Anda di halaman 1dari 24

A.

Company Background
Rumah Makan Simpang Raya

Rumah Makan Simpang Raya, Bukittinggi berdiri pada tahun 1969. Rumah Makan
ini didirikan awalnya oleh tiga orang yang berprofesi sebagai pedagang, tukang
masak dan tukang belanja. Mereka mulai berbisnis dengan menyewa sebuah toko
dengan 18 orang karyawan. Saat ini rumah makan simpang raya dimiliki oleh 4
orang yang dikepalai oleh H.Basri .
Bisnis Rumah Makan ini menyediakan berbagai makanan dan minuman khas
minang. Makanan bisa berupa rendang, ayam pop, dendeng dan berbagai olahan
khas minang lainnya, minuman yang disediakan pun bervariasi seperti jus buah dan
es campur, terkadang mereka juga menyediakan roti bakar dan berbagai makanan
penutup lainya.
Rumah Makan ini berbisnis dengan menjual makanan dan minuman secara
langsung di restoran mereka, tetapi terkadang mereka juga menyediakan catering
bagi pelanggan yang mengadakan acara. Rumah Makan Simpang Raya memang
terkenal dengan rasa makanan nya yang khas jadi tidak heran kalau bisnis restoran
ini bisa mendapatkan laba yang cukup memuaskan dan mecapai target setiap
harinya. Di satu cabang saja restoran ini bisa mendapatkan laba kotor sebesar Rp
30 juta per harinya dengan jumlah karyawan 30 orang.
Dalam manajemen Rumah Makan Simpang Raya terdapat pembagian kerja
antara lain tukang masak, tukang sanduak (tukang saji), tukang aia, kasir, tukang
cuci piring, dan tukang antar.

B. Accounting Information System Implementation


Sistem Informasi Akuntansi di Rumah Makan Simpang Raya masih berbabis
manual. Data di input oleh bagian keuangan ke dalam computer secara manual,
kemudian data keuangan tersebut di simpan di dalam computer.

C. Report Generated
1

Laporan Keuangan Rumah Makan Simpang Raya disusun per 2 bulan.

D.Revenue cycle
i.

Revenue Processing Narration


Rumah

Makan

Simpang

melakukan penjualan harian

Raya

menambah

pendapatannya

dengan

dari pelanggan restoran yang dibayar secara

tunai, ada juga dengan menyediakan catering bagi pelanggan yang memesan
secara kredit.
Prosedur Penjualan Harian
Penjualan harian biasanya terjadi diawali dengan datangnya seorang atau
beberapa pelanggan ke restoran. Pelanggan yang datang langsung menuju
meja makan, pelanggan langsung memesan ke bagian tengah (pelayan),
kemudian bagian paluang(persediaan) menyiapkan makanan untuk pelanggan
yang datang, lalu bagian tengah langsung mengantarkan makanan yang telah
disiapkan itu ke meja pelanggan dan menghidangkannya. Setelah makanan
dimakan

oleh

menghitung

pelanggan,

makanan,

pelanggan

bagian

memanggil

tengah

mencatat

bagian

tengah

bon

penjualan

untuk
dan

memberikan bon penjualan makanan itu ke pelanggan.


Penerimaan Kas
Pelanggan memberikan bon penjualan yang telah dihitung kepada bagian
kasir untuk pembayaran, bagian kasir menerima bon penjualan dan kas dari
pelanggan, kemudian bagian kasir memberikan cap lunas pada bon penjualan,
memberikan satu salinan pada pelanggan, satu salinan untuk bagian keuangan
dan satu salinan disimpan untuk arsip kasir.Setiap harinya bagian keuangan
merecord jurnal penjualan dan mempostingnya ke buku besar per tutup buku
(dua bulanan). Setiap harinya bagian keuangan menghitung seluruh penjualan,
lalu menyetornya ke bank, menyimpan satu salinan slip setoran untuk bagian
keuangan dan satu salinan untuk bank.
Prosedur Penjualan Kredit (Catering)

Penjualan kredit terjadi ketika pelanggan memesan barang secara langsung


maupun telepon ke bagian kasir, bagian kasir mencatat pesanan penjualan,
lalu mengirimkan salinannya ke bagian dapur.Pelanggan juga langsung
membayar uang muka kepada bagian kasir pada hari pemesanan,bagian kasir
mencatat kredit dan salinan catatan kredit (bon) yang telah di bayar DP-nya
diserahkan satu salinan untuk pelanggan, satu untuk bagian tengah untuk
penagihan dan satu lagi disimpan di arsip kasir. Bagian dapur memproses
bahan baku menjadi bahan jadi sesuai pesanan pelanggan, pesanan tersebut
diserahkan kepada bagian tengah, bagian tengah mengirim pesanan tersebut
ke pelanggan serta menyerahkan tagihan bon.
Penerimaan Kas
Pelanggan yang telah menerima kiriman pesanan kemudian membayar sisa
utang secara langsung kepada bagian tengahsesuai dengan catatan bon,
kemudian bagian tengah menandatangani bon yang telah lunas, memberikan
satu

salinan

pada

pelanggan

dan

menyimpannya

satu

salinan

untuk

diserahkan ke bagain kasir.Bagian tengah memberikan bon beserta kas kepada


bagian kasir, bagian kasir mencap lunas pada catatan bon dan menerima kas,
kemudian setiap harinyamenyerahkan kas dan rangkap catatan penjualan
kepada bagian keuangan.Bagian keuangan mencek kas apakah sesuai dengan
catatan penjualan, kemudian bagian keuangan merecord jurnal piutang
dagang dan penjualan lalu mempostingnya ke buku besar.

ii.

DFD for the Revenue Processing

Proses Penjualan Tunai


Pesanan pelanggan

1
Ambil pesanan pelanggan

Pelanggan

Info penjualan

Info penjualan

2
Dapur

Barang

3
Bagian tengah

4
Menyajikan makanan
Barang

Permintaan
kredit
Mencatat
kredit & menerima 6
pembayaran DP
Pesanan pelanggan

Tagihan pelanggan

Pelanggan

Tagihan
Record
kredit
& bon pembayaran
Menghitung
makanan
Bon penjualan

1
Info penjualan
Ambil
pesanan
pelanggan
informasi penjualan

Jurnal penjualan

Kredit disetujui

7
Kasir

Membayar tagihan

Proses Penjualan Kredit

7
6
Perbararui
record
Tagih pelanggan
Bon penjualan lunas piutang dagang

Informasi penjualan

Informasi penjualan

3
Bagian
dapur

Barang

Info penj.

4
Rangkuman
penjualan
Bagian tengah
8
Buku besar

Akun pengendali
Rangkuman penjualan

Kirim barang

5
Kirim barang

8
Buku besar
Informasi pengiriman

Tagihan pelanggan

iii.

Document Flowchart for the Revenue Processing


Proses Penjualan Tunai
Bagian tengah

Paluang

Kasir

Keuangan

Pelanggan

Catatan penjualan makanan


Catatan pembayaran (lunas)

Pesanan pelanggan

Pesanan pelanggan

Menerima pembayaran (kas)

Menyiapkan makanan

Menghitung penerimaan kas

Pesanan pelanggan

Pelanggan

Bon pembayaran DP

Bon pembayaran DP
Merecord jurnal
penjualan

mengantar makanan

Catatan pembayaran (lunas)

Pesanan pelanggan
Pesanan pelanggan yang telah disiapkan
Perbarui buku
besar

Mencatat penjualanmakanan

Menerima kas DP
Siapkan pesanan penjualan

Mencatat kredit & pembayaran DP

Bon
lunas
Laporan

file
Pelanggan

Mengirim pesanan pelanggan

Menerima kas DP
Menagih piutang

Bon pembayaran DP

Pelanggan

Bon pembayaran yang di TTD

Membuat
file
jurnal

File

Memperbarui bukubesar

Menerima kas

Bon TTD
Proses Penjualan
Kredit
Menerima kas

Menerima kas

Catatan penjualan makanan

Kasir

Dapur
C

Bon dicap lunas

Tengah

file

Keuangan
6

iv.

Internal Control Weaknesses

Pemisahan Tugas

Bagian-bagian yang bertugas di Rumah Makan Simpang Raya mempunyai


fungsi dan tanggung jawab yang merangkap, contohnya: pengendalian
persediaan dan yang mempunyai tanggung jawab terhadap gudang adalah
bagian yang sama yaitu bagian dapur, dan bagian keuangan bertanggung
jawab atas seluruh pencatatan transaksi, buku besar dan penerimaan kas.
Jadi, tidak ada pemisahan tugas yang signifikan dalam beberapa bagian
manajemen Rumah Makan Simpang Raya.

Supervisi
Bagian-bagian di manajemen Rumah Makan Simpang Raya mempunyai
bagian yang terbatas, hal ini memngakibatkan fungsi dari manajemen restoran
dilakukan secara merangkap dan manajemen tidak terstruktur dengan
baik.Dengan tidak adanya supervisordi restoran yang mengamati proses
penjualan dapat memperbesar kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh
pihak-pihak yang berkepentingan.

Pengendalian akses
Tidak ada pengendalian akses persediaan,

bisa saja terjadi kecurangan

seperti hilangnya beberapa persediaan di gudang yang dilakukan oleh bagian


dapur yang mempunyai akses penuh terhadap persediaan. Tidak adanya
pengendalian akses dokumen pada bagian keuangan dapat memperbesar
kemungkinan kecurangan yang terjadi pada penjualan, penggelapan uang kas,
piutang dagang ataupun pengiriman barang.

Verifikasi independen
Terdapat beberapa verifikasi independen didalam manajemen restoran
tetapi tidak sepenuhnya, misal ketika barang dikirim tidak ada pengecekan
apakah barang yang dikirim sudah sesuai dengan pesanan, namun pada saat
penagihan ada pengecekan apakah jumlah tagihan cocok dengan barang yang
dikirim.

v.

Suggestion to Improve the weaknesses


1. Rumah Makan Simpang Raya sebaiknya membuat sistem manajemen yang
lebih

terstruktur

dengan

baik

dan

lengkap,

contohnya

pegawai

yang

bertanggung jawab untuk dapur dan gudang adalah orang yang berbeda
8

sehingga sistem pengendalian persediaan bisa lebih ditingkatkan dan dapat


mengurangi kecurangan yang bisa dilakukan oleh bagian gudang.
2. Menambah personil yang bertanggung jawab pada bagian keuangan, misalnya
dengan membagi wewenang atas pencatatan transaksi penjualan dan
penerimaan

kas,

sehingga

kecurangan

yang

terjadi

dapat

ditekan.

Pengendalian akses dokumen juga bisa lebih meningkat.


3. Rumah Makan Simpang Raya harus mempunyai seorang supervisor, karena
supervisor bisa memantau segala kejadian yang melenceng

dari proses

penjualan seharusnya. Banyak pelanggan yang hanya makan dan tidak


membayar, hal ini dapat di kurangi dengan adanya supervisor yang memantau
kegiatan.
4. Verifikasi Independen harus lebih ditingkatkan lagi, karena pengecekan di
setiap proses memang harus dilakukan untuk kelancaran penjualan dan untuk
meningkatkan ke professionalitasan restoran.

E. Expenditure Processing Cycle


i.

Expenditure Processing Narration


Prosedur Pembelian
Rumah makan Simpang Raya biasanya akan mengecek persediaan per
hari, seperti daging, sayur sayuran biasanya dipesan setiap hari, beras per
minggu. Persediaan akan dipesan kembali setelah pengecekan persediaan di
gudang bersisa sepertiga. Pengecekan persediaan biasanya dilakukan oleh
petugas bagian dapur.Rumah makan Simpang Raya biasanya memesan
persediaan dari langganan, seperti bawang dari alahan panjang, daging dari
pasar bawah, dan beras dari solok.
Bagian

dapur

melaporkan

kekurangan

persediaan

kepada

pembelian & penerimaan, dan bagian pembelian & penerimaan

bagian

membuat

permintaan pembelian dan mengirim pesanan pembelian kepada pemasok,


lalu

catatan

pembeliaan

tersebut

disimpan

oleh

bagian

pembelian

&

penerimaan dan salinannya diberikan kepada bagian keuangan dan bagian


dapur.
Setelah pesanan datang, bagian pembelian & penerimaan menerima nota
penerimaan barang dari pemasok.Setelah itu bagian dapur mengecek barang
9

di

gudang

dan

menyesuaikannya

dengan

nota

yang

diberikan

pemasok.Setelah dilakukan pengecekan bagian dapur memperbarui status


persediaan

dengan

memperbarui

buku

pembantu

persediaan,

dan

memberikan ringkasan akun ke bagian keuangan untuk dicatat di dalam buku


besar.Nota penerimaan barang dari pemasok disimpan oleh bagian pembelian
& penerimaan dan salinannya diberikan ke bagian dapur dan bagian
keuangan.Setelah itu bagian keuangan memperbarui buku besar pembantu
utang usaha dan mencatat transaksi tersebut dalam jurnal pembelian.
Pengeluaran Kas
Bagian keuangan

mengecek

utang

usaha

untuk

melihat

berbagai

kewajiban yang telah jatuh tempo.Setelah menemukan utang usaha yang


harus dibayar, bagian keuangan memperbarui buku besar pembantu utang
usaha dan membayar utang usaha tersebut kepada pemasok.Lalu pemasok
memberikan tanda lunas (stempel lunas) pada bukti pembayaran.Setelah itu
bagian keuangan memperbarui buku besar.

10

ii.

DFD for the Expenditure Processing


DFD Sistem Pembelian
Catatan utang usaha

Catatan persediaan

4
Cek barang
1
Pengecekan persediaan barang

6
Buku besar

Utang usaha

Nota penerimaan

Tinjauan catatan utang usaha


Kebutuhan pembelian

Bukukan

Catatan pembelian

Utang
usaha

5
3
Pembayaran
2 Informasi penerimaan
Perbarui catatan persediaan
Pembayaran
Terima barang
Pengeluaran kas

2
1 pembelian
Order

Perbarui utang usaha

Pemasok

Bukti pembayaran

Faktur pembelian

Order
pembelian

DFD Sistem Pengeluaran

barang

Pemasok

Gudang

Catatan persediaan

Barang

3
Perbarui buku besar
Ringkasan informas

Ringkasan informas

11

Bagian Dapur

Persediaan

Bagian Pembelian & penerimaan

laporan persediaan

Permintaan pembeliaan

Nota penerimaan
Permintaan pembelian

Document Flowchart for the Expenditure Processing


Flowchart Sistem Pembelian

mengecek persediaan

iii.

laporan persediaan

Permintaan pembeliaan

Pemasok

nota penerimaan

Memperbaruibuku pembantu utang usaha

Jurnal pembelian

Bagian Keuangan

Ringkasan

Buku besar

laporan persediaan

Nota penerimaan
file

Mempebarui buku pembantu persediaan

Menyesuaikan nota dengan barang

12
laporan persediaan
laporan persediaan

13

Flowchart Sistem Pengeluaran


Bagian keuangan

Utang usaha

Buku besar pembantu utang usaha


Buku besar pembantu
Buku besar pembantu
utang usaha

Tinjau utang usaha


Bayar utang usaha
Pemasok

Bukti pembayaran

iv.

Buku besar

Internal Control Weaknesses


1. Pada rumah makan Simpang Raya tidak ada pemisahan antara bagian
akuntansi dan bagian keuangan. Semua urusan keuangan dan akuntansi
File

hanya diurus oleh satu bagian saja yaitu bagian keuangan. Hal ini dapat
menyebabkan validasi pengeluaran kas yang lemah. Bisa saja terjadi
penyalahgunaan kas dengan mengganti angka pengeluaran kas pada buku
jurnal, hal ini dapat mengakibatkan jumlah kas yang keluar menjadi lebih
banyak atau lebih sedikit dibandingkan jumlah yang seharusnya. Denngan
adanya rangkap jabatan antara bagian akuntansi dan bagian keuangan ini,
maka penyalahgunaan kas mudah terjadi.
2. Pengecekan barang dari pemasok dan pembaruan satus persediaan
dilakukan oleh orang yang sama. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya
14

penyelundupan barang. Bisa saja jumlah barang yang ada di gudang


berbeda dengan jumlah yang dicatat dalam laporan persediaan
v.

Suggestions to improve the weaknesses


1. Sebaiknya ada pemisahan antara bagian akuntansi dan bagian keuangan,
seperti adanya pemisahan fungsi antara fungsi hutang usaha, fungsi buku
besar, dan fungsi pengeluaran kas. Sebaiknya bagian ini diurus oleh
karyawan yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya
kecurangan.
2. Sebaiknya pengecekan

barang

dan

pembaruan

status

persediaan

dilakukan oleh karyawan yang berbeda.


3. Perusahaan harus membuat peraturan dan memberikan sanksi yang ketat
terhadap karyawan yang melakukan pelanggaran atau kecurangan.

F. Payroll Processing Cycle


i.

Payroll Processing Narration


Rumah makan Simpang Raya ini menerapkan sistem bagi hasil, dan
dikelola dengan pendekatan budaya Minangkabau yang demokratis.Ini sesuai
dengan pepatah Minang barek samo dipikua dan ringan samo dijinjiang (pemilik
dan karyawan sama-sama menanggung risiko atas naik dan turunnya laba).
Setelah 2 bulan atau 60 hari dilakukan hitungan besar (baretong) untuk
menentukan laba yang diperoleh. Setelah omset diketahui, kemudian dipotong
untuk pengeluaran harian, sewa tempat, penggantian peralatan yang rusak,
serta biaya operasional sehingga akan diperoleh laba bersih. Dari laba bersih ini
selanjutnya dilakukan pembagian hasil. Biasanya pemilik modal akan mendapat
bagian 35% dari keuntungan bersih dan 65 % untuk karyawan. Dari bagian laba
yg 65% ini tim pengelola akan membaginya yg dikenal dengan istilah mato atau
persentase Persentase yang paling besar didapat oleh tukang masak yaitu 25%,
toke 20%, tukang sanduak atau yang dietalase 15%, bagian tengah 15%, cuci
15%, serta kasir 10 %.
Rincian prosedur penggajian di Rumah Makan Simpang Raya adalah sebagai
berikut:
1

Prosedur penyerahan absen


15

Karyawan yang masuk dan pulang kerja setiap hari di absen oleh
kasir.menggunakan kartu absen. Setiap harinya, karyawan istirahat pukul 16.00
atau pukul 17.00 selama 1 jam yang dibagi berdasarkan sift-sift tertentu.
Libur karyawan 5 hari dalam 2 bulan atau sekali dalam 2 minggu. Kartu absen
tersebut dikumpulkan setiap dua bulan oleh kasir ke bagian kantor (keuangan)
untuk direkap dan kemudian diarsipkan.
2

Prosedur penghitungan gaji


Penghitungan gaji bruto karyawan dilakukan oleh bagian keuangan dengan

membaca atau melihat arsip rekapitulasi absensi karyawan dan arsip over time.
Setelah gaji bruto dihitung, bagian keuangan melihat ke arsip kasbon karyawan
untuk menghitung gaji bersih sehingga didapatkan take home pay. Kemudian
total gaji

dibuat rekapitulasinya oleh bagian keuangan dan selanjutnya

meminta persetujuan ke direktur (induak samang). Dari persetujuan direktur,


rekapitulasi dikembalikan ke bagian keuangan untuk diarsipkan termasuk datadata gaji karyawan.

Prosedur Pembayaran Gaji


Berdasarkan arsip rekapitulasi gaji yang telah disetujui oleh direktur, bagian

keuangan membayar gaji kepada karyawan dengan memberikan slip gaji


karyawan. Slip gaji tersebut berisi rincian detail gaji yang diterima karyawan
yang bersangkutan dan bagian keuangan juga memberikan tanda terima gaji
karyawan untuk ditandatangani sebagai bukti pembayaran dan setelah ditanda
tangani, tanda terima tersebut diarsipkan.
4

Prosedur Laporan Gaji


Selanjutnya

setelah

semua

prosedur

selesai,

maka

bagian

keuangan

membuat laporan gaji dengan melihat ke arsip gaji dan arsip tanda terima yang
sudah ditandatangani oleh karyawan dan ditujukan kepada direktur sedangkan
copy-nya di arsipkan.

16

iii.

DFD for the Payroll Processing

Arsip kartu absen

Menandatangani absen

Karyawan

1
Penyerahan absen

Arsip rekap absen

Daftar karyawan

Perhitungan gaji
Kasbon karyawan

Rekap absen
Permintaan persetujuan gaji

Direktur

Disetujui
Indeks mato

Arsip gaji karyawan

Gaji dibayarkan

iv.

Arsip rekapitulasi gaji

3
Pembayaran gaji

Document Flowchart for the Payroll Processing

Karyawan

Kasir

Keuangan

Direktur

Informasi pembayaran gaji

4
4
Pembuatan jurnal Pembuatan laporan

Arsip laporan keuangan

17

Daftar gaji

Merecord jurnal

Buku besar

Laporan

Bukti Kas Keluar

v.

Internal Control Weaknesses


18

Karyawan

1. Otorisasi Transaksi
Rumah Makan Simpang Raya memberikan tanggung jawab kepada kasir
untuk mengidentifikasi otorisasi karyawan. Kartu absen dan kartu overtime
yang disimpan oleh kasir dapat mencegah penipuan yang mungkin dilakukan
karyawan dibanding bila karyawan mengisinya sendiri.namun dengan jumlah
karyawan yang cukup banyak bisa saja terjadi salah perhitungan absensi
karyawan sehingga akan berdampak pada salah perhitungan gaji.
2. Pemisahan Tugas
Bagian-bagian yang bertugas di Rumah Makan Simpang Raya mempunyai
fungsi

dan

tanggung

jawab

yang

rangkap,

contohnya:

bagian

kasir

bertanggung jawab untuk memberikan informasi rekap absen serta tarif


1 harusnya bisa dialihkan jika di rumah
pembayaran setiap karyawan yang
makan ini juga terdapat departemen yang khusus mengurusi karyawan yaitu
departemen personalia. Selain itu, karyawan bagian tengah juga merangkap
tugas untuk mengantarkan pesanan pelanggan keberbagai

tempat. Jadi,

tidak ada pemisahan tugas secara jelas dan terstruktur dalam manajemen
Rumah Makan Simpang Raya.
3. Supervisi
Daftar gaji yang sudah disetujui
Tidak ada supervisor yang khusus bertugas mengamati kehadiran dan
kinerja karyawan secara aktual setiap hari, sehingga terkadang karyawan
bisa saja datang terlambat atau keluar dan masuk secara bebas. Namun,
setiap 60 hari dilakukan evaluasi kinerja dari setiap karyawan dimana setiap
karyawan bebas mengemukakan pendapatnya apa yang memuaskan dan
yang tidak memuaskan dari kinerja setiap karyawan. Karena itu biasanya
sering terjadi pergantian karyawan yang malas atau kasir yang tidak
jujur.Dan keputusan ini diambil bersama, tidak semata-mata ditentukan oleh
seorang supervisor atau pemilik modal.
4. Pengendalian Akses
Tidak ada pengendalian atas akses ke dokumen sumber dan catatan dalam
Daftar gaji yang sudah disetujui

sistem pembayaran sehingga kasir yang tidak jujur bisa saja bekerja sama
dengan karyawan untuk memalsukan jumlah hari kerja melebihi kartu absen

sehingga dapat menggelapkan uang kas.


5. Verifikasi Independen
Kasir yang bertanggung jawab untuk memverifikasi eksistensi para
karyawan bisa saja terlibat dalam penipuan penggajian dengan berpura-pura
mendistribusikan pembayaran gaji ke karyawan yang sebenarnya tidak ada.

19

vi.

Suggestions to improve the weaknesses


1. Rumah Makan Simpang Raya sebaiknya mulai menerapkan sistem
penggajian secara terkomputerisasi sehingga masalah yang dihadapi
rumah makan ini dalam sistem penggajian secara manual dapat dikurangi.
Misalnya untuk mengurangi masalah absensi karyawan, sebaiknya rumah
makan ini mengganti sistem absensi yang awalnya menggunakan kartu
absen menjadi sistem finger print.
2. Untuk mengurangi tugas rangkap pada karyawan, Rumah Makan ini bisa
menambah jumlah karyawan atau jumlah departemen yang terlibat sesuai
dengan kebutuhan sehingga tingkat kecurangan

atau kesalahan yang

terjadi bisa diminimalisir.

G.Fixed Asset Processing Cycle


i Fixed
Asset
Daftar
gajiProcessing Narration
Aktiva tetap di rumah makan ini seperti; peralatan memasak, meja, kursi,
paluang, kendaraandan lai-lain.
Bagian pembelian memesan aktiva tetap kepemasok ,otorisasi pembayaran
dikirim kebagian keuangan untuk meminta pembayaran. Tanpa melihat apapun
bagian keuangan membayar atas pembelian aktiva tetap kepemasok.setelah
membayar bagian penggeluaran menerima faktur pemasok dari pemasok .bagian
keuangan menyimpan dan membukukan cek atas pembelian aktiva tetap
tersebut.bagian penerimaan menerima aktiva tetap yang telah dibayar dan
Rekap daftar hadir

mengirimkannya ke departemen yang membutuhkan.setelah diterima bagian


penerimaan melaporkan kebagian akuntansi aktiva tetap.
Penentuan nilai ekonomisnya tidak diperhitungkan.disini aktiva tetap diganti
sesuai dengan keinginan dan mendapat persetujuan atas layak atau tidak
layak.diganti atau tidak diganti aktiva tersebut.jika ada aktiva tetap yang akan
diganti,departemen pengguna harus meminta atas pengahapusan . hal tersebut
dilaporkan ke akuntansi aktiva tetap.jiak setuju maka aktiva tersebut dihapuskan.
Jika aktiva tersebut tidak layak pakai aktiva tersebut dimasukkan kegudang
,tetapi jika masih layak di berikan kepada karyawan.

20

ii DFD for the Fixed Asset Processing


Otorisasi pembayaran

Departemen pengguna
3
Pengeluaran kas

bukukan

Pesanan pembelian

Daftar cek

1
pembelian

Pemasok
Faktur pemasok

2
Penerimaan

Laporan penerimaan
4

6
Gudang

Akuntansi aktiva tetap

Tidak layak pakai

Laporan penghapusan

Departemen pengguna
Permintaan penghapusan

Departemen pengguna

5
Otorisasi

Masih layak pakai

Proses penghapusan

Persetujuan penghapusan

Karyawan

iii Document Flowchart for the Fixed Asset Processing


Departemen pemprosesan data

Departemen aktiva tetap

21

Prosedur akuisisi aktiva

Prosedur penerimaan

Pengeluaran kas

peerimaan
File aktiva tetap
Laporan rekonsiliasi
Bukti pengeluaran

Laporan aktiva tetap


Prosedur
pemeliharaan
aktiva

File aktiva tetap

Departemen pengguna

Perbarui penghapusan

perubahan

Prosedur
penghapusan aktiva
Laporan depresiasi aktiva tetap

File aktiva tetap

peerimaan

Laporan depresiasi aktiva tetap


Hapus aktiva dari file

laporan

22

Kasir

iv.

Internal Control Weaknesses


1. Pengendalian otorisasi
Permintaan secara lisan dan tertulis dari departemen pengguna dan
mengevaluasi biaya dan manfaatnya.tetapi tidak terlalu diperhatikan
bagian keuangan.
2. Pengendalian supervise
Aktiva

ini

pengeluaran

rentan

terhadap

diserahkan

kecurangan

kebagian

keuangan

karena
saja

semua
.dan

tentang

tidak

ada

pengawasan terhadap pengeluaran.

v.

Suggestions to improve the weaknesses


1. Seharusnya adanya pengawasan terhadap bagian keuangan untuk
menghindari kecurangan.
2. Salinan cek harus ada, tidak hanya satu cek saja yang disimpan oleh
bagian keuangan.
3. Bukti penerimaan oleh karyawan harus ada. Hal ini membuktikan

BKK dan kasbon

bahwa barang tersebut telah diterima oleh karyawan.


4. Menentukan nilai ekonomis barang agar pengeluaran setiap periode
sudah tetap.

H.Conclusion
I. References
J. Appendices

23

Membuat daftar penerimaan gaji karyawan & slip penggajian

24