Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan
hidayah-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai tugas
mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
Kami telah menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Namun
tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Harapan kami,
semoga bisa menjadi koreksi di masa mendatang agar lebih baik lagi dari sebelumnya.
Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Dosen Pembimbing atas bimbingan,
dorongan dan ilmu yang telah diberikan kepada kami. Sehingga kami dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan insyaAllah sesuai yang kami harapkan.
Dan kami ucapkan terima kasih pula kepada rekan-rekan dan semua pihak yang terkait dalam
penyusunan makalah ini.
Pada dasarnya makalah yang kami sajikan ini khusus mengupas tentang Manusia dan
Peradaban ( mulai dari pengertian, wujud dan perkembangan peradaban, peradaban dan
perubahan sosial, dll). Untuk lebih jelas simak pembahasannya dalam makalah ini.
Mudah-mudahan makalah ini bisa memberikan sumbang pemikiran sekaligus pengetahuan
bagi kita semuanya. Amin.
Yogyakarta, September 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

NAMA DAN BIODATA ANGGOTA KELOMPOK

Nama
NIM
Fakultas/Program Studi
Perguruan Tinggi
Alamat Rumah
Nomor Handphone

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya
manusia dituntut untuk berfikir menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang
berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Melalui jasmaninya
manusia dituntut untuk menggunakan fisik / jasmaninya melakukan sesuatu yang sesuai
dengan fungsinya dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dan melalui rohaninya manusia dituntut untuk senantiasa dapat mengolah rohaninya yaitu
dengan cara beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Antara manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat karena diantara
keduanya saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai kodratnya.
Suatu peradaban timbul karena ada yang menciptakannya yaitu terdapat faktor manusia yang
melaksanakan peradaban tersebut.
Suatu peradaban mempunyai wujud, tahapan dan dapat berevolusi / berubah sesuai dengan
perkembangan zaman. Dari peradaban pula dapat mengakibatkan suatu perubahan pada
kehidupan sosial. Perubahan ini dapat diakibatkan karena pengaruh modernisasi yang terjadi
di masyarakat.
Masyarakat yang beradab dapat diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun
dan kebaikan budi pekerti. Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai
makna hakiki manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal
antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
Perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa
manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang
sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan
oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru
kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia
dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.
B. Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan
makalah ini adalah : Hakekat Manusia dan Peradaban yang meliputi makna manusia dan
makna peradaban, Kemudian Wujud dan Perkembangan Peradaban yang meliputi wujud
peradaban dan evolusi budaya dan tahapan peradaban, Kemudian Peradaban dan Perubahan
Sosial yang meliputi tradisi, modernisasi dan masyarakat madani. Kemudian Masyarakat
Yang Beradab, Lalu Problematika Peradaban Dalam Kehidupan Masyarakat yang meliputi
kemajuan IPTEK bagi peradaban manusia dan dampak globalisasi bagi peradaban manusia.

C. Metodelogi Penulisan
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini menggunakan metode kualitatif,
kepustakaan dan deskriptif. Metode kualitatif adalah suatu metode yang dalam penyusunan
makalah dengan cara mengumpulkan data- data yang dapat membantu dalam penyelesaian
masalah tersebut. Metode kepustakaan adalah suatu metode yang dalam penyusunan
makalah dengan cara mengumpulkan data- data dari buku- buku yang berasal dari
perpustakaan atau buku sumber sendiri. Metode deskriptif adalah suatu metode yang dalam
penyusunan makalah menggunakan konsep penggambaran data- data yang telah ada.
D .Tujuan
Dalam penyusunan makalah ini, tujuan yang hendak dicapai adalah:
1.

Mengetahui Hakekat Manusia dan Peradaban.

2.

Mengetahui Wujud dan Perkembangan Peradaban.

3.

Mengetahui Peradaban dan Perubahan Sosial.

4.

Mengetahui Masyarakat Yang Beradab.

5.

Mengetahui Problematika Peradaban Dalam Kehidupan Masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Hakekat Manusia dan Peradaban

Makna Manusia
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani.
Pemahaman terhadapnya memerlukan pendekatan multi dimensional dengan tidak
melupakan kodratnya sebagai mahluk pribadi dan sosial. Melalui akalnya manusia dapat
menciptakan dan mengembangkan teknologi, lewat jasmaninya manusia dapat menerapkan
dan merasakan kemudahan yang diperolehnya dari teknologi tersebut sedangkan melalui
rohani terciptalah peradaban. Lebih dari itu melalui ketiganya (akal, jasmani, rohani) manusia
dapat membuat perubahan di berbagai bidang sesuai dengan perjalanan waktu yang
dilaluinya sebagai upaya penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan
sekitarnya. Aspek inilah yang menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya
dalam hal kemampuannya beradaptasi dengan alam. Peradaban hanya dikenal oleh manusia,
sedangkan mahluk lain melakukan adaptasi dengan perubahan alam melalui proses evolusi
jasmaniahnya.
Manusia beradab adalah manusia yang bisa menyelaraskan antara, cipta, rasa, dan karsa.
Kaelan (2002) menyatakan manusia yang beradab adalah manusia yang mampu
melaksanakan hakikatnya sebagai manusia (monopluraris secara optimal) Manusia adalah
makhluk yang beradab sebab dianugrahi harkat, martabat, serta potensi kemanusiaan yang
tinggi.
Konsep masyarakat adab berasal dari konsep civil society, dari asal kata cociety civilis. istilah
masyarakat adab dikenal dengan kata lain masyarakat sipil, masyarakat warga, atau
masyarakat madani. Pada mulanya, civil society berasal dari dunia barat. Adalah dato anwar
ibrahim(mantan wakil perdana menteri malaysia) yang pertama kali memperkenalkan istilah
masyarakat madani sebagai istilah lain dari civil society. Nur cholish madjid
mengindonesiakan civil society (inggris) dengan masyarakat madani.
Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu :
1. Sebagai makhluk tuhan
2. Sebagai makhluk individu
3. Sebagai makhluk sosial budaya
Sebagai makhluk pribadi, manusia terus melakukan interaksi dengan sesamanya sebagai jalan
mencari pemahaman tentang dirinya, lingkungan dan sarana untuk pemenuhan kebutuhan
yang tidak dapat diperolehnya sendiri. Interaksi itu sudah tercipta sejak manusia masih
berada di dalam kandungan ibunya dan terus berkelanjutan sampai dia dilahirkan yang
kemudian tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa dengan bentuk interaksi yang
semakin komplek dalam mengenal lingkungan sekitarnya. Interaksi tersebut sebagai cikal

terbentuknya suatu komunitas sosial yang selanjutnya melahirkan aturan-aturan dan norma
yang disepakati bersama untuk mengatur interaksi yang terjadi tersebut. Faktor interaksi,
komunitas sosial dan aturannya serta norma yang dijalani manusia tersebut kelak menjadi
konsep suatu organisasi dan manajemen yang sebenarnya.
Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa konsep dasar keorganisasian dan
manajemen bukan merupakan sesuatu yang baru. Beberapa peninggalan bersejarah baik yang
berupa bangunan, tulisan atau yang sejenisnya dari beberapa dinasti di seluruh dunia yang
dibuat beberapa ribu tahun silam merupakan saksi bisu yang menguatkan pernyataan di atas.
Keberadaan dinasti tersebut seolah mengatakan bahwa masyarakat pada saat itu sudah
mengenal organisasi yang mengatur segala macam interaksi yang terjadi antar individu dalam
masyarakat, sedangkan peninggalan sejarah (misalnya tujuh keajaiban dunia) bisa dikatakan
sebagai sebuah maha karya yang tak akan terwujud bila proses pembuatannya tidak
menggunakan konsep manajemen yang benar-benar brilian. Tingkat penguasaan teknologi
dan ilmu pengetahuan pada saat itu yang masih sangat minim, membuat konsep-konsep
manajemen dan organisasi pada era tersebut tidak dapat tertuang dalam konsep yang tersusun
secara sistematis sebagai bahan studi banding dengan konsep yang ada sekarang.
Makna Adab dan Peradaban
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai
untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.
Definisi peradaban menurut Koentjaraningrat menyatakan bahwa peradaban merupakan
bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu
pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan,
kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan
kompleks.
Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya
yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik
kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering dipakai untuk
hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun
serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat
kota yang maju dan kompleks.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
Pendidikan,
Kemajuan teknologi dan
Ilmu pengetahuan.
Sementara itu peradaban memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan. Kebudayaan pada
hakikatnya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kemampuan cipta (akal) manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kemampuan rasa
manusia melalui alat-alat indranya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk-bentuk

kesenian. Sedangkan karsa manusia menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan


kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi
kebutuhannya.
Peradaban merupakan tahap tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah
mecapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
yang telah maju.Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan mempengaruhi peradaban sebuah
bangsa dan menjadi bangsa itu dianggap lebih muju dari bangsa-bangsa lain pada zamannya.
Kehidupan di lembah sungai Nil masa itu kita sebut dengan nama Peradaban Lembah Sungai
Nil bukan Kebudayaan Lembah Sungai Nil sebab mereka telah memiliki organisasi sosial,
kebudayaan, dan cara berkehidupan yang sudah maju bila disbanding dengan bangsa lain.
Keajaiban dunia yang dikenal saat ini antara lain :
1. Piramida di Mesir merupakan makam raja-raja Mesir kuno.
2. Taman gantung di Babylonia.
3. Tembok raksasa dengan panjang 6.500 km di RRC.
4. Menara Pisa di Italia.
5. Menara Eiffel di Paris.
6. Candi Borobudur di Indonesia.
7. Taj Mahal di India.
8. Patung Zeus yang tingginya 14 m da seluruhnya terbuat dari emas.
9. Kuil Artemis merupakan kuil yang terbesar di Yunani.
10. Mausoleum Halicarnacus, kuburan yang dibangun oleh Ratu Artemisia untuk
mengenang suaminya Raja Maulosus dari Carla.
11. Colossus, yaitu patung perungu dewa matahari dari rhodes.
12. Pharos, yaitu patung yang tingginya hingga 130 m dari alexsandria.
13. Gedung parlemen di inggris di london.
14. Kabah di saudi arabia.
15. Colossum di Roma italia.
Selah satu ciri yang penting dalam devenisi peradaban adalah berbudaya. Yang dalam bahasa
ingris disebut Cultured. Orang yang cultured adalah yang juga lettered dalam hal ini tidak
sekedar hanya bisa membaca dan menulis hal yang sederhana.
B. Wujud dan Perkembangan Peradaban
Wujud Peradaban
Wujud dari peradaban dapat berupa :

1. Moral : nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.


2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu
benar atau salah, baik atau buruk.
3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi
pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket,
sopan santun.
4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan,
mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).

2.

Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban

Kebudayaan itu telah mengalami proses perkembangan secara bertahap dan


berkeseimbangan yang kita konsepkan sebagai evolusi kebudayaan. Evolusi kebudayan ini
berlangsung sesuai dengan perkembangan budidaya atau akal pikitan dalam menghadapi
tantanganhidup dari waktu atau kewaktu.
1.

gelombang pertama sebagai tahap peradaban pertanian, dimana dimulai kehidupan


baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. ( revolusi agraris)
2. gelombang kedua sebagai tahap peradaban industri penemuan mesin uap, energi
listrik, mesin untuk mobil dan pesawat terbang. (revolusi industri)
3. gelombang ketiga sebagai tahap peradaban informasi. Penemuan TI dan komunikasi
dengan computer atau alat komunikasi digital.
Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasejarah (masa sebelum
manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan) dan masa sejarak (masa
manusia telah mengenal tulisan)
Ada dua produk revolusioner hasil dari akal manusia dalam zaman prasejarah, yaitu;
1. Penemuan roda untuk transportasi Pada mulanya, roda hanya digunakan untuk
mengangkat barang berat diatas batang pohom.
2. Bahasa, adalah suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran
seseorang kepada orang lain.
Mengenai masa prasejarah ini, ada dua pendekatan untuk membagi zaman prasejah, yaitu
1. Pendekatan berdasarkan hasil teknologi, terdiri dari zaman batu tua (palaeolitikum),
zaman batu tengah/ madya (mesolitikum), dan zaman batu baru.
2. Pendekatan berdasarkan model sosial ekonomi atau mata pencaharian hidup yang
terdiri atas :
3. Masa berburu dan mengumpulkan makanan,meliputi masa berburu sederhana (tradisi
Paleolit) dan masa berburu tingkat lanjut ( tradisi Epipaleolitik).
4. Masa bercocok tanam, meliputi tradisi Neolitik dan megalitik.

5. Masa kemahiran teknik atau perundingan, meliputi tradisi semituang perunggu dan
tradisi semituang besi. Pendapat lain membagi periode praperadaban manusia
kedalam empat bagian, yaitu prapalaeolitik, palaeolitik,neolitik dan era
perunggu.manusia tidak lagi sekedar homo yang hanya menginginkan
makanan.manusia berkembang dari homo menjadi human karena kebudayaan dan
peradaban yang diciptakan.
Sedangkan untuk sejarah kebudayaan di indonesia, R.Soekmono (1973), membagi menjadi
empat masa yaitu :
1. Zaman prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai
kira-kira abad ke-5 Masehi.
2. Zaman purba, yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama Masehi
sampai dengan runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 Masehi.
3. Zaman madya, yaitu sejak datangnya pengaruh islam menjelang akhir kerajaan
Majapahit sampai dengan akhir abad ke-19.
4. Zaman baru / Modern, yaitu sejak masuknya anasir Barat ( Eropa) dan teknik Modern
kira-kira tahun 1900 sampai sekarang.
Peradaban merupakan tahapan dari evolusi budaya yang telah berjalan bertahap dan
berkesinambungan, memperlihatkan kerakter yang khas pada tahab tersebut, yang dicirikan
oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan,
seni, teknologi, dan spiritualitas yang tinggi.
Lahirnya peradaban barat dieropa dimulai dengan adanya revolusi pemikiran. Masyarakat
adab ingin keluar dari abad gelap (dart ages) mulai renaissance. Melalui revolusi pemikiran
inilah lahir sains dan teknologi. Penemuan kompas maknetik menyebabkan kapal laut dapat
melintasi lautan atlantik dan akhirnya menemukan amerika.
Peradaban kuno dilembah sungai nil tidak hanya menghasilkan kemajuan dibidang
teknologi, tetapi jaga bidang sosial, misalnya dalam mata pencaharian hidup. Hasil pertanian
mesir adalah gndum, sekoi atau jamaut, dan selai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya
keras seperti jagung. Peranan sungai nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan.
Banyak perahu-perahu dagang yang melintasi sungai nil. Masyarakat mesir mula-mula
mambuat kalender bulan berdasarkan siklus (peredaran) bulan selama 29 hari.
Mereka menghitung 1 tahun 12 bulan, 1 bulan sebanyak 30 hari dan lamanya setahun adalah
365 hari, yaitu 12 x 30 lalu ditambahkan 5 hari. Penghitungan ini sama dengan kelander yang
kita gunakan sekarang yang disebut tahun syamsiah (sistem solar). Sedangkan dalam hal
budaya tulis, masyarakat mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut hieroglif bentuk
gambar. Tulisan hieroglif ditemukan didinding piramida, tugu obelisk maupun daun papirus.
Tulisan hieroglif berkembang menjadi lebih sederhana yang kemudian dikenal dengan tulisan
hieratik dan demotik.Demotik adalah tulisan rakyat yang digunakan untuk urusan
keduniyawian, misalnya jual beli. Secara kebetulan, pada waktu napaleon menyerbu mesir
pada tahun 1799, salah satu anggota pasukannya menemuka sebuah batu besar bewarna hitam
didaerah rosetta. Batu itu kemudian dikenal dengan batu rosetta yang memuat inskripsi dan
tiga bahasa.

Pada tahun 1822, J.F. champollion telah menemukan arti dari isi tulisan batu rosetta dengan
membandingkan tiga bentuk tulisan yang digunakan yaitu hierogrif, demotik dan yunani.
Orang yang ahli membuat peralatan logam disebut undagi.
prasasti yang ditemukan sejak tahun 400 m adalah huruf pallawan dalam bahasa sangsekerta.
D.

Peradaban dan Perubahan Sosial

Perubahan menyebabkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur social yang ada dalam


masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai dengan fungsinya
bagi masyarakat yang bersangkutan.
Penyebab atau faktor faktor terjadinya perubahan :
Faktor intern :
1. Bertambah dan berkurangnya penduduk
2. Adanya penemuan penemuan baru
3. Konflik dalam masyarakat
4. Pemberontakan dalam masyarakat
Faktor extern :
1. Faktor alam yang berubah
2. Pengaruh kebudayaan lain
Menurut arnold y. toynbee seorang sejarawan asal inggris, lahirnya peradaban itu diuraikan
dengan teori challenge end respons. Peradaban itu lahir sebagai nrespons (tanggapan)
manusia yang dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi, menaglukan, dan
mengola alam sebagai tantangan (chalenge) guna mencakup kebutuhan dan melestarikan
kelangsungan hidupnya.
Alvin toffler menganalisis agar meningkatkan efesiensi dan pembaharuan dan peradaban
masyarakat akibat majunya ilmu dan teknologi. Dalam bukunya the third wave (1981), ia
menyatakan bahwa gelombang perubahan peradaban umat manusia sampai saat ini
mengalami tiga gelombang yaitu :
1. Gelombang I, peradaban teknologi pertanian berlangsung mulai 800 sm 1500 m
2. Gelombang II, peradaban teknologi industri berlangsung mulai 1500 m-1970 m
3. Gelombang III, peradaban teknologi informasi berlangsung mulai 1970 m-sekarang
Gelombang pertama (the first wave) gelombang kedua adalah revolusi industri terutama di
dunia barat yang dimulai dengan revolusi industri yaitu kira-kira tahun 1700 m-1970m. masa
ini dimulai dengan penemuan mesin uap pada tahun 1712, gelombang ketiga merupakan
refolusi informasi yang ditandai dengan kemajuan teknologo informasi yang memudahkan
manusia untuk mempermudah manusia berkomunikasi dalam berbagai bidang, gelombang
ketiga terjadi dengan kemajuan teknologi dalam bidang :

1. Komunikasi dan data prosesing


2. Penerbangan dan angksa laut
3. Energi alternatif dan energi yang dapat diperbaharui
4. Terjadinya urbanisasi, yang disebabkan oleh kemajuan teknologi,dan komunikasi
Pengaruh globalisasi
Globalisai sebagai fenomena abad sekarang memberi implikasi yang luas bagi semua bangsa
dan masyarakat internasional. Pangaruh globalisasi terhadap ideologo dan politik adalah akan
semakin menguatnya pengaruh ideologi iliberal dalam parpolitikan negara-negara
berkembang yang ditandai dengan menguatnya ide kebebasan dan demokrasi. Pengaruh
globalisai terhadap sosial budaya adalah masuknya nilai-nilai peradaban lain.
Efek globalisai bagi indonesia
Globalisasi telah melanda kehidupan berbangsa dan bernegara indonesia. Globalisasi telah
memberi pengaruh besar dalam kehidupan bersama, baik pengaruh positif maupun pengaruh
negatif. Proses saling memegaruhi sesunguhnya adalah gejala yang wajar dalam intraksi
anratmasyrakat. Pengaruhtersebutselamanya mempunyai dua sisi , yaitu sisi negatif dan
positif.
Adapun aspek positif globalisasi antara lain sebagai berikut.
1. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam
berinteraksi.
2. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat manusia untuk
berhubungan dengan manusia lain.
3. Kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi meningkatkan efisiensi.
Adapun aspek negatif globalisasi antara lain sebagai berikut.
1. Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan
identitas suatu bangsa.
2. Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang makin
membesar.
3. Dalam bidang ekonomi, berkembang nilai-nilai konsumerisme dan individual yang
menggeser nilai-nilai masyrakat.
4. Terjadi dehumanisasi, yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih
banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
Sikap terhadap Globalisasi
Dalam menghadapi globalisasi ini, bangsa-bangsa di dunia memberi respon atau tanggapan
yang dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Sebagai bangsa menyambutpositif globalisasi karena dianggap sebagai jalan keluar


baru untuk perbaikan nasib umat manusi.
2. Sebagai masyarakat yang kritis menolak globalisasi karena dianggap sebagai bentuk
baru penjajahan (kolonialisme) melalui cara-cara baru yang bersifat trannasional
dibidang politik,ekonomi, dan budaya.
3. Sebagian yang lain tetap menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat
perkembangan teknologi

Tradisi
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, diteruskan) atau kebiasaan, dalam pengertian yang
paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian
dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu,
atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang
diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa
adanya ini, suatu tradisi dapat punah. Tradisi juga merupakan adat kebiasaan turun temurun
yang masih dijalankan di masyarakat karena adanya penilaian bahwa cara-cara yang telah ada
merupakan cara yang paling baik dan benar.
Modernisasi
Modernisasi berasal dari bahasa latin yaitu modo (cara) dan ernus (masa kini). Secara harfiah
modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat yang modern.
Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan
yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang
modern. Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.
1. Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan
bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial,
ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
2. Prof. Koentjaraningrat menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai
dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.
3. Anthony D Smith menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan
dan tanpa perencanaan.
4. Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang
terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social
planning.
Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian
sebagai berikut.
1. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya
tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
2. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup
dalam masyarakat.

Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat


tertentu, yaitu sebagai berikut :
1. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun
masyarakat.
2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu
lembaga atau badan tertentu
4. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan
cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
5. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain
pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.
Dari pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan modernisasi yaitu proses menuju masa
kini, dimana terjadi perubahan sosial budaya dan masyarakat memperbaharui diri untuk
mendapatkan cirri-ciri yang dimiliki oleh masyarakat modern.
Adapun syarat-syarat dari modernisasi terdiri dari :
1. Cara berfikir ilmiah.
2. Sistem administrasi Negara yang baik.
3. Kedisiplinan yang tinggi.
4. Mampu menciptakan suasana yang kondusif.
Masyarakat Madani
Pada awalnya civil society berasal dari dunia barat.dan kemudian, Nurcholish madjid
mengindonesiakan civil society (inggris) dengan masyarakat madani. Masyarakat madani
merupakan konsep yang memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang bedabeda. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris, ia berasal dari kata civil society atau masyarakat
sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer.
Oleh banyak kalangan, istilah civil society dapat diterjemahkan dalam bahasa indonesia
dengan berbagai istilh antara lain :
1. Civil society diterjemah dengan istilah masyrakat sipil, civil artinya sipil sedangkan
society artinya masyarakat.
2. Civil society diterjemahkan dengan masyarkat beradap atau keberadaban, ini
merupakan terjemahan dari civilizet(beradab) dan society (masyarakat) sebagai lawan
dari masyarakat yang tidak beradab(uncivilzet society)
3. Civil society diterjemahkan sebagai masyarakat madani. Kata madani merujuk pada
kata madinah, kota tempat kelahiran nabi muhamad saw. Madinah berasal dari kata
madaniyah yang berati peradaban

4. Berkaitan dengan nomor 3, Civil society diartikatikan masyarakat kota. Dal ini
dikarnakan madinah adalah sebuah negara kota (city-state) yang mengigakan kita
kepada polis dizaman yunani kuno . masyarakat kota sebagai model masyarakat
beradab.
5. Civil society diterjemahkan sebagai masyarakat warga atau kewarganegaraan.
Masyarakat disini adalah pengelompokan masyarakat yang bersifat otonom dari Negara.
Nurcholis majid menyebut masyarakat madani sebagai masyarakat yang beradab karena
memiliki ciri-ciri, antara lain egalitarianisme, menghargai prestasi, keterbukaan, penegakan
hukum dan keadilan. Toleransi dan pluralisme, serta keterbukaan dan penegakan hukum dan
keadilan, toleransi dan pluralisme, serta musyawarah. Muhamad A.S. Hikam (1990) didalam
bukunya demokrasi dan civil society memberikan defenisi civil society sebagai wilayah
kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan antaralain bersukarelaan (Voluntari),
keswasembedaan (self generating), keswadayaan (self sporting), kemandirian yang tinggi
berhadapan dengan negara, dan keterikatan dengan norma atau nilai hukum yang diikuti oleh
warganya.
Merujuk pada Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani,
diantaranya:

1. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam


masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam
masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan
program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan
organisasi-organisasi masyarakat mampu memberikan masukan-masukan terhadap
keputusan-keputusan pemerintah.
5. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu
mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
6. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan
berbagai ragam perspektif.
Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah
masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya
dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana
pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara
untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian,
masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for
granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang
panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju
yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang

harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance
(pemerintahan demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic
civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil
responsibility dan civil resilience). Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi tujuah
prasyarat masyarakat madani sbb:
1. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.
2. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital)
yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan
dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok.
3. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain
terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
4. Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga
swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama
dan kebijakan publik dapat dikembangkan.
5. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling
menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
6. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga
ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
7. Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan
yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara
teratur, terbuka dan terpercaya.
1. D.

Masyarakat yang Beradab

Manusia beradab adalah manusia yang bisa menyelaraskan antara, cipta, rasa, dan karsa.
Kaelan (2002) menyatakan manusi yang beradab adalah manusi yang mampu melaksanakan
hakikatnya sebagai manusia (monopluraris secara optimal)
Manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugrahi karkat, martabat, serta potensi
kemanusiaan yang tinggi.
Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan
santun dan kebaikan budi pekerti. Atau dapat pula diartikan sebagai masyarakat yang santun
dan telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya. Segala sesuatu yang dinilai maju dalam
aspek kehidupan lahir batin suatu masyarakat perlu selalu dipelihara dan dikembangkan,
walaupun perlu dipahami bahwa beberapa nilai yang dianut masyarakat selalu berubah atau
berkembang. Dalam proses estafet antar generasi selalu terdapat friksi, disamping adanya
pengaruh globalisasi atau segala aspek kehidupan yang padat menimbulkan gangguan dan
peluang untuk mangembangkan peradaban masyarakat.
Tingkat peradaban suatu masyarakat bangsa dapat diukur atau diklasifikasikan dengan
berbagai cara. Pada umumnya dilakukan dengan menggunakan pendekatan kesejahteraan
sosial, ekonomi, meliputi berbagai fasetnya dengan menggunakan indikator-indikator sosial
dan ekonomi.

Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia


beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan
pribadi dan kepentingan umum.
1. E.
2. 1.

Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat


Kemajuan IPTEK Bagi Peradaban Manusia

Secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi
sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia
dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau
membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai
keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap
bidang kegiatan manusia Pengertian teknologi secara umum adalah:
-

proses yang meningkatkan nilai tambah

produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja

Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan

Sedangkan dampak adalah suatu akibat yang ditimbulkan oleh sesuatu . Jadi dampak
teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga
akibat buruk dalam kehidupan manusia.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap
inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan
banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus
dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun
pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga
memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat
dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia
Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya
bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan
sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya.
Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan
berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang
dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya
pergaulan bebas. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan
daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan
Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila
dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan
untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang
menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi

adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu
budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan
Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai
pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka
menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu
(kamu). Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan
dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes, bahkan kata-kata makian
(umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan
sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja
Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti
perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai
pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim
ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam
sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya
internet, turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat
telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran
kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di
Barat merupakan suatu yang universal.
Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`.
Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur
(termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai
ketimuran.
Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah
terjadinya pergeseran kebudayaan/peradaban yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi,
diantaranya yaitu :
1. Pemerintah perlu mengkaji ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan
pergeseran budaya bangsa
2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing
khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita,
hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga
budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga
pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang
merupakan jati diri bangsa kita.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani.
Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai makhluk tuhan,
Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya.
Peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti
misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis,

organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota
yang maju dan kompleks. Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakat
yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_16.htm
2. http://indonetasia.com/definisionline/?p=974
3. Drs.Mawardi-Ir.Nur Hidayati, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu
Budaya
4. http://ojs.lib.unair.ac.id/index.php/JID/article/view/2154
5. 5.
http://www.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi
kebudayaan
daerah.com/
6. Trianto, Wawasan Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta:Prestasi Pustaka,2007)

7. http://www.anneahira.com/manusia-dan-peradaban.htm
8. Drs.Mawardi-Ir.Nur Hidayati, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya
Dasar, (Bandung:Pustaka Setia, 2007)
9. Arimbi, Mas Achmad, 1993, Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan,
Jakarta: Walhi.
10. Baharsjah, Justika S, 1999, Menuju Masyarakat Yang Berketahanan Sosial Pelajaran
Dari Krisis, Jakarta : Departemen Sosial RI.
11. Basuki, Johanes, 1997, Budaya Organisasi (Konsep dan Terapan), Jakarta: Yayasan
Pembina Manajemen
12. id.wikipedia.org/wiki/Peradaban
13. Zain, Badudu. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Sinar
Harapan.Soepomo. 1974. Bab-bab tentang Hukum Adat. Jakarta: Pradnya Paramita.
14. http://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmubudaya-dasar/
15. http://ladyukhtimulia.wordpress.com/2010/05/29/manusia-dan-peradaban/
16. Ahmad Abu, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Gramedia, Jakarta ; 2003
17. http://www.douzicha.com/article-wujud-peradaban-dan-manusia.html
18. http://www.anneahira.com/manusia-dan-peradaban.htm
19. http://sukemo.com/menuju-ke/manusia-dan-peradaban-ppt
20. http://obstetriginekologi.com/artikel/artikel+manusia+dan+peradaban.htmlko Tri, Drs
dkk, Ilmu Sosial Budaya Dasar, PT. Rineka Cipta. Solo; 1991
21. Soelaeman MunandarM, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Bandung; 2000
22. http://hits.hexat.com/article/peradaban.html
23. http://njowo.multiply.com/journal/item/858/Peradaban_primitif_atau_awal_peradaban
_Manusia_Indonesia
24. Nasikun, Sistm Sosial Indonesia, Rajawali Pers, Jakarta; 2006
25. http://terminaltechno.blog.uns.ac.id/2009/09/22/manusia-dan-peradaban/
26. http://ridwan202.wordpress.com/2008/10/16/manusia-sebagai-makhlukbudaya/Rusmin Tumanggor, Kholis Ridlo, Nurochim, Ilmu Sosial Budaya Dasar,
Prenada Media Group ; 2010
27. Idrus Mohamad, Metode Penelitian Ilmu Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif
(Edisi 2), Erlangga ; 2010
28. http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
29. Hartono, Arnicun, Ilmu Sosial Dasar (MKDU), Bumi Aksara ;2004