Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberi banyak
kenikmatan kepada makhluk-Nya, sehingga dengan kenikmatan itu hamba ini mampu
menyelesaikan tulisan ini. Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasullullah
Muhammad SAW yang telah menyampaikan risalah kebaikan akhlak, keobjektifan
berpikir, dan kemaksimalan humanisme lewat ayat-ayat Quraniah yang dibawanya
berupa Al-Quran, Al-Hadits, dan peluang kemajuan. Salah satu dari sedemikian
banyaknya ayat kauniah tersebut adalah fenomena Eksperimen Tetesan Minyak
Milikan.
Demikianlah tulisan ini, yang secara khusus menyudut pandangi pola teknologi
dan ilmu pengetahuan alam, diharapkan dapat menambah kerangka filosofis bagi penulis,
dan semoga juga bagi pembaca, guna memaksimalkan nilai-nilai kemanusiaan kita
dihadapan sesama dan dihadapanya. Sebagaimana peribahasa tak ada gading yang tak
retak, maka penulis mengharapkan kritik dan saran guna penyempurnaan tulisan
selanjutnya. Penulis ucapkan terimakasih banyak atas perhatiannya.

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Elektron merupakan suatu partikel yang bermuatan negatif.semua konsep
fisika yang berhubungan dengan hal yang bersifat mikroskopis maka akan disinggung
sifat elektron diantaranya komponen nilai muatannya. Perkembangan ilmu
pengetahuan fisika kini sudah memasuki objek pengamatan yang berukuran
mikroskopik. Sehingga peran nilai muatan elektron sangat penting misal dalam aspek
kelistrikan yaitu tentang arus listrik yang dinyatakan sebagai muatan per waktu. Oleh
karena itu kita perlu melakukan sesuatu untuk dapat mengetahui nilai muatan
elektron. Selain itu uhal yang paling penting juga yakni nilai muatan elektron tersebut
diperoleh dari proses apakah dan ternyata proses penentuan muatan elektron tersebut
diperoleh dari percobaan tetes minyak milikan, sehingga akan dilakukan percobaan
tetes milikan untuk mengetahui komponen jari-jari butiran minyak serta muatannya
(Widodo dkk 2011). Dengan demikian ada bnyak hal dalam konsep fisika modern
yang dapat kita peroleh dengan melakukan percobaan tetes minyak milikan sebut saja
seperti besar muatan pada elektron, sifat atau karakteristik elektron, dan nilai dari
tetapan Avogadro (N).
Robert A. Milikan (1869 1953) melakukan percobaan dengan meneteskan
minyak melalui dua plat logam dengan beda potensial yang dapat diatur sehingga
gaya elektrolistrik mampu membuat tetes minyak berhenti. Pada eksperimen tersebut,
jatuhan minyak akan mengalami percepatan kebawah yang disebabkan oleh gaya
gravitasi dan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya
stokes. Sehingga akan terjadi keseimbangan gaya antara gaya gravitasi dan gaya
listrik diantara dua plat konduktor tersebut.
Eksperimen tetes minyak Milikan merupkan eksperimen dalam menentukan
muatan satuan elektron (e) dan bilangan Avogadro (N) berdasarkan persamaan
Faraday dengan mengetahui sifat diskrit dari muatan elektron. Mengingat hal tersebut
merupakan asas paling fundamental dalam mempelajari karakteristik atomik maupun
kelistrikan secara mikro, maka eksperimen ini dinilai perlu untuk dilakukan.

B. Manfaat
Dengan melakukan eksperiman tetes minyak milikan akan diketahui nilai
satuan muatan elektron dan nilai bilangan avogadro berdasarkan hubungannya
dengan penurunan dan hukum Faraday. Prinsip-prinsip tersebut merupakan fondasi
dan teori fundamental dalam perkembangan fisika atomik. Sehingga eksperimen ini
sangat berguna dalam perkembangan lebih lanjut bidang fisika atomik dan kelistrikan
dalam ruang lingkup mikro.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Dasar
Salah satu konstanta penting dalam fisika adalah nilai muatan listrik yang
dibawa oleh sebuah elektron. Pada tahun 1913, R.A. Milikan dengan menggunakan
eksperimen tetes minyak dapat mendemonstrasikan dan mengukur secara tepat
muatan elektron. Percobaan yang telah dilakukan oleh Milikan ini sangat penting
bagi perkembangan ilmu fisika khususnya ilmu fisika modern yang menyinggung
struktur atomik karena dengan percobaan tersebut akhirnya dapat diketahui berapa
besar muatan dalam sebuah elektron.
Tidak hanya diketahui besar muatan elektron tetapi juga dapat diketahui salah
satu sifat dari elektron. Lebih tepatnya, tetes minyak milikan merupakan percobaan
yang menunjukkan bahwa muatan electron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada
tetes milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya
penghambat). Percobaan ini dilakukan dengan menyeimbangkan gaya-gaya antara
gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada diantara dua
buah pelat konduktor. (Kennet Krane, 1992: 181). Hal tersebut dapat terjadi ketika
minyak milikan jatuh ke udara yang selanjutnya akan mengalami percepatan ke
bawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi, sedangkan pada saat yang sama gerak
tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Kecepatan tetes minyak milikan
tersebut akan meningkat sampai tercapai kecepatan stasioner ketika gaya berat ke
bawah sama dengan gaya stokes ke atas. Dengan demikian, dapat ditentukan sifat
dasar darimuatan elektron dengan hubungannya pada bilangan avogadro. Sehingga
denganeksperimen ini dapat ditentukan nilai bilangan avogadro yang merupakan
turunan lebih lanjut dari aplikasi hukum faraday yang memadukan antara gaya stokes
dengan gaya gravitasi pada tingkatan elektron mikroskopis.
Robert Millikan melakukan percobaan dengan menyeimbangkan gaya-gaya
antara gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes minyak yang ada diantara dua buah
pelat konduktor. Ketika minyak jatuh diudara akan mengalami percepatan kebawah
yang disebabkan oleh gaya gravitasi dan pada saat yang sama gerak tetes minyak
tersebut dihambat oleh gaya penghambat (gaya stokes). Menurut stokes, bila sebuah
benda dilepaskan tanpa kecepatan awal didalam fluida, benda mula-mula akan

mendapat kecepatan. (Sissom,1987). Karena mendapat kecepatan maka benda akan


bertambah besar pula, hingga mencapai keadaan stasioner. Pada keadaan seperti ini
dapat digambarkan hubungan antara gaya stokes dan gaya gravitasi berdasar
persamaan berikut:
Fg = Fs .........................................(1)
M.g = K.Vf ........................................(2)
Dalam keadaan stasioner menjadi:
Fc = Fg + Fs .....................................(3)
Een = mg + KVr ...................................(4)
Dimana E merupakan kuat medan listrik. Secara umum didefinisikan bahwa
kuat medan listrik E di dalam ruang sebagai gaya elektrostatis yang bekerja pada satu
satuan muatan di dalam ruang tersebut. (Soedojo,1985).
Percobaan milikan disebut juga sebagai percobaan Oil Drop. Electron
mempunyai peran penting dalam mempelajari gejala kelistrikan kemagnetan. Dengan
mengembangkan gaya-gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak
yang berada diantara dua pelat elektroda, masing-masing plat berdiameter 20 cm dan
terpisah sejauh 7.67cm. Minyak diteteskan dengan tetesan kecil melalui dua plat
logam dengan dua buah plat yang dapat menarik muatan listrik dari tetesan minyak
pada palat bagian atas. Jika beda tegangan diatur agar mengimbangi gaya gravitasi
pada tetes minyak, maka partikel-partikel minyak yang mengandung muatan akan
melayang karena keseimbangan gaya tersebut. Pada keadaan ini gaya gravitasi sama
dengan gaya elektrostatik, sehingga muatan dapat diketahui besarnya. (Finn, 1992).
Melalui banyak percobaan dengan tetes minyak milikan yang beragam maka
secara umum muatan dapat diperoleh:

e n=

mg ( V f +V r )
EVf

Dimana besaran massa m dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan

4
3
m= a , sehingga persamaan di atas menjadi:
3

( V f +V r )
4
e n= a3 g
3
EV f
Muatan listrik Q di dalam suatu ruang, akan menyebabkan timbulnya medan
listrik didalam ruang tersebut, artinya setiap muatan lain Q yang berada di dalam
ruang itu akan mengalami gaya elekstrotati makin banyak Q makin kuat gaya F dan
makin medan listrik yang ditimbulkan oleh Q tersebut. Sehingga kuat medan listrik
di dalam ruang, ditentukan oleh banyaknya muatan Q yangmenimbulkan medan
listrik tersebut, serta tergantung pada jaraknya dari muatan Q (Peter, 1985: 14).
Percobaan yang dilakukan oleh millikan dapat menyingkap secara
meyakinkan bagiamana sifat muatan listrik dan harga muatan suatu electron (e n)
maupun bilangan Avogadro (N) dalam satuan system internasional yaitu dengan
persamaan:

4
e n= a3 g
3

[ ]
1

1+

b
pa

3
2

( V f +V r )
EV f

Nilai dari bilangan Avogadro (N) adalah:

berat ekivalen
C
( )
kg

9,625 107
N=
e n = muatan tetes minyak (Coloumb)
Terbukti bahwa beberapa bintik minyak bermuatan listrik, karena efek
gesekan. Bintik-bintik itu dapat pula memperoleh muatan jika udara tersebut

diionisasi oleh sinar X atau oleh secuil benda Radioaktif beberapa electron atau ion
lalu bertumbukan dengan bintik-bintik minyak itu (Zemansky,1986).
Dari percobaan Millikan menyimpulkan q e = e merupakan kelipatan bilangan
bulat dari nilai tertentu yaitu 1,6 x 10 -19 C dan tdak pernah didapatkan nilai qe = e
kurang dari 1,6 x 10-19 C. Selanjutnya nilai 1,6 x 10 -19 C disebut muatan elementar
(muatan elektron) (Silaban, 1986).
Melalui percobaan tetes minyak milikan ini, tidak hanya electron yang
digunakan sebagai acuan di dalam dasar teori, akan tetapi analisa fluida juga
memiliki peranan di dalam percobaan. Aliran fluida merupakan garis lurus didalam
medan aliran yang dibuat pada saat waktu tertentu.(Pitts,1977).

Gambar 1. Ilustrasi Percobaan Minyak Milikan


B. Alat dan Bahan yang Dapat Digunakan untuk Melakukan Percobaan Tetes Minyak
Milikan
Untuk memperoleh data hasil percobaan yang baik dan tepat selain dengan
kecermatan dalam melakukan percobaan, percobaan ini juga akan lebih baik jika
didukung dengan alat dan bahan yang memadai. Sebab percobaan tetes minyak
milikan memiliki alat dan bahan yang cukup tinggi untuk dapat dilaksanakan. Ada
banyak alat yang sejenis dan serupa yang dapat digunakan untuk mendukung
terlaksananya percobaan tetes minyak milikan.

Gambar 2. Ilustrasi dan Skema Alat yang digunakan Millikan untuk melakukan
Eksperimen Tetes Minyak
Alat Millikan dan Fletcher tersebut dimasukkan sepasang paralel pelat logam
horisontal. Dengan menerapkan perbedaan potensial di piring, medan listrik seragam
diciptakan di ruang antara mereka. Sebuah cincin dari bahan isolasi yang digunakan
untuk memegang piring terpisah. Empat lubang dipotong ke dalam cincin, tiga untuk
penerangan oleh cahaya terang, dan satu lagi untuk memungkinkan melihat melalui
mikroskop.
Sebuah kabut halus dari tetesan minyak disemprotkan ke dalam ruang di atas
piring. Minyak adalah dari jenis biasanya digunakan dalam peralatan vakum dan
dipilih karena memiliki tekanan uap yang sangat rendah. Minyak biasa akan menguap
di bawah panas dari sumber cahaya menyebabkan massa drop minyak untuk
mengubah selama percobaan. Beberapa tetes minyak menjadi bermuatan listrik
melalui gesekan dengan nozzle seperti mereka disemprot. Atau, pengisian bisa
dibawa oleh termasuk sumber radiasi pengion (seperti tabung X-ray). Tetesan
memasuki ruang antara piring dan, karena mereka didakwa, bisa dibuat untuk naik
dan turun dengan mengubah tegangan di piring

Gambar 3. Susunan alat yang digunakan untuk melakukan Percobaan Tetes Minyak
Millikan secara umum.
Berdasarkan laporan percobaan tetes minyak milikan yang dibuat dan telah
dilakukan oleh Fadli Syahputra, alat dan bahan yang ia gunakan antara lain 1 set alat
percobaan milikan model 559 41, 1 unit power supply model 559 42, 1 unit
elektronik stop-clock P, 1 kabel jumper model 501 25, 1 kabel jumper model 501 26,
1 kabel jumper model 501 27, 1 kabel jumper model 501 28, 1 kabel jumper model
501 29, 1 counter P model 575 45, 1 unit penjajah waktu model 575 42, beberapa utas
tali penghubung dan minyak oli/minyak makan.
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen tetes minyak
milikan yang dilakukan oleh Solihin adalah sebagai berikut Millikan oil drop
apparatus: untuk mengubah tegangan (+ atau -) sehingga akan merubah arah gerak
tetes minya;, Adaptor DC 12 Volt: untuk menghasilkan tegangan DC 12 volt pada
lampu halogen; High voltage dc power supply: memiliki fungsi sebagai sumber
tegangan; Atomizer+ minyak = 886 /3: berfungsi ntuk menyemprotkan minyak
millikan kedalam chamber; Multimeter digital: berfungsi untuk mengukur nilai arus
listrik, resistansi, dan tegangan listrik; Stopwatch: untuk menghitung waktu tempuh
dari partikel; Barometer: digunakan untuk mengetahui besarnya tekanan uadara pada
saat pelaksanaan praktikum; dan Teropong: digunakan untuk melihat jatuhnya
minyak.

Gambar 4. Susunan Alat Eksperimen Tetes Minyak Millikan yang dilakukan Solihin
Dan ada pula satu set alat yang sudah komplit untuk secara khusus digunakan
dalam melakukan percobaan tetes minyak milikan. Seperti yang dilakukan oleh
Masruroh S. dkk, alat yang dan bahan yang mendukung percobaan yang ia telah
lakukan antara lain 1 set Sistem peralatan Milikan (leybold 55941), Power supply
(leybold 55941), Minyak pengisi, Pewaktu (stopwatch) dan Kabel penghubung.
C. Prinsip dan Langkah Kerja
Prinsip kerja percobaan teter minyak Millikan adalah sebagai berikut:

Gambar 5. Gambaran umum tentang prinsip kerja percobaan tetes minyak Millikan.
Tetes minyak Silikon (yang disemprotkan dari sprayer) setelah diionisasi
masuk keruangan antara dua plat yang berisi udara dengan massa jenis r dan
viscositasnya h. Iontetes minyak ini dianggap berbentuk bola dengan jari-jari r. Bila
kedua plat belum diberi beda potensial, maka gaya yang bekerja pada ion adalah gaya
gravitasi dan gaya apung Archimides dan gaya gesek. Sehingga pada suatu saat ion
mencapai kesetimbangan dan bergerak dengan kecepatan konstan. Kemudian dua plat
diberi beda potensial, maka pada ion akan bekerja gaya listrik dan bergerak lagi
dengan kecepatan konstan.
Hampir sama dengan alat, langkah kerja juga harus dilakukan dengan baik
untuk memperoleh hasil percobaan yang baik. Langkah kerja disesuaikan dengan alat
yang digunakan. Jika alat yang digunakan adalah alat percobaan tetes minyak
Millikan secara khusus maka dalam langkah kerjanya tidak perlu lagi dilakukan
perakitan alat tersebut. Cukup dengan merangkai antara alat yang satu dengan yang
lain. Namun jika yang digunakan adalah alat yang manual maka diperlukan perakitan
komponen-komponennya terlebih dahulu.

Berdasarkan laporan hasil percobaan tetes minyak Millikan yang telah


dilakukan oleh Solihin. Urutan langkah kerja yang dilakukan dalam eksperimen ini
adalah sebagai berikut: Peralatan disusun seperti pada gambar 4. Setelah peralatan
siap, lampu halogen dihidupkan dengan terpasangnya adaptor DC 12 Volt. Lensa
diatur melalui parameter jarum yang ditancapkan ke chamber guna diperoleh grid
yang dapat dilihat dengan jelas. Atomizer diletakkan pada posisi siap semprot. Nozzle
Atomizer diarahkan tegak lurus pada lubang chaber. Posisi switch ionisasi source
dipindahkan keposisi spray droplet. Atomizer disemprotkan dengan sekali tekan pada
saat pengamatan melalui teropong. Atomizer disemprotkan lagi untuk mendorong
tetes minyak masuk kedalam chamber. Ionisasi level dipindahkan keposisi off setelah
hujan tetes minyak terlihat. Plat konduktor pada posisi nol (ground). Tetes yang
mempunyai kecepatan sekitar 0.02-0.05 dipilih. Jarak skala utama sebesar 0.5
mm. diperlukan waktu 15 detik untuk melintasi skala utama tersebut. Sinar alpha
ditembakkan. Ionisasi level dipindahkan diposisi On selama 3-4 detik untuk diberi
muatan pada tetes minyak yang sama. Selanjutnya diberi tegangan DC pada plat
konduktor. Switch dipndahkan dari nol ke positif. Akan terlihat bahwa arah gerak
tetes berubah dengan diubahnya tegangan (+ atau -). Tegangan pada plat konduktor
dilepaskan, maka tetes minyak akan jatuh lagi, dan kecepatan jatuh dicatat. Diberi
tegangan pada plat maka tetes akan naik lagi dan dicatat kecepatan naiknya. Jika
respon tidak diberikan oleh tetes terhadap plat, maka sinar alpha ditembakkan lagi
untuk memberikan muatan tetes (3-4 detik). Kecepatan jatuh dan naik tetes minyak
dicatat. Pengukuran dilakukan sebanyak 11 kali sehingga mendapatkan 11 pasang
data kecepatan minyak naik dan turun.
D. Analisis dan Hasil yang Diperoleh dari Percobaan Tetes Minyak Millikan
Eksperimen tetes minyak milikan adalah salah satu eksperimen yang cukup
akurat dalam menentukan muatan listrik elektron. Pada pada percobaan tetes minyak
Millikan salah satunya dilakukan untuk untuk membuktikan muatan listrik adalah 1,6
x 10-19. Selain itu eksperimen ini bertujuan untuk menentukan jari-jari suatu tetes
minyak, serta membuktikan bahwa muatan listrik terkusntisasi secara diskret.
Dalam laporan percobaan tetes minya Millikan yang dilakukan oleh Fadli
Syahputra, percobaan awal muatan dari tetesan yang dapat diubah dari radiasi (sinar
X atau radiasi Gamma). Tetes minyak dimasukkan ke dalam kapasitor yang terdiri
dari dua plat horizontal yang berjarak d, untuk tujuan pengionan. Tetes yang

dihasilkan dengan pengionan, secara umum memiliki muatan listrik yang lemah. Ada
dua metoda yang dapat digunakan untuk menghitung muatan yaitu metoda
kesetimbangan dan metoda dinamika dimana tetes minyak bergerak ke atas di bawah
pengaruh medan listrik. Percobaan Milikan dirancang untuk mengukur muatan listrik
elektron dengan menyeimbangkan gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes
kecil minyak yang berada antara dua buah elektroda sehingga membuktikan bahwa
muatan listrik (elektron) terkuantisasi secara diskrit, sebesar 1.602 10 19 Coulomb.
Dalam percobaan ini diperoleh q rata-rata = 6,4 10-8 C dan jumlah elektron rata-rata
sebesar 40.17 buah.
Dalam laporan percobaan yang dilakukan oleh Masruroh S, pengukuran
digunakan sistem peralatan Milikan (leybold 55941) dengan metode dinamis dan
metode kesetimbangan untuk menetukan kecepatan tetes minyak.. Sehingga di dapat
nilai muatan listrik elektron menggunakan metode kesetimbangan (13.056
0.002)1019 A.s dan menggunakan metode dinamis di dapat (14.07 9.36) 10 19 As
sedangkan nilai bedasarkan refferensi adalah e (1,610 19 C).
Sedangkan dalam laporan percobaan yang dilakukan oleh Solihin, Kecepatan
naik dan kecepatan turun tetes minyak milikan berpengaruh terhadap penentuan nilai
muatan tetes dimana pada keduanya bekerja interaksi gaya stokes dan percepatan
grafitasi dari bumi. Nilai bilangan Avogadro (N= 3.61208x10) dapat dibuktikan
berdasarkan persaman Faraday dari eksperimen milikan yang dilakukan. Indikasi dan
karakteristik sifat diskrit dari muatan elektron dapat diketahui dari bentuk paket
paket yang disebut kuanta yang memiliki nilai yaitu =1,602 1019 C. Nilai muatan
satuan elektron berdasarkan persamaan Faraday dan sifat diskrit dari muatan elektron
adalah sesuai yaitu sebesar =1,602 1019 C.
Dalam percobaan tetes Minyak Millikan yang dilakukan oleh Soumitra Das,
diperoleh terdapat suatu nilai kelipatan dari muatan q pada setiap tetes minyak yang
diamatinya. Dengan menggunakan persamaan:
q = n.e
Maka nilai muatan dalam suatu elektron e dapat diketahui dengan membagi nilai q
dengan jumlah mungkin elektron n yang terdapat pada tetes minyak. Sehingga
diperoleh =1,602 1019 C. Hasil pengamatannya dapat dilihat pada gambar table
dibawah ini.

Dengan menggunakan persamaan e/m = 1,76 x 10 11 C/kg. Maka dapat diperoleh


massa dari elektron tersebut sehingga diperoleh massa elektron adalah 9,1 x 10 -31 kg.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Eksperimen tetes minyak milikan merupakan percobaan untuk menunjukkan
bahwa muatan electron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes milikan
(percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya penghambat).
Hal tersebut dapat terjadi ketika minyak milikan jatuh ke udara yang selanjutnya akan
mengalami percepatan ke bawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi, sedangkan
pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes.
Kecepatan tetes minyak milikan tersebut akan meningkat sampai tercapai kecepatan
stasioner ketika gaya berat ke bawah sama dengan gaya stokes ke atas. Selain itu juga
untuk membuktikan muatan listrik pada elektron adalah 1,6 x 10 -19.

Dengan

demikian, dapat ditentukan sifat dasar dari muatan elektron dengan hubungannya
pada bilangan avogadro. Sehingga dengan eksperimen ini dapat ditentukan nilai
bilangan avogadro yang merupakan turunan lebih lanjut dari aplikasi hukum faraday
yang memadukan antara gaya stokes dengan gaya gravitasi pada tingkatan elektron
mikroskopis.
B. Saran
Saya mengetahui bahawa makalah yang saya buat masih memiliki banyak
kekurang jadi saya berharap kepada pembaca saran untuk menyempurnakan makalah
yang saya buat. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
Alonso M Finn. 1992. Dasar Dasar Fisika Universitas Edisi ke-2. Jakarta:
Erlangga
Azman, Nur. 1983. Teori dan Soal Penyelesaian Modern. Surabaya : Sinar Wijaya
David, Halliday. 1984. Fisika Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Masruroh S, Intan; Susanti, Anita; Ruzuki, Reza; & Alam, Zaky. 2013.
Pengukuran Diameter Dan Muatan Listrik Sebuah Tetes Minyak.
Surabaya: Universitas Airlangga.
Pitts, Donald R. 1987. Perpindahan kalor : Jakarta. Erlangga
Silaban, Pantur 1986. Fisika Modern Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga.
Soedojo, Peter. 1992. Azas Azas Ilmu Fisika Jilid 3 Optika. Yogyakarta:
Universitas Gajah Mada.
Solihin, Abdus. 2009. Laporan Eksperimen Fisika I Tetes Minyak Milikan.
Jember: Universitas Jember.
Syahputra, Romi Fadli. 2014. Laporan Eksperimen Fisika I Tetes Minyak Milikan.
Pekanbaru: Universitas Riau.
Zeamansky, Zears. 1968. Fisika untuk Universitas Edisi 1 jilid 2. Jakarta:
Erlangga.
Zemansky, Zears. 1983. Fisika Untuk Universitas Edisi 1 jilid 3. Jakarta:
Erlangga.