Anda di halaman 1dari 17

Kelainan Genetik

Grace Eka Putri A. Praing 102009215


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat 11510
gpraynk@yahoo.co.id

PENDAHULUAN

Tidak semua persalinan membuahkan hasil seperti yang diinginkan,ada kalanya bayi lahir
dengan kelainan bawaan,yaitu kelainan yang diperoleh sejak bayi dalam kandungan. Sekitar 3%
bayi baru lahir mempunyai kelainan bawaan. Meskipun angka ini termasuk rendah,akan tetapi
kelainan ini dapat mengakibatkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Di negara maju<
30% dari penederita dirawati di rumah sakit anak terdiri dari penderita penyakit kongenital dan
akibat yang ditimbulkannya. Sepuluh persen kematian periode prenatal dan 40% kematian
periode satu tahun pertaman disebabkan oleh kelainan bawaan.
Dengan keberhasilan penganggulangan penyakit akibat infeksi dan gangguan gizi,
masalah yang akan muncul dipermukaan adalah masalah genetik (termasuk didalmnya kelainan
bawaan). Di Inggris pada tahun 1900 angka kematian bayi adalh 154 per 1000 kelahiran hidup
dan 3,5 diantaranya disebabkan oleh kelainan genetik. Pada tahun 1986 angka kematian bayi
turun menjadi 9,6 per 1000 kelahiran hidup, tahun 1991 7,4 per 1000 kelahiran hidup, akan tetapi
angka kematian karena kelainan genetik tidak berubah yaitu 3,5 per 1000 kelahiran hidup. Dari
angka tersebut dapat dilihat bahwa kontribusi kelainan genetik terhadap angka kematian bayi
meningkat dari 3% menjadi hampir 50%. 1

1 | penyakit genetis manusia

PEMBAHASAN

1. Anamnesis
Wawancara riwayat kesehatan adalah percakapan dengan pasien yang memiliki suatu
tujuan. Tujuan utama wawancara praktisi-pasien adalah meningkatkan kesejahteraan pasien.
Selain itu, anamnesis bertujuan ntuk mendapatkan fakta tentang keadaan penyakit si pasien
dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Wawancara dapat dilakukan dengan pasien sendiri yang disebut auto-anamnesis tetapi
dapat juga dilakukan dengan menanyai keluarga atau yang menemani pasien misal pada
anak-anak atau bila pasien dalam keadaan gawat atau menderita strok dengan afasia dan
disebut allo-anamnesis.
Bagan anamnesis terdiri atas:
Menanyakan identitas pasien, meliputi nama lengkap, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin,
nama orang tua atau suami atau istri atau penanggung jawab, alamat, pendidikan, pekerjaan,
suku bangsa dan agama. Identitas perlu ditanyakan untuk memastikan bahwa pasien yang
dihadapi adalah memang benar pasien yang dimaksud.
Menanyakan keluhan utama yang menjadi sebab mengapa dia datang mencari pertolongan
ke dokter.
Menanyakan riwayat penyakit sekarang yaittu riwayat perjalanan penyakit yang merupakan
ceritera yang kronologis, terinci dan jelas mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum
keluhan utama sampai pasien datang berobat.
Menanyakan riwayat penyakit dahulu yang bertujaun untuk mengetahui kemungkinankemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakit
sekarang.
Menanyakan penyakit-penyakit yang terdapat dalam keluarganya. Hal ini penting untuk
mencari kemungkinan penyakit herediter, familial atau penyakit infeksi.
Menurut kasus, didapatkan seorang ibu yang membawa anaknya ke dokter dengan
keluhan belum menstruasi dan kurang pandai disekolah.

2 | penyakit genetis manusia

2. Pemeriksaan
2.1 Pemeriksaan Fisik
Dari inspeksi dapat kita temukan bahwa anak ini bertubuh pendek,
terdapat webneck (kelainan pada leher yang tampak melebar, ada lipatan kulit di
klavikula ke kepala) dan cubitus valgus (kelainan deformitas pada siku).
Pada inspeksi sindrom down ditemukan bertubuh pendek, wajah
triangular, web-neck, garis rambut belakang rendah, dada lebar, jarak antar puting
jauh, lengan cubitus valgus, jari kecil, amenorhea primer, steril, tidak terdapat
tanda-tanda seks sekunder (rambut di pubis sedikit).2

Antropometri
Kita lakukan pemeriksaan antropometri pada usia dewasa, yang kita ukur:
Berat badan
Tinggi badan
IMT=BB (kg) : TB(m)2

Klasifikasi IMT (Asia Pasific, 2003)


Berat badan (BB)
BB kurang
BB normal
BB lebih
Preobesitas
Obesitas I
Obesitas II

IMT
<18,5
18,5-22,9
23,0
23,0-24,9
25,0-29,9
30,0

Lingkar lengan atas


Lingkar perut (Lpe)
Lingkar panggul (Lpa)
Rasio Lpe-Lpa = menentukan adanya distribusi lemak tubuh sentral di daerah
abdomen (akumulasi lemak sentral/obesitas). Makin besar rasionya makin tinggi
resiko penyakit jatung koroner.
o Perempuan <0,85

3 | penyakit genetis manusia

o Laki-laki <0.95

2.2 Pemeriksaan penunjang


Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada anak remaja berusia 14 tahun ini antara lain:
1. Karyotyping
Analisis kromosom atau karyotyping adalah tes untuk memeriksa kromosom
dalam sampel sel, yang dapat membantu mengidentifikasi masalah genetik sebagai
penyebab gangguan atau penyakit. Tes ini dapat berupa hitung jumlah kromosom dan
mencari perubahan struktural kromosom. Tes ini dapat dilakukan pada hampir jaringan
apapun, seperti : cairan ketuban, darah, sumsum tulang. Sampel tersebut akan diperiksa
dibawah mikrosop untuk memerika bentuk, ukuran, dan jumlah kromosom.3
2. USG
USG dapat dilakukan pada ovarium dan ginjal. Untuk melihat adanya kelainan
pada organ-organ tersebut seperti misalnya ovarium yang tidak berkembang, karena
dalam kasus remaja ini belum mengalami menstruasi, sehingga dapat dipastikan dengan
pemeriksaan USG ini.
3. Laboratorium ( Peningkatan kadar LH dan FSH )
Pemeriksaan kadar gonadotrophin plasma, terutama hormon perangsang folikel
(FSH) sangat meningkat di atas kadar kontrol sesuai umur selama masa bayi, pada usia
sekitar 2-3 tahun terjadi penurunan progresif pada kadarnya sampai kadar ini mencapai
titik terendah pada usia 6-8 tahun, pada usia 10-11 tahun, kadar ini meningkat sampai
kadar dewasa kastrasi. Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan hotmon LH
(Luteinizing hormon). Hasil LH akan meningkat dari normal pada sindrom Turner.

3. Diagnosis banding
Berdasarkan kasus, yang hanya memaparkan kelainan yang terlihat secara fisik,
maka diambil 2 (dua) diagnosis yang paling mendekati kelainan yng terlihat pada anak
gadis tersebut yaitu Sindrom Turner dan Sindrom Noonan.
4. Epidemiologi
4 | penyakit genetis manusia

Angka kejadian secara keseluruhan sindrom Turner adalah 1 dari 5000 kelahiran
hidup bayi perempuan. Kejadian pada saat konsepsi lebih tinggi, tetapi 99% mengalami
abortus spontan.
Sedangkan epidemiologi dari Noonan Syndrome belum diketahui. Dilaporkan
antara 1 dari 1000 dan 1 dari 2500 kelahiran hidup baik laki-laki maupun perempuan di
seluruh dunia. Pada sindrom ini perawatan multidisiplin merupakan kunci keberhasilan
yang utama dalam mengelola anak-anak yang menderita Noonan Syndrome.
5. Etiologi dan Patofisiologi
5.1 Turner Syndrome
Pada wanita normal, mereka memiliki sepasang kromosom X pada pasangan
yang ke 23 , tetapi untuk wanita yang mewarisi sindrom Turner, mereka hanya memiliki
satu X kromosom pada pasangan yang ke 23. Tetapi kromosom ini mampu berfungsi
sepenuhnya seperti wanita normal. Dalam tes yang jarang dijumpai,kedua-dua X
kromosom ikut pada pasangan ke 23 tapi tidak normal. Bagi karyotip wanita yang
normal dilabel 46,XX ; individual dengan sindrom Turner adalah 45,X0. Dalam sindrom
Turner, ciri-ciri seksual wanita hadir tapi kurang berkembang.4

Sindrom Turner biasanya disebabkan oleh hilangnya kromosom X. Sindroma ini


bukan merupakan penyakit keturunan, tetapi kadang salah satu orang tua membawa
kromosom yang telah mengalami penyusunan ulang, yang bisa menyebabkan terjadinya
kelainan ini.
Seorang janin perempuan (biasanya XX) dapat bertahan hidup dengan hanya satu
kromosom X, tapi janin laki-laki (biasanya XY) tidak dapat bertahan hidup dengan hanya
satu kromosom Y. Hal ini karena tidak memiliki kromosom X jauh lebih buruk daripada
tidak memiliki kromosom Y. Kromosom Y membawa sedikit gen sangat penting bagi
kehidupan. Sebaliknya, kromosom X yang lebih panjang molekul DNA dan mengandung
banyak gen yang dibutuhkan untuk fungsi sel.
Sindrom turner (Disgenesis gonad) biasanya disebabkan oleh apa yang disebut
nondisjunction. Jika sepasang kromosom seks gagal untuk memisahkan selama
5 | penyakit genetis manusia

pembentukan telur (atau sperma), ini disebut sebagai nondisjunction. Ketika abnormal ini
menyatu untuk membentuk embrio, embrio yang mungkin akan berakhir dengan
kehilangan satu dari kromosom seks (X). Sebagai embrio tumbuh dan sel-sel membagi,
setiap sel dari tubuh bayi akan kehilangan salah satu kromosom X. Yang kelainan tidak
diwarisi dari orang tua yang terkena (bukan diturunkan dari orang tua ke anak) karena
wanita dengan sindrom turner (Disgenesis gonad) biasanya steril dan tidak bisa punya
anak. Pada sekitar 20 persen dari kasus-kasus sindrom turner(Disgenesis gonad), salah
satu kromosom X yang abnormal. Mungkin berbentuk seperti cincin, atau hilang
beberapa bahan genetik (delesi

lengan pendek). Sekitar 30% anak dengan kelainan

hanya hilang kromosom X dalam beberapa sel mereka. Pola kromosom campuran ini
dikenal sebagai mosaicism. Namun dengan teknik pemeriksaan kromosom yang lebih
sensitif, mosaikisme terungkap hingga 75% kasus.
Gadis dengan pola ini mungkin memiliki gejala yang lebih sedikit karena mereka
masih memiliki beberapa normal (XX) sel. Salah satu gen yang hilang pada kromosom X
adalah gen SHOX, yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan tulang panjang. SHOX
gen yang hilang adalah alasan gadis-gadis yang memiliki kelainan yang sangat pendek.
Kehilangan gen yang mengatur perkembangan ovarium dapat mempengaruhi
karakteristik seksual.
Diperkirakan bahwa sebagian besar (sampai 90%) janin dengan kariotipe ini
mengalami abortus spontan. Mortalitas sindrom turner dalam rahim sering dihubungkan
dengan edem berat dan higroma kistik (limfangioma biasanya terdapat di leher dan terdiri
dari kista besar, multiokuler, dan berdinding tipis). Jika proses penelanan pada janin
mengalami obstruksi, akan terjadi polihidramion. Pada banyak keadaan edema janin
berat, efusi paru mengganggu perkembangan paru. Namun bayi lahir hidup mempunyai
prognosis yang sangat baik.
Gonad telah ada saat lahir dan bersifat infantil (karakter masa kanak-kanak yang
menetap sampai pada masa dewasa, ditandai dengan retradasi mental, organ seksual yang
tidak berkembang dan sering kali disertai kekerdilan). Gadis dengan gangguan ini gagal
untuk memulai pubertas ketika mereka seharusnya. Hal ini karena ovarium yang

6 | penyakit genetis manusia

memproduksi sel telur, serta hormon seks estrogen dan progesteron gagal untuk
mengembangkan secara normal.
Penderita sindrom Turner memiliki beberapa cenderung ciri fisik tertentu seperti
bertubuh pendek, kehilangan lipatan kulit di sekitar leher, pembengkakan pada tangan
dan kaki, wajah menyerupai anak kecil, dan dada berukuran kecil.
Beberapa penyakit cenderung menyerang penderita sindrom ini, di antaranya
adalah penyakit kardiovaskular, penyakitginjal dan tiroid, kelainan rangka tulang seperti
skoliosis dan osteoporosis, obesitas, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.
Sebagian besar penderita sindrom ini tidak memiliki keterbelakangan intelektual, namun
dibandingkan wanita normal, penderita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk
menderita keterbelakangan intelektual. Sebagian penderita sindrom Turner memiliki
kesulitan dalam menghafal, mempelajari matematika, serta kemampuan visual dan
pemahaman ruangnya rendah. Perbedaan fisik dengan wanita normal juga membuat
penderita sindrom Turner cenderung sulit untuk bersosialisasi.
Gadis 14 tahun

Sindrom Turner
Defek pada kromosom X
(karna disjunction atau delesi lengan pendek (Xp)
Kehilangan aksi gen pengatur
perkembangan dan fungsi
ovarium

Kehilangan aksi gen


SHOX (Short stature
homebox)
Disgenesis
epifisis
Abnormalitas pd respon pertumbuhan
tulang (tdk sempurnanya faktor
transkripsi o/sel2 granulosa yg
diekspresikan pd osteoblas
Short stature
Tdk trjdi
penggabungan
awal dri epifisis
dg batang tulang
panjang

Pertumbuhan
tulang
7 | penyakit genetis manusia

Disgenesis
gonadal
Ovarium tdk
berkembang

Estrogen tdk
diproduksi
Aktivitas
osteoblasti
k menurun

Menghambat
:

Amenorh
ea primer

-Perkmbngan
j.ikat stroma
payudara

Sel2 teka
folikel tdk
berkmbang
&
mnghasilkan
perkusor
hormon
Mhambat
androgen
prtumbuhan
rmbut axila &
pubis

pertumbuha
n sist.
Duktus yg
luas

5.2 Noonan Syndrome

Keterlambatan
perkembangan ciri
kelamin sekunder dg
status pubertas A1P2M2

Penyebab dari Noonan Syndrome dikarenakan oleh mutasi gen missense PTPN11
pada kromosom 12. PTPN11 mengkodekan protein tyrosine phosphatase non-reseptor
SHP-2. Enzim ini terlibat dalam berbagai sinyal intraseluler ke arah muara reseptor yang
berperan dalam faktor pertumbuhan, sitokin dan hormon. Disamping itu mutasi gen
missense PTPN11 juga dapat menyebabkan leopard syndrom dan leukemia.
Sindrom ini dapat diturunkan sebagai sifat autosomal dominan yang diperoleh
anak dari gen orangtuanya dan juga dapat terjadi sebagai mutasi spontan yang
keluarganya tidak memiliki riwayat sindrom ini sebelumnya.

6. Manifestasi klinik
Ciri-ciri orang dengan sindrom Turner dan orang dengan sindrom Noonan kurang lebih
sama, antara lain:
6.1 Sindrom Turner
- Bertubuh pendek
- Bengkak pada kaki dan tangan waktu lahir
- Dada bidang (shield chest) dan putting jaraknya saling berjauhan
- Garis rambut rendah
- Kedudukan telinga rendah
- Mandul
- Struktur gonadal kurang berkembang
- Tidak datang haid (Amenorrhea)
-

Peningkatan berat badan, obesiti

Buah dada yang kurang berkembang

Buah pinggang bentuk ladam kuda

8 | penyakit genetis manusia

Kuku yang kecil

Ciri-ciri muka yang khusus (Characteristic)

Shield shaped thorax of heart

Metacarpal IV pendeK (bagi tangan)

Leher bertaut (webbed neck)

Aorta Coarctation
Gambar 1

Gambar 2

9 | penyakit genetis manusia

Gambar 3

6.2 Sindrom Noonan


Bentuk wajah Bentuk wajah seseorang dapat mengarah ke diagnosa Noonan
syndrome. Bentuk-bentuk wajah tersebut berubah seiring bertambahnya usia:
-

Awal masa bayi Seorang bayi berusia kurang dari 1 bulan mungkin memiliki mata
lebar, telinga rendah, alur yang dalam dan puncak melebar di bibir atas, leher pendek,
dan garis rambut rendah di bagian belakang kepala.

10 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a

Bayi Seorang bayi mungkin memiliki mata menonjol dengan kemiringan ke bawah
dan kelopak menebal, dan hidung tertekan di atas, dengan basis yang luas, dan ujung
bulat.

Masa kanak-kanak : Kurangnya ekspresi wajah.

Remaja : Wajah seorang remaja yang biasanya lebar di dahi meruncing ke dagu yang
runcing. Fitur wajah menjadi lebih tajam dan mata kurang menonjol, serta leher
memanjang dan berselaput atau otot leher menonjol.

Dewasa : Ketika seorang anak dengan Noonan syndrome mencapai masa dewasa,
lipatan yang berjalan dari tepi hidung ke sudut mulut menjadi menonjol dan mungkin
kulit keriput dan tampak transparan.

Penyakit jantung Beberapa bentuk penyakit jantung bawaan yang terkait dengan
gangguan ini meliputi:

Valve disorders

Penebalan otot jantung (kardiomiopati hipertrofik)

Other structural defects

Masalah-masalah lain juga dapat muncul, seperti:


-

Masalah musculoskeletal

Masalah mata

Perdarahan

Masalah limfatik

Masalah kelamin

Masalah ginjal

Masalah kulit

11 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a

Gambar 4

7. Penatalaksanaan
7.1 Sindrom Turner
Karena penyakit ini adalah penyakit genetik yang melibatkan kromosom, sindrom Turner
tidak bisa disembuhkan. Yang dilakukan hanya mengurangi simptom. Contohnya :

Hormon pertumbuhan, rawatan hormon pertumbuhan dapat meningkatkan pertumbuhan


dan kemungkinannya ke dewasa yang normal.

Terapi Estrogen, dimulai pada usia 12-13 tahun (usia remaja) untuk merangsang
pertumbuhan ciri seksual sekunder sehingga penderita akan memiliki penampilan yang
lebih normal pada masa dewasa nanti. Tetapi terapi estrogen tidak dapat mengatasi
kemandulan.

12 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a

Untuk mencegah kekeringan, rasa gatal dan nyeri selama melakukan hubungan seksual,
bisa digunakan pelumas vagina.

Teknologi pembiakan modern juga mampu membantu wanita dengan sindrom Turner
untuk hamil yang diinginkan dengan menggunakan teknologi Bayi Tabung Uji. Sebagai
contoh, telur dan sperma boleh digunakan untuk menghasilkan embrio, yang dikandung
oleh wanita dengan sindrom Turner. Bagaimanapun, setengah negeri mengharamkan
perbuatan ini.
Hampir semua gadis dan wanita dengan sindrom Turner membutuhkan perawatan medis

yang berkelanjutan dari berbagai spesialis.Check up rutin dan perawatan yang tepatdapat
membantu sebagian besar penderita bisa relatif lebih sehat dan hidup mandiri.
7.2 Sindrom Noonan
Perawatan penyakit ini tergantung tingkat keparahannya. Banyak masalah-masalah
kesehatan yang terkait dengan penyakit ini tapi penanganannya sama dengan penyakit serupa
yang bukan akibat sindroma noonan. Komplikasi jantung misalnya, banyak dari mereka yang
terkena penyakit jantung karena sndroma ini, namun ditangani persis sama seperti kasus oarng
yang berpenyakit jantung tanpa noonan.

8. Penyuluhan
Penyuluhan mengenai penyakit genetis pada umumnya untuk dapat membantu
masyarakat mengerti mengenai pentingnya pengetahuan tentang kehamilan yang sehat dan
kehamilan yang beresiko terhadap janinnya kelak. Kegiatan penyuluhan dapat berupa konseling
dan pemberian advise mengenai kesehatan ibu dan janin demi menghindari terjadinya
perburukan terhadap janin.
Pencegahan primer terhadap kelainan genotip memerlukan tindakan sebelum konsepsi.
Diagnosis pranatal dengan terminasi kehamilan selektif (pencegahan skunder) merubah angka
kejadian suatu kelainan. Apabila usaha pencegahan gagal diperlukan suatu tindakan pengobatan.

13 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a

a. Pencegahan primer kelainan genetik


Pada pencegahan, diperlukan peningkatan pengetahuan tentang kedua proses
tersebut (kerusakan kromosom). Semua kelainan gen tunggal disebabkan oleh
mutasi. Masih diperlukan berbagai penelitian unntuk mencari penyebab kelainan
ini. Kelainan yang disebabkan multifaktor mempunyai peranan yang paling besar
dalam pencegahan primer. Tujuan disini adalah agar orang yang mempunyai
resiko dapat mencegahnya dengan menghindari faktor lingkungan.
b. Pencegahan sekunder kelainan genetik
Pencegahan sekunder termaksud didalamnya semua aspek uji tapis prenatal dan
terminasi selektif.

Kelainan kromosom
Uji tapis biokimia untuk menentukan kehamilan resiko tinggi, dalam kombinasi
dengan umur ibu, sangat meningkatkan efektifitas program pencegahan pranatal.
Biasanya uji tapis dilakukan pada ibu usia 35 tahun keatas dan pada golongan risiko
tinggi.
Selain tindakan pencegahan, penyuluhan juga berisi pembelajaran dan saran-saran
serta masukan bagaimana menghadapi anak dengan kelainan generis tertentu.
Konseling genetik
Merupakan suatu upaya pemberian advis terhadap orang tua atau keluarga
penderita kelainan bawaan yang diduga mempunyai faktor penyebab herediter, tentang
apa dan bagaiman kelainan yang dihadapi itu, bagaimana pola penurunannya dan juga
upaya untuk melaksanakan pencegahan ataupun menghentikannya.
-

Terdapat tiga aspek konseling:


Aspek diagnosis
Perkiraan risiko yang seungguhnya
Tindakan suportif untuk memberikan kepastian bahwa pasien dan keluarganya
memperoleh manfaat dari nasihat yang diberikan dan tindakan pencegahan yang bisa
dilakukan.
Tujuan dari konseling genetik adalah untuk mengumpulkan data-data medis
maupun genetik dari pasien ataupun keluarga pasien yang berpotensi dan menjelaskan

14 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a

langkah-langkah yang dapat dilakukan. Konseling genetik dimulai dengan pertanyaan


mengenai kemungkinan terjadinya kelainan genetik yang diajukan oleh orang tua/wali
penderita. Akan dilakukan pemeriksaan pendukung yang lengkap, untuk mendapatkan
diagnosis yang tepat seperti pemeriksaan sitogenetik, analisis DNA, enzim, biokimiawi,
radiologi, USG, CT scan, dan sebagainya.
9. Prognosis
Studi epidemiologi berdasarkan data registri Eropa dikumpulkan terutama di akhir
abad 20 secara konsisten melaporkan peningkatan morbiditas dan mortalitas pada orang
dewasa dengan sindrom Turner dan sindrom Noonan, karena komplikasi penyakit jantung
bawaan, penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus, dan osteoporosis. Diharapkan
bahwa morbiditas dan mortalitas dapat dicegah dengan diagnosis dini dan skrining yang
efektif.

PENUTUP

15 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a

Kelainan genetik baik pada sindrom Turner dan sindrom Noonan menunjukkan gejalagejala yang hampir serupa. Baik dari segi tubuh yang pendek, leher bergelambir, kelainan pada
katup jantung dan lain-lain, namun kedua sindrom ini memiliki etiologi yang berbeda. Sindrom
turner (Disgenesis gonad) biasanya disebabkan oleh apa yang disebut nondisjunction sedangkan
Noonan Syndrom disebabkan oleh mutasi gen missense PTPN11 pada kromosom 12. Dengan
penanggulangan yang tepat, maka kedua kelainan ini diharapkan dapat dideteksi secara dini
dengan penyuluhan sebelum mengandung bagi ibu-ibu maupun penyuluhan mengenai cara
menghadapi anak dengan kelainan tersebut sehingga dapat meminimalisir angka morbiditas dan
mortalitas.

DAFTAR PUSTAKA

16 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a

1. Behrman RE, Kliegman RM, Arvin AM, editor. Ilmu kesehatan anak Nelson:
sindrom turner. Edisi 16. Volume 3. Jakarta: EGC;2004.h.1992-94.
2. Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap III LC, Hauth JC, Wenstrom KD.
Obstetri williams: genetika. Edisi 21. Volume 2. Jakarta: EGC;2005.h.1052-53.
3. Goldstein JL, Brown MS. Genetik dan penyakit. Dalam: Asdie AH. Harrison:
Prinsip-prinsip

ilmu

penyakit

dalam.

Edisi

16.

Volume

1.

Jakarta:

EGC;2005.h.388.
4. Effendi SH, Indrasanto E. Kelainan kongenital. Dalam: Kosim MS, Yunanto A,
Dewi R, Sarosa GI, Usman A, penyunting. Buku ajar neonatologi. Edisi 1.
Jakarta: Badan Penerbit IDAI;2008.h.63-9.
5. Yudha EK, wahyuningsih E, Yulianti D, Karyuni PE. Buku saku patofisiologi:
genetika. Edisi 3. Jakarta: EGC;2007.h.63-6.
6. Price and Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit .
Jakarta EGC.
7. Mansjoer, A. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 2, Edisi ke III Jakarta: Balai
Penerbit FKUI; 2003. H. 497 -98.

17 | p e n y a k i t g e n e t i s m a n u s i a