Anda di halaman 1dari 5

Logam dan logam campuran memiliki banyak kegunaan dalam kedokteran gigi.

Loigam campuran biasanya digunakan untuk konstruksi instrumen dan kawat


untuk ortodontik. Emas campuran dan logam campuran yang mengandung
kromium digunakan untuk membuat mahkota, inlays dan basis gigi tiruan
sementara amalgam gigi, merupakan logam campuran mengandung merkuri
yang merupakan bahan tambal gigi paling sering di temui.
Pembentukan logam dan logam campuran untuk digunakan pada gigi dapat
dicapai dengan salah satu dari tiga metode, yaitu, casting, Pengerjaan dingin
(cold working) atau amalgamasi. Casting melibatkan pemanasan material
sampai menjadi cair, sehingga bisa dibentuk menjadi cetakan investmen yang
telah disiapkan dari pola lilin. Pengerjaan dingin melibatkan mekanik membentuk
logam pada suhu relatif rendah, mengambil keuntungan dari nilai-nilai yang
tinggi daktilitas dan kelenturan yang dimiliki oleh banyak logam. Beberapa
paduan logam dapat dicampur dengan merkuri untuk membentuk massa plastik
yang secara bertahap mengeras oleh reaksi kimia diikuti dengan kristalisasi.
Materi yang dibentuk kedalam kavitas gigi rongga sementara masih dalam
keadaan plastik. Teknik spesifik ini membentuk dengan penggabungan dibagikan
dengan secara rinci dalam bab yang ditujukan untuk dental amalgam.
Struktur dan sifat dari logam
Struktur kristal
Logam biasanya memiliki struktur kristal dalam keadaan solid. Ketika logam atau
logam campuran yang meleleh didinginkan, proses kation solidifi adalah salah
satu kristalisasi dan dimulai di daerah spesifik disebut inti. Inti umumnya
terbentuk dari impuritas dalam massa cair logam (Gambar. 6.1a). Kristal tumbuh
berupa dendrit atau spherulites, yang dapat digambarkan sebagai tiga dimensi,
struktur yang berasal dari pusat inti (Gambar. 6.1b). Kristal bertumbuh terus
sampai semua materi ter solidifikasi dan semua kristal dendrit atau kristal
spherical berkontak (Gambar. 6.1c). Setiap kristal dikenal sebagai biji / grain dan
daerah diantara dua buah biji / grain dalam kontak disebut batas grain.
Setelah krstalisasi, biji-bijian memiliki dimensi kurang lebih yang sama dalam
setiap arah, yang diukur dari inti pusat. Dalam hal ini kristal-kristal yang ada
tidak berbentuk sepenuhnya bulat atau kotak juga tidak sesuai dengan setiap
bentuk geometris lainnya. Atom dalam setiap biji teratur dalam 3 dimensi yang
saling berikatan. Terdapat beberapa kemungkinan dari pembentukan biji ini yaitu
pusat yang berada di tengah badan biji dan pusat yang berada di permukaan biji.
(Gambar 6.2)
Susunan ini diadopsi dari salah satu kristal tergantung pada faktor spesifik
seperti jari-jari atom dan distribusi tenaga dari atom. Kristalisasi pada umumnya
menuju ke struktur kristal yang sempurna tetapi cacat dapat terjadi sesekali.
Seperti yang digambarkan secara dua dimensi pada gambar 6.3. Cacat tersebut
biasanya disebut dislokasi dari kristal dan berpengaruh terhadap daktilitas logam
atau logam campuran. Pemberian tegangan stress yang lebih besar dari yield
stress akan menyebakan perubahan bentuk secara permanan dari material
tersebut. Keadaan ini bisa menjadi kerugian atau kelebihan, seperti dalam
pembuatan kabel. Batas dari bijian membentuk penghalang alami untuk

mencegah dislokasi. Logam dengan struktur biji halus umumnya lebih keras dan
memiliki nilai yang lebih tinggi dalam yield stress dibandingkan dengan struktur
dengan biji kasar. Oleh karena itu sifat material dapat dikontrol sampai batas
tertentu dengan mengatur ukuran biji. Struktur dengan biji halus dapat dicapai
dengan pendinginan yang cepat dari logam atau logam campuran yang mencair
pada pengecoran. Proses ini sering disebut dengan istilah quenching, dapat
menghasilkan banyak inti saat kristalisasi sehingga bijian kecil terbentuk lebih
banyak. Gambar 6.4A. Pendinginan yang lambat menyebabkan intik yang
terbentuk relatif sedikit yang akan menghasilkan ukuran biji lebih besar. Gambar
6.4B. Beberapa logam dan logam campuran dari awalnya memiliki struktur
dengan bii yang halus. Hal ini biasanya sebuah biji halus dari struktur dapat
dicapai dengan menambahkan metal yang sedang mencair dengan logam aditif
untuk memici pembentukan inti kristalisasi.

Gambar 6.1: Diagram yang menggambarkan kristalisasi logam (a) Dari inti, (b)
Berkembang dengan bentuk dentritik, (C) Untuk membentuk grains.

Gambar 6.2: Beberapa kemungkinan dari pembentukan atom dalam logam murni
dan logam campuran: (a) Berbentuk kubus; (B) inti yang berada pada permukaan
kubus; (C) inti yang berpusat pada badan kubus.

Gambar 6.3 (a) Gambaran sederhana dari sebuah ketidaksempurnaan dalam


struktur kristal. (b) Dibawah pengaruh tekanan yang cukup maka sehingga dapat
membuat urutan struktur kristal menjadi lebih semurna.
Cold Working
Pada bagian sebelnya telah disebutkan bahwa deformasi permanen berlangsung
pada aplikasi dari kekuatan tekan yang cukup tinggi, menyebabkan pergerakan
dislokasi di bidang yang diberikan gaya. Untuk sebuah gaya tarik ke derajat
maksimal ekstensi merupakan sebuah ukuran keuletan (ductility) dari loganm
maupun logam campuran. Applikasi gaya tekan Compressive ke derajat

maksimal dari tekanan merupakan sebuah ukuran dari sifat lunak (malleabiliy).
Perubahan bentuk ini terjadi ketika tegangan (stress) yang diberikan lebih besar
dari yield stress dengan suhu relatif rendah. Sifat material yang dirubah menjadi
lebih keras dan kuat dengan nilai yield stress lebih tinggi menyebabkan nilai
ductility or malleability berkurang sehingga potensi pengerjaan dingin cold
working berikutnya berkurang. Contoh dalam pengerjaan dingin (cold working)
dalam kedokteran gigi meliputi berikut ini; Pembentukan kawwat, dimana sebuah
logam campuran diberi gaya melewati serangkaian cetakan berbentuk bulatan
yang diameternya menurun secara bertahap. Dihasilkan biji dengan struktur
berserat (fibrous) yang menyebabkan sifat kenyal khusus dari sebagian besar
kabel. Pembengkokan kawat atau cengkram selama konstruksi dan perubahan
dari perangkat. Penempaan dari basis gigi tiruan stainless steel.
Logam dan logam campuran memiliki nilai terbatas pada daktilitas dan
maleabilitas menyebabkan terbatasnya dalam jumlah cold working yang dapat
dilakukan. Ketika cold working dilakukan diluar batas ini dapat mengakibatkan
fraktur. Keterbatasan ini harus diingat ketika melakukan perubahan dari
cengkram berkonstruksi logam campuran yang memiki daktilitas rendah. Cold
working dapat menyebabkan pembentikan internal stress pada benda logam.
Jika tekanan ini secara bertahap diredakan dapat menyebabkan distorsi sehingga
hilangnya fit, sebagai contoh perangkat orthodontik. Untuk logam dan logam
campuran tertentu dengan menggunakan perlakuan panas pada suhu rendah
dapat meredakan stress yang ada disebut juga stress relief annealing.
Perlakukan panas yang diberikan dibawah suhu rekristalisasi dan tidak
berpengaruh pada sifat mekanik tetapi mempertahankan biji dari struktur.

Struktur dan sifat dari logam campuran


Logam campuran merupakan campuran dari dua atau lebih jenis logam.
Campuran dari dua jenis logam disebut logam campuran biner, campuran dari
tiga jenis logam disebut logam campuran terner, dan sebagainya. Sistem dari
logam campuran merujuk pada komposisi dari logam campuran. Misalnya peraktembaga sistem yang mengacu pada logam campuran adalah komposisi antara
100% dan 100% tembaga. Dalam keadaan cair, logam biasanya menunjukan
kelarutan yang saling menguntungkan antara satu dengan lainnya. Ketika logam
cair campuran di dinginkan sampai dibawah titik leleh satu dari empat hal dapat
terjadi.
1. Komponen logam mungkin tetap larut dengan membentuk larutan padat.
Larutan padat mungkin akan membentuk salah satu dari tiga bentuk.
Bentuk pertama berupa random solid solution (larutan padat yang acak)
dimana komponen tom logam menempati daerah secara acak dalam
kotak-kotak kristal. Kemungkinan lain adalah pembentukan ordered solid
suliton dimana komponen atom logam menempati lokasi tertentu dalam
kotak-kotak kristal. Jenis ketiga dari larutan padat adalah intersititial solid
solution dimana untuk logam campuran biner, tidak menempati di dalam
kotak-kotak kristal tetapi terletak di celahnya. Hal ini biasanya ditemukan
dimana jari-jari atom satu komponen lebih kecil dibandingkan dengan
yang lain. Larutan padat umumnya lebih keras, lebih kuat dan memiliki
nilai lebih tinggi dari batas elastisitas logam murni derivatnyas. Hal ini
menjelaskan mengapa logam murni jarang digunakan. Efek dari

penambahan kekerasan ini dikenal sebagai solusi untuk penambahan


kekerasan dimana fakta bahwa atom yang berbeda jari-jari atom dalam
membentuk kotak yang sama dan menambah resistensi mekanik dalam
pergerakan dislokasi disepanjang bidang yang menerima gaya.
2. Komponen dari logam berada dalam keadaan tidak bisa larut ketika
memasuki fase padat. Pemeriksaan dari logam campuran dua jenis logam,
A dan B, menunjukan kebiasaan dimana ada beberapa area yang hanya
mengandung logam murni A dan logam murni B. Tipe logam campuran
jenis ini biasanya sering terserang korosi.
3. Dua logam yang dicampur mungkin larut sebagian dalam keadaan padat
atau solid. Untuk logam A dan B terdapat dua fase ketika memasuki
keadaan padat atu solid. 1 fase terdiri dari solid solution logam B didalam
logam A, sementara di fase lainnya terdiri dari solid solution logam A di
dalam logam B. Terdapat batasan dimana solubilitas dari satu metal
dengan metal yang lainnya dilihat dari tipe bijiannya. Solubilitas
tergantung dari suhu yang diturunkan dimulai dari suhu leleh sampai
menurun ke suhu ruangan.
4. Jika dua logam menunjukan afinitas secara khusus dari logam satu ke
logam yang lain, mereka mungkin membentik intermetallic compounds
dengan formulasi kimia yang tepat, contohnya Ag3Sn. Karena mereka
memilki spesifik valensi sehingga mengurangi pembentukan yang tidak
sempurna dari kristal dan pontesi untuk bergerak dbidang permukaan
berkurang.
Kebanyakan logam campuran memiliki sifat masing masing secara spesifik
tergantung sistem yang dipertimbangkan. Ukuran dari biji logam campuran
dapat dikontrol dengan menurunkan rentang pendinginan dari titik leleh. Logam
campuran dapat bekerja secara maksimal dan dapat di rekristalisasi dengan
kondisi yang dibenarkan.