ditetapkan pasar bagi produkproduk yang
dihasilkandanjugamasuknyainvestasikedaerah.Darianalisispasarkemudiandapatditetapkanstrategiapakahuntuk

pasalokalataupasarekspor.Darianalisispasarekspor,kemudianditetapkanstrategiuntukpasartradisional,pasarnon
tradisionalataupasaralternatif.
Untuk pasar tradisional, sasarannya adalah negara tujuan/ mitra dagang utama, dan pada umumnya adalah negara
negarayangsudahmajudanmemilikiekonomisertateknologiyangkuat.Selainitubiasanyajugamerupakananggota
dariWTO.
Untuk pasar non tradisional dan pasar alternatif, sasarannya adalah negaranegara yang ekonominya kuat atau
menengahdanberpotensimenjadimitradagang.
Srategi pengembangan potensi ekonomi daerah ini harus dibuat berdasarkan peluang serta potensi yang dimiliki oleh
suatu daerah dengan menonjolkan kelebihankelebihan yang dimiliki oleh suatu daerah dan kebijakankebijakan
pemerintahsetempatyangramahterhadapduniausaha.
Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian di daerah, yaitu
dengansemakinbanyaknyausahausahabaruyangberdiri,tenagakerjayangsemakinmudahterserap,pendapatanasli
daerahsemakinbertambah,danmeningkatnyaindeksperekonomiandaerah.[]