Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem endokrin bertanggung jawab terhadap keseimbangan tubuh melalui mekanisme
homeostasis, sehingga fungsi-fungsi organ tubuh berjalan secara normal. Sistem endokrin
mempunyai 5 fungsi utama yaitu perkembangan dan pembelah sel dalam pada
perkembangan fetus, stimulasi pertumbuhan sel dan jaringan, koordinasi dalam sistem
reproduksi, memelihara dan mempertahankan lingkungan internal dan respon adaptasi
terhadap situasi emergensi. Sistem endokrin terdiri atas hipofisis anterior dan posterior,
tiroid, paratiroid, korteks adrenal, medula adrenal, pankreas, gonad, badan pineal serta
timus.
Sistem endokrin mengoordinasi fungsi tubuh dengan memproduksi dan mengeluarkan
(sekresi) hormon. Hormon merupakan subtansi kimia yang disekresi oleh kelenjar
endokrin yang bersifat vital dalam mempertahankan kehidupan, termasuk fungsi
diferensiasi, reproduksi, adaptasi, pertumbuhan atau perkembangan, dan proses menua
(senescence).
Hormon yang telah dihasilkan oleh kelenjar endokrin selanjutnya disalurkan melalui
pembuluh darah atau limfe. Hormon selanjutnya dibawa oleh darah ke sel target. Beberapa
hormon mempunyai sedikit sel target yang spesifik atau khusus, tetapi ada hormon yang
mempunyai sel target lebih dari satu. Untuk mencapai sel target hormon harus berinteraksi
dengan reseptor sel target.
Mekanisme hubungan antara hormon dan reseptor sel target memicu reaksi biokimia.
Kadar hormon harus dipertahankan pada batas yang tepat karena jumlah hormon yang
tepat sangat perlu untuk mempertahankan kesehatan sel atau organ tertentu. Faktor yang
terkait dalam pengendalian hormon adalah kontrol umpan balik (feedback control).
Menurunnya konsentrasi hormon rendah maka meningkatkan jumlah reseptor per sel,
keadaan ini disebut Up-regulation, sedangkan meningkatnya konsentrasi hormon, akan
menurunkan jumlah reseptor, keadaan ini disebut Down-regulation.

1
Dys

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui anatomi dari kelenjar hipofise
2. Untuk mengetahui fungsi dari kelenjar hipofise
3. Untuk mengetahui bagian-bagian dari kelenjar hipofise
4. Untuk mengetahui jenis dan fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofise

2
Dys

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 ANATOMI KELENJAR HIPOFISE


Hipofise merupakan kelenjar yang berbeda pada otak bagian dasar, tempatnya pada
sella turiska dan dilapisi oleh selaput dasar (diagframa sellae) kelenjar hipofise pada orang
dewasa beratnya 500-600 mg , diameter 1,2 - 1,5 cm dengan tebal 0,5 cm. Kelenjar ini
terhubung dengan hipotalamus melalui infundibulum atau tangkai pituitari.
2.2 FUNGSI KELENJAR HIPOFISE
Fungsi kelenjar hipofise adalah mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas
kelenjar endokrin lain, kemampuan ini dijuluki MASTER OF GLAND.
2.3 BAGIAN-BAGIAN KELENJAR HIPOFISE
3
Dys

Hipofise dibagi menjadi 2 :


1.

Lobus Anterior
Lobus anterior atau adenohipofise merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira
2/3 bagian. lobus anterior hipofise memproduksi hormon hormon penting yg
menstimulasi target kelenjar hormon seperti kelenjar adrenal, gonad,tiroid untuk
memproduksi hormon.

2.

Lobus Posterior
Lobus posterior merupakan 1/3bagian hipofise dan tempat penyimpanan hormon
ADH/vasopresin dan oksitosin terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut
neurohipofise. Hipofise stalk adalah struktur yg menghubungkan lobus posterior
hipofise dengan hipotalamus, struktur ini merupakan jaringan saraf.

2.4 JENIS DAN FUNGSI HORMON YANG DIHASILKAN KELENJAR HIPOFISE


KELENJAR

HORMON

ENDOKRIN
Hipofise
1. Growth Hormon
anterior

(GH)

SEL SASARAN
1. Tulang, jaringan
lunak

FUNGSI UTAMA
HORMON
1.Merangsang
pertumbuhan tulang dan
jaringan lunak (esensial
tapi bukan satu-satunya
penyebab pertumbuhan)
2.merangsang

2. Thyroid-stimulating 2. Sel folikel tiroid


Hormon (TSH)

pertumbuhan jaringan
payudara dan laktasi
3.menstimulasi korteks

3. Adrenocortigotropic 3. Zona fasikulata


Hormon (ACTH)

adrenal guna

dan zona

mensekresi

retikularis korteks

glukokortikoid

adrenal
4. Gonadotropic
Hormon
- Luteinizing

4.- merangsang ovulasi,


4. Wanita : Folikel
ovarium dan

perkembangan korpus
luteum, serta sekresi
4
Dys

Hormon (LH)

korpus luteum

esterogen dan
progesteron
- merangsang sekresi

- Pria : sel

tertosteron

interstisium leydig
- Follicle Stimulating

di testis

* mendorong

Hormon (FSH)

* Wanita : folikel

pertumbuhan dan

ovarium

perkembangan folikel,
merangsang sekresi
esterogen
* merangsang produksi

* Pria : tubulus

sperma

seminiferosa di
5. PRL (Prolaktin)

testis
5. wanita :
kelenjar mamae
merangsang sekresi
susu
- Pria : -

Hipofise
Posterior

1. Vasopresin
(Antideuretik

1. Tubulus ginjal,
Arteriol

Hormon)

5. wanita :
meningkatkan
perkembangan
payudara dan
pembentukan susu
- Tidak diketahui

(mungkin
menginduksi
pembentukan
reseptor LH testis)
1. Meningkatkan retensi
H2O oleh ginjal (efek
antideuretik),
menyebabkan
kontraksi otot polos
arteriol

2. Oksitosin

2. Uterus, kelenjar
mamae

2. Merangsang kontraksi
otot polos uterus
untuk membantu
pengeluaran bayi
selama proses
persalinan,
mendorong

5
Dys

pengeluaran susu
selama menyusui
Lobus intermediate adalah area diantara lobus anterior dan posterior, fungsinya belum
diketahui secara pasti, namun beberapa referensi yg ada mengatakan lobus ini mungkin
menghasilkan melanosit stimulating hormone (MSH).

DAFTAR PUSTAKA

6
Dys

Rumahorbo,

Hotma,1997,Asuan

Keperawatan

Klien

Dengan

Gangguan

Sistem

Endokrin.EGC.Jakarta.
Tarwoto, dkk,2011,Keperawatan Medikan Bedah Gangguan Sistem Endokrin.Trans Info
Media.Jakarta

7
Dys

Anda mungkin juga menyukai