Anda di halaman 1dari 15

KESEHATAN REPRODUKSI

SEXUALITY AND CULTURE


Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kesehatan Reproduksi
Dosen Pengampu: Efa Nugroho, S. KM

Disusun Oleh:
1. Aisyah Ulfah N

6411411114

Rombel : 1

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2015

Seksualitas dan Budaya


a. Seksualitas
Menurut WHO seksualitas merupakan suatu aspek inti manusia sepanjang hidupnya dan
meliputi seks, identitas dan peran gender, orientasi seksual, erotisisme, kenikmatan, kemesraan
dan reproduksi. Seksualitas dialami dan diungkapkan dalam pikiran, khayalan, gairah,
kepercayaan, sikap, nilai, perilaku, perbuatan, peran dan hubungan. Sementara seksualitas dapat
meliputi semua dimensi ini. Tidak semuanya selalu dialami atau diungkapkan. Seksualitas
dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis, psikologis, sosial, ekonomi, politik, budaya, etika,
hukum, sejarah, religi dan spiritual.
Menurut Made Oka Negara, seksualitas secara denotative memiliki makna lebih luas karena
meliputi semua aspek yang berhubungan dengan seks yang bisa meliputi nilai, sikap, orientasi
dan perilaku. Secara dimensional seksusalitas bisa dipilah lagi ke dalam dimensi biologi,
psikososial, perilaku, klinis, dan kutural. Dimensi biologi mulai dari bentuk anatomis organ seks
hingga fungsi dan proses proses biologi yang menyertainya. Faktor biologi ini mengontrol
perkembangan seksual dari konsepsi sampai kelahiran dan kemampuan bereproduksi setelah
pubertas. Sisi biologi seksualitas juga mempengaruhi dorongan seksual, fungsi seksual, dan
kepuasan seksual. Dimensi psikososial meliputi factor psikis yaitu emosi, pandangan dan
kepribadian, yang berkolaborasi dengan factor sosial, yaitu bagaimana manusia berinteraksi
dengan lingkungannya secara seksual. Membicarakan dimensi perilaku seksual, sebaiknya kita
menghindarkan diri dari menghakimi perilaku seksual orang lain dengan menggunakan nilai dan
pengalaman diri sendiri. Masalah fisik seperti penyakit, trauma atau obat obatan pun dapat
mengganggu fungsi reproduksi dan reaksi seksual. perasaan seperti kecemasan, rasa bersalah,
malu, depresi dan konflik dalam hubungan pribadi juga dapat mengganggu seksualitas. Dimensi
klinis seksualitas memberikan solusi terhadap masalah tersebut dan masalah lain yang
menghambat tercapainya kebahagiaan seksual. Topik seksual seringkali menimbulkan
kontroversi. Namun kontroversi sering bersifat relative terhadap waktu, tempat, dan lingkungan.
Belum lagi intervensi apa yang disebut moral yang dikaitkan dengan persoalan seksualitas
berbeda dari satu budaya ke budaya lain, dari masa ke masa. Sesungguhnya perubahan perilaku
seksual yang terjadi dimana-mana, termasuk di Indonesia, tidkak terlepas dari dimensi kultural.
Ada beberapa factor yang menyebabkan perubahan itu.

Pertama, semakin terbukanya informasi seksualitas. Semua bentuk media merupakan refleksi
perubahan ini dan akibatnya seks semakin tidak dianggap sebagai suatu yang menimbulkan tabu,
rasa malu, dan misterius. Kedua, perubahan peran gender. Secara tradisional, perempuan
diperlakukan sebagai makhluk yang pasif dan tidak responsive secara seksual, sedang laki laki
dianggap sebagai aggressor seksual. Pandangan itu kini telah diganti oleh suatu konsep
partisipasi. Ketiga, semakin diterimanya seks untuk tujuan rekreasi dan relasi sebagai lawan dari
reproduksi.
b. Seksualitas dalam Sosial dan Budaya
Seksualitas adalah realitas yang dibangun secara sosial dan tidak sama pada setiap orang.
Seksualitas diciptakan oleh budaya dengan mendefinisikan beberapa perilaku yang berhubungan
dengan seksual serta dipelajari dari skrip yang ada di masyarakat. Seksualitas adalah sebagai
identitas seseorang (symbol). Individu belajar dan menginterpretasikan perilaku seksual dengan
konteks sosiokultural (diperoleh dari symbol bahasa dan percakapan).
Menurut Foucalt, seksualitas adalah efek akhir, produk, pengawasan akhir masyarakat, diskusi,
klarifikasi dan regulasi jenis kelamin. Seksualitas seseorang pada dasarnya terdiri dari :
a) identitas seksual (seks biologi) berupa gradasi kejantanan dan kebetinaan.
b) Perilaku (peran) gender baik sebagaimana ditentukan oleh budaya atau berupa pilihan
sendiri atau berupa pilihan sendiri yang bertentangan dengan budaya itu.
c) Khusus pada masyarakat modern ada orientasi (preferensi) seksualita yang menyimpang
ataukah mematuhi budaya.
Orientasi seksual dalam kelompok sosial manusia mampu mempunyai cara-cara untuk
menentukan berbagai aturan termasuk aktivitas biologis yang menyangkut hubungan
kekerabatan dan norma norma sosial dan budaya yang berlaku dalam kelompok tersebut
meliputi hal-hal yang diperbolehkan dan yang dilarang. Jadi kegiatan seksual bukan hanya
prokreasi (melanggengkan keturunan), tapi dimensi rekreasi (kenikmatan), relasi
(hubungan) dan institusi (kelembagaan). Lingkungan sangat berpengaruh dalam
membentuk pandangan, perilaku, praktik, seksual, peran gender, relasi antar manusia,
penyesuaian diri dalam tuntutan peran sosialisasi dan fungsi seksualitas dalam kehidupan
manusia.

aturan- aturan dalam seksualitas sebagai bentuk ekspresi dalam kontruksi sosial berarti
masyarakatlah yang mengorganisir dan mengatur seksualitas dalam berbagai hal dan
menjadikan seseorang seksualitas karena :
a) Kinship / Family system (system keluarga)
b) Perubahan ekonomi dan sosial
c) Intervensi Politis
d) Kultur dan Identitas Perlawanan
Setiap budaya menentukan ciri-ciri perilaku kelamin (gender behviour) sehingga perilaku
khas gender tertentu (gender specific behavior) serta peran jenis kelamin (gender roles) di dalam
satu budaya dapat saja tidak sama dengan di dalam budaya lain. Perlu diingat bahwa ada budayabudaya yang mengakui adanya lebih dari dua gender. Budaya Indonesia modern, misalnya, dapat
dipandang sebagai mengakui adanya tiga gender, yaitu jantan, betina, dan banci. Konformitas
gender adalah keadaan ideal di mana seseorang mengikuti kaidah perilaku gender yang
digariskan oleh budayanya, sedang nonkonformitas gender adalah keadaan factual di mana
seseorang tidak mengikuti, baik sadar atau tidak, kaidah itu. Nonkonformitas gender dapat
melibatkan transvetisme, yaitu fenomena pengenaan pakaian lawan jenis kelamin atau
transeksualisme, yaitu fenomena keinginan menjadi orang dari lawan jenis kelamin. Masalahnya,
untuk mengkategorikan waria, kedua konsep itu tidaklah memadai. Tidak semua waria ingin
menjadi perempuan, dalam definisi transvetisme biasanya disebutkan kepuasan seksual sebagai
tujuan pengenaan pakaian lawan jenis (yang jarang sekali ditemukan pada waria).
Dapat dinyatakan bahwa kebanyakan orang Indonesia tidak membedakan kedua kategori
itu, dan hanya menggunakan kategori waria untuk mengacu pada laki-lakian pun disebut banci
oleh masyarakat. Bagi kebanyakan orang, yang dapat mereka kenali adalah lelaki yang
berpenampilan keperempuan-perempuanan. Mereka seringkali tidak tahu adanya orang-orang
gay di sekitar mereka. Walaupun masyarakat awam (secara etik) menyamaratkan satu dan yang
lain, walaupun ada kalanya terjadi penyeberangan dari satu kelompok ke kelompok yang lain.
Budaya memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap seksualitas. Hampir semua
aspek seksualitas dipengaruhi budaya. Pengaruhnya dimulai dari cara mendidik anak dalam
membangun identitas seksual dan gender, pembentukan orientasi seksual, dan pembagian peran
gender. Budaya mengatur mana yang baik dan mana yang tidak baik serta mana yang boleh dan

mana yang tidak boleh dalam perkara seksualitas. Misalnya saja saat ini homoseksualitas bisa
mendapatkan hukuman mati di 8 negara, yakni Afghanistan, Iran, Mauritania, Pakistan, Saudi
Arabia, Sudan, United Arab Emirates, dan Yaman. Perselingkuhan juga bisa dihukum mati di
negara Iran, Pakistan, Saudi Arabia, dan Yaman. Kita tahu bahwa di Amerika, Inggris atau
Perancis, kumpul kebo adalah hal lazim dilakukan. Tidak jarang kita mendengar ada yang baru
menikah setelah memiliki anak. Sebaliknya di Indonesia, pelaku kumpul kebo akan diusir warga.
Hanya kota-kota besar semacam Jakarta saja tempat di mana kumpul kebo mungkin bisa
dilakukan.
Aturan moral tentang seksualitas diatur oleh budaya. Nah, karena budaya selalu berubah,
maka aturan moral tentang seksualitas pun ikut berubah. Dulu, berpacaran hanya boleh dilakukan
dengan saling mengintip dari lubang dinding. Saat ini pacaran sudah melakukan semua hal, dari
ciuman sampai hubungan seksual. Dulu, homoseksual diusir warga kampong, sekarang ini kaum
homoseksual mulai diterima di masyarakat. Dulu menggunakan kontrasepsi dianggap dosa,
sekarang pemakaian kontrasepsi telah menjadi keharusan. Oleh sebab itu cukup ada alasan untuk
mengira bahwa masa depan mungkin akan ditandai dengan kebebasan seks, jika mengingat
semakin bebasnya manusia mengekspresikan seksualitasnya.
Seksualitas menjadi bagian dari setiap fase kehidupan manusia. Di sejumlah daerah di
Indonesia, ada proses inisiasi bagi remaja lelaki maupun perempuan sebelum memasuki jenjang
perkawinan. Ini menjadi bagian dari proses pendewasaan diri, yang punya makna religi atau
berkaitan dengan dunia gaib.
Dalam tradisi Islam, sunatan merupakan bagian dari ritual inisiasi bagi remaja lelaki
maupun perempuan untuk menapak jenjang kedewasaan. Di sejumlah daerah di Indonesia, juga
negara lain, sunat juga dilakukan terhadap perempuan dengan alasan yang tak masuk akal:
mengurangi libido dan menjauhkan perempuan dari perzinahan sekalipun sejak 2006
Departemen Kesehatan sudah melarangnya.
Praktik sunat juga hidup pada tradisi masyarakat Atoni Pah Meto dan Ema Belu (Orang
Belu), dua suku besar di Timor Barat. Ia dilakukan secara turun-temurun. Biasanya seorang pria
yang melewati masa akil balik disunat dengan alat sederhana: pisau dan penjepit dari belahan
bambu. Tujuannya, selain untuk memasuki alam kedewasaan, juga untuk kepuasan seksual. Usai

disunat, ketika luka belum sembuh, dia diwajibkan melakukan hubungan seks dengan perempuan
untuk membuang panas (sial, penyakit) sekaligus menguji potensi seksualnya. Ironisnya,
perempuan yang dijadikan tempat pembuangan kemudian malah dikucilkan masyarakatnya
sendiri.
Di tempat lain, ritual inisiasi juga berfungsi sebagai perantara dengan dunia arwah. Di
Maluku, upacara sakral pendewasaan diri mengharuskan remaja laki-laki digauli oleh dukun,
yang juga laki-laki, sebelum mengarungi bahtera perkawinan. Di Papua, seorang anak laki-laki
yang beranjak dewasa harus melalui ritual berhubungan fisik dengan laki-laki yang lebih tua.
Dipercaya asupan kekuatan dari laki-laki dewasa itu akan membantu si remaja tumbuh
menjadi pria yang maskulin. Gilbert H. Herd dalam bukunya Ritualized Homosexuality in
Melanesia mengatakan bahwa upacara homoseksual ini ditemukan pada beberapa suku di pantai
selatan Papua antara Pantai Kasuari, di kabupaten Asmat, Kolepom, Marind-Anim, juga
beberapa tempat di Sungai Fly, Papua Nugini.
Sementara bagi perempuan di suku Kelepom, Papua, yang memasuki masa puber
melakukan hubungan seks secara heteroseksual dengan lelaki yang sudah menikah. Ia menjadi
suatu pelengkap dalam upacara inisiasi untuk membuktikan masa kedewasaan perempuan.
Ketika ritual inisiasi dilangsungkan, seorang lelaki atau perempuan dianggap sudah
menjadi bagian dari masyarakat yang siap memegang tanggung jawab dan menikah. Di sejumlah
daerah, ritual pernikahan ini melibatkan bukan hanya aktivitas heteroseksual tapi juga
homoseksual.
Adat lama perkawinan di Ponorogo menghidupkan tradisi gemblak. Setelah resepsi
perkawinan, mempelai perempuan tidur dengan keluarganya. Maklum, mereka kawin karena
perjodohan orangtua sehingga belum saling kenal. Untuk menemani pengantin lelaki, pihak
mempelai perempuan menyediakan gemblak. Kedua mempelai baru berkumpul setelah beberapa
malam. Gemblak adalah lelaki muda yang menjadi peliharaan dan pelampias hasrat seksual
seorang warok karena tak boleh berhubungan seks dengan perempuan.
Jan Boelaars dalam bukunya Manusia Irian menulis bahwa orang-orang suku Marind
lebih menyukai bentuk hubungan homoseksual dan di malam pertama perkawinan mereka akan
ditemani rekan (pria) satu sukunya. Ini diakibatkan, karena orang-orang Marind menyadari

kekuatan ekonomis dan sosial perempuan, terjadi semacam kompleks kastarasi yang
menyebabkan orang-orang Marind tak bisa menyerahkan diri sepenuhnya kepada seorang
perempuan.
Persetubuhan heteroseksual sebelum menikah juga merupakan bagian dari upacara adat
dalam kebudayaan Papua, terutama di kalangan orang Purari, Kiwai, Marind, Kolepom, dan
Asmat. Di kalangan orang Marind, misalnya, persetubuhan ditegaskan untuk menghasilkan
cairan seksual guna meningkatkan kesuburan, mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan
perkawinan (konsep kedewasaan), membuka kebun, awal kegiatan pengayauan, keseimbangan
lingkunggan, pengobatan, kekuatan magi, dan kepemimpinan. Ia mempunyai makna untuk
menata kehidupan warganya.
Menurut A.E. Dumatubun dalam Pengetahuan, Perilaku Seksual Suku Bangsa MarindAnim yang dimuat di Jurnal Antropologi Papua, April 2003, dasar utama dari berbagai
aktivitas seksual, baik secara homoseksual maupun heteroseksual, di kalangan suku MarindAnim itu berlandaskan pada konsep kebudayaan semen atau kebudayaan sperma. Sperma
merupakan kekuatan yang diperoleh dari seorang pria yang perkasa dan kuat. Sperma
berhubungan dengan konsep kesuburan, kecantikan, kekuatan penyembuhan, dan kekuatan
mematikan. Sehingga di dalam aktivitas hidup suku Marind-Anim konsep sperma memainkan
peranan penting.
Penile Practice
Penile practice dapat diartikan berbagai macam upaya, tindakan, atau intervensi terhadap penis
(baik secara langsung ataupun tidak langsung yang bukan bertujuan untuk meningkatkan fungsi
penis sebagai organ reproduksi. Tujuan tersebut antara lain untuk memperbesar, memperpanjang,
menambah daya tahan, estetika, namun kebanyakan bermuara pada tujuan untuk meningkatkan
gairah dan rangsangan seksual.
Beberapa alasan seseorang mau melakukan penile practice diantaranya adalah tidak percaya diri
dengan ukuran penisnya, menekan ejakulasi dini, meningkatkan gairah seksual, meningkatkan
sensasi dan fantasi seksual, meningkatkan power atau kedudukan mereka sebagai laki-laki,
estetika, kesehatan, dan mengikuti tren.
1.

Jamu dan Obat Kuat


Saat ini terjadi peningkatan penjualan jamu dan obat kuat salah satu penyebabnya adalah
semakin banyaknya konsumen yang mengakses jamu atau obat-obatan tersebut. Alasannya
antara lain untuk memperkuat ereksi, mengatasi ejakulasi dini, dan atau menambah vitalitas
dan gairah seksual.

1)

Obat obatan
a.
Minum
Viagra (non herbal) : adalah obat oral untuk impotensi pria, juga dikenal sebagai
dysfunction ereksi, viagra safects memiliki rekam jejak yang besar dan terbukti
efek yang mulai bertindak dengan 30 minutes sampai 1 jam dan berlangsung
selama sekitar 4 jam. Obat mampu menambah kekuatan vitalitas pria yang pada
dasarnya memacu jantung untuk bekerja sempurna dan mengalirkan darah ke
penis, tablet ini mampu membangkitkan gairah laki-laki dewasa maupun yang
sudah tua (60 tahun ke atas), dalam mengatasi impotensi dan ejakulasi dini.
Adapun komposisi dari Viagra adalah Sildenafil Citrate. Sildenafil sitrat adalah
obat yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri paru
(PAH). Pada awalnya dikembangkan oleh para ilmuwan Inggris dan kemudian
dipasarkan oleh AS yang berbasis perusahaan farmasi Pfizer. Dimana cara kerja
dari obat ini adalah dengan menghambat tipe cGMP-spesifik, phosphodiesterase 5
enzim yang mempromosikan degradasi cGMP, yang mengatur aliran darah di penis.
Semenjak tahun 1998, sildenafil telah menjadi pengobatan utama untuk disfungsi
ereksi.
Kontraindikasi penggunaan obat viagra :
- Orang dengan penyakit jantung
- Orang dengan penyakit liver
- Orang dengan penyakit ginjal
- Hipotensi
- Riwayat dengan serangan stroke atau jantung
- Riwayat keluarga dengan phosphodiesterases retina
Cara kerja viagra :
Mekanisme aksi sildenafil melibatkan perlindungan monophosphate guanosin siklik
(cGMP) dari degradasi oleh cGMP-spesifik phosphodiesterase tipe 5 (PDE5) dalam
corpus cavernosum. Oksida nitrat (NO) dalam corpus cavernosum penis mengikat
reseptor guanylate cyclase, yang menghasilkan peningkatan kadar cGMP,
menyebabkan relaksasi otot polos (vasodilatasi) dari bantal intimal dari arteri
helicine. Ini relaksasi otot polos menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan aliran
darah ke jaringan spons dari penis, sehingga menyebabkan ereksi. Sildenafil adalah
inhibitor poten dan selektif cGMP-spesifik phosphodiesterase type 5 (PDE 5), yang
bertanggung jawab untuk degradasi cGMP dalam corpus cavernosum. Struktur
molekul sildenafil adalah serupa dengan cGMP dan bertindak sebagai agen
pengikat kompetitif PDE5 dalam corpus cavernosum, sehingga ereksi lebih cGMP
dan lebih baik. Tanpa rangsangan seksual, dan karena kurangnya aktivasi NO /
cGMP sistem, sildenafil seharusnya tidak menimbulkan ereksi. Obat lain yang
beroperasi dengan mekanisme yang sama termasuk tadalafil (Cialis), dan vardenafil
(Levitra).

Sildenafil dimetabolisme oleh enzim hati dan diekskresikan oleh hati dan ginjal.
Jika dikonsumsi dengan makanan tinggi lemak, penyerapan berkurang, waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai peningkatan konsentrasi plasma maksimum sekitar satu
jam, dan konsentrasi maksimum itu sendiri mengalami penurunan sebesar hampir
sepertiga.
Gasa / gagah perkasa (herbal) : Ramuan Gasa di buat dari bahan herbal alami,
sehingga jika di gunakan (dalam bentuk kapsul dan diminum) khasiatnya bisa untuk
atasi disfungsi ereksi, lemah syahwat dan libido. Herbal epimedi berasal dari
tanaman Epimediumgrandiflorum. Sejak 2000 tahun lalu, Herbal epimedi di
daratan Cina digunakan sebagai pemacu gairah seksual alami (Natural afrodisiak)
dengan kandungan alkaloid Icariin & sekaligus meningkatkan kualitas ereksi.
Berfungsi untuk:
1) Mengoptimalkan fungsi testosteron.
2) Membantu bagi yang libido lemah karena stress (karena kesibukan yang tinggi).
3) Melancarkan peredaran darah.
4) Meningkatkan kualitas ereksi dan tahan lama dengan cara melebarkan pembuluh
darah kapiler
5) Meningkatkan produksi androgen (hormon seksual pria)
6) Memperbaiki jumlah sperma pada pria
b. Oles
Minyak lintah : Bahan baku lintah yang digunakan adalah lintah rawa atau sering
juga disebut lintah kerbau.
Minyak lintah mengandung 3 zat utama yakni Nitric Oxide, Hirudin, dan
Histamine yang berperan dalam memperlancar peredaran darah. Ketika minyak
lintah dioleskan ke penis maka ketiga zat tersebut akan terserap secara perlahan dan
membantu proses pengenceran darah yang sebelumnya mungkin tersumbat yang
berfungsi untuk memperbesar Penis. Aliran darah yang kembali lancar tanpa
adanya pembekuan darah atau sumbatan itulah, maka jaringan di penis pun akan
mendapatkan suplai nutrisi dengan baik dan akan terisi penuh oleh darah. Dengan
begitu, otot penis pun akan bekerja dengan optimal secara alami. Hasil yang
didapatkan adalah kemampuan ereksi yang baik dan lebih peka akan setiap
rangsangan sekaligus dipercaya memiliki khasiat yang sangat ampuh dalam
memperbesar ukuran penis kaum pria.
2)

Alat
Vakum penis adalah vacum tabung yang mampu membesarkan penis dalam
sekejap. Pompa ini mengisi penis dengan udara. Cara ini dapat sementara

menggembungkan penis tapi tidak bisa meningkatkan kapasitas darah di sel penis
yang sebenarnya sangat penting untuk mencapai pembesaran permanen. Meskipun
pompa berhasil untuk sementara (biasanya selama sekitar setengah bulan), alat ini
tidak sesuai untuk berbagai keadaan. Selain itu pompa dikenal dapat
meninggalkan bekas, lecet bahkan terkadang menyebabkan kelemayuh dan
membuat penis terasa sakit.)
Andropenis: adalah produk pembesar penis tanpa operasi yang mempromosikan
penis panjang melalui prinsip daya tarikan medis, secara efektif menambah
panjang hingga 0,5 cm setiap bulan.
Andropenis berbeda dari produk pembesar penis lainnya karena memiliki:
o Hasil diperkuat oleh berbagai studi medis
o Tidak mengganggu mekanisme kerja
o Tidak ada ketergantungan pada obat atau suplemen herbal
o Empat fakta tanpa syarat
Evaluasi ilmiah - hasil yang didukung oleh studi klinik oleh para urolog dari
seluruh dunia.
o Standar manufaktur - disertifikasi oleh British Standards Institution (BSI)
o Standar mutu - kerahasiaan maksimum, layanan pelanggan 24/7
o 10 tahun pengalaman industri
Dengan pemakaian Andropenis antara 6 - 9 bulan, pria melaporkan rata-rata
(menurut studi ilmiah):
o Menambah panjang penis dengan permanen 3 - 4 cm dalam keadaan ereksi
o Penambahan hingga 4 cm dalam keadaan normal
o Lingkar lilit bertambah hingga 1,5 cm
o Memperbaiki lengkungan penis hingga 40%

2.

3.

Pijat Penis
Beberapa pria beranggapan bahwa semakin besar penis dan semakin kuat maka dia akan
memperoleh kepuasan seksual yang lebih besar daripada pria yang memiliki ukuran penis
yang kecil. Sebagian pria juga ada yang merasa malu dengan pasangan apabila memiliki
ukuran penis yang kecil, padahal anatomi penis antara orang yang satu dengan yang lain
berbeda.
Pada beberapa terapi pijat penis ternyata ada yang menggunakan suntikan bahan kimia untuk
memperbesar penis konsumennya. Bahan kimia tersebut dapat berupa obat-obatan dan
bahkan ada yang menyuntikan minyak goreng ke dalam jaringan bawah kulit penis. Selain
menyuntikan bahan kimia tadi ada pula yang menanam logam, gotri, atau bahkan kelereng
untuk memperbesar ukuran penis konsumennya.
Genital piercing
Genital piercing adalah salah satu bentuk dari body piercing atau kita lebih mengenalnya
dengan istilah tindik. Penile piercing atau tindik penis adalah upaya untuk menambahkan

4.

5.

perhiasan yang biasanya berbahan dasar logam, yang ditusukan baik pada glan penis,
batang penis, kulit, atau bisa juga dipasang pada skrotum.
Tindik penis sangat tidak dianjurkan dalam dunia kesehatan, karena dapat menyebabkan
berbagai risiko yang diantaranya infeksi penis, perdarahan berlebihan, luka permanen,
muncul jaringan baru, memperbesar kemungkinan penularan HIV melalui jarum suntik.
Male Genital Waxing
Male genital waxing adalah tindakan untuk membersihkan rambut kemaluan pada area pubis
atau skrotum yang dilakukan dengan cara memberikan bahan berupa lem yang
dipergunakan untuk merekatkan dengan kertas, kemudian mencabut bulu-bulu tersebut.
Risiko melakukan male genital waxing diantaranya infeksi kutu air, infeksi menular seksual,
infeksi bakteri yang menyebabkan inflamasi pada folikel-folikel rambut, sakit dan perih,
iritasi, perlukaan pada area sensitif.
Penile Tatoo
Genital tatto adalah tindakan untuk memberikan tanda permanen berbahan cat warna, yang
disuntikkan di bawah kulit alat kelamin (penis, pubis, dan sebagainya) dengan berbagai
macam gambar yang diinginkan.
Penile tatoo masih sangat jarang ditemui. Hal tersebut dimungkinkan karena beberapa
alasan seperti genital adalah area yang sangat sensitif, tidak dapat diperlihatkan ditempat
umum, dan biasanya ditutupi oleh rambut kemaluan. Bahayanya hampir sama dengan tindik
penis yaitu dapat terjadi infeksi, perdarahan yang berlebihan, gatal dan rasa terbakar, serta
dapat menjadi faktor risiko penularan infeksi HIV melalui jarum suntik.

Vaginal Practice
Vaginal Practice dapat diartikan berbagai macam upaya, tindakan, atau intervensi terhadap
vagina (baik secara langsung ataupun tidak langsung yang bukan bertujuan untuk meningkatkan
fungsi vagina sebagai organ reproduksi. Tujuan tersebut antara lain sebagian besar didorong oleh
keinginan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan, dan meningkatkan kenikmatan seksual.
Praktek yang paling umum adalah-kebersihan terkait; cuci vagina eksternal di provinsi Asia dan
pembersihan intravaginal di daerah Afrika.
1. Gurah vagina / Penguapan hangat
Gurah vagina adalah perawatan dengan penguapan di daerah kewanitaan yang ramuannya
disebut ratus. Ramuan ratus ini terdiri dari tumbuhan herbal, rempah dan akar tumbuhtumbuhan seperti teh hijau, cempaka, mawar, melati, yang kemudian dikeringkan. Bukan
saja membersihkan dan mengharumkan, gurah vagina juga bisa untuk menghilangkan
keputihan. Asal tahu saja keputihan adalah salah satu penyebab timbulnya bau tak sedap.
Keputihan antara lain disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, dan virus. Ada juga
keputihan akibat menopause. Keputihan yang parah diduga menjadi salah penyebab
kemandulan dan kanker rahim. Ramuan rempah-rempah untuk gurah tersebut akan
mengeluarkan wewangian sampai ke dalam vagina dan merangsang daerah vagina.
Penguapan ini menggunakan ramuan wewangian sehingga mengharumkan vagina, selain

2.

3.

4.

5.

menghangatkan. Karena itu, selayaknya cara ini dilakukan seperti kita menggunakan parfum
badan. Tidak ada alasan selain alasan kosmetik. Meski penguapan disebut sebagai salah satu
cara merawat vagina, langkah ini bukan untuk mencegah penyakit, apalagi menghilangkan
gangguan.
Dengan uap hangat tersebut maka akan merangsang pori-pori tersebut untuk membesar
dan mengeluarkan racun serta kotoran dari dalam vagina dan menyerap aroma dari rempahrempah tersebut. Jika ingin melakukan gurah vagina, sebaiknya Anda melakukan massage
lebih dulu sehingga tubuh akan merasa lebih rileks dan lebih bersih, lalu mandi seperti biasa.
Meski tak sedikit yang tertarik mencobanya, gurah vagina masih diragukan efektivitasnya.
Apalagi yang menanganinya jelas-jelas bukan dokter. Tindakan ini bisa membuat semua
mikrooganisme yang merugikan maupun yang normal akan mati dan hilang dari vagina.
Akibatnya, vagina justru berisiko terganggu.
Cairan pembersih semprot (Spray)
Cairan pembersih khusus digunakan dengan cara menyemprotkannya ke dalam vagina.
Berisi bahan aktif yang mampu melumpuhkan bakteri, kuman, serta jamur. Cairan ini bisa
digunakan dalam beberapa menit.
Penggunaannya harus dengan pengawasan dokter. Karena itu, selain cairan pembilas,
obatan untuk mengatasi gangguan yang ada juga akan diberikan. Tidak semua gangguan
bisa diselesaikan dengan cairan ini. Paling hanya dapat mengatasi keputihan. Jadi, tidak
akan mampu mengatasi penyakit kelamin, apalagi penyakit menular seksual (PMS).
Sinar Laser
Laser diperlukan karena penggunaan obat pembunuh kuman di vagina biasanya butuh
waktu lama, apalagi kalau terjadi resistensi obat. Laser yang digunakan biasanya jenis level
rendah atau low level laser therapy. Formulasi dari sinar inframerah clan ultra violet ini
mampu membersihkan bakteri, jamur, dan virus dalam waktu relatif cepat.
Untuk gangguan ringan, penembakan biasanya dilakukan selama 15 menit sekali.'Bila
gangguan sudah berat, butuh puluhan menit dengan beberapa kali tembakan dalam beberapa
hari. Obat juga kerap diberikan oleh dokter setelah penembakan laser.
Terapi ozon
Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD, dari Klinik Medizone, menyebutkan bahwa metode
penggunaan terapi ozon ini layaknya menggunakan cairan pembersih. Dengan alat yang
disebut vaginal insufflations, ozon dimasukkan ke organ kewanitaan dengan dosis sesuai
kasus.
"Prinsipnya ozon ini berfungsi sebagai disinfektan yang bisa membunuh kuman.
Tujuannya untuk mencegah masuknya kuman penyebab penyakit," ujarnya. Dengan periode
waktu tertentu pula (tergantung kasus), ozon diperlukan agar kebersihan vagina terjaga.
Agar pengobatan efektif, biasanya terapi ini dikombinasi dengan obat-obatan. Namun,
ozon tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit seksual atau PMS. Dan yang jelas,
terapi ini harus dilakukan oleh dokter yang ahli dalam hal ini. Jika tidak digunakan secara
tepat, memasukkan ozon ke organ kewanitaan hanya akan menyebabkan
berkembangbiaknya bakteri yang malah merugikan vagina.
Spa vagina

Ini metode perawatan alat reproduksi wanita yang menggabungkan berbagai terapi kuno.
Ada teknik pengasapan atau penguapan. Ada juga teknik pijat akupresur pada seluruh tubuh
dan terutama vagina. Ada juga meditasi gerak atau semacam kegel khusus untuk vagina.
Beberapa terapi tersebut cukup aman. "Terapi spa sebenarnya umum digunakan dalam
perawatan kesehatan, hanya kali ini. khusus diterapkan untuk bagian vagina saja," ungkap
Hj. Worro Harry Soeharman, M.Ph, MKA, penggagas terapi V-spa.
6. Kuras vagina
Ini adalah pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim.
Langkah ini menjadi tindakan awal agar jamur atau kuman tidak merembet ke rongga rahim
atau saluran telur, yang bisa mengakibatkan kemandulan atau infeksi yang bisa memicu
kanker.
Wanita yang menderita keputihan hendaknya tidak menunda pengobatan. Supaya tidak
repot, penderita bisa mendatangi klinik semacam Klinik Pasutri atau Pusat Pelayanan
Keluarga yang memberi pelayanan, mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
laboratorium, serta membersihkan vagina sampai ke rongga rahim hingga pengobatannya
tuntas.
Caranya, ujung vagina sampai rongga rahim diteropong dengan speculum. Dengan alat
penjepit kain kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam betadin ini, tindakan "kuras"
dilakukan. Tidak perlu takut, karena tindakan ini sederhana dan ticlak menyiksa. Usai hasil
laboratorium diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat. Bisa berupa obat minum
atau tablet yang dimasukkan ke lubang vagina. Setelah tiga bulan, pasien diharapkan
kembali untuk cek ulang.
intravaginal pembersihan itu jauh lebih umum di provinsi-provinsi Afrika. Itu adalah praktek
yang paling umum di Tete (91,7% wanita) dan KwaZulu-Natal (63,3%), itu sebagian besar
dilakukan untuk kebersihan, menjaga kesehatan atau untuk meringankan gejala genital.
aplikasi eksternal (terutama dari produk modern di Chonburi dan produk tradisional di Tete)
terutama umum di kalangan wanita di Chonburi (32%) yang diterapkan zat median sembilan
kali per bulan (IQR = 30/3), hampir selalu karena alasan kebersihan dan kebersihan.
Sebaliknya, aplikasi di situs Afrika dilakukan sebagian besar untuk meningkatkan laki-laki dan
/ atau kenikmatan seksual perempuan sendiri, atau untuk menjaga mitra berkomitmen (21%
perempuan di Tete dan 43% di KwaZulu-Natal).
intravaginal penyisipan adalah didominasi fenomena situs Afrika, lebih sering untuk
mengencangkan daripada untuk pengeringan. Kemungkinan berlatih ini adalah 12 kali lipat
lebih tinggi di provinsi Tete daripada di KwaZulu-Natal, di mana motif utama adalah
pengurangan bau (54% wanita memasukkan zat). Beberapa wanita di situs Asian melaporkan
praktek penyisipan saat ini.
konsumsi oral dilaporkan terutama di Yogyakarta dan Chonburi, di mana sekitar dua pertiga
dari wanita yang pernah tertelan zat yang dimaksudkan untuk mempengaruhi vagina atau
rahim. Perempuan lebih banyak di Yogyakarta saat berlatih konsumsi (48%, rata-rata tiga kali /

bulan produk tradisional), daripada di Chonburi (10%) di mana pengguna saat melaporkan
melakukannya sering (median lima kali / bulan).
vagina Streaming atau merokok telah dilakukan oleh dua pertiga dari wanita di Chonburi
(67%), yang mereka terkait dengan menjaga kesehatan dan identitas feminin. Ini adalah praktek
postpartum tradisional di daratan Asia Tenggara; 86% dari wanita yang menggunakannya
dilaporkan melaksanakannya dalam periode postpartum, menjelaskan penggunaan arus yang
rendah. Praktek ini juga tidak jarang di Tete (praktek saat 10%), meskipun ada itu sebagian
besar ditujukan untuk meningkatkan kenikmatan seksual laki-laki dengan menyebabkan
pengetatan vagina (64% dari pengguna) dan pengeringan (23%). Di Indonesia peningkatan
jumlah salon menyediakan mengepul vagina dengan herbal sebagai bagian dari perawatan
kecantikan yang inovatif.
Modifikasi Anatomi adalah jarang, kecuali dalam Tete, di mana 25% dari wanita telah
menjalani semacam pemotongan di daerah vagina. Ada berbagai jenis stek kelamin: sayatan,
excisions dan scarifications. Motivasi wanita tete bersangkutan pengobatan infeksi atau gejala,
atau perangkat tambahan kenikmatan laki-laki dan komitmen. Yang terakhir pemikiran juga
dikutip oleh sebagian besar 3% dari wanita KwaZulu-Natal yang melaporkan praktek ini.
Elongasi labial dilaporkan oleh perempuan hampir semua Tete, tetapi tidak dilakukan di tempat
lain. Itu sebagian besar dibingkai sebagai penting praktik untuk menjaga identitas feminin
(72%) dan terjadi dari awal masa remaja dan seterusnya (berarti timbulnya praktek 11 tahun; sd
= 2,2). Perempuan dianggap penting untuk kesenangan seksual laki-laki (35%), menjaga
komitmen mitra (37,6%). dan kenikmatan seksual bagi perempuan.

Referensi
www.download.springer.com/
www.menengage.org/
www.pkbijateng.or.id/penile-practice-apa-saja/
www.ilmukesehatanreproduksi.blogspot.co.id/2014/08/penile-practice.html
http://icrhb.org/
http://argyo.staff.uns.ac.id/