Anda di halaman 1dari 2

Nama : Reza Sesar P

Nim : 1311E1045

1. JUDUL
ANALISIS KADAR KALSIUM DALAM AIR MINERAL DAN AIR
BEROKSIGEN DENGAN PERBANDINGAN METODE TITRASI
KOMPLEKSOMETRI DAN SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM
(SSA)
2. LATAR BELAKANG
Air merupakan komponen utama yang terdapat di dalam tubuh manusia.
Tubuh manusia mengandung 60% - 70% air dari seluruh berat badan,
kemudian air di daerah jaringan lemak terdapat kira-kira 90% (Soemirat,
2001).
Air mengandung mineral, baik makro mineral maupun mikro mineral.
Yang termasuk ke dalam makro mineral dalam air, yaitu: kalsium, magnesium,
bikarbonat, natrium, kalium, klorida. Sedangkan yang termasuk mikro mineral
dalam air, yaitu: sulfat, besi.
Peranannya dalam tubuh adalah sebagai kofaktor/aktivator enzim,
pembentuk garam appatite pada tulang dan gigi, komponen hormon, dan
komponen senyawa biologis (Riyani.A, 2014). Mengingat pentingnya peranan
mineral dalam tubuh maka dianalisis kandungan mineral air minum dalam
kemasan (AMDK).
Kalsium adalah salah satu makro mineral yang dibutuhkan oleh tubuh
manusia dan makro mineral yang terkandung dalam air. Menurut hasil
penelitian, angka kecukupan rata-rata kalsium yang dianjurkan adalah 500-800
mg/orang tiap harinya dan pada usia menopause kira-kira 1000 mg/harinya
(Gan, 1999). Kalsium yang terkandung dalam air dianalisis secara kuantitatif
dengan berbagai metode analisis diantaranya metode titrasi kompleksometri
dengan metode spektrometri serapan atom (SSA).
Titrasi adalah pengukuran kuantitatif sesuatu yang ingin dianalisa (analit)
dalam suatu larutan dengan setiap reaksi menggunakan reagen. Reagen
tersebut dikenal sebagai titran dan harus disediakan dalam bentuk standar atau
harus distandarisasi sebanding dengan bentuk standarnya untuk mengetahui

Nama : Reza Sesar P


Nim : 1311E1045

konsentrasi yang tepat. Salah satu bentuk titrasi adalah Complexometric Ca


Determination yaitu bentuk titrasi yang digunakan untuk mengukur
kandungan Ca di dalam suatu bahan atau larutan (Basset, 1994).
Selain menggunakan metode titrasi kompleksometri analisis kadar kalsium
dapat dilakukan dengan metode SSA. SSA merupakan metode analisis unsur
secara kuantitatif yang pengukurannya berdasarkan penyerapan cahaya dengan
panjang gelombang tertentu oleh atom logam dalam keadaan bebas (Skoog
et.al, 2000).
Sebelumnya telah dilakukan penelitian tentang penetapan kadar kalsium
air mineral biasa dan air beroksigen dengan metode kompleksometri
konsentrasi EDTA 0,01 M dan 0,005 M oleh (Triyulianti.E, 2015). Dari hasil
penelitian tersebut didapatkan nilai akurasi konsentrasi EDTA 0,005 M
mencapai 100%.
Sehingga

peneliti

tertarik

untuk

membandingkan

metode

titrasi

kompleksometri menggunakan konsentrasi EDTA 0,005 M dengan metode


SSA dalam analisis kadar kalsium dalam sampel. Karena metode SSA ini
merupakan metode yang otomatis menggunakan instrumen sehingga
kesalahan dalam analisis sedikit dan dapat menghasilkan nilai akurasi
mencapai 100%. Maka akan dilakukan penelitian Analisis Kadar Kalsium
dalam Air Mineral dan Air Beroksigen dengan Perbandingan Metode
Titrasi Kompleksometri dan Spektrometri Serapan Atom (SSA).
3. RUMUSAN MASALAH
1. Adakah perbedaan kadar kalsium dengan kedua metode yang berbeda.
2. Manakah metode yang lebih baik untuk analisis kadar kalsium.
4. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kadar kalsium dengan kedua
metode yang berbeda.
2. Untuk mengetahui metode yang lebih baik untuk analisis kadar kalsium.