Anda di halaman 1dari 22

NAMA : FADYAH YULITA A.

( 16 )
JENIA BELLA R. ( 18 )
KELAS : X 3
SMA NEGERI 9 SEMARANG
III. PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA KESEIMBANGAN, DAN PASAR

A.Permintaan
1.Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh
konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu tertentu dengan
menganggap factor yang mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus)

2.Jenis-jenis permintaan

a.Berdasarkan daya beli


1)Permintaan efektif, yaitu permintaan terhadap barang atau jasa yang disertai
daya beli dan melakukan transaksi.
2)Permintaan potensial, yaitu permintaan terhadap barang atua jasa yang disertai
daya beli tetapi konsumen masih mempertimbangkan transaksinya (belum dilakukan
transaksi)
3)Permintaan absolute, yaitu permintaan terhadap barang/jasa yang tidak disertai
daya beli.

b.Berdasarkan jumlah yang melakukan permintaan

1)Permintaan individu adalah permintaan seseorang terhadap barang/jasa untuk


memenuhi kebutuhan hidupnya.
2)Permintaan kelompok adalah permintaan dari sekelompok orang atau masyarakat
pada saat yang bersamaan (penjumlahan permintaan individu)

3. Hukum Permintaan
Hukum permintaan menyatakan bahwa harga sebuah barang meningkat, kuantitas
(jumlah) uang diminta akan turun, sebaliknya jumlah (kuantitas) barang yang diminta
naik. Jika harga sebuah barang mengalami penurunan. Dalam hal ini kuantitas yang
diminta berhubungan negative dengan harga barang. Hokum yang berlaku dalam ilmu
ekonomi tidaklah berlaku mutlak tetapi bersifat ceteris paribus.

Factor penyebab tidak berlakunya hokum permintaan


a. Permintaan barang-barang bernilai prestise
b. Harapan harga suatu barang akan berubah
c. Hubungan kuantitas harga
d. Barang inferior

4. Skedul dan Kurva Permintaan


Skedul permintaan adlaha sebuah table yang memperlihatkan hubungan antara harga
barang dan kuantitas yang diminta, sedangkan kurva permintaan adlaha grafik yang
memuat hubungan antara harga sebuah barang dan kuantaitas yang diminta.
Perhatikan contoh berikut ini !
No
1
2
3
4
5

Harga ( P )
2000
1800
1600
1400
1200

Jumlah ( Q )
100
120
140
160
180

Dari tabel di atas dapat dikethaui bahwa tingkat harga yang tinggi jumlah barnag
yang diminta sedikit kemudian harga diturunkan secara perlahan-lahan
mengakibatkan jumlah permintaan semakin bertambah.
Pergeseran Kurva Permintaan
Jika terjadi perubahan pada factor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain

harga, maka akan mengakibatkan kurva permintaan bergeser bahwa setiap


perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada tingkat harga
tertentu, maka akan menggeserkan kurva permintaan ke kanan, begitu pula apabila
setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan pada tingkat harga tertentu,
maka akan menggeserkan kurva permintaan ke kiri.

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemintaan


Hal-hal yang mempengaruhi permintaan individu terhadap barang danj asa antara
lain sebagai berikut :
a. Tingkat pendapatan konsumen
b. Harga barang dan jasa
c. Selera konsumen.
d. Perkiraan harga mendatang.
e. Harga barang lain yang berkaitan substitusi dan komplementer).
f. Pertambahan jumlah penduduk

6. Fungsi permintaan
Bentuk umum fungsi permintaan adalah sebagai berikut
dimana :
Q = jumlah barang yang diminta
a = konstanta
b = koefisien pengaruh atau slope
p = harga
Untuk fungsi persamaan linier juga menggunakan rumus :
Contoh :
Pada saat harga RP. 2.000,00 jumlah permintaan sebesar 800 unit, kemudian pada
saat harga naik Rp. 3.000,00 jumlah permintaan 600 unit, tentukan fungsi
permintaannya !
Jawab :
Q = a bp
800 = a 2.000b
600 = a 3.000b
200 = 1.000b
b = 5 masukan persamaan 1
800 = a 200 (5)

800 = a 10.000
a = 10.800
Q = 10.800 5p Q = a bp fungsi a =
B. Penawaran
1. Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada
berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu.

2. Jenis-jenis Penawaran
a. Penawran individu adlaha penawaran yangdilakuakn oleh satu orang penjual dan
atau produsen
b. Penawaran pasar adalah penjumlahan dari penawaran individu.

3. Hukum Penawaran
Hukum penawaran menyatakan semkain tinggi harga suatu barang semakin banyak
jumlah barang yang dibutuhkan, semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit
jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran juga bersifat ceteris paribus. Hal
ini menunjukkan hubungan yang positif antara harga barang atua jasa dengan
kuantitas yang ditawarkan.
Perhatikan tabel berikut ini
NO
1
2
3
4
5

Harga ( P )
2000
1800
1600
1400
1200

Jumlah ( Q )
180
160
140
120
100

Dari tabel di samping menyatakan bahwa pada tingakt harga yang tinggi jumlah
barang atau jasa yang ditawarkan banyak, kemudian harga turun secara perlahan
mengakibatkan jumlah penawaran akan semakin menurun pula. Begitu juga kurva
penawaran yang berbentuk garis dari kiri bawah ke kanan atas atau berslope positif.
Yang menunjukkan bahwa apabila terjadi penurunan harga, maka akan disertai
dengan penurunan jumlah penawaran terhadap barang dan jasa.
4. Faktor-faktor yang Memepngaruhi Penawaran
a. Harga barang dan jasa.

b. Harga input atau biaya produksi.


c. Teknologi produksi.
d. Keuntungan yang diinginkan oleh produsen.
e. Banyaknya penjual atau pesaing.

5. Kurva PenawaranPergeseranPenawaran
Jika terjadi perubahan harga pada factor-faktor yang mempengaruhi penawaran
selain harga, maka akan mengakibatkan kurva penawaran akan bergeser. Bahwa
setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah penawaran pada tingkat
harga tertentu, maka akan menggeser kurva penawaran ke kanan begitu juga apabila
setiap perubahan yang menunjukkan jumlah penawaran pada tingkat harga tertentu,
maka akan menggeser kurva penawaran ke kiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran
a. Perubahan biaya produksi.
b. Teknologi yangdigunakan.
c. Harapan mendapatkan laba.
d. Harapan masa yang akan datang.
6. Fungsi Penawaran
Secara umum fungsi penawaran ditulis sebagai berikut
dengan rumus :Q2, P2 dan B Q1, Q2Untuk menentukan persamaan fungsi
penawaran melalui dua titik A
Contoh :
Pada saat harga Rp. 700,00 jumlah abrang yang ditawarkan 30 unit kemudian harga
naik menjadi Rp. 1.000,00 jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 50 unit,
bagaimana fungsi penawarannya ?
Jawab :
Q 30P 700 = 15
P 700 = 15 Q 450
P = 15Q + 700 450
P = 15 Q + 250
Q 30P-700 =

Pengertian Permintaan dan Penawaran, Hukum & Faktor Yang Mempengaruhi

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling
bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas
(jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran,
harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan
waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang
dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai
permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi
transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi
pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka
permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin
rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya
dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan
membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan
tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi
agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa
menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang
yang harganya mahal.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)


1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa
tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan
margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang
dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan
mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau
membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan
sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau,
sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan
lainnya.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan
membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak
mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan
adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga
memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented)

akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual
jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka
perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah
sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan
menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen
akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan
permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri
dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual
lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

IV. Macam dan Jenis Pasar Dalam Ekonomi Indonesia - Pasar Barang, Pasar Jasa /
Tenaga Serta Pasar Uang & Modal - Ilmu Ekonomi Pasar

Berikut ini adalah arti definisi atau pengertian dari aneka jenis dan macam pasar
yang ada :
1. Pasar Barang
Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Pasar barang
dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yakni :
a. Pasar Barang Nyata / Riil
Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang
bentuk dan fisiknya jelas. Contohnya adalah pasar kebayoran lama, pasar senen,
pasar malam, pasar kaget, dan lain-lain.
b. Pasar Barang Abstrak
Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau
tidak riil secara fisik. Contoh jenis pasar ini adalah pasar komoditas / komoditi yang
menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar timah, pasar kopi
dan lain sebagainya.
2. Pasar Jasa / Tenaga
Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas
suatu kemampuan. Jasa tidak dapat dipegang dan dilihat secara fisik karena waktu
pada saat dihasilkan bersamaan dengan waktu mengkonsumsinya. Contoh pasar jasa
seperti pasar tenaga kerja, Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan, Pangkalan
Ojek yang menawarkatn jasa transportasi sepeda motor, dan lain sebagainya.
3. Pasar Uang dan Pasar Modal
a. Pasar Uang
Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang
berlaku di dunia. Pasar ini disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign

Exchange / Forex. Resiko yang ada pada pasar ini relatif besar dibandingkan dengan
jenis investasi lainnya, namun demikian keuntungan yang mungkin diperoleh juga
relatif besar. Contoh adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet,
dan lain-lain.
b. Pasar Modal
Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai
bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk
diinvestasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya seperti
saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain sebagainya.

BENTUK-BENTUK PASAR
Berdasarkan pada : (1) ciri-ciri jenis barang yang diperjualbelikan ; (2)
banyaknya perusahaan atau produsen yang memasuki pasar; (3) mudah tidaknya
perusahaan baru memasuki pasar ; (4) besamya kekuasaan suatu perusahaan di
dalam pasar, pasar dalam perekonomian dibedakan menjadi empat bentuk. Keempat
bentuk pasar itu adalah : pasar persaingan bebas sempuma, pasar monopoli, pasar
oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.
A. Pasar Persaingan Bebas Sempurna
Istilah persaingan menunjukkan keadaan di mana terdapat sejumlah
pesaing-pesaing baik selaku pembeli maupun selaku penjual di pasar. Dalam hal ini
baik pembeli maupun penjual mencoba menarik penjual maupun pembeli berada di
pihaknya. Persaingan dapat teIjadi dalam bidang harga, di mana penjual mencoba
menarik pembeli dengan berusaha menurunkan harga jual dan keadaan ini
disebut persaingan dalam harga. Ada juga persaingan dalam bentuk persaingan
dalam promosi atau iklan untuk menunjukkan kelebihan mutu dan pelayanan
barang pada pembeli. Hal yang terakhir ini disebut persaingan nir-harga.
Dalam praktik biasanya persaingan merupakan gabungan antara persaingan
harga dan nir-harga. Juga dalam praktik di persaingan bebas, penjual ada juga
yang tak peduli dengan pembeli, siapa saja boleh beli dan tak perlu dicari-cari
atau dipromosikan. Misalnya dalam pasar sayur mayur sepenuhnya teIjadi
persaingan sempuma dan persaingan bebas teIjadi di antara petani sayur mayur.

Namun bagi para petani ini tak jadi masalah siapa siapa pembelinya. Ia tak perlu
pasang iklan atau mencari-cari pembeli. Cukup dibawanya barangnya ke pasar dan
di sana akan dijumpai pembeli. Ini yang dikenal dengan keadaan persaingan bebas
dan sempuma.
Ciri-ciri persaingan bebas sempurna adalah :
1. Terdapat jumlah pembeli dan penjual yang cukup banyak dan aktif hadir di
pasar. Demikian banyaknya pembeli dan penjual sehingga tak satupun dari
mereka dapat mempengaruhi pihak lain terutama dalam harga.
2. Semua pihak baik pembeli maupun penjual mempunyai/menguasai informasi
yang sepenuhnya tentang keadaan pasar. Sehingga pembeli dan penjual juga
mengetahui sepenuhnya apa yang ditawarkan untuk dijual dan apa yang dicari
untuk dibeli dan berapa harganya.
3. Barang-barang yang dijual bersifat homogen sehingga semua yang hadir di
pasar akan pasti menjual barang-barang yang serupa.
4. Faktor produksi mudah dibagi dan dipindah-pindahkan, sehingga timbul
kemudahan perpindahan tenaga keIja, bahan baku, prasarana dan sarana
produksi untuk masuk dan keluar dari lingkungan industri sebagai reaksi atas
terjadinya keanekaragaman kemungkinan pencapaian laba dan perubahan
harga.
Dalam hal umum terjadi dalam pasar dengan persaingan bebas adalah :
1. Tak akan ada satupun penentu harga di pasar.
2. Pada suatu waktu tertentu harga-harga akan seragam dan akan berubah
sedikit atau mengalami fluktuasi sesuai dengan perubahan yang teIjadi pada
sisi penawaran maupun sisi permintaan.
3. Secara teoritis harga-harga pada pasar persaingan cenderung tmtuk ditekan
sama dengan atau mendekati harga pokok produksi dari barang dan jasa yang
diperjualbelikan di pasar,
Manfaat persaingan bebas adalah :
1. Meningkatkan efisiensi produksi barang dan jasa sehingga setiap produsen
berusaha menawarkan barang dengan kualitas yang tinggi dan harga bersaing.

2. Produsen berusaha membuat barang yang paling dibutuhkan oleh konsumen


sehingga menjamin melimpahnya barang dan jasa yang dibutuhkan.
B. Pasar Monopoli
Monopoli adalah keadaan di mana pasar dikuasai sepenuhnya oleh penjual.
Penjual mempunyai kekuasaan yang dapat didiktekan kemauannya baik dalam
bentuk harga, volume, tempat, waktu, dan pembeli dengan siapa barang itu akan
dijual. Hampir dapat dikatakan bahwa dalam pasar monopoli kedaulatan pasar
berada sepenuhnya di tangan penjual. Penjuallah yang berdaulat menentukan
tingkat harga, berapa banyak jumlah barang yang akan dijual, waktu bilamana
barang akan dilepas ke pasaran, tempat di mana barang itu akan dijual dan cara
lain yang diinginkan penjual.
ladi monopoli adalah kebalikan dari persaingan bebas. Penjual hanya
berada di satu tangan atau dikuasai oleh satu perusahaan.
Ciri-ciri pasar monopoli adalah :
1. Hanya ada satu penjual barang ataujasa.
2. Produk yang dijual sangat unik, dan tak mungkin dapat digantikan dengan
barang lain (tak mungkin disubstitusikan), sehingga pembeli harus membelinya
dari pemegang monopoli.
3. Pemegang monopoli dapat mengendalikan harga barang dan jasa yang dijual,
karena sepenuhnya ia menjadi produsen barang dan jasa itu.
4. Monopoli lazimnya timbul karena ada rintangan yang diciptakan di pasar,
sehingga hanya perusahaan pemegang monopoli saja yang bisa masuk ke dalam
pasar.
5. Pemegang monopoli tak tergantung pada keperluan promosi.
Keburukan monopoli adalah :
1. Mayoritas konsumen dirugikan, karena konsumen tak punya pilihan lain baik
dalam jumlah barang dan harga yang diinginkan. Konsumen hanya dihadapkan
pada satu pilihan saja. Kedaulatan konsumen sarna sekali tidak dihargai kalau
tidak dikatakan tidak ada.

2. Monopoli meniadakan efisiensi terutama dalam efisiensi alokasi sumber


sumber ekonomi yang paling ekonomis yang seharusnya dapat dimanfaatkan
sebesar-besamya kepentingan orang banyak.
3. Monopoli menyebabkan pemegang monopoli bertahan pada harga monopoli yang
menarik laba sebesar-besamya bagi kepentingan pemegang monopoli itu
sendiri.
4. Dalam monopoli ada kecenderungan konsumen akan banyak diatur dan
ditentukan oleh produsen atau penjual.
C. Pasar Oligopoli
Jika terdapat beberapa perusahaan yang menjadi pemegang monopoli
maka perusahaan-perusahaan ini berada dalam keadaan yang disebut oligopoli.
Suatu struktur pasar yang lebih mendekati kenyataan adalah
bahwastruktur pasar umumnya selalu berbentuk pasar oligopoli atau persaingan
yang monopolistik. Keadaan ini merupakan semacam bentuk campuran antara
persaingan bebas yang sarna sekali sempuma dengan monopoli yang sama sekali
mumi. Bahkan dapat dikatakan bahwa 80 % kehidupan nyata dalam perilaku
ekonomi masyarakat sepenuhnya berada dalam naungan dan kondisikondisi pasar
yang bersifat oligopolistik atau persaingan monopolistik.
Ciri-ciri pasar oligopoli adalah :
1. Hanya ada beberapa perusahaan saja yang memproduksi barang-barang
manufaktur untuk keperluan masyarakat.
2. Produk yang dijual bersifat homogen atau variasi dari jenis merk yang sama.
3. Secara teknologi kedudukan oligopoli dapat juga timbul, jika sebuah industri
atau perusahaan memiliki tingkat teknologi yang lebih canggih dibandingkan
dengan perusahaan yang lain.
4. Oligopoli juga dapat ditimbulkan oleh adanya merger atau penyatuan antara
beberapa perusahaan besar sehingga mereka dapat memadukan modal,
teknologi, faktor produksi danpasar yang dapat lebih mereka kuasai.

5. Perusahaan yang tergabung dalam oligopoli lazimnya mempunyai saling


ketergantungan satu sarna lain.
6. Perusahaan oligopoli lazimnya saling bersaing bukan dalam harga tetapi lebih
pada persaingan dalam kampanye komoditi yang mereka jual melalui iklan,
promosi, atau melalui diferensiasi jenis barang yang mereka jual.
D. Pasar Persaingan Monopolistik
Struktur pasar yang bersifat oligopoli selalu berdampingan dengan
struktur pasar yang bersifat persaingan monopolistik.
Ciri-ciri sifat persaingan yang monopolistik adalah :
1. Selalu ada sejumlah besar penjual dan pembeli di pasaran.
2. Produksi barang dan jasa yang diperjualbelikan lazimnya bervariasi baik
dalam merk, mutu, kampanye iklan yang dilakukan dan dampak-dampak
psikologis yang berbeda-beda terhadap konsumen.
3. Perusahaan-perusahaan yang memasuki pasar mempunyai kemampuan kendali
yang terbatas terhadap harga, karena dibandingkan dengan luasnya pasar
yang harus dijangkau, perusahaan itu masuk kategori perusahaan sedang,
namun mereka memproduksi aneka ragam barang yang tetap mampu
menjangkau konsumen membeli barang-barang produksinya.
4. Memasuki pasar persaingan monopolistik selalu mudah, namun sebelumnya
memerlukan kampanye iklan yang luas dan besar biayanya.
5. Selalu terbuka peluang yang sifatnya bukan persaingan dalam harga tetapi
persaingan dalam diferensiasi jenis komoditi yang' dihasilkan dan persaingan
dalam kampanye iklan yang dilakukan untuk menarik minat konsumen
sebanyak-banyaknya.
Kedudukan persaingan monopolistik akan membuka peluang pasar yang
terbatas lingkup konsumennya, sehingga pencapaian laba tak sebesar seperti
kedudukan yang mungkin bisa dicapai pada pasar persaingan bebas sempuma.
Dalam pasar persaingan monopolistik masih juga tetap ada persaingan antara
perusahaan, terutama dalam persaingan kampanye periklanan yang mencoba
menarik sebanyak-banyaknya konsumen.

Persaingan ini akan memacu perusahaan-perusahaan yang masuk dalam


persaingan monopolistik untuk meningkatkan efisiensi mereka masing masing.
Dampak yang timbul dari keadaan pasar persaingan monopolistik lazimnya
mendekati keadaan pasar persaingan sempuma, dengan demikian harga-harga
juga cenderung mendekati harga pokok produksi.

V. PASAR FAKTOR PRODUKSI / PASAR INPUT


Dalam pasar kalian akan melihat dua pelaku ekonomi, yaitu konsumen dan produsen
keduanya saling berinteraksi dan membutuhkan. Konsumen memerlukan barang dan
jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu produsen membutuhkan
faktor-faktor produksi atau input untuk. memproduksi barang.
A. Pasar Faktor Produksi Tanah

Pasar faktor produksi tanah juga disebut pasar sumber daya alam. Tanah merupakan
faktor produksi yang penting dalam proses produksi, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Untuk memperoleh tanah, beberapa produsen harus mengeluarkan
biaya atau imbalan kepada pemilik tanah. Biaya atau imbalan yang dikeluarkan ini
merupakan sewa tana. Di sisi lain, jumlah tanah yang tersedia tidak dapat ditambah.
Perlu diingat bahwa jumlah penduduk akan terus bertambah sehingga kebutuhan
terhadap faktor produksi tanah juga akan bertambah. Ini berarti bahwa penawaran
tanah tidak akan berubah meskipun harganya terus naik karena jumlah tanah
sifatnya tetap. Kondisi ini menyebabkan penawaran terhadap tanah sifatnya in
elastis sempurna.
Alasan apa yang mendasari haraga sewa tanah ? Simaklah penjelasan mengenai tori
harga sewa tanah berikut ini.

1. Teori Kesuburan Asli Tanah


Menurut teori ini, harga sewa tanah tergantung dari tingkat kesuburan tana. Jika
tanah yang disewa memilki kesuburan asli, output yang dihasilkan akan lebih besar.

2. Teori Perbedaan Kesuburan Tanah


Menurut David Ricardo, bahwa tingkat kesuburan tanah berbeda-beda. Perbedaan
ini akan berpengaruh terhadap harga sewa tanah. Jika tanah memilki kesuburan
yang rendah, harga sewanya akan rendah. Sebaliknya, jika tanah memilki kesuburan
yang tinggi harga sewanya akan tinggi.

3. Teori Letak Tanah


Menurut Von Thunen, seorang sarjana ekonoki Austria mengatakan bahwa
perbedaan harga sewa juga dipengaruhi oleh letak tanah. Misalnya, jika letak tanah
dekat dengan fasilitas umum dan pusat kegiatan ekonomi, harga sewanya tinggi.

4. Teori Harga Derivasi Tanah


Menurut teori ini, harga sewa tanah ditentukan oleh permintaan atas barang yang
dihasilkan oleh tanah tersebut sebavgai faktor produksi. Misalnya ketika harga
cabai naik, petani akan meningkatkan hasil produksi dengan menambah lahan
pertaniannya.

B. Pasar Faktor Produksi Tenaga Kerja


Pasar input sumber daya manusia (tenaga kerja) merupakan jumlah permintaan dan
penawaran yang diperlukan untuk
proses produksi. Namun, pemanfaatan tenaga kerja akan tergantung dari luas
tidaknya proses produksi. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas,
perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas pula.
1. Upah Tenaga Kerja
Upah merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga atas penyerahan dan
pemanfaatan faktor produksi untuk proses produksi. Upah yang diberikan dapat
berbentuk uang, barang atau fasilitas umum. Pemberian upah ini dimaksudkan agar
tenaga kerja tersebut memperoleh penghidupan yang layak.
2. Teori Upah Tenaga Kerja
Terbentunya harga upah tenaga kerja dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Teori Upah Normal


Menurut David Ricardo, teori upah normal juga disebut teori upah alami (natural
wage) menyatakan bahwa uaph diberikan sesuai dengan kemampuan perusahaan dan

berdasarkan pada biaya hidup pekerja. Adanya persaingan tenaga kerja


menyebabkan upah yang diberikan akan menurun.

b. Teori Upah Besi


Menurut Ferdinand Laselle untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin
perusahaan akan menekan upah serendah-rendahnya. Akibatnya, upah pekerja hanya
dapat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk mengatasi hal tersebut,
pekerja dianjurkan untuk membentuk serikat pekerja.

c. Teori Dana Upah


Menurut John Stuart Mill, tinggi rendahnya upah tegantung dari ketersediaan
jumlah modal yang digunakan untuk pembayaran upah. Banyaknya penawaran tenaga
kerja akan menyebabkan tingkat upah menjadi rendah, begitu juga ketika
keuntungan perusahaan menurun maka tingkat upah ikut menurun.

d. Teori Upah Etiika


Menurut kaum Utopis, upah yang diterima harus bisa mendorong pekerja untuk
hidup secara layak. Selain ittu, teori ini juga menganjurkan perusahaan untuk
memberikan tunjangan kepada pekerjanya.
C. Pasar Faktor Produksi Modal
Modal merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam proses produksi. Modal tidak
hanya berupa uang, tetapi juga barang yang dapat dipergunakan untuk
menghasilakan barang dan jasa, misalkan mesin pabrik.

1. Bunga Modal
Barang modal merupakan segala sumber daya yang diperlukan dalam kegiatan
produksi atau barang hasil produksi yang dipakai sebagai sarana atau alat untuk
menghasilakan barang lain. Untuk mendapatkan barang ini perusahaan membutuhkan
dana sebagai investasi. Hasil dari investasi ini berupa bunga modal atau tingkat
pengembalian modal (rate of return of capital). Besarnya bunga dinyatakan dalam

persentase per tahun atau tingkat suku bunga. Jadi, bunga modal merupakan balas
jasa yang diterima pemilik modal atas investasi modalnya dalam kegiatan produksi.
2. Teori Bunga Modal
Teori mengenai bunga modal dapat dijelaskan sebagagi berikut.
a. Teori Produktivitas
Menurut Jean Babtiste Say, modal pinjaman dapat digunakan untuk usaha yang yang
produktif. Dengan tambahan modal, perusahaan dapat meningkatkan kapasitas
produksinya. Kelebihan atas investasi modal tersebut diberikan kepada pemilik
modal dalam bentuk bunga modal.

b. Teori Abstinence / Teori Pengorbanan


Menurut Nassau Willen Senior dan Marshall, bunga modal diberikan sebagai balas
jasa pemilik modal atas investasi modalnya yang tidak digunakan oleh seseorang atau
perusahaan lain.

c. Teori Agio
Menutut Von Bohm Bawerk, balas jasa harus diberikan kepada pemilik modal atas
kerugian yang disebabkan perbedaan nilai. Alasan kerugian tersebut disebabkan halhal berikut :
1. Alasan ekonomi, yaitu nilai uang sekarang lebih tinggi dibandingkan satu tahun
yang akan datang.
2. Alasan psikologi, yaitu manusia beranggapan bahwa nilai kebutuhan dan alt pemuas
untuk waktu yang akan datang lebih rendah.
3. Alasan teknik, yaitu barang modal yang ada dapat digunakan untuk proses
produksi selanjutnya.
D. Pasar Faktor Produksi Kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaan diperlukan dalam proses produksi. Faktor ini
membutuhkan keahlian khusus serta memegang peranan yang penting dalam produksi

sehingga faktor input seperti tanah, tenaga kerja, dan modal dapat dikelola secara
efisien serta menekan kerugian seminimal mungkin.

a. Laba Wirausaha
Berhasil tidaknya perusahaan tergantung dari kemampuan wirausaha dalam
mengelola perusahaan. Jika wirausaha berhasil memajukan perusahaan, keuntungan
perusahaan meningkat sehingga wirausaha akan memperoleh laba sebagai imbalan
jasa atas pengelolaan perusahaan. Namun, tidak selamanya perusahaan memperoleh
keuntungan. Kadang perusahaan juga menderita juga menderita kerugian atau
bahkan mencapai titik impas.
b. Teori Laba Wirausaha
Alasan yang mendasari wirausaha menerima laba antara lain :
- Teori Inovasi
Menurut J.B Schumpeter, untuk meningkatkan keuntungan perusahaan, wirausaha
harus mampu mengembangkan produk-produk baru aytau melakukan inovasi atas
produk yang dihasilkan.
- Teori Nilai Lebih
Menurut Karl Marx, laba yang diperoleh wirausaha disebabkan pekerja dibayar
dengan upah yang rendah dibandingkan dengan jasa yang diberikan pekerja ke
perusahaan. Wirausaha akan menerima laba dari selisih upah yang seharusnya
dibayarkan dengan upah yang diterima pekerja.
- Teori Keuntungan
Menurut Jean Babtiste Say, wirausaha bertugas mengelola perusahaan sehingga
memperoleh upah. Jika wirausaha menginvestivikasikan modal di perusahaan, ia akan
memperoleh bunga modal.
- Teori Resiko Usaha
Menurut Hawle, wirausaha juga mengganggu risiko atas pengelolaan usahanya
terutama risiko menderita kerugian jika usahanya gagal. Oleh karena itu, wirausaha
juga berhak mendapatkan laba.
- Teori Residu
Menurut David Ricardo, wirausaha akan memperoleh laba atau keuntungan atas
selisih dari pendapatan total dikurangi biaya total. Selisih inilah yang merupakan

kelebihan pendapatan dan akan diterima wirausaha.


c. Unsur-Unsur Laba Wirausaha
Unsur-unsur yang terdapat dalam laba wirausaha dijelaskan sebagai berikut.
1) Upah wirausaha diterima wirausaha atas kemampuannya mengelola perusahaan.
2) Bunga modal diterima wirausaha jika ia menginvestasikan modal di perusahaan.
3) Sewa tanah diterima wirausaha jika ia juga merupakan pemilik tempat usaha.
4) Premi resiko diterima wirausaha karena kemungkinan resiko usaha yang dihadapi
jika perusahaan menderita kerugian.