Anda di halaman 1dari 3

RESUME BAB 7 PENYAJIAN SECARA WAJAR

(FAIR REPRESENTATION)

LAPORAN
KEUANGAN

FAIR REPRESENTAION

Laporan keuangan haruslah disajikan


secara wajar dan berhubungan dengan
berbagai informasi yang telah diuji
kebenarannya

NAMA : CITRA SARASMITHA


KELAS JP 25 REGULER II

Tugas Auditor adalah


menentukan tingkat
kewajaran dari laporan
keuangan perusahaan

Dibagi menjadi 3 konsep

1. Accounting Propriety
Menjelaskan tentang bagaiman laporan keuangan harus
mampu menggambarkan situasi keuangan perusahaan
yang sebenarnya.

Auditing harus mampu


menyimpulkan bahwa
penyajian telah sesuai
dengan peraturan akuntansi
berterima umum

2. Adequate disclosure
Jumlah dan jenis pencatatan harus mampu menjelaskan
substansi dari laporan yang tersedia

3. Audit Obligation
Keharusan auditor untuk menlaporkan serta
mendokumentasikan secara wajar hasil pemeriksaannya
dan pertimbangan profesional yang telah dibuat selama
proses audit.

Data dikatakan telah diungkapkan secara


cukup dengan beberapa kriteria

Data
Penting
Auditing harus mampu
menjelaskan bahwa prinsip
akuntansi berterima umum
yang digunakan sudah
menghasilkan kesimpulan
dari sebuah kondisi.

1. Adanya tekanan dari anayst dan investor potensial


atas kebutuhan informasi terkait dengan pengambilan
keputusan

Data yang
diinginkan

Data yang
berguna

Penyebab terjadinya perluasan dalam


pengungkapan informasi adalah sebagai
berikut:

3. Manajemen menyadari bahwa rahasia


perushaan yang bis disembunyikan hanyalah
sebagian kecil saja.

2. Semakin maraknya perhatian manajemen perusahaan


atas tanggung jawab sosial (dalam beberapa tahun
terakhir).

RESUME BAB 8 - INDEPENDENSI

Independensi

1. Practitioner-independence
Independensi nyata dari seorang auditor
dalam mengatur sikap dengan baik
selama menjalankan program audit.

Dibagi menjadi 3 konsep

1. Independensi Program
Auditor diharuskan independen (bebas) dari pengaruh
siapapun dalam menentukan program audit, lingkup audit,
dan teknik audit pada tahap perencanaan.
2. Independensi Investigasi
Auditor diharuskan independen (bebas) dari pengaruh
siapapun dalam menentukan lingkup pemeriksaannya.
3. Independensi Pelaporan
Auditor diharuskan independen (bebas) dari pengaruh
siapapun dalam mengungkapkan hasil temuannya dalam
bentuk pelaporan audit.

2. Profession-independence
Independensi yang muncul dikarenakan
pandangan publik terhadap profesi
individu sebagai auditor.

terdapat

Permasalahan-permasalahan yang
timbul terkait pandangan publik
terhadap profesi auditor (profession
independence)

1. Hubungan antara auditor dengan klien


Profession-independence seoran auditor dapat turun terkait
pandangan masyarakat terkait keterlibatan auditor dalam
kompetisi fee audit dan diharuskannya auditor menyimpan
rahasia-rahasia klien (saling melindungi kepentingan).

2. Organisasi dan Profesi


Adanya kecenderunga kantor akuntan publik berfokus pada
perusahaan besar, kurangnya solidaritas profesional, dan adanya
kecenderungan melakukan kompetisi penjualan jasa.

Kecocokan antara jasa audit


dan jasa manajemen

Pemberian jasa manajemen oleh


akuntan publik menimbulkan pandangan
kontroversi

disebabkan

1. Sulitnya menetapkan standar untuk


jasa manajemen

2. Pengaruh jasa manajemen terhadap


independensi akuntan publik

Tidak ada standar baku untuk jasa


manajemen tersebut.
Jika akuntan publik memberikan jasa manajemen dan memposisikan
dirinya sebagai bagian dari manajemen. Bagaimana dengan
independensi akuntan publik?
Tentu saja, independensi akuntan publik akan terganggu dan
diragukan.

Spesialisasi dalam profesi


(Jasa audit harus dipisahkan dari jasa lainnya)

RESUME BAB 9 ETHICAL CONDUCT

Socrates menjelaskan bahwa etika


merupakan tuntutan praktis dan
perilaku etis seseorang.
Taggung jawab
profesi

Teori Etika

Tanggung jawab
terhadap klien

Hume menjelaskan bahwa etika


merupakan kebaikan personal.
Tanggung jawab
terhadap sosial
John Locke menyatakan bahwa etika
bukanlah sifat bawaan namun
berdasarkan pemahaman dan persepsi.

Kant menjelaskan bahwa etika


merupakan sumber moralitas yang
kuat.

Tanggung jawab
terhadap anggota profesi

Tanggung jawab
terhadap diri sendiri
sebagai seseorang
profesional