Anda di halaman 1dari 22

Pelaksanaan administrasi dan pelaporan gugusdepan ini merupakan upaya untuk

memberikan pedoman dan arah pembina dalam mengelola gugusdepan. Selain itu
penyelenggaraan administrasi dan pelaporan gugusdepan menjadi proses dan latihan dasar-dasar
ketatausahaan kepada peserta didik anggota Gerakan Pramuka.
Gugus Depan sebagai pusat gerak dan wadah pembinaan pramuka, perlu didukung oleh
administrasi secara tertib namun sederhana. Agar penyelenggaraan administrasi tersebut berjalan
teratur, tertib dan berkesinambungan diperlukan pelbagai buku catatan. Buku catatan atau
kelengkapan administrasi gugusdepan tersebut diantaranya adalah permintaan pendaftaran
anggota, dan daftar induk. Juga catatan administrasi keuangan, buku inventarisasi, serta catatan
pribadi anggota, dan buku tamu. Di samping itu pun perlu disusun logbook dan laporan semester.
Tidak ketinggalan penyusunan program kerja 4 bulanan dan program kerja tahunan.

Kelengkapan Administrasi Gugusdepan


Secara lebih detail, masing-masing dari kelengkapan administrasi gugusdepan sebagai tersebut di
atas adalah :
1. Permintaan Pendaftaran Anggota
Permintaan Pendaftaran Anggota adalah surat yang berisikan pengajuan dari orang tua
untuk mendaftarkan anaknya agar diterima sebagai anggota suatu gugusdepan.
Permintaan pendaftaran anggota ini dilampiri dengan Formulir Pendaftaran Anggota.
Formulir ini memuat nama serta data pribadi lainnya dari setiap calon anggota yang
mendaftar
2. Daftar Induk Anggota Gugusdepan
Daftar Induk Anggota Gugusdepan adalah data pokok keanggotaan. Di dalamnya termuat

Nomor Tanda Anggota (NTA), nama beserta data pribadi anggota sesuai formulir
pendaftaran.
3. Administrasi Keuangan Gugus Depan
Administrasi Keuangan Gugusdepan adalah catatan tentang penerimaan dan pengeluaran
keuangan di gugusdepan selama satu bulan. Yang dicatat meliputi waktu pengeluaran
uang, keperluan penggunaan uang, dan tanda bukti pengeluaran atau penggunaan uang
tersebut.
4. Daftar Inventaris Gugusdepan
Daftar inventaris gugusdepan adalah catatan tentang barang milik gugusdepan. Di
dalamnya dicatat spesifikasi, jumlah, asal-usul dan keterangan kondisi barang.
5. Buku Tamu Gugus Depan
Buku tamu gugusdepan adalah catatan yang berisikan nama, asal-usul dan tujuan tamu
atau pengunjung yang datang ke gugusdepan.
6. Laporan Semester Data dan Kegiatan
Laporan semester adalah laporan terkait keadaan gugusdepan pada semester tertentu.
Catatan itu berisikan keanggotaan, kegiatan dan keuangan gugusdepan.
7. Catatan Peristiwa Penting (Logbook)
Logbook adalah catatan yang berisikan peristiwa-peristiwa penting terkait dengan
gugusdepan. Catatan bisa berbentuk tulisan, gambar, kliping berita, serta segala peristiwa
yang berkaitan dengan kegiatan sejak didirikannya gugusdepan tersebut.
8. Program Kerja Tahunan Gugus Depan
Program kerja tahunan gugusdepan adalah rencana kegiatan selama satu tahun. Program
kerja tahunan gugusdepan memuat rencana latihan peserta didik, kegiatan bersama,
pendidikan dan pembinaan bagi anggota dewasa, sarana dan prasarana serta bidang
keuangan gugusdepan.
9. Program Kerja 4 Bulanan
Program kerja 4 bulanan berisikan rencana kegiatan untuk masing-masing golongan
pramuka selama 4 bulan. Sehingga pada gugusdepan lengkap akan memiliki Program
Kerja 4 Bulanan untuk Perindukan Siaga, Program Kerja 4 Bulanan untuk Pasukan
Penggalang, Program Kerja 4 Bulanan untuk Ambalan Penegak, dan Program Kerja 4
Bulanan untuk Racana Penegak. Program kerja 4 bulana ini memuat program latihan
pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU), latihan dan pencapaian Syarat Kecakapan
Khusus (SKK), dan penyiapan Pramuka Siaga Garuda. Juga program pelaksanaan
kenaikan ke golongan ke penggalang/penegak/pandega, Perkemahan Siang Hari (Persari),
Permainan Besar Siaga, Gladian Pemimpin Regu, perkemahan, lomba tingkat, dan lainlain.
10. Catatan Pribadi Anggota
Catatan pribadi anggota adalah catatan yang memuat data pribadi dan sifat-sifat pribadi

pramuka yang bersangkutan yang dapat dikembangkan atau dipertahakankan. Juga


kegiatan dan pencapaian SKU serta kenaikan golongannya.
Penyelenggaraan administrasi gugusdepan tidak selalu harus dilakukan oleh pembina
gugusdepan. Pembantu Pembina, Pratama / Pradana, Pimpinan Regu / Sangga dapat diberikan
kewewenangan untuk membantu penyelenggaraan administrasi gudep. Pratama atau Pradana
dapat diberi kepercayaan untuk mengisi Buku Log Tabungan dan Iuran, sedangkan daftar hadir
latihan dapat diisi oleh Pimpinan Regu / Sangga.

Pelaporan Gugusdepan
Setiap gugusdepan berkewajiban memberi laporan data keanggotaan kepada Kwartir Ranting
dengan tembusan kepada Kwartir Cabang secara berkala. Laporan tersebut disampaikan oleh
gudep setiap bulan Oktober. Pada bulan Januari di setiap tahunnya, gugusdepan harus melakukan
registrasi ulang dengan menyerahkan laporan tahunan kepada Kwartir Cabang melalui Kwartir
Ranting. Gugusdepan yang telah registrasi (mendaftarkan) kembali diberikan Tanda Pendaftaran
Ulang oleh Kwartir Cabang.
Home administrasi , gudep , gugusdepan Contoh Kop Surat Gudep Pramuka

Contoh Kop Surat Gudep Pramuka


Alam Endah | 8:13 AM | 2 comments
Contoh Kop Surat (Kepala Surat) Gudep Pramuka ini perlu diperhatikan. Di
lapangan masih sering kali kita jumpai surat dari gugusdepan pramuka yang
menggunakan kop (kepala) surat secara tidak baku atau tidak sesuai dengan
ketentuan. Padahal Gerakan Pramuka telah mengeluarkan SK Kwartir Nasional
Nomor 045 tahun 2011 yang mengaturnya.

Kurang tersosialisasikannya sistem administrasi gugusdepan dan Petunjuk


Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka membuat munculnya berbagai
versi kop surat yang saling berbeda antara satu gudep dengan gudep lainnya.
Bahkan tidak jarang yang menggunakan acuan penulisan surat mengikuti sekolah
ataupun universitas pangkalan gugusdepan tersebut berada.

Contoh Kepala Surat Gugusdepan Pramuka


Dalam kop atau kepala surat gugusdepan Gerakan Pramuka memuat beberapa hal
sebagai berikut:
1. Logo Gerakan Pramuka di samping kiri
2. Logo WOSM di samping kanan

3. Kalimat "GERAKAN PRAMUKA"


4. Kalimat "GUGUSDEPAN" dilanjutkan dengan nama Kwartir Cabang dan Nomor
Gudep
5. Pangkalan tempat gugusdepan tersebut berada
6. Alamat pangkalan gugusdepan tersebut
7. Huruf menggunakan font Arial tegak.
Atau untuk lebih jelasnya terkait kop surat gugusdepan Gerakan Pramuka simak
gambar contoh Kepala Surat Gugusdepan Gerakan Pramuka sebagai berikut:

Contoh kop surat gudep pramuka

Yang perlu diperhatikan, organisasi-organisasi di bawah gudep semisal Dewan


Ambalan, Dewan Penggalang, dan Sangga Kerja, tidak dapat membuat kop
(termasuk stempel) tersendiri. Jika mengadakan surat menyurat harus melalui
gudepnya masing-masing sehingga kop surat yang dipergunakannya pun kop surat
gudepnya
STRUKTUR GUGUS DEPAN

Pramukaria; Struktur Organisasi Gugusdepan dan Penjelasannya. Sejalan dengan


diberlakukannya Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka, Struktur Organisasi
Gugusdepan pun mengalami sedikit penyesuaian. Sebelumnya Gugusdepan, termasuk struktur
organisasi gudep, diatur melalui Keputusan Kwarnas Nomor 137 Tahun 1987.
Struktur Organisasi Gugusdepan sebagaimana lampiran Keputusan Kwartir Nasional Gerakan

Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan
Pramuka terdiri atas komponen-komponen yang antara lain :
1. Majelis Pembimbing Gugusdepan
2. Ketua Gugusdepan
3. Pembina Gugusdepan
4. Tim Pembina Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana
Pandega
5. Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana Pandega
6. Dewan Kehormatan Gudep
7. Badan Pemeriksa Keuangan Gudep
Adapun bagan atau struktur organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka tersebut adalah
sebagaimana gambar berikut ini.

Klik untuk memperbesar gambar.

Penjelasan Struktur Organisasi Gudep

1. Majelis Pembimbing Gugusdepan

1. Majelis Pembimbing Gugusdepan (disingkat Mabigus), adalah suatu badan dalam


Gudep yang memberi bimbingan, bantuan moril, organisatoris, material dan
finansial, serta konsultasi kepada gudep yang bersangkutan.
2. Mabigus terdiri atas unsur-unsur orang tua peserta didik, tokoh-tokoh masyarakat
di lingkungan gugusdepan yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab
terhadap Gerakan Pramuka.
3. Mabigus terdiri atas :
1. Seorang Ketua
2. Seorang Wakil Ketua
3. Seorang Sekretaris
4. Seorang Ketua Harian (apabila diperlukan)
5. Beberapa orang anggota
4. Ketua Gudep secara ex-officio anggota Mabigus
5. Ketua Mabigus dipilih diantara anggota Mabigus yang ada.
6. Mabigus bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan.
7. Rapat koordinasi dan konsultasi antara Mabigus dengan Pembina Gugusdepan
diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam empat bulan.
2. Ketua Gugusdepan
1. Ketua Gudep dipilih dari salah satu Pembina Pramuka yang ada dalam
gugusdepan yang bersangkutan. Pemilihannya dilakukan saat Musyawarah
Gugusdepan.
3. Pembina Gugusdepan
1. Pembina Gugusdepan (disingkat Pembina Gudep), terdiri atas Ketua Gudep
dibantu oleh Pembina Satuan dan Pembantu Pembina Satuan yang dimiliki gudep
tersebut.
4. Tim Pembina Satuan
1. Tim Pembina Satuan terdiri atas Tim Pembina Perindukan Siaga, Pasukan
Penggalang, Ambalan Penegak, dan Racana Pandega

2. Tim Pembina Perindukan Siaga (disingkat Tim Pembina Siaga) terdiri atas satu
orang Pembina Siaga dibantu oleh tiga orang Pembantu Pembina Siaga.
3. Tim Pembina Pasukan Penggalang (disingkat Tim Pembina Penggalang) terdiri
atas satu orang Pembina Penggalang dibantu oleh tiga orang Pembantu Pembina
Penggalang.
4. Tim Pembina Ambalan Penegak (disingkat Tim Pembina Penegak) terdiri atas
satu orang Pembina Penegak yang dipilih oleh Majelis Penegak dibantu satu atau
dua orang Pembantu Pembina Penegak.
5. Racana Pandega dibina oleh seorang Pembina Pandega dan bila perlu dapat
dibantu oleh satu orang Pembantu Pembina Pandega atau lebih sebagai konsultan
dan narasumber ahli.
5. Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana Pandega
1. Sebuah gugusdepan bisa jadi memiliki Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang,
Ambalan Penegak, dan Racana Pandega sekaligus. Gudep seperti itu disebut
gugusdepan lengkap. Namun ada pula yang hanya memiliki beberapa atau bahkan
satu saja, semisal hanya memiliki Perindukan Siaga dan Pasukan Penggalang,
atau bahkan hanya memiliki Pasukan Penggalang saja. Gudep seperti itu disebut
gudep tidak lengkap.
2. Perindukan Siaga idealnya terdiri atas 18-24 anggota Pramuka Siaga. Anggota
tersebut dibagi menjadi 3-4 Barung. Jumlah anggota ideal untuk setiap barung
adalah 6 Pramuka Siaga. Jika jumlahnya melebihi, dapat dibentuk perindukan
baru.
3. Pasukan Penggalang idealnya terdiri atas 24-32 anggota Pramuka Penggalang.
Anggota tersebut dibagi dalam 3-4 Regu. Jumlah anggota ideal untuk setiap regu
adalah 6-8 Pramuka Penegak. Jika jumlahnya melebihi, dapat dibentuk pasukan
baru.
4. Ambalan Pandega idealnya terdiri atas 12-32 anggota Pramuka Penegak. Anggota
tersebut dibagi dalam 3-4 Sangga. Jumlah anggota ideal untuk setiap sangga
adalah 4-8 Pramuka Penegak. Jika jumlahnya melebihi, dapat dibentuk ambalan
baru.
5. Racana Pandega paling banyak terdiri atas 30 Pramuka Pandega. Anggota tersebut
tidak dibagi dalam kelompok kecil.
6. Dewan Kehormatan Gudep

1. Dewan Kehormatan Gugusdepan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh


Pembina Gudep sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah,
penghargaan dan sanksi.
2. Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur Anggota
Majelis Pembimbing Gugusdepan Ketua Gudep, dua orang Pembina Satuan, dan
Dewan Penegak atau Dewan Pandega apabila diperlukan.
3. Susunan Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas Ketua Dewan Kehormatan
(otomatis dijabat oleh Ketua Gudep), Wakil Ketua, Sekretaris, dan dua orang
anggota.
7. Badan Pemeriksa Keuangan Gudep
1. Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan adalah badan independen yang dibentuk
Musyawarah Gugusdepan dan bertanggungjawab kepada Musyawarah
Gugusdepan.
2. Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan meliputi Ketua, Wakil Ketua,
Sekretaris, dan beberapa orang anggota.

Itulah struktur organisasi gudep dengan penjelasan untuk masing-masing komponen yang
terdapat di dalamnya.
Tanda Satuan adalah kelompok tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka yang
menunjukkan seorang anggota Gerakan Pramuka tergabung dalam satuan atau
kwartir tertentu. Satuan atau kwartir di sini mulai dari satuan terkecil (barung, regu,
sangga, dan krida), gugusdepan, kwartir ranting, hingga kwartir nasional. Tanda
satuan dipasang di pakaian seragam pramuka. Penggunaan tanda satuan ini
dimaksudkan untuk mempermudah mengenal satuan atau wilayah tempat anggota
Gerakan Pramuka bergabung.
Tanda satuan merupakan bagian dari tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.
Sebagaimana telah dibahas di artikel terdahulu, Tanda pengenal dalam Gerakan
Pramuka digolongkan dalam lima kelompok yaitu tanda umum, tanda satuan, tanda
jabatan, tanda kecakapan dan tanda kehormatan.
Tentang tanda satuan ini telah diatur secara rinci melalui Keputusan Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 1989 tentang Petunjuk
Penyelenggaraan Tanda Satuan Gerakan Pramuka.
Kelompok dan Macam Tanda Satuan
Tanda satuan dalam Gerakan pramuka dikelompokkan dalam lima bagian yaitu:

1. Lencana Wilayah
2. Pita Wilayah
3. Pita Nomor
4. Tanda Satuan Terkecil
5. Tanda Satuan Karya
Macam-macam tanda satuan dalam Gerakan Pramuka berserta bentuk, ukuran,
gambar, dan warna. Juga ketentuan tentang siapa yang berhak dan boleh
mengenakannya dan pada bagian sebelah mana di seragam pramuka tanda satuan
tersebut dikenakan, akan diuraikan di bawah ini.
Lencana Wilayah
Terdiri atas dua macam, yaitu:
1. Lencana Tingkat Nasional
1. Lencana Tingkat Nasional berbentuk perisai, berwarna dasar hitam,
bergambar lambang Garuda Pancasila dengan tulisan "INDONESIA"
2. Dipasang di tengah lengan baju sebelah kanan.
3. Yang berhak memakainya adalah andalan Kwartir Nasional, anggota
Majelis Nasional, anggota Dewan Kerja Nasional, dan anggota pramuka
yang bertugas sebagai perwakilan Kwarnas seperti peserta yang
mengikuti Jambore Sedunia.
2. Lencana Tingkat Daerah
1. Lencana Tingkat Daerah biasa disebut juga sebagai badge kwarda.
Berbentuk perisai dengan gambar dan warna yang berbeda untuk
masing-masing kwartir daerah. Pada bagian atas Lencana Wilayah
Tingkat Daerah dicantumkan nama daerahnya seperti "KALIMANTAN
TIMUR"
2. Dipasang di tengah lengan baju sebelah kanan, di bawah Pita Wilayah
dan Pita Nomor.
3. Yang berhak memakainya adalah semua anggota Gerakan Pramuka
yang tergabung dalam kwarda tersebut. Semisal anggota pramuka
yang berdomisili (tergabung) di kwarda Sulawesi Selatan maka akan
mengenakan Lencana Daerah Kwarda Sulawesi Selatan.

Pita Wilayah
Pita Wilayah atau disebut juga Pita Lokasi adalah pita kecil yang bertuliskan nama
wilayah kwartir cabang atau tulisan KWARTIR DAERAH, KWARTIR NASIONAL dan lainlain. Bentuknya berupa segi empat yang dilengkungkan, berwarna dasar putih
dengan tulisan berwarna merah.
Dikenakan di lengan baju sebelah kanan paling atas (1,5 cm di bawah jahitan).
Pita Wilayah terdiri atas tiga macam, yaitu:
1. Pita Wilayah Tingkat Nasional
1. Bertuliskan "KWARTIR NASIONAL" atau "MABINAS"
2. Dikenakan oleh andalan Kwartir Nasional, anggota Majelis Nasional,
dan anggota Dewan Kerja Nasional.
2. Pita Wilayah Tingkat Daerah
1. Bertuliskan "KWARTIR DAERAH" atau "MABIDA"
2. Dikenakan oleh andalan Kwartir Daerah, anggota Majelis Daerah,
anggota Dewan Kerja Daerah.
3. Andalan Kwartir Nasional, anggota Majelis Nasional, anggota Dewan
Kerja Nasional, dan Pamong Saka tingkat Nasional, tidak mengenakan
Pita Lokasi Daerah (Pita Wilayah Tingkat Daerah)
3. Pita Wilayah Tingkat Cabang
1. Bertuliskan nama kwartir cabang, seperti PATI, OGAN KOMERING ULU,
KAB. BOGOR, KOTA SURABAYA, dan lain-lain.

2. Dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang tergabung


dalam kwartir cabang tersebut.
3. Andalan Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah anggota Majelis Nasional
dan Majelis Daerah, anggota Dewan Kerja Nasional dan Dewan Kerja
Daerah, dan dan Pamong Saka tingkat Nasional dan Daerah tidak
mengenakan Pita Wilayah Tingkat Cabang (Pita Lokasi Cabang).

Pita Nomor Ranting dan Gugusdepan


Pita Nomor Ranting dan Gugusdepan adalah tanda satuan yang menunjukkan
nomor kwartir ranting dan nomor gugusdepan tempat anggota pramuka tergabung.
Dikenakan di lengan baju sebelah kanan di antara Pita Wilayah dan Lencana
Wilayah.
Bentuknya berupa pita kecil segi empat berukuran 1,5 x 3 cm berwarna dasar putih
yang di dalamnya terdapat nomor atau angka berwarna merah dengan aturan
sebagai berikut :
1. Dua angka terdepan merupakan angka kode ranting, seperti 01, 02, dan
sebagainya.
2. Tiga angka berikutnya menunjukkan nomor urut gugusdepan di wilayah
ranting yang bersangkutan.
3. Khusus bagi Andalan, Majelis Pembimbing, dan Staf Kwartir Ranting nomor
gugus depannya diganti dengan 00
4. Nomor ganjil untuk gugusdepan putera dan nomor genap untuk gugusdepan
puteri.
5. Andalan, staf kwartir, pamong satuan karya dan majelis pembimbing di
tingkat cabang, daerah dan nasional tidak menggunakan pita nomor.

Baca Juga : Tanda Pengenal Gugusdepan (Gudep)

Tanda Satuan Terkecil


Tanda Satuan Terkecil adalah tanda yang menunjukkan Barung, Regu, Sangga, dan
Reka, tempat Pramuka yang bersangkutan bergabung.
Tanda satuan terkecil dipasang pada bagian atas lengan baju sebelah kiri.
Tanda satuan terkecil terdiri atas empat macam, yaitu :
1. Tanda Barung Siaga
1. Tanda Barung berbentuk segi tiga sama sisi, dengan puncak di atas.
Panjang sisi segi tiga itu 4 cm.
2. Tanda Barung tidak bergambar, polos, berwarna menurut pilihan
anggota barung yang bersangkutan.
2. Tanda Regu Penggalang
1. Tanda regu berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4
cm.
2. Tanda regu bergambar sesuai dengan pilihan anggota regu yang
bersangkutan.
3. Regu putera bergambar siluet (bayangan) binatang sedangkan
regu puteri bergambar siluet (bayangan) bunga.
4. Warna dasar dan warna gambar diatur sehingga tampak sederhana,
indah dan menarik.
3. Tanda Sangga Penegak

1. Tanda sangga berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4


cm.
2. Tanda sangga bergambar sesuai dengan pilihan anggota sangga yang
bersangkutan.
3. Baca artikel: Tanda Sangga Penegak
4. Tanda Reka Pandega
1. Seperti ketentuan Tanda Sangga Penegak

Tanda Satuan Karya (Saka) dan Tanda Krida

Tanda Satuan Karya adalah tanda yang menunjukkan seorang anggota


Gerakan Pramuka aktif dalam Satuan Karya Pramuka tertentu. Sedangkan
Tanda Krida adalah tanda satuan terkecil dalam suatu Satuan Karya Pramuka.

Tanda saka berbentuk segi lima beraturan, dengan panjang tiap sisi luarnya 5
cm di dalamnya terdapat gambar sesuai dengan lambang Saka masingmasing.

Tanda krida berbentuk bujur sangkar, dengan panjang sisinya 4 cm.

Tanda saka dipasang di tengah lengan baju sebelah kiri dengan jarak 7 cm
dari jahitan lengan atas.

Tanda krida dipasang di lengan baju sebelah kiri tepat di bawah tanda saka.

Tanda Saka dikenakan oleh anggota Gerakan Pramuka yang diterima sebagai
anggota Satuan Karya yang bersangkutan.

Tanda Saka Pramuka

Contoh Tanda Krida pada Saka Tarunabumi dan Saka Bahari

Home pengetahuan kepramukaan , skk , tkk SKK dan TKK (Syarat Kecakapan Khusus
dan Tanda Kecakapan Khusus)

SKK dan TKK (Syarat Kecakapan Khusus dan Tanda


Kecakapan Khusus)
Alam Endah | 10:03 PM | 0 comments
SKK adalah singkatan dari Syarat Kecakapan Khusus, sedang TKK adalah
singkatan dari Tanda Kecakapan Khusus. Keduanya saling terkait. SKK (Syarat
Kecakapan Khusus) merupakan serangkaian syarat untuk mendapatkan TKK (Tanda
Kecakapan Khusus). Sedangkan TKK adalah tanda yang diberikan setelah
menyelesaikan SKK.
Dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 9 ayat 3 disebutkan bahwa salah
satu metoda pendidikan kepramukaan adalah Sistem Tanda Kecakapan. Sistem
tanda kecakapan ini terdiri atas dua golongan yaitu tanda kecakapan umum dan
tanda kecakapan khusus. Syarat tanda kecakapan umum (SKU) meliputi berbagai
bidang dan semua Pramuka pada waktunya harus mencapainya. Sedangkan SKK
(syarat tanda kecakapan khusus) meliputi hanya satu bidang saja. Pengertian lebih
mendalam akan diulas di bawah.
Pengertian SKK dan TKK

Seorang pramuka penggalang dengan TKK terpasang di lengan bajunya

TKK atau Tanda Kecakapan Khusus adalah tanda yang menunjukkan kecakapan,
kepandaian, keterampilan, kemampuan sikap dan usaha seorang pramuka di bidang
tertentu, sesuai dengan usia, jenis kelamin dan kemampuan jasmani dan
rohani. Untuk memperoleh TKK seorang pramuka harus mampu menyelesaikan SKK
(Syarat Kecakapan Khusus) terlebih dahulu.
SKK berlaku bagi anggota Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak,
dan Pramuka Pandega. TKK bersifat opsional bagi peserta didik, sehingga seorang
peserta didik dapat memiliki TKK yang berbeda dari peserta didik lain. Dengan kata
lain, seorang pramuka bebas memilih SKK apa saja yang diinginkannya sesuai
dengan kemampuan, keterampilan, dan minat yang dimiliki.
Ketentuan tentang kecakapan khusus diatur oleh Gerakan Pramuka dengan Surat
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976
tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus. Petunjuk Penyelenggaraan
ini dapat diunduh di halaman Download SK dan PP Pramuka.
Tingkatan dan Bentuk TKK
Kecakapan khusus hanya berlaku pada Anggota Muda Gerakan Pramuka atau yang
biasa disebut juga sebagai peserta didik. Peserta didik ini meliputi pramuka siaga,
pramuka penggalang, pramuka penegak, dan pramuka pandega. Kecakapan khusus
tidak berlaku bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka seperti pembina pramuka,
pembantu pembina pramuka, pelatih pembina pramuka, andalan, dan anggota
majelis pembimbing.

Tingkatan dan bentuk Tanda Kecakapan Khusus untuk masing-masing golongan


peserta didik pramuka adalah berbeda. Perbedaan tingkatan dan bentuknya adalah
sebagai berikut:
1. Untuk Pramuka Siaga
SKK untuk Pramuka Siaga hanya terdiri atas satu tingkat. Tanda Kecakapan
Khusus (TKK) untuk pramuka siaga berbentuk segitiga sama kaki terbalik (sisi
alas di bagian atas) dan tidak memakai bingkai.
2. Untuk Pramuka Penggalang
SKK untuk pramuka penggalang terdiri atas tiga tingkatan dengan bentuk
yang masing-masing berbeda. Tingkatan dan bentuknya adalah:
1. Purwa : Berbentuk lingkaran dengan bingkai berwarna merah
2. Madya : Berbentuk persegi dengan bingkai berwarna merah
3. Utama : Berbentuk segilima dengan bingkai berwarna merah
3. Untuk Pramuka Penegak dan Pandega
SKK dan TKK untuk pramuka penegak dan pandega sama. Terdiri atas tiga
tingkatan dengan bentuk:
1. Purwa : Berbentuk lingkaran dengan bingkai berwarna kuning
2. Madya : Berbentuk persegi dengan bingkai berwarna kuning
3. Utama : Berbentuk segilima dengan bingkai berwarna kuning

Penggolongan SKK dan TKK

Berbagai macam SKK dan TKK yang ada dikelompokkan dalam 5 golongan (bidang).
Masing-masing bidang dibedakan dengan warna dasar (backgroud) yang terdapat di
Tanda Kecakapan Khusus. Lima bidang SKK tersebut adalah:

1. Bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak


TKK pada bidang ini memiliki warna dasar kuning. Contoh SKK-TKK
bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak
adalah:
1. SKK Sholat
2. SKK Penabung
3. SKK Khotib
4. SKK Muadzin
5. SKK Qori
2. Bidang patriotisme dan seni budaya
TKK pada bidang ini memiliki warna dasar merah. Contoh SKK-TKK
bidang patriotisme dan seni budaya adalah:

1. SKK Pengatur Ruangan (khusus pramuka siaga)


2. SKK Pengatur Rumah
3. SKK Pengatur Meja Makan
4. SKK Pemimpin Menyanyi
5. SKK Menyanyi
6. SKK Pelukis
7. SKK Juru Gambar
8. SKK Pengarang
3. Bidang Kesehatan dan ketangkasan
TKK pada bidang ini memiliki warna dasar putih. Contoh SKK-TKK bidang
kesehatan dan ketangkasan adalah:
1. SKK Gerak Jalan
2. SKK Pengamat
3. SKK Perenang
4. SKK Penyelidik
5. SKK Juru Layar
6. SKK Juru Selam
7. SKK Pendayung
8. SKK Ski Air
4. Bidang Ketrampilan dan tekhnik pembangunan
TKK pada bidang ini memiliki warna dasar hijau. Contoh SKK-TKK bidang
ketrampilan dan tekhnik pembangunan adalah:
1. SKK Juru Kebun
2. SKK Juru Potret
3. SKK Berkemah
4. SKK Peternak Ayam

5. SKK Pengumpul Perangko


6. SKK Juru Semboyan
7. SKK Menjahit
8. SKK Pengendara Sepeda
9. SKK Juru Masak
10.SKK Pencinta Dirgantara
11.SKK Pengenal Pesawat Terbang
12.SKK Juru Peta
13.SKK Navigasi Laut
14.SKK Komunikasi
15.SKK Penenun
16.SKK Perahu Motor
5. Bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat,
perdamaian dunia dan lingkungan hidup
TKK pada bidang ini memiliki warna dasar biru. Contoh SKK-TKK sosial,
perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia
dan lingkungan hidup antara lain:
1. SKK Pemadam Kebakaran
2. SKK Pengaman Lalu-Lintas
3. SKK Pengamanan Kampung/Desa
4. SKK Penunjuk Jalan
5. SKK Juru Bahasa
6. SKK Penerima Tamu
7. SKK Korespondensi
8. SKK PPPK
9. SKK Pembantu Ibu (khusus pramuka siaga)

10.SKK Perawatan Anak

Ketentuan dan Cara Pemasangan TKK

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) dikenakan di lengan baju sebelah kanan, di sebelah
bawah Tanda Kwartir sebanyak maksimal lima buah TKK. Jika mempunyai TKK yang
diperoleh telah lebih dari lima buah, TKK selebihnya dipasang dalam Tetampan.
Tetampan dipakai sebagai selempang di baju (dari pundak kanan ke pinggang kiri).
Selebihnya tentang tetampan baca : Tetampan TKK, Ketentuan dan Tata Cara
Pemakaian

Beberapa ketentuan lainnya mengenai SKK dan TKK;


1. Hanya TKK yang ditetapkan Kwarnas yang boleh dipakai
2. Yang berhak memberi TKK adalah Pembina atau Pembantu Pembina yang
langsung membinanya atau seseorang yang dianggap ahli dalam bidang
tertentu
3. Seorang Pramuka hanya dibenarkan mengenakan TKK setelah yang
bersangkutan :
1. Menyelesaikan SKK
2. Mencapai tingkat SKU Siaga Bantu (bagi pramuka siaga), SKU Rakit
(bagi pramuka penggalang), mencapai SKU Bantara (bagi pramuka
penegak), dan dilantik sebagai pramuka pandega (bagi pandega)
4. Seorang pramuka tidak diperbolehkan memakai TKK untuk golongan peserta
didik di bawahnya (penggalang memakai TKK siaga, penegak memakai TKK
penggalang). Kecuali pramuka pandega yang boleh memakai TKK tingkat
penegak.
5. TKK yang tingkatannya lebih rendah tidak boleh dikenakan lagi setelah
meraih TKK sejenis yang tingkatannya lebih tinggi. Semisal setelah
mendapatkan TKK menabung tingkat madya maka TKK menabung tingkat
purwa harus dilepas.
6. TKK tidak berlaku untuk Pembina, Andalan, anggota MABI, dan pramuka
dewasa lainnya.

Adik-adik dan Kakak-kakak pembaca pramukaria, itulah berbagai hal mengenai SKK
dan TKK. Mulai dari pengertian SKK dan TKK, penggolongan SKK dan TKK, tingkatan
TKK, serta cara pemasangan TKK dan ketentuan lainnya.