Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MATA KULIAH

REKLAMASI DAN PASCA TAMBANG

TAHAPAN KEGIATAN REKLAMASI

KELOMPOK III
1.
2.
3.
4.
5.
KEMENTERIAN

Dyah Yuliatin
15461006
Eko Mardiyono
15461007
Fransiswanthonny
15461008
Habibi
15461009
Joko Sutekad
15461010
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA

MINERAL

SEKOLAH TINGGI ENERGI DAN MINERAL


STEM Akamigas
2015

TAHAPAN KEGIATAN REKLAMASI


PT Newmont Nusa Tenggara (NNT)

PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) adalah sebuah anak perusahaan dari


Newmont Mining Corporation yang beroperasi pada tambang Batu Hijau di
Indonesia di pulau Sumbawa. Luas konsesi yang diberikan kepada PT NNT seluas
1.127.134 hektar lahan, meliputi wilayah pulau Lombok dan Pulau Sumbawa
yang mulai berproduksi sejak tahun 2000. Metode pertambangan PT NNT ini
sudah selayaknya perlu diawasi secara intensif.

Gambar 1. Open Pit Mining PT NNT


PT NNT menggunakan metode pertambangan Open Pit Mining (tambang terbuka)
dan membuang limbah sisa olahan dengan menggunakan sistem Submarine
Tailing Disposal (STD).

LINGKUNGAN DAN PENGEMBANGAN


PT. Newmont Nusa Tenggara (NTT) melakukan stabilitasi permukaan
tanah dengan cepat pada area yang terganggu oleh operasi tambang dan kegiatan
tambang yang terkait. Mengurangi erosi dan pembentukan sedimen dari area
reklamasi ke sungai permukaan, membentuk kembali vegetasi asli yang lengkap
yang sama dengan struktur dan keanekaragaman yang ada sebelum tambang
Reklamasi
Melakukan reklamasi dengan tujuan menstabilkan permukaan tanah dan
menciptakan kondisi fisik alam untuk mendorong pertumbuhan beragam spesies
tanaman yang serupa dengan spesies yang tumbuh di hutan sebelum adanya
kegiatan penambangan.
PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) memperoleh izin pinjam pakai
kawasan hutan seluas 6.417,29 hektar diantaranya telah dibuka seluas 1.918,85
hektar. Area yang telah direklamasi sampai dengan Juni 2010 seluas 690 ha.
Tambang yang digali sejak 1998, proses reklamasi mulai dilakukan
bersamaan pada saat fase kontruksi tahun 1997, yaitu reklamsi lahan
pembangunan infrastruktur tambang. Jumlah tanah yang diselamatkan mulai awal
proyek sebanyak 50.462.715 ton. Sebagian dari tanah tersebut langsung dipakai
untuk kegiatan reklamasi pada timbunan batuan penutup dan untuk pembangunan
saluran pengaliran air bersih (clay lined contact channel), dan sisanya ditempatkan

di tempat penyimpanan tanah (soil stockpile) untul dipakai pada kegiatan


reklamasi dimasa mendatang.
Perkembangan dari kegiatan reklamasi di PT Newmont Nusa Tenggara
(NNT). Adapun tahapan tahapannya, yaitu :
Penyiapan Lahan

(Penyiapan lahan reklamasi untuk memenuhi persyaratan khusus)

(Topsoil + Subsoil = 2.75m dan pemadatan setiap lapisan)

(Dump & doze method dengan slope 2 : 1)

( pemadatan lapisan )
Pelaksanaan reklamasi meliputi kegiatan penyiapan lahan. Departemen
Perencanaan Tambang (Mine Engineering) menetapkan area timbunan batuan
penutup (waste rock dump) yang siap untuk direklamasi. Selanjutnya area tersebut
akan dibentuk ulang (recontouring) sesuai desain, berjenjang jenjang
membentuk teras dengan kemiringan (inter ramp angle) 2 horisontal : 1
vertikal atau sekitar 22 derajat. Timbunan batuan penutup yang telah
direcontouring tersebut kemudian dilapisi tanah subsoil setebal 2,25 meter dan
tanah top soil (tanah pucuk) setebal 0,5 meter sehingga total ketebalan 2,75 meter.
Pemadatan lapisan tersebut memiliki interval sekitar 50 cm dari lapisan tanah
tersebut yang kemudian diikuti dengan pengujian kepadatan tanah. Pemadatan ini
bertujuan untuk meningkatkan kestabilan lereng.

Kegiatan Revegetasi

(Pemasangan row sprigging, jute netting dan hydroseeding area reklamasi)

( penyiraman area reklamasi )

Kegiatan revegetasi meliputi pemasangan energy break (row springging


kayu Jawa, pemasangan jute net) dan diikuti dengan penyebaran rumput dan
covercrop dengan hydroseeding.
Pemeliharaan pohon termasuk penanaman yaitu memperkaya lahan hutan
ataupun lahan reklamasi dengan pohon tambahan. Pemupukan, pembersihan
gulma, penjarangan, pemeliharaan erosi.

Penanaman dilakukan selama musim hujan yakni pada Phase 1 - menanam


fast-growing dan tolerant plants dan Phase 2 - inter-planting dengan
intolerant/climax species pada tahun ke 2-3.
Perkembangan-Time Series

(Juli, 2003)

(Agustus, 2003)

(juli, 2004)

(November, 2009)
Gambar 2. Tahapan dalam kegiatan reklamasi
PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) mengumpilkan data jenis tanaman
sebelum tambang dibuka. Dari pendataan ini, diketahui terdapat 32 jenis tanaman
asli daerah setempat. Pohon atau tanaman yang dikembangkan dikebun
pembibitan PT NTT dan ditanam untuk kegiatan reklamsi adalah tanaman asli
daerah setempat. Dengan menanam pohon atau tanaman asli setempat maka
habitat flora dan fauna hutan yang hidup didaerah tersebut diharapkan bisa
kembali seperti sediakala. Kini pepohonan rimbun di daerah reklamasi Tongoloka
sudah mencapai 3 10 meter.
Sistem Pengelolaan Air Tambang
Pemantauan untuk mengukur tingkat keberhasilan reklamasi yaitu dengan
pengendalian air asam tambang. Kegiatan meliputi pembuatan saluran pengalih
8

air bersih dari daerah Tongoloka dan Sejorong. Pengelolaan air yang terkena
dampak penambangan (impacted water) dengan sistem pelepasan terbatas dan air
tesebut dimanfaatkan lagi untuk kegiatan pemprosesan biji di pabrik pengelolaan.
Sistem pengelolaan air tambang, yaitu :

Dirancang untuk sistem pelepasan terbatas.

Mengalihkan aliran air permukaan dari hutan.

Pengumpulan air ke Struktur Pengendali Sedimen (SCS) Santong


3.

Air dinetralkan dengan kapur di dalam instalasi Pabrik.

Pengoperasian WTP untuk meningkatkan kualitas air dan


perolehan tembaga.

Pemantauan Tailing
Pemantauan lingkungan PT NNT diverifikasi setiap tahun oleh pemerintah
maupun tim independen (Pemda KSB, Bapedalda NTB, KLH, Pusarpedal, Tim
Independen NTB, Litbangkes DepKes). Hasilnya menunjukkan sistem DSTP
berfungsi sesuai desain. Hasil pemantauan dikomunikasikan kepada publik
melalui majalah, brosur, seminar, site visit, review tahunan, pihak ketiga dan
media masa.

Anda mungkin juga menyukai