Anda di halaman 1dari 24

TUGAS 2

METODOLOGI PEMBELAJARAN

Disusun oleh :
Muh

Hadi Abdul Aziz


(13520241007)

Muhammad Arfan Gusnanto

(13520241021)

Mega Yuliantika

(13520241036)

PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

1; Temukan instrumen untuk mengetahui motivasi peserta didik


Instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi siswa yaitu angket atau
kuisioner. Yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi
dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.
Kuesioner Motivasi Belajar
Nama

Kelas/Semester

Nama Sekolah

Hari, Tanggal

1; Kuesioner ini terdiri dari 30 item pernyataan, bertujuan mengukur motivasi belajar
siswa, isilah seluruh kuesioner ini sesuai dengan petunjuk pengisian di bawah.
2; Apa yang Anda isi tidak ada kaitannya dengan nilai Anda, oleh karena itu isilah
setiap item pernyataan dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan apa yang Anda
alami, rasakan dan lakukan setelah mengikuti pelajaran dalam tiga pertemuan
terakhir.
3; Pastikan Anda telah mengisi seluruh pernyataan dalam kuesioner ini.

Petunjuk Pengisian
Isilah dengan tanda check () pada kolom dari setiap nomor pernyataan yang paling sesuai
dengan apa yang anda alami. Pengertian yang ada dalam kolom tersebut adalah sebagai
berikut.
SS = Sangat Setuju
S

= Setuju

RR = Ragu-Ragu
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju

No PERNYATAAN

PILIHAN

SS
1.
2.
3.

4.

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Saya belajar dan mengerjakan tugas secara


mandiri.
Waktu senggang di luar jam sekolah saya
manfaatkan untuk belajar.
Jadwal belajar di rumah saya buat sendiri dan
saya laksanakan tepat waktu.
Saya menyediakan waktu

khusus

untuk

mengulang pelajaran yang sudah diajarkan di


sekolah.
Saya berusaha mencari sumber bacaan yang
dianjurkan guru.
Sebelum tugas dikumpulkan saya memeriksa
apakah sudah lengkap atau belum.
Saya mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah
(PR) tepat waktu.
Saya bosan jika belajar mata pelajaran tertentu.
saya acuh tak acuh untuk memperbaiki
pekerjaan saya yang salah.
Saya mudah menyerah menyelesaikan tugas
atau PR yang diberikan guru.
Saya hanya diam jika materi yang diajarkan
guru belum jelas.
Saya bertanya kepada teman yang lebih

12. mengerti tentang materi pelajaran yang belum


saya mengerti.
Saya berani jika saya harus bertanya kepada
13. siapapun tentang materi pelajaran yang belum

14.
15.
16.

saya mengerti.
Saya belajar bersama dengan teman-teman
untuk mengerjakan tugas atau PR yang sulit.
Jika guru membentuk kelompok belajar saya
ingin menjadi ketua kelompok.
Wajar jika saya ditunjuk menjadi pemimpin
dalam diskusi kelompok.
Saya malas memahami kompetensi yang akan

17. dicapai dalam suatu mata pelajaran dan tidak


berkeinginan untuk mencapainya.
18. Ketika pembelajaran berlangsung, saya lebih

RR

TS

STS

banyak diam saja.


Jika guru menulis catatan-catatan penting di
19. papan tulis, saya malas menyalinnya dalam
buku saya.
Jika guru memberi tahu cara mengerjakan tugas
20.

21.

atau PR, saya malas mencatat cara-caranya dan


malas mencoba menerapkannya ketika belajar
di rumah.
Jika guru menunjukkan buku-buku yang perlu
dibaca, saya mencari dan membacanya.
Jika guru mengumumkan hasil ulangan di

22. depan kelas, saya tidak bersemangat lagi dalam


belajar.
Jika nilai hasil ulangan saya rendah, saya tidak
23. berkeinginan untuk mencapai nilai yang tinggi
pada ulangan berikutnya.
Jika nilai hasil ulangan saya tinggi, saya
24. berusaha mempertahankan dengan belajar lebih
keras lagi.
Jika guru mengembalikan tugas atau PR dengan
25.

beberapa catatan, saya memperhatikan catatan


tersebut untuk perbaikan pada tugas atau PR
selanjutnya.
Jika guru memberi kesempatan kepada siswa

26. untuk bertanya, saya malas memanfaatkan


kesempatan tersebut untuk bertanya.
Jika guru memberi pertanyaan, saya berusaha
27. menjawabnya

sebelum

teman

lain

menjawabnya.
Jika guru memberi pujian terhadap pertanyaan,
28. jawaban, tugas/PR dan hasil ulangan saya,
semangat belajar saya meningkat.
Jika guru memberi saran kepada saya, maka
29. saran

tersebut

saya

ingat

dan

saya

melaksanakan saran tersebut.


30. Jika guru membantu saya bagaimana cara-cara
menarik kesimpulan tentang materi yang

sedang dibahas, maka cara-cara tersebut saya


gunakan dalam pembahasan materi lain.

2; Instrumen untuk mengukur kesulitan belajar peserta didik


1; TES : suatu instrumen atau prosedur yang sistematis untuk mengukur tingkah laku,
yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta
dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas.
Menjawab pertanyaan How well does the individual perform?
2; PENGUKURAN : proses pemerolehan angka-angka atau data yang (measurement)
mendeskripsikan/menggambarkan taraf sifat-sifat/karakteristik khusus yang
dimiliki/terdapat pada seseorang.
Menjawab pertanyaan How much?

3; PENILAIAN : adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat


penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau
ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan siswa).
Menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa.
4; EVALUASI : proses pengumpulan, penganalisaan dan penafsiran yang sistematis
untuk menentukan/menetapkan sampai sejauh mana para siswa mencapai tujuantujuan pengajaran.
Menjawab pertanyaan How good yang berhubungan dengan keputusan nilai (value
judgment). Informasi yang dikumpulkan berupa desskripsi kuantitatif dan kualitatif.
FUNGSI EVALUASI
1;
2;
3;
4;
5;

Evaluasi sebagai alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pengajaran


Evaluasi sebagai dasar untuk menentukan nilai atau tingkat keberhasilan belajar siswa
Evaluasi sebagai alat untuk memotivasi belajar siswa
Evaluasi sebagai alat untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa
Evaluasi sebagai balikan bagi guru dan sekolah untuk mengembangkan dan
memperbaiki program dan proses pembelajaran

PRINSIP-PRINSIP EVALUASI

1; Menyeluruh: evaluasi dilakukan terhadap keseluruhan aspek prilaku dan


perkembangan siswa.
2; Sinambung: evaluasi terhadap perkembangan dan perilaku siswa dilakukan dari waktu
ke waktu secara berkelanjutan.
3; Berorientasi pada tujuan: evaluasi dilakukan secara sengaja dan terencana mengarah
kepada hasil yang diinginkan.
4; Obyektif: evaluasi dilakukan sebagaimana adanya tanpa diwarnai pendapat pribadi
5; Bermakna: evaluasi memberikan urunan terhadap berbagai pihak, terutama siswa
6; Mendidik: evaluasi dilakukan untuk kepentingan kemajuan dan perkembangan siswa

TUJUAN EVALUASI
1; Untuk mengetahui kemajuan dan keberhasilan serta prestasi belajar siswa
2; Untuk memberikan bantuan dalam rangka layanan remedial
3; Untuk mengetahui kesesuaian hasil belajar siswa dengan kemampuan belajarnya
4; Untuk memberikan dorongan atau motivasi belajar pada siswa
5; Untuk memberikan bimbingan dan konseling secara tepat

JENIS EVALUASI
1; Evaluasi Penempatan: untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengakar
yang tepat
2; Evaluasi Diagnostik: untuk mengenal latar belakang siswa yang mengalami kesulitan
belajar
3; Evaluasi Formatif: untuk memberikan balikan
4; Evaluasi Sumatif: untuk memberikan nilai kemajuan dan keberhasilan siswa

ALAT-ALAT EVALUASI
Teknik penilaian dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu:
1. Teknik Non Tes:
a; Skala bertingkat (rating scale)
b; Kuesioner (questionair)
c; Daftar cocok (check-list)
d; Pengamatan (observasi)
e; Wawancara (interview)
f; Riwayat hidup

2. Teknik Tes
a; Tes prestasi belajar berdasarkan tujuannya:
1; Pre test
2; Post test
3; Placement test
4; Diagnostic test
5; Mastery test
6; Achievement test
b; Tes prestasi belajar berdasarkan pelaksanaannya:
1; Bentuk Tertulis
; Subyektif/Essay Test/Uraian
; Bebas/Pree
; Terbatas/Limited
; Obyektif
- Benar-Salah/True-False
- B-S tanpa koreksi
- B-S dengan koreksi
- B-S berumpun
- B-S bersarat
- B-S kebalikan
2; Pilihan Jamak/Pilihan Berganda/Multiple Choise
- melengkapi pilihan
- analisis hubungan antar hal
- melengkapi berganda (asosiasi pilihan ganda)
- Analisis kasus
- Pemakaian diagram
3; Menjodohkan/Matching
- variasi majemuk
- variasi klasifikasi
4; Isian/Melengkapi/Completion
5; Jawaban singkat/Short answer
STRATEGI TANYA JAWAB
Strategi Tanya Jawab: Strategi yang berusaha menanyakan apakah muridmurid telah mengetahui fakta-fakta yang telah dipelajari atau pertanyaan yang
menuntut tingkat berpikir yang lebih tinggi dari siswa guna menimbulkan kegiatan
pembelajaran yang efektif.

Fungsi Pertanyaan menurut Cooper (1981, Supervision of Teachers,


University of Houston) adalah sebagai alat mengajar. Hasil penelitian Sadker dan
Sadker: Guru pada kelas rendah mengajukan 3-6 pertanyaan permenit, dan pada kelas
yang tinggi rata-rata 348 pertanyaan setiap harinya. Pentingnya pertanyaan dalam
PBM, sehingga beberapa ahli melukiskan dengan kata-kata mutiara:
-

Bertanya secara baik berarti mengajar secara baik


Seni bertanya adalah seni menuntun pelajaran
Berpikir itu sendiri adalah bertanya
Pertanyaan yang tersusun dengan baik sebenarnya telah setengah terjawab.
Satu gambar dapat bernilai seribu kata, dan satu pertanyaan yang tepat dapat
bernilai seribu gambar.
Mengajukan beberapa pertanyaan lebih baik dari pada mengetahui semua
jawaban.

Tujuan Pertanyaan
1; Memberikan batu loncatan (appersepsi) sebelum memasuki pokok bahasan
baru
2; Mengetahui apa yang telah diketahui siswa tentang pokok bahasan yang akan
diberikan.
3; Membangkitkan minat dan dan rasa ingin tahu siswa.
4; Memusatkan perhatian siswa terhadap pokok bahasan yang sedang disajikan.
5; Mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima
pelajaran.
6; Mengembangkan cara belajar siswa aktif.

Klasifikasi Pertanyaan
1; Pertanyaan pengetahuan (knowledge)
Pertanyaan penalaran dalam kategori terendah yang hanya menuntut siswa untuk
mengungkap pengetahuan tentang fakta, kejadian, definisi dsb.
Jenis pertanyaan pengetahuan
a; Pertanyaan yang meminta jawaban ya atau tidak. Contoh: Laparkah anda
hari ini?
b; Pertanyaan yang meminta jawaban dengan menyebutkan kembali satu kata,
istilah, atau serangkaian kalimat tidak mesti persis sama
dengan aslinya. Contoh:
- Karangan siapakah sajak Aku itu?
- Bilamana lahirnya sastra baru?

- Apakah ciri-ciri puisi lama?


Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan pengetahuan: Apa? Siapa?
Dimana? Bilamana? Sebutkan! Ingatlah istilah! Kemukakan definisi! Pasangka!
Berilah nama! Buatlah daftar! Golongkan! Dsb.
2; Pertanyaan pemahaman (comprehension)
Pertanyaan yang meminta jawaban untuk menunjukkan bahwa telah memahami
atau mengerti tentang sesuatu. Dimana dikatakan mengerti dan memahami sesuatu
berarti telah dapat mengorganisasikan dan mengutarakan kembali apa yang telah
dipelajarinya, dengan menggunakan kalimatnya sendiri.
Jenis Pertanyaan Pemahaman
a; Memberikan penjelasan dengan kata-kata sendiri. Contoh:
- Jelaskanlah fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia!
- Berikanlah gambaran tentang pementasan bermain peran yang diperankan oleh
temanmu tadi!
b; Menyatakan ide-ide pokok tentang sesuatu dengan kata-kata sendiri. Contoh:
Jelaskanlah ciri-ciri orang yang sedang berpuasa?
c; Membandingkan atau membedakan. Contoh:
- Apakah perbedaan antara orde lama dan orde baru?
- Jelaskan persamaan dan perbedaan antara manusia dan binatang?
d; Menerangkan bagan atau grafik. Contoh: Terangkanlah maksud bagan lingkaran
ini?
e; Merubah bahan dari bentuk yang satu ke dalam bentuk lain. Contoh: Ubahlah
kalimat aktif ini menjadi kalimat pasif!
Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan pemahaman: Bedakanlah,
Terangkan, Simpulkan, Bandingkan, Terjemahkan, Ubahlah, Berilah contoh,
Jelaskanlah.
3; Pertanyaan penerapan (application)
Pertanyaan yang menuntut suatu jawaban (masalah sederhana) dengan
menggunakan pengetahuan (konsep, prinsip, aturan, hukum) yang telah diperoleh
sebelumnya. Contoh pertanyaan:
- Setelah kamu mengenal jenis-jenis roman, termasuk jenis manakah cerita Ken
Arok itu?
- Jika x = 2 dan y = 5, maka 3x + 2y = ?

Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan penerapan: Gunakanlah,


Tunjukkanlah, Demonstrasikan, Buatlah sesuatu, Carilah hubungan, Tuliskan suatu
contoh, Siapkanlah, Klasifikasikanlah.

4; Pertanyaan analisis (Analysis)


Pertanyaan yang menuntut siswa untuk berpikir secara mendalam, kritis, bahkan
menciptakan sesuatu yang baru. Dan untuk menjawa pertanyaan ini siswa harus
mampu menguraikan sebab-sebab, motifmotif atau mengadakan deduksi (dari
sesuatu yang umum/genelarisasi/kesimpulan, dicari fakta-faktanya).
Jenis Pertanyaan Analisis
a; Menguraikan alasan atau sebab-sebab dari suatu kejadian tertentu.
Contoh: Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kenaikan BBM?
b; Mempertimbangkan dan menganalisis informasi yang tersedia agar mencapai
suatu kesimpulan atau generalisasi berdasarkan informasi tadi. Contoh:
Berdasarkan hasil tes UMPTN, yang data penerimaannya dijabarkan dalam
media masa, bagaimana pendapat Anda tentang minat para lulusan SLTS ke
perguruan tinggi, khususnya ke jurusan PLB?
c; Menganalisis kesimpulan atau generalisasi untuk menemukan bukti yang
menunjang atau menyangkal kesimpulan/generalisasi tadi. Contoh:
Mengapakah pada tahun-tahun mendatang pemerintah bermaksud menaikan
harga BBM sesuai dengan harga pasar di dunia?
Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan analisis: Analisislah,
Kemukakan bukti-bukti, Mengapa, Identifikasikan, Tunjukkanlah sebabnya,
berikan alasan-alasan.
5; Pertanyaan Sintesis (synthesis)
Pertanyaan yang menuntut siswa berpikir orisinil dan keratif. Dengan pertanyaan
ini akan diperoleh kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian atau unsurunsur agar dapat merupakan suatu kesatuan. Dituntut untuk mengadakan induksi
(dari) fakta-fakta, unsur-unsur atau informasi, diambil dari suatu
generalisasi/kesimpulan. Siswa tidak hanya menerka jawaban, melainkan harus
berpikir dengan sungguh-sungguh.
Jenis Pertanyaan Sintesis
a; Pertanyaan yang meminta siswa mengadakan prediksi atau membuat ramalan.
Contoh:

Apakah yang mungkin terjadi seandainya kita belum mempunyai bahasa


Indonesia sebagai bahasa persatuan?
b; Pertanyaan yang meminta siswa mengungkapkan ide dan menghasilkan
komunikasi orisinil. Contoh:
Apakah yang Anda lakukan kalau Anda ditugaskan mengajar keluar Jawa
setelah lulus kelak?
c; Pertanyaan yang menuntut pemecahan masalah. Contoh:
Apa yang dapat dilakukan agar masyarakat kita terbiasa menggunakan bahasa
Indonesia yang baik?
Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan sintesis: Ramalkanlah,
Bentuklah, Ciptakanlah, Susunlah, Rancanglah, Tulislah, Bagaimana kita dapat
memecahkan, Apa yang terjadi seandainya, Bagaimana kita dapat memperbaiki.
6; Pertanyaan Evaluasi (Evaluation)
Pertanyaan evaluasi harus adanya standar atau criteria pengukuran tertentu dan
merupakan sesuatu yang mutlak harus ada, walaupun mungkin siswa menggunakan
standar dan criteria pengukuran yang berbeda.
Jenis Pertanyaan Evaluasi
a; Pertanyaan yang meminta siswa memberikan pendapat tentang berbagai
persoalan. Contoh:
Setujukah Anda akan para pemuda yang menggunakan anting di telinganya?
b; Pertanyaan yang menilai sesuatu ide. Contoh:
Apakah memberi kebebasan lebih baik dari pada disiplin yang ketat dalam
mendidik para remaja?
c; Pertanyaan yang meminta siswa menetapkan suatu cara pemecahan masalah.
Contoh:
Alternatif apa sajakah yang dapat dikemukakan untuk memecahkan masalah
penghijauan lingkungan?
d; Pertanyaan yang meninta siswa menetapkan karya terbaik. Contoh:
Manakah yang lebih baik, lagu-lagu dangdut atau keroncong?
Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan evaluasi: Berikan pendapat
Anda, Alternatif mana yang lebih baik, Setujukah Anda, Kritiklah, Berilah alasan,
Nilailah, Bandingkan, Bedakanlah.

- Kebiasaan-kebiasaan yang perlu dihindari


1; Mengulangi pertanyaan sendiri

2;
3;
4;
5;
6;

Mengulangi jawaban siswa


Menjawab pertanyaan sendiri
Pertanyaan yang memancing jawaban serentak
Pertanyaan yang memberondong siswa
Menunjuk siswa tertentu

- Cara Mengajukan Pertanyaan


1; Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan lengkap
2; Pemberian acuan (structuring)
3; Pemusatan (focusing)
4; Pemindahan giliran (redirecting)
5; Penyebaran (distribution)
6; Pemberian waktu berpikir (pausing)
7; Sikap hangat dan antusias/bersemangat
8; Pemberian tuntunan (prompting)
9; Pengubahan tingkat kognitif pertanyaan
10; Pengaturan urutan pertanyaan kognitif
11; Penggunaan pertanyaan pelacak (probing
3; Temukan instrumen untuk mengukur minat siswa terhadap pelajaran tertentu
a; Spesifikasi Instrumen:
1; Nama instrumen : Instrumen Motivasi Belajar Siswa
2; Tujuan
: Mengukur tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran
IPA.
3; Jenis instrumen
: Kuisioner
4; Aspek pengukuran :
- Sifat ingin tahu
- Sifat kreatif dan ingin maju
- Keinginan memperoleh simpati
- Keinginan memperbaiki kegagalan
- Ganjaran/ hukuman.
5; Jumlah soal
: 30
6; Jenis skala
: Skala Likert
7; Cara memberi skor :
- Pernyataan positif
:
1; Sangat setuju, skor = 5
2; Setuju, skor = 4
3; Ragu-ragu, skor = 3

4; Tidak setuju, skor = 2


5; Sangat tidak setuju, skor = 1
- Pernyataan negatif
:
1; Sangat setuju, skor = 1
2; Setuju, skor = 2
3; Ragu-ragu, skor = 3
4; Tidak setuju, skor = 4
5; Sangat tidak setuju, skor = 5
8; Pedoman penilaian :
- Hitung skor total perolehan siswa dengan menjumlahkan skor yang diperoleh
pada masing-masing butir pernyataan.
- Hitung nilai yang diperoleh setiap siswa dengan rumus:
Nilai = (Skor Total/ Jumlah Soal) x 100
- Interpretasi nilai siswa menjadi tingkat mativasi dengan ketentuan:
1; Nilai 0 - 20, motivasi sangat rendah
2; Nilai 21 - 40, motivasi rendah
3; Nilai 41 - 60, motivasi sedang
4; Nilai 61 - 80, motivasi tinggi
5; Nilai 81 - 100, motivasi sangat tinggi
b; Instrumen
1; Petunjuk Umum
- Mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuisioner ini sesuai dengan keadaan
sesungguhnya yang Anda rasakan.
- Pada kuisioner ini terdapat 30 butir pernyataan. Berilah respon atau tanggapan
yang menggambarkan diri Anda.
- Bertanyalah kepada pengawas apabila menemui kesulitan dalam memahami
sebuah pernyataan.
- Jangan menuliskan apapun atau mencorat-coret sesuatu pada lembar kuisioner.
- Jika Anda telah selesai mengerjakan, serahkan lembar kuisioner dan lembar
jawaban pada pengawas.
- Waktu yang disediakan bagi Anda untuk mengerjakan kuisioner ini adalah 60
menit.
- Selamat mengerjakan.
2; Petunjuk Khusus
Pilihlah salah satu jawaban yang tersedia dengan memberi tanda silang (X).
Keterangan jawaban: - SS (Sangat Setuju)

- S (Setuju)
- R (Ragu-ragu)
- TS (Tidak Setuju)
- STS (Sangat Tidak Setuju)
1; Saya selalu memperhatikan dengan baik penjelasan guru ketika pembelajaran
IPA berlangsung.
SS

TS

STS

2; Saya berusaha menghasilkan sesuatu yang berbeda daripada pekerjaan temanteman yang lain.
SS

TS

STS

3; Saya merasa sangat senang ketika menerima pujian dari guru atas pekerjaan
saya.
SS

TS

STS

4; Jika nilai ulangan saya kurang baik, saya selalu bertanya kepada teman-teman
untuk mengetahui jawaban yang benar.
SS

TS

STS

5; Saya tidak takut menghadapi ujian, karena saya selalu mempersiapkan diri
dengan baik.
SS

TS

STS

6; Saya mengharapkan guru mengumumkan hasil ulangan kami, segera setelah


dikoreksi.
SS

TS

STS

7; Saya tidak terlalu menghiraukan nilai hasil ujian saya.


SS

TS

STS

8; Saya tidak merasa kuatir walaupun tugas saya terlambat dikumpulkan.

SS

TS

STS

9; Untuk memperbaiki kegagalan, saya berusaha memperoleh nilai yang lebih


baik daripada teman-teman, pada ulangan berikutnya.
SS

TS

STS

10; Belajar yang baik itu bukan karena mengharapkan sanjungan atau simpati
guru.
SS

TS

STS

11; Saya sering terlambat mengumpulkan atau bahkan tidak mengerjakan tugas
IPA yang diberikan guru.
SS

TS

STS

12; Saya kurang tertarik untuk mencari materi pembelajaran IPA melalui internet.
SS

TS

STS

13; Ketika nilai ulangan saya kurang bagus, saya semakin giat belajar.
SS

TS

STS

14; Setiap kali pembelajaran IPA dimulai, saya selalu tertarik untuk mengetahui
sesuatu yang baru yang akan diajarkan guru.
SS

TS

STS

15; Untuk memperbaiki kegagalan dalam belajar, saya membutuhkan bantuan


teman-teman.
SS

TS

STS

16; Saya selalu belajar dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh nilai IPA
yang lebih baik di dalam kelas.
SS

TS

STS

17; Saya selalu belajar dengan teratur, agar tidak cemas menghadapi ulangan.
SS

TS

STS

18; Saya merasa senang jika teman-teman memuji hasil pekerjaan saya.
SS

TS

STS

19; Saya tidak merasa sedih meskipun nilai ulangan saya jelek.
SS

TS

STS

20; Saya lebih suka mendengarkan pendapat teman-teman dalam diskusi daripada
memberikan pendapat.
SS

TS

STS

21; Saya tidak merasa takut ketika menghadapi ujian, sekalipun tidak
mempersiapkan diri dengan baik.
SS

TS

STS

22; Saya tidak pernah meminta bantuan dari teman-teman saat kesulitan dalam
mengerjakan tugas IPA.
SS

TS

STS

23; Materi pelajaran IPA lebih sulit dipahami daripada yang saya harapkan.
SS

TS

STS

24; Saya tidak memerlukan bantuan teman-teman untuk memperbaiki pekerjaan


yang kurang bagus.
SS

TS

STS

25; Saya selalu mengharapkan perhatian dari orang tua ketika belajar.
SS

TS

STS

26; Pujian dari guru atau orang tua tidak mempengaruhi cara belajar saya.

SS

TS

STS

27; Dalam mengisi liburan semester, saya sering berkunjung ke tempat-tempat


yang menarik untuk memperoleh sesuatu yang baru.
SS

TS

STS

28; Agar bisa memperbaiki kegagalan saya, saya menambah waktu belajar di
rumah.
SS

TS

STS

29; Saya tidak merasa cemas, ketika terlambat mengumpulkan tugas.


SS

TS

STS

30; Dalam kegiatan praktikum IPA, saya takut untuk mencoba merangkai
peralatan praktikum.
SS

TS

STS

4; Temukan instrumen untuk identifikasi minat belajar siswa

No.
1.

Aspek minat yang


diukur
Ketertarikan,

No.

Indikator

Jenis

item pertanyaan

terdiri dari:
a; ketertarikan terhadap1; Menyenangi
perkembangan
teknologi;

perkuliahan

dengan41 47 Positif

memanfaatkan proyektor dan laptop

Positif

2; Senang bekerja dengan memanfa-42


atkan komputer.

43 44 Positif
45

Positif

46

Positif
Positif
Positif

b; ketertarikan terhadap
media pembelajaran
yang digunakan;

3; Mengajukan

pertanyaan

terkait9

Sem Diff

dengan media yang digunakan


4; Mempelajari

cara

memanfaatkan10

media yang diberikan.

Sem Diff

11

Sem Diff

5; Menggunakan media yang diberikan 14

Sem Diff

6; Menunjukkan respon yang positif

c; ketertarikan terhadap7; Mengajukan


model pembelajaran
yang digunakan;

pertanyaan

12

Sem Diff

13

Sem Diff

terkait15

Sem Diff

dengan model yang digunakan


8; Menyukai

bekerja

secara16

Sem Diff

9; Menyukai soal-soal yang baru dan21

Sem Diff

berkelompok
belum pernah diterangkan
10; Senang berdiskusi
11; Senang

mempresentasikan

18

Sem Diff

solusi17

Sem Diff

dari permasalahan yang dihadapi


12; Menyenangi

pembelajaran

yang33

tidak menegangkan dan nyaman

No. Aspek

minat

yangIndikator

Positif

34

Positif

No.

Jenis

diukur
2.

item pertanyaan

Optimisme,
terdiri dari:
a; optimisme terhadap
matematika;

1; Selalu merasa siap menghadapai5, 7

Sem Diff

permasalahan.
2; Tidak melakukan perbuatan curang6

Sem Diff

pada saat mengerjakan tugas.


3; Tidak

merasa

kesulitan

dengan

berbagai macam soal.


4; Tidak

mudah

menyerah

19

Sem Diff

Sem Diff

Sem Diff

dalam

mengerjakan permasalahan.
5; Tidak menganggap matematika hal
yang sulit.
6; Menganggap matematika hal yang
menyenangkan.
7; Menganggap

2, 3, 4 Sem Diff
matematika

hanya29

berhasil untuk orang tertentu

30

Negatif

31

Positif

32

Negatif
Positif

8; Mudah memahami materi dengan22

b; optimisme

bantuan media.

keberhasilan
terhadap
pembelajaran
digunakan;

Sem Diff

media
yang

9; Mudah memahami permasalahan24

Sem Diff

dengan bantuan media.


10; Bisa menyelesaikan permasalahan25

Sem Diff

dengan bantuan media.


11; Cepat memahami materi dengan23
bantuan media yang digunakan.

Sem Diff

c; optimisme

12; Mudah memahami materi dengan26

keberhasilan

Sem Diff

model pembelajaran yang digunakan

terhadap

model13; Mudah memahami permasalahan

pembelajaran

yang

digunakan;

dengan model pembelajaran yang28

Sem Diff

digunakan
14; Memulai mengerjakan soal dengan
keyakinan bisa mengerjakan.

20

Sem Diff

model pembelajaran yang digunakan27

Sem Diff

15; Cepat memahami materi dengan

No.

Aspek

minat

diukur
d; keinginan

yang

untuk16; Suka terhadap hal-hal yang baru.

melakukan
perubahan

Indikator

17; Tidak menolak adanya perubahan.


diri

No.

item pertanyaan
35
Positif
36

ke18; Tidak meremehkan hal-hal yang37

arah yang lebih baik

Jenis

Positif
Negatif

lama.
19; Suka melakukan percobaan.

38

Positif

20; Meninggalkan kebiasaan lama yang39

Positif

tidak baik.

40

Positif

Angket Identifikasi Minat


Petunjuk: pilihlah pilihan yang disediakan dengan melingkari angka yang sesuai
dengan perasaan Saudara. Semakin dekat pilihan anda dengan item yang tersedia maka
itu adalah perasaan yang anda rasakan.

Pengukuran sikap optimis mahasiswa terhadap matematika


A; Matematika itu:
1;

Sulit

1234567

Mudah

2;

Membingungkan

1234567

Menjelaskan

3;

Menakutkan

1234567

Menyenangkan

4;

Dihindari

1234567

Digemari

B; Ketika diadakan tes mendadak, maka saya:


5;

Tidak siap

1234567

Siap

6;

Berusaha curang

1234567

Berusaha jujur

7;

Takut

1234567

Berani

8;

Pasrah

1234567

Berusaha sekuat tenaga

Pengukuran tingkat ketertarikan mahasiswa media pembelajaran yang digunakan


C; Ketika Dosen memberikan materi dengan media yang tidak seperti biasanya, saya:
9;

Diam saja

1234567

Bertanya

10;

Pasif belajar

1234567

Aktif belajar

11;

Mendiamkan

1234567

Berusaha memahami cara


menggunakan

12;

Tidak tertarik

1234567

Tertarik

13;

Cemberut

1234567

Tersenyum

14;

Membiarkan media tersebut

1234567

Menggunakan media tersebut

Pengukuran tingkat ketertarikan mahasiswa model pembelajaran yang digunakan


D; Dalam pembelajaran dikelas, saya:
15;

Pasif dan diam saja

1234567

Aktif belajar dan bertanya

16;

Suka belajar sendiri

1234567

Suka belajar dalam kelompok

17;

Diam saja

1234567

Senang

pemikiran saya

E; Ketika dosen memberikan soal, untuk menyelesaikan soal saya:

mempresentasikan hasil

18;

Memilih bekerja mandiri

1234567

Memilih berdiskusi

19;

Suka soal yang mudah

1234567

Suka soal yang sulit

E; Ketika dosen memberikan soal, untuk menyelesaikan soal saya


20;

Tidak yakin bisa mengerjakan

1234567

Yakin bisa mengerjakan

21;

Suka soal-soal yang sudah

1234567

Suka soal-soal yang belum

pernah dijelaskan sebelumnya

pernah dijelaskan sebelumnya

Pengukuran optimisme keberhasilan mahasiswa dengan media pembelajaran yang digunakan


F; Dengan media pembelajaran yang digunakan, saya:
22;

Sulit memahami materi

1234567

Mudah memahami materi

23;

Lambat memahami materi

1234567

Cepat memahami materi

24;

Sulit memahami soal

1234567

Mudah memahami soal

25;

Sulit menemukan solusi

1234567

Mudah menemukan solusi

Pengukuran optimisme keberhasilan mahasiswa dengan model pembelajaran yang digunakan


G; Dengan model pembelajaran yang digunakan, saya:
26;

Sulit memahami materi

1234567

Mudah memahami materi

27;

Lambat memahami materi

1234567

Cepat memahami materi

28;

Sulit memahami soal

1234567

Mudah memahami soal

Petunjuk: pilihlah pilihan yang disediakan dengan melingkari pilihan yang


sesuai dengan perasaan Saudara.
Pengukuran sikap optimis mahasiswa terhadap matematika

No

Pernyataan

Sikap

29;

Siswa yang berbakat saja yang berhasil dalam matematika

STS TS R

SS

30;

Matematika penting untuk kehidupan setiap orang

STS TS R

SS

31;

Saya merasa matematika bukan bidang saya

STS TS R

SS

32;

Soal yang sulit, menantang untuk dikerjakan

STS TS R

SS

STS TS R

SS

STS TS R

SS

Pengukuran tingkat ketertarikan mahasiswa media pembelajaran yang digunakan


No
33;

Pernyataan
Saya merasa

Sikap
nyaman

dengan

pembelajaran

dengan

memanfaatkan media yang digunakan


Saya senang dengan pembelajaran yang santai dan tidak

34;

menegangkan

Angket Identifikasi Minat


Petunjuk: pilihlah pilihan yang disediakan dengan melingkari pilihan yang sesuai
dengan perasaan Saudara.
Keterangan : STS (Sangat Tidak Setuju), TS (Tidak Setuju), R (Ragu-ragu), S (Setuju), SS
(Sangat Setuju)
Pengukuran keinginan mahasiswa untuk melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik.
No

Pernyataan

Sikap

35;

Saya menyukai hal-hal baru

STS TS R

SS

36;

Saya tidak menolak adanya perubahan

STS TS R

SS

37;

Saya meremehkan hal-hal yang kuno

STS TS R

SS

38;

Saya suka melakukan percobaan

STS TS R

SS

39;

Saya akan meninggalkan kebiasaan lama yang tidak baik

STS TS R

SS

STS TS R

SS

40;

Saya akan belajar pada malam hari untuk menyiapkan


perkuliahan pada hari esok

Pengukuran ketertarikan terhadap perkembangan teknologi


No

Pernyataan

Sikap

41;

Saya suka kuliah dengan komputer dan proyektor

STS TS

SS

42;

Saya senang bekerja dengan memanfaatkan komputer

STS TS

SS

43;

Saya menggunakan komputer setiap hari

STS TS

SS

STS TS

SS

STS TS

SS

44;
45;

Saya sekurang-kurangnya menggunakan komputer selama 1 jam


dalam sehari
Saya mengetahui sekurang-kurangnya
5 software komputer

46;

Saya menguasai sekurang-kurangnya 3 software komputer

STS TS

SS

47;

Saya suka dosen yang menggunakan teknologi waktu mengajar STS TS

SS