Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


Pada PASIEN Ny. S Dengan HIPERTENSI
DI RT 05 RW VIII PLANTARAN KALIWUNGU KENDAL

DISUSUN OLEH :
AMAT TOHIRIN
NIM : 010214A005

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO
Jl. GEDONG SONGO CANDI REJO UNGARAN
TAHUN AJARAN 2014 / 2015

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


Pada PASIEN Ny. S Dengan HIPERTENSI
DI RT 05 RW VIII PLANTARAN KALIWUNGU KENDAL

PENGKAJIAN
A. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Ibu Sumarni
2. Alamat

: RT 05 RW VIII Plantaran Kaliwungu Kendal

3. No. Telp/HP

: - (keluarga tidak memiliki telepon maupun HP)

4. Pekerjaan

: Tidak bekerja

5. Pendidikan

: Sekolah Dasar (SD)

6. Komposisi keluarga
No

1.

2.

Nama

Ibu S

Sdr. A

Jenis
Kelamin

Umur

Hub
dengan
KK

TTL

Pekerjaan

Pendidikan

Perempuan

56 th

KK

Kendal, 27

Tidak

SD

Laki-Laki

25 th

Anak

Juni 1959

bekerja

Kendal, 11

Swasta

SMP

Swasta

SMP

September
1990
3.

Sdr. Y

Laki-Laki

20 th

Anak

Kendal, 29
April 1995

7. Genogram

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Tinggal serumah
: Klien
: Laki laki, Meninggal
: Perempuan, Meninggal
8. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Ibu S adalah keluarga The Single Parent Family, yaitu
Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah atau ibu) dengan anak, hal
ini terjadi biasanya melalui proses perceraian, kematian dan ditinggalkan
(menyalahi hukum pernikahan).
Ibu S mengatakan bahwa keluarga intinya ini tidak memiliki masalah yang
berhubungan dengan struktur keluarga maupun elemen-elemen lain yang
mendasari terwujudnya sebuah keluarga yang harmonis, setiap ada
permasalahan keluarga sudah menjadi budaya dan tradisi keluarganya
untuk selalu menjunjung tinggi komunikasi efektif antar anggota keluarga
dalam bentuk musyawarah bersama untuk memecahkan permasalahan.

9. Suku Bangsa dan Budaya


a. Suku bangsa keluarga

: Jawa

b. Bahasa yang digunakan oleh keluarga

: Bahasa Jawa dan Indonesia

c. Pantangan dan kebiasaan budaya yang berhubungan dengan kesehatan:


Ibu S mengatakan bahwa kebudayaan Jawa yang dianut oleh
keluarganya tidak membatasi keluarganya untuk mencapai status
kesehatan individu dan keluarga yang optimal, dan juga tidak ada
pembatasan maupun larangan tertentu mengenai asupan makanan atau
nutrisi yang seharusnya dikonsumsi oleh keluarga.
d. Adat atau Tradisi:
Ibu S mengatakan bahwa keluarga beliau memang asli suku Jawa
tetapi keluarga beliau tidak memiliki kebiasaan melakukan ritual
khusus budaya Jawa seperti tradisi weton dan sebagainya.
e. Nilai-Nilai Kebudayaan
Ibu S mengatakan bahwa sebisa mungkin keluarganya melalui teladan
orang tua menerapkan nilai kedisiplinan pada anak-anak mereka serta
unggah-ungguh (nilai kesopanan dan kesantunan menurut Budaya
Jawa) kepada keluarga besar mereka maupun masyarakat sekitar.
f. Nilai Budaya yang terkait dengan kesehatan
Ibu S mengatakan tidak ada kepercayaan terhadap dukun atau yang
lain untuk menyembuhkan sakit, Ibu S kadang mengkonsumsi obatobatan yang dijual bebas di warung atau obat-obatan racikan bebas
yang dijual di apotik jika merasa pusing atau kaku pada area tengkuk,
namun Ibu S juga mengatakan bahwa keluarga beliau jarang
mengkonsumsi obat jika sakit, keluarga beliau cenderung memilih
untuk meningkatkan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh
mereka. Keluarga Ibu S mengatakan tidak mempunyai pantangan
makanan tertentu terkait tradisi Jawa.

10. Agama dan Identifikasi Religius


a. Agama

Agama yang dianut oleh keluarga Ibu S adalah Agama Islam.


b. Kegiatan rutin keagamaan
Ibu S mengatakan bahwa kegiatan kegamaan yang biasa dilakukan
dimushola terdekat, dengan sholat berjamaah atau ikut pengajian.
c. Persepsi keluarga mengenai agama
Ibu S mengatakan bahwa agama merupakan dasar hidup mereka secara
pribadi untuk menjadi ciptaan yang utuh di dunia, agama mengajarkan
keutamaan-keutamaan luhur yang diinginkan oleh Sang Pencipta pada
para umatnya, sehingga keluarganya mengimani agama mereka dengan
sepenuh hati untuk menuntun mereka melewati kehidupan dan menjadi
pribadi yang utama di dunia serta selalu membawa kedamaian di
lingkungan sekitar.
d. Kepercayaan dan nilai-nilai agama
Ibu S mengatakan mempercayai kebersihan sebagian dari iman, jadi
selalu menjaga kebersihan di rumahnya. Ibu S mengatakan bahwa
nilai-nilai agama yang dianut oleh keluarganya adalah dengan selalu
menebarkan kebaikan kepada sesama ciptaan Tuhan sebagai tanda
syukur kepada Yang Mahakuasa.
11. Status Sosial Ekonomi Keluarga
a. Kelas Sosial
Keluarga Ibu S termasuk dalam Keluarga Sejahtera I dimana keluarga
dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal yaitu sandang,
pangan, papan dan belum bisa memenuhi kebutuhan social psikologis,
pendidikan, KB, serta interaksi lingkungan. Penanggung jawab
perekonomian keluarga Ibu S adalah Sdr. A dan Sdr. Y yang sudah
memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Ibu S sudah tidak bekerja
dan mengasuh 2 anak, Sehingga yang memenuhi kebutuhan setiap
harinya Ibu S adalah anak-anaknya. Setiap harinya Ibu S dikasih uang
sama anaknya sekitar Rp. 50.000,00.
b. Penanggung Jawab Ekonomi

Penanggung jawab ekonomi atau pencari nafkah utama di dalam


keluarga Ibu S adalah Sdr. A dan Sdr. Y.
c. Dukungan Ekonomi
Ibu S mengatakan bahwa bila keluarganya mengalami kesulitan
financial atau ekonomi, beliau meminta bantuan keuangan sama
anaknya yang pertama.
d. Jumlah Pendapatan
Keluarga Ibu S tidak memiliki pendapatan dan keuangan keluarga Ibu
S dibantu oleh anak-anaknya sebesar Rp. 50.000,00 yang diberikan
setiap hari.
12. Aktivitas Rekreasi atau Waktu Luang Keluarga
Ibu S mengatakan bahwa keluarga beliau tidak memiliki waktu untuk
berekreasi bersama dengan seluruh anggota keluarga ke suatu tempat
tertentu maupun tempat hiburan, hal ini dikarenakan tidak ada pendapatan
dikeluarga beliau. Waktu berkumpul antar anggota keluarga sehari-hari
adalah waktu malam hari saat menonton televisi bersama-sama walaupun
tidak setiap hari dilakukan.
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Ibu S adalah termasuk dalam tahap VIII,
yaitu keluarga usia tua dengan anak yang sudah remaja.
2. Tugas Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga Ibu S sebagai keluarga yang sedang berada
pada

tahap

perkembangan

VIII

yang

telah

terpenuhi

adalah

mempertahankan suasana saling menyenangkan, adaptasi perubahan :


kehilangan pasangan, kekuatan fisik, penghasilan, mempertahankan
keakraban pasangan, melakukan live review masa lalu, mempertahankan
ikatan antar generasi.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti

a. Proses Pembentukan Keluarga


Ibu S mengatakan bahwa keluarga intinya dibangun berdasarkan
pernikahan yang direncanakan dan direstui oleh kedua orang tua.
b. Riwayat Kesehatan
1) Ibu S
Ibu S mengatakan bahwa beliau memiliki riwayat penyakit
hipertensi sejak usia muda. Hasil pengukuran tekanan darah Ibu S
pada tanggal 25 Oktober 2015 adalah 160/120 mmHg dan tanggal
26 Oktober 2015 adalah 180/130 mmHg, Asam Urat 8,5 mg/dL,
GDS 168 mg/dL. Ibu S mengatakan 4 bulan yang lalu mengalami
gejala stroke dikarenakan Ibu S banyak makan duren, sehingga Ibu
S mengalami kelumpuhan pada kakinya. Setelah itu Ibu S membeli
jamu yang dijual diwarung, beberapa hari minum itu tidak kunjung
sembuh Ibu S menghentikannya. Kemudian keluarga membawa
Ibu S ke puskesmas untuk memeriksakannya. Dipuskesmas Ibu S
mendapatkan obat Captropil 25 mg yang diminum setiap hari 2
kali. Obat diminum terus sama Ibu S dan sekarang sudah
mendingan.
2) Sdr. A
Sdr. A seakarang berumur 25 tahun dan bekerja swasta. Beliau
mengatakan mempunyai sakit saraf sejak umur 17 tahun. Sakit
tersebut masih beliau derita sampai sekarang. Sakitnya seperti
orang yang jatuh tiba-tiba dan habis itu langsung bangun sendiri.
Beliau juga memngatakan dalam anggota keluarganya tidak ada
yang mempunyai sakit seperti yang dialami beliau. beliau bercerita
bahwa sakit yang dialaminya sekarang itu gara-gara ulah cewek
yang suka sama beliau dan beliau menolaknya. Kemudian cewek
tersebut pergi kedukun untuk membuat beliau sakit. Beliau
sebelum dibawa ke rumah sakit, beliau dibawa keluarganya pergi
ketempat dukun untuk mendapatkan obatnya sampai mencari

dukunnya keluar kota yaitu demak, kudus dan jepara. Setelah pergi
kedukun-dukun tersebut dan tidak mendapatkan obatnya akhirnya
beliau dibawa pihak keluarga ke RSUD Kab Kendal. Di RSUD
Kab Kendal beliau dilakukan pemeriksaan, akhirnya beliau dirujuk
ke RSJD Dr. Amino Gondohutomo dikarenakan obat untuk beliau
tidak ada di RSUD Kab Kendal. Di RSJD Dr. Amino
Gondohutomo beliau diperiksa dan dinyatakan sakit epilepsy
(ayan). Beliau mendapatkan obat yang diminum sehari 2 kali yaitu
pagi dan malam. Setelah lama minum obat tersebut sakit beliau
tidak pernah kambuh lagi sampai sekarang. Setiap bulannya beliau
tetap control ke RSUD Kab Kendal dikarenakan RSJD Amino
Gondohutomo menyerahkannya kembali ke RSUD Kab Kendal.
Beliau tidak memiliki riwayat hipertensi, gula maupun asam urat.
3) Sdr. Y
Hasil pengkajian tekanan darah pada Sdr. Y pada tanggal 25
oktober 2015 adalah 120/70 mmHg. Sdr. Y mengatakan bahwa
saat ini Sdr. Y sedang berada dalam keadaan sehat dan tidak
memiliki keluhan kesehatan apapun.
c. Sumber Pelayanan Kesehatan yang Biasa Digunakan
Keluarga Ibu S mengatakan bahwa sumber pelayanan kesehatan yang
biasa mereka manfaatkan adalah Puskesmas terdekat
.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya
a. Riwayat Kesehatan dari Pihak Ibu S
Ibu S mengatakan bahwa Suaminya sudah meninggal sejak tahun 2007
dikarenakan sakit komplikasi. Riwayat dalam anggota keluarga Ibu S
dan suaminya tidak ada yang punya penyakit menular seperti TB, DM,
Hepatitis, dan HIV. Ibu S mengatakan Cuma mempunyai riwayat sakit
hipertensi.

b. Konflik antar Keluarga Pasangan


Ibu S mengatakan bahwa mereka tidak memiliki konflik antar keluarga
dari pihak Suaminya maupun dari pihak Ibu S.
C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik Rumah
a. Denah Rumah
D

C
S

B
A
Legenda :
A

: Ruang tamu, ruang keluarga

: Kamar tidur Sdr. A dan Sdr. Y

: Kamar tidur Ibu S

: Dapur

: Kamar mandi
: Pintu

b. Status Rumah
Ibu S mengatakan bahwa rumah yang sekarang ditinggali oleh
keluarga beliau berstatus rumah milik Suaminya yang sudah
meninggal secara pribadi.
c. Luas Rumah
Ibu S mengatakan bahwa luas rumah beliau adalah 70 m 2 (7m x 10
m).

d. Jumlah Ruangan

Rumah Ibu S memiliki 5 buah ruangan, yaitu ruang tamu yang


digabung menjadi ruang keluarga untuk menonton televise, sebuah
kamar tidur untuk Sdr. A dan Sdr. Y, sebuah kamar tidur bagi Ibu S,
sebuah dapur, kamar mandi dan sumur timba terletak di bangunan
rumah utama.
e. Jumlah Jendela
Rumah Ibu S hanya memiliki 3 buah jendela, yaitu sebuah jendela
terletak pada ruang tamu, sebuah jendela pada kamar tidur depan, dan
sebuah lagi terletak pada sisi kanan kamar tidur belakang.
f. Pemanfaatan Ruangan
Rumah Ibu S terbagi atas 5 ruangan yang meliputi ruang tamu, 2 buah
kamar tidur, dapur, kamar mandi serta sumur terletak di bangunan
rumah utama.
g. Peletakan Perabot Rumah Tangga
Kondisi dan penataan perabot rumah tangga di dalam rumah Ibu S
teratur dan tidak mengganggu pergerakan atau aktivitas anggota
keluarga sehari-hari. Perabot rumah tangga keluarga Ibu S tampak
bersih dan bebas dari debu.
h. Jenis Septic Tank
Ibu S mengatakan bahwa jenis septic tank yang digunakan pada
rumahnya adalah septic tank duduk(gali) dengan resapan.
i. Jarak Septic Tank dengan Sumber Air
Jarak septic tank dengan sumber air tanah (sumur timba) keluarga Ibu
S kurang lebih 10 m.
j. Sumber Air Minum yang Digunakan
Sumber air minum yang dikonsumsi oleh keluarga Ibu S adalah air
tanah yang didapatkan melalui sumur timba yang dipasang alat
penyedot (Sanyo).

k. Kondisi Air

Kondisi air tanah yang dikonsumsi oleh keluarga Ibu S jernih, bersih,
tidak berbau, dan tidak berwarna.
l. Keadaan Umum Sanitasi Rumah
Rumah Ibu S memiliki sanitasi yang lancar sehingga tidak ada air yang
menggenang pada lokasi sanitasi.
m. Sistem Pembuangan Sampah
Ibu S mengatakan bahwa sampah rumah tangga dibuang di tempat
sampah utama di luar rumah yang setiap hari sampah di dalam tempat
pembuangan sampah tersebut diangkut oleh petugas pengangkut
sampah.
n. Perasaan Subyektif Terhadap Rumah
Ibu S mengatakan sudah lama menempati rumah tersebut. Keluarga
merasa nyaman tinggal di rumah yang sekarang walaupun rumahnya
kecil. Keluarga menerima kondisi rumah sekarang.
o. Keamanan
Kondisi lantai di dalam rumah tidak licin sehingga tidak menimbulkan
risiko terpeleset pada seluruh anggota keluarga. Kondisi lingkungan
luar rumah pun tidak licin sehingga menurunkan risiko jatuh pada
seluruh anggota keluarga. Kondisi di lingkungan dalam rumah agak
lembab sehingga memunculkan kemungkinan berkembang biaknya
bakteri atau mikroorganisme lain dalam rumah.
p. Pengetahuan Keluarga Mengenai Masalah Kesehatan yang Berkaitan
dengan Lingkungan
Ibu S mengatakan bahwa kriteria lingkungan sekitar yang menjamin
kesehatan keluarga adalah lingkungan yang bersih, rapi, dan memiliki
sanitasi yang lancar serta kandang hewan peliharaan (ayam) yang
selalu bersih).

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW

Jarak rumah antar tetangga tidak berdempetan. Beberapa tetangga adalah


sanak saudara sendiri. Sebagian besar penduduk warga RT 05 RW VIII
termasuk kelompok sosial menengah ke bawah, hanya sebagian saja yang
kondisi sosial ekonominya menengah keatas. Kegiatan di RT 5 antara lain
arisan RT, arisan PKK, dan Dasawisma. Ibu S mengatakan bahwa seluruh
tetangganya memiliki hubungan yang baik dengan beliau. Ibu S selalu
menghadiri acara-acara rutin RT dan RW.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga mencapai sarana pelayanan kesehatan dengan menggunakan
motor roda dua punya anaknya.
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Keluarga Ibu S tidak pernah ada perkumpulan keluarga besar. Keluarga
Ibu S selalu meluangkan waktu untuk berkumpul bersama tetangga yang
lain dalam acara perkumpulan PKK RT. Waktu senggang di keluarga Ibu S
digunakan untuk berbincang-bincang di dalam rumah, dan beristirahat
setelah seharian bekerja.
Keluarga Ibu S selalu berinteraksi dengan baik dengan masyarakat sekitar
dan tidak pernah mengalami perselisihan dengan anggota masyarakat yang
lain.
5. Sistem Pendukung Keluarga
a. Formal
Ibu S memiliki kartu jaminan kesehatan yaitu JamkesmasNas (BPJS
PBI), beliau sering menggunakannya pada saat priksa ke puskesmas
setiap bulannya.
b. Informal
Ibu S mengatakan bahwa jika keluarga beliau sedang mengalami
kesulitan keuangan beliau akan meminta uang dari anaknya beliau.
D. STRUKTUR KELUARGA

1. Pola Komunikasi Keluarga


Dalam keluarga S arah pembicaraan seluruh anggota keluarga langsung 2
arah dengan frekuensi berkomunikasi antar anggota sering, lancar dan
saling bertatap muka antar individu. Keluarga Ibu S tidak memiliki alat
bantu telekomunikasi seperti telepon ataupun telepon seluler karena
keterbatasan ekonomi.
Ibu S mengatakan bahwa tidak ada permasalahan di dalam komunikasi
antar anggota keluarga, seluruh permasalahan keluarga selalu dibicarakan
bersama dengan musyawarah.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
a. Pengambilan keputusan dalam keluarga
Ibu S mengatakan bahwa sebagian besar keputusan keluarga
diputuskan oleh beliau dengan terlebih dahulu meminta pendapat
anaknya, jika keputusan yang akan diambil berhubungan dengan
kepentingan seluruh anggota keluarga.
b. Teknik pengambilan keputusan dalam keluarga
Teknik pengambilan keputusan dalam keluarga Ibu S adalah
musyawarah mufakat.
3. Struktur Peran
a. Peran Formal
1) Ibu S berperan sebagai kepala keluarga yang juga bertanggung
jawab memenuhi ekonomi seluruh anggota keluarga.
2) Anak pertama keluarga S yaitu Sdri. E berperan sebagai generasi
penerus keluarga yang bertanggung jawab untuk rajin belajar dan
mempersiapkan diri untuk bisa hidup mandiri dan menafkahi orang
tua ketika sudah dewasa.
3) Anak terakhir keluarga S yaitu Sdr. Y berperan sebagai generasi
penerus keluarga sekaligus sebagai salah satu anggota keluarga

yang masih harus distimulasi pertumbuhan dan perkembangannya


mengingat Sdr. Y masih berumur 20 tahun.
b. Peran Informal
Ibu S mengatakan bahwa anaknya yaitu Sdr. A berperan sebagai teman
berbagi cerita dan berbagi pengalaman yang sangat dekat dengan
beliau.
c. Konflik Peran
Ibu S mengatakan bahwa tidak pernah ada konflik peran dalam
mendidik anak-anak dan memecahkan permasalahan keluarga.
d. Model Peran
Ibu S mengatakan bahwa tidak mengetahui tentang model peran yang
diketahui adalah tantang mengasuh anak seperti orang tuanya yang
dulu.
4. Nilai dan Norma Keluarga
Ibu S mengatakan bahwa keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab,
kejujuran dan unggah-ungguh (nilai kesopanan dan kesantunan daam
budaya Jawa) merupakan hal yang utama dan harus diaplikasikan oleh
seluruh anggota keluarga untuk menjadi manusia teladan, dan selama ini
seluruh anggota keluarga beliau mampu melaksanakan nilai dan norma
keluarga tersebut.
E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
Ibu S mengatakan dalam keluarga beliau tidak ada jarak antar anggota
keluarga, tidak pernah mengalami konflik antar anggota keluarga yang
berkepanjangan. Selain itu hubungan antar anggota keluarga selalu dalam
keadaan baik.
2. Fungsi Sosial
Ibu S mengatakan bahwa seluruh anggota keluarga beliau sangat
menjunjung kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan norma serta

nilai-nilai di dalam keluarga sehingga dalam bersosialisasi dengan sesama


anggota keluarga maupun masyarakat pada umumnya mereka bisa
menjaga nama baik keluarga dan menjadi panutan di antara teman-teman
sebaya.
3.

Fungsi Perawatan Kesehatan


a. Definisi sehat sakit menurut keluarga
Ibu S mengatakan bahwa sehat adalah dimana tubuh tidak terserang
penyakit dan mampu beraktivitas seperti sedia kala, sedangkan sakit
adalah dimana tubuh terserang penyakit dan tidak mampu beraktivitas
seperti sedia kala pula.
Sdr. Y mengatakan bahwa sehat merupakan suatu keadaan dimana
tubuh dan jiwa bisa beraktivitas secara optimal sedangkan sakit adalah
suatu keadaan dimana seseorang mengalami keterbatasan untuk
beraktivitas sehari-hari.
b. Kebiasaan penggunaan obat-obatan / alkohol / tembakau
Ibu

mengatakan

bahwa

beliau

tidak

memiliki

kebiasaan

mengkonsumsi rokok dan tidak pernah mengkonsumsi alkohol


maupun obat-obatan terlarang.
c. Peran keluarga dan praktik perawatan kesehatan
Ibu S mengatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan di dalam keluarga
beliau bahwa setiap anggota keluarga saling memperhatikan keadaan
kesehatan anggota keluarga yang lain melalui observasi dan
pertanyaan verbal pada tiap anggota keluarga yang bersangkutan
mengingat mereka setiap hari berinteraksi, ketika diketahui ada
permasalahan fisik dan jiwa pada tiap anggota keluarga maka anggota
keluarga yang lain akan mengusahakan penanganannya mulai dari
memberikan pertolongan pertama misalnya memberikan obat dan
membantu

mengeroki

anggota

keluarga

yang

sakit

hingga

memeriksakan status kesehatan anggota keluarga tersebut ke sarana


pelayanan kesehatan yang ada.

d. Fungsi perawatan kesehatan


Ada 2 masalah kesehatan utama yang dirasakan oleh keluarga S yaitu
Hipertensi,Stroke pada Ibu S dan epilepsi yang diderita oleh Sdr. A.
1.

Tekanan darah tinggi dan Stroke pada Ibu S.


1)

Mengenal masalah
Ibu S mengatakan bahwa selama ini pernah memeriksakan
tekanan darah beliau ke fasilitas kesehatan yang ada, tetapi
tidak rutin.. Ibu S mengatakan bahwa beliau sering merasa
pusing dan kaku pada area tengkuk jika beliau sedang banyak
pikiran dan kelelahan.

2)

Mengambil keputusan
Ibu S mengatakan bahwa beliau belum pernah melakukan
tindakan spesifik apapun maupun pembatasan konsumsi bahan
makanan tertentu guna mengurangi rasa pusing atau kaku
tengkuk yang beliau rasakan karena beliau tidak mengetahui
penyebab dari munculnya rasa pusing dan kaku tengkuk beliau.
Ibu S tidak pernah memiliki waktu untuk melakukan olah raga
setiap harinya dan melakukan olah raga yang sifatnya relaksasi.

3)

Merawat anggota keluarga yang sakit


Ibu S mengatakan bahwa jika beliau sedang merasakan pusing
atau kaku tengkuk, beliau meminta Sdr. A untuk mengeroki
beliau.

4)

Memodifikasi lingkungan
Ibu S mengatakan bahwa beliau belum pernah melakukan
modifikasi lingkungan apapun seperti usaha untuk menurunkan
stress untuk mengurangi tanda-tanda kenaikan tekanan darah
tinggi yang beliau rasakan.

5)

Memanfaatkan fasilitas kesehatan


Ibu S mengatakan bahwa beliau pernah mendatangi fasilitas
kesehatan seperti puskesmas dan mengkonsumsi obat untuk
mengatasi rasa pusing dan kaku tengkuk.

2. Epilepsi pada Sdr. A


1) Mengenal masalah
Sdr. A mengatakan bahwa beliau tidak menderita Epilepsi
sejak kecil dan tidak memiliki riwayat keturunan dari
keluarga terdahulu beliau. Beliau didiagnosa menderita
epilepsy pada saat berusia remaja dengan tidak keluhan
utama. Hingga sekarang epilepsi beliau masih berlanjut dan
dan menjadi parah jika beliau tidak meminum obat yang
dari rumah sakit.
Ibu S mengatakan bahwa beliau juga mengetahui bahwa
Sdr. A menderita epilepsi.
2) Mengambil keputusan
Sejak menderita epilepsi, Sdr. A mengatakan bahwa beliau
mulai menyeimbanglan aktivitas beliau dengan kemampuan
tubuh beliau dalam beraktivitas untuk menghindari
kelelahan yang berlebihan.
3) Merawat anggota keluarga yang sakit
Orang yang biasa merawat beliau jika epilepsi beliau
muncul adalah Ibu S.
4) Memodifikasi lingkungan
Upaya yang Sdr. A lakukan untuk mengurangi terjadi
epilepsy dengan cara mengurangi aktivitas yang berlebihan.
5) Memanfaatkan fasilitas kesehatan
Sdr. A pernah mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan
pengobatan dan mendapatkan obat. Obat tersebut beliau
minum setiap hari. Jika beliau lupa meminumnya serangan
epilepsi itu akan datang lagi.
Sebelum berkunjung ke rumah sakit, beliau dulunya pernah
menjalani pengobatan kedukun.

4. Fungsi Reproduksi
a. Perencanaan keturunan atau anggota keluarga
Ibu S mengatakan bahwa sejak awal mereka telah merencanakan untuk
memiliki 3 orang anak.
b. Metode yang digunakan untuk mengendalikan jumlah anggota
keluarga
Ibu S mengatakan bahwa beliau dahulu tidak menggunakan alat
kontrasepsi untuk mengendalikan jumlah anggota keluarga beliau.
c. Masalah sistem reproduksi
Ibu S mengatakan bahwa beliau tidak memiliki permasalahan dengan
sistem reproduksi mereka.
5. Fungsi Ekonomi
Ibu S mengatakan bahwa keluarga tidak mempunyai penghasilan
dikarenakan kebutuhan setiap harinya dibantu oleh anak-anaknya. Setiap
harinya beliau dikasih uang Rp. 50.000,00.

F. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek
Ibu S mengatakan bahwa permasalahan utama yang sedang dialami oleh
keluarga beliau adalah masalah ekonomi yaitu bagaimana caranya untuk
mendapatkan penghasilan untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah
tangga.
2. Stressor jangka panjang
Ibu S mengatakan bahwa beliau tidak memiliki permasalahan jangka
panjang dalam hidup mereka yang tak terselesaikan yang membebani
kehidupan mereka.
3. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor dan strategi
koping yang digunakan

Ibu S mengatakan bahwa ketika beliau mengalami permasalahan di dalam


kehidupan selalu membagi kepada anggota keluarga yang lain dan yang
paling sering diajak berbagi oleh Ibu S adalah Sdr. A. Sdr. A mengatakan
bahwa jika beliau sedang memiliki banyak pikiran beliau sering berbagi
cerita dengan kakak pertamanya beliau yang tinggal di dekat rumah beliau.
G. HARAPAN KELUARGA
Harapan keluarga terhadap perawat berhubungan dengan masalah yang
dihadapi :
Ibu S mengatakan bahwa beliau berharap perawat yang mengkaji keluarga
beliau dapat mengidentifikasi masalah kesehatan yang terdapat di dalam
keluarga beliau dan mampu memberikan bantuan solusi bagi permasalahan
kesehatan tersebut.
H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dikaji.
I. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda-Tanda Vital
TTV

Ibu S

Sdr. A

Sdr. Y

TD
HR
RR
Suhu
Tgl.

180/130 mmHg
70 x/mnt
18 x/mnt
36,5 0 C
25 Okt 2015

120/80 mmHg
77 x/mnt
20 x/mnt
36,5 0 C
25 Okt 2015

110/80 mmHg
75 x/mnt
20 x/mnt
36,5 0 C
25 Okt 2015

Pengkajian
TTD /

Amat

Amat

Amat

Nama Pengkaji

Tohirin

Tohirin

Tohirin

2. Pemeriksaan Fisik

Bagian
Kepala

Ibu S

Sdr. A

Sdr. Y

Kepala mesochepal;

Kepala mesochepal;

Kepala mesochepal;

kulit kepala bersih,

kulit kepala bersih, tidak

kulit kepala bersih, tidak

tidak berketombe;

berketombe; rambut

berketombe; rambut

rambut

ikal/berombak,

lurus, berwarna hitam,

ikal/berombak,

berwarna hitam, pendek,

panjang sebahu; pupil

berwarna putih,

, pupil isokhor,

isokhor; konjungtiva

panjang sebahu;

konjungtiva non anemis;

anemis; sclera non

pupil isokhor;

sclera non ikterik;

ikterik; lubang hidung

konjungtiva non

lubang hidung bersih,

bersih, tidak ada secret;

anemis; sclera non

tidak ada secret; wajah

wajah simetris; telinga

ikterik; lubang

simetris; telinga bersih,

bersih, tidak terdapat

hidung bersih, tidak

tidak terdapat serumen

serumen pada lubang

ada secret; wajah

pada lubang telinga.

telinga.

Leher simetris; kulit

Leher simetris; kulit

Leher simetris; kulit

leher bersih; tidak

leher bersih; tidak ada

leher bersih; tidak ada

ada deviasi trachea,

deviasi trachea, tidak

deviasi trachea, tidak

tidak ada pembesaran

ada pembesaran kelenjar

ada pembesaran kelenjar

kelenjar limfe dan

limfe dan kelenjar

limfe dan kelenjar

kelenjar thyroid.

thyroid

thyroid

I: Pengembangan

I: Pengembangan dada

I: Pengembangan dada

dada simetris antara

simetris antara dada

simetris antara dada

dada kanan dan dada

kanan dan dada kiri;

kanan dan dada kiri;

kiri; tidak ada

tidak ada retraksi tulang

tidak ada retraksi tulang

retraksi tulang rusuk;

rusuk; tidak ada jaringan

rusuk; tidak ada jaringan

tidak ada jaringan

parut pada kulit dada.

parut pada kulit dada.

parut pada kulit dada.

Pa: Taktil fremitus

Pa: Taktil fremitus

Pa: Taktil fremitus

sama antara paru kanan

asama antara paru kanan

simetris; telinga
bersih, tidak terdapat
serumen pada lubang
telinga.

Leher

Dada

sama antara paru

dan kiri.

dan kiri.

kanan dan kiri.

Pe: Sonor pada seluruh

Pe: Sonor pada seluruh

Pe: Sonor pada

lapang paru

lapang paru

seluruh lapang paru

A: Suara napas

A: Suara napas

A: Suara napas

vesikuler pada seluruh

vesikuler pada seluruh

vesikuler pada

lapang paru.

lapang paru.

seluruh lapang paru.

Abdo

I: Perut datar; tidak

I: Perut datar; tidak ada

I : Perut datar; tidak ada

men

ada jaringan parut

jaringan parut pada kulit

jaringan parut pada kulit

pada kulit perut;

perut; tidak ada spyder

perut; tidak ada spyder

tidak ada spyder

nevi.

nevi.

nevi.

A: Peristaltik usus 15

A : Peristaltik usus 15

A: Peristaltik usus

kali/menit.

kali/menit.

15 kali/menit.

Pe : Tympani dan redup

Pe : Tympani dan redup

Pe: Tympani dan

pada area hati dan

pada area hati dan

redup pada area hati

limpa.

limpa.

dan limpa.

P a: tidak ada massa;

Pa : tidak ada massa;

Pa: tidak ada massa;

tidak ada pembesaran

tidak ada pembesaran

tidak ada pembesaran

jaringan hati; tidak ada

jaringan hati; tidak ada

jaringan hati; tidak

laporan nyeri tekan pada

laporan nyeri tekan pada

ada laporan nyeri

seluruh area abdomen.

seluruh area abdomen.

tekan pada seluruh


area abdomen.

Ekstre

Tidak terdapat

Tidak terdapat

Tidak terdapat

mitas

keterbatasan pada

keterbatasan pada

keterbatasan pada

rentang gerak

rentang gerak

rentang gerak

ekstremitas atas

ekstremitas atas kanan

ekstremitas atas kanan

kanan dan kiri, trdpt

dan kiri, ekstremitas

dan kiri, ekstremitas

kelemahan pd

bawah kanan dan kiri.

bawah kanan dan kiri.

ekstremitas bawah

Kekuatan otot:

Kekuatan otot:

kanan dan kiri.

5/5

5/5

Kekuatan otot:

5/5

5/5

5/5
4/4

Genita

Tidak

Tidak

Tidak

lia
Tgl.

dikaji

dikaji

dikaji

Pengkaji

25 Okt 2015

25 Okt 2015

25 Okt 2015

Nama

Amat

Amat

Amat

Pengkaji

Tohirin

Tohirin

Tohirin

an
TTD /

3. Data Tambahan Lainnya


TB
BB
BB

Ibu S
155 cm
70 kg
Keluarga

Sdr. A
165 cm
58 kg
Keluarga

Sdr. Y
157 cm
53 kg
Keluarga

tidak tahu

tidak tahu

tidak tahu

29,2

21,5

21,2

yang

lalu
IMT:
BB (kg )
TB (m 2 )

Tabel Standar IMT


IMT

Kategori

< 17,0

Underweight

17,0 18,5

Kurus

18,5 25,0

Normal

25,0 27,0

Overweight

> 27,0

Obesitas

Dari hasil penghitungan IMT didapatkan kesimpulan bahwa Ibu S


mengalami obesitas dan status nutrisi anggota keluarga yang lain berada
dalam keadaan baik.

ANALISA DATA
NO

TANGGAL

1.

25 Okt 2015
Jam 10..30 WIB

DATA FOKUS

DS:
Kurangnya
Ibu S mengatakan kesulitan menggerak kedua kakinya pengetahuan terhadap
dikarenakan sakit yang dideritanya. Walaupun kedua penyebab stroke
kakinya Ibu S sekarang sudah bisa digerakkan secara
perlahan.
Ibu S mengatakan sudah mengalami kelumpuhan sejak 4
bulan yang lalu dikarenakan makan duren banyak.
DO:
Kekuatan otot Ibu S

2.

25 Okt 2015
Jam 11.30 WIB

ETIOLOGI

MASALAH
Hambatan mobilitas
fisik pada kaki kanan
dan kiri keluarga Ibu S
khususnya pada Ibu S
sendiri

5 5

4 4
Ibu S terlihat berjalan pelan dan berhati-hati.
Bicara Ibu S kelihatan agak pelo.

DS:
1. Ibu S mengatakan bahwa selama ini beliau belum
pernah memeriksakan tekanan darah beliau secara
rutin ke fasilitas kesehatan yang ada
2. Ibu S mengatakan bahwa beliau sering merasa
pusing dan kaku pada area tengkuk jika beliau
sedang banyak pikiran dan kelelahan,dan akan
sembuh bila minum obat yg dibelinya diwarung.

Kurang pengetahuan
akan tata laksana
perawatan hipertensi
dalam kehidupan
sehari-hari: pola
konsumsi sehat
penderita hipertensi,
gaya hidup sehat

Pemeliharaan kesehatan
tidak efektif pada
perawatan Hipertensi
pada keluarga Ibu S
khususnya pada Ibu S

3. Ibu S mengatakan bahwa beliau belum pernah


melakukan tindakan spesifik apapun maupun
pembatasan konsumsi bahan makanan tertentu guna
mengurangi rasa pusing atau kaku tengkuk yang
beliau rasakan karena beliau tidak mengetahui
penyebab dari munculnya rasa pusing dan kaku
tengkuk beliau.
DO:
1. TD: 180/130 mmHg
2. IMT: 29,2 (termasuk ke dalam kategori obesitas
(>27,0 ).

penderita hipertensi,
terapi farmakologi dan
pelayanan kesehatan
yang perlu dijangkau
oleh penderita
hipertensi.

SKORING MASALAH
Kriteria
a. Sifat masalah :

Skor
3/3

Bobot
1

Nilai
1

Menderita hipertensi dalam jangka waktu yang lama

Actual

tanpa kontrol yang

b. Kemungkinan
masalah

1/2

teratur beresiko timbulnya

komplikasi
Dengan teknologi sekarang hipertensi dapat dicegah

dapat

dan diobati, fasilitas kesehatan mendukung namun

diubah :

sumber daya keuangan, waktu dan tenaga keluarga

Sebagian
c. Potensial
masalah

Pembenaran

1/3

yang kurang mendukung.


Masalah dapat diubah karena penyakit hipertensi

1/3

dapat

meruapakan suatu penyakit yang dapat dipertahanakan

dicegah :
Rendah
d. Menonjolnya

dengan menjaga keseimbangan tekanan darah


2/2

Keluarga menginginkan masalah ini segera dapat

masalah :

dituntaskan agar Ibu S dapat segera sembuh dari

Segera

penyakitnya.

ditangani
Jumlah

31/3
Skor

Bobot

Nilai

Pembenaran

Kriteria
a. Sifat masalah :
Resiko

2/3

2/3

b. Kemungkinan
1/2
masalah dapat
diubah:
Sebagian
c. Potensial
2/3
masalah dapat
dicegah :
Cukup
d. Menonjolnya
1/2
masalah :
Tidak
segera
ditanggulangi
Jumlah

2/3

Masalah dapat diubah karena penyakit stroke


meruapakan suatu penyakit yang dapat dipertahanakan
dengan menjaga pola hidup.

Keluarga menyadari adanya masalah kesehatan pada


anggota keluarga akan tetapi kurang menyadari
dampak dari penyakit stroke. Keluarga berusaha
membuatkan obat tradisional pada Ibu S

2 5/6

Ibu S menderita stroke sejak 4 bulan yang lalu. Ibu S


sudah pernah periksa tekanan darah, keluhan yang
dirasakan kedua kaki mengalami kelumpuhan
dikarenakan beliau makan duren banyak. Pada
penderita stroke bila tidak mendapatkan perawatan
dan pengobatan secara teratur akan berdampak lebih
parah lagi dan bisa mengakibatkan berdampak
komplikasi.
Ibu S mengetahui bahwa dirinya menderita stroke,
namun pola makan teratur.

DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH


No
1.

2.

Tanggal

Diagnosa Keperawatan

Prioritas
Masalah

TTD /
Nama

25 Oktpber Pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada perawatan hipertensi


2015
pada keluarga Ibu S khususnya pada Ibu S berhubungan dengan
kurang pengetahuan akan tata laksana perawatan hipertensi dalam
kehidupan sehari-hari: pola konsumsi sehat penderita hipertensi,
gaya hidup sehat penderita hipertensi, terapi farmakologi dan
pelayanan kesehatan yang perlu dijangkau oleh penderita
hipertensi.

High Priority

Amat
tohirin

25 Oktober Hambatan mobilitas fisik pada kaki kanan dan kiri keluarga Ibu S
2015
khususnya pada Ibu S sendiri berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan terhadap penyebab stroke.

Medium Priority

( Skor 31/3 )

RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA

( Skor 2 5/6 )

Amat
tohirin

Nama KK

: Ibu S

Alamat

: Tepimulyo Rt 05 / Rw VIII Plantaran Kaliwungu Kendal

Hari /
Tanggal
Minggu,
25 Okt
2015

Diagnosa
Keperawatan
Pemeliharaan kesehatan
tidak efektif pada
perawatan hipertensi pada
keluarga Ibu S khususnya
pada Ibu S berhubungan
dengan kurang
pengetahuan akan tata
laksana perawatan
hipertensi dalam
kehidupan sehari-hari:
pola konsumsi sehat
penderita hipertensi, gaya
hidup sehat penderita
hipertensi, terapi
farmakologi dan pelayanan
kesehatan yang perlu
dijangkau oleh penderita
hipertensi.

Tujuan
Umum
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan,
dalam 7x24 jam terjadi
peningkatan efektivitas
pemeliharaan kesehatan
terhadap perawatan
hipertensi pada Ibu S
dengan kriteria hasil:
1. TD: 120/80 mmHg130/85 mmHg atau
stabil.
2. Ibu S mendatangi
fasilitas kesehatan
minimal 1 kali untuk
memeriksakan
tekanan darah dan
untuk mendapatkan
terapi farmakologi.
3. Ibu S melakukan
pembatasan
konsumsi terhadap
bahan-bahan
makanan yang

Khusus
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan, dalam waktu
1x24 jam terjadi
peningkatan pengetahuan
Ibu S akan tata laksana
hidup sehat hipertensi
dalam kehidupan seharihari dengan kriteria hasil:
1. Ibu S mampu
menyebutkan kembali
penyebab dari
hipertensi minimal
80% benar dari
informasi yang telah
diberikan.
2. Ibu S mampu
menyebutkan kembali
bahan-bahan makanan
yang harus dibatasi
konsumsinya oleh
penderita hipertensi
minimal 80% benar
dari informasi yang

Intervensi /
Rencana Kegiatan
Health Education
1. Berikan penjelasan dan tambahan
pengetahuan mengenai tata
laksana hidup sehat dengan
hipertensi yang meliputi:
1) Pengertian hipertensi.
2) Kategori hipertensi
3) Tata laksana hidup sehat
dengan hipertensi yang
meliputi pembatasan
konsumsi bahan-bahan
makanan yang harus dikurangi
dan dihindari, rutin melakukan
olah raga, manajemen stress
yang baik, dan melakukan
pengontrolan tekanan darah
secara rutin ke pelayanan
kesehatan yang ada minimal 2
kali dalam 1 bulan untuk
mendapatkan terapi
farmakologi.
4) Jenis makanan yang harus
dihindari konsumsinya yang

seharusnya dibatasi
konsumsinya oleh
penderita hipertensi.

telah diberikan.
3. Ibu S mampu
menyebutkan kembali
tata laksana perawatan
hipertensi dalam
kehidupan sehari-hari
minimal 80% benar
dari informasi yang
telah diberikan.

meliputi makanan yang


mengandung lemak jenuh
tinggi, makanan yang diolah
dengan menggunakan garam,
makanan dan minuman dalam
kaleng, makanan yang
diawetkan, protein hewani
yang tinggi kolesterol, bumbubumbu penyedap masakan,
alkohol.
5) Jenis makanan yang dibatasi
konsumsinya meliputi telur
ayam atau telur bebek
maksimal 1 kali dalam sehari,
daging merah maupun daging
ayam maksimal 100 gram
dalam sehari, susu maksimal
200 cc sehari dan minuman
sari buah dalam kemasan.
6) Jenis makanan yang
diperbolehkan meliputi bahan
makanan segar dan diolah
tanpa menggunakan garam
seperti beras, kentang, ubi,
meizena, terigu, gula pasir,
kacang hijau, kacang tolo,
kacang merah, kacang tanah,
tempe, tahu tawar, sayuran,

buah-buahan, bawang merah,


bawang putih, jahe, kemiri,
kunyit, kencur, salam, serai.
7) Kebiasaan-kebiasaan berisiko
yang harus dikurangi yaitu
stress.
2. Libatkan Sdr. A sebagai
penanggung jawab penyedia
menu makanan sehari-hari bagi
seluruh anggota keluarga serta
Sdr. Y sebagai support system
pada pendidikan kesehatan
mengenai tata laksana hidup sehat
hipertensi pada point 1 di atas.
3. Bantu Ibu S untuk melaksanakan
pola diet sehat dengan hipertensi
dengan penjadwalan monitoring
menu makanan yang dikonsumsi
oleh Ibu S selama 1 minggu.
4. Pantau pengisian penjadwalan
konsumsi menu makanan seharihari Ibu S.
Health Screening
1. Fasilitasi Ibu S untuk
memeriksakan diri ke pelayanan
kesehatan terdekat guna
memeriksakan tekanan darah dan

mendapatkan terapi farmakologi.


2. Pantau tekanan darah Ibu S setiap
hari.
Minggu,
25 Okt
2015

Hambatan mobilitas fisik


pada kaki kanan dan kiri
keluarga Ibu S khususnya
pada Ibu S sendiri
berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan
terhadap penyebab stroke.

Setelah dilakukan
tindakan keperawatan,
dalam waktu 7x24 jam
tidak berulangnya gejala
stroke pada Ibu S dengan
criteria hasil :
1. Hasil pemeriksaan
kekuatan otot Ibu S
baik.
5 5
5

2. Ibu S bisa menjaga


agar tekanan
darahnya tidak naik.
3. Ibu S tidak
mengalami stroke
yang berulang.

Setelah dilakukan tindakan Infection Control


keperawatan, dalam waktu 1. Ajari seluruh anggota keluarga Ibu
1x24 jam terjadi
S yang meliputi Ibu S, Sdr. A, dan
peningkatan pengetahuan
Sdr. Y mengenai kriteria
Ibu S akan tata laksana
lingkungan sehat yang untuk
pengobatan stroke lengkap
pasien stroke.
dan cara-cara menghindari 2. Ajari keluarga Ibu S untuk selalu
penyebabnya dengan
melakukan ROM aktif dan pasif
kriteria hasil:
3. Pantau perubahan perilaku
1. Ibu S mampu
keluarga Ibu S dalam usaha untuk
menyebutkan kembali
memberikan makanan yang asin
pengertian stroke serta
pada Ibu S.
tanda dan gejalanya
Health Screening
minimal 80% benar.
1. Anjurkan dan fasilitasi Ibu S untuk
2. Ibu S mampu
melakukan cek tekanan darah ke
menyebutkan kembali
pelayanan kesehatan terdekat
cara-cara untuk
(Puskesmas).
mendiagnosis stroke
2. Jika Ibu S menyetujui untuk
minimal 80% benar.
melakukan cek tekanan darah ke
3. Ibu S mampu
Puskesmas, ajarkan teknik
menyebutkan kembali
meridian telinga untuk
cara-cara pencegahan
mempercepat kembalinya kekuatan
stroke pada beliau dan
otonya.
keluarga beliau
3. Persiapkan pematau menelan obat

minimal 80% benar.

CATATAN IMPLEMENTASI

(PMO) pada Ibu S.


Health Education
1. Berikan penjelasan dan tambahan
pengetahuan mengenai stroke yang
meliputi:
Pengertian stroke
Tanda dan gejala pasti penyakit
stroke.
Tanda dan gejala tambahan
penyakit stroke.
Cara mendiagnosis/
pemeriksaan awal stroke.
Tata laksana pengobatan stroke.

Nama KK

: Ibu S

Alamat

: Tepimulyo Rt 05 / Rw VIII Plantaran Kaliwungu Kendal

NO.
Dx
1.

HARI,
TANGGAL,
WAKTU
Minggu,
25 Okt 2015
Jam 10.45 WIB

IMPLEMENTASI

Membangun hubungan saling percaya dan


menunjukkan rasa empati serta kehangatan
kepada seluruh anggota keluarga Ibu S.

EVALUASI FORMATIF

NAMA /
TTD

S:
Ibu S mengungkapkan rasa senang dan
terima kasih atas kehadiran praktikan
yang akan mengelola mengenai
permasalahan kesehatan yang dialami
oleh keluarga beliau.
O:
Ibu S, Sdr. A, dan Sdr. Y bersikap ramah
kepada praktikan.
A:
Masalah yang teratasi:
Telah terbina hubungan saling percaya
antara praktikan dengan seluruh anggota
keluarga Ibu S.
Masalah yang belum teratasi:
Ibu S belum mengungkapkan seluruh
stressor yang beliau rasakan dalam
kehidupan sehari-hari beliau.
Hasil analisa:
Masalah belum teratasi.

Amat
Tohirin

P:
Lakukan kontrak dengan Ibu S serta
siapkan media serta materi konseling
serta pendidikan kesehatan megenai
relaksasi otot progresif untuk
mengurangi stress pada keluarga Ibu S.
2.

Jam 13.00 WIB

Memberikan penjelasan kepada Ibu S mengenai


cara melatih kakinya agar kekuatan otot beliau
kembali normal.

S:
Ibu S mengatakan bahwa selama Ibu S
dirumah beliau memang tidak pernah
melatih kakinya untuk bergerak.
O:
Ibu S memperhatikan penjelasan
praktikan dengan seksama.

Amat
Tohirin

1.

Jam 14.35 WIB

Memantau tekanan darah Ibu S

S:
Ibu S mengatakan setuju.
O:
Hasil tekanan darah Ibu S 190/140
mmHg

Amat
Tohirin

1.

Senin,
26 Okt 2015
Jam 08.00 WIB

Menganjurkan dan fasilitasi Ibu S untuk


melakukan cek tekanan darah ke pelayanan
kesehatan terdekat (Puskesmas).

S:
Ibu S mengatakan bersedia
memeriksakan tekanan darahnya
kepuskesmas terdekat.
O:
Ibu S pergi epelayanan kesehatan
terdekat (Puskesmas).

Amat
Tohirin

2.

Jam 10.20 WIB

Memantau tekanan darah Ibu S

S:
Ibu S mengatakan bersedia.
O:
Tekanan darah Ibu S 180/130 mmHg.

2.

Jam 12.30 WIB

Memantau perubahan perilaku keluarga Ibu S


dalam usaha untuk memberikan makanan yang
asin pada Ibu S.

S: O:
Keluarga Ibu S sudah tidak memberikan
makanan yang asin pada Ibu

Memantau tekanan darah Ibu S

S:
Ibu S mengatakan bersedia
O:
Tekanan darah Ibu S 180/130 mmHg

1.

Selasa,
27 Okt 2015
Jam 08.15 WIB

1.

Jam 10.35 WIB

1.

Jam 11.15 WIB

Memberikan penjelasan dan tambahan


pengetahuan mengenai tata laksana hidup sehat
pada Penderita Hipertensi.

Membantu Ibu S untuk melaksanakan pola diet


sehat dengan hipertensi dengan penjadwalan

S:
Keluarga Ibu S mengatakan bersedia
untuk diberikan penjelasan dan
tambahan pengetahuan tentang
hipertensi.
O:
Keluarga Ibu S sangat memperhatikan
yang diajarkan oleh saya.
S:
Ibu S mengatakan iya untuk

Amat
Tohirin

Amat
Tohirin

Amat
Tohirin

Amat
Tohirin

Amat

monitoring menu makanan yang dikonsumsi


oleh Ibu S selama 1 minggu.

1.

Jam 12.25 WIB

Memantau pengisian penjadwalan konsumsi


menu makanan sehari-hari Ibu S.

melaksanakan pola diet sehat hipertensi.


O:
Ibu S membikin jadwal untuk menu
makanan yang akan dikonsumsi selama 1
minggu.
S:
Ibu S mengatakan sudah membikin
jadwal menu makanan.
O:
Ibu S ternyata tidak mematuhi jadwal
yang sudah dibikin oleh saya dan masih
makan sesukanya.

2.

Selasa,
27 Okt 2015
Jam 09.30 WIB

Memberikan penjelasan dan tambahan


pengetahuan mengenai stroke

S:
Ibu S mengatakan bersedia untuk
diberikan penjelasan dan tambahan
mengenai stroke oleh mahasiswa.
O:
Keluarga Ibu S kelihatan memperhatikan
tentang penjelasan dan tambahan
mengenai stroke oleh mahasiswa.

1.

Jam 10.55 WIB

Memfasilitasi Ibu S untuk memeriksakan diri S:


ke pelayanan kesehatan terdekat guna Keluarga Ibu S mengatakan mau untuk

Tohirin
Amat
Tohirin
Amat
Tohirin

Amat
Tohirin

Amat

memeriksakan tekanan darah dan mendapatkan memeriksakan tekanan darahnya ke


terapi farmakologi.
pelayanan kesehatan yang terdekat.
O:
Keluarga Ibu S mengantarkan Ibu S
memeriksakan tekanan darah dan untuk
mendapatkan terapi farmakologi di
tempat pelayanan kesehatan terdekat.
1.

Jam 13.25 WIB

Memantau tekanan darah Ibu S

2.

Rabu,
28 Okt 2015
Jam 09.25 WIB

Mengajari keluarga Ibu S untuk


melakukan ROM aktif dan pasif

Tohirin

Amat
Tohirin

S:
Ibu S mengatakan bersedia untuk
diperiksa tekanan darahnya oleh
mahasiswa.
O:
Tekanan darah Ibu S 160/100 mmHg
selalu S:
Keluarga Ibu S mengatakan bersedia
untuk diajari ROM aktif dan pasif yang
akan dilakukan pada Ibu S.
O:
Keluarga Ibu S memperhatikan dari awal
sampai selesainya ROM aktif dan pasif.

CATATAN PERKEMBANGAN

Amat
Tohirin

Nama KK

: Ibu S

Alamat

: Tepimulyo Rt 05 / Rw VIII Plantaran Kaliwungu Kendal

HARI,
TANGGAL,
WAKTU

DIAGNOSA
KEPERAWATAN

EVALUASI
SUMATIF

TANDA
TANGAN

Minggu,
01 Nov 2015
Jam 10.15
WIB

Pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada


perawatan hipertensi pada keluarga Ibu S
khususnya pada Ibu S berhubungan dengan
kurang pengetahuan akan tata laksana perawatan
hipertensi dalam kehidupan sehari-hari: pola
konsumsi sehat penderita hipertensi, gaya hidup
sehat penderita hipertensi, terapi farmakologi
dan pelayanan kesehatan yang perlu dijangkau
oleh penderita hipertensi.

S:
1. Ibu S mengatakan bahwa beliau belum sempat
mendatangi pelayanan kesehatan terdekat
untuk mendapatkan terapi farmakologi
mengenai hipertensi yang beliau derita.
2. Ibu S mengatakan bahwa saat ini beliau tidak
mengalami pusing maupun kaku pada area
tengkuk.
O:
1. TD Ibu S: 160/100 mmHg.
2. Ibu S mampu menyebutkan kembali seluruh
bahan makanan yang harus dihindari dan
dikurangi konsumsinya bagi penderita
hipertensi dengan baik dan 85% benar.
3. Ibu S mampu menyebutkan kembali tata
laksana hidup sehat hipertensi yaitu
pembatasan pola konsumsi bagi penderita
hipertensi, olah raga teratur, manajemen stress
yang baik, dan mendapatkan obat dari

Amat
Tohirin

pelayanan kesehatan yang ada dengan baik dan


90% benar.

Minggu,
01 Nov 2015

Hambatan mobilitas fisik pada kaki kanan dan


kiri keluarga Ibu S khususnya pada Ibu S sendiri

A:
Masalah yang teratasi:
1. Ibu S mampu menyebutkan kembali prinsip
tata laksana hidup sehat hipertensi dengan baik
dan 85% benar.
2. Ibu S mampu menyebutkan kembali bahanbahan makanan berisiko yang harus dihindari
dan dibatasi konsumsinya dengan baik dan
90% benar.
Masalah yang belum teratasi:
1. Ibu S belum mendatangi fasilitas kesehatan
yang ada baik Puskesmas maupun praktik
dokter mandiri untuk mendapatkan terapi
farmakologi mengenai hipertensi yang beliau
derita.
2. Tekanan darah Ibu S 160/100 mmHg
Hasil analisa:
Masalah teratasi sebagian
P:
Butalah rencana tindak lanjut dengan Ibu S dengan
memotivasi beliau untuk mememriksakan diri ke
pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan
pengobatan atau terapi farmakologi mengenai
hipertensi yang beliau derita.
S:
1. Keluarga Ibu S mengatakan bersedia untuk

Amat
Tohirin

Jam
WIB

10.15 berhubungan dengan kurangnya pengetahuan


terhadap penyebab stroke.
2.
3.
4.
5.

diajari ROM aktif dan pasif yang akan


dilakukan pada Ibu S.
Ibu S mengatakan bersedia untuk diberikan
penjelasan dan tambahan mengenai stroke oleh
mahasiswa.
Keluarga Ibu S mengatakan mau untuk diajari
tentang kriteria lingkungan sehat yang untuk
pasien stroke.
Ibu S mengatakan bahwa selama Ibu S dirumah
beliau memang tidak pernah melatih kakinya
untuk bergerak.
Ibu S mengatakan bersedia memeriksakan
tekanan darahnya kepuskesmas terdekat.

O:
1. Ibu S memperhatikan penjelasan praktikan
dengan seksama.
2. Ibu S pergi ke pelayanan kesehatan terdekat
(Puskesmas).
3. Keluarga Ibu S sudah tidak memberikan
makanan yang asin pada Ibu S.
4. Keluarga Ibu S kelihatan memperhatikan
tentang penjelasan dan tambahan mengenai
stroke oleh mahasiswa.
5. Ibu S selalu meminum obat dengan teratur dan
tepat waktu.
6. Keluarga Ibu S memperhatikan dari awal
sampai selesainya ROM aktif dan pasif.
7. Tekanan darah Ibu S 160/100 mmHg

A:
Masalah teratasi
P:
Buatlah rencana tindak lanjut bersama dengan Ibu S
mengenai kelanjutan pelaksanaan ROM aktif dan
pasif Ibu S dalam kehidupan sehari-hari serta
berilah motivasi untuk tetap melanjutkan jadwal
menu makanan yang sudah dibuat oleh mahasiswa.