Anda di halaman 1dari 2

L

Foto: Ardi W

KALA

sekali terbit, langsung bubar

Sekali Terbit, Langsung Bubar


Bukan Kepel News adalah media komunitas saja menurut kami, penuang uneg-uneg seperti ini
mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM yang diterbitkan memang sedang dibutuhkan. Kami yang sudah tua ini,
hanya sekali oleh sekelompok mahasiswa angkatan pada lingkup internal kampus memang tidak seaktif
2006 yang akan segera undur diri. dulu lagi. Sebagian dari kami makin sibuk dengan
Sudah hampir empat tahun kepentingan dan hal-hal mendesak masing-masing.
Failure* saya dan teman-teman saya Namun masih ada sepercik rasa rindu akan
angkatan 2006 berjuang di Jurusan kehangatan kampus yang dulu bisa kami
Descartes, seorang filsuf Yunani, teman Komunikasi dan saya merasa miris. Ilmu Komunikasi, UGM. Perjalanan dapatkan dengan mudah.
berkata, “Saya berpikir maka saya ada”. Nama Komunikasi kini oleh banyak orang di kami beriringan dengan banyak Kami merasa
Sebuah ungkapan yang kini sudah tidak luar dipandang sebagai jurusan favorit yang perubahan dan perkembangan di makin gemas
berlaku lagi, karena kita hidup di zaman yang glamour dimana setiap mahasiswanya Jurusan Ilmu Komunikasi ketika kampus
serba cepat. Dua tangan yang bekerja lebih berkalungkan kamera D-SLR, dengan mata tercinta ini. Mulai saat Kepel terasa makin
baik daripada 10 orang berpikir keras. kuliah yang tidak sulit-sulit amat, dan banyak masih dipadati gojekan lawas, asing. Kami belum
Layaknya seorang yang belajar berenang, memiliki waktu luang. satu kali Communication bisa berbuat apa-apa
belajar mati-matian teori berenang dan Saya yakin sebagai mahasiswa Expo (Commex), puluhan selain mengeluh dan
memotivasi diri bahwa saya bisa berenang Komunikasi kita masih punya banyak waktu seminar, belasan acara dari mempertanyakan di
tanpa menceburkan diri dalam kolam renang tidak produktif untuk melakukan hal Bada Semi Otonom (BSO), m a n a l e t a k
adalah sama dengan bohong. Eksistensi bukan produktif. Setidaknya kita bisa empat kali kepengurusan k e j a n g g a l a n
diukur hanya melalui pemikiran saja, namun mengharumkan nama jurusan kita di kalangan Komako yang berbeda, sebenarnya. Akhirnya
eksistensi muncul berdampingan dengan aksi, mahasiswa Komunikasi se-Yogyakarta sebagai

U
bahkan belasan kini, beberapa teman
dan ide terbaik adalah ide yang diwujudkan. awalnya, dengan cara mengadakan acara terbitan Kepel News. yang berkesempatan
Dua tahun yang lalu di bulan yang yang intens dan terjadwal setiap tahunnya. Berawal m e n y u m b a n g k a n
sama diadakan sebuah acara yang berkesan Tidak harus bernama Commex namun seperti dari celetukan tulisannya, bergabung untuk
bagi saya pribadi. Acara dimana saya banyak Piala Dunia, acara yang diselenggarakan akan teman saya, Awe, semua media internal yang
belajar dari teman-teman sejawat jurusan selalu ditunggu karena kita selalu menyajikan yang mengawali awalnya sempat dinamai Kepel
Komunikasi. Sebuah acara yang dilaksanakan sesuatu yang berbeda dan menarik. perbincangan News Perjuangan. Kali ini kami
dengan tujuan untuk menutup tahun Apalah arti sebuah eksistensi. kami tentang semua punya tujuan yang sama,
kepengurusan Komako tahun 2007/2008 Pendahulu saya pernah berkata, paling tidak konsep sebuah yaitu memberikan sebuah
dengan meriah. Acara itu adalah kita bisa berbuat baik untuk almamater. media internal. alternatif media internal untuk
Communication Expo (Commex). Namun Sedikit atau banyak dengan hasil yang baik Te r n y a t a urun pikiran. Demi bukti bahwa
apakah arti Commex? Bagi saya sangatlah atau buruk itu bukan masalah, yang penting bukan hanya kami tidak sembarang mengeluh dan
berarti. Acara yang pada saat kita telah mencoba. Seperti kata Coldplay, dia yang protes.
penyelenggaraan terakhirnya dinyatakan “When you never try, you'll never know”. m e r a s a a d a Halo Komunikasi, kini kami
sebagai acara tahunan tersebut menyimpan Willy kejanggalan dengan keadaan permisi unjuk pikiran, sembari
banyak kenangan. Dengan persiapan Ketua Communication Expo 2007/2008 saat ini. Mulailah kami merintis ide meminta doa semoga cepat lulus.
minimalis namun ditopang dengan Tim yang yang semula iseng ini dengan bantuan rekan Minimal doa agar kami tidak banyak
luar biasa membuat segalanya lebih mudah, terdekat, angkatan 2006 sendiri. Persembahan ini protes dan mengeluh lagi. Dan kami pun
meski harus berjibaku bersama. bukan tanpa kendala. Keberadaan media sempat berjanji, media ini akan hanya sekali
Namun sayangnya penyematan mendapat banyak komentar mengenai dukungan dan terbit, kemudian langsung bubar.
Commex sebagai acara tahunan kini menguap pertimbangan, bahkan sebelum rapat tema kami
begitu saja. Acara yang saya rindukan dimana *(Judul di atas terinsipirasi dari sebuah lagu lakukan. Setelah itu, ternyata setiap tulisan lantas Nadia
eksistensi sebagai mahasiswa jurusan dari Kings of Convenience dengan judul yang tidak mudah dikumpulkan. Jadwal penerbitan yang Koordinator
Komunikasi diwujudkan dalam sebuah sama. Dalam lagu tersebut terdapat pesan sempat molor ini kami harap akan terbayar dengan
rangkaian acara kini tidak terselenggara lagi. tersurat bahwa, “Failure is always the best hasil yang memuaskan.
Melihat seminar bertema Komunikasi yang way to learn”. Jadi, lakukan saja seperti kata Media ini bukanlah media yang paling
dengan sangat baik diselenggarakan oleh Nike.) sempurna, juga tidak lebih baik dari yang lain. Hanya
jurusan lain membuat beberapa teman-

m TENTANG DIA
Bisu
Di tengah suara bising dan berisik
yang berkelindan menjadi sengkarut,
mungkin sekarang saatnya kita berhenti
ibaratnya seperti air yang tenang namun
mengalir pasti mencapai tujuan. Kita bisa
bercermin dipermukaannya dan menemukan
RUANG

sejenak dan menengok telaga yang tenang. kekurangan hidup. Lantas bersama
Becerminlah dan melihat lebih dalam di balik memperbaikinya. Bukannya apatis tak
Kiprah si Jangkung Asal Temanggung bayang-bayang yang lindap. Barangkali kini tergubris.
waktunya kita merumuskan kembali apa yang “Jangan sampai sampean terjebak
Siapa tak kenal sosok paling jangkung di Foto: Dok. mesti kita susun dalam ujaran kehidupan. dalam belantara teks atau kalimat. Terlalu
angkatan 2004 ini? Mahasiswa Komunikasi UGM Begitulah piwulang seorang banyak bermanis kata tanpa pembuktian
angkatan 2007 ke atas pasti telah mengetahui sahabat yang lagi-lagi dengan wajahnya yang fakta. Sebab, kata senantiasa bergerak antara
sepak terjangnya di ranah kampus. Dialah tenang datang pada saya siang itu, di bawah kamus dan konteks. Ia terus-menerus berada
Aditya Wira Santika, ketua Komako pohon kehidupan dalam keadaan yang tak stabil dan tak seratus
2007/2008. “Sebab persen pasti. Ingat lah
Jangan coba mencari pria kelahiran hidup,” kata sahabat bahwa apa yang akan
Temanggung, 15 Juli 1987 ini di kampus. Kini Adit itu, “bukan cuma sampean sampaikan
telah mereguk tantangan dunia kerja di sebuah kata-kata yang p a s t i a k a n
perusahaan besar bernama Pertamina. Tak bisa berisik. Diam, didengarkan oleh
dipungkiri, langkah awal yang dapat dikatakan kekosongan, juga r a k y a t , Pa k d h e , ,
gemilang ini ikut dipengaruhi oleh kerja kerasnya keheningan, adalah Sampean adalah
selama mengenyam bangku kuliah. penduduk lain dari seorang Raja,
Bicara Komako kehidupan.” “Hmm, pemimpin kaum yang
Selepas dari Jurusan Komunikasi, Adit saya setuju, itulah akan dimintai
bercita-cita untuk menjadi komunikator handal. yang sedang saya p e r t a n g g u n g
“Maksudnya, pingin jadi orang yang bisa nulis, rasakan Pakdhe,” jawabannya kelak”,
bisa bikin film, bisa foto, bisa bikin iklan, bisa batin saya dalam ujarnya panjang.
bikin promo, bisa bikin event, dan jadi toserba serba sebagai apresiasinya terhadap musik Jepang. hati. Manusia
ada serba bisa,” kelakarnya. Oleh karena itu, Berbagai jenis pekerjaan ia lakoni pula selama akhirnya memang tak
penggemar sambal ini berusaha mewujudkan menjadi mahasiswa. “Tahun 2005 aku kerja di café, “Belajarla
h tentang hidup dari bisa punya satu
keinginannya dengan menekuni segala bidang di 2005 – 2009 aku diberi kepercayaan buat nge-handle kamus, bahkan di
Komunikasi. Awal kuliah, Adit tertarik dengan manajemen studio musik. Sempet juga kerja di radio sungai seperti
Sidharta Gautama, dalam kepalanya
jurnalistik. Semester dua, Adit menyalurkan minatnya tahun 2007, dan akhir 2009 hobiku nyewain LCD sendiri. Sedihnya
di bidang film dengan tergabung dalam divisi apresiasi proyektor untuk kalangan mahasiswa,” kenang pria Mas,” katanya.
“Sebab sungai ialah bahwa orang
dan pemutaran film KINE. Ia kemudian menyambung penggemar warna hitam dan putih ini. Selain itu, Adit sering menganggap
kiprahnya dengan menjadi ketua Komako 2007/2008. juga kerap menjadi volunteer di berbagai acara memiliki bermacam-
macam suara. Sungai Ilus: Saiful B harus ada satu kamus
Karier Adit di Komako diawali dengan niat komunitas film dan membentuk sebuah event untuk semua orang.
sederhananya yang cukup terkenal di era 2007-an, organizer bersama teman-temannya. memiliki suara
seorang raja, pendekar perang, lenguh seekor Sedihnya lagi ialah
yaitu “berbuat baik untuk jurusan”. Niat mulianya Seluruh kegiatan yang dilakoni selama kuliah, bahwa dalam komunikasi yang mau serba
didukung dengan langkah nyata berupa kegiatan- baik akademik maupun non-akademik, diakui Adit sapi jantan, percik air kehidupan, erangan
wanita yang tengah patah hati dan gumaman cepat kini, kita sering luput untuk
kegiatan yang dapat memfasilitasi seluruh anggota telah menjadi pengalaman dan pelajaran berharga. memberikan ruang pada keragaman. Kritik
Komako. Baginya, peran Komako tak hanya sebatas “Background akademis penting karena mengajarkan pria yang kasmaran. Dengarkanlah, maka
sampean akan belajar dan kemudian tahu apa pun dianggapnya pembangkangan tahta. Ia
sebagai penampung saran dan uneg-uneg. Organisasi bagaimana memahami dasar dan konsep. Sementara di menafikan kenyataan bahwa warna daun pun
ini juga harus memiliki kegiatan-kegiatan yang jelas. organisasi kita bisa belajar cari masalah dan makna kebisuan. Dan yang paling penting jerit
rakyat jelata yang tak terungkapkan. Di dekap tak pernah sama. Dan rakyat punya
Ketika ditanya mengenai idealnya Komako, Adit menyelesaikan masalah, belajar caranya ambil penilaiannya sendiri.
menjawab diplomatis, “menurutku nggak ada bentuk keputusan, belajar caranya ngadepin orang, belajar sekap. Karena manusia diciptakan dengan dua
komako yang ideal. Setiap kepengurusan wajib punya caranya memanfaatkan background akademis kita telinga dan satu mulut hanya untuk bertukar Saya terdiam, teringat lagi
karakteristik sendiri dan itu justru yang bikin komako secara maksimal meski kita nggak pinter-pinter kebajikan. kejadian penggantian lambang kebesaran
menarik. Fungsi Komakolah yang harus ideal. Artinya, banget,” jelas Adit panjang lebar. Kadang-kadang kita perlu menjadi kerajaan. Geram. Kesepihakan yang sungguh
sing penting Komako harus bisa memberi manfaat buat Akhirnya adit pun memberi sedikit wejangan. bisu. Bila sampean sudah mengenal kebisuan, arogan. Lalu saya sadar. Teringat lagi ujaran
stakeholdersnya, dengan cara apa saja, terserah “Selama kuliah jadilah mahasiswa yang bisa hidup di sampean akan tahu bahwa pengetahuan Gandhi. Bila mata dibalas mata, dunia akan
pengurusnya,” jelas pria humoris ini mantap. berbagai jenis alam. Jadilah kupu-kupu (kuliah- dapat dikomunikasikan, tapi kebijaksanaan gelap gulita. Buta. Hanya seucap kata yang
Eksis di luar pulang-kuliah-pulang, kura-kura (kuliah-rapat-kuliah- tidak. Ada kalanya kebisuan itu bukan berarti bisa terucap: “Inilah mosi tidak percaya!”
Selain aktif di kegiatan kampus, pria single ini rapat), dan kuda-kuda (kuliah-dagang-kuliah-dagang), kesepakatan makna tanpa adanya prakata, Satu visi, satu misi, satu
juga rajin berkegiatan di luar kampus. Adit tergabung seimbangkan semuanya supaya tahu rasanya hidup,” kebisuan bisa jadi seperti puncak gunung es komunikasi!
sebagai bassist dalam Julia, sebuah band beraliran pungkas Adit ceria. yang mengendap dalam. Yang tanpa sadar Rocky
Jepang. Tak hanya grup band, pada tahun 2005 ia juga Dila dan Starin telah merongrong kebenaran sejati.
membentuk komunitas musik Jepang bernama Hikaru Ketua Komako 2008/2009
Seorang pemimpin yang baik
N TITIK HITAM

% Merayakan Kebersamaan
Saya ingat betul malam itu,
bersama seorang teman seangkatan dan dua
tak pernah seratus persen serius. Lewat BSO
pula kami banyak mengenal kakak angkatan

EKSKUL
orang kakak angkatan saya menginap di yang kemudian bisa jadi teman gojek tak
kampus. Tujuannya sekedar memasang jelas kami. Tanpa BSO sedikit sulit rasanya
sekitar dua puluh pigura di dinding kampus, menemukan gojekan khas komunikasi yang
kami mengerjakan itu dengan diiringi sudah mentradisi dan sifatnya jadi lawas.
gojekan lawas ala srimulat. Sekitar dua Entah karena saya dan Kemas
puluh pigura kemudian baru bisa selesai mulai beranjak tua atau karena sesuatu
tertempel di dinding sekitar pukul 07.00 yang telah berubah keadaan tak lagi seperti
pagi ketika beberapa mahasiswa mulai dulu. Karena beberapa tuntutan mungkin,
hendak masuk kuliah. Kami jelas lelah, suasana gojek ala BSO mulai tak lagi terasa.
namun kenangan itu tak pernah membuat Tapi aroma keseriusan sepertinya juga
saya lelah. belum terasa. BSO sebagai adik kandung
Kenangan itu terus muncul bukan Komako juga seperti adik dan kakak yang
karena pameran fotonya, namanya pameran berjauhan, tak lagi mesra seperti dulu.
foto anak kampus ya apa sih yang Dengan minimnya kegiatan BSO
diharapkan, tak terlalu banyak pasti. Tapi saat ini jelas membuktikan kalau ada yang
Manajemen Media Internal bagaimana kami selalu mengeluarkan hilang dengan fungsi BSO sebagai sebuah
lelucon yang tidak jelas dan bagaimana wadah mahasiswa untuk berkreasi sesuai
Kerap bangga mengaku diri sebagai mahasiswa Ilmu demografis para pembaca? Jawabannya adalah kami menganggap kampus sebagai rumah dengan bidangnya. Minimnya kegiatan
Komunikasi, tapi seberapa tahukah kita tentang dengan melakukan riset. kedua kami. Menginap di kampus seperti ditambah pula dengan kurang begitu
manajemen media internal tersebut? Khalayak dari media internal adakalanya jadi penutup hari yang mengasyikkan mesti terjalin baiknya hubungan dengan Komako
sangat kritis dan menuntut standar yang tinggi harus dibayar dengan rasa lelah dan omelan maka lengkaplah sudah semuanya.
Pada dasarnya, manajemen media massa terhadap kualitas media organisasinya. Tentu saja, ini orang rumah ketika pulang. Dulu ada Communication Expo
dengan manajemen media internal kurang lebih merupakan beban bagi awak tim produksi untuk Adalah Badan Semi Otonom (BSO) (Commex) yang bisa dijadikan wadah bagi
sama. Perbedaan diantara keduanya hanyalah memenuhi standar tersebut. Namun, untuk dapat yang membuat saya dan rekan saya, sebut Komako dan BSO untuk bekerjasama.
menyangkut masalah publik yang akhirnya mengetahui standar kualitas yang diinginkan saja namanya Kemas, senang berada di Dengan tak ada tanda-tanda akan
mempengaruhi hal-hal lain seperti budget, ukuran khalayak, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Cukup kampus. BSO kami ibaratkan seperti adik diadakannya kegiatan tersebut atau
redaksi, oplah, dan frekuensi penerbitan. Media mengadakan riset kecil untuk sekedar mengevaluasi kandung Komako lah. Kalau di Komako kami kegiatan sejenis itu dan keringnya kegiatan
internal umumnya secara khusus diterbitkan oleh beberapa edisi media internal yang telah diterbitkan. belajar organisasi secara utuh karena sifat BSO maka sulit rasanya untuk
suatu organisasi untuk kalangan lingkungan dalam Metodenya bisa macam-macam antara lain survei, Komako sebagai wadah organisasi mengembalikan apa yang dulu dinamakan
(internal). wawancara, etnografi, atau focus group discussion mahasiswa Komunikasi maka di BSO hal itu dengan 'Merayakan Kebersamaan'.
Format media internal macam-macam. Ada tergantung kebutuhan. bercampur dengan sedikit aura komunitas.
yang formatnya majalah, tabloid, atau buletin. Sebuah media internal dari perusahaan Sebagai sebuah organisasi BSO juga Awe
Bentuk yang digunakan tergantung dari anggaran yang besar yang digawangi oleh fresh graduates misalnya, melakukan apa yang organisasi lakukan dan Ketua Publicia Photo Club 2008/2009
dimiliki organisasi untuk memproduksi media. tidak bisa hanya mengakomodasi isi dan pengemasan aura komunitas membuat gojekan lawas
Bila budget telah tersedia serta tim media internal berdasarkan perspektif mereka yang selalu hadir dalam tiap pertemuan kami.
produksi dan format telah ditentukan, maka langkah notabene masih muda. Content dari media internal Geliat di BSO pada akhirnya membuat saya
berikutnya adalah menentukan rubrikasi. Format juga harus dapat memuaskan standar mereka yang dan rekan saya merasa pas mengingat kami
rubrikasi menyesuaikan dengan jumlah halaman yang lebih senior di perusahaan. Bila memang media
akan diproduksi. Tentu saja rubrikasi ini penting sebab internal ingin dikemas dengan format yang santai dan
keefektifan sebuah media internal salah satu populer maka perlu diadakan riset agar kemasan
indikatornya adalah content yang efektif bagi tersebut tidak dianggap terlalu 'kanak-kanak' oleh
publiknya. Efektif disini dapat didefinisikan sebagai khalayak yang lebih senior. Apalagi untuk sebuah
mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi yang publik internalnya memiliki basis ilmu
sebelumnya. komunikasi tentu standar yang diharapkan khalayak
Akan tetapi, perlu diingat meskipun terhadap media internalnya juga lebih tinggi. Intinya,
segmentasi dari media internal adalah publik internal yang perlu dilakukan agar media internal efektif
dari organisasi perlu dipertimbangkan pula aspek mencapai target pembaca adalah melakukan riset dan
psikografis dan demografis para pembacanya. Sebuah terus melakukan evaluasi serta memperbaiki
media internal organisasi kampus misalnya, tidak bisa kekurangan.
hanya dibuat dengan mengakomodasi segmen
pembaca yang berasal dari fakultas atau angkatan Dini
tertentu. Media internal yang efektif harus mampu Si Penghobi Riset
menjangkau semua publiknya. Lalu, bagaimana
caranya bisa mengetahui aspek-aspek psikografis dan

Foto: Ardi W

@
Kepel News masa kini
FIKSI
Kepel News merupakan media komunitas mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM yang

_
diterbitkan setiap bulan oleh Departemen Medkominfo KOMAKO UGM. Beberapa bulan
terakhir ini, Kepel News seakan kehilangan taringnya sebagai media internal. Sebagai
mahasiswa Komunikasi yang kritis dan kerap mengamati media, bagaimana komentar
mereka tentang Kepel News edisi beberapa bulan terkahir tersebut? Lantas, apa harapan
Foto
mereka untuk Kepel News selanjutnya? I paint objects as I think, not as i see them. tidak bisa melihat foto-fotoku dihiasi pernikahan
(Pablo Picasso) seorang yang kucintai dengan orang lain.
AYAT-AYAT CINTA

Jujur, secara konten kepel news yang sekarang ada penurunan dibanding kemarin. Buat
masukan aja, artikel dan tiap sumbernya bisa lebih selektif dan variatif, sama design Di malam itu juga, aku menyiapkan semua di
biarpun kepel news hitam putih tapi kalo bisa dibikin lebih eyecatching. studioku. Aku kenakan pakaian pernikahan. Aku
Icha Kom '07 dandani diriku. Lalu kupotret diriku sendiri dalam
berbagai gaya. Kuolah fotoku dan foto pernikahan
Kepel news sekarang itu... J.E.L.E.K, layout-nya parah, kayak buletin mushola, kertasnya Luvi. Foto suami Luvi telah tergantikan oleh fotoku.
murahan, susah dibaca, dan tulisannya kemepetan. Hasilnya seluruh foto telah berubah. Yang tampak
Aldi Kom '07 adalah pernikahanku dengan Luvi.

Beritanya kurang berita komunikasi. Kalo menurutku kurang oke. Kayak bulletin-buletin dari Seminggu setelah pernikahan itu, Luvi dan suaminya
UKM ato komunitas biasa gitu. Padahal kan kita komunikasi, mempelajari bidang itu, tapi datang ke studioku. Kuserahkan foto-foto pernikahan
kok gak ada bedanya ma buletin lain. Luvi. Pernikahan Luvi denganku. Luvi terkejut,
Didi Kom '08 begitu juga suaminya. Aku tidak mau merubah
pendirianku, hanya foto itu yang kuberikan. Suami
Bikinnya ga niat... Ilus: Saiful B Luvi marah bukan main. Ia tidak bisa menerima ini. Ia
Asep Kom '06 tidak mau membayarku, tetapi itu tak jadi masalah
Dulu sebelum fotografi muncul, sebuah momen bagiku.
Lucu sih kepel newsnya, redaksinya siapa, profilnya siapa... diabadikan lewat lukisan. Ketika seorang pengantin
Dewa Kom '06 melakukan sumpah mereka, tidak hanya pendeta yang Ternyata masalah ini berdampak besar. Suami Luvi
ada di sana tetapi juga seorang pelukis. Pelukis itu punya koneksi kuat di jalur hukum. Aku digugat dan
Isinya komako narsis. Beritanya kurang meng-cover Jurusan Komunikasi, lebih ke komako melukis sesuai dengan apa yang ada di hadapannya. akhirnya terpaksa membayar ganti secara finansial.
banget. Pokoknya di-update aja berita-berita seputar kom. Semua itu semata-mata agar sang pengantin terus Aku yang bangkrut terpaksa menutup studioku.
Rifky Kom '08 mengingat suasana pernikahan mereka. Sejak dulu Hampir semua peralatan kujual. Hari-hari itu aku
aku sering berimajinasi menjadi pelukis di zaman hanya bisa memandangi foto pernikahanku dengan
Distribusinya gak merata, aku aja baru baca cuma yang edisi maba doang. dulu. Luvi. Satu dari puluhan foto itu kupigura dan
Nisa Kom '09 kutempel di dinding kamarku. Itulah kebanggaanku,
Sayangnya aku tidak punya kemampuan untuk kebanggaan yang tak ternilai.
melukis. Mungkin zaman memang sudah berganti
hingga aku berkenalan dengan fotografi. Akupun Aku teringat imajinasi lamaku. Aku membayangkan
mulai memotret semua yang ada di sekelilingku. bagaimana bila seorang pelukis harus melukis

#
Semua kudokumentasikan agar suatu saat aku bisa pernikahan gadis yang disukainya. Apakah ia akan
mengenangnya. Kemampuan fotografiku terus melukis sang mempelai pria, atau melukis dirinya.
Gombal Maning berkembang. Beberapa tahun yang lalu aku memulai Melukis sang mempelai pria berarti melukis sesuai
bisnisku, fotografi pernikahan. realita. Lukisannya akan dihargai oleh sang
Tema rubrik kali ini Gombal Maning, untuk memberi referensi gombal pada pria-pria dan
pengantin. Tetapi itu berarti membohongi hatinya.
perempuan komunikasi tentunya.
Ketika bertemu Luvi, aku langsung menyukainya. Dan kupikir untuk apa melakukan sesuatu yang bukan
1. Mama kamu minum kopi terus ya pas lagi ngandung? Kok aku melek terus sih ngeliatin
Sayangnya pertemuanku dengannya adalah sebagai dari hati. Bukankah tak selamanya menyampaikan
NAGABONAR

kamu?
fotografer dan seorang calon pengantin. Calon suami kenyataan itu lebih baik.
2. Tau ngga sih nyai.. Nyai pasti karetnya dua.. Pedes tapi ngangenin.
Luvi memilih aku untuk mengabadikan pernikahan
3. Kamu emang cocok jadi petinju, karena cinta kamu bikin aku K.O!
mereka. Dan aku mulai memotret mereka. Semua Irham
4. Eh di Rumah Makan Padang, aku tadi beli ati-ampela. Aku makan ampela-nya aja.
hasilnya rapih, tapi aku merasa ada yang salah. Aku
Hatinya? Buat kamu aja deh!
5. Anterin aku ke dokter mata yah. Gak tau kenapa nih kayaknya mataku mengabur,
yang keliatan jelas cuma kamu gitu
6. Kalo Kancil mencuri timun, kalau kamu? .mencuri perhatianku Box Awak Bukan Kepel News
7. Kenalin namaku Micky. Mickyrin Kamu Terus Tiap Detik Penulis: Ardi Wilda Irawan, Baiq Nadia Yunarthi, Dila Maretihaq Sari, Dini Nur
8. Neng dulunya anggota paskibraka ya? Soalnya kalo deket neng hati abang kok
berkibar-kibar ya? Latifah, Irham Nur Anshari, Kemas Muhammad , Rocky Ismail, Starin Sani,
Willybrodus A.P.Y.
Kemas
Ilustrator: Saiful Bachri
Lay-outer: Irham Nur Anshari