Anda di halaman 1dari 23

PEMERIKSAAN BAHAN BAKU KLORAMFENIKOL SERTA

PENETAPAN KADARNYA DALAM SEDIAAN KRIM DENGAN


METODE SPEKTROFOTOMETRI UV

NAMA

: AYU APRILIANI

NPM

: 260110140078

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM

: SENIN, 3, 10, 17 NOVEMBER 2015

ASISTEN

:1. HASYA AQDAN


2. HESTI JUWITA SARI

LABORATORIUM ANALISIS FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2015

Abstrak

Kloramfenikol adalah bahan aktif obat yang banyak digunakan di masyarakat


sebagai obat antibiotik. Menurut Farmakope Indonesia ed III kloramfenikol ini
memiliki pemerian hablur halus berbentuk jarum atau lempeng memanjang;putih
sampai putih kelabu atau putih kekuningan;tidak berbau;rasa sangat pahit;dalam
larutan asam lemah mantap. Tujuan dari praktikum ini yaitu menetapkan kadar
bahan baku kloramfenikol dengan metode spektrofotometri Uv-Vis, melakukan
uji kualitatif warna kloramfenikol dengan berbagai metode yaitu uji nessler dan
uji fujiwara, dan menetapkan kadar air dalam kloramfenikol, dilakukan pula
penetapan kadar dari bahan baku kloramfenikol dan juga penetapan kadar
kloramfenikol dalam sediaan krim menggunakan spektrofotometri UV-Vis yang
didasarkan pada pengukuran absorbansi dan konsentrasi sebagai fungsi panjang
gelombang.

Metode

penetapan

kadar

kloramfenikol

menggunakan

Spektrofotometer UV yang digunakan yaitu prinsip serapan gelombang


elektromagnetik yang menghasilkan berbagai absorbansi pada sampel dan,
sedangkan metode kualitatif meliputi reaksi warna denga pereaksi fujiwara dan
nessler memberikan kompleks warna. Didapatkan hasil kadar air dari
kloramfenikol yang memenuhi standar, yaitu 0,175%. Kadar bahan baku
kloramfenikol pada Spektrofotometri UV adalah 82,86%, kadar ini tidak sesuai
denga standar, yaitu 97%-103%. Ini dikarenakan pembuatan kurva baku yang
tidak linier, akurat dan presisi. Kemudian kadar kloramfenikol dalam krim didapat
hasilnya adalah 0,733%. Kadar ini tidak sesuai dengan teoritis, yaitu 2%. Karena
kloramfenikol dalam 10 gram krim adalah 200 mg.

Kata Kunci: Kadar, kloramfenikol, kualitatif, kuantitatif.

Abstract

Chloramphenicol is the active ingredient that is widely used in the community as


an

antibiotic

drug.

According

to

the

Indonesian

Pharmacopoeia

III

chloramphenicol has pemerian finely crystalline needle-shaped or elongated


plates; white to gray-white or yellowish white; odorless; taste very bitter; the
steady weak acid solution. The purpose of this practicum is to set the levels of raw
materials chloramphenicol by spectrophotometric Uv-Vis method, perform
qualitative test of color chloramphenicol with various methods of testing Nessler
and Fujiwara test , and set the water content in chloramphenicol, also conducted
assay of raw materials chloramphenicol and also determination levels of
chloramphenicol in cream using UV-Vis spectrophotometry is based on
measuring the absorbance and concentration as a function of wavelength.
Chloramphenicol assay method using a UV spectrophotometer used, namely the
principle of absorption of electromagnetic waves that produce a wide range of
absorbance of the sample and, while qualitative methods include color reaction
premises Fujiwara and Nessler reagent gives color complex. Showed the water
content of chloramphenicol that meets the standard, ie 0.175%. Content of
chloramphenicol raw materials in UV spectrophotometry is 82.86%, this content
is not conformed to the standard, which is 97% -103%. This is because the
manufacture of the raw curve is not linear, accurate and precise. Then the levels of
chloramphenicol in cream obtained result is 0.733%. This level does not
correspond to the theoretical, ie 2%. Because of chloramphenicol in 10 grams of
the cream is 200 mg.

Keywords:

Content,

chloramphenicol,

qualitative,

quantitative.

I.

dalam

Pendahuluan
Tujuan Praktikum kali ini adalah

menetapkan

kadar

kloramfenikol

bahan

baku

dengan

metode

spektrofotometri Uv-Vis, melakukan uji

pengujian

bahan

baku

kloramfenikol, dengan beberapa metode


pengujian

bahan

baku

seperti

susut

pengeringan/kadar air, kelarutan, dan uji


kualitatif warna.

kualitatif warna kloramfenikol dengan

Prinsip yang digunakan yaitu penetutan

berbagai metode yaitu uji nessler dan uji

kadar air. Pengukuran kandungan air yang

fujiwara, dan menetapkan kadar air dalam

berada dalam bahan ataupun sediaan yang

kloramfenikol, dilakukan pula penetapan

dilakukan

kadar dari bahan baku kloramfenikol dan

diantaranya cara titrasi, destilasi atau

juga penetapan kadar kloramfenikol dalam

gravimetri yang bertujuan memberikan

sediaan

menggunakan

batasan minimal atau rentang tentang

spektrofotometri UV-Vis yang didasarkan

besarnya kandungan air dalam bahan ,

pada

dan

dimana nilai maksimal atau rentang yang

panjang

diperbolehkan terkait dengan kemurniaan

krim

pengukuran

konsentrasi

absorbansi

sebagai

fungsi

gelombang.

dengan

cara

yang

tepat

dan kontaminasi.(Ditjen POM, 2000).

Saat ini pengunaan antibiotic sangat

Prinsip

selanjutnya

yaitu

Analisis

marak digunakan oleh masyarakat. Banyak

Kualitatif. Analisis kualitatif berkaitan

juga

menggunakan

dengan identifikasi zat zat kimia :

antibiotic tanpa pengetahuan yang cukup

mengenali unsur atau senyawa apa yang

mengenai antibiotic tersebut oleh karena

ada dalam suatu sampel. ( Underwood,

itu sering kali ditemukan pasien yang tidak

2002),

patuh

antibiotic

kuantitatif berkaitan dengan penetapan

ataupun dosis antibiotic yang diberikan

berapa banyak suatu zat tertentu yang

tidak

terkandung

asyarakat

dalam

sesuah

yang

penggunaan

sehingga

menyebabkan

resistensi terhadap obat tersebut. Oleh


karena itu percobaan kali ini dilakukan
untuk

mengetahui

parameter-parameter

Analisis

dalam

Kuantitatif.Analisis

suatu

sampel.

Underwood, 2002)
Kloramfenikol atau kloramisetin adalah
antibiotic yang mempunyai spectrum luas,

berasal

dari

jamur

Streptomyces

salah satu jurnal menyatakan bahwa pasien

venezuelae, dan sekarang telah dapat

demam tifoid anak yang menggunakan

dibuat dsecara sintetik di laboratorium.

antibiotika

Dalam

kloramfenikol

penurunan suhu tubuh rata-rata pada hari

berupa kristal bentuk jarum atau lempeng

ke 3,969 dan Hilangnya demam pada

memanjang, warna putih keabu-abuan,

pasien

tidak

menggunakan obat kloramfenikol rata-rata

keadaan

berbau

murni,

dan

rasanya

pahit.

Kloramfenikol

demam

tifoid

mengalami

anak

yang

dialami pada hari ke 4,6 (Musnelina

sukar larut dalam air, mudah larut dalam


methanol, etanol, etil asetat, dan aseton,
serta

kloramfenikol

tidak

larut

Pada percobaan ini digunakan metode

benzene

spektrofotometri UV VIS. Metode ini

Kloramfenikol

adalah

mempunyai keuntungan sensitif, batas

antibiotika

turunan

deteksinya rendah, mudah, akan tetapi

amfenikol yang secara alami diproduksi

kelemahannya adalah perlu perlakuan awal

oleh Streptomyces venezuelae (Reynolds,

untuk

1982). Melalui pengembangan teknologi

penganggu, dan menggunakan beberapa

fermentasi, kloramfenikol dapat diisolasi,

macam bahan kimia sebagai pereaksi.

disemisintesis

antibitoka

Untuk mendapatkan data pengujian yang

turunannya, antara lain tiamfenikol dan

valid, diperlukan validasi metode analisis

turunan lain melalui berbagai reaksi kimia

dengan parameter adalah akurasi, presisi,

dan enzimatis. Senyawa dengan rumus

batas deteksi, selektivitas, linieritas kisaran

molekul C11H12Cl2N2 O5 dan nama

konsentrasi.

(Sumardjo,2009)
salah

satu

jenis

dalam

dkk,2004)

menjadi

kimia D(-) treo-2-dikloroasetamido- 1-pnotrofenilpropana-1,3-diol,

memiliki

struktur molekul tersaji pada Gambar di


bawah ini (Susanti,2009)
Kloramfenikol

biasanya

digunakan

untuk menurunka demam tifoid. Menurut

menghilangkan

(Purwanto

unsur-unsur

dkk,2012).

II.

Metode

Setelah didinginkan dalam eksikator

Alat
Batang

pengaduk,

beaker

glass,

selama

15

menit,

kemudian

cawan penguap,oven,pipet volume,

masukkan kloramfenikol yang sudah

spektrofotometer UV Vis dan tabung

ditimbang kedalam cawan, kemudian

reaksi .

dikeringkan pada temperatur 105C


hingga bebas air selama 15 menit.
Setelah

Bahan
Aquades,

etanol,

propilenglikol,

kloramfenikol,

reagen

fujiwara,

reagen piridin.

itu,

didinginkan

dalam

eksikator selama 15 menit, botol


timbang
Pekerjaan

dan

isinya

dilakukan

ditimbang.
rangkap

(triplo) sampai didapatkan berat dari


Uji Kelarutan Kloramfenikol

kloram yang konsisten dan dihitung

Kloramfenikol ditimbang sebanyak

kadar airnya.

900 mg. Lalu kloramfenikol dibagi


menjadi tiga bagian masing-masing

Uji Kualitatif Kloramfenikol:Uji

300

Fujiwara

mg.

setelah

kloramfenikol

itu

pertama

bagian
dilarukan

Sampel kloramfenikol dimasukkan

dengan 400 bagian air, bagian kedua

ke

dalam

dilarutkan dalam 2,5 bagian etanol,

Ditambahkan 2 ml reagen fujiwara

dan bagian ketiga dilarutkan dengan

dan 1 ml reagen piridin. Lalu

7 bagian propilenglikol. Setelah itu

dipanaskan pada suhu 100oC selama

diamati kelarutan kloramfenikol

2 menit degan pengocokkan, dan


diamati

Penentuan

Kadar

Air

tabung

perubahan

warna

reaksi.

yang

terjadi .

Kloramfenikol
Kloramfenikol ditimbang sebanyak

Uji Kualitatif Kloramfenikol: Uji

0.5

Nessler

gram.

lalu

cawan

porselen

kosong

Sampel dimasukkan ke dalam tabung

ditimbang dan dikeringkan pada

reaksi,

temperatur 105C selama 360 menit.

pereaksi ke dalam tabung yang berisi

kemudian

ditambahkan

sampel. Campuran dipanaskan pada

bahan baku kloramfenikol 10,0 mg.

suhu 100oC di atas penangas air,

Dimasukkan dalam beaker glass dan

kemudian diperiksa selama 10 menit

dilarutkan dengan etanol, bila perlu

sekali

perubahan

dihangatkan hingga larut sempurna.

warna kemudian amati perubahan

Dimasukkan dalam labu ukur 50 mL

warna yang terjadi.

dan diencerkan dengan etanol hingga

apakah

terjadi

tanda batas. Pipet 5,0 mL larutan


Uji Kadar Baku Kloramfenikol

tersebut dimasukkan dalam labu ukur

Pertama,

50 mL, diencerkan dengan etanol

dibuat

larutan

baku

kloramfenikol 0,02% dengan cara

hingga

dtimbang

mg

mendapatkan larutan 20 ppm. Diukur

dalam

serapan pada maksimum dan

beaker glass dan dilarutkan dengan

dihitung kadar kloramfenikol dengan

etanol,

jika

menggunakan

diaduk

hingga

seksama

kloramfenikol,

10,0

dimasukan

perlu
larut

dihangatkan,
sempurna.

tanda

batas

untuk

persamaan

regresi

linier.

Dimasukkan dalam labu ukur 50 mL


dan diencerkan dengan etanol hingga
tanda batas. Dibuat seri larutan baku
5, 10, 15, 20, 25, dan 30 ppm.

Uji Kadar Krim Kloramfenikol

Ditentukan maksimum dengan cara

Dibuat

mengukur konsentrasi 15 ppm pada

kloramfenikol dengan cara baku

panjang gelombang 200-400 nm.

kloramfenikol ditimbang sebanyak

Setelah mendapatkan maksimum,

25

deret

diukur

menggunakan methanol didalam labu

serapannya masing-masing pada

ukur 25 ml hingga larut dan di add

maksimum mulai dari kadar terkecil.

methanol hingga tanda batas. Larutan

Dihitung persamaan regresi linier

baku dibuat variasi konsentrasi yaitu

yang merupakan hubungan antara

10,15,20,25,30 ppm. Deret standar

konsentrasi

serta

kemudian diukur serapannya masing-

kolerasinya.

masing pada maksimum mulai dari

Ditimbang seksama sejumlah sampel

kadar terkecil. Dihitung persamaan

standar

ditentukan

dan

kemudian

serapan,

koefisien

mg,

larutan

kemudian

baku

dari

dilarutkan

regresi

linier

yang

merupakan

menggunakan kertas saring filtrate .

hubungan antara konsentrasi dan

Pipet aliquot sebanyak 1.25 ml lalu

serapan, serta ditentukan koefisien

dimasukkan ke dalam labu ukur 25

kolerasinya.

krim

ml dan di add dengan methanol

kloramfenikol setara dengan 40 mg

hingga tanda batas. Kemudian dilihat

kloramfenikol (2 gram). Kemudian

absorbansinya

dilarutkan sedikit dengan methanol

gelombang

dan dimasukkan ke dalam labu ukur

menggunakan spektrofotometer UV

100 ml, larutan tersebut disinokasi

VIS. Kadar Kloramfenikol dalam

sampai terlarut sempurna kemudian

sampel dapat dihitung.

Ditimbang

pada

panjang

maksimum

dengan

di add hingga tanda batas. Larutan


dalam

III.

labu

ukur

di

saring

Hasil

3.1 Pemeriksaan Bahan Baku Kloramfenikol

No
1

Penentuan Kadar Air


Perlakuan

Hasil

Cawan penguap ditimbang dan

Bobot cawan penguap sebelum

dikeringkan dalam oven pada suhu

pengeringan 39,1406 gram

1050C selama 30 menit


2

Cawan didinginkan di dalam

Bobot cawan penguap setelah

desikator selama 15 menit

pengeringan 39,1391 gram

kemudian ditimbang
3

Sampel ditimbang kira-kira 3 gram

Bobot cawan + sampel

dan dimasukan kedalam cawan

sebelum pengeringan 42,1187


gram

Keringkan sampel dalam cawan

Sampel mengalami

pada suhu 1050C hingga bebas air

pengurangan air

kurang lebih 60 menit


5

Setelah dingin timbang cawan

Bobot cawan + sampel setelah

beserta isinya

pengeringan 42,1135 gram

Perhitungan :
% kadar air =
=

x 100%
(

) (
(

)
)

x 100%

= 0,175 %

No
1

Uji dengan Reagen Fujiwara


Perlakuan

Hasil

Campurkan 2 ml reagen NaOH

Larutan berwarna kuning dan

dengan 1 ml piridin

terbentuk endapan berwarna


kuning terang

Tambahkan sampel kloramfenikol

Terbentuk larutan2 fase

dalam reagen, panaskan pada suhu

berwana merah tua dan

1000C selama 2 menit dengan

endapan dengan warna

pengocokan kuat

merah.
Hasil : positif

No

Uji dengan Reagen Nessler


Perlakuan

Hasil

2.

Tambahkan sampel kloramfenikol

Blanko = larutan kuning bening

pada reagen nessler

Sampel = larutan kuning keruh

Panaskancampuran tersebut pada

10 menit pertama
Blanko = larutan kuning

suhu 1000C

bening + endapan berwarna


putih
Sampel = larutan berwarna
orange terang + endapan
berwarna putih
10 menit kedua
Blanko = larutan kuning
bening + endapan berwarna
hitam
Sampel = larutan orange
kecoklatan + endapan
berwarna hitam
Hasil : positif

No
1

Uji Kelarutan
Perlakuan
Melarutkan kloramfenikol 100 mg Tidak larut
dalam aquadest 40 ml

Melarutkan kloramfenikol 100 mg Larut


dalam 0,2 ml etanol

3.2

Absorbansi baku

Hasil

Konsentrasi

II

III

Rata-rata

8 ppm

0,0245

0,0245

0,0249

0,024667

12 ppm

0,4802

0,4806

0,4799

0,480233

16 ppm

0,5082

0,5084

0,5089

0,5085

20 ppm

0,5625

0,5620

0,5627

0,5627

24 ppm

0,5670

0,5633

0,5637

0,564667

Absorbansi baku pada konsentrasi 50 ppm

Konsentrasi

II

III

Rata-rata

50 ppm

1,4722

1,310

1,4749

1,4760

Absorbansi sampel pada 20 ppm


Sampel ke 1

Absorbansi
I

0,4474

0,4484

0,4382

II

0,4475

0,4492

0,4378

III

0,4477

0,4482

0,4381

Rata-Rata

0,447533

0,4488

0,438033

y = 0,029x - 0,036

1.

y = 0,4475
y = 0,029x - 0,036
0,4475 = 0,029x - 0,036
0,029x = 0,4835
X = 16,67 ppm

% kadar =

2.

y = 0,4488

x 100% = 83,53%

y = 0,029x - 0,036
0,4488 = 0,029x - 0,036
0,029x = 0,4848
X = 16,71 ppm

% kadar =

3.

x 100% = 83,55%

y = 0,438
y = 0,029x - 0,036
0,439

= 0,029x - 0,036

0,029x = 0,474
X = 16,34 ppm

% kadar =

x 100% = 81,7 %

Rata-Rata Kadar Kloramfenikol =

= 82,86 %

3.3

Pengenceran konsentrasi larutan kloramfenikol untuk kurva baku


1000 ppm

dibuat dengan 100 mg kloramfenikol dalam methanol ad


100 ml

(1) Pengenceran menjadi 25 ppm


1000 ppm . x = 25 ppm. 20 ml
X=
X = 0,5 ml
(2) Pengenceran menjadi 20 ppm
1000 ppm . x = 20 ppm. 20 ml
X=

X = 0,4 ml
(3) Pengenceran menjadi 15 ppm
1000 ppm . x = 15 ppm. 20 ml
X=
X = 0,3 ml
(4) Pengenceran menjadi 10 ppm
1000 ppm . x = 10 ppm. 20 ml
X=
X = 0,2 ml
(5) Pengenceran menjadi 5 ppm
1000 ppm . x = 5 ppm. 20 ml
X=
X = 0,1 ml

Kurva baku

5 ppm

10 ppm

15 ppm

20 ppm

25 ppm

0,2694

0,4171

0,5634

0,6840

0,7996

II

0,2691

0,4167

0,5633

0,6839

0,8003

III

0,2690

0,4169

0,5628

0,6838

0,8000

Rata-rata

0,2692

0,4167

0,5632

0,6839

0,7999

Grafik kurva kalibrasi

Perhitungan sampel
Sampel krim yang tersedia 200mg / 10 gram sediaan
Sampel yang akan diuji kadarnya adalah 40 mg kloramfenikol maka
sediaan yang ditimbang sekitar 2 gram .
=
200 x = 400
X =
X = 2 gram

dimana x = krim kloramfenikol

Perhitungan ppm sampel


40 mg dilarutkan dalam 100 ml
= 400 ppm

pengenceran 20 ppm

Absorbansi sampel

Perlakuan

Serapan

sampel ke

Rata-rata
II

III

serapan

0,1518

0,1520

0,1519

0,1519

0,0811

0,0807

0,0812

0,0810

0,1318

0,1318

0,1317

0,1317

Perhitungan kadar kloramfenikol


1) 20 ppm
Y

A = 0,1519
= 0,0266x + 0,148

0,1519 = 0,0266x + 0,148


X

= 0,1466

% ppm =

x 100%

% ppm = 0,733 %

2) 20 ppm
Y

A = 0,0810
= 0,0266x + 0,148

0,0810

= 0,0266x + 0,148

= - 2, 5188

% ppm =

x 100%

% ppm = - 12, 594 %

3) 20 ppm
Y

A = 0,1317
= 0,0266x + 0,148

0,1317 = 0,0266x + 0,148


X

= - 0,6278

% ppm =

x 100%

% ppm = - 3,139 %

IV.

penetapan kadar dari bahan baku

Pembahasan
Dalam

pemeriksaan

praktikum
bahan

kloramfenikol

serta

baku
penetapan

kadarnya dalam sediaan krim dengan


metode

spektrofotometri

uv

bertujuan untuk menetapkan kadar


bahan baku kloramfenikol dengan
metode

spektrofotometri

kloramfenikol dan juga penetapan


kadar kloramfenikol dalam sediaan
krim menggunakan spektrofotometri
UV-Vis

yang

pengukuran

didasarkan
absorbansi

pada
dan

konsentrasi sebagai fungsi panjang


gelombang.

Uv-Vis,

Kloramfenikol adalah bahan

warna

aktif obat yang banyak digunakan di

berbagai

masyarakat sebagai obat antibiotik.

metode yaitu uji nessler dan uji

Menurut Farmakope Indonesia ed III

fujiwara, dan menetapkan kadar air

kloramfenikol ini memiliki pemerian

dalam kloramfenikol, dilakukan pula

hablur halus berbentuk jarum atau

melakukan

uji

kloramfenikol

kualitatif
dengan

lempeng memanjang;putih sampai

kloramfenikol. Tujuan dari uji kadar

putih

air ini adalah untu mengetahui

kelabu

atau

putih

kekuningan;tidak berbau;rasa sangat

berapa

pahit;dalam

tertinggal

air

masih

bahan

baku

lemah

dilihat

dari

kloramfenikol. Kadar air yang terlalu

kelarutannya kloramfenikol ini larut

banyak akan mengganggu kualitas

dalam 400 bagian air, larut dalan 2,5

dari bahan baku. Dilakukan dengan

bagian etanol dan larut dalam 7

cara

bagian

Untuk

kloramfenikol yang ingin diuji. Lalu

dari

cawan penguap dikeringkan selama

kloramfenikol ini dilakukan beberapa

30 menit dalam desikator pada suhu

metode

105 C lalu setelah itu dimasukkan

Dan

propilenglikol.

pengujian

bahan

yaitu

baku

uji

kloramfenikol,

uji

kloramfenikol,

dan

kelarutan
kadar

uji

air

kualitatif

menggunakan reaksi warna.

adalah uji kelautan kloramfenikol


100

mg

kloramfenikol

dilarutkan dalam 400 bagian air, 2,5


ml etanol dan 0,2 ml metanol.
Didapatkan hasil adalah tidak larut
dalam 400 bagian air, larut dalam 2,5
ml etanol, dan tidak larut dalam 0,2
ml etanol. Ini dikarenakan kekuatan
solvatasi

dari

pelarut

kurang

berpotensi karena volume yang sanga


sedikit untuk melarutkan 100 mg
kloramfenikol.
Uji
penentuan

ditimbang

kloramfenikol

terlebih

dahulu

kedalam

cawan

ditimbang dan dipanaskan pada suhu


105 C selama 60 menit kemudian

Uji pertama yang dilakukan

dimana

dalam

yang

asam

mantap.

larutan

banyak

ditimbang

kembali

cawan

dan

kloram yang setelah dikeringkan.


Pengeringan harus dilakukan terus
menerus sampai didapatkan berat
kloramfenikol yang konstan yang
kemudian bisa dihitung kadar airnya.
Digunakan berat konstan karena
berat

konstan

ini

menunjukkan

bahwa air didalam kloramfenikol


sudah sepenuhnya menguap sehingga
bisa dilihat berapa kadar air yang
hilang

dari

percobaan

kloramfenikol.
yang

Dari

dilakukan

didapatkan kadar air kloramfenikol


Selanjutnya

adalah

yaitu 0,175 %yang menandakan

kadar

dalam

bahwa kloramfenikol

air

yang diuji

termasuk kloramfenikol murni yang

kemudian ditambahkan pereaksi ke

memenuhi syarat mengatakan kadar

dalam tabung yang berisi sampel.

air

Campuran dipanaskan pada suhu

dari

dari

bahan

baku

kloramfenikol tidak boleh melebihi

100oC

20 %.

kemudian diperiksa selama 10 menit


Uji

selanjutnya

adalh

uji

kualitatif yaitu uji fujiwara dan uji


nessler. Untuk uji fujiwara dilakukan
dengan cara sampel kloramfenikol
dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
Ditambahkan 2 ml reagen fujiwara
dan 1 ml reagen piridin. Lalu
dipanaskan pada suhu 100oC selama
2 menit degan pengocokkan, dan
diamati

perubahan

warna

terjadi

dari

Hasil

yang
reaksi

menggunakan reagen fujiwara adalah


terbentuknya

larutan

berwarna

sekali

menunjukkan

adanya

atas

apakah

penangas

terjadi

air,

perubahan

warna kemudian amati perubahan


warna

yang

larutan

cokelat

terjadi.

Dihasilkan

dengan

endapan

cokelat jingga. Warna cokelat jingga


dihasilkan dari amida alifatik dan
tioamida. Namun, dalam praktikum
kali ini warna yang dihasilkan adalah
warna kuning bening dan endapan
kehitaman. Ini dikarenakan struktur
dari amida alifatik dan tioamida yang
tertutup oleh konsentrasi pereaksi
nessler yang terlalu tinggi.

merah. Warna merah pada lapisan


piridin

di

Uji selanjutnya adalah uji


kuantitatif penentuan kadar dari baku

senyawa yang memiliki paling tidak

kloramfenikol

dua atom halogen yang terikat pada

spektrofotometer uv. Kloramfenikol

suatu atom karbon, ini sesuai dengan

dapat diuji menggunakan uv karena

rumus senyawa Kloramfenikol yaitu

klramfenikol

C11H12Cl12N2O5

kromofor

yang

menunjukkan adanya ikatan 2 atom.


Untuk
selanjutnya
Dilakukan

uji

kualitatif

adalah

uji

nessler.

dengan

cara

sampel

dimasukkan ke dalam tabung reaksi,

cahaya
kromofor

menggunakan

mempunyai

yang
pada

dapat

daerah

yang

gugus

menyerap
uv,

pada

gugus

senyawa

kloramfenikol adalah gugus benzen


(ikatan

rangkap

terjonjugasi).

Pertama tentukan terlebih dahulu

panjang gelombang maksimun dari

Selanjutnya

dilakukan

kloramfenikol dengan cara membuat

pembuatan

larutan

dengan

kloramfenikol dengan menimbang

untuk

100 mg kloramfenikol dan dilarutkan

kloramfenikol

sampel

konsentrasi

10

menentukan

panjang

gelombang

dengan 50 ml etanol. Kemudian

maksimum.

Panjang

gelombang

diencerkan

hingga

maksimum ini akan dibuat sebagai

konsentrasi

sebanyak

acuan

Kemudian

untuk

ppm

larutan

penentuan

kloramfenikol.

Dan

kadar

diukur

didapatkan
20

ppm.

absorbansinya

didapatkan

pada panjang gelombang 279 nm.

panjang gelombang maksimum dari

Hasil absorbansi dimasukkan ke

kloramfenikol adalah 279 nm.

dalam persamaan dan didapatkan


kadar bahan baku kloramfenikol
adalah 82,86%. Kadar ini tidak

Metode yang digunakan pada

memenuhi standar. Ini dikarenakan

penentuan kemurnian adalah metode

konsentrasi

kurva kalibrasi, yang mana dibuat

akurat, pelarut yang terkontaminasi

terlebih dahulu deret standar pada

sehingga mengganggu pembacaan

konsentrasi yaitu 8,12, 16, 20, dan 24

absorbansi sampel.

ppm

kemudian dibuat kurva yang

menunjukan

hubungan

konsentrasi

vs

Persamaan

yang

antara

absorbansi.
didapat

adalah

yaitu y = 0,029x-0,036 dan nilai


regresi liniernya 0,64. Nilai regresi
ini merupakan nilai regresi

yang

tidak linier, karena nilainya jauh dari


1. Ini dikarenakan konsentrasi yang
tidak

tepat,

penentuan

panjang

gelombang maksimum yang tidak


akurat, dan pelarut etanol yang sudah
terkontaminasi zat lain.

larutan

yang kurang

Selanjutnya uji

Penentuan

kadar kloramfenikol dalam bentuk


krim .Pertama adalah menentukan
kurva

kalibrasi

dengan

variasi

konsentrasi, yaitu 5 ppm, 10 ppm, 15


ppm,

20

ppm,

dan

Kemudian
absorbansinya

25

ppm.

ditentukkan
pada

panjang

gelombang maksimum yang telah


ditentukan.

Dan

dihasilkan

persamaan kurva kalibrasi adalah y =


0,0266x + 0,148 dan nilai regresi

liniernya adalah 0,99667. Nilai ini

dimasukkan

merupakan nilai yang mendekati 1,

kurva kalibrasi dan didaptkan kadar

sehingga persamaan ini merupakan

zat

persamaan

sediaan

yang

valid

untuk

aktif

kedalam

persamaan

kloramfenikol

krim

sebanyak

dalam
0,733%.

penentuan kadar dari sampel krim.

Kadar ini tidak memenuhi data

Kemudian dengan cara yang sama

teoritis dari zat aktif kloramfenikol

dengan penentuan kemurnian pada

yang seharusnya mempunyai kadar

bahan baku, hanya saja pelarut yang

2% dalam 10 gram sediaan krim.

digunakan
preparasi

adalah
sampel

metanol
yang

dan

berbeda.

Pertama sampel krim ditimbang dan


dilarutkan dalam 50 mL metanol
kemudian

disonikasi.Sonikasi

bertujuan

untuk

mempercepat

pemisahan partikel dalam sampel,


dengan

cara

memecah

interaksi

antarmolekul sehingga kloramfenikol


dalam basisnya dapat cepat larut.
Setelah disonikasi, add hingga 100
mL

dan

kemudian

saring.

itu,

diambil 10 ml dan dilarutkan dalam


50 ml metanol hingga didapatkan
konsntrasi dari zat aktif, yaiu 20
ppm. Pada saat proses penyaringan,
alat gelas yang digunakan haruslah
kering

karena

mempengaruhi
aliquot.
absorbansinya

jika

tidak

akan

konsentrasi

dari

Didapatkan
pada

hasil
panjang

gelombang maksimal yang telah


ditentukan.

Nilai

absorbansi

Hal ini terjadi


kesalahan

prosedur

dikarenakan
pada

saat

formulasi sediaan krim. Pada saat


formulasi, sediaan krim mengalami
creaming pada bentuk sediaannya.
Untuk

mengtasai

ceraming

formulasi

saat

ditambahkan

TEA(TriEtanolAmine)

sebagai

surfaktan agar air dengan foaming


yang

terjadi

dapat

bercampur

sehingga sediaan krim dapat sesuai


dengan

teksturnya.

Penambahan

ini

menyebabkan

surfaktan

berkurangnya persentase kadar dari


bahan baku kloramfenikol dalam
sediaan

krim

penambahan

TEA

penambahan

bobot

sehingga

kadar

dikarenakan
menyebabkan
dari

krim

zat

aktif

kloramfenikol pun berubah dari yang


seharusnya.

V.

Ditjen POM.2000.Parameter Standar

Kesimpulan

1. Uji kualitatif kloramfenikol dapat


dilakukan dengan beberapa metode
diantaranya

uji

fujiwara,

uji

Umum

Ekstrak

Obat.Jakarta: Depkes RI
Musnelina,L.,A.F.Afdhal.,A.Gani.,P.

kelarutan, dan uji nessler.

Andayani.

2. Kadar air kloramfenikol sampel

EFEKTIVITAS

adalah

PENGOBATAN

0,175

%,

memenuhi

Tumbuhan

ANALISIS
BIAYA
DEMAM

persyaratan yang mengatakan kadar

TIFOID

air

MENGGUNAKAN

dari

dari

bahan

baku

ANAK

kloramfenikol tidak boleh melebihi

KLORAMFENIKOL

20 %.

SEFTRIAKSON DI RUMAH

3. Dari penentuan kurva kalibrasi di

SAKIT

dapat R2 = 0,9966, dan didapat

JAKARTA TAHUN 2001

persamaan y = 0,0266 x + 0,148.

2002.Makara

Dan dihasilkan kadar bahan baku

8(2):59-64

kloramfenikol sebesar 0,55782877


%.
4. Kadar bahan baku kloramfenikol
dalam sediaan krim adalah 0,733%
dan tidak sesuai dengan teoritis, yaitu
2%.

FATMAWATI

Kesehatan.Vol

Purwanto,A

dan

F.Ernawati.2012.METODE
SPEKTROFOTOMETRI UVVIS

UNTUK

KADAR

PENGUJIAN

SILIKA

NATRIUM

SEMINAR

PENELITIAN

DAN

PENGELOLAAN

Daftar Pustaka

PERANGKAT
RI.1995.Farmakope

Indonesia ed IV.Jakarta:Depkes RI
Depkes

DALAM

ZIRKONAT.

PROSIDING

Depkes

DAN

RI.Farmakope

Herbal

Indonesia ed 1.Jakarta:Depkes RI

NUKLIR.vol

1:56-62
Sumardjo,D.2009.Pengantar Kimia:
Buku

Panduan

Kuliah

Mahasiswa

Kedokteran

dan

Program Strata I.Jakarta:EGC


Susanti,M..,Isnaeni.,S.Poedjiarti.200
9.

Validasi

Bioautografi
Determinasi

Metode
untuk

Kloramfenikol.Journal
Kedoketeran

Indonesia.vol

1(1):15-24
Underwood,A.L.2002.Analisis
Kimia Kuantitatif.Jakarta:Erlangga