Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS KINERJA SISTEM

Analisis E-Government pada Kabupaten/Kota Padang Pariaman & Pasaman

Kelompok 8

Aditia Anugrah Pratama

1B115852

Aditia Darmadi Jiwandono

1B115851

Nailonas Nasution

1B115899

4KA01
UNIVERSITAS GUNADARMA

Kebijakan E-Goverment Kabupaten Pasaman & Padang Pariaman


Kabupaten

Pasaman

adalah

salah

satu kabupaten di provinsi

Sumatra

Barat Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Lubuk Sikaping. Kabupaten ini
memiliki luas wilayah 3.947,63 km dan berpenduduk sebanyak 253.299 jiwa
menurut sensus penduduk tahun 2010.
Kata pasaman berasal dari Gunung Pasaman. Pasaman yang diambil
dari bahasa Minangkabauyang berarti persamaan. Hal ini merujuk kepadamasyarakat
heterogen yang

tinggal

Mandailingmemiliki

di

terdapat

kabupaten

ini.

kata pasaman yang

Sedangkan
memiliki

di
arti

dalam bahasa
yang

sama

dengan bahasa Minangkabau.


Seperti wilayah Indonesia lainnya, Sumatera Barat, khususnya Pasaman
pernah dikuasai oleh kolonial Belanda. Perang melawan penjajahan Belanda di
Pasaman dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol yang dikenal dengan Perang
Paderi (1821-1830). Karena terlalu banyak permasalahan di kubu Tuanku Imam
Bonjol menyebabkan dia dan pengikutnya mengalami kekalahan melawan Belanda.
Sumber pendapatan utama kabupaten Pasaman berasal dari subsektor tanaman
pangan. Mesti demikian, Kabupaten Pasaman lebih dikenal karena produksi kelapa
sawitnya. Pada tahun 2000, produksi kelapa sawit di kabupaten Pasaman tercatat
sebanyak 788.446 ton. Jumlah tersebut dipanen dari areal seluas 78.387 hektare.
Di samping kelapa sawit, kabupaten Pasaman juga dikenal akan produksi
minyak nilamnya. Minyak nilam yang dihasilkan Pasaman, selain yang dihasilkan
Kepulauan Mentawai, merupakan yang terbaik di dunia.

Padang

Pariaman adalah

sebuah kabupaten di

provinsi Sumatera

Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.328,79 km dan populasi
391.056 jiwa (Sensus Penduduk 2010). Kabupaten ini bermotto Saiyo Sakato.
Ibukota Kabupaten Padang Pariaman adalah Parit Malintang. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah (PP) no 79 tahun 2008 tanggal 30 Desember 2008 tentang
pemindahan ibu kota kabupaten Padang Pariaman dari Kota Pariaman ke Nagari Parit
Malintang di kecamatan Enam Lingkung.
Padang Pariaman adalah kabupaten dengan luas wilayah terkecil di Sumatera
Barat, yakni 1.328,79 km. Padahal dahulunya kabupaten ini pernah memiliki luas
wilayah terbesar di Sumatera Barat (dikenal dengan istilah Piaman Laweh atau
Pariaman Luas), sebelum diperluasnya Kota Padang pada tahun 1980 dengan
memasukan sebagian wilayah dari kabupaten ini, serta dimekarkannya Kabupaten
Kepulauan Mentawai pada tahun 1999 dan Kota Pariaman pada tahun 2002.
Jumlah penduduk Kabupaten Padang Pariaman tahun 2010 tercatat sebanyak
391.056 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk terhitung sebanyak 294,29 jiwa/km.
Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Batang Anai, yakni 43.890 jiwa,
sedangkan jumlah penduduk terendah berada di Kecamatan Padang Sago yakni 8.247
jiwa.
Sedangkan jumlah orang yang bekerja sebanyak 142.222 orang dengan
rincian 83.836 laki-laki dan 58.386 perempuan. Dilihat dari tingkat pendidikan
pekerja di Kabupaten Padang Pariaman terbanyak pada tingkat pendidikan tidak
tamat SD sebanyak 45.173 orang, selanjutnya 36.760 orang pada tingkat pendidikan
SD dan sebanyak 6.749 orang berpendidikan diatas sekolah menengah atas
(Diploma/Universitas).

Dilihat dari tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan data dari Dinas


Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana sebanyak 10.118 keluarga
berada pada tingkat pra sejahtera, 21.663 keluarga pada tingkat Sejahtera I, 28.297
keluarga pada tingkat Sejahtera II, 25.382 pada tingkat Sejahtera III, dan sebanyak
1.443 keluarga pada tingkat Sejahtera III Plus.

NO
1.

Unit Analisis
Selayang Pandang

Kategori

Provinsi

Kabupaten 1

Kabupaten 2

Analisis

(Sumbar)

(P. Pariaman)

Pasaman

Sejarah,
Motto
Lambang
arti lambang
lokasi dalam

7.

Pemerintahan
Daerah

bentuk peta
visi dan misi
Eksekutif
Legislative
nama, alamat,

telepon, email dari


pejabat
daerah
biodata dari

Pimpinan
8.

Geografi

Daerah
Topografi
Demografi

cuaca dan

iklim
sosial dan

ekonomi
budaya dari

daerah
bersangkutan
Ada

informasi
berupa
numeris atau
statistik dan
harus
mencantumka
n nama
instansi dari
sumber
9.

Peta Wilayah dan


Sumberdaya

datanya.
peta wilayah
bentuk peta

sumberdaya
10. Peraturan/Kebijaka
n Daerah

Peraturan
Daerah
(Perda) yang
telah
dikeluarkan
oleh
Pemerintah
Daerah

11.

Buku Tamu

bersangkutan.
Buku Tamu

Forum

Berikut tabel unit analisis E-Government dan kategori Padang Pariaman


No
1

Unit Analisis

Bobot

Informasi Menu

Nilai
25%

Kategori

Bobot Nilai

Jumlah

% Nilai

Potensi Daerah

Range
40%X8=3,2

3,2+2,4+1,8

Total
7,4X25%

dalam web site

Komoditas Utama

30%X8=2,4

=7,4

=1,85

Informasi

Kualitas SDM
Tahap 1

30%X6=1,8
20%X6=1,2

1,2+2,1+4

7,3X20%

tambahan dalam

Tahap 2

30%X7=2,1

=7,3

=1,46

fasilitas website
Penyediaan

Tahap 3
G2C

50%X8=4
40%X7=2,8

2,8+1,5+1,5

5,8X15%

hubungan

G2B

30%X5=1,5

=5,8

=0,87

Aksebilitas

G2G
<10 detik

30%X5=1,5
100%X8=8

8X10%

10-30 detik

70%

>30 detik
Animasi

50%
30%X8=2,4

2,4+2,1+2,8

7,3X10%

Grafik

30%X7=2,1

=7,3

=0,73

Teks
Tingkat 1

40%X7=2,8
25%X3=7,5

7,5+1,75+1

12,25X20

Tingkat 2

25%X7=1,75

+2

Tingkat 3

25%X1=2,5

=12,25

=2,45

Tingkat 4
Jumlah

25%X2=5

Desain

Jumlah tingkat
informasiI

20%

15%

10%

10%

20%

Berikut tabel unit analisis E-Government dan kategori Pasaman

=0,8

8,16

No

Unit Analisis

Bobot

Informasi Menu

Nilai
25%

dalam web site


2

Informasi

20%

tambahan dalam
3

fasilitas website
Penyediaan

15%

hubungan
4

Aksebilitas

Desain

Jumlah tingkat
informasiI

10%

10%

20%

Kategori

Bobot Nilai

Jumlah

% Nilai

Potensi Daerah

Range
40%X8=3,2

3,2+2,4+2,1

Total
7,7X25%

Komoditas Utama

30%X8=2,4

=7,7

=1,92

Kualitas SDM
Tahap 1

30%X7=2,1
20%X7=1,4

1,4+2,4+4

7,8X20%

Tahap 2

30%X8=2,4

=7,8

=1,56

Tahap 3
G2C

50%X8=4
40%X8=3,2

3,2+2,1+1,8

7,1X15%

G2B

30%X7=2,1

=7,1

=1,06

G2G
<10 detik

30%X6=1,8
100%X8=8

8X10%

10-30 detik

70%

>30 detik
Animasi

50%
30%X8=2,4

2,4+2,1+2,8

7,3X10%

Grafik

30%X7=2,1

=7,3

=0,73

Teks
Tingkat 1

40%X7=2,8
25%X3=7,5

7,5+1,75+1

12,25X20

Tingkat 2

25%X7=1,75

+2

Tingkat 3

25%X1=2,5

=12,25

=2,45

Tingkat 4
Jumlah

25%X2=5

=0,8

Kesimpulan :
Dari kesimpulan ini di dapat tabel perbandingan pada Unit Analisis EGovernment dan Kategori untuk Provinsi Sumatra Barat, berupa Pemerintah Daerah
Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Berdasarkan jumlah nilai yang sudah dianalisis oleh kelompok kami dapat
dilihat pada tabel perbandingan bahwa situs Pemerintah Daerah Padang Pasaman
yang sangat baik dalam penggunaan teknologi informasi dengan pihak lain (E-

8,52

Government). Akan tetapi, setiap situs pemerintah daerah memiliki kekurangan


masing-masing.Untuk informasi menu utama yang lengkap dan baik terdapat pada
pemerintah daerah kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan untuk informasi
tambahan dalam fasilitas yang sesuai terdapat pada pemerintah daerah kabupaten
Pasaman dan Padang Pariaman, karena pemerintah daerah kabupaten keduanya untuk
penyediaan hubungan memiliki nilai yang baik.
Kemudian aksebilitas semua pemerintah daerah memiliki website yang sudah
cukup cepat karena hanya memerlukan waktu kurang dari 15 detik. Keunggulan lain
pada pemerintah daerah kabupaten Pasaman memiliki desain yang relatif baik dan
pada pemerintah daerah kabupaten Padang Pariaman memiliki jumlah tingkat
informasi relatif baik dan lengkap. Maka dalam pengembangan E-Government,
supaya dalam pemerintahan untuk menggunakan elektronik dalam rangka
meningkatkan kualitas pelayanan publik secara efektif dan efisien dengan
mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi sudah memiliki kriteria yang baik
pada provinsi Sumatra Barat.
SARAN: Sebaiknya kominfo memberikan sebuah pernghargaan kepada daerahdaerah yang mampu membuat suatu sistem e-government yang baik agar daerahdaerah tersebut mempunyai motivasi yang berguna untuk meningkatkan kinerja
sistem e-government tersebut menjadi lebih baik.