Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI DAN FABRIKASI PAKAN


UREA MOLASSES BLOCK

Disusun oleh :
Kelompok IX
Rahmat Rianto
Aditya Bayu Pratama
Maya Kurnia Kusuma
Fadella Nur Almira
Abdul Jafar Assidiq

PT/06195
PT/06427
PT/06438
PT/06535
PT/06611

Asisten Pendamping : Elentika Damayanti

LABORATORIUM TEKNOLOGI MAKANAN TERNAK


BAGIAN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA
2015

UREA MOLASSES BLOCK


Tinjauan Pustaka
Urea molasses multinutrient block merupakan campuran beberapa
bahan pakan dengan molasses dan urea yang dibuat dalam blok. Pakan
dengan blok memudahkan pengangkutan pakan dan pemberian kepada
ternak. Urea molasses multinutrient block dapat dibuat dengan beberapa
komposisi dan kandungan urea dan molasses sesuai dengan kebutuhan
ternak (Onwuka, 1999).
UMB hanya diberikan pada ternak ruminansia (sapi, kerbau,
kambing, domba) dan tidak boleh diberikan pada ternak monogastric
(ayam, kuda, babi dan kelinci). Cara pemberian UMB pada ternak periode
adaptasi adalah dengan membatasi waktu pemberian UMB pada ternak
yaitu 1 jam per hari atau 200 gram untuk sapi dan 30 gram untuk
ruminansia kecil, selama 3 sampai 5 hari pertama, diikuti dengan 3 jam
per hari atau 400 gram untuk sapi dan 60 gram untuk ruminansia kecil
selama 4 sampai 6 hari. Selanjutnya setelah itu dapat diberikan secara
adlibitum (Jayasuriya dan Smith,1997).
Molasses merupakan sumber energi yang dapat meningkatkan
palatabilitas pakan dan nafsu makan pada ternak (Cheeke, 2005).
Molasses

merupakan

bahan

pakan

sumber

energi

yang

dapat

difermentasi oleh mikrobia menjadi Volatile Fatty Acid (VFA) yang dapat
digunakan untuk meningkatkan produksi dan kualitas susu. Komposisi
VFA dalam rumen adalah asam asetat sebanyak 50 sampai 60%, asam
propionat 18 sampai 20%, dan asam butirat sebanyak 12 sampai 18%.
Pemberian asam asetat dapat digunakan untuk metabolisme otot dan
lemak tubuh serta dapat mempengaruhi kualitas lemak susu. Asam butirat
sebagian besar diubah menjadi keton selama absorb melalui epithelium
rumen. -hydro-xybutiric acid (-HBA) merupakan 80% dari ketones yang
dapat digunakan sintesis asam lemak di adipose dan jaringan kelenjar
susu (Heinrichs, 1998).

Urea adalah senyawa sintetis dengan kadar protein yang tinggi dan
bukan protein alami. Urea pada pakan tinggi energi, dapat berfungsi
sebagai sumber nitrogen untuk sintesis protein oleh mikroba rumen. Oleh
karena itu nilai protein kasarnya sama dengan nitrogen non protein (Agus,
2008).

MATERI DAN METODE


Materi
Alat. Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah timbangan,
nampan, dan cetakan UMB.
Bahan. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah urea,
molasses, tapioka, dedak halus, garam, dan premix.
Metode
Pembuatan UMB dilakukan dengan metode dingin dengan cara
bahan-bahan pengisi ditimbang sesuai formulasi kemudian dicampur
secara rata (mixing) menggunakan tangan. Molasses dimasukkan sedikit
demi sedikit dan diaduk-aduk hingga rata selanjutnya bahan-bahan yang
sudah tercampur tersebut dicetak dengan silinder (alat pencetak UMB)
kemudian dikeluarkan. Hasil UMB diamati dan dicatat bau, tekstur dan
warna pada hari ke-0 dan hari ke-7.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pembuatan UMB dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu
metode dingin, hangat, dan panas. Beberapa metode tersebut memiliki
kelemahan dan keuntungan masing-masing. Berdasarkan kegiatan
praktikum yang telah dilakukan didapat hasil sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Pengamatan Urea Molasses Block (UMB)
No
Parameter
Metode dingin (kel. 9)
Metode panas (Kel. 25)
pengamatan
0 hari
7 hari
0 hari
7 hari
1
Bau
Molases
Manis
Molases
Manis
2
Warna
Coklat
Coklat tua
Coklat
Coklat tua
3
Tekstur
Padat dan
Kompak
Agak
Kompak
keras
keras
kompak
Urea Molasses Block (UMB) adalah pakan tambahan (supplemen)
untuk ternak ruminansia yang berbentuk padat yang mengandung zat-zat
makanan, terbuat dari bahan utama yang berupa molasses (tetes tebu)
sebagai sumber energi, pupuk urea sebagai sumber nitrogen bagi
mikroorganisme rumen (yang nantinya akan dimanfaatkan oleh ternak
ruminansia sebagai sumber protein), bahan-bahan lain sebagai pelengkap
zat-zat makanan, mineral-mineral serta bahan-bahan pengisi dan
penyerap air tetes tebu (Jayasuriya dan Smith,1997).
Bahan yang digunakan dalam pembuatan UMB saat praktikum
yaitu bahan pakan hasil mixing berupa konsentrat itik, pollard, dedak
halus, jagung giling, dan garam, molasses, premix ruminansia, dan urea.
Urea molasses block yang dibuat dalam 1000 gram. Formulasi bahan
yang digunakan yaitu 500 gram BP mixing, 420 gram molases, 50 gram
premix ruminansia, dan 30 gram urea.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat UMB hasil mixing
500 gram yaitu konsentrat itik, pollard, dedak halus, jagung giling, dan
garam, premix ruminansia 50 gram, molasses 420 gram, dan urea 30
gram. Urea merupakan sumber nitrogen dalam pakan. Urea dalam pakan
sebagai non protein nitrogen yang dapat digunakan sebagai sumber

ammonia yang dapat digunakan oleh mirobia dalam rumen. Molasses


digunakan karena banyak mengandung karbohidrat sebagai energi dan
mineral, selain itu bahan ini memiliki rasa yang disukai oleh ternak. Bahan
pakan yang digunakan dapat meningkatkan kandungan zat-zat makanan
dan untuk memberikan bentuk padatan yang baik dan kompak.
Pembuatan UMB dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu
metode dingin, hangat, dan panas. Beberapa metode tersebut memiliki
kelemahan dan keuntungan masing-masing. Namun metode yang paling
efisien digunakan yaitu metode hangat. Metode hangat menyebabkan
molasses yang sebelumnya dihangatkan lebih cair sehingga mudah untuk
dicampurkan dengan bahan lain dalam formulasi.
Pembuatan UMB saat praktikum menggunakan metode hangat
yaitu molases dipanaskan terlebih dahulu sebelum dicampur dengan
bahan pakan yang lain, kemungkinan tujuannya adalah gelatinisasi karena
pada molases banyak karbohidrat terlarutnya. Diharapkan dengan
pemanasan, molases dapat mengikat seluruh bahan yang dipakai agar
lebih kompak dan padat. Sehingga jika dibandingkan antara metode
panas dengan metode dingin teksturnya lebih padat yang menggunakan
metode panas daripada metode dingin.
Hasil praktikum menunjukkan pembuatan UMB dengan metode
hangat pada hari ke-0 baunya berbau molasses, manis seperti kecap,
berwarna coklat, tekstur kasar, dan pada hari ke-7 baunya manis,
berwarna coklat tua dan ada warna putihnya serta bertekstur lembut
halus. Hasil dari metode dingin pada hari ke-0 baunya berbau molases,
warna coklat, dan tekstur kasar sedangkan pada hari ke-7 bau manis dan
berbau jamur, warna putih abu-abu dan tekstur agak kasar. Berdasarkan
hasil praktikum, pembuatan UMB dengan metode hangat memberikan
hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode dingin.
Perbedaan metode hangat dan metode dingin dalam pembuatan
UMB yaitu pada metode hangat, sebelum molasses dicampur dengan
bahan-bahan yang lain dipanaskan terlebih dahulu dengan kompor.

Setelah semua bahan-bahan dicampur kemudian molasses tadi di tuang


sedikit-demi sedikit sampai tercampur semua. Setelah tercampur dicetak
dengan pencetak UMB. Pembuatan UMB dengan metode dingin,
molesses tidak perlu dipanaskan. Jadi setelah bahan-bahan dicampur
kemudian molasses dimasukkan sedikit-demi sedikit. Hasil yang diperoleh
pun lebih kompak dengan yang mengunakan metode hangat.Bentuk
suplemen UMB yang keras dan kompak merupakan bentuk yang biasa
digunakan agar awet dan ternak mengkonsumsi UMB ini dengan cara
menjilati sehingga suplemen ini sering disebut juga permen sapi (Van
Soest, 1995).
Menurut Yuliana (2008), UMB pada umumnya memiliki warna lebih
gelap dibanding warna asal, hal ini disebabkan oleh adanya proses
browning secara non enzimatis yaitu karamelisasi dan reaksi Maillard.
Menurut Winarno (1992), karamelisasi terjadi jika suatu larutan sukrosa
diuapkan sampai seluruh air menguap. Jika

pemanasan dilanjutkan,

maka cairan yang ada bukan terdiri dari air, tetapi merupakan cairan
sukrosa yang lebur. Reaksi Maillard merupakan reaksi antara karbohidrat,
khususnya gula pereduksi dengan gugus amina primer.
Urea Molasses Block yang mempunyai rasa manis, bau yang khas,
dan bentuk yang kompak berasal dari penambahan tetes tebu dalam
bahan pakan yang digunakan. Tetes sebagai sumber karbohidrat sangat
mendukung pembentukan VFA dan asam keto serta dengan dukungan
mineral yang terkandung dalam UMB, yang termasuk di dalamnya adalah
sulfur maka akan dapat menambah efektifitas sintesis protein oleh
mikroba (BATAN, 2004).
Manfaat UMB adalah meningkatkan konsumsi pakan basal,
meningkatkan konsentrasi amonia dan VFA dalam cairan rumen,
memperbaiki kecernaan jerami dan meningkatkan kenaikan bobot badan
serta meningkatkan produksi susu dan kadar lemak susu.
Pengemasan probiotik bakteri

selulolitik dalam

bentuk cair

membuat efektivitas probiotik berlangsung lebih baik, tetapi memiliki

kelemahan dalam masalah transportasi dan penyimpanan. Penggunaan


Urea Molasses Mineral Block (UMMB) sebagai bahan pembawa probiotik
dalam bentuk padat menunjukkan efektivitas daya hidup probiotik lebih
lama, mencapai 5 bulan, walaupun populasinya menurun (Wahyudi,
2005).
Urea Molasses Block (UMB) merupakan pakan tambahan yang
biasa diberikan pada ternak pada saat hijauan yang diberikan memiliki
kualitas dan palatabilitas rendah. Kandungan molases yang mengandung
karbohidrat mudah dicerna dan urea yang terdapat pada UMB
menjadikannya pakan yang memiliki kandungan energi dan protein yang
tinggi bagi ternak. Penggunaan UMB pada ternak sapi potong terbukti
dapat meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan
(Preston dan Leng, 1990).
Tingginya palatabilitas UMB bagi ternak ruminansia mendorong
praktisi bidang nutrisi untuk meningkatkan efektivitas UMB dengan
menambahkan mineral, sehingga dikenal Urea Molasses Mineral Block
(UMMB) dan juga menambahkan enzim atau probiotik pada UMB
sehingga menjadi UMBzim atau UMMPB.
Penambahan UMMPB dalam pakan memungkinkan perbaikan
media tumbuh dan ekosistem rumen, sehingga mikroba rumen dapat
tumbuh dan berkembang pesat. Mikroba yang tumbuh dan berkembang
pesat akan menghasilkan protein mikroba yang merupakan sumber
protein penting bagi ruminansia untuk pertumbuhan dan produksi susu
(Wahyudi, 2006).

KESIMPULAN
Pembuatan UMB dengan metode hangat hasilnya lebih bagus
dibandingkan dengan metode dingin. Hasil praktikum menunjukkan
pembuatan UMB dengan metode hangat pada hari ke-0 baunya seperti
molasses, manis seperti kecap, berwarna coklat, tekstur kasar, dan pada
hari ke-7 baunya manis, berwarna coklat tua dan ada warna putihnya
serta bertekstur lembut halus.
Manfaat UMB adalah meningkatkan konsumsi pakan basal,
meningkatkan konsentrasi amonia dan VFA dalam cairan rumen,
memperbaiki kecernaan jerami dan meningkatkan kenaikan bobot badan
serta meningkatkan produksi susu dan kadar lemak susu.

DAFTAR PUSTAKA
Agus, A. 2008. Teknologi
Yogyakarta.

Pakan Konsentrat. Fakultas Peternakan UGM.

Batan. 2004. http://fakulti0.tripod.com/kudapadi/id2.html


Cheeke, P. R. 2005. Appled Animal Nutrition. 3 rd edition. Person Education
Inc., Nee Jersey.
Heinricchs, J. 1998 From feed to Milk: Understanding Rumen Function.
The Pennsylvania State University. Pennsylvania.
Jayasuriya, M. C. N dan T. Smith. 1997. Guidelines for defeloping Feed
Suplementation packages. Animal Production and health Joint
FAO/ IAIE Division International Atomic Energy Agency. Vienna,
Austria.
Kamal, M. 1998. Bahan Pakan dan Ransum Ternak. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta.
Onwuka, C. F. I. 1999. Molasses Block as Suplementary Feed Resource
for Ruminants. University of Agriculture. P. M. B. 2240.
Abeokuta, Ogur State. Nigeria.
Preston, TR and R.A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production
Systems with Available Resources in The Tropics and SubTropics. Pemenbul Books. Armidale.
Van Soest, D.J. 1995. Nutritional Ecology Of The Ruminant. 2nd Ed.
Cornell University Press, Ithaca.
Wahyudi, A. 2005. Evaluasi Daya Hidup Bakteri Selulolitik dalam Urea
Molasses Mineral Probiotik Blok (UMMPB) sebagai Bahan
Pembawa. Laporan Penelitian PBI, UMM.
Wahyudi, Ahmad. 2006. Evaluasi Penggunaan Urea Molasses Mineral
Probiotik Blok (Ummpb) Pada Sapi Perah Laktasi terhadap
Produksi dan Kualitas Susu. Fakultas Peternakan-Perikanan
Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.
Yuliana, Siti. 2008. Uji Kualitas Fisik Ransum Komplit dalam Bentuk Wafer
Berbahan Baku Jerami Padi Produk Fermentasi Trichoderma
viride. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.