Anda di halaman 1dari 50

Asuhan Keperawatan

ANTENATAL

PENGERTIAN ANC
Perawatan

yang diberikan pada ibu


selama masa kehamilan dimulai
dari konsepsi sampai lahirnya janin.
Lamanya hamil normal adalah 40
minggu dihitung dari hari pertama
haid terakhir (sarwono, 2008)

TUJUAN

Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh kembang janin.
Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental serta social ibu dan bayi.
Menentukan secara dini adanya masalah atau gangguan dan kemungkinan komplikasi yang
terjadi selam kehamilan.
Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat baik ibu maupun bayi dengan trauma
dengan seminimal mungkin.
Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan permberian asi ekslusif berjalan normal.
Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam pemeliharaan bayi agar
dapat tumbuh dan kembang secara normal.

ADAPTASI FISIOLOGIS
TERHADAP KEHAMILAN

Adaptasi maternal melindungi :

Fungsi fisiologis normal seorang wanita,


Memenuhi tuntutan metabolik kehamilan tubuh wanita
Menyediakan
kebutuhan
untuk
pertumbuhan
perkembangan janin

Tanda

Kehamilan

dan

Presumsi Perubahan yang dirasakan wanita Amenore,


keletihan, nyeri payudara, pembesaran payudara, morning
sickness
Kemungkinan Perubahan yang diobservasi oleh pemeriksa
Tanda Hegar, ballottement, tes kehamilan
Pasti : USG, bunyi DJJ (Denyut jantung janin).

Adaptasi Fisiologis Prenatal


(Klossner & Nancy, 2006)

1.

Sistem Reproduksi

a.

Aksi Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium

b.

Vagina dan vulva

Selama hamil estrogen dan progesteron me


menekan sekresi FSH dan LH
Maturasi folikel, ovulasi, dan menstruasi
menjdi terhentI
Setelah implantasi, ovum yang dibuahi dan
vili
korionik
memproduksi
hCG
yang
mempertahankan
korpus
luteum
untuk
produksi estrogen dan progesteron selama 8 10 minggu I kehamilan sampai plasenta
dibentuk

Peningkatan hormon esterogen hipervaskularisasi


berwarna lebih merah dan agak kebiruan ((tanda Chadwick)
dan sensitivitas serta timbulnya edema dan varises pada
vulva

Adaptasi Fisiologis Prenatal


(Klossner & Nancy, 2006)
c.

Servik uteri

Servik
uteri
pada
kehamilan
juga
mengalami perubahan karena hormone
estrogen. Jika korpus uteri mengandung
lebih banyak jaringan otot, maka serviks
lebih
banyak
mengandung
jaringan
ikat.Jaringan ikat pada servik ini banyak
mengandung
kolagen.
Akibat
kadar
estrogen
meningkat
dengan
adanya
hipervaskularisasi serta meningkatnmya
suplai darah maka konsentrasi servik
menjadi lunak yang disebut dengan tanda
goodell.

Uterus.

Selama minggu-minggu awal kehamilan, aliran darah uterus dan limfe


meningkat mengakibatkan edema dan kongesti panggul uterus, serviks,
dan istmus melunak secara progresif dan serviks menjadi agak kebiruan
(tanda Chadwick)

Sekitar minggu ke-7 dan ke-8 terlihat pola perlunakan uterus sbb: istmus
melunak dan dapat ditekan (tanda Hegar), serviks melunak (tanda Goodel),
dan fundus pada serviks mudah fleksi (tanda McDonald).

semakin membesar, fundus menekan kandung kemih menyebabkan wanita


mengalami urinary frequency (sering berkemih

Uterus keluar dari rongga panggul dan dapat dipalpasi di atas simfisis pubis
antara minggu ke-12 dan ke-14; setinggi umbilikus pada minggu ke-20
gestasi; dan pada minggu ke-38 s.d ke-40 tinggi fundus turun karena janin
mulai masuk PAP

Uterus.

Setelah bulan ke-4 kehamilan, kontraksi uterus dapat


dirasakan melalui dinding abdomen (tanda BraxtonHicks), yaitu kontraksi tidak teratur yang tidak
menimbulkan nyeri
Kontraksi semakin jelas dan kuat setelah minggu ke-28
sampai akhir kehamilan. Aliran darah cepat seiring
pembesaran uterus, pada kehamilan cukup bulan yang
normal, 1/6 volume darah total ibu berada dalam sistem
pendarahan uterus
Ballottement, adalah gerakan pasif janin yang belum
enganged (teknik mempalpasi suatu struktur terapung
jari pemeriksa dalam vagina mendorong dengan lembut
ke atas;janin terdorong ke atas;kemudian turun kembali
dan jari merasakan benturan lunak), dapat diidentifikasi
antara minggu ke-16 dan ke-18
Quickening adalah tanda kemungkinan kehamilan
dirasakan sebagai suatu denyutan dan sulit dibedakan
dari peristaltik

Vagina

dan Vulva

Hormon kehamilan mempersiapkan vagina


supaya

distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa


vagina yang tebal
jaringan ikat yang longgar
hipertrofi otot polos
pemanjangan vagina
Peningkatan vaskularisasi menimbulkan warna ungu
kebiruan pada mukosa vagina dan serviks (tanda
Chadwick)

Selama kehamilan pH vagina menjadi lebih


basa, dari 4 menjadi 6,5. Hal ini membuat
bumil lebih rentan terhadap infeksi vagina
Diet yang mengandung gula yang banyak
membuat lingkungan vagina beresiko untuk
infeksi jamur

Peningkatan vaskularisasi
menyebabkan peningkatan sensitivitas
meningkatkan keinginan dan
bangkitan seksual, khususnya pada
trimester II kehamilan
Pada nulipara, kedua labia mayora
mendekat dan menutup introitus
vagina; pada multipara memisah dan
menganga setelah melahirkan.
Mukosa memenuhi saluran
endoserviks membentuk sumbatan
mukus yang bekerja sebagai barrier
thd infeksi selama masa hamil

Payudara
Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli,
dan rasa berat di payudara muncul sejak minggu
ke-6 gestasi
Sensitivitas bervariasi, dari rasa geli ringan s.d
nyeri yang tajam
Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen,
warna merah muda sekunder pada areola
Hipertrofi kelenjar sebasea (lemak) yang muncul
di areola primer
Perkembangan kelenjar mammae secara
fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil
akhir minggu ke-6 dapat keluar prakolostrum
yang cair, jernih, dan kental. Sekresi ini
mengental yang kemudian disebut kolostrum,
yang dapat dikeluarkan selama trimester III

ADAPTASI
Sistem Tubuh sec. Umum
1.

Sistem Kardiovaskuler

Hipertrofi atau dilatasi ringan jantung disebabkan oleh


peningkatan volume darah dan curah jantung. Karena
diafragma terdorong ke atas, jantung terangkat ke
atas dan berotasi ke depan dan ke kiri. Peningkatan
ini juga menimbulkan perubahan hasil auskultasi yang
umum terjadi selama masa hamil.
Tekanan darah arteri (arteri brakialis) dipengaruhi
oleh usia, posisi ibu, kecemasan ibu
Posisi ibu mempengaruhi hasil karena posisi uterus
menghambat aliran balik darah vena, dg demikian
curah jantung dan tekanan darah menurun.
TD brakialis tertinggi saat wanita duduk, terendah
saat wanita berbaring (posisi rekumben lateral kiri),
pada posisi telentang berada diantara keduanya.

Selama pertengahan masa hamil, tekanan sistolik dan


diastolik menurun 5-10 mmHg yang disebabkan
vasodilatasi perifer akibat perubahan hormonal
Edema pada ekstremitas bawah dan varises terjadi
akibat obstruksi vena illiaka dan vena kava inferior oleh
uterus
Pada minggu ke 10 s.d 12 Volume darah meningkat
sekitar 1500 mL (8,5 s.d 9 BB). Peningkatan terdiri dari
atas: 1000 mL plasma + 450 mL sel darah merah (SDM)
Vasodilatasi perifer mempertahankan TD tetap normal
walaupun volume darah meningkat
Produksi sel darah merah meningkat (normal 4 s.d 5,5
juta/mm3). nilai normal Hb (12-16 gr/dL) dan nilai
normal Ht (37%-47%) menurun secara menyolok, yang
disebut dengan anemia fisiologis.
Bila nilai Hb menurun sampai 10 gr/dL atau lebih, atau
nilai Ht menurun sampai 35% atau lebih, bumil dalam
keadaan anemik

Pada posisi telentang, uterus yang besar


dan berat seringkali menghambat aliran
balik vena. Setiap kali terdapat
pengerahan tenaga, curah jantung
meningkat, misalnya pada persalinan
Waktu sirkulasi sedikit menurun pada
minggu ke-32. Kecenderungan koagulasi
lebih besar selama masa hamil, akibat
peningkatan berbagai faktor pembekuan

2. Sistem Pernafasan

Kebutuhan O2 ibu meningkat sebagai respon


terhadap percepatan laju metabolik dan
peningkatan kebutuhan O2 jaringan uterus dan
payudara
Peningkatan kadar estrogen menyebabkan
ligamen pada kerangka iga berelaksasi sehingga
ekspansi rongga dada meningkat
Panjang paru-paru berkurang Karena rahim
membesar. Tinggi diafragma bergeser 4cm
selama masa hamil.
Peningkatan vaskularisasi, sebagai respon
peningkatan kadar estrogen, membuat kapiler
membesar sehingga terbentuklah edema dan
hiperemia pada traktus pernafasan atas. Kondisi
ini meliputi sumbatan pada hidung dan sinus,
epistaksis, perubahan suara, dll.

3.

Sistem Ginjal

Ginjal berfungsi mempertahankan keseimbangan elektrolit


dan asam-basa, mengatur volume cairan ekstrasel,
mengeksresi produk sampah, dan menyimpan nutrien yang
sangat penting.
Perubahan struktur ginjal merupakan akibat aktivitas
hormonal (estrogen dan progesteron), tekanan yang timbul
akibat pembesaran uterus, dan peningkatan volume darah
Sejak minggu ke-10 gestasi, pelvis ginjal dan ureter
berdilatasi, karena ureter terkompresi antara uterus dan
PAP
Perubahan ini membuat pelvis dan ureter mampu
menampung urine dalam volume yang lebih besar dan juga
memperlambat laju aliran urine
Iritabilitas kandug kemih, nokturia, dan sering berkemih
dan urgensi (tanpa disuria) umum dilaporkan pada awal
kehamilan Perubahan Fungsi ginjal

Fungsi ginjal berubah akibat adanya hormon


kehamilan, pean volume darah, postur ibu,
aktivitas fisik, dan asupan makanan
Pada posisi telentang, berat uterus akan
menekan vena kava dan aorta, sehingga curah
jantung menurun TD ibu dan frekuensi jantung
anak menurun (sindrom hipotensi)
Terkadang terjadi edem a fisiologis pada tungkai
yang tidak memerlukan pengobatan. Pada bumil,
reabsorbsi gula terganggu sehingga terjadi
glikosuria

4.

Sistem Integumen

Perubahan integumen selama hamil disebabkan


oleh perubahan keseimbangan hormon dan
peregangan mekanis
peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal,
hiperpigmentasi
pertumbuhan rambut dan kuku
percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar
sebasea,
peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor

Jaringan elastis kulit mudah pecah,


menyebabkan striae gravidarum, atau tanda
regangan. Respon alergi kulit meningkat.
Pigmentasi timbul akibat peningkatan hormon
selama masa hamil, cth pigmentasi pada wajah
(kloasma)
Striae gravidarum atau tanda regangan
terlihat di bawah abdomen

5.

Sistem Muskuloskeletal

Perubahan tubuh secra bertahap dan peningkatan


berat bumil menyebabkan postur dan cara
berjalan wanita berubah secara menyolok
Peningkatan distensi abdomen membuat panggul
miring ke depan, penurunan tonus otot perut,
peningkatan beban BB
Pusat gravitasi wanita bergeser ke depan.
Pergerakan menjadi lebih sulit; gaya berjalan
bumil yang bergoyang, yang disebut langkah
angkuh ibu hamil oleh Shakespeare yang sangat
dikenal
Struktur ligamentum dan otot tulang belakang
bagian tengah dan bawah mendapat tekanan
berat. Perubahan ini dan perubahan lain terkait
seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman pada
muskuloskeletal

6.

Sistem Neurologi

Kompresi saraf panggulatau stasis vaskular


akibat pembesaran uterus dapat
menyebabkan perubahan sensori di tungkai
bawah
Akroestesia (rasa gatal di tangan) timbul
akibat posisi bahu yang membungkuk
Nyeri kepala akibat ketegangan umum
timbul saat ibu cemas, atau juga gangguan
penglihatan seperti kesalahan reflaksi,
sinusitis, atau migraine

7. Sistem Pencernaan
nafsu makan meningkat
ekresi usus berkurang
fungsi hati berubah dan absorbsi nutrien meningakat
Aktivitas peristaltik (motilitas) menurun, akibatnya
bising usus menghilang dan konstipasi, mual, serta
muntah umum terjadi
Aliran darah ke panggul dan tekanan vena
meningkat, menyebabkan hemoroid terbentuk pada
akhir kehamilan.
Mulut
Gusi hiperemi, berongga, dan membengkak.
Tidak ada peningaktan sekresi saliva, tapi ibu
mengeluhkan ptialisme (kelebihan saliva) diduga
karena ibu secara tidak sadar jarang menelan saat
merasa mual

Gigi

Kebutuhan Ca dan Fe lebih tinggi


Higiene gigi yang buruk sewaktu hamil
atau pada setiap waktu dan gingivitis
dapat menimbulkan karies gigi yang dapat
menyebabkan gigi hilang
Nafsu makan
Pada trimester I sering terjadi pean nafsu
makan akibat nausea dan/atau vomitus yang
merupakan akibat perubahan pada saluran cerna
dan peningkatan kadar hCG dalam darah
Pada trimester I, nausea dan vomitus lebih jarang
dan nafsu makan meningkat untuk memenuhi
kebutuhan janin

Esofagus,

Lambung, dan Usus halus

Herniasi bagian atas lambung (hiatus hernia) terjadi


setelah bulan ke-7 atau ke-8 kehamilan akibat
pergeseran lambung ke atas.
Peningkatan produksi estrogen menyebabkan
penurunan sekresi HCl, oleh karena itu
pembentukan/perkembangan tukak peptik yang
sudah ada tidak umum selama masa hamil
Peningkatan produksi progesteron menyebabkan
tonus dan motilitas otot menurun, sehingga terjadi
regurgitasi esofagus
Kandung Empedu dan Hati
Kandung empedu sering distensi akibat penurunan
tonus otot selama masa hamil. Peningkatan waktu
pengosongan dan pengentalan empedu biasa
terjadi
Hiperkolesterolemia ringan terjadi akibat
peningkatan kadar progesteron, dapat
menyebabkan pembentukan batu empedu selama
masa hamil

Rasa

Tidak Nyaman di Abdomen

panggul berat atau tertekan


distensi dan kram usus, serta kontraksi
uterus
Walaupun kebanyakan rasa tidak nyaman
di abdomen merupakan konsekuensi
perubahan maternal yang normal, tetapi
juga harus diwaspadai adanya
kemungkinan gangguan, seperti obstruksi
usus atau proses peradangan

8.

Sistem Endokrin

Saat kebutuhan rangka janin mencapai


puncak (pertengahan kedua kehamilan),
kadar parathormon plasma meningkat,
kadar puncak terjadi antara minggu ke-15
dan ke-35 gestasi
Janin butuh glukosa sebagai bahan bakar
pertumbuhan, tidak hanya menghabiskan
simpanan glukosa ibu tetapi juga mekan
kemampuan ibu menyintesis glukosa
dengan menyedot habis asam amino ibu

Kadar glukosa ibu menurun, insulin ibu


tidak dapat menembus plasenta untuk
sampai ke janin. pada awal kehamilan
pankreas meningkatkan produksi insulinnya
Estrogen, progesteron, dan kortisol secara
kolektif mekan kemampuan ibu untuk
menggunakan insulin
Prolaktin Hipofisis
Pada kehamilan, prolaktin serum mulai meningkat
pada trimester I dan meningkat secara progresif
sampai aterm
Secara umum diyakini bahwa walaupun semua
unsur hormonal (estrogen, progesteron, tiroid,
insulin, dan kortisol bebas) yang diperlukan untuk
pertumbuhan payudara dan produksi susu terdapat
dalam kadar yang meningkat selama kehamilan

Progesteron menyebabkan lemak disimpan


dalam jaringan subkutan di abdomen,
punggung, dan paha atas. Lemak berfungsi
sebagai cadangan energi baik pada masa
hamil maupun menyusui
Beberapa hormon yang lain mempengaruhi
nutrisi:
Aldosteron mempertahankan natrium
Tiroksin mengatur metabolisme
Paratiroid mengontrol metabolisme Ca dan Mg,
Human placental lactogen (hPL) berperan sebagai
hormon pertumbuhan
Human chorionic gonadotropin (hCG) menginduksi
mual dan muntah pada beberapa wanita selama awal
kehamilan.

ADAPTASI PSIKOLOGIS
I. Respons Terhadap Kehamilan

Ambivalen
Kadang-kadang respon seorang wanita
terhadap kehamilan yang bersifat mendua,
bahkan pada kehamilan yang sudah
direncanakan. Hal ini disebabkan implikasi
yang harus dihadapi seperti pertimbangan
finansial, hubungan dengan orang lain, dll.
Selain itu, akan timbul tanggung jawab atas
bayi yang akan dilahirkannya. Jadi, meskipun
calon ibu terlihat gembira namun dia masih
membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.

Pengakuan
Perasaan yang bercampur aduk akan berubah seiring dengan
bertambahnya usia kehamilan. Dengan bertambah besarnya
perut dan terjadinya berbagai peristiwa positif seperti melihat
gambaran ultrasonografi atau mendengar suara jantung yang
diperkeras oleh alat pengeras suara, maka ibu hamil mulai
menerima janin sebagai calon anaknya dengan demikian
mulai mempersiapkan dirinya untuk menghadapi bayi yang
akan hadir.
Labilitas Emosional
Labilitas emosional yaitu perasaan gembira yang bergantian
dengan perasaan sedih atau kadang-kadang campuran kedua
perasaan tersebut. Perubahan hormonal yang merupakan
bagian dari respons ibu terhadap kehamilan dapat menjadi
penyebab perubahan mood. Bagi wanita itu sendiri,
perubahan emosi ini sangat mengganggunya dan dapt
membuat dirinya merasa kurang.

Pengaruh sosial
Pengaruh kehamilan pada kehidupan sehari-hari
seorang wanita sangat bergantung pada
dukungan sosialnya. Jika kehamilannya disertai
dengan kesadaran bahwa bayi merupakan
dambaan dirinya, suami, serta orang tuanya,
maka lingkungan sosial ini sangat ideal.
Karier
Prospek karier pada seorang wanita akan dibatasi
dengan adanya kehamilan. Pengaruh kehamilan
pada pekerjaan maupun sebaliknya sangat
tergantung pada jenis pekerjaan dan orang-orang
di tempat wanita itu bekerja. Meninggalkan
pekerjaan saat hamil dapat membuat wanita
hamil merasa kesepian, menganggap dirinya
tidak berguna dan itu dapat menjadi masalah.
Selain itu, wanita hamil dapat pula merasakan
bahwa kini dia mempunyai banyak waktu untuk
menyalurkan hobi, minta dan kegiatannya sampai
bayi lahir nantinya.

Aspek finansial
Aspek finansial dapat menjadi masalah
yang sangat penting terutama jika
kehamilan terjadi tanpa diduga. Misalnya,
penghasilan suaminya tidak memadai dan
dia terpaksa berhenti bekerja maka dia
harus tinggal di daerah yang kumuh yang
rentan penyakit, atau juga untuk
menghemat pengeluaran wanita tersebut
mungkin akan mengurangi makan
makanan segar kaya protein dan kalsium
yang dibutuhkannya.

Hub dgn Orla


Hubungan dengan orang lain akan mengalami
perubahan akibat kehamilan. Pasangan suami isteri
tidak lagi bebas untuk mengikuti berbagai kegiatan
sosial. Persiapan finansial dan fisik merupakan perhatian
yang utama dan mungkin saja mereka masuk pada
kelompok para orangtua yang baru saja memiliki anak
dan membicarakan segala hal mengenai kelahiran anak
Perasaan cemburu bisa muncul dari keluarga yang iri
hati terhadap kebahagiaan pasangan tersebut. Sebagian
besar masalah yang timbul bisa diatasi, jika pasangan
tersebut diberi kesempatan untuk beradaptasi dengan
status mereka yang sudah berubah
Pada akhir kehamilan, pasangan tersebut akan
merasakan bahwa sebenarnya mereka dikelilingi oleh
orang0orang yang mendukung dan memperhatikan
mereka.

Ketakutan

dan kecemasan
Wanita hamil dan suaminya mungkin
mengalami ketakutan, kekhawatiran, dan
berbagai reaksi emosional yang tidak
dapat dibagi dengan keluarga ataupun
sahabtnya. Mungkin mereka malu
dianggap lemah ketika kehamilan dan
kelahiran terjadi. Ini merupakan peritiwa
yang normal dan banyak dialami.

Reaksi thd perub. jasmani


Masalah-masalah

dan ketidaknyamanan akan


terjadi akibat perubahan fisiologis, namun
pengaruhnya tidak sama bagi semua wanita.
Perubahan fisiologis dan citra tubuh akan
menimbulkan perubahan bentuk tubuh yang
cepat dan nyata
Adanya rasa kekhawatiran kalau dirinya tidak
lagi menarik bagi suaminya
Pada kebanyakan wanita perasaan suka dan
tidak suka terhadap tubuh mereka dalam
keadaan hamil bersifat sementara dan tidak
menyebabkan perubahan permanen tentang
diri mereka.

Prospek persalinan
Perawatan

dan penyuluhan antenatal direncanakan untuk


membantu seorang wanita hamil guna mempersiapkan dirinya
secara jasmani dan rohani
Adanya rasa cemas akibat kekhawatiran akan proses kelahiran
yang aman untuk dirinya dan anaknya
Bagi wanita nulipara, khawatir terhadap rasa nyeri selama
proses persalinan; sementara bagi wanita multipara, khawatir
reaksi anak terhadap kelahiran saudaranya,

Problem psikologis
Masalah psikologis jarang dijumpai dalam masa
kehamilan, kendati depresi dapat terjadi pada wanita
yang rentan. Kelainan psikologi yang sudah ada
sebelumnya dapat membaik atau bertambah parah.
Dalam anamnesa riwayat pasien, kita harus pula
menanyakan riwayat psikologis di samping riwayat
medis.
Kesinambungan perawatan merupakan faktor yang
penting dalam asuhan maternitas.
Penilaian secara objektif terhadap keadaan psikologis
dan penyimpangan perilaku perlu dicatat dan bantuan
diberikan setelah pasien dirujuk ke dokter psikiatri.

Pengkajian
Aktivitas/Istirahat

TD rendah (mg 8 -12) dan kembali normal pada


pertengahan kehamilan
Nadi Meningkat
Varises
Sedikit edema ekstremitas bawah / lengan (terutama pada
trimester III)

Integritas

Ego

Perubahan Persepsi

Eliminasi
Perubahan konsistensi/frekuensi defekasi
Peningkatan frekuensi perkemihan
Hemoroid

Makanan

/ Cairan

Mual dan muntah (terutama TM I), nyeri ulu hati


Penambahan BB (TM I : 4 Kg, TM II dan III : 11
12 Kg)
HB dan HT rendah (anemia fisiologis)
Diastasis rekti pada akhir kehamilan

Pengkajian.

Nyeri

/ ketidaknyamanan

Kram kaki
Nyeri tekan dan bengkak pada payudara
Kontraksi broxton Hicks (28 mg)
Nyeri punggung

Pernafasan

Hidung tersumbat
Frekuensi RR meningkat seiring pembesaran
uterus

Keamanan

Gerakan janin terasa setelah 20 mg


Quickening (sensasi gerakan janin) diantara 16
20 mg
Balotement pada bulan ke empat dan kelima
Pengkajian.

Seksualitas

Mentruasi berhenti
Perubahan respon seksualitas / aktivitas
Seksualitas
Perubahan payudara

Peningkatan vaskularisasi
Pigmentasi jaringan areolar
Sensasi kesemutan
Kolostrum pada migggu 13

Interaksi

Sosial

Bingung / meragukan perubahan peran


Tahap maturasi / perkembangan yang bervariasi
dan mundur dengan stressor kehamilan
Respon anggota keluarga lain
Pengkajian.

Penyuluhan

/ Pembelajaran

Harapan ibu hamil thd kehamilan


Tingkat pengetahuan
Paritas
Keinginan terhadap anak
Stabilitas ekonomik

Pemeriksaan

Diagnostik

Golongan darah
Urinalisis
Tes Serum / Urin HCG (+)
Sonografi
Pengkajian.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Trimester

Perubahan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


b.d nausea pada kehamilan
Gangguan Aktivitas b.d asupan kalori yang tidak
adekuat
Resiko tinggi kekurangan volume cairan b.d mual
muntah
Gangguan pola eliminasi BAK b.d pembesaran
uterus
Resti Infeksi saluran kemih b.d higiene vulva
kurang
Resti cedera terhadap janin b.d suplai nutrisi
tidak adekuat
Kurang pengetahuan mengenai perkembangan
kehamilan

Trimester

II

Ketidaknyamanan b.d efek hormon


Perubahan pola seksualitas b.d konflik perubahan
hasrat seksualitas, takut
Ketidakefektifan pola pernafasan b.d pergeseran
diafragma karena pembesaran uterus
Intoleransi Aktivitas b.d kelemahan
Gangguan pola eliminasi BAB b.d Penurunan
motilasi usus

Dignosa Keperawatan

Trimester

III

Perubahan Pola Seksualitas b.d pembesaran


uterus
Pola nafas tidak efektif b.d pergeseran dan
penekanan
Intoleransi aktivitas b.d kelemahan
Resti thd gangguan citra tubuh b.d pembesaran
uterus
Gangguan pola eliminasi BAB b.d Penurunan
mobilitas usus
Ketidaknyamanan b.d pembesaran uterus
Dignosa Keperawatan

INTERVENSI KEPERAWATAN
Perubahan

Nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh b.d mual muntah
Catat riwayat diet slama 24 jam
Timbang BB klien, berikan informasi ttg
penambahan BB yang optimal
Diskusikan makanan porsi makan tapi sering
Hindarkan perut yang kosong
Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual muntah
Tinjau ulang riwayat gastritis

Gangguan

Aktivitas b.d asupan


kalori yg tidak adekuat
Mendiskusikan cara untuk mengatasi keletihan
dengan nutrisi yang adekuat
Tentukan siklus tidur bangun yg normal
Anjurkan klien tidur siang 1-2 jam setiap hari

Intervensi Keperawatan..

Kurang

pengetahuan mengenai
perkembangan kehamilan b.d kurang
pemahaman tentang perubahan fiiologis dan
psikologis
Bina hub perawat yang mendukung dan terus
menerus
Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya serta
keyakinan tentang aktivitas, perawatan diri dan
sebagainya
Klarifikasi kesalahpahaman
Pertahankan sikap terbuka thd keyakinan klien
Intervensidukungan
Keperawatan..
Identifikasi siapa yang memberikan
dalam kebudayaan klien

Ketidak

efektifan pola nafas b.d


pergeseran diafragma
Kaji status pernafasan
Berikan informasi rasional untk kesulitan
pernafasan pernafasan
Tinjau ulang tndakan yg dpt dilakukan klien
untuk mengurangi masalah eq. postur tubuh yg
baik, makan tidak terlalu banyak
Intervensi Keperawatan..

Perubahan

Eliminasi Urine b.d


Pembesaran Uterus
Berikan informasi tentang perubahan
perkemihan
Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak
dalam waktu yg lama
Anjurkan untuk banyak minum sehari 6 8
gelas

Intervensi Keperawatan..

TERIMA KASIH