Anda di halaman 1dari 6

Aktivitas Pengendalian-transaksi pabrikasi

Komponen aktivitas pengendalian dalam pengendalian internal terdiri dari 4 kategori


aktivitas : (1) pemisahan tugas, pengendalian umum, dan pengendalian aplikasi (2)pengendalian
pemrosesan informasi yang mencakup otorisasi yang tepat (3) pengendalian fisik (4) penelaahan
kinerja dan akuntanbilitas.
Dokumen dan catatan yang umum
Berikut ini disajikian beberapa, catatan dan file komputer yang lazim digunakan dalam
memproses transaksi pabrikasi antara lain Perintah produksi, laporan kebutuhan bahan, slip
pengeluaran bahan, laporan aktivitas produksi harian, laporan produksi yang sudah selesai, buku
besar pembantu, file induk biaya standar, file induk persediaan bahan baku, file induk persediaan
barang dalam proses, file induk persediaan barang jadi.
Fungsi-fungsi dan pengendalian terkait
Fungsi-fungsi pabrikasi :
1. Memulai produksi :
Merencanakan dan mengendalikan produksi
Mengeluarkan bahan baku
2. Memindah barang :
Memproses barang dalam produksi
Memindahkan pekerjaan yang sudah selesai ke barang jadi
Melindungi persediaan
3. Mencatat transaksi produksi dan persediaan :
Menentukan dan mencatat biaya-biaya pabrikasi
Menjaga kebenaran saldo-saldo persediaan
Pelaksanaan fungsi-fungsi ini melibatkan beberapa departemen. Pengendalian yang
berkaitan dengan produksi dan pemindahan barang adalah relevan dalam menilai risisko
pengendalian untuk asersi kejadian dan kelengkapan. Pengendalian yang berhubungan dengan
pencatatan transaksi persediaan penting dalam menilai risiko pengendalian untuk asersi hak dan
kewajiban, penilaian serta penyajian dan pengungkapan untuk transaksi dan persediaan
pabrikasi.
Memulai produksi
1. Merencanakan dan mengendalikan produksi
Otorisasi produksi dibuat dalam departemen perencanaan dan pengendaIian produksi
berdasarkan pesanan yang diterima dari pelanggan atau analisis peramalan penjualan serta
kebutuhan persedian. Pendokumentasian, otorisasi dilakukan dengan menerbitkan perintah
produksi benomor urut.
2. Mengeluarkan bahan baku
Gudang akan menyerahkan bahan baku ke bagian produksi setelah menerima slip pengeluaran
bahan (permintaan) yang dibuat oleh departemen produksi. Slip ini menunjukkan kuantitas dan
jenis bahan yang dirninta serta nomor perintah yang harus dibebani. Setiap slip harus
ditandatangi oleh pekerja produksi yang berwenang.
Perpindahan Barang
1. Memproses Barang Dalam Proses

Tenaga kerja yang digunakan untuk mengerjakan perintah produksi tertentu dicatat dalam tiket
waktu, Fungsi pencatatan waktu ini juga bisa dilakukan dengan mengharuskan karyawan
memasukan tanda pengenal mereka ke dalam terminal komputer, kemudian mengetik momor
perintah produksi setiap kali mereka memulai atau berhenti mengerjakan suatu pesanan,
2. Memindahkan pekerjaan yang sudah selesai ke barang jadi
Apabila pembaatm barang sudah selesai dan sudah lulus inspeksi akhir, maka disusunlah sebuah
laporan produksi yang sudah selesai. Barang tersebut kemudiaan dikirim ke gudang barang jadi.
Yang menerima tanggung jawab atas barang itu menandatangani tiket perpindahan.
3. Melindungi persediaan
Persediaan pabrikasi sangat rentan dengan pencurian dan kerusakan Penyimpanan persediaan
bahan baku dan barang jadi dalam ruang terkunci dengan akses yang terbatas pada orang-orang
yang diberi otorisasi mempakan hal yang terpenting dalam meIindungi aktiva ini.

1.

2.

Mencatat Transaksi Pabrikan dan Persediaan


Menentukan dan mencatat biaya pabrikan
Fungsi ini menyangkut hal-hal sebagai berikut:
a. Membebankan bahan langsung dan tenaga kerja langsung ke barang dalam proses
b. Mengenakan overhead pabrikasi ke barang dalam proses
c. Memindahkan biaya diantara deprtemen produksi
d, memindahkan biaya produksl yang sudah selesai ke barang jadi
Mempertahankan kebenaran salda-saldo persediaan
Dalam hal mempertahankan saldo-saldo persediaan melibatkan 3 aktifitas. yaitu:
a. Dilakukan perhitungan periodik yang independent terhadap persediaan yang ada di tangan dan
membandingkan dengan kuantitas yang dicatat.
b. Dilakukan pengecekan periodic yang independent terhadap kesesuaian antara Jumlah yang
tercatat dalam file bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi.
c. Inspeksi periodik terhadap kondisi persediaan dan penelaahan manajemen atas laporan aktivitas
persediaan
Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen digunakan untuk memantau setiap fungsi. Apabila manajemen
ditetapkan sebagai pihak yang bertanggungjawab atas penggunaan sumber daya pada setiap
tahap produksi, maka kemungkinan terjadinya kesalahan yang tidak disengaja akan diperkecil.
Memperoleh pemahaman dan menilai risiko pengendalian
Dalam memperoleh pemahaman dan mendokumentasikan tentang bagian-bagian dari
komponen pengendalian internal yang relevan dengan transaksi pabrikasi, auditor menggunakan
prosedur yang sama seperti transaksi lain. Prosedur ini meliputi:
Review atas pengalamam sebdumnya dengan klien yang bersangkutan
Pengajuan pertanyaan kepada manajemen serta personil produksi

Pemeriksaan dokumen dan catatan produksi

Pengamatan atas aktivitas dan kondisi produksi

Prosedur ini juga mencakup penggunaan kuesioner pengendalian internal, bagan arus, dan
memorandum naratif.
Pengujian substantif atas saldo persediaan
Bagian ini berhubungan dengan pengujian substantif atas persediaan barang dagang yang
dibeli dan disimpan oleh pedagang grosir serta eceran dan juga persediaan bahan baku, barang
dalam proses, serta barang jadi yang dimilikj pabrikan.Dalam hal inl juga perlu dipastikan bahwa
pemeriksaan audit atas saldo persediaan harus cukup efisien dan efektif dalam mendapatkan
bukti kompeten yang mencukupi dan harus dipertimbangkan secara cermat penentuan tingkat
resiko deteksi yang dapat diterima dan perancangan pengujian substantif yang sesuai untuk
asersi-asersi persediaan.
Menentukan Risiko Deteksi Uutuk Pengujian Rincian
Spesifikasi auditor mengenai tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk pengujian
rincian atas asersi-asersi persediaan akan mencerminkan suatu hubungan terbalik dengan
penilaian risiko inheren, risiko pengendalian, dan risiko prosedur analitis yang relevan yang
berkaitan dengan asersi-asersi itu. Sebagai contoh dalam menilai risiko pengendalian untuk
asersi eksistensi keberadaan pada persediaan barang dagang, auditor akan memperhitung.kan
penilaian risiko pengendaliaanya untuk asersi tersebut bagi transaksi pembelian yang
memperbesar saldo persediaan, sedangkan asersi kelengkapan untuk transaksi penjualan yang
memperkecil saldo persediaan.
Merancang Pengujian Substantif
Pengujian substantif yang mungkin dilakukan terhadap asersi-asersi saldo persediaan
Kategori
Substantive pengujian
Prosedur awal
1. Memperoleh pemahaman mengenai bisnis dan industri dan
menentukan:
a. Signifikunsi harga pokok penjualan dan persediaan.
b. Penggerak ekonomi utama yang mempengaruhi harga pokok
penjualan,marjin kotor dan kemungkinan keusangan persediaan.
c. Sejauh mana klien memiliki persediaan konsinyasi (masuk atau
keluar).
d. Eksistensi komitmen pembelian dan konsentrasi aktivitis dengan
pemasok.
2.Melakukan prosedur awal atas saldo dan catatan persediaan yang
akan diuji lebih lanjut.
3.Melakukan prosedur analitis
Prosedur analitis a. Menelaah pengalaman dan kecenderungan industri.
b. memeriksa analisis perputaran persediaan.
Menelaah hubungan saldo persediaan dengan aktivitas
pembelian,produksi, dan penjualan terakhir
Membandingkan saldo pcrsediaan dengan volume penjualan yang
diantisipasi
4.memvoucing ayat jurnal dalam akun persediaan ke dokumentasi

Pengujian rincian
pendukungnya
transaksi
5.Menelusuri data dari catatan pembelian, pabrikasi, produksi yang
sudah selesai, dan penjualan ke akun persediaan.
6.Pengujian pisah batas.
Pengujian rincian
saldo

7 Mengamati penghitungan fisik persediaan yang dilakukan klien.


a.Memutuskan waktu dan Iuas pengujian.
b.Mengevaluasi kelayakan rencana perhitungan persediaan klien
8.Menguji akurasi klerikal daftar persediaan.
a. Menghitung kembali total dan perkalian kuantitas dengan harga per
unit.
b.Mene1usuri pengujian perhitungan dll.
9.Menguji penetapan harga persediaan.
a.Memeriksa faktur penjual yang sudah dibayar untuk persediaan
yang dibeli
b.Memeriksa ketetapan tarif tenaga kerja langsung dan overhead,
biaya standar serta disposisi varians yang berhubungan dengan
persediaan yang diproduksi.
10.Mengkomfirmasi persediaan pada lokasi diluar entitas
11. Memenksa perjanjian dan kontrak konsinyansi

12. Mengevaluasi nilai realisasi bersih persediaan


a. memeriksa faktur penjualan setelah akhir tahun dan melakukan
Pengujian rincian
pengujian nilai terendah antara harga pokok dan harga pasar.
saldo : estimasi
b.Membandingkan persediaan dengan katalog penjualan dan laporan
akuntansi
penjualan tahun berjalan entitas dll.
Observasi atas perhitungan persediaan fisik
Prosedur yang
diwajibkan
Penyajian dan
pengungkapan

13. Membandingkan penyajian da1am laporan dengan GAAP.


a.Mengkonfinnasi perjanjian penjaminan dan pengagunan
persediaan.
b.Menelaah penyajian dan pengungkapan persediaan dalam konsep
laporan keuangan dan menentukan kesesuaianuya dengan GAAP

Prosedur Awal
Salah Satu prosedur awal yang penting adalah menyangkut usaha untuk mendapatkan
pemahaman tentang bisnis dan industri suatu entitas guna mcnetapkan konteks untuk
mengevaluasi prosedur analitis dan pengujian rincian. jika klien adalah pabrikan, maka penting
untuk memahami bauran biaya tetap dan biaya variabel yang terlibat dalam proses pabrikasi. Dan
jika klien itu mcrupakan pengecer, maka penting untuk memahami sumber pasokan produk serta
peran yang dimainkan klien dalam mata rantai distribusi ini.

Prosedur Analitis
Hal yang sangat penting dilakukan ketika mengembangkan ekspektasi yang akan
digunakan dalam mengevaluasi data analitis bagi klien adalah penelaahan atas pengalaman dan
kecenderungan industri klien. Sebagai contoh, dengan mengetahui penurunan yang tajam dalam
rasio perputaran persediaan klien yang mencerminkan keadaan perusahaan tersebut, dapat
membantu auditor untuk menyimpulkan bahwa penurunan itu tidak mengindikasikan kesalahan
yang berhubungan dengan keberadaan data klien yang digunakan dalam menghitung rasio
perputaran persediaan., melainkan mengindikasikan masalah penilaian yang berkaitan dengan
penurunan permintaan yang mungkin akan diikuti oleh menurunnya harga pasar.
Pengujian Rincian Transaksi
Pengujian ini me1ibatkan prosedur pemeriksaan dokumen pendukung dan penelusuran
uutuk mendapatkan bukti tentang pemrosesan setiap transaksi yang mempengaruhi saldo
persediaan.
PENGUJIAN AYAT JURNAL ATAS AKUN PERSEDIAAN
Sebagian atau semua jenis pengujian ini dapat dilakukan sebagai bagian dari pengujian bertujuan
ganda selama melaksanakan pekerjaan interim.
Contoh vouching ayat jumal yang tercatat dalam akun persediaan mencakup pemeriksaan
dokumen pendukung.
a. Ayat jumal debet dalam persediaan barang dagang atan bahan baku ke faktur penjual,
laporan penerimaan, dan pesanan pembelian.
b. Ayat jumal debet dalam persediaan barang dalam proses atau barangjadi ke catatan biaya
pabrikasi dan laporan produksi.
c. Ayat jnrnal kredit pada persediaan barang dagang dan barang jadi ke dokumen dan
catatan penjualan.
d. Ayat jumal kredit pada persediaan bahan baku dan barang dalam proses ke catatan biaya
pabrikasi dan laporan produksi.
Pcngujian rincian saldo
MENGAMATI PERHITUNGAN TJERSEDIAAN FlSIK KLIEN
Prosedur ini diwajibkan apabila persediaan merupakan ha1 yang material bagi laporan
keuangan sebuah perusahaan.
SAS 1 (AU 331.09),piutang dan persediaan,mcnyatakan bahwa dari pengujian
substantive ini auditor akan memperoleh pengetahuan langsung mengenai efektifitas perhitungan
persediaan klien serta tingkat keandalan yang dapat diberikan atas asersi manajemen sehubungan
dengan kuantitas dan kondisi fisik persediaan.
PENETAPAN WAKTU DAN LUAS PENGUJIAN
Penetapan waktu tergantung pada system persediaan yang dianut klien dan efektifitas
pengendalian internal. Dalam systcm persediaan periodic, kuantitas ditentukan melalui
perhitungan fisik,dan semua perhitungan telah ditentukan pada tanggal tertentu yang mendekati
tanggal neraca.
Dalam system persediaan perpektual dengan pengendalian internal yang
efekiif,perhitungan fisik dapat dilakukan dan dibandingkan dengan catatan persediaan pada

tanggal interim.Dalam kasus ini prosedur ini dapat dilakukan selama atau setelah akhir periode
yang diaudit.

RENCANA PERHITUNGAN PERSEDIAAN


Perhitungan persediaan fisik dilakukan sesuai dengan rencana atau daftar intruksi,yang
mencakup hal-hal seperti :
Nama karyawan yang bertanggung jawab untuk mengawasi perhitungan persediaan
Tanggal perhitungan
Lokasi-lokasi yang dihitung
Intruksi terinci mengenai perhitungan akan dilakukan
Penggunaan dan pengendalian label persediaan bernomor urut serta lembar ikhtisar
Ketentuan mengenai penangangan penerimaan,pengirman dan perpindahan barang
Pemisahan atau identitikasi barang yang bukan milik klien.
MELAKSANAKAN PENGUJIAN
Meneliti kecermatan para karyawan klien mengikuti rencana perhitungan persediaan.
Memastikan bahwa semua barang dagang telah diberi label.
Menentukan label persediaan bernomor urut dan lembar kompilasi telah dikendalikan dengan
semestinya.
Melakukan pengujian perhitungan dan menelusuri kuantitas.
Mewaspadai wadah-wadah yang kosong yang mungkin ada.
Mewaspadai persediaan barang yang rusak dan usang.
Menilai kondisi umum persediaan.
Mengidentifikasi dokumen penerimaan dan pengiriman terakhir yang digunakan.
Mengajukan pertanyaan tentang eksistensi barang persediaan yang lambat pergerakannya.
- See more at: http://markdebie.blogspot.co.id/2011/11/audit-siklusproduksi.html#sthash.PCqEcpvr.dpuf