Anda di halaman 1dari 8

Ka'bah

SENIN, 28 JUNI 2010 06:54 MULYANA, LC. REFERENSI - ENSIKLOPEDI ISLAM

www.google.co.id
Ka'bah adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di
tengah Masjidil Haram di Mekah. Dimensi struktur bangunan ka'bah lebih kurang
berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Kabah merupakan
bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang
bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia sepertisholat. Selain itu,
merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat
musim hajidan umrah. Kabah juga disebut dengan nama Baitullah dan Bait al-Atiq.

Bangunan Kabah
Kabah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter, Pada
awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu Ka'bah terletak di
atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Pada saat
Muhammad saw berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi rasul, dilakukan
renovasi pada Ka'bah akibat bencana banjir. Pada saat itu terjadi kekurangan biaya,
maka bangunan Ka'bah dibuat hanya satu pintu.
Beberapa Bagian yang terkait dengan Kabah:
1. Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah nama tempat yang terletak disebelah utara Ka'bah dilingkari oleh
tembok lebar (Al-Hathimu). Hijir Ismail ini setiap saat dipenuhi hamba-hamba Allah
swt, terutama ketika musim haji. Ditempat ini jamaah melakukan shalat, berdoa dan
sebagainya. Tempat ini sama mulianya dengan di dalam Ka'bah. Diriwayatkan
bahwa pada suatu hari Siti Aisyah ingin sekali memasuki Ka'bah dan beribadah di
dalamnya, lalu Rasulullah saw memerintahkan masuk Hijir Ismail saja dan tidak ke
dalam Ka'bah, sebab shalat/beribadah di Hijir Ismail sama dengan di dalam Ka'bah.
1. Hajar Aswad

Hajar aswad adalah batu yang Allah swt turunkan dari Surga ke Bumi, ia terletak di
sisi tenggara kabah di bagian luar, terbungkus dari perak. Dahulu (warnanya) lebih
putih dari (warna) susu. Kemudian dihitamkan oleh dosa-dosa keturunan Nabi
Adam. Pada hari kiamat ia akan datang dengan mempunyai dua mata yang melihat
dan mulut yang (bisa) berbicara, akan menjadi saksi bagi orang yang
menyentuhnya dengan benar.Menyentuh, mencium atau memberikan isyarat
kepadanya merupakan amalan yang pertama kali dilakukan bagi orang yang ingin
thawaf, baik thawaf haji, umroh atau (thawaf) sunnah. Nabi Muhammad saw telah
menciumnya dan diikuti oleh umatnya. Kalau tidak bisa menciumnya, maka
menyentuh dengan tangannya atau dengan sesuatu yang ada di tangannya
kemudian mencium sesuatu tersebut. Kalau tidak mampu, maka memberikan
isyarat dengan tangannya dan bertakbir.
1. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Kabah. Ia
bukan kuburan Nabi Ibrahim as sebagaimana banyak orang berpendapat. Di dalam
bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah swt dari Surga
bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim as berdiri disaat
beliau membangun Kabah bersama puteranya Nabi Ismail as. Dari zaman dahulu
batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk
kubbah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm,
lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.
1. Multazam
Multazam merupakan dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan
pintu Ka'bah. Tempat ini merupakan tempat utama dalam berdoa, yang
dipergunakan oleh jama'ah Haji dan Umroh untuk berdoa/ bermunajat kepada Allah
swt setelah selesai melakukan Tawaf. Rasulullah saw bersabda, "Antara Rukun Hajar
Aswad dan Pintu Ka'bah, yang disebut Multazam. Tidak seorangpun hamba Allah
swt yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya"
// Sejarah perkembangan Kabah
Sejarahwan, mufasir (ahli Tafsir)dan lainnya memiliki pendapat berbeda tentang
siapa yang telah membangun Ka'bah. Beberapa pendapat itu ada yang
mengatakan Malaikat atau NabiAdam as. Adapun Nabi Ibrahim as dan puteranya
Nabi Ismail as keduanya meninggikan pondasi kabah yang sudah ada sebelumnya.
Pada zaman Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as pondasi bangunan Kabah terdiri
atas dua pintu dan letak pintunya terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang
yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Kabah akibat bencana
banjir pada saat Rasulallah saw berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi
rasul, karena merenovasi kabah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta
yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka
bangunan kabah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian kabah yang tidak
dimasukkan ke dalam bangunan kabah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi
tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi kabah.
Karena agama islam masih baru dan baru saja dikenal, maka Nabi saw
mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali kabah sehingga ditulis dalam

sebuah hadits perkataan beliau: Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan
kekafiran, akan Aku turunkan pintu kabah dan dibuat dua pintunya serta
dimasukkan Hijir Ismail kedalam Kabah, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh
Nabi Ibrahim. Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Kabah. Makanya
dalam bertowaf kita diharuskan mengelilingi Kabah dan Hijir Ismail.
Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Kabah
dibuat sebagaimana perkataan Nabi saw atas pondasi Nabi Ibrahim as. Namun
karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam,
terjadi kebakaran pada Kabah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang dimiliki
pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah,
melakukan renovasi kembali Kabah berdasarkan bangunan hasil renovasi
Rasulallah saw pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi
Ibrahim as. Dalam sejarahnya Kabah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai
akibat dari peperangan dan umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan
Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali kabah sesuai dengan
pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi saw. namun segera dicegah oleh
salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti
bangunan suci itu dijadikan masalah khilafiyah oleh penguasa sesudah beliau dan
bisa mengakibatkan bongkar pasang Kabah. Maka sampai sekarang ini bangunan
Kabah tetap sesuai dengan renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai
sekarang.

Ka'bah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ka'bah (Arab: )adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak
di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum
muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arahkiblat atau

arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia
seperti salat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi
pada saat musim haji dan umrah.
Sejarahwan, narator dan lainnya memiliki pendapat berbeda tentang siapa yang
telah membangun Ka'bah. Beberapa pendapat itu ada yang
mengatakan Malaikat,Adam dan Seth.[1] Dimensi struktur bangunan ka'bah lebih
kurang berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Juga disebut
dengan nama Baitallah.
[sunting]Sejarah perkembangan
Ka'bah yang juga dinamakan Bayt al `Atiq (Arab: , Rumah Tua) adalah
bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail
berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat
bahwa situs suci Ka'bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan
bayi Ismail di lokasi tersebut.
Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (sekitar 600 M dan belum
diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir
bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan
antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar
Aswad namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil
diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.
Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai
kepindahannya ke kota Madinah. Lingkungan Ka'bah penuh dengan patung yang
merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran
(jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek
moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap
kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau
makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal
tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surah AlIkhlas dalamAl-Qur'an) . Ka'bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi
Muhammad membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.
Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya'ibah sebagai
pemegang kunci ka'bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh
pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin

Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah,
DinastiAbbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah
kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan
Madinah.
[sunting]Bangunan Ka'bah

Gambar ruang bangun disertai detail ukuran Ka'bah


Pada awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu Ka'bah
terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi.
Pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi rasul,
dilakukan renovasi pada Ka'bah akibat bencana banjir. Pada saat itu terjadi
kekurangan biaya,[rujukan?] maka bangunan Ka'bah dibuat hanya satu pintu. Adapula
bagiannya yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan Ka'bah, yang dinamakan Hijir
Ismail, yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Ka'bah. Saat itu
pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa
memasukinya, karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang dimuliakan
oleh bangsa Arab saat itu.
Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali
Ka'bah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaiman tertulis dalam sebuah
hadits perkataannya: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran,
akan aku turunkan pintu Ka'bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir
Ismail ke dalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdullah bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibangun
kembali menurut perkataan Nabi Muhammad SAW, yaitu diatas pondasi Nabi

Ibrahim. Namun ketika terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin


Marwan penguasa daerah Syam (Suriah, Yordania dan Lebanon sekarang)
dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka'bah akibat tembakan peluru pelontar
(onager) yang dimiliki pasukan Syam. Abdul Malik bin Marwan yang kemudian
menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka'bah berdasarkan bangunan di
masa Nabi Muhammad SAW dan bukan berdasarkan pondasi Nabi Ibrahim. Ka'bah
dalam sejarah selanjutnya beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari
peperangan dan karena umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan
Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka'bah sesuai pondasi
Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah
oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti
bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau.
Sehingga bangunan Ka'bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin
Marwan sampai sekarang.
[sunting]Penentuan arah kiblat
Untuk menentukan arah kiblat dengan cukup presisi dapat dilakukan dengan
merujuk pada kordinat Bujur / Lintang dari lokasi Ka'bah di Mekkah terhadap
masing-masing titik lokasi orientasi dengan menggunakan perangkat GPS. Untuk
kebutuhan tersebut dapat digunakan hasil pengukuran kordinat Ka'bah berikut
sebagai referensi penentuan arah kiblat. Lokasi Ka'bah,

212521.2 Lintang Utara

0394934.1 Bujur Timur

Elevasi 304 meter (ASL)

Adapun cara sederhana dapat pula dilakukan untuk melakukan penyesuaian


arah kiblat. Pada saat-saat tertentu dua kali satu tahun,Matahari tepat berada di
atas Mekkah (Ka'bah). Sehingga jika pengamat pada saat tersebut melihat
ke Matahari, dan menarik garis lurus dari Matahari memotong ufuk/horizon tegak
lurus, pengamat akan mendapatkan posisi tepat arah kiblat tanpa harus melakukan
perhitungan sama sekali, asal pengamat tahu kapan tepatnya Matahari berada di
atas Mekkah. Tiap tahun, Matahari berada pada posisi tepat di

atasMekkah pada tanggal 28 Mei pukul 16:18 WIB dan tanggal 16 Juli pukul
16:27 WIB.
Bumi berputar pada sumbu rotasinya dengan periode 24 jam. Bagi pengamat yang
berada di Bumi, efek yang diamati dari gerak rotasi adalah bendabenda langit terlihat seolah-olah berputar mengelilingi Bumi dengan arah gerak
berlawanan dengan arah rotasi Bumi. Bintang-bintangterlihat bergerak
dari timur ke barat. Ini mirip dengan gerak pohon-pohon yang diamati saat
mengendarai mobil, seolah-olah pohon-pohon itu bergerak berlawanan arah dengan
gerak mobil. Efek rotasi ini menyebabkan pengamat mengamati bendabenda langit (termasuk Matahari) terbit di timur dan terbenam di barat.
Sementara itu, Bumi mengedari Matahari dengan periode 1 tahun. Akibatnya, relatif
terhadap bintang-bintang pada bola langit, Mataharisendiri terlihat berubah
posisinya dari hari ke hari, dan setelah satu tahun, kembali ke posisi
semula. Matahari bergerak kurang lebih ke arahtimur. Namun karena bidang
edar Bumi (ekliptika) tidak sebidang dengan bidang rotasi Bumi (Ekuator langit),
maka gerak Matahari tadi pun tidak tepat ke arah timur, tetapi
membentuk sudut 23,5, sesuai dengan
besar sudut antara ekliptika dan ekuator langit.
Dari Bumi, pengamat melihat seolah-olah Matahari mengitari Bumi. Pengamat
melihat Matahari mengitari Bumi pada bidang ekliptika. Karena
Bidang ekliptika membentuk sudut terhadap bidang ekuator Bumi,
dalam interval satu tahun itu, Matahari pada satu saat berada diutara ekuator, dan
disaat yang lain berada di selatan ekuator. Matahari bisa sampai sejauh 23,5
dari ekuator ke arah utara pada sekitartanggal 22 Juni. Enam bulan kemudian,
sekitar tanggal 22 Desember, Matahari berada 23,5 dari ekuator ke arah selatan.
Antara 22 Juni dan22 Desember, Matahari bergerak ke arah selatan ekuator,
bergerak relatif terhadap bintang-bintang. Sedangkan antara tanggal 22
Desemberdan 22 Juni, Matahari bergerak ke arah utara ekuator.
Karena gerak tahunannya tersebut dikombinasikan dengan gerak terbit
terbenam Matahari akibat rotasi Bumi, maka Matahari menyapu daerah-daerah
yang memiliki lintang antara 23,5 LU dan 23,5 LS. Pada daerah-daerah di
permukaan Bumi yang memiliki lintang dalam rentang tersebut, Matahari dua kali
setahun akan berada kurang lebih tepat di atas kepala.
Karena Mekkah memiliki lintang 21 26' LU, yang berarti berada dalam daerah yang

disebutkan di atas, maka dua kali dalam setahun, Matahari akan tepat berada di
atas kota Mekkah. Kapan hal ini terjadi, bisa dilihat dalam almanak,
misalnya Astronomical Almanac.
Penentuan arah kiblat dengan cara melihat langsung posisi Matahari seperti yang
disebutkan di atas (pada tanggal-tanggal tertentu yang disebutkan di atas), tidaklah
bisa dilakukan di semua tempat. Sebabnya karena bentuk Bumi yang bundar.
Tempat-tempat yang bisa menggunakan cara di atas untuk penentuan
arah kiblat adalah tempat-tempat yang terpisah dengan Mekkah kurang dari 90.
Pada tempat-tempat yang terpisah dari Mekkah lebih dari 90, saat Matahari tepat
berada di Mekkah, Matahari (dilihat dari tempat tersebut) telah berada di
bawah horizon. Misalnya untuk posisi pengamat di Bandung, saat Matahari tepat di
atas Mekkah (tengah hari), dilihat dari Bandung, posisiMatahari sudah cukup
rendah, kira-kira 18 di atas horizon. Sedangkan bagi daerah-daerah di Indonesia
Timur, saat itu Matahari telah terbenam, sehingga praktis momen itu tidak bisa
digunakan di sana. Bagi tempat-tempat yang saat Matahari tepat berada di
atas Ka'bah,Matahari telah berada di bawah ufuk/horizon, bisa menunggu
6 bulan kemudian. Pada tiap tanggal 28 November 21:09 UT (29 November04:09
WIB) dan 16 Januari 21:29 UT (17 Januari 04:29 WIB), Matahari tepat berada di
bawah Ka'bah. Artinya, pada saat tersebut, jika pengamat tepat menghadap ke
arah Matahari, pengamat tepat membelakangi arah kiblat. Jika pengamat
memancangkan tongkat tegak lurus, maka arah jatuh bayangan tepat ke
arah kiblat.