Anda di halaman 1dari 36

16 November 2015

Seminar Kerja Praktek


PT. Air Liquide Indonesia

Disusun Oleh :
1. Della Tri Winarni
2. Shalina
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Sejarah Air Liquide


Air Liquide didirikan pada tahun 1902 dan sekarang mampu
menjadi pemimpin dalam industri gas dan telah tersebar di lebih
dari 80 negara serta memiliki 43600 pegawai. Sekarang ini Air
Liquide memiliki kantor pusat di Paris, Perancis.
PT. Air Liquide Indonesia dibangun pada tahun 1993 di kawasan industri
Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dan mulai beroperasi pada tahun
1994 memproduksi gas-gas industri dalam bentuk cair dan gas dengan
menggunakan teknologi pemisahan, pencairan dan pemurnian.
Pembangunan PT. Air Liquide Indonesia meliputi :
Air Separation Unit (ASU) plant,
Hydrogen plant,
Advanced Product Supply Alternate (APSA) plant,
Jaringan pipa bawah tanah yang berfungsi untuk mendistribusikan produk
gas langsung ke konsumen

Tujuan Kerja Praktek


Tujuan umum: memenuhi persyaratan mata
kuliah kerja praktek
Tujuan khusus:
Mengetahui penerapan ilmu teknik kimia dalam dunia industri dan mendapatkan
gambaran nyata dunia perindustrian.
Mempelajari dunia kerja, struktur organisasi, peraturan dan peran masingmasing bidang dalam industri.
Mendapatkan gambaran mengenai proses produksi di PT. Air Liquide
Indonesia terutama dalam proses treatment bahan baku, pencairan udara (system
cryogenic) dan pemisahan udara cair menjadi nitrogen, oksigen dan argon.
Mengetahui safety dan sistem utilitas PT. Air Liquide Indonesia.
Mendapat gambaran peralatan pendukung proses, seperti alat analisa produk.

Deskipsi Proses
PT. Air Liquide Indonesia berproduksi dibidang pencairan dan
pemurnian komponen udara dengan produk utama nitrogen,
oksigen, dan argon.
Komponen Udara

% Volume

% Berat

Nitrogen (N2)

78.11

75.47

Oksigen (O2)

20.96

23.20

Argon (Ar)

0.93

1.28

Karbondioksida (CO2)

0.030

0.046

Helium (He)

0.00046

0.00006

Neon (Ne)

0.0018

0.0011

Krypton (Kr)

0.00011

0.00032

Xenon (Xe)

0.000008

0.00004

Sifat Fisik Bahan Baku


(Udara)

Berat Molekul
Densitas gas (0 0C, 1 atm)
Volume Spesifik (0 0C, 1

28,96
1,2928 Kg/ m3
0,773 m3/kg

atm)
Titik Didih (1 atm)

-193 0C

Temperatur Kritis

-140,7 0C

Tekanan Kritis

37,2 atm

Densitas Kritis

0,31 Kg/m3

Kalor Penguapan
Kalor Spesifik

(-193 0C) 49 Kcal/Kg


(15 0C) 0,240 Kcal/Kg 0C

Sifat Fisik Produk


(Oksigen, Nitrogen, Argon)
Oksigen
Berat Molekul

32

Densitas Gas

1,4292

Volume Spesifik (0 0C, 1 atm)

0,7m3/kg

Titik Didih (1 atm)

-182,970C

Temperatur Kritis (1 atm)

-118,8 0C

Tekanan Kritis

49,7 atm

Densitas (00C, 1 atm)


Kalor Penguapan
Kalor Spesifik
Densitas spesifik liquid

0,43 Kg/m3
(-183 0C) 50,7 Kcal/Kg
(0 0C) 0,2177 Kcal/Kg 0C
0,8 Kg/L

Nitrogen
Berat Molekul

28,06

Densitas Gas

1,2505

Volume Spesifik (0 0C, 1 atm)

0,799 m3/kg

Titik Didih (1 atm)

-195,810C

Temperatur Kritis (1 atm)

-147,1 0C

Tekanan Kritis

33,5 atm

Densitas (00C, 1 atm)

0,311 Kg/m3

Kalor Penguapan

(-195,8 0C) 47,6 Kcal/Kg

Kalor Spesifik

(50C) 0,2477 Kcal/Kg 0C

Densitas spesifik liquid

0,645 Kg/L

Argon
Berat Molekul

39,948

Densitas Gas

1,7828

Volume Spesifik (0 0C, 1 atm)

0,56 m3/kg

Titik Didih (1 atm)

-185,90C

Temperatur Kritis (1 atm)

-122,40C

Tekanan Kritis
Densitas (00C, 1 atm)

48 atm
0,531 Kg/m3

Kalor Penguapan

(-185,9 0C) 37,6 Kcal/Kg

Kalor Spesifik

(150C) 0,125 Kcal/Kg 0C

Densitas spesifik liquid

0,78 Kg/L

Sistem Kriogenik

Kriogenik merupakan cabang dari ilmu fisika dan


ilmu rekayasa yang mempelajari tentang sistem yang
beroperasi pada temperatur yang sangat dingin.
Aplikasi sistem kariogenik adalah pada proses
pencairan dan pemisahan udara atau gas menjadi cair.

Sistem Claude

Tahapan Proses Pada ASU Plant


PT. Air Liquide Indonesia

Kompresi Udara
Adsorpsi Purifikasi Udara Umpan
Pencairan Udara Umpan
Distilasi Pemisahan Produk

PROCESS FLOW DIAGRAM (PFD)

Pengolahan Limbah

Debu

Produk Sisa

Kesimpulan

a)

b)
c)
d)

Pada unit pemisahan udara atau Air Separation Unit (ASU) sistem
proses utama yang dibahas pada sistem produksi di PT. Air Liquide
Indonesia adalah proses adsorbsi, perpindahan panas, dan distilasi.
Sistem pencairan udara yang digunakan adalah sistem kriogenik dengan
metode claude.
Produk yang dihasilkan Air Separation Unit (ASU) plant yaitu nitrogen,
oksigen.
Untuk pendistribusian produk dengan fasa gas langsung dialirkan
melalui pipeline ke konsumen tanpa melalui proses penampungan.
Sedangkan produk dengan fasa cair ditampung dalam tangki
penyimpanan dan didistribusikan melalui mobil tangki.

Tugas Khusus

Perhitungan Efisiensi pada Heat


Exchanger (E-01)
di PT. Air Liquide Indonesia

Belakang
Produksi PT.AlindoLatar
memerlukan
banyak energi listrik
untuk menjalankan prosesnya. Salah satu yang
digunakan adalah heat exchanger yang merupakan
salah satu komponen penting dalam rangkaian
proses pemisahan udara. Unit ini berfungsi untuk
mendinginkan umpan udara setelah mengalami
kompresi pada temperatur 44.2oC menjadi 174.6oC pada saat memasuki kolom adsorber
molecular sieves unit. Pendinginan tersebut mutlak
harus dilakukan untuk mencapai kondisi ideal
adsorpsi impuritites pada temperatur rendah dan
tekanan tinggi.
Tugas khusus ini bertujuan untuk menghitung
efisiensi pertukaran kalor alat karena apabila heat
exchanger tersebut telah dioperasikan beberapa
waktu, maka akan terjadi penurunan unjuk kerja

Tujuan

Membuat
simulasi
perhitungan
efisiensi pada
heat exchanger.

Ruang Lingkup

Mencari nilai
temperatur udara
keluar mencari nilai
efisiensi heat
exchanger e-01, dan
mencari nilai
konduktifitas termal
bentuk (ks)

Metodologi Tugas Khusus


Alur Penyelesaian Masalah

Alur penyelesaian masalah dan pengolahan data

Menghitung temperatur keluaran udara (Chengel,2003)


1. Mencari aktual volume flow
2. Mencari nilai konsentrasi untuk gas
3. Mencari nilai densitas untuk gas
4. mencari nilai perpindahan panas
5. mencari nilai temperatur keluaran udar
6. Menghitung log mean temperatur different (LMTD)
7. Menghitung nilai ks
8. Menghitung panas jenis fluida panas
9. Menghitung panas jenis fluida dingin
10. Menghitung laju perpindahan panas aktual
11.Menghitung laju perpindahan panas maksimal
12. Menghitung efisiensi

Tugas Khusus 1 Penentuan


Nilai Thout
( Counter Flow Exchanger)
A 5 Nm3/hr flow of nitrogen is wished to be warmed
from -100 to 20under 1 abs bar againts a 8 Nm3/hr
flow of air under 5 abs bar. Available at 25What
temperature will the air go out at the cold end of the
exchanger?

Penyelesaian:
Data Yang Dibutuhkan
Tc in (Temperatur dingin
masuk)
Tc out (Temperatur dingin
keluar)
Th in (Temperatur panas
masuk)
mc (massa aliran dingin)
mh (massa aliran panas)
Cpc (Panas Jenis Aliran
Dingin)
Cph (Panas Jenis Aliran
Panas)

Data yang Diketahui


N2 : Aliran Dingin (c)
Udara : Aliran Panas (h)
v c : 5 Nm3/hr
v h : 8 Nm3/hr

Tc in : -100
Tc out : 20
Th in : 25
Pc : 1 abs bar
Ph : 5 abs bar

Mencari nilai mc dan


mh
Tahap 1 konversi satuan Nm3/hr menjadi m3/hr
(Dengan Hysis)
- vc : 3,197 m3/hr
- vh : 1,764 m3/hr
Tahap 2 mencari densitas dengan nilai R :
82,057*10-3 m3atm/kmol k
=> Untuk N2, Bm: kg/kmol

kmol/m3
kmol/m3 *kg/kmol

kg/m3

=>
Untuk Udara, Bm: kg/kmol

kmol/m3
kmol/m3 *kg/kmol
kg/m3
Tahap 3 mencari mc dan mh
Untuk N2 (mc)
Mc = * v
Mh = * v
= kg/m3*3,197 m3/hr
= kg/m3*1,764 m3/hr
= 6,223 kg/hr
= 10,299 kg/hr

Mencari nilai cph


dan cpc
Menggunakan interpolasi (perrys,1999)

Cp dari N2 (Cpc)
T Cp
1601,047
173X
1801,045
Kj/kg K

Cp dari Udara (Cph)


T Cp
2801,013
298X
3001,013
Kj/kg K

Mencari nilai Thout


Tugas Khusus 2 Penentuan


Nilai KS
Let us consider the same exchanger as in the
previous exercise. Calculate the KS. If
nitrogen came out at 23 C, what is the KS?
Conclusion.
Dit:
a. Ks if Tcout 20C
b. Ks if Tcout 23C

Penyelesaian
Data
yang dibutuhkan
Tc in (Temperatur dingin
masuk)
Tc out (Temperatur dingin
keluar)
Th in (Temperatur panas
masuk)
mc (massa aliran dingin)
mh (massa aliran panas)
Cpc (Panas Jenis Aliran Dingin)
Cph (Panas Jenis Aliran Panas)
Q loss ( panas yang hilang)
Tlmtd

Data yang diketahui


N2 : Aliran Dingin (c)
Udara : Aliran Panas (h)
Tc in : -100
Tc out :a. 20
b. 23
Th in : 25
Th out : -49,85
Cpc : Kj/kg K
Cph : Kj/kg K
Mc : 6,223 kg/hr
Mh : 10,299 kg/hr

Mencari Nilai f

Untuk Tcout 20

Untuk Tcout 23

0,8
7

0,6
8

Nilai f = 0,87 untuk Tco 20


Nilai f = 0,68 untuk Tco 25

Mencari Nilai Ks

untuk Tco 20


untuk Tco 25

Ks =

Ks =

Tugas Khusus 3 Penentuan


Nilai Efisiensi E-01
Tube (Nitrogen)
Keterangan
Laju alir massa (mc)
Suhu masuk (Tcin)
Suhu keluar (Tcout)
Panas Jenis (Cpc)

Shell (Udara)
Keterangan
Laju alir massa (mh)
Suhu masuk (Thin)
Suhu keluar (Thout)
Panas Jenis (Cph)

Design

Satuan

Aktual

Satuan

6249
97.1
307.3

kg/h
K
K

6249
80.3
300

kg/h
K
K

2.15

Kj/kg. K

1.89

Kj/kg. K

Design

Satuan

Aktual

Satuan

313
149

kg/h
K
K

317,2
120

kg/h
K
K

1.049

Kj/kg. K

1.048

Kj/kg. K

Menghitung Koefisien Perpindahan Panas Menyeluruh


Design
a. Menghitung Laju Alir Perpindahan Panas di Tube
Q = Mc x cpc x Tc
Q = Mc x cpc x (Tco-Tci)
Q=
Q=

b. Menghitung Laju Alir Massa Udara


Qh = Qc
Mh x cph x Th = Qc
Mh x cph x (Thi Tho) = Q
Mh =
Mh = 16415.8 Kg/hr


c. Menghitung

d. Menghitung Nilai Koefisien Perpindahan Panas


Menyeluruh
(Karena A untuk design dan aktual sama untuk mencari
efisiensi A diabaikan)

Menghitung Koefisien Perpindahan Panas Menyeluruh


Design
a. Menghitung Laju Alir Perpindahan Panas di Tube
Q = Mc x cpc x Tc
Q = Mc x cpc x (Tco-Tci)
Q=
Q=
b.
Menghitung Laju Alir Massa Udara
Qh = Qc
Mh x cph x Th = Qc
Mh x cph x (Thi Tho) = Q
Mh =
Mh = 12555,51 Kg/hr

c. Menghitung


d. Menghitung Nilai Koefisien Perpindahan Panas
Menyeluruh
(Karena A untuk design dan aktual sama untuk mencari
efisiensi A diabaikan)

Menghitung Efisiensi Heat


Exchanger
= x 100%
= x 100%

= 71,44 %

Kesimpulan Tugas Khusus

Efisiensi aktual d.ari alat heat exchanger E-01 sebesar 71,44%


Heat exchanger E-01 mengalami penurunan unjuk kerja bisa
jadi disebabkan oleh terbentuknya kerak, korosi, kebocoran,
maupun aliran fluida yang menyebabkan friksi terhadap dinding
alat.
Untuk nilai pada suhu keluaran nitrogen pada 20 dan 23C nilai
koefisien konduktifitas termalnya (ks) sebesar 46.56 kj/hr.K
dan 80,08 kj/hr.K

TERIMA KASIH