Anda di halaman 1dari 3

Hiperkalemia dapata terjadi melalui proses patogenesis sebagai berikut:

Peningkatan intake Kalium


Penurunan ekskresi Kalium
Adanya pengeluaran Kalium dari intraseluler ke ruang ekstraseluler

Diantara ketiga patogenesis hiperkalemia diatas salah satu penyebab yang akan dibahas pada
tugas ini ialah terjadinya penurunan ekskresi kalium. Penurunan ekskresi Kalium dapat
disebabkan oleh:

Gagal ginjal
Penggunaan obat-obatan misalnya diuretik hemat kalium, angiotensin converting

enzyme inhibitors(ACEI )dan NSAIDs.


Penurunan produksi aldosteron
Penyakit primer adrenal (seperti Addison disease)
Gangguan responsif dari tubulus distal terhadap aksi aldosteron.
Hyporeninemic hypoaldosteronism or renal tubular disease
(pseudohypoaldosteronism I atau II)

Spironolakton merupakan diuretik golongan hemat kalium yang menurunkan absorbsi Na + di


tubulus dan duktus koligentes. Absorbsi Na+ dan sekresi K+ pada tempat ini diatur oleh
aldosteron. Spironolakton termasuk antagonis aldosteron. Adanya antagonis aldosteron inilah
yang akan mengakibatkan retensi kalium dan peningkatan ekskresi air serta natrium. Salah
satu efek samping dari pemberian spironolakton ialah terjadinya hiperkalemi. Resiko
komplikasi ini akan sangat meningkat dengan adanya penyakit ginjal, karena pada keadaan
ini telah terjadi penurunan ekskresi maksimal K+.

Rumus Creatinin Clearance Test (CTT)

Rumus ini digunakan untuk menentukan laju filtrasi glomerulus (LFG/GFR).Untuk


memeriksa GFR, dilakukan uji bersihan suatu zat yang terdiri dari kadar zat dalam urin dan
volume urin serta data luas permukaan tubuh pasien berdasarkan tinggi dan berat badan.
bersihan suatu zat (klirens) adalah banyaknya plasma darah yang dibersihkan dari zat tersebut
dalam 1 menit dengan pembakuan luas permukaan tubuh (LPT) 1,73 m2.
Perhitungan Creatinine Clearance dapat dilakukan dengan menggunakan dua rumus baku
yang akan dijelaskan sebagai beriku:

Menghitung Creatinin Clearance menurut Rumus Cockroft dan Gault:

Keterangan:
Clcr

= Klirens Kreatinin

IBW = Ideal Body Weigth


SrCr = Serum Kreatinin
Untuk wanita ditambah faktor pengkali 0,85.
Serum kreatinin dalam satuan mg/dL. Bila dalam mol/L maka harus dibagi 88,4
Untuk Pria

: IBW = 50 + 2.3 (height in inches over 5 ft)

Untuk Wanita : IBW = 45.5 + 2.3 (height in inches over 5 ft)


Interpretasi
KLASIFIKASI STATUS GINJAL:

< 10 ml/menit: End Stage Renal Failure

10 -30 ml/menit: Chronic Renal Failure

30 120 ml/menit: Renal Impairment

120 ml/menit: Normal GFR

Menghitung Creatinin Clearance menurut Modification of Diet in Renal Disease


(MDRD)

Referensi
1. Lederer Eleanor. Hyperkalemia. [online] 2013 Juni 2. [cited 19 October 2013].
Available from:URL; http://emedicine.medscape.com/article/240903overview#aw2aab6b2b2
2. Katzung BG. Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi 10. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. 2007.hal. 250-1
3. http://www.medical-calculator.nl/calculator/GFR/
4. http://www.abclab.co.id/?p=944