Anda di halaman 1dari 3

MANAJEMEN ARRIF

Manajemen ARRIF merupakan model manajemen yang bernuansa peran


serta masyarakat. ARRIF merupakan singkatan dari Analisis, Rumusan, Rencana,
Intervensi, dan Forum komunikasi. Penjelasan lebih lanjut tentang ARRIF adalah
sebagai berikut:
ANALISIS
Analisis Situasi/Analisis Keterjangkauan
Analisis situasi pada dasarnya menganalisis keadaan yang dicapai saat
itu secara kasar untuk melihat wilayah/kelompok mana yang sudah diliput
dan wilayah/kelompok mana yang belum diliput. Analisis situasi dapat
dilakukan dengan mengumpulkan data UKBM (Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat) dengan menggunakan format data dasar
perkembangan peran serta masyarakat.
Analisis Tingkat Perkembangan/ Stratifikasi
Selanjutnya dapat dilakukan analisis tingkat perkembangan dari
masing-masing bentuk UKBM dengan berdasarkan indikator yang telah
ditentukan untuk menentukan tingkatan perkembangan UKBM tersebut.
Analisis Kasus
Analisis mendalam terhadap masing-masing UKBM dengan
mempelajari sistem informasi UKBM yang bersangkutan serta informasi
pendukung lainnya.
Analisis Sumber Daya
Analisis ini meliputi:
Analisis sumber daya manusia, seperti jumlah dan kualitas
tenaga yang dimiliki.
Analisis sumber dana
Analisis peralatan, seperti ketersediaan dan kondisi alat.
Analisis potensi pengembangan, meliputi community
knowledge, community technology, and community system.
Analisis sumber daya dilakukan membuat rencana ususlan kegiatan
(RUK) dan rencana pelaksanaan kegiatan (RPK) atau Plan of Action
(POA)
RUMUSAN
Rumusan Masalah
Diperlukan agar dapat ditentukan tujuan yang akan dicapai. Rumusan
masalah mencangkup:
Masalah Keterjangkauan, kesenjangan antara unit
kelompok/wilayah yang seharusnya dijangkau dengan yang
secara nyata terjangkau.
Masalah tingkat perkembangan, kesenjangan antara tingkat
perkembangan yang diharapkan dengan perkembangan saat ini.
Rumusan Tujuan

Merupakan jawaban dari permasalahan. Rumusan tujuan tergantung


pada sumber daya yang dimiliki. Dikelompokkan menjadi:
Rumusan tujuan untuk meningkatkan keterjangkauan, rumusan
tujuan merupakan pernyataan untuk menutup gap atau
kesenjangan yang dinyatakan oleh rumusan masalah.
Rumusan tujuan untuk meningkatkan tingkat perkembangan,
berfungsi menutup kesenjangan dalam hal kualitas UKBM.
Rumusan Intervensi
Berisi alternatif untuk mencapai tujuan. Dilakukan dengan langkah:
Mengembangkan berbagai alternatif intervensi yang mungkin
dilakukan.
Membandingkan baik-buruk tiap alternatif.
Menentukan alternatif terpilih, yang mudah dilaksanakan,
efektif, dan efisien.

RENCANA
Rencana Usulan Kegiatan
Rencana usulan kegiatan dibuat lalu diteruskan ke tingkat administrasi di
atasnya untuk diolah menjadi Daftar Usulan Proyek (DUP) untuh tahun yang
akan datang yang secara proporsional dibagi dan disampaikan kepada
Pemerintah Pusat, Propinsi , dan Kabupaten/Kota untuk APBN, APBD I, dan
APBD II.
Rencana usulan kegiatan yang disusun berdasarkan rentetan analisis,
rumusan masalah, tujuan dan intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan
kualitas usulan kegiatan, sehingga DUP ini yang dihasilkan juga meningkat
kualitasnya.
Rencana Pelaksanaan Kegiatan
Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) atau lebih dikenal dengan Plan
of Action (POA), biasanya dilakukan setelah setelah paket anggaran proyek
diturunkan, yaitu pada awal tahun anggaran (April-Mei).
INTERVENSI
Merupakan implementasi dari rangkaian proses yang panjang, dan
saat analisis, dicairkannya dana, DIP/DIPDA sampai pembuatan RPK. Pada
perumusan intervensi diperlukan kejelian dan konsep program yang
gambling, pada pelaksanaannya diperlukan kemampuan pendekatan
kemasyarakatan dan kemampuan melakukan hubungan antar manusia yang
luwes.

FORUM KOMUNIKASI
Pemantauan
Pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara,
antara lain :
Supervisi dan bimbingan teknis
Analisis dan pelaporan yang masuk

Hasil supervisi dan analisis dari pelaporan tersebut dibahas dalam forum
komunikasi.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada awal tahun kalender di tingkat desa, kemudian
di bulan berikutnya di tingkat Puskesmas dan sekitar bulan maret-april
sampai di tingkat kabupaten. Siklus ini berlangsung tiap tahun, sehingga
secara teratur kita sebagain pengelola program PSM mendapatkan informasi
tentang jumlah dan tingkat perkembangan berbagai jenis UKBM.