P. 1
kependudukan

kependudukan

|Views: 1,359|Likes:
Dipublikasikan oleh ahmad fauzy

More info:

Published by: ahmad fauzy on Mar 29, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2013

pdf

text

original

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar.

Hal ini mempengaruhi perkembangan Negara Indonesia sebagai Masalah – masalah timbul adanya belum berjalan dengan semestinya. kependudukan yang Negara yang sedang berkembang. kebijakan

Permasalahan ini tidak muncul dalam waktu dekat ini, tetapi sudah menjadi permasalahan yang berakar sejak dulu, sehingga belum terpecahkan penyelesainnya. Kebijakan tentang kependudukan juga mengalami perubahan terus menerus seiring dengan perubahan dan pergantin pemerintahan yang terus menerus terjadi. Permasalahan yang ada di Indonesia meliputi gagalnya program transmigrasi dan program KB sehingga pemerintah tidak bisa menghambat laju kelahiran yang pesat, kematian bayi dan anak yang terus meningkat, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang kurang baik. Demografi mempelajari jumlah persebaran territorial dan komposisi penduduk serta perubahan – perubahannya dan sebab – sebab perubahan itu, yang biasanya timbul karena natalitas (fertilitas), mortalitas, gerakan territorial (migrasi) dan mobilitas sosial. Dimana demografi sifatnya lebih sempit dan dalam analisis dilihat cakupannya lebih sempit. Ilmu kependudukan adalah ilmu yang berusaha menjawab “mengapa” terjadi perubahan-perubahan variabel demografi, dengan demikian ilmu kependudukan lebih luas cakupannya daripada demografi karena menyangkut segi-segi kualitatif, dan ilmu ini merupakan penghubung antara penduduk dan sistem sosial. Dimana cakupannya lebih luas. Studi kependudukan terdiri dari analisis – analisis yang bertujuan dan mencakup dalam memperoleh informasi dasar tentang distribusi penduduk, karakteristik, dan perubahan – perubahannya. Menerangkan sebab – sebab dari perubahan – perubahan tersebut dan menganalisasegala konsekuensi yang mungkin terjadi di masa yang akan dating dengan hasil perubahan – perubahan tersebut. Unsur – unsur yang terdapat dalam ilmu kependudukan

adalah fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian) serta migrasi (perpindahan penduduk), yang mempengaruhi faktor komposisi penduduk dan ketenagakerjaan. Praktikum ini membahas tentang Bidang Kependudukan (Penduduk dan Dinamika penduduk), Bidang Kesehatan (Perumahan dan Air Minum, Fasilitas kesehatan dan personil, Ketenagakerjaan, Kemiskinan), Penggunaan lahan, dan Produksi hasil – hasil Pertanian (Tanaman Pangan, Buah – buahan, Produksi Sayuran, Perkebunan Rakyat, Jumlah ternak, Unggas). Melalui praktikum ini dapat mengetahui bagaimana hal – hal yang dibahas tersebut dan permasalahan yang muncul, sehingga kebijakan apa yang akan diambil oleh pemerintah dalam mengatasi masalah – maslah yang muncul tersebut untuk perencanaan pembangunan. Masalah mengenai kependudukan sangat kompleks karena mencakup seluruh kejadian sejak manusia lahir sampai mati, apalagi kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan sumber daya alam yang tersedia sangat terbatas. Dalam perencanaan pembangunan data kependudukan memegang peran yang penting dalam menentukan kebijakan yang akan diambil. B. Maksud dan Tujuan Praktikum Maksud dan tujuan Praktikum ajaran Kependudukan di Fakultas Pertanian UNS dimaksudkan unutk melatih mahasiswa memanfaatkan informasi Kependudukan sebagai salah satu dasar unit perencanaan pembangunan berbagai bidang C. Struktur Laporan 1. Bidang Kependudukan Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar variabel-variabel tertentu. Komposisi penduduk menggambarkan susunan penduduk yang dibuat berdasarkan pengelompokan penduduk berdasarkan karakteristik-karakteristik yang sama. Bermacam-macam komposisi dapat dibuat, misalnya menurut umur, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, lapangan pekerjaan, bahasa, dan agama (Rusli, 1983).

Tinggi rendahnya tingkat mortalitas penduduk di suatu daerah tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi juga merupakan barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat daerah tersebut. Dengan memperhatikan trend dari tingkat mortalitas dan fertilitas di masa lampau dan estimasi perkembangan di masa mendatang dapatlah dibuat sebuah proyeksi penduduk wilayah bersangkutan (Mantra, 2004). Fertilitas merupakan perform reproduksi aktual dari seorang atau kelompok individu, yang pada umumnya dikenalkan pada seorang wanita atau pada sekelompok wanita. Fekunditas adalah kemampuan fisiologis wanita untuk memberikan kelahiran atau partsipasi dalam reproduksi, jika tidak ada kemampuan ini maka disebut dengan infekunditas sterilitas / infertilitas fisiologis (Djuhari, 1993). Faktor yang mempengaruhi terjadinya migrasi adalah faktor pendorong, penarik, dan sarana – prasarana yang menunjang. Faktor pendorong merupakan kondisi yang terdapat pada wilayah seseorang itu berasal. Faktor penarik merupakan hal – hal yang menarik untuk didatangi oleh para migrant. Sarana – prasarana merupakan hal – hal yang ada hubungannya dengan perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, dan ada tidaknya hambatan untuk mengadakan perpindahan tersebut (Hunt L & Chester, 1989). Pada bidang kependudukan ini, materi yang dikaji mencukup: a. b. Penduduk Dinamika penduduk Ketika peran sebagai subyek pembangunan dituntut, maka diperlukan upaya pemberdayaan untuk menyadarkan hak penduduk dan meningkatkan kapasitas penduduk dalam pembangunan. Di Indoenesia fokus pembangunan telah bergeser dari pendekatan yang sangat sempit menekankan pada aspek demografi kecakupan yang lebih luas yaitu pembangunan penduduk dan keluarga. Di samping itu, juga terjadi perubahan sikap terhadap isu kesehatan reproduksi dan kualitas pelayanan untuk mencapai kesejahteraan keluarga (Mantra, 2003).

2. Bidang Kesehatan

Program keluarga berencana mempunyai tujuan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Tujuan yang bersifat kualitatif yakni melembagakan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS). Selanjutnya tujuan kuantitatif dari program keluarga berencana yaitu penurunan tingakat kelahiran penduduk. Dengan perkataan lain pemerintah berupaya menurunkan angka kelahiran kasar (CBR) sebanyak 50% pada tahun 1990 dibandingkan dengan keadaan tahun 1971. Disadari untuk memperlambat laju pertumbuhan penduduk sangat diperlukan penurunan angka kelahiran (fertilitas) yang lebih cepat daripada penurunan mortalitas (Tjiptoherijanto, 1987) Tenaga kerja merupakan penduduk dalam usia kerja. Biasanya, seseorang yang telah berumur 15 – 64 tahun dapat digolongkan ke dalam tenaga kerja. Sedangkan menurut sensus penduduk di Indonesia tenaga kerja dapat didefinisikan yaitu jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap negara mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut (Anonim, 2009), Yang dikaji pada bidang kesehatan ini adalah: a. Perumahan dan Air Minum b. Fasilitas kesehatan dan personil c. Ketenagakerjaan d. Kemiskinan 3. Penggunaan lahan( Ha ) Perubahan tata guna lahan pada kawasan konservasi menjadi kawasan terbangun dapat menimbulkan banjir, tanah longsor dan kekeringan. Banjir adalah aliran/genangan air yang menimbulkan kerugian ekonomi atau bahkan menyebabkan kehilangan jiwa. Penggunaan dan pengelolaan lahan harus diarahkan kepada (1) perbaikan penggunaan dan pengelolaan lahan, (2) menggalang partisipasi aktif dari para pengguna lahan (pemilik lahan, pemilik kapital, dan tenagakerja), dan (3)

pengembangan kelembagaan penunjang, terutama lembaga-lembaga perencana dan pemantau di daerah.(Suroso, 2006) Penduduk yang mendiami suatu wilayah tertentu berusaha memanfaatkan wilayah bagi kebutuhan hidup mereka. Baik sebagai tempat tinggal, ataupun wahana penghasil pendapatan dan sumber pangan/ pertanian.( Djadja, Saefullah. 2009) 4. Produksi hasil – hasil Pertanian Produksi bahan pangan sering mengalami kegagalan, adanya berbagai wabah penyakit, pergeseran menu konsumsi masyarakat, harga beras dan palawija. Ditambahkan dengan analisis mengenai uang dan perbankan pada masa itu, buku ini memberi kita suatu gambaran yang cukup luas tentang keadaan perekonomian dan social Indonesia pada zaman kolonial. (Creutzberg, Pieter. 1987 ) Hasil-hasil pertanian dapat dnikmati dengan dikonsumsi petani itu sendiri maupun dijual kepada penebas, dari beberapa desa pada setiap kecamatan memiliki proses panen mauun pasca panen yang sangat beragam. Pada suatu daerah dapat diketahui sistem yang digunakan dalam proses produksi pertanian, sehingga pendataan digunakan untuk mengetahui seberapa besar dan dapat dilihat pengaruhnya dalam kehidupan penduduk pada suatu desa. (Sebastian, 2006) a. b. d. e. f. g. Tanaman pangan Buah-buahan c. Perkebunan Peternakan Produksi hasil hutan Perikan Produksi sayuran

II. PROSEDUR KERJA Prosedur dalam praktikum mata kuliah Praktikum Kependudukan terdiri dari langkah – langkah kerja antara lain sebagai berikut :
NO 1. Kegiatan Mengumpulkan data Yang bertanggung jawab Kelompok mahasiswa 2. Mengolah data Kelompok mahasiswa Output yang diharapkan Terkopinya data Kecamatan dalam angka 1995, 2000, 2005, dan 2007 Data terpilih dari Kecamatan dalam angka terolah sehingga mudah diintrepetasikan dan 3. Menyajikan data dalam tabel dan grafik Kelompok mahasiswa dibaca Data terolah (langkah-2) tersaji secara memadai dalam bentuk tabel dan grafik untuk 4. Mendeskripsikan informasi berdasarkan tabel-tabel dan 5. grafik-grafik (langkah-3) Menilai perubahan antara tahun 1995-2007 Kelompok mahasiswa Kelompok mahasiswa memudahkan interpretasi Terdiskripsinya hasil interpretasi berdasarkan tabel-tabel dan grafik-grafik Tersusunnya tabel ringkas(summary table) dari berbagai informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi 6. Menarik kesimpulan laporan dari hasil kerja (langkah 1-5) 7. 8. Menjilid laporan, sesuai kebutuhan Ujian laporan praktikum Kelompok mahasiswa Kelompok mahasiswa Co-ass antara tahun 1995-2007 Tersusunnya kesimpulankesimpulan dari semua langkah kerja Terjilidnya laporan praktikum, beserta lampiran-lampirannya Diperolehnya nilai ujian untuk semua mahasiswa peserta 9. 10. Revisi laporan praktikum Nilai praktikum Kelompok mahasiswa Dosen pengampu praktikum Terevisinya laporan praktikum Diperolehnya nilai praktikum Dosen pengampu dan co-ass Co-ass Dosen pengampu Dosen pengampu Supervisi Co-ass dan dosen pengampu Co-ass dan dosen pengampu Co-ass dan dosen pengampu Co-ass dan dosen pengampu Dosen pengampu dan co-ass

Sumber : Data sekunder

III. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Analisis 1. Bidang Kependudukan a) Penduduk Menurut Jenis Kelamin Komposisi penduduk yang sering digunakan untuk analisis dan perencanaan pembangunan adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kalamin. Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin diperlukan untuk memperoleh data dalam hal mempersiapkan alat-alat kontrasepsi bagi usia subur, misalnya pengadaan pasaran kerja dan jumlah angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan, dalam hal pembamgunan sarana pendidikan bagi penduduk usia sekolah. 1) Tabel dan grafik penduduk menurut jenis kelamin
Kepala keluarga Laki-laki Perempuan Jumlah Rata-rata/kk 1995 10.256 22.905 23.317 56.478 5 2000 11.094 22.961 23.385 57.440 4 2005 12.130 22.875 22.662 57.667 4 2007 12.893 23.204 22.953 59.050 3,58 2015

54.930 22.601 17.536 69.560 0,53

Sumber : BPS Kab. Sragen Diagram penduduk menurut jenis kelamin

Gambar 1. Diagram penduduk menurut jenis kelamin

Grafik penduduk menurut jenis kelamin
80000 70000 60000 50000 40000 30000 20000 1 0000 0 1 2 3 4 5 Grafik 1. Penduduk menurut jenis kelamin 6 kepala keluarga laki-laki perm puan jum lah rata-rata/kk

2) Interpretasi a) Jumlah penduduk tahun 1.995 adalah 56.478 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 10.256, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 22.905 jiwa sedang jumlah penduduk perempuannya adalah 23.317 jiwa. b) Pada tahun 2.000 jumlah penduduknya adalah 57.440, jumlah kepala keluarganya adalah 11.094 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 22.961 jiwa dan penduduk perempuannya sebanyak 23.385 jiwa c) Pada tahun 2005 jumlah penduduknya sebanyak 57.667 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 12.130, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 22.875 jiwa dan penduduk perempuannya sebanyak 22.662 jiwa d) Pada tahun 2007 jumlah 59.050 jiwa, jumlah kepala keluarga sebanyak 12.893, untuk jumlah penduduk laki-laki sebanyak 23.204 jiwa sedangkan 22.953 jiwa merupakan jumlah penduduk perempuan e) Jumlah penduduk dari tahun 1.995 sampai tahun 2.007 mengalami peningkatan maupun baik dari jumlah penduduk Berdasarkan perempuannya laki-lakinya. jumlah

perhitungan proyeksi tahun 2015 dapat dilihat bahwa proyeksi jumlah penduduk tahun 2005 adalah sebanyak 69.560 jiwa, sedangkan untuk penduduk laki-laki sebanyak 22.607 jiwa, untuk penduduk perempuan 17.536 jiwa dan jumlah kepala keluarga sebanyak 54.930 jiwa. b) 1) Dinamika Penduduk Tabel dan grafik dinamika penduduk Tabel 2. Dinamika penduduk
Kelahiran Kematian Datang Pergi 1995 148 158 24 142 2000 247 152 77 130 2005 389 128 261 300 2007 484 203 253 314 2015

436118 19 5,55.1011 251546

Sumber : BPS Kab. Sragen Diagaram Dinamika Penduduk
Dinamik Penduduk

3000 2500
Jumlah

2000 1500 1000 500 0
1995 2000 2005 T ahun 2007 2015

Kelahiran Kematian Datang Pergi

Gambar 2. Diagram dinamika penduduk

Grafik Dinamika penduduk

10000 8000 6000 2015 4000 2000 0 Kelahiran Kematian Grafik 2. Dinamika Penduduk Datang
2) Interpretasi a) Berdasarkan data diatas diketahui bahwa jumlah kelahiran penduduk tahun 1.995 adalah 148 jiwa, jumlah kematian adalah 158 jiwa, jumlah penduduk yang datang adalah 24 dan jumlah penduduk yang pergi adalah 142. b) Pada tahun 2000 jumlah penduduk yang lahir adalah 247, jumlah kematian penduduk adalah 152 jiwa jumlah penduduk yang datang sebanyak 77 jiwa dan jumlah penduduk yang pergi sebanyak 142 jiwa. c) Tahun 2005 jumlah penduduk yang lahir sebanyak 389 jiwa, jumlah penduduk yang mati sebanyak 128, jumlah penduduk yang datang 261, dan jumalh penduduk yang pergi yaitu 300 serta untuk d) Tahun 2007 jumalh penduduk yang lahir sebanyak 484, jumlah penduduk yang mati sebanyak 203, jumlah penduduk yang datang sebanyak 253 dan jumlah penduduk yang pergi sebanyak 314.

Pergi

c) 1)

Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin Tabel Tabel dan grafik penduduk menurut kelompok umur Tabel 3. Penduduk menurut kelompok umur tahun 1995
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kelompok Umur 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 64 65 + Perempuan N % 2860 12,26 2643 11,33 2358 10,11 2362 10,13 1963 8,42 1842 7,90 1545 6,63 1354 5,81 2192 9,40 1816 7,79 727 3,12 1656 7,10 Laki N % 2847 12,37 2677 11,64 2496 10,85 2394 10,41 1934 8,41 1648 7,16 1486 6,46 1297 5,64 2160 9,39 1732 7,53 754 3,28 1580 6,87 Total N % 5707 12,35 5320 11,51 4854 10,50 4756 10,29 3797 8,21 3490 7,55 3031 6,55 2651 5,73 4352 9,41 3548 7,67 1481 3,20 3236 7,00

Sumber: BPS Kab. Sragen Tabel 4 tahun 2000
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kelompok Umur 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 64 65 + Perempuan N % 1875 8,02 2181 9,33 2537 10,85 2664 11,39 1910 8,16 1727 7,38 1695 7,24 1725 7,37 2608 11,15 1752 7,49 944 4,04 1767 7,57 Laki N % 1929 8,40 2300 10,01 2721 11,85 2861 12,46 1994 8,68 1726 7,52 1572 6,85 1540 6,71 2528 11,00 1640 7,14 753 3,28 1397 6,04 Total N 3804 4481 5258 5525 3904 3453 3267 3265 5136 3392 1697 3164 % 8,21 9,67 11,34 11,92 8,42 7,45 7,05 7,04 11,08 7,32 3,66 6,83

Sumber: BPS Kab. Sragen

Tabel 5 tahun 2005
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kelompok Umur 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 64 65 + Perempuan N % 1817 8,02 2112 9,33 2446 10,80 2592 11,45 1865 8,24 1688 7,45 1655 7,31 1680 7,42 2518 11,12 1673 7,39 902 3,98 1696 7,49 Laki N 1938 2292 2699 2843 1997 1732 1579 1542 2518 1624 736 1375 % 8,47 10,02 11,80 12,43 8,73 7,57 6,90 6,74 11,01 7,10 3,22 6,01 Total N % 3755 8,25 4404 9,67 5145 11,30 5435 11,94 3862 8,48 3420 7,51 3234 7,10 3222 7,08 5036 11,06 3297 7,24 1638 3,60 3071 6,75

Sumber: BPS Kab. Sragen Tabel 6 tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kelompok Umur 0-4 5-9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 49 50 - 59 60 - 64 65 + Perempuan N % 1.840 48,34 2.136 47,87 2.477 47,48 2.627 47,67 1.888 48,27 1.713 49,38 1.677 51,12 1.702 52,13 2.548 49,97 1.712 50,97 916 55,02 1.717 55,17 Laki N % 1.966 51,66 2.326 52,13 2.740 52,52 2.884 52,33 2.023 51,73 1.756 50,62 1.604 48,88 1.563 47,87 2.551 50,03 1.647 49,03 749 44,98 1.395 44,83 Total N % 3.806 8,25 4.462 9,67 5.217 11,30 5.511 11,94 3.911 8,47 3.469 7,52 3.281 7,11 3.265 7,05 5.099 11,05 3.359 7,28 1.665 3,61 3.112 6,74

Sumber: BPS Kab. Sragen

Tabel 7 tahun 2015
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kelompok Umur 0-4 5-9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 49 50 - 59 60 - 64 65 + Perempuan N % 61909 49,97 8209 6,23 3424 2,60 5961 4,52 3167 2,40 4127 3,13 3068 2,33 20776 15,76 8868 6,73 3884 2,95 6299 4,78 2099 1,59 Laki N % 45377 40,88 10278 9,25 5439 4,90 13349 12,03 4294 3,87 2708 2,43 2726 2,45 7318 6,59 10033 9,04 3170 2,85 956 0,86 5349 4,82 Total N % 107286 44,19 18487 7,61 8863 3,65 19310 7,95 7461 3,08 6835 2,81 5794 2,39 28094 11,57 18901 7,78 7054 2,91 7255 2,99 7448 3,07

Sumber: BPS Kab. Sragen Diagram penduduk menurut kelompok umur tahun 1995

Gambar 3. Diagram jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin tahun 1995

Grafik penduduk menurut kelompok umur tahun 1995

Grafik 3. Penduuk menurut kelomopk umur 1995

Diagram penduduk menurut kelompok umur tahun 2000

Gambar 4. Diagaram jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur tahun 2000

Grafik penduduk menurut kelompok umur tahun 2000

Grafik 4. Penduuk menurut kelomopk umur tahun 2000

Diagram penduduk menurut kelompok umur tahun 2005

Gambar 5. Diagram jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur tahun 2005

Grafik penduduk menurut kelompok umur tahun 2005

Grafik 5. Penduuk menurut kelomopk umur tahun 2005

Diagram penduduk menurut kelompok umur tahun 2007

Gambar 6. Diagram jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur tahun 2007 Grafik penduduk menurut kelompok umur tahun 2007

Grafik 6. Penduuk menurut kelomopk umur tahun 2007

Grafik penduduk menurut kelompok umur tahun 2015

Grafik 7. penduduk berdasarkan kelompok umur tahun 2015 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa jumlah penduduk perempuan kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 2860, kelompok umur 5-9 sebanyak 2643, kelompok umur 1014 sebanyak 2358. Kelompok umur 15-19 sebanyak 2362, kelompok umur 20-24 sebanyak 1963, kelompok umur 25-29 sebanyak 1842, kelompok umur 30- 34 sebanyak 1545. Kelompok umur 35-39 sebanyak 1354, kelompok umur 40-49 sebanyak 2192, kelompok umur 50-59 sebanyak 1816, kelompok umur 60-64 sebanyak 727, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1656. Sedangkan jumlah penduduk laki-laki kelompok umur 04 tahun sebanyak 2847. Kelompok umur 5-9 sebanyak 2677,

kelompok umur 10-14 sebanyak 2496, kelompok umur 15-19 sebanyak 2394, kelompok umur 20-24 sebanyak 1834, kelompok umur 25-29 sebanyak 1648, kelompok umur 30- 34 sebanyak 1486. Kelompok umur 35-39 sebanyak 1297, kelompok umur 40-49 sebanyak 2160, kelompok umur 50-59 sebanyak 1732, kelompok umur 60-64 sebanyak 754, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1580. b) Tahun 2000 Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa jumlah penduduk perempuan kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 1875, kelompok umur 5-9 sebanyak 2181, kelompok umur 1014 sebanyak 2537. Kelompok umur 15-19 sebanyak 2664, kelompok umur 20-24 sebanyak 1910, kelompok umur 25-29 sebanyak 1727, kelompok umur 30- 34 sebanyak 1695, kelompok umur 35-39 sebanyak 1725, kelompok umur 40-49 sebanyak 2608. Kelompok umur 50-59 sebanyak 1752, kelompok umur 60-64 sebanyak 944, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1767. Sedangkan jumlah penduduk laki-laki kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 1929. Kelompok umur 5-9 sebanyak 2300, kelompok umur 10-14 sebanyak 2721, kelompok umur 15-19 sebanyak 2861, kelompok umur 20-24 sebanyak 1994, kelompok umur 25-29 sebanyak 1726. Kelompok umur 30- 34 sebanyak 1572, kelompok umur 35-39 sebanyak 1540, kelompok umur 40-49 sebanyak 2528, kelompok umur 50-59 sebanyak 1640, kelompok umur 60-64 sebanyak 753, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1397 c) Tahun 2005 Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa jumlah penduduk perempuan kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 1817 , kelompok umur 5-9 sebanyak 2112, kelompok umur 10-

14 sebanyak 2446. Kelompok umur 15-19 sebanyak 2592, kelompok umur 20-24 sebanyak 1865, kelompok umur 25-29 sebanyak 1688, kelompok umur 30- 34 sebanyak 1655, kelompok umur 35-39 sebanyak 1680. Kelompok umur 40-49 sebanyak 2518, kelompok umur 50-59 sebanyak 1673, kelompok umur 60-64 sebanyak 902, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1696. Sedangkan jumlah penduduk laki-laki kelompok umur 04 tahun sebanyak 1938, kelompok umur 5-9 sebanyak 2292, kelompok umur 10-14 sebanyak 2699, kelompok umur 15-19 sebanyak 2843, kelompok umur 20-24 sebanyak 1997. kelompok umur 25-29 sebanyak 1732, kelompok umur 30- 34 sebanyak 1579, kelompok umur 35-39 sebanyak 1542, kelompok umur 40-49 sebanyak 2518, kelompok umur 50-59 sebanyak 1624, kelompok umur 60-64 sebanyak 736, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1375. d) Tahun 2007 Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa jumlah penduduk perempuan kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 1.840, kelompok umur 5-9 sebanyak 2136, kelompok umur 1014 sebanyak 2477, kelompok umur 15-19 sebanyak 2.627. Kelompok umur 20-24 sebanyak 1.888, kelompok umur 25-29 sebanyak 1.713, kelompok umur 30- 34 sebanyak 1.677, kelompok umur 35-39 sebanyak 1.702, kelompok umur 40-49 sebanyak 2.548, kelompok umur 50-59 sebanyak 1.712. Kelompok umur 60-64 sebanyak 916, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1.717. Sedangkan jumlah penduduk laki-laki kelompok umur 04 tahun sebanyak 1.966, kelompok umur 5-9 sebanyak 2.326, kelompok umur 10-14 sebanyak 2.740. Kelompok umur 15-19 sebanyak 2.884, kelompok umur 20-24 sebanyak 2.023,

kelompok umur 25-29 sebanyak 1.756, kelompok umur 30- 34 sebanyak 1.604. Kelompok umur 35-39 sebanyak 1.563, kelompok umur 40-49 sebanyak 2.551, kelompok umur 50-59 sebanyak 1.647, kelompok umur 60-64 sebanyak 749, dan kelompok umur 65+ sebanyak 1.395. e) Tahun 2015 Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa proyeksi jumlah penduduk perempuan pada tahun 2015 kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 61909, kelompok umur 5-9 sebanyak 8209, kelompok umur 10-14 sebanyak 3424, kelompok umur 15-19 sebanyak 5961, kelompok umur 20-24 sebanyak 13167, kelompok umur 25-29 sebanyak 4126, kelompok umur 30- 34 sebanyak 3068, kelompok umur 35-39 sebanyak 20776, kelompok umur 40-49 sebanyak 8868, kelompok umur 50-59 sebanyak 3884, kelompok umur 60-64 sebanyak 6298, dan kelompok umur 65+ sebanyak 2099. Sedangkan jumlah penduduk laki-laki kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 45376, kelompok umur 5-9 sebanyak 10278, kelompok umur 10-14 sebanyak 5438, kelompok umur 15-19 sebanyak 13349, kelompok umur 20-24 sebanyak 4294, kelompok umur 25-29 sebanyak 2707, kelompok umur 30- 34 sebanyak 2726, kelompok umur 35-39 sebanyak 7318, kelompok umur 40-49 sebanyak 10033, kelompok umur 50-59 sebanyak 3169, kelompok umur 60-64 sebanyak 955, dan kelompok umur 65+ sebanyak 5349. 2. Bidang Kesehatan a. 1) Indikator Kesehatan Tabel 7. Beberapa Indikator Kesehatan IndikatorIndikator kelahiran hidup 199 5 12 200 0 4 200 5 43 200 7 2015 3310257 Tabel dan Grafik Indikator Kesehatan

CDR per 1000 penduduk Anak gizi buruk Cakupan imunisasi

4 -

3 30 783 0

3 8 817 4

4.25 -

71 7344 12036

Sumber : Data BPS Kabupaten Sragen Diagram Indikator Kesehatan

Gambar 7. Diagram Indikator kesehatan Grafik Indikator Kesehatan

Gambar 8. Indikator Kesehatan 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah kelahiran hidup sebanyak 12, crude death rate

(CDR) per 1000 penduduk sebanyak 4, anak gisi buruk tidak ada, jumlah cakupan imunisasi tidak ada. b) Tahun 2000 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah kelahiran hidup sebanyak 4, crude death rate (CDR) per 1000 penduduk sebanyak 3, anak gizi buruk sebanyak 30 anak, jumlah cakupan imunisasi 7830 c) Tahun 2005 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah kelahiran hidup sebanyak 43, crude death rate per 1000 penduduk sebanyak 3, anak gizi buruk sebanyak 8 anak. d) Tahun 2007 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah crude death rate per 1000 penduduk sebanyak 4,25, anak gizi buruk tidak tercantum pada sumber data, jumlah cakupan imunisasi juga tidak tercantum pada sumber data. e) Tahun 2015 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah kelahiran hidup sebanyak 3310257, crude death rate per 1000 penduduk sebanyak 71, anak gizi buruk sebanyak 7344 anak, jumlah cakupan imunisasi 12036. b. Fasilitas Kesehatan 1) Tabel dan Grafik Fasilitas Kesehatan Tabel 8. Fasilitas Kesehatan Kecamatan Kali Jambe
Fasilitas Kesehatan Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu (PUSTU) Toko Obat Apotik Posyandu Klinik Bersalin BKIA 1995 1 4 78 200 0 4 1 4 86 2005 1 4 200 7 1 4 1 2015 1 4 150 -

Balai pengobatan Klinik KB Rumah Obat

1 -

1 -

1 -

1 -

1 -

Sumber : Data BPS Kabupaten Sragen Diagram Fasilitas Kesehatan

Gambar 8. Diagram jumlah fasilitas kesehatan

Grafik Fasilitas Kesehatan

Gambar 9. jumlah fasilitas kesehatan 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah fasilitas kesehatan yang ada pada tahun 1995 berupa puskesmas sebanyak 1 unit, puskesmas pembantu

sebanyak 4 unit, posyandu sebanyak 78, dan klinik keluarga berencana sebanyak 1 unit. b) Tahun 2000 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah fasilitas kesehatan yang ada pada tahun pada tahun 2000 adalah puskesmas sebanyak 1 unit. , puskesmas pembantu sebanyak 4 unit, posyandu sebanyak 86, dan klinik keluarga berencana sebanyak 1 unit. c) Tahun 2005 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah fasilitas kesehatan yang ada pada tahun 2005 adalah puskesmas sebanyak 1 unit, puskesmas pembantu sebanyak 4 unit, posyandu tidak tercantum jumlahnya, dan klinik keluarga berencana sebanyak 1 unit. d) Tahun 2007 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah fasilitas kesehatan yang ada pada tahun 2007 adalah puskesmas sebanyak 1 unit, puskesmas pembantu sebanyak 4 unit, posyandu sebanyak tidak tercantum, klinik bersalin sebanyak 1 unit, balai pengobatan sebanyak 1 unit, dan klinik keluarga berencana sebanyak 1 unit. e) Tahun 2015 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah fasilitas kesehatan yang ada berupa puskesmas pada tahun 2015 adalah sebanyak 1 unit, puskesmas pembantu sebanyak 4 unit, posyandu sebanyak 150 unit, klinik bersalin sebanyak 1 unit, balai pengobatan sebanyak unit, dan klinik keluarga berencana sebanyak 1 unit. c. 1) Tenaga kesehatan Tabel dan grafik tenaga kesehatan Tabel 9. Petugas Kesehatan Kecamatan Kali Jambe

Tenaga Kesehatan Dokter Bidan Suster/bruder Dukun bayi

1995 3 14 3 37

2000 2 16 3 -

2005 4 15 4 22

2007 3 17 3 19

2015 13 60 13 335

Sumber : Data BPS Kabupaten Sragen Diagram Tenaga Kesehatan

Gambar 9. Diagram jumlah petugas kesehatan

Grafik Tenaga Kesehatan

Gambar 10. Tenaga Kesehatan 2) Interpretasi

a) Tahun 1995 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan yang ada pada tahun 1995 adalah dokter sebanyak 3 orang, bidan 14 orang, suster/bruder 3 orang, dukun bayi 37 orang. b) Tahun 2000 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan yang ada pada tahun 2000 adalah dokter sebanyak 3 orang, bidan 14 orang, suster/bruder 3 orang, dukun bayi 37 orang. c) Tahun 2005 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan yang ada pada tahun 2005 adalah dokter sebanyak 4 orang, bidan 15 orang, suster/bruder 4 orang, dukun bayi 22 orang. d) Tahun 2007 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan yang ada pada tahun 2007 adalah dokter sebanyak 3 orang, bidan 17 orang, suster/bruder 3 orang, dukun bayi 19 orang. e) Tahun 2015 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan yang ada pada tahun 2015 adalah dokter sebanyak 13 orang, bidan 60 orang, suster/bruder 13 orang, dukun bayi 335 orang. d. Keluarga Berencana 1) Tabel dan grafik keluarga berencana Tabel 10. Keluarga Berencana Kecamatan Kali Jambe
Keluarga Berencana Pasangan usia subur 1995 7197 2000 7919 2005 8988 2007 9130 2015 25107

Sumber : Data BPS Kabupaten Sragen

Diagram Keluarga Berencana

Gambar 10. Diagram Keluarga Berencana Grafik Keluarga Berencana

Gambar 11. Keluarga Berencana

2) Interpretasi a) Tahun 1995 Berdasarkan tabel keluarga berencana di atas dapat diketahui jumlah pasangan usia subur pada tahun 1995 adalah sebanyak 7197 jiwa/orang. b) Tahun 2000 Berdasarkan tabel keluarga berencana di atas dapat diketahui jumlah pasangan usia subur pada tahun 2000 adalah sebanyak 7197 jiwa/orang. c) Tahun 2005

Berdasarkan tabel keluarga berencana di atas dapat diketahui jumlah pasangan usia subur pada tahun 2005 adalah sebanyak 8988 jiwa/orang. d) Tahun 2007 Berdasarkan tabel keluarga berencana di atas dapat diketahui jumlah pasangan usia subur pada tahun 2007 adalah sebanyak 9130 jiwa/orang. e) Tahun 2015 Berdasarkan tabel keluarga berencana di atas dapat diketahui jumlah pasangan usia subur pada tahun 2015 adalah sebanyak 25107 jiwa/orang. e. Pemakai Alat KB 1) Tabel dan Grafik Pemakaian Alat KB Table 11. Pemakaian Alat KB Kecamatan Kalijambe
Pemakaian Alat KB PIL IUD Suntik Implan Kondom 199 5 792 104 0 191 6 169 2 22 2000 611 41 765 99 1 2005 513 438 4209 13 2007 460 382 4547 17 2015 9060 15334 13002 14236 87

Sumber : Data BPS Kabupaten Sragen

Diagram Pemakaian Alat KB

Gambar 11. Diagram Pemakaian Alat KB

Grafik Pemakaian Alat KB

Gambar 12. Pemakaian Alat KB 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Berdasarkan tabel pemakai alat KB di atas, pada tahun 1995 jumlah pemakai alat KB yang berupa pil sebanyak 792 orang, IUD sebanyak 1040 orang, suntik sebanyak 1916 orang, implant sebanyak 1692 orang, pemakai perempuan sebanyak 1412 orang, dan kondom sebanyak 22 orang. b) Tahun 2000 Berdasarkan tabel pemakai alat KB di atas, pada tahun 2000 jumlah pemakai alat KB yang berupa pil sebanyak 611 orang, IUD sebanyak 41 orang, suntik sebanyak 765 orang, implant 99 orang, dan kondom sebanyak 1 orang. c) Tahun 2005 Berdasarkan tabel pemakai alat KB di atas, pada tahun 2005 jumlah pemakai alat KB yang berupa pil sebanyak 513 orang, IUD sebanyak 438 orang, suntik sebanyak 4029 orang, implant tidak tercantum, dan kondom sebanyak 13 orang. d) Tahun 2007

Berdasarkan tabel pemakai alat KB di atas, pada tahun 2007 jumlah pemakai alat KB yang berupa pil sebanyak 460 orang, IUD sebanyak 382 orang, suntik sebanyak 4547 orang, implant tidak tercantum, kondom sebanyak 17 orang e) Tahun 2015 Berdasarkan tabel pemakai alat KB di atas, pada tahun 2015 jumlah pemakai alat KB yang berupa pill sebanyak 9060 orang, IUD sebanyak 15334 orang, suntik sebanyak 13002 orang, implant sebanyak 14235 orang, dan kondom sebanyak 87 orang. f. Distribusi Rumah Menurut Tipe Dinding 1) Tabel dan Grafik Distribusi Rumah Menurut Tipe Dinding Tabel 12. Distribusi Rumah Berdasarkan Tipe
jenis Dinding Bata Kayu Bambu Total Jumlh RT 1995 N 1698 5522 2774 10169 12022 % 16.697807 54.302291 27.278985 98.279083 N 2035 5993 2876 10904 14912 2000 % 18.66287601 54.96148202 26.37564197 100 N 3326 6182 2369 11877 16506 2005 % 28.00370464 52.05018102 19.94611434 100 N 3496 6911 2956 13363 17119 2007 % 26.16179 51.71743 22.12078 100 N 33260 61820 23690 118770 165060 2015 % 28.0037 52.05018 19.94611 100

Sumber : data BPS Kabupaten Sragen

Diagram Distribusi Rumah Menurut Tipe Dinding

Gambar 12. Diagram jumlah jenis dinding di kecamatan Kalijambe

Grafik distribusi Rumah Menurut Tipe Dinding

Gambar 13. jumlah jenis dinding di Kecamatan Kalijambe 2) a) Tahun 1995 Berdasarkan tabel diatas, dapat ketahui bahwa distribusi rumah berdasarkan tipe dinding di Kecamatan Kalijambe pada tahun 1995 yang berdinding bata 1698, kayu 5522, dan bambu 2774. b) Tahun 2000 Sedangkan pada tahun 2000, rumah bata sebanyak 2035, rumah kayu 5993, rumah bambu sebanyak 2876. c) Tahun 2005 Pada tahun 2005, rumah bata sebanyak 3326, rumah kayu sebanyak 6182, rumah bambu sebanyak 2369. d) Tahun 2007 Pada tahun 2007, rumah bata sebanyak3496, rumah kayu sebanyak 6911, rumah bambu sebanyak 2956. e) Tahun 2015 Untuk proyeksi tahun 2015 jumlah rumah bata diperkirakan sebanyak 33260, rumah kayu berjumlah sekitar 61820, sedangkan rumah bambu sebanyak 23690. Dari data tersebut di atas, semakin bertambahnya rumah dari dinding Interpretasi :

bata

dapat

dijadikan

indicator

atau

pertanda

bahwa

kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kalijambe juga terus meningkat dari tahun ke tahun. g. Kemiskinan 1) Tabel dan Grafik Distribusi Rumah Tangga Berdasar Kemiskinan BKKBN Table 13. Distribusi Rumah tangga Berdasarkan Kemiskinan BKKBN
No. Status of Households Prasejahtera Sejahtera 1 Sejahtera 2 Sejahtera 3 Sejahtera 3+ Total 1995 N 1 2 3 4 5 4986 1920 2802 609 39 1035 6 % 48.15 18.54 27.05 5.88 0.37 2000 N 8691 1616 1664 108 19 12098 % 71.83 13.35 13.75 0.89 0.15 2005 N 8856 1134 2792 439 26 13247 % 66.85 8.56 21.07 3.31 0.19 2007 N 7538 1778 3409 1044 22 1379 1 % 54.65 12.89 24.71 7.57 0.15 2015 N 26774 9780 2902 2309 169 41934 % 63.85 23.32 6.92 5.51 0.40

Sumber : Data BPS Kabupaten Sragen Diagram Distribusi Rumah Tangga Berdasar Kemiskinan BKKBN

Gambar 13. Grafik jumlah distribusi rumah tangga Grafik Distribusi Rumah Tangga Berdasar Kemiskinan BKKBN

Gambar 14. Grafik proyeksi jumlah distribusi rumah tangga

2) a) Tahun 1995

Interpretasi Berdasarkan tabel diatas, dapat kita ketahui bahwa status rumah tangga pra sejahtera tahun 1995 mencapai 4986 (48.14 %), untuk status rumah tangga sejahtera-1 mencapai 1920 (18.53%), sedangkan rumah tangga sejahtera-2 mencapai 2802 (27,05%), sejahtera-3 (0,37%) 609 (5.88%) dan rumah tangga sejahtera 3+ mencapai 39

b)

Tahun 2000 Pada tahun 2000, untuk status rumah tangga pra sejahtera mencapai 8691 ( 71.83%), rumah tangga sejahtera-1 mencapai 1616 (13,35%), rumah tangga sejahtera-2 1664 (13.75), rumah tangga sejahtera-3 108 (0.89), dan rumah tangga sejahtera 3+ mencapai 19 (0.15%).

c)

Tahun 2005 Pada tahun 2005, status rumah tangga pra sejahtera mencapai 8856. Untuk status rumah tangga sejahtera-1 mencapai 1134. Sedangkan rumah tangga sejahtera-2 2792, sejahtera-3 1044 dan sejahtera-3+ sebanyak 26.

d)

Tahun 2007 Pada tahun 2007, status rumah tangga pra sejahtera 7538. Untuk status rumah tangga sejahtera-1 mencapai 1778. Sedangkan rumah tangga sejahtera-2 3409, sejahtera3 sebanyak1044 dan sejahtera-3+ mencapai 22

e)

Tahun 2015 Untuk proyeksi tahun 2015, status rumah tangga pra sejahtera mencapai 26774. Untuk status rumah tangga

sejahtera-1 mencapai 9780. Sedangkan rumah tangga sejahtera-2 sebanyak 2902, sejahtera-3 sebanyak 2309 dan sejahtera-3+ mencapai 169. 3. Penggunaan Lahan 1) Tabel dan grafik tata guna lahan Tabel. 11 penggunaan lahan
NO 1 2 3 4 5 6 7 Lahan Sawah Tegal Pekarangan Bangunan Hutan Negara Hutan Rakyat Lain-lain Total 1995 1.933,14 1.467,89 1.131,75 161,15 4.693,93 2000 1.933,14 1467,89 1131,75 161,15 4.693,93 2005 1.933,14 1467,89 1131,75 161,15 4.693,93 2007 1933,14 1.467,89 1.131,75 161,15 4.693,93 2015 1933,14 1.467,89 1.131,75 161,15 4.693,93

Sumber: BPS Kab. Srage Diagram penggunaan lahan
Penggunaan Lahan

3000 2500
Jumlah

2000 1500 1000 500 0
1995 2000 2005 T ahun 2007 2015

Sawah T egal Pekarangan Lain- lain

Gambar 14. Diagram jumlah penggunaan lahan

Grafik penggunaan lahan

3000 2500 2000 1500 1000 500 0 Sawah Pekarangan 2015

Grafik 15. proyeksi penggunaan lahan pada tahun 2015 2) a) Interpretasi Tahun 1995 Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa luas lahan sawah pada tahun 1995 sebesar 1.933,14 Ha, penggunaan lahan tegal 1.467,89 Ha, 1.131,75 Ha untuk lahan tegal dan 161,15 Ha untuk lain-lain. Jadi pemanfaatan lahan seluruhnya terpusat pada sawah. b) Tahun 2000 Berdasarkan data diketahui bahwa penggunaan lahan sawah pada tahun 2000 sebesar 1.933,14 Ha. Tegal seluas 1467,89 Ha. Pekarangan/bangunan 1131,75 Ha. Tidak ada lahan yang digunakan untuk hutan negara dan hutan rakyat dan 161,15 Ha untuk lain-lain. c) Tahun 2005 Berdasarkan data diketahui bahwa penggunaan lahan sawah pada tahun 2000 sebesar 1.933,14 Ha. Tegal seluas 1467,89 Ha. Pekarangan/bangunan 1131,75 Ha. Tidak ada lahan yang digunakan untuk hutan negara dan hutan rakyat dan 161,15 Ha untuk lain-lain. d) Tahun 2007

Berdasarkan data diketahui bahwa penggunaan lahan sawah pada tahun 2000 sebesar 1.933,14 Ha. Tegal seluas 1467,89 Ha. Pekarangan/bangunan 1131,75 Ha. Tidak ada lahan yang digunakan untuk hutan negara dan hutan rakyat dan 161,15 Ha untuk lain-lain. e) Tahun 2015 Berdasarkan data diketahui bahwa penggunaan lahan sawah pada tahun 2000 sebesar 1.933,14 Ha. Tegal seluas 1467,89 Ha. Pekarangan/bangunan 1131,75 Ha. Tidak ada lahan yang digunakan untuk hutan negara dan hutan rakyat dan 161,15 Ha untuk lain-lain.

4. Produksi a. Tanaman pangan 1) Tabel dan grafik produksi tanaman pangan Tabel. 12 produksi tanaman pangan tahun 1995 sampai 2007 Produksi Tanaman pangan Padi Padi sawah Padi gogo Jagung Ubi kayu Kacang tanah Kedelai Kacang hijau Sorghum 1995 unit Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw 10750 4 17302 2830 85345 31690 15347 2221 2419 12903 3245 4 12 14446 12713 1733 1407 15140 2856 33 15305 2561 1767 11894 33370 12 14 127130 14070 151400 28560 -

2000

2005

2007

2015

-

Ketela rambat

Kw

-

-

-

-

-

Sumber: BPS Kab. Sragen Diagram produksi tanaman pangan

160000 140000 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 1995 2000 2005 2007 2015

Padi Padi sawah Padi gogo Jagung Ubi kayu Kacang tanah Kedelai Kacang hijau sorghum Ketela rambat

Gambar 15. Diagram jumlah produksi pertanian Grafik produksi tanaman pangan 2) Interpretasi a) Tahun 1995

Tanaman pangan yang terdapat di Kecamatan Kalijambe tahun 1995 adalah padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu dan kacang tanah. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui jumlah produksi tanaman di Kecamatan Kalijambe adalah untuk padi sawah sebesar 107.504 Kw, padi gogo sebesar 17.302 Kw, jagung 2.830 Kw, ubi kayu 85.345 Kw, kacang tanah 31.690 Kw. Jadi produksi tanaman pangan pada tahun 1995 yang paling banyak adalah padi sawah b) Tahun 2000 Tanaman pangan yang terdapat di Kecamatan Kalijambe tahun 1995 adalah padi sawah, padi gogo,

jagung, ubi kayu, kacang tanah ditambah kedelai dan kacang hijau. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui jumlah produksi tanaman di Kecamatan Kalijambe adalah untuk padi sawah sebesar 15.347 Kw, padi gogo sebesar 2.221 Kw, jagung 2.419 Kw, ubi kayu 212.903 Kw, kacang tanah 3.245 dan untuk tanaman kedelai dan kacang hijau adalah 4 Kw dan 12 Kw. Produksi tanaman pangan pada tahun 2000 mengalami banyak penurunan disbanding tahun 1995, tetapi ada penambahan pada produksi tanaman kedelai dan kacang hijau. c) Tahun 2005 Tanaman pangan yang terdapat di Kecamatan Kalijambe tahun 1995 adalah padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu, kacang tanah dan kacang hijau. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui jumlah produksi tanaman di Kecamatan Kalijambe adalah untuk padi sawah sebesar 12.713 Kw, padi gogo sebesar 1.733 Kw, jagung 1.407 Ha, ubi kayu 15.140 Kw, kacang tanah 2.856 Kw dan kacang hijau sebanyak 33 Kw. Secara garis besar produksi tanaman pangan pada tahun 2005 juga mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, bahkan tanaman kedelai tidak muncul pada tahun inih anya ubi kayu dan kacang hijau yang mengalami peningkatan dari tahun 2000. d) Tahun 2007 Tanaman pangan yang terdapat di Kecamatan Kalijambe tahun 1995 adalah padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu dan kacang tanah. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui jumlah produksi tanaman di Kecamatan Kalijambe adalah untuk padi sawah sebesar 15.305 Kw, padi gogo sebesar 2.561 Kw, jagung

21.767 Kw, ubi kayu 11.894 Kw, kacang tanah 33.370 Kw, kedelai 12 Kw dan kacang hijau 14 Kw. Sebaliknya pada tahun 2007 tanaman ubi kayu dan kacang hijau justru mengalami penurunan dari tahun 2005, semua jenis tanaman pangan pada tahun ini mangalami peningkatan kecuali ubi kayu dan kacang hijau. e) Tahun 2015 Pada proyeksi tahun 2015 jumlah hasil produksi tanaman pangan di kecamatan Kalijambe tidak semua mengalami peningkatan hanya tanaman jagung dan ubi kayu yang mengalami penungkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Dari table, diagram serta grafik diatas dapat diketahui dapat diketahui jumlah produksi tanaman pangan di kecamatan Kalijambe padi sawah 127.130 Kw, jagung 14.070 Kw, ubi kayu 151.400 Kw dan kacang tanah 28.560 Kw. b. Buah – buahan 1) Tabel dan grafik poduksi buah-buahan Tabel. 13 produksi buah-buahan tahun 1995 sampai 2007
Buah buah Alpokat Mangga Rambutan Jeruk Jambu air Sukun Belimbing Melinjo Nanas Sawo Pepaya pisang unit Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw 1995 836 26 38 325 287 66 2000 847 8 16 395 371 722 2005 5.197 151 74 1.013 2007 5.682 835 100 80 53 629 2015 44.507,2 12.016 2.827,5 1.119,3 9.537

Sumber: BPS Kab. Sragen

Diagram produksi buah-buahan
6000 5000 4000 3000 2000 1000 0
Mangga Jeruk Sawo Pepaya pisang

Gambar 16. Diagram jumlah produksi buah-buahan

1995

2000

2005

2007

Grafik produksi tanaman buah-buahan Grafik 16. Produksi buah-buahan 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Produksi buah-buahan yang terdapat di Kecamatan Kalijambe pada tahun 1995 adalah hanya mangga 836 Kw, jambu air 26 Kw, belimbing 38 Kw, sawo 325 Kw, pepaya 287 Kw dan pisang 66 Kw. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui dapat disimpulkan bahwa jumlah hasik produksi buah-buahan pada tahun 1995 yang paling banyak adalah mangga. b) Tahun 2000 Produksi buah-buahan yang terdapat di Kecamatan Kalijambe pada tahun 2000 mengalami peningkatan dari tahun 1995. Buah-buahan yang dihasilkan yaitu mangga sebanyak 847 Kw, rambutan 8 Kw, nanas 16 Kw, sawo 395 Kw, pepaya 371 Kw dan pisang sebanyak 722 Kw. Ada penambahan prodksi pada tahun ini yaitu produksi nanas dan

rambutan. Peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada produksi buah pisang. c) Tahun 20005 Produksi buah-buahan pada tahun 2005 di Kecamatan Kalijambe rata-rata mengalami penurunan karena ada produksi buah-buahan pada tahun ini tidak muncul pada di tahun sebelum-belunya ada. Seperti buah rambutan dan pepaya. Ada yang mangalami peningkatan juga seperti buah mangga sebanyak 5.1297 Kw, nanas 151 Kw dan pisang 1.013 Kw. Buah sawo manurun manjadi 74 Kw. d) Tahun 2007 Pada tahun 2007 produksi buah-buahan di kecamatan Kalijambe secara umum mengalami peningkatan. Buahbuahan yang dihasilkan antara lain mangga, rambutan, nanas, sawo, pepaya dan pisang. Berdasarkan tabel, diagaram dan grarik dapat diketahui bahwa produksi mangga sebanyak 5.682 Kw, rambutan 835 Kw, nanas 80 Kw, pepaya 53 Kw dan pisang sebanyak 629 Kw. e) Tahun 2015 Pada proyeksi tahun 2015 jumlah hasil produksi buah buahan di Kecamatan Kalijambe mengalami peningkatan. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui dapat diketahui jumlah produksi buah buahan di Kecamatan Sidoharjo mangga 44.057,2 Kwintal, nanas 12.016 Kwintal, sawo 2.827,5 Kwintal, papaya 1.119,3 Kwintal dan pisang 9.537 Kwintal. Sehingga dapat dapat disimpulkan bahwa jumlah hasi buah buahan tahun 2015 semakin meningkat. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa produksi akan mengalami peningkatan seiring kesadaran pentingnya untuk mengkomsumsi buah buahan.

c.

Produksi sayuran 1) Tabel diagram dan grafik produksi sayuran Tabel 14 Produksi sayuran
Produksi sayuran Bawang merah Bawang putih Bawang daun Kacang panjang Sawi Ketimun Cabe besar Cabe rawit Terong Buncis Kangkung Bayam Labu siam Wortel Kentang Tomat uni t Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw 70 197 1995 2000 306 1136 556 11360 2005 2007 2015

Sumber: BPS Kab. Sragen Diagram produksi sayuran

12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1995 2000 2005 2007 2015
Gambar 17. Diagarm produksi sayuran Grafik produksi sayuran Grafik 17. Produksi sayuran 2) Interpretasi a) Tahun 1995

Bawang merah Bawang putih Bawang daun Kacang panjang Sawi Ketimun Cabe besar cabe rawit Terong Buncis Kangkung
Pada Tahun 1995 produksi sayuran Bayamyang yang terdapat di Kecamatan Kalijambe sangat sedikit sekalisiam Labu yaitu cabe besar dan bayam saja. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui jumlah produksi sayuran yang berproduksi cabe sebesar 197 Kwintal, sedangkan untuk Kentang bayam sebanyak 70 Kwintal. Jadi dapat disimpulkan bahwa pertanian hortikultura di kecamatan Kalijambe pada tahun 1995 sangat rendah.

Wortel

Tomat

b)

Tahun 2000 Produksi sayuran pada tahun 2000 mengalami peurunan, dapat dilihat dari produksi sayuran yang dihasilkan yaitu hanya berupa sayuran kacang panjang yang hanya 306 kwintal. Sayuran cabe besar dan bayam tidak berproduksi pada tahun ini.

c)

Tahun 2005 Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahwa produksi sayuran di Kecamatan kalijambe sangatlah rendah. Berdasarkan tabel, diagram dan grafik dapat diketahui pada tahun 2005 di Kecamatan kalijambe hanya berproduksi tamanan sayur cabe besar yaitu sebanyak 1.136 Kwintal. Mengalami kenaikan produksi dari tahun 1995 yang hanya berproduksi sebanyak 197 kwintal.

d) Tahun 2007 Sama seperti tahun 2005, pada tahun 2007 pun hanya sayuran cabe besar yang berproduksi di kecamatan Kalijambe yaitu sebanyak 556 kwintal. Berarti mengalami penurunan dari tahun 2005. e) Tahun 2015 Pada proyeksi tahun 2015 jumlah hasil produksi sayuran di Kecamatan Kalijambe mengalami peningkatan pada produksi sayuran cabe besar dan hanya sayuran tersebut yang berproduksi pada tahun 2015 . Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui jumlah produksi sayuran di Kecamatan Cabe besar sebanyak 11.360 Kwintal, sehingga dapat dapat disimpulkan bahwa jumlah hasil sayuran tahun 2015 semakin meningkat. Jadi dapat disimpulkan pertanian hortikultura di Kecamatan Kalijambe sangat rendah, dapat dilihat dari jumlah produksi varietas yang tidak pernah mengalami penigkatan. Hal ini disebabkan semakin sempinya lahan pertanian di Kecamatan Kalijambe.

d.

Perkebunan Rakyat 1) Tabel, diagaram dan grafik perkebunan rakyat Tabel 14 Perkebunan Rakyat
Perkebunan rakyat Kelapa dalam 21Kelapa deres Cengkeh Jambu mete Kapuk Randu Kopi arabika Kopi robusta Tebu Kapas Kakao Panili Jaggelan Lada Melinjo Wijen Cabe jamu Jahe Lengkuas Kencur Kunyit Jarak pagar unit Butir (000) Butir Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw Kw 1995 2000 1236.7 386.5 16.9 9677 1530 3771.75 2005 1442 549 25.2 8693.85 2380 8400 2007 610 431.3 21.6 6343.74 143 8050 2015 2117 958 44 14592 4262 14.162 -

Sumber : Data BPS Kabupaten sragen Diagram Perkebunan Rakyat
12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1995 2000 2005 2007
K e la p a d a la m Ja m b u m e te Kapuk Randu Te b u

Gambar 18 . Diagram Perkebunan Rakyat

Grafik Perkebunan Rakyat

Grafik 18. Perkebunan Rakyat 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Perkenunan rakyat di Kecamatna Kalijambe tidak begitu diminati oleh masyarakat Kalijambe, dapat dilihat dari tabel, diagarm dan grafik bahwa pada tahun 1995 di Kecamtan Kalijambe tidak berkembang perkebunan rakyat. b) Tahun 2000 Pada tahun 2000 perkebunan rakyat mengalami peningkatan. Banyak jenis tanaman perkrbunan yang berproduksi pada tahun ini seperti tanaman kelapa (dalam), jambu mete, kapuk randu, tebu, jahe dan kencur. Berdasarkan tabel, diagram dan grafik dapat diketahui perkebunan kelapa sebanyak 1.236 butir, jambu mete 386 Kwintal, tebu 9.677 kwintal, jahe 1.530 kwintal dan kencur 3771 Kwintal. c) Tahun 2005 Secara umum produksi tanaman perkebunaan di kecamatan Kalijambe pada tahun 2005 mengalami peningkatan, tetapi ada yang menuru seperti tanaman tebu yang hanya berproduksi sebanyak 8.693,85 kwintal.

Berdasarkan tabel, diagaram dan grafik dapat diketahui tanaman kelapa (dalam) berproduksi sebanyak 1.442 butir, jambu mete 549 Kwintal, kapuk randu 25,2 Kwintal, 2.380 Kwintal dan 8.400 Kwintal untuk tanaman jahe dan kencur. d) Tahun 2007 Pada Tahun 2007 perkebunan yang berproduksi di Kecamatan Kalijambe mulai mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu kelapa (9dalam) sebanyak 610 butir, jambu mete 431,3 Kwintal, 21,6 kwintal untuk tanaman kapuk randu, tebu 6.343,74 Kwintal, 2.380 Kwintal dan 8.050 kwintal untuk tanamn jahe dan kencur. Hal ini dikarenakan semakin sempinya areal lahan. e) Tahun 2015 Pada proyeksi tahun 2015 jumlah hasil produksi perkebunan di Kecamatan Kalijambe mengalami peningkatan yang sangat signifikan seperti kelapa (dalam0 sebanyak 2.117 butir, jambu mete 958 Kwintal, kapuk randu 44 Kwintal,tebu 14.592 Kwintal, jahe 4.262 Kwintal dan kencur 14.162 Kwintal. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas, dapat dapat disimpulkan bahwa jumlah hasil perkebunan tahun 2015 semakin meningkat. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa produksi perkebunan akan mengalami peningkatan.

e. 1)

Jumlah ternak Tabel 15. Jumlah ternak Jumlah Ternak Sapi perah Sapi biasa Kerbau Domba Kambing Babi Kuda 199 5 461 7 10 452 7 193 0 200 0 306 4 30 428 7 426 4 2005 3874 13 4463 4570 2007 3907 2 4517 4617 2015 38740 33 44630 45700 -

Tabel dan Grafik Peternakan

Sumber: Data BPS Kabupaten Sragen Diagram Jumlah Ternak
5000 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 1995 2000 2005 2007

Sapi biasa Kerbau Domba Kambing

Gambar 19. Diagram Jumlah Ternak

Grafik Jumlah Ternak

2015 50000 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 1 2 3 4 2015

Grafik 19.Jumlah ternak 2) a) Interpretasi Tahun 1995

Dari keterangan diatas jumlah produksi ternak Sapi sejumlah 4617 ekor, kerbau 10 ekor, domba 4527 ekor, kambing 1930. Produksi ternak terbanyak adalah sapi sedangkan terrendah adalah kerbau. b) Tahun 2000 Tahun 2000 jumlah produksi ternak adalah sebagai berikut Sapi sejumlah 3064 ekor, Kerbau sebanyak 30, Domba sejumlah 4387, kambing berjumlah 4264. Dari data diatas, hasil produksi spi dan domba mengalami penurunan sedangkan kerbau dan kambing meningkat. c) Tahun 2005 Tahun ini jumlah produksi ternak sapi, kerbau, domba,dan kambing yaitu sebesar 3874 ekor, 13 ekor, 4463 ekor, 4570 ekor. d) Tahun 2007 Tahun 2007 produksi sapi sejumlah 3907, kerbau 2 ekor, domba sebanyak 4517, dan kambing sebanyak 4617. Pada tahun ini jumlah produksi kerbau mengalami

penurunan karena banyak yang beralih memelihara domba dan sapi karena dirasa lebih menjanjikan. e) Tahun 2015 Dari tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui dapat diketahui jumlah produksi ternak yang meliputi ternak Sapi sebesar 38740 ekor, kerbau 33 ekor, domba 44630 ekor, kambing 45700 ekor. Dari perkiraan perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa bahwa jumlah produksi ternak semakin meningkat, sehingga tidak perlu mendatangkan dari daerah lain. f. Jumlah unggas 1) Tabel, diagram dan grafik jumlah unggas Tabel 16 jumlah unggas
Unggas Ayam kampung Ayam Ras Itik Itik manila Angsa Puyuh 1995 45801 14000 900 423 47 2000 52180 44450 307 157 26 2005 37660 168499 686 84 10 2007 38302 270597 499 394 $14 2015 376600 1684990 6860 840 -

Sumber: BPS Kab. Sragen Diagram jumlah unggas
300000 250000 200000 150000 100000 50000 0
A y a m kamp un g A y a m Ra s Itik Itik ma nila A ngs a

Gambar 20. Diagram jumlah unggas pada tahun 2015

1995

2000

2005

2007

Grafik jumlah unggas
2015 1800000 1600000 1400000 1200000 1000000 800000 600000 400000 200000 0 2015

Grafik 20. proyeksi jumlah petugas kesehatan tahun 2015 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Berdasarkan data yang ada kita dapat melihat bahwa unggas yang ada adalah ayam kampung, ayam ras, kelinci itik manila, angsa dan itik. Tahun 1995 jumah ayam kampung sebanyak 4580 ekor, ayam ras sebanyak 14000 ekor, itik manila sebanyak 423 ekor angsa sebanyak 47 ekor dan itik sebanyak 900 ekor. b) Tahun 2000 Tahun 2000 jumlah ayam kampung sebanyak 52.180 ekor, ayam ras sebanyak 44.450 ekor, itik manila sebanyak 157 ekor, angsa sebanyak 26 ekor dan itik sebanyak 307 ekor. Jadi pada tahun 2000 mengalami peningkatan hanya pada jumlah unggas ayam kampong dan ayam ras. c) Tahun 2005 Tahun 2005 jumlah ayam kampung sebanyak 37.660 ekor, ayam ras sebanyak 168.499 ekor, itik manila sebanyak 84 ekor, angsa sebanyak 10 ekor dan itik sebanyak 686 ekor. Jumlah unggas pada tahun ini mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, hanya

1

2

3

4

5

6

jumlah unggas ayam ras dan itik yang mengalami peningkatan. d) Tahun 2007 Jumlah ayam kampung sebanyak 38.320 ekor, ayam ras sebanyak 270.547 ekor, itik manila sebanyak 394 ekor, angsa sebanyak 14 ekor dan itik sebanyak 499 ekor. Ada yang menalami peningkatan dari tahun 2005 seperti ayam kampung, ayam ras, itik manila dan angsa, sedangkan yang mengalami penurunan adalah itik. e) Tahun 2015 Proyeksi tahun 2015 jumlah hasil produksi ternak unggas di Kecamatan Kalijambe secara umum mengalami peningkatan. Berdasarkan tabel, diagram serta grafik diatas dapat diketahui jumlah produksi ternak di Kecamatan Kalijambe ternak ayam kampung sebanyak 376.600 ekor, ayam ras 1.684.990 ekor, itik 6.860 ekor, 840 ekor dan 417 ekor unuk itik manila dan angsa. Dapat disimpulkan bahwa jumlah hasik produksi ternak pada tahun 2015 jumlah produksi ternak unggas semakin meningkat. g. Produksi Telur dan Susu 1) Tabel dan Grafik Produksi Telur dan Susu Tabel 16 Produk Telur dan Susu
Produksi Telur dan Susu Ayam ras Ayam kampong Itik Puyuh Susu (liter) 1995 kg Kg Kg 120200 22870 310 20 00 3538 31730 2127 3868 2005 2007 46618 15944 5480 2191 2015 856020 92130 3235 20638 -

Sumber : Data BPS Kabupaten Sragen

Diagram Produksi Telur dan Susu

Gambar 21 . Diagram Produksi Telur dan Susu Grafik Produksi Telur dan Susu

Grafik 21. Produksi Telur dan Susu 2) Interpretasi a) Tahun 1995 Tahun 1995 produksi telur dihasilkan oleh ayam ras sebanyak 120200, ayam kampung sebanyak 22870, dan itik sebanyak 310. b) Tahun 2000 Tahun 2000 produksi telur dihasilkan oleh ayam ras sebanyak 3538, ayam kampung 31730, itik sebanyak 2127, dan puyuh sebanyak 3868.

c)

Tahun 2007 Tahun 2007 produksi telur yang dihasilkan oleh ayam ras sebanyak 46618, ayam kampung sebanyak 15944, itik sebanyak 5480, dan puyuh sebanyak 2191.

d)

Tahun 2015 Menurut data yang telah terhitung, produksi telur yang dihasilkan adalah sebagai berikut, ayam ras 856020, ayam kampung sebanyak 92130, itik sebanyak 3235, dan puyuh sebanyak 20638.

B. PEMBAHASAN 1. Kecamatan Kali Jambe terletak pada ketinggian 123 mdl dengan curah hujan 2040 milimeter dan hari hujan 89 hari per tahun. Kecamatan Kali Jambe terdiri dari 14 desa. Adapun batas wilayah Kecamatan Kali Jambe dengan kecamatan yang lainnya yaitu: Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat 2. : Kecamatan Gemolong : Kecamatan Plupuh : Kabupaten Karanganyar : Kabupaten Boyolali

Jumlah penduduk perempuan di Kecamatan Kali Jambe pada tahun 1995-2000 lebih banyak daripada jumlah penduduk laki-laki. Namun, setelah tahun tersebut jumlah penduduk laki-laki mendominasi. Angka kelahiran mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu banyaknya pasangan usia subur yang mengakibatkan kemungkinan terjadinya natalitas semakin besar, peningkatan sarana atau fasilitas kesehatan yang cukup menunjang terjadinya natalitas, masih berkembangnya pikiran masyarakat yang kolot dengan menikahkan anaknya pada usia muda karena takut anaknya menjadi perawan tua, program Keluarga Berencana sebelum tahun 2000 yang belum tersosialisasi secara menyeluruh. Namun, setelah tahun 2000 pengguna alat kontrasepsi mengalami peningkatan dan diharapkan dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sehingga tidak terjadi ledakan penduduk. Angka kematian penduduk di Kecamatan Kali Jambe pada tahun 1995-2005 mengalami penurunan, namun pada tahun 2007 angka kematian tersebut meningkat. Hal ini disebabkan karena fasilitas kesehatan yang tidak terlalu banyak mengalami peningkatan bahkan cenderung tetap dari tahun ke tahun adapula yang mengalami penurunan. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan juga menjadi salah satu sebab yang ikut mendorong tingginya angka kematian di Kecamatan Kali Jambe. Angka migrasi penduduk datang pada tahun 1995-2000

mengalami peningkatan tapi pada tahun 2007 menurun. Hal ini disebabkan karena lapangan pekerjaan yang ada di desa sempit dan monoton yaitu hanya sebagai petani, penghasilan yang kecil sehingga menyebabkan penduduk usia produktif memilih meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Angka migrasi penduduk pergi tahun 1995-2000 menurun namun pada tahun 2005-2007 mengalami kenaikkan, karena anggapan masyarakat bahwa kota besar selalu mendatangkan penghasilan yang besar dan lapangan pekerjaan yang menjanjikan serta bervariasi. Selain alasan ekonomi (bekerja), penduduk Kali Jambe meninggalkan desa mereka dengan alasan pendidikan 3. Tata guna lahan di Kecamatan Kali Jambe sebagian besar digunakan sebagai lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Di Kecamatan Kali Jambe tidak ada lahan yang digunakan untuk hutan negara dan hutan rakyat. Produksi tanaman yang di tanam pada lahan pertanian di daerah tersebut bermacam-macam yaitu meliputi tanaman pangan (padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu, kacang tanah, kedelai, kacang hijau), buah-buahan (mangga, rambutan, sawo, papaya, pisang, nanas) dan sayur-sayuran (kacang panjang, cabe merah, bayam). Produksi tanaman yang ditanam pada perkebunan rakyat antara lain jambu mete, kapuk randu, jahe, kencur dan tebu. Peternakan di Kecamatan Kali Jambe di dominasi oleh sapi, kambing, domba dan ayam baik ayam ras maupun ayam kampung. Walaupun begitu, ada pula penduduk yang memelihara kerbau, itik, itik manila, maupun angsa. Adapun hasil dari peternakan tersebut adalah telur dari ayam ras yang mengalami penurunan pada tahun 2000 dan pada tahun 2005 tidak berproduksi dan baru pada tahun 2007 berproduksi lagi. Sedangkan hasil pada telur ayam kampung tidak sebanyak hasil pada telur ayam ras namun hasilnya terus meningkat. Semakin besar hasil produksi maka kesejahteraan penduduk semakin meningkat karena pemenuhan kebutuhan yang dapat terpenuhi secara cukup.

PERUBAHAN TAHUN 1995 - 2007 Dari data yang telah dianalisis diatas terdapat perubahan -perubahan dari tahun 1995 sampai tahun 2007. Pada bidang kependudukan terdapat perubahan jumlah penduduk yang begitu signifikan. Perubahan tersebut mungkin disebabkan oleh beberapa faktor misalnya kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Untuk bidang kesehatan perubahan yang terjadi hanya sedikit. Pada fasilitas kesehatan dari tahun 1995 sampai tahun 2007 hanya ada sedikit peningkatan. Sedangkan untuk petugas kesehatan ada peningkatan. Unutk keluarga Berencana terjadi perubahn dari tahun 1995 sampai tahun 2007 yang cukup besar. Untuk penggunaan lahan hampir tidak ada perubahan luas lahan dari tahun 1995 sampai tahun 2007. Hal tersebut di sebabkan karena lahan tersebut hanya digunakan untuk proses pertanian saja dan tidak di gunakan unutk yang lain misalnya, industrialisasi. Untuk produksi kecamatan Tanon tidak begitu memiliki banyak produksi – produksi hasil pertanian, jumlah ternak, dan unggas, sehingga perubahan yang terjadi tidak begitu terlihat. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh kurangnya fasilitas untuk kegiatan berproduksi terutaman di biodang pertanian.

IV. A. Kesimpulan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari berbagai uraian diatas maka dapat diambil beberapa kesimpulan, diantanya yaitu: 1. Demografi merupakan bagian dari studi kependudukan. 2. Jumlah penduduk perempuan di Kecamatan Kali Jambe pada tahun 1995-2000 lebih banyak daripada jumlah penduduk laki-laki. Namun, setelah tahun tersebut jumlah penduduk laki-laki mendominasi. 3. Angka kelahiran mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu banyaknya pasangan usia subur yang mengakibatkan kemungkinan terjadinya natalitas semakin besar, peningkatan sarana atau fasilitas kesehatan yang cukup menunjang terjadinya natalitas, masih berkembangnya pikiran masyarakat yang kolot dengan menikahkan anaknya pada usia muda karena takut anaknya menjadi perawan tua, program Keluarga Berencana sebelum tahun 2000 yang belum tersosialisasi secara menyeluruh. 4. Angka kematian penduduk di Kecamatan Kali Jambe pada tahun 19952005 mengalami penurunan, namun pada tahun 2007 angka kematian tersebut meningkat. Hal ini disebabkan karena fasilitas kesehatan yang tidak terlalu banyak mengalami peningkatan bahkan cenderung tetap dari tahun ke tahun. 5. Angka migrasi penduduk datang pada tahun 1995-2000 mengalami peningkatan tapi pada tahun 2007 menurun. Angka migrasi penduduk pergi tahun 1995-2000 menurun namun pada tahun 2005-2007 mengalami kenaikkan. 6. Tata guna lahan di Kecamatan Kali Jambe sebagian besar digunakan sebagai lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Di Kecamatan Kali Jambe tidak ada lahan yang digunakan untuk hutan negara dan hutan rakyat.

7. Produksi tanaman yang di tanam pada lahan pertanian di daerah tersebut bermacam-macam yaitu meliputi tanaman pangan (padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu, kacang tanah, kedelai, kacang hijau), buahbuahan (mangga, rambutan, sawo, papaya, pisang, nanas) dan sayursayuran (kacang panjang, cabe merah, bayam). Produksi tanaman yang ditanam pada perkebunan rakyat antara lain jambu mete, kapuk randu, jahe, kencur dan tebu. B. Saran Sedikit saran yang diperlukan agar masyarakat Indonesia memperoleh kesejahteraan kaitannya dengan kependudukan yaitu: 1. Pemerintah harus bisa mengarahkan masyarakatnya untuk ikut serta dalam proses-proses yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat. 2. Berbagai kegiatan yang bersifat kependudukan seperti sensus penduduk dan lainnya, pelaksanaannya harus sesuai dengan aturan dan harus bersifat lebih teliti dan akurat lagi. 3. Fasilitas-fasilitas kesehatan harus diperbaiki dan ditambah jumlahnya agar masyarakat mudah dalam memperoleh sarana kesehatan

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Mobilitas Penduduk Indonesia. www.id.wikipedia.org/wiki/ demografi. Diakses tanggal 15 Mei 2009 pukul 13.00 WIB Creutzberg, Pieter.1987. Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia.Obor .Jakarta Daerah Aliran Sungai. Jurnal Teknik Sipil, Vol. 3 No. 2. Banjaran Djadja, Saefullah. 2009. Modernisasi Pedesaan.Puslit KP2W LEMLIT. Bandung Djuhari, Wiranarta Kusumah. 1993. Ciri Demografi Kualitas Penduduk dan Pengembangan Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta Hunt L. Chester, dkk. 1989. Sosiologi. Edisi 6. Erlangga. Jakarta Mantra, IB. 2004. Demografi Umum. Pustaka Pelajar. Yogyakarta Mantra, Ida Bagoes. 2003. Demografi Umum. Edisi kedua. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Said Rusli. 1983. Pengantar Ilmu Kependudukan. Jakarta: LP3ES. Sebastian.2006. Seberapa Besar Pengaruh Pertanian pada Suatu Desa. Obor. Jakarta Creutzberg, Pieter.1987. Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia.Obor .Jakarta Djadja, Saefullah. 2009. Modernisasi Pedesaan.Puslit KP2W LEMLIT. Bandung Suroso.2006. Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Daerah Aliran Sungai. Jurnal Teknik Sipil, Vol. 3 No. 2. Banjaran Sebastian.2006. Seberapa Besar Pengaruh Pertanian pada Suatu Desa. Obor. Jakarta Suroso.2006. Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Daerah Aliran Sungai. Jurnal Teknik Sipil, Vol. 3 No. 2. Banjaran Tjiptonerijanto, Rozy. 1987. Penduduk dan Pembangunan Ekonomi. Bima Aksara. Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->