Anda di halaman 1dari 11

Upflow

Anaerobic
Sludge Blanket
(UASB) dan
Aplikasinya
Disusun Oleh :
Jehan Noor Auda
(082.12.034)
Nurdiana Dewi
(082.12.047)

Penjelasan Umum
UASB adalah proses pengolahan air limbah atau air buangan
secara anaerobik (tanpa oksigen). Alat ini berfungsi untuk
mengurangi

tingkat

pencemaran

air

limbah

dengan

menggunakan bantuan mikroorganisme dalam mengurangi


bahan organik. Bakteri yang digunakan adalah Methanothrix
dan Methanosarcina sp. Proses penguraian anaerobik ini
akan menghasilkan gas metana dan karbon dioksida

Prinsip Kerja UASB


Air limbah akan masuk mulai dari bagian bawah reaktor lalu dialirkan
secara vertikal keatas dengan kecepatan alir 13 m3/jam. Air limbah pertama
kali akan melewati suatu lapisan yang dinamakan slude bed. Air limbah
yang melewati sludge bed akan mengalami kontak secara langsung dengan
bakteri anaerob yang berbentuk butiran atau granul yang menyusun sludge
bed tersebut. Hasil kontak air limbah dengan bakteri anaerob ini akan
mengurikan/mendekomposisi bahan organik yang terdapat pada air limbah
dan akan menghasilkan gas metana dan karbon dioksida atau biogas. Proses
pembentukan biogas dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu : hidrolisis,
acidogenesis,

asetogenesis

(Sorensen, 2004)

atau

dehidrogenesis

dan

metanogenesis

Keuntungan Reaktor UASB


Beban Loading tinggi
Waktu detensi lebih rendah u/ skala anaerobik
Tidak perlu suplai Oksigen / hemat biaya
Dapat mereoval PO4 ( fosfat ) & NH3 ( Nitrat )

menjadi gas N2 melalui proses denitrifikasi

Kriteria Desain UASB

Sumber : Metcalf & Eddy (2003)

Beban Volumetrik COD yang diijinkan


untuk Removal COD dengan UASB
COD
air limbah

Fraksi COD
partikulat
Sludge
Flocculant

( mg / L )

1000 - 2000

2000 - 6000

6000 - 9000

9000-18000

Volumetric Loading
( Kg COD / m3.hari)
Granular Sludge
Granular Sludge
Removal TSS tinggi
Removal TSS rendah

0.1 0.3

24

24

8 12

0.3 0.6

2 4 n.a

2 4 n.a

8 14 n.a.

0.6 1.0
0.1 0.3

35

35

12 18

0.3 0.6

48

26

12 24 n.a.

0.6 1.0
0.1 0.3

4-8
46

2-6
46

15 20

0.3 0.6

57

37

15 24 n.a

0.6 1.0
0.1 0.3

68

3-8
46

0.3 0.6
0.6 1.0

5 8 n.a. n.a.

37
37

15 24 n.a. n.a.

Rumus Perhitungan UASB


Vn

= volume reaktor nominal ( efektif )


liquid, m3

A = Q/v
Q

= debit influen , m3/ jam

Lorg = organic loading rate, Kg COD / m3.hari

HL = VL/A

So

= influen COD, Kg

VL

= volume reaktor total liquid , m3

Vn

= volume reaktor nominal ( efektif )


liquid,

m3
E

= faktor efektif, tanpa satuan

Aplikasi UASB di Industri


Tapioka
Skala
Industri

Debit
Limbah
(m3/jam)

Sludge Blanket
Luas (m2)

Ketinggi
an
Sludge
Blanket

Ketinggi
an Total
UASB
(m)

Diameter
(m)

Kecil

0,92

7,065

3,37

5,37

Menenga
h

3,34

12,56

6,88

8,88

Besar

50

10

78,5

16,473

18,473

Kadar rata-rata COD Effluen


Perlakuan
pH Influen

Waktu Detensi

Kadar Ratarata COD


Effluen (mg/L)

Notasi

Efesiensi
Penurunan COD
(%)
17,49

4,73 (kontrol
P1)

7 1 (P2)

2 Jam (D1)

2888

48,8

4 Jam (D2)

1792

49,68

6 Jam (D3)

1761,33

63,66

8 Jam (D4)

1272

77,56

10 Jam (D5)
2 Jam (D1)
12 Jam (D6)
4 Jam (D2)

785,33
2960
283,33
1798,67

c
f
a
e

91,90

6 Jam (D3)

602,67

bc

8 Jam (D4)

404,33

ab

10 Jam (D5)

395

ab

12 Jam (D6)

196

15,43
48,61
82,78
88,45
88,71
94,4

Kadar rata-rata TSS Effluen


Perlakuan
pH Influen

4,73 (kontrol
P1)

7 1 (P2)

Notasi

Waktu Detensi

Kadar Ratarata TSS


Effluen (mg/L)

2 Jam (D1)

144,33

4 Jam (D2)

126,67

6 Jam (D3)

85,67

8 Jam (D4)

62

10 Jam (D5)
2 Jam (D1)
12 Jam (D6)
4 Jam (D2)

82
124,67
45
101,67

c
f
a
e

6 Jam (D3)

81

bc

8 Jam (D4)

83

Ab

10 Jam (D5)

73

Ab

12 Jam (D6)

57

Analisis
- Berdasarkan hasil perhitungan dimensi reaktor UASB, ketinggian
reaktor sesuai dengan kriteria desain
-

Nilai konsentrasi effluen COD tidak memenuhi baku mutu pada waktu
detensi dibawah 12 jam, akan tetapi waktu detensi (td) 12 jam tidak
sesuai dengan kriteria desain yang ditetapkan untuk reaktor UASB

Nilai konsentrasi effluen TSS pada berbagai waktu detensi (td) telah
memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh KepMenLH No 5 Tahun
1995