Anda di halaman 1dari 21

OK

P
OM
L
KE

5
SALMA
WATI
NUR

SANTIYA
NA
MARNI

SRI REZEKI
VERAWATI B.
sYAHARU
sYAHARU
NI
NI

VINA
FITRIA
SARI

WIDYA
HARDIA
NTI

SAPARU
DDIN

ULI
ALIFA
BASRI

WINDASAR
I

Pengertian
HIV Dan
AIDS

HIV adalah singkatan


dari Human
Immunodeficiency
Virus. Virus ini
menyerang sistem
kekebalan tubuh. Virus
ini melemahkan
kemampuan tubuh
dalam melawan infeksi
dan penyakit.

CARA PENULARAN
HIV/AIDS

Hubungan
seks tanpa
kondom

Melalui
transfusi
darah/produk
darah yang
sudah
tercemar HIV

Ibu hamil
Berbagi alat
positif HIV
suntik
kepada
dengan orang
bayinya
yang positif
selama masa
mengidap
kehamilan, HIV, terutama
persalinan
di kalangan
dan/atau
pengguna
waktu
narkotika
menyusui.
suntik

Tahap pertama
adalah
serokonversi

GEJALA
HIV/AID
S
tahap
tahap yang
yang ketiga
ketiga
adalah
infeksi
adalah infeksi HIV
HIV
berubah
berubah menjadi
menjadi
AIDS.
AIDS.

Tahap kedua adalah


masa ketika tidak
ada gejala yang
muncul

TAHAP
1

Orang yang terinfeksi virus HIV


akan menderita sakit mirip
seperti flu. Setelah ini, HIV tidak
menyebabkan gejala apa pun
selama beberapa tahun. Gejala
seperti flu ini akan muncul
beberapa minggu setelah
terinfeksi. Ini sering disebut
sebagai serokonversi.
Diperkirakan sekitar 8 dari 10
orang yang terinfeksi HIV
mengalami ini

Muncul ruam di
tubuh, biasanya tidak
Diare,Kelelahan,Nyeri
gatal dan
otot,Nyeri persendian
pembengkakan noda
limfa
Gejala yang
paling
umum
Tenggorokan sakit
dan demam

Penurunan Berat
Badan

Gejala-gejala di atas bisa bertahan hingga satu


bulan. Ini adalah pertanda sistem kekebalan
tubuh sedang melawan virus. Tapi gejala
tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain
HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena
terinfeksi HIV

Lakukan
Lakukan tes
tes HIV
HIV jika
jika Anda
Anda merasa
merasa berisiko
berisiko terinfeksi
terinfeksi
atau
atau ketika
ketika muncul
muncul gejala
gejala yang
yang disebutkan
disebutkan di
di atas.
atas.
Tapi
perlu
diingat,
tidak
semua
orang
mengalami
Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami
gejala
gejala sama
sama seperti
seperti yang
yang disebutkan
disebutkan di
di atas.
atas. Jika
Jika
merasa
merasa telah
telah melakukan
melakukan sesuatu
sesuatu yang
yang membuat
membuat
Anda
berisiko
terinfeksi,
kunjungi
klinik
atau
Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah
rumah
sakit
terdekat
untuk
menjalani
tes
HIV.
sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

TAHAP
2

Setelah gejala awal


menghilang, biasanya HIV
tidak menimbulkan gejala
lebih lanjut selama bertahuntahun (masa jendela). Ini
adalah tahapan ketika infeksi
HIV berlangsung tanpa
munculnya gejala. Virus yang
ada terus menyebar dan
merusak sistem kekebalan
tubuh. Pada tahapan ini, Anda
akan merasa sehat dan tidak
ada masalah. Kita mungkin
tidak menyadari sudah
mengidap HIV, tapi kita bisa
menularkan infeksi ini pada
orang lain. Lama tahapan ini
bisa berjalan sekitar 10 tahun
atau bahkan bisa lebih.

TAHA
P3

Jika tidak ditangani, HIV


akan melemahkan
kemampuan tubuh dalam
melawan infeksi. Dengan
kondisi ini, Anda akan lebih
mudah terserang penyakit
serius. Tahap akhir ini lebih
dikenal sebagai AIDS
(Acquired Immune
Deficiency Syndrome)

Demam yang
berlangsung
lebih dari 10
hari
Noda limfa
atau kelenjar
getah bening
membengkak
pada bagian
leher dan
pangkal paha

Berkeringat di
malam hari.

Gejala yang
muncul
pada tahap
terakhir

Berat
Berat badan
badan
turun
turun tanpa
tanpa
diketahui
diketahui
penyebabnya
penyebabnya

Merasa
Merasa
kelelahan
kelelahan
hampir
hampir pada
pada
tiap
saat
tiap saat

Bintik-bintik
ungu yang
tidak hilang
pada kulit

PENGARUH
PENGARUH HIV
HIV PADA
PADA
TUBUH
TUBUH MANUSIA
MANUSIA

Sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi kita dari penyakit yang menyerang. Salah satu
unsur yang penting dari sistem kekebalan tubuh adalah sel CD4 (salah satu jenis sel darah
putih). Sel ini melindungi dari beragam bakteri, virus dan kuman lainnya

HIV menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Virus memasuki sistem kekebalan pada sel CD4.
Virus ini memanfaatkan sel CD4 untuk menggandakan dirinya ribuan kali. Virus yang
menggandakan diri ini akan meninggalkan sel CD4 dan membunuhnya pada waktu yang
sama. Makin banyak sel CD4 yang mati, sistem kekebalan tubuh akan makin rendah. Hingga
akhirnya, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi

Ketika
Ketika proses
proses ini
ini terjadi,
terjadi, tubuh
tubuh akan
akan tetap
tetap merasa
merasa sehat
sehat dan
dan tidak
tidak ada
ada masalah.
masalah. Kondisi
Kondisi ini
ini
bisa
berlangsung
selama
10
tahun
atau
bahkan
lebih.
Dan
penderita
bisa
menyebarkan
virus
bisa berlangsung selama 10 tahun atau bahkan lebih. Dan penderita bisa menyebarkan virus
pada
pada periode
periode ini
ini

ORANG YANG BERESIKO


TERINFEKSI HIV
Ingatlah bahwa semua orang berisiko terinfeksi HIV,
tanpa mengenal batasan usia. Tapi terdapat
beberapa kelompok orang yang lebih berisiko
terinfeksi HIV.
Orang
Orang yang
yang melakukan
melakukan
hubungan
hubungan seks
seks dengan
dengan
pemakai
pemakai narkotika
narkotika
suntik
suntik

Orang yang melakukan


transfusi darah di
daerah dengan angka
HIV tinggi

Orang yang melakukan


hubungan seks tanpa
kondom baik sesama
jenis kelamin, maupun
heteroseksual.

Orang-orang yang
memakai narkotika
suntik

Orang
Orang membuat
membuat tato
tato
atau
atau tindik
tindik

Orang yang baru saja terinfeksi HIV akan mengalami


gejala seperti penyakit flu . Ini terjadi selama kurang
lebih satu bulan setelah terinfeksi. Gejala awal yang
muncul seperti demam , tenggorokan sakit dan
munculnya ruam. Tapi, beberapa orang yang menderita
HIV tidak merasakan tanda dan gejala selama bertahuntahun

DIAGNOSIS HIV
DAN AIDS

Hanya dengan menjalani tes HIV, kita bisa tahu pasti


apakah kita terinfeksi atau tidak. Makin cepat HIV
terdeteksi, maka tingkat keberhasilan pengobatan akan
lebih tinggi. Jika Anda merasa berisiko terinfeksi HIV,
konsultasikan kepada dokter atau klinik kesehatan
terdekat
Jangan menunda penanganan setelah Anda tahu telah
terinfeksi HIV. Jika terlambat, virus bisa dengan cepat
menyebar ke dalam sistem kekebalan tubuh. Hal ini bisa
mengganggu kesehatan Anda. Anda juga bisa
menghindari penyebaran virus kepada orang-orang
terdekat atau pun kepada orang lain

MELAKUKAN TES HIV/AIDS

Untuk menguji apakah kita terinfeksi HIV, satu


tes yang paling umum adalah tes darah. Darah
akan diperiksa di laboratorium. Tes ini berfungsi
untuk menemukan antibodi terhadap HIV di
dalam darah. Tapi tes darah ini baru bisa
dipercaya jika dilakukan setidaknya sebulan
setelah terinfeksi HIV karena antibodi terhadap
HIV tidak terbentuk langsung setelah infeksi
awal. Antibodi terhadap HIV butuh waktu
sekitar dua minggu hingga enam bulan,
sebelum akhirnya muncul di dalam darah

Jika
Jika dinyatakan
dinyatakan positif
positif HIV,
HIV, beberapa
beberapa tes
tes harus
harus
dilakukan
untuk
memerhatikan
perkembangan
dilakukan untuk memerhatikan perkembangan
infeksi.
infeksi. Setelah
Setelah itu
itu barulah
barulah bisa
bisa diketahui
diketahui kapan
kapan
harus
memulai
pengobatan
terhadap
harus memulai pengobatan terhadap HIV
HIV

Masa
Masa antara
antara infeksi
infeksi HIV
HIV dan
dan terbentuknya
terbentuknya
antibodi
yang
cukup
untuk
antibodi yang cukup untuk menunjukkan
menunjukkan hasil
hasil
tes
positif
disebut
sebagai
masa
jendela.
tes positif disebut sebagai masa jendela.
Pada
Pada masa
masa ini,
ini, seseorang
seseorang yang
yang terinfeksi
terinfeksi HIV
HIV
sudah
bisa
menularkan
virus
ini,
sudah bisa menularkan virus ini, meski
meski dalam
dalam
tes
tes darah
darah tidak
tidak terlihat
terlihat adanya
adanya antibodi
antibodi
terhadap
HIV
dalam
darah
terhadap HIV dalam darah

Sebelum seseorang diberikan diagnosis yang


pasti, perlu dilakukan beberapa kali tes untuk
memastikan. Hal ini dikarenakan masa jendela
HIV cukup lama. Jadi hasil tes pertama yang
dilakukan belum tentu bisa dipercaya. Lakukan
tes beberapa kali jika Anda merasa berisiko
terinfeksi HIV

TEMPAT MELAKUKAN TES


HIV/AIDS

Ada beberapa tempat


untuk melakukan tes
darah HIV. Bahkan,
beberapa puskesmas
juga sudah
menyediakan layanan
untuk tes HIV. Klik
tautan ini untuk melihat
beberapa rumah sakit
di Indonesia yang
menyediakan fasilitas
tes HIV.

Komunitas
AIDS
Indonesia

Yayasan
Spiritia
dan
Yayasan
Orbit

Di Indonesia,
terdapat
beberapa
yayasan dan
organisasi yang
fokus untuk
urusan HIV/AIDS,
di antaranya:

Himpunan
Himpunan
Abiasa
Abiasa

ODHA
Indonesia

Sedangkan

lembaga pemerintah yang


dibentuk khusus untuk menangani
HIV/AIDS adalah Komisi Penanggulangan
AIDS Nasional (KPAN).

Cara Pencegahan HIV


Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan
melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak
pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa
pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa
kondom dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk
terinfeksi HIV.

PENGOBATAN
HIV/AIDS
Obat-obatan
Darurat Awal
HIV

Keterlibatan
penyakit lain

Obat-obatan
Antiretroviral

PENGOBATAN
HIV/AIDS PADA
WANITA HAMIL
Konsumsi
obat secara
teratur

PENGOBATAN
PENGOBATAN HIVAIDS
HIVAIDS
Jika
Jika merasa
merasa atau
atau mencurigai
mencurigai baru
baru saja
saja terkena
terkena virus
virus dalam
dalam rentan
rentan
waktu
324
jam,
obat
anti
HIV
bisa
mencegah
terjadinya
infeksi.
waktu 324 jam, obat anti HIV bisa mencegah terjadinya infeksi. Obat
Obat
ini bernama
bernama post-exposure
post-exposure prophylaxis
prophylaxis (PEP)
(PEP) atau
atau di
di Indonesia
Indonesia dikenal
dikenal
OBAT-OBATAN ini
sebagai
profilaksis
pasca
pajanan.
Profilaksis
adalah
prosedur
sebagai profilaksis pasca pajanan. Profilaksis adalah prosedur
DARURAT
kesehatan
kesehatan yang
yang bertujuan
bertujuan mencegah
mencegah daripada
daripada mengobati
mengobati

AWAL

Bagi
Bagi penderita
penderita hepatitis
hepatitis B
B dan
dan hepatitis
hepatitis C
C yang
yang juga
juga terinfeksi
terinfeksi HIV,
HIV,
pengobatan
disarankan
ketika
angka
CD4
di
bawah
500.
Jika
pengobatan disarankan ketika angka CD4 di bawah 500. Jika
penderita
penderita HIV
HIV sedang
sedang menjalani
menjalani radioterapi
radioterapi atau
atau kemoterapi
kemoterapi yang
yang
akan
menekan
sistem
kekebalan
tubuh,
pengobatan
dilakukan
menekan sistem kekebalan tubuh, pengobatan dilakukan dengan
dengan
KETERLIBATAN akan
angka
angka CD4
CD4 berapa
berapa pun.
pun. Atau
Atau ketika
ketika Anda
Anda juga
juga menderita
menderita penyakit
penyakit lain
lain
PENYAKIT LAIN seperti
TB,
penyakit
ginjal,
dan
penyakit
otak
seperti TB, penyakit ginjal, dan penyakit otak

Antiretroviral
Antiretroviral (ARV)
(ARV) adalah
adalah beberapa
beberapa obat
obat yang
yang digunakan
digunakan untuk
untuk
mengobati
mengobati infeksi
infeksi HIV.
HIV. Obat-obatan
Obat-obatan ini
ini tidak
tidak membunuh
membunuh virus,
virus, tapi
tapi
memperlambat
pertumbuhan
virus.
HIV
bisa
mudah
beradaptasi
memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan
dan
OBAT-ABATAN
OBAT-ABATAN kebal
terhadap
satu
golongan
ARV.
Oleh
karena
itu
kombinasi
kebal terhadap satu golongan ARV. Oleh karena itu kombinasi
ANTIRETROVIA
ANTIRETROVIA golongan
golongan ARV
ARV akan
akan diberikan
diberikan

L
L

PENGOBATAN HIV/AIDS PADA WANITA HAMIL


Bagi
Bagi wanita
wanita hamil
hamil yang
yang positif
positif terinfeksi
terinfeksi HIV,
HIV, ada
ada obat
obat ARV
ARV khusus
khusus untuk
untuk wanita
wanita
hamil.
Obat
ini
untuk
mencegah
penularan
HIV
dari
ibu
kepada
bayinya.
Tanpa
hamil. Obat ini untuk mencegah penularan HIV dari ibu kepada bayinya. Tanpa
pengobatan,
pengobatan, terdapat
terdapat perbandingan
perbandingan 25
25 dari
dari 100
100 bayi
bayi akan
akan terinfeksi
terinfeksi HIV.
HIV. Risiko
Risiko
bisa
diturunkan
kurang
dari
satu
banding
100
jika
diberi
pengobatan
sejak
bisa diturunkan kurang dari satu banding 100 jika diberi pengobatan sejak awal.
awal.

Dengan pengobatan lebih dini, risiko menularkan virus melalui kelahiran normal
tidak meningkat. Tapi bagi beberapa wanita, tetap disarankan untuk melahirkan
dengan operasi caesar.

Konsumsi Obat Secara Teratur

Anda harus membuat jadwal rutin untuk memasukkan pengobatan HIV ke dalam
pola hidup sehari-hari. Pengobatan HIV bisa berhasil jika Anda mengonsumsi obat
secara teratur (pada waktu yang sama setiap kali minum obat). Jika melewatkan
satu dosis saja, efeknya bisa meningkatkan risiko kegagalan.

TERIM
A
KASIH
WASSALAM
!!!!