Anda di halaman 1dari 18

GAMETOGENESIS

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Struktur Perkembangan Hewan II


Yang dibina oleh bapak Abdul Ghofur

Oleh kelompok 1/off C


Nuzula Khoirun N

(140341604501)

Oki Osaka

(140341600030)

Qomaril Ulfa

(140341600722)

Yuliani

(110342406481)

Zosha afriani

(140341600396)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
2015

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
RUMUSAN
MASALAH
TUJUAN

BAB II
PENGERTIAN
GAMETOGENESIS
SPERMATOGENESIS
OOGENESIS
SIKLUS
REPRODUKSI
MACAM-MACAM
SEL TELUR
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
DAFTAR PUSTAKA

10

13

15

16

16

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Gametogenesis adalah proses pembentukan sel gamet, baik gamet jantan maupun betina.
Pembelahan sel pada gametogenesis terjadi secara meiosis. Setelah meiosis, terjadi pematangan
sel untuk menjadi sel gamet sesuai spesies makhluk hidup. Lazimnya poduk-poduk akhir
langsung dari meiosis tidak merupakan gamet atau spora yang telah berkembang sepenuhnya.
Biasanya ada suatu periode pematangan yang menyusul meiosis. Pada tumbuhan, dibutuhkan
satu atau beberapa pembelahan mitosis untuk menghasilkan spora-spora reproduktif, sedang
pada hewan produk-produk meiosis berkembang langsung menjadi gamet melalui pertumbuhan
dan/atau diferensiasi. Seluruh proses produksi gamet-gamet atau spora-spora matang dimana
pembelahan meiosis merupakan bagian penting, disebut gametogenesis.
Bila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru
melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam
proses reproduksi manusia menggunakan proses pembelahan meiosis. Seperti yang sudah kita
ketahui bersama bahwa mitosis menghasailkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis
dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang/ 46 kromosom, sedangkan pada
meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom.
Gametogenesis dibedakan menjadi 2, yaitu Spermatogenesis dan Oogenesis.
Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma atau sel gamet jantan didalam
alat kelamin jantan ( testis ), tepatnya berlangsung ditubulus seminiferus dan diatur oleh
hormone gonadotropin dan testosterone. Pada proses ini akan dihasilkan 4 sel spermatozoa, yang
masing masing bersifat haploid dan dilengkapi dengan bulu cambuk ( flagel ). Sedangkan
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel sel gamet betina ( ovum ) didalam ovarium
hewan. Pada hasil ini akan dihasilkan 4 sel telur tetapi hanya satu saja yang fungsional, sebab
selnya mengandung plasma dan inti yang berkromosom tunggal, sedangkan 3 sel telur lainnya
letal atau mengalami kematian sehingga tetap melekat pada salah satu kutub dan berubah
menjadi sel kutub ( polosit ).
RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.
5.

Apa pengertian dari gametogenesis pada hewan ?


Bagaimana proses spermatogenesis pada hewan ?
Bagaimana proses oogenesis pada hewan ?
Bagaimana siklus reproduksi pada hewan ?
Apa saja macam-macam telur pada hewan ?

TUJUAN
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui

pengertian dari gametogenesis pada hewan


proses spermatogenesis pada hewan
proses oogenesis pada hewan
siklus reproduksi pada hewan
macam-macam telur pada hewan

BAB II
PEMBAHASAN
Gametogenesis
Pengertian gametogenesis adalah proses pembentukan gamet (Sel Kelamin) yang terjadi
di organ pria maupun wanita. Gametogenesis berdasarkan jenis kelamin dapat dibagi dua, yaitu :
Spermatogenesis, yaitu suatu proses terjadinya pembentukan dan pematangan sel benih pria
(spermatozoa). Oogenesis, yaitu suatu proses terjadinya pembentukan dan pematangan sel benih
wanita (ovum). Proses Gametogenesis ini dimulai dari tingkat sel, dari sel yang bakal akan
menjadi sel benih untuk menjadi matang dan siap untuk dibuahi.
Fase-fase tadi disesuaikan berdasarkan kematangan sel bersangkutan.
Dalam perkembangannya, fase pematangan ini dibagi dalam 4 tingkatan. Yaitu :
- Fase I : Proliferasi
- Fase II : Pertumbuhan
- Fase III : Pematangan (Maturasi)
- Fase IV : Perubahan bentuk (Transformasi)

Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah menuju
sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung
secara berurtan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus semineferus dan diatur oleh hormon
gonadotropin dan testosteron. Stadium awal terdapat pada bagian tepi dari tubulus semineferus
dan secara progresif dengan stadium lanjut, sel-sel tersebut bergesar ke arah lumen.
Spermatogenesis dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
1. Perbanyakan secara mitosis
2. Meiosis
3. Spermiogenesis
4

Perbanaykan mitosis
Mitosis dari sel-sel pembentuk sperma berlangsung selama masa hidup . sel-sel yang
aktif membelah terdapat di dalam tubulus semineferus yang dikenal sebagai spermatogonia. Ada
2 kelompok spermatogonia, yaitu spermatogonia tipe A dan tipe B. Spermatogonia tipe A ada
yang tergolong sel gelap (tidak aktif membelah dan sebagai stem sel), dan ada yang tergolong sel
pucat (aktif membelah dan berasal dari sel gelap). Spermatogonium tipe B berasal dari tipe A
yang membelah dan meninggalkan kemampuan untuk membelah secara mitosis, untuk kemudian
menyelesaikan fase spermatogenesis.
Meiosis
Setelah menyelesaikan duplikasi DNA, spermatogonia B akan tumbuh menjadi
spermatosit primer dan siap untuk melakukan pembelahan meiosis. Setelah pembelahan meiosis
I, spermatosit primer membelah menjadi dua sel anak yaitu spermatosit sekunder. Kemudian
masing sel anak membelah lagi (meiosi II) menghasilkan 4 spermatid yang haploid.
Spermiogenesis
Pada tahapan ini terjadi tranformasi dari spermatid menjadi sperma. Selama transformasi
terjadi perubahan pada spermatid. Pada akhir meiosis II, nukleus spermatid berada dalam
stadium interfase dengan butir-butir kromatin yang halus serta tersebar merata. Nukleus mulai
kehikangan cairannya sehingga ukurannya mengecildan kromatin menjadi lebih mampat. Hal ini
berlangsung terus sampai terbentuk kepala sperma. Bersamaan dengan kejadian tersebut, terjadi
pula perubahan susunan sel. Mula-mula sitoplasma mengalir menjauhi nukleus, sehinga tersisa
hanya selapis tipis sitoplasma yang menyelimuti nukleus. Bagian sitoplasma yang mengandung
aparatus golgi berkumpul pada ujung apikal kepala sperma membentuk akrosom.

Perbanyakan secara mitosis

Miosis

Spermiogenesis

Oogenesis
Oogenesis merupakan pembentukan gamet betina, oogenesis berlangsung di dalam
ovarium organ kelamin betina. Gamet betina atau ovum dibentuk di dalam satu paket sel yang
disebut folikel yang terdapat dalam ovarium. Folikel disusun oleh satu sel yang dapat bermeiosis
disebut oogonium (selinduk ovum) yang mempunyai kromosom diploid.
Mula mula oogonium yang terdapat di dalam ovarium memperbanyak diri dengan cara
mitosis . Oogonium kemudian tumbuh menjadi oosit primer . Selanjutnya oosit primer akan
memasuki tahap meiosis I yang menghasilkan oosit sekunder dan polosit (badan kutub)I. Oosit
sekunder kemudian mengalami pembelahan meiosis II dan pada akhir pembelahan dihasilkan
ovum dan polosit II .

Jadi jelas bahwa hasil dari oogenesis berbeda dari spermatogenesis .


Oogenesis pada mamalia ( manusia)
Seperti telah diketahui bahwa oogenesis telah dimulai ketika masih dalam tahap embrio .
Pada saat bayi perempuan dilahirkan semua sel kelamin di dalam ovariumnya telah berbentuk
oosit primer (stadium profase I). Stadium ini akan tertahan sampai bayi perempuan tersebut
menginjak masa pubertas . Selama masa penahana ini sel sel telur akan banyak menimbun yolk
dan bahan lain yang diperlukan dengan bantuan sel folikel . Dalam oogenesis , sel germa
berkembang di dalam folikel folikel telur dengn tingkatan sebagai berikut :
1. Folikel primordial : merupakan folikel utama yang terdapat sebelum lahir . Terdiri tas
sebuah oosit I yang dilapisi oleh selapis sel folikel berbentuk pipih .
2. Folikel tumbuh , terdiri dari :
a. Folikel primer : terdiri dari sebuah oosit I yang dilapisi sel folikel berbentuk
kubus .Antara oosit dan sel sel granulosa dipisahkan oleh zona pelusida .
b. Folikel sekunder : terdiri dari sebuah oosit I yang dilapisi oleh beberapa lapis sel
granulosa .
c. Folikel tersier : Volume stratum granulosum yang melapisi oosit I bertambah besar
atau banyak . Terdapat beberapa celah (antrum) diantara sel sel granulosa . Jaringan
ikat yang stroma yng terdapat di luar stratum granulosa menyusun diri membentuk
teka interna dan eksterna.
d. Folikel matang : Berukuran paling besar , antrum menjadi sebuah rongga besar ,
berisi cairan folikel . Oosit dikeilingi oleh sel grnulosa yng disebut korona radiata ,

dihubugkan dengan sel sel granulosa tepi oleh tangkai penghubung yang disebut
kumulus ooforus .
Penahanan meiosis I berakhir ketika masa pubertas , karena adanya perubahan
hormonal .Dengan berakhirnya penahanan meiosis I , maka proses meiosis akan berlanjut sampai
menghasilkan oosit sekunder . Pada tahap inilah sel telur akan diovulasikan dan terjadi
penahanan meiosis yang kedua kalinya . Penahanan meiosis ini akan berakhir jika sel telur
mengalami pembuhaan .

Oogenesis pada Amphibi


Amphibi adalah kelomok hewan yang menghasilkan banyak telur dalam kali masa
berbiak . Hal ini sangat berbeda dari aves dan mamalia . Fase mitosis pada amphibi tidak terbatas
10

pada masa embrio , melainkan berlangsung sepanjang hidupnya .Setiap tahun kelompok telur
baru akan dihasilkan sebagai hasil dari meiosis yang didahului proses terbanyaknya dari
ooginium . Proses pematangan sel telur katak memakan waktu 3 tahun .

Kelompok telur generasi pertama mulai mengalami pematangan segera setelah katak
melakukan metamorfosis . Selama 2 tahun pertama proses pematangan berjalan lambat , ttapi
memasuki tahun ketiga proses pematangannya cepat . Selanjutnya hewan betina berhibernasi dan
pada permulaan musim semi , telur telur yang sudah matang dikeluarkan . Karena siklusnya
tiga tahun maka terdapat 3 kelompok telur . Dalam ovarium amfibia , telur telur tersusun dalam
folikel individual . Setiap telur diselaputi oleh lapisan epitel folikuler , theca (selapis tipis jarngan
ikat ovarium yang mengandung pembuluh darah) , dan selapis epitel ovarium .
Oogenesis pada Burung
Bagian kuning telur beserta blstodiskusnya pada burung merupakan sel tunggal
(ovum).Besarnya sel telur ini disebabkan oleh banyaknya timbunan zat makanan cadangan (yolk)
di dalamnya . Yolk ini diproduksi di dalam hati , selanjutnya ditransfer melalui pembuluh darah
menuju sel sel folikel yng mengelilingi ovum . Selanjutnya sel sel folikel ini mengemas dan
mentransfernya ke dalam ovum . Ovum yang sangat mudah akan tertanam di dalam ovarium .
Sejalan dengan pertumbuhannya , ovum-ovum akan bermunculan dan akhirnya akan berbentuk
benjolan di permukaan ovarium . Jika ovum telah berkembang sempurna , maka ovum akan
diovulasikan . ovulasi ini akan trejadi dengan cara memecahkan pita nonvaskuler yang
menyelaputi sel telur . Pada saat ovulasi pita otot polos yang berpangkal pada tangkai ovarium
akan berkontraksi sehingga ovum akan terlepas dari folikelnya .

11

Siklus reproduksi
Siklus reproduksi adalah perubahan siklis yang terjadi pada sistem reproduks ( ovarium,
oviduk, uterus, dan vagina ) hewan betina dewasa yang tidak hamil, yang memperliaatkan
hubungan antara satu dengan yang lainnya ( Adnan, 2012 ).
Sistem reproduksi memiliki 4 dasar yaitu untuk menghasilkan sel telur yang membawa
setengah dari sifat genetik keturunan, untuk menyediakan tempat pembuahan selama pemberian
nutrisi dan perkemabngan fetus dan untuk mekanisme kelahiran. Lokasi sistem reproduks
terletak paralel diatas rektum. Sistem reproduksi dalam terdiri dari ovari, oviduct dan uterus.
( Retno, 2011).
Pada beberapa jenis ternak yang hidup di daerah berikilimsubtropis, siklus birahi (astrus) hanya
terjadi selama musim kawin dan periodebukan musim kawin ternak betina dalam keadaan
enastrus (tidak birahi). Padasejumlah mamalia, proses reproduksi terjadi selama satu periode
terbatas dalamsetahun, seperti pada sebagian besar hewan menyusui. Estrus adalah
keadaanfisiologi hewan betina yang siap menerima perkawinan dengan jantan.
Pada fase estrus yang dalam bahasa latin disebut oestrus yang berarti kegilaan atau
gairah, hipotalamus terstimulasi untuk melepaskan gonadotropin-releasing hormone (GRH).
Estrogen menyebabkan pola perilaku kawin pada mencit, gonadotropin menstimulasi
pertumbuhan folikel yang dipengaruhi follicle stimulating hormone (FSH) sehingga terjadi
ovulasi. Kandungan FSH ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan luteinizing
hormone (LH) maka jika terjadi coitus dapat dipastikan mencit akan mengalami kehamilan. Pada
saat estrus biasanya mencit terlihat tidak tenang dan lebih aktif, dengan kata lain mencit berada
dalam keadaan mencari perhatian kepada mencit jantan. Fase estrus merupakan periode ketika
betina reseptif terhadap jantan dan akan melakukan perkawinan, mencit jantan akan mendekati
mencit betina dan akan terjadi kopulasi. Pada kedua kasus ini ovulasi terjadi pada suatu waktu
dalam siklus ini setelah endometrium mulai menebal dan teraliri banyak darah, karena
menyiapkan uterus untuk kemungkinan implantsi embrio. Satu perbedaan antara kedua siklus itu
melibatkan nasib kedua lapisan uterus jika kehamilan tidak terjadi. Pada siklus mnestruasi
endometrium akan meluruh dari uterus melalui serviks dan vagina dalam pendarahan yang
disebut sebagai menstruasi. Pada siklus estrus endometrium diserap kembali oleh uterus, dan
tidak terjadi pendarahan yang banyak (Campbell, 2004).
Siklus reproduksi pada mamalia primate disebut siklus menstruasi, sedangkan siklus
reproduksi pada non-primata disebut siklus estus. Dari satu estrus ke estrus berikutnya disebut
satu estrus. Panjang siklus estrus pada tikus mencit 4-5 hari, pada babi, sapi, dan kuda 21 hari,
pada marmot 15 hari (Adnan, 2012).
1.

SIKLUS ESTRUS
Fase proestrus
Proestrus merupakan periode persiapan yang ditandai dengan pemacuan pertumbuhan
folikel oleh FSH sehingga folikel tumbuh dengan cepat. Proestrus berlangsung selama 2-3 hari.
Pada fase kandungan air pada uterus meningkat dan mengandung banyak pembuluh darah dan
kelenjar-kelenjar endometrial mengalami hipertrofi.
12

2.

3.

4.

Fase estrus
Estrus adalah masa keinginan kawin yang ditandai dengan keadaaan tikus tidak tenang,
keluar lendir dari dalam vulva, pada fase ini pertumbuhan folikel meningkat dengan cepat, uterus
mengalami vaskularisasi dengan maksimal, ovulasi terjadi dengan cepat, dan sel-sel epitelnya
mengalami akhir perkembangan/terjadi dengan cepat.
Fase metaestrus
Metaestrus ditandai dengan terhentinya birahi, ovulasi terjadi dengan pecahnya folikel,
rongga folikel secara berangsur-ansur mengecil,dan pengeluaran lendir terhenti. Selain itu terjadi
penurunan pada ukuran dan vaskularitas.
Fase diestrus
Diestrus adalah periode terakhir dari estrus, pada fase ini corpus luteum
berkembang dengan sempurna dan efek yang dihasilkan dari progesteron (hormon yang
dihasilkan dari corpus luteum) tampak dengan jelas pada dinding uterus serta folikel-folikel kecil
dengan korpora lutea pada vagina lebih besar dari ovulasi sebelumnya.
Pada fase estrus, terlihat pengaruh estrogen dan dikarakteristikkan oleh sel kornifikasi
yang nyata (jelas) dan hilangnya leukosit. Pada akhir fase estrus, lapisan kornifikasi tampak
sloughed off dan invasi leukosit terjadi. Selama diestrus, leukosit tampak berlimpah. Fase
proestrus, tanpa leukosit dan dikarakteristikkan oleh sel epitel yang dinukleasi. Fase estrus terjadi
dengan pengaruh hormon gonadotropin dan sekresi estrogen mempunyai pengaruh yang besar.
Fase metestrus, selama fase ini dimana sinyal stimulasi estrogen turun. Uterus dipengaruhi oleh
progesteron dan menjadi sikretori. Tipe fase ini adalah jelas dan mungkin berakhir 1-5 hari(Hill,
2006).
SIKLUS MENSTRUASI
Pengertian menstruasi
Menstruasi merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium) yangdisertai
dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saatkehamilan.
Menstruasi yang berulang setiap bulan tersebut pada akhirnya akanmembentuk siklus
menstruasi.Bila siklus haid teratur (28 hari) :
Hari pertama dalamsiklus haid dihitung sebagai hari ke-1. Masa subur adalah hari ke-12 hingga
hari ke- 16
dalam siklus haid
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi:
1.FSH-RH (follicle stimulating hormone - releasing hormone)
Yangdikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
2.LH-RH (luteinizing hormone- releasing hormone)
yang dikeluarkanhipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
3.PIH (prolactine inhibiting hormone)
yang menghambat hipofisis untukmengeluarkan prolaktin
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1.Masa menstruasi
Berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim)
dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada
dalam kadar paling rendah
2.Masa proliferasi
13

Dimulai dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14.


Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi
dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis
untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin.
Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung
telur (disebut ovulasi)
3.Masa sekresi.
Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron
dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat
kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)
D.Mekanisme Siklus Menstruasi
Pada setiap siklus haid FSH dikeluarkan oleh Lobus anterior hipofisis yang
menyebabkab beberapa folikel primer berkembang dalam ovarium.
Folikel primer berkembang menjadi folikel de Graaf yang membuat
esterogen,
Esterogen menekan FSH, sehingga lobus anterior hipofisis mengeluarkan
hormon gonadotropin yang kedua yaitu LH (
luteinizing hormone)
Produksi FSH dan LH dipengaruhi RH (relasing hormones) yang disalurkan
dari hipotalamus ke hipofisis
Dibawah pengruh RH folikel de graff semakin lama semakin matang dan
makin banyak mengeluarkan likuor folikuli yang mengandung esterogen.
Esterogen mempunyai pengaruh terhadap endometrium menyebabkan
endometrium tumbuh (menebal) yang disebut
masa proliferasi
Dibawah pengaruh LH folikel de graff menjadi lebih matang, mendekati
permukaan ovarium, dan kemudian terjadi ovulasi.
Setelah ovulasi terjadi, terbentuklah korpus rubrum(berwarna merah)
yang akan menjadi korpus luteum (berwarna kuning).
Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron. Hormon progesteron
mempunyai pengaruh terhadap endometrium yang telah berproliferasi
menyebabkan kelenjar-kelenjarnya berlekuk-lekuk dan bersekresi
(masa
sekresi)
Bila tidak ada pembuahan, korpus luteum berdegenerasi yang
menyebabkan kadar esterogen dan progesteron menurun, sehingga
terjadi degenerasi serta perdarahan dan pelepasan endometrium yang
nekrotik, yang disebut
masa mestruasi.
Bilamana ada pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum
dipertahankan dan berkembang menjadi korpus luteum graviditatis

14

Macam macam telur


Struktur Telur Hewan

Menurut Wachid (2012), bagian-bagian dari telur antara lain:


1. Cangkang telur berfungsi sebagai pelindung utama telur. Bagian ini memiliki pori-pori
untuk keluar masuknya udara.
2. Membran cangkang merupakan selaput tipis di dalam cangkang telur. Pada salah satu
ujung telur, selaput ini tidak menempel pada cangkang sehingga membentuk rongga
udara.
3. Rongga udara berfungsi sebagai sumber oksigen bagi embrio
4. Keping germinal (zigot/ sel embrio) merupakan calon individu baru
5. Kuning telur (yolk) merupakan cadangan makanan bagi embrio
6. Putih telur (albumin) berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan dan sebagai
cadangan makanan dan air
7. Kalaza (tali kuning telur) berfungsi untuk menahan kuning telur agar tetap pada
tempatnya dan menjaga embrio agar tetap berada di bagian atas kuning telur.
Tipe-tipe telur hewan
Menurut Surjono dkk (2001), berdasarkan kandungan yolk-nya, telur hewan dikelompokkan
menjadi 4 tipe, yaitu:
1. Homolesithal (Oligolesital/ isolesital) adalah telur yang mempunyai sedikit yolk yang
tersebar merata di seluruh ooplasma.misalnya telur echinodermata, amfioksus dan
mamalia
2. Mediolesital (mesolesital) adalah tipe telur yang kandungan yolknya berkadar sedang dan
mengisi daerah kutub vegetal telur. Misalnya telur amfibi dan sefalopoda

15

3. Telolesital adalah jenis telura yang banyak mengandung yolk dan hampir mengisi seluruh
isi telur, sedangkan inti dan sedikit sitoplasma menempati hanya bagian puncak dari
kutub telur. Misalnya telur reptil, ikan dan unggas
4. Sentrolesital adalah tipe sel telur dimana yolknya lebih banyak dibandingkan volume
telur, tetapi terletak di bagian tengah, sedangkan sitoplasmanya di sebelah luar. Misalnya
telur arthropoda.

16

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel-sel gamet di dalam organ pembiakan
lelaki dan wanita. Gametogenesis merangkumi spermatogenesis yang berlaku di dalam testis dan
oogenesis yang berlaku di dalam ovari.
Bilangan kromosom dalam sel soma manusia ialah 46, iaitu 2n=46. Ini bermakna
bilangan kromosom di dalam setiap sel soma seorang lelaki dan seorang wanita masing-masing
ialah 46. Jika sperma dan ovum yang dihasilkan masing-masing mengandungi 46 kromosom,
maka zigot yang terbentuk melalui persenyawaan sperma dengan ovum tersebut akan
mengandungi 92 kromosom. Ini bukan zigot amnusia. Zigot manusia mempuyai 46 kromosom.
Bagaimanankah masalah ini diatasi? Kita bersyukur kepada Tuhan kerana telah mewujudkan
gametogenesis yang melibatkan proses meiosis. Ini bermakna sperma dan ovum yang dihasilkan
mengandungi 23 kromosom. Dengan demikain, zigat yang terbentuk melalui persenyawaan
sperma dengan ovum akan mengandungi 46 kromosom.
Fertilisasi adalah suatu proses penyatuan antara sel mani / sperma dengan sel telur di tuba
falopii. Fertilisasi dapat terjadi pada rentang masa subur dari seorang wanita. Proses fertilisasi
dimulai dengan masuknya sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina. Sperma tersebut
bergerak masuk ke dalam kavum uteri dan tuba sampai akhirnya bertemu dengan ovum di
ampula / infundibulum tuba.
Hasil utama pembuahan :
1.

Penggenapan kembali jumlah kromosom

2.

Penentuan jenis kelamin

3.

Permulaan embriogenesis

17

SARAN
Sebaiknya pembelajaran tentang gametogenesis ini bisa menjadi pelajaran bagi kita
khususnya mahasiswa bahwa ciptaan Allah SWT sangat kompleks dan kita wajib mensyukurinya
dan mempelajarinya

DAFTAR PUSTAKA :
Indiati, Sri.2010.Pengertian gametogenesis, (Online),
(http://www.sridianti.com/pengertian-gametogenesis.html ), Diakses 23 agustus 2015
Tenzer, Amy. 2003. Bahan Ajar: Strutur Hewan II. Malang. Dirjen Dikti
Tenzer, Amy. 2003. Petunjuk Praktikum Struktur Hewan II. Malang. Jurusan Biologi UM
Bagus, Teguh.2011.Siklus menstruasi,(Online),
(www.poltektegal.ac.id/files/.../BAB%20II%20Siklus%20Menstruasi.pdf , diakses 22 agustus
2015
Bakri, Harnisamaryam.2012.Siklus reproduksi,(Online),
(www.harnisamaryambakri.com/2012/12/siklus-reproduksi.html), diakses 22 agustus 2015
Wachid, Alamin. 2012. Bagian-bagian Telur dan Fungsinya, (Online),
(http://mopindonesia.com/2012/04/bagian-bagian-telur-dan-fungsinya.html), diakses 21 Agustus
2015

18