Anda di halaman 1dari 20

KERUSAKAN SEL DAN

PATOLOGI KERUSAKAN SEL


PADA SISTEM URINARIA
Oleh :
Annisa Arum Kartika Dewi
6411414101
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2015

Definisi Kerusakan Sel


Kerusakan sel merupakan kondisi dimana
sel sudah tidak dapat lagi melakukan
fungsinya secara optimal dikarenakan
adanya
penyebab-penyebab
seperti
defisiensi oksigen atau bahan makanan
yang
dibutuhkan
oleh
sel
untuk
beregenerasi kurang.

Bentuk-Bentuk Kerusakan Sel


a. Bentuk Umum

Degenerasi

Nekrosis
b. Bentuk Khusus

Gangren

Infark

Degenerasi

Degenerasi yaitu kemerosotan, perubahan fungsi dari


yang lebih tinggi ke bentuk yang lebih rendah,
terutama perubahan jaringan yang kurang fungsional.

Perubahan-perubahan
degeneratif
cenderung
melibatkan sitoplasma sel, sedangkan nukleus
mempertahankan integritas.

Bentuk perubahan degeneratif sel yang paling sering


dijumpai adalah menyangkut penimbunan air di dalam
sel yang terkena.

Nekrosis
Nekrosis adalah kematian sel yang disebabkan
oleh; (1). Iskemia : kekurangan oksigen,
metabolik lain, (2). Infektif : bakteri, virus, dll,
(3). Fisiko-kimia : panas, sinar X, asam, dll.
Tipe Nekrosis
1. Nekrosis koagulatif
Disebabkan oleh denaturasi protein sekular yang
menimbulkan massa padar, menetap berharihari/berminggu-minggu larut dan dikeluarkan dari
lisis enzimatik.

2. Nekrosis kolikuatif
Terjadi pelaritan yang cepat dari sel yang
mati. Terutama terjadi pada susunan saraf
pusat. Pemecahan mielin perlunakan otak,
likuefaksi.
Ada Beberapa Jenis Nekrosis
1. Iskhemi
2. Agens Biologik
3. Agens Kimia
4. Agens Fisik
5. Kerentanan

Gangren
Gangren merupakan kematian dari jaringan sebagai suatu massa,
seringkali dengan pembusukan, terjadi karena bagian tubuh
sepert kulit, otot atau organ kekurangan sirkulasi darah.
a). Gangren kering
Disebabkan iskemia tanpa adanya edema atau infeksi
makroskopik. Biasanya pada anggota gerak, mengalami
mumifikasi, terdapat garis demarkasi. Biasanya setelah sumbatan
arterial secara berangsur-angsur.
b). Gangren basah
Membusuk dan membengkak, organ atau anggota gerak. Setelah
sumbatan arterial atau kadang vena, sering dipersulit oleh infeksi,
seringkali infeksi saprofitik. Sering pada strangulasi usus. Juga
infeksi anggota gerak dari gangren yang sebelumnya kering.

Penyebab Gangren
Vaskular
Traumatik
Fisiko-kimiawi
Infektif
Penyakit saraf

Infark
Suatu daerah nekrosis iskemik yang
timbul oleh kurangnya pasokan darah,
biasanya oleh embolisme atau trombosit.
Ada dua tipe infark, yaitu : (1). Aseptik (2).
Septik.
Keduanya dapat menyebabkan :
a.Anemia atau pucat
b.Hemoragik atau merah

Akibat dari infark yaitu perubahan organ, yang


terdiri dari:
1. Infark ginjal
2. Infark lien
3. Infark jantung
4. Infark hepar
5. Infark paru
6. Infark usus
7. Infark SSP

Patologi Kerusakan Sel pada


Sistem Urinaria
NEKROSIS TUBULAR AKUT (NTA)
NEKROSIS KORTIKAL DIFUS

NEKROSIS TUBULAR AKUT (NTA)


1. Pengertian
Nekrosis tubular akut (NTA) secara patologis
ditandai dengan kerusakan dan kematian sel tubulus ginjal
akibat iskemia atau nefrotoksik.3,8 Tidak terdapat kriteria
pasti untuk diagnosis NTA. Secara klinis, NTA ditandai
dengan penurunan tiba-tiba laju filtrasi glomerulus hingga
50%, dan peningkatan kadar kreatinin darah sebesar 0,5
mg/dL (40 mol/L).5,9 Dengan adanya disfungsi tubulus
dapat terjadi peningkatan natrium urin, penurunan
osmolalitas urin, dan penurunan rasio kreatinin urin
terhadap darah.

3. Perjalanan penyakit
NTA dibagi menjadi 3 fase, yaitu
Inisiasi (initiation),
Kerusakan menetap (maintenance),
Penyembuhan (recovery).

4. Patogenesis
Kejadian kritis pada kedua NTA iskemik dan nefrotoksik di
duga adalah jejas tubuler. Sel epitel tubuli terutama peka
terhadap anoksia, dan juga mudah hancur oleh keracunan
karena kontak dengan bahan-bahan yang diekskresi melalui
ginjal.
Jejas terhadap tubulus dapat dengan sendirinya menyebabkan
oliguri, karena debris tubuler dapat menghambat aliran keluar
urine dan akhirnya meningkatkan tekanan intratubuler,
sehingga nmenurunkan GFR.
obstruksi mekanik tubuler oleh debris nerotik dan silinder
endapan sedikitnya merupakan penyumbang penting dalam
pathogenesis ARF.

5. Morfologi
ATN iskemik ditandai oleh nekrosis
segmen-segmen
pendek
tubulus.
Kebanyakan lesi terlihat pada bagian lurus
dari tubuli proksimalis, tetapi tidak ada
segmen tubuli proksimalis atau tubuli
distalis yang tersisa baik.

6. Keadaan Klinis
1.Perjalanan klinik ATN dapat dibagi dalam empat fase.
Fase awal, berlangsung kurang lebih 36 jam, biasanya
didominasi oleh tindakan penting mendik, bedah, atau
obstetric pada bentuk iskemik dari ATN . Satu-satunya
indikasi keterlibatan ginjal selama fase awal ini adalah
suatu penurunan produksi urin dan kenaikan BUN.
2.Fase kedua dan yang paling penting dapat bermula pada
hari kedua sampai hari ke enam. Keluaran urin menyusut
sekali, biasanya antara 50 sampai 400 ml sehari.

3. Fase ketiga atau diuretic diiringi oleh peningkatan


yang mantap volume urin, mencapai kurang lebih 3
liter sehari selama beberapa hari. Karena fungsi
tubulus masih terganggu, gangguan keseimbangan
elektrolit yang serius dapat terjadi pada fase ini.
4. Selama fase keempat atau terakhir, terdapat
pemulihan progesif kesehatan penderita. Volume
urin kembali normal. Walaupun demikian gangguan
fungsi ginjal samar-samar, terutama tubuli, dapat
berlangsung berbulan-bulan.

NEKROSIS KORTIKAL DIFUS


1. Definisi
Penyakit ini adalah lesi yang jarang
sekali, sekitar 50% kasus terjadi setelah
kedaruratan obstetric akibat pelepasan
premature plasenta (abruption
placentae). 30% lainnya terjadi sebagai
komplikasi syok septic.

DAFTAR PUSTAKA
Rinawati ,Weny dan Diana Aulia. 2011. Kidney Injury Molecule-1
(KIM-1) sebagai Penanda Baru Nekrosis Tubular Akut. Maj Kedokt
Indon. 61 : 81-85.
Svart, Reins. Gangguan Sistem Perkemihan. www.scribd.com.Diakses
pada tanggal 04 November 2015.
Pujiawati, Devi. Patologi Sel. www.scribd.com. Diakses pada tanggal 03
November 2015.