Anda di halaman 1dari 27

SEKITAR TERBENTUKNYA

NEGARA KESATUAN
REPUBLIK INDONESIA
DI SUSUN OLEH
SRI YANDI
SMP NEGERI I LELES
Standar Kompetensi : 1. Memahami
kondisi perkembangan negara di dunia.

1.2 Mendes krepsikan Perang Dunia II


(termasuk pendudukan Jepang) serta
pengaruhnya terhadap keadaan sosial,
ekonomi, dan politik di Indonesi
Standar Kompetensi : 2, Memahami
usaha mempertahankan
kemerdekaan

2.2. Mengidenti fikasi usaha perjuangan


mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
2.3. Mendeskripsikan peristiwa- peristiwa
politik dan ekonomi Indonesia pasca
pengakuan kedaulatan
Perang Dunia II 1939-1945
Sebab umum PD II di tandai adanya rivalitas
antara negara yang terlibat dalam PD I
seperti antara Perancis dengan Jerman,
antara Jerman dengan Inggris dsb.
Juga dengan terbentuknya dua aliansi yaitu
Triple Aliante dan Triple etente, yang
masing-masing saling mengembangkan
pengaruhnya, nantinya dua kekuatan ini
menjelma menjadi Blok Barat dan Blok
Timur.
Sebab Khusus PD II
Serbuan Jerman ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal
1 September 1939 Polandia merupakan negara di bawah
pengawasan Liga Bangsa-Bangsa.
Selain itu ada sebab-sebab lain yang mendorong
terjadinya PD II ini seperti
-Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam
menciptakan perdamaian dunia.
-Perlomban militer.
-Adanya politik aliansi.
-Semangat balas dendam.
-Adanya perselisihan pahan antara demokrasi, fasisme
dan komunisme.
Medan Perang Dunia II
Medan Eropa,melibatkan negara
Polandia, Inggris, Jerman,
Perancis,Denmark, Belanda.
Medan Afrika, melibatkan negara tersebut
ditambah negara Mesir
Medan Asia Pasifik, secara umum PD II
di Asia Pasifik melibatkan Jepang dengan
negara Blok Barat, terjadi antara tahun
1952-1945.
PD II Berakhir
Konferensi Postdam (2 Agustus 1945)
anta blok barat dengan pihak Jerman, dan
sangat merugikan Jerman.
Perjanjian San Fransisco (8 September
1951) antara Jepang dengan blok Barat
yang diwakili oleh Amerika Serikat dan
juga sangat merugikan Jepang sebagai
pihak yang kalah.
Dampak Perang Dunia II
Bidang Politik, ditandai munculnya kekuasaan adi
daya antara AS dan US yang masing-
masingkemudian melebarkan sayapnya,selain itu
munculnya nasionalisme Asia, semangat aliansi,
dan memecah belah
Bidang Ekonomi ditandai dengan runtuhnya
ekonomi dunia.
Bidang Sosial, ditandai dengan banyaknya korban
yang meninggal
Bidang Kerohanian ditandai dengan munculnya
semangat untuk menciptakan perdamaian.
Perang Asia Pasifik
1942-1945
Perang Dunia II di medan Asia-Pasifik
diawali oleh Jepang dengan membom
secara tiba-tiba terhadap pangkalan
terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat
Pearl Harbour di Pasifik tanggal 7
Desember 1941. setelah penyerangan itu,
Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda
Van Starkenborg Stachouwer menyatakan
perang terhadap Jepang.
Perlawanan Sekutu
 Sekutu membentuk komando ABDACOM
(American, British Dutch Australian Command)
yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris,
Belanda, dan Australia yang bermarkas di
Lembang (dekat Bandung). Pasukan ini mulai
beroperasi tanggal 15 Januari 1942 di bawah
panglima besar Sir Archibald Wavell (Inggris).
Di samping itu juga membentuk Front ABCD
(American, British, Cina, Dutch) yaitu gabungan
pasukan Amerika, Inggris, Cina dan Belanda.
Penguasaan Jepang di Asia Tenggara
Awal Januari 1942 menguasai Malaysia,
Kalimanta, Sulawesi dan Jawa.
Di Jawa Jepang mendarat di tiga tempat yaitu
di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat)
dan di Kragan (Jawa Tengah). Kemudian
tanggal 5 Maret kota Batavia (Jakarta) jatuh
ke tangan tentara Jepang dan dilanjutkan
menduduki Buitenzorg (Bogor). Jepang
menyerang di Pulau Jawa karena dipandang
sebagai basis kekuatan politik dan militer
Perjanjian Kalijati Subang
Kekalahan Belanda menghadapi Jepang di
akhiri dengan diadakannya Perjanjian Kalijati
Subang tanggal 8 Maret 1942yang berisi
pernnyataan :
1. Penyerahan Belanda tanpa syarat kepada
Jepang
2. Belanda menyerahkan kekuasaannya atas
Indonesia kepada Jepang
3. Sejak itu secara de jure Indonesia di kuasai
oleh Jepang
Sikap/pandangan Bangsa Indonesia kepada
Jepang
Kedatangan Jepang ke Indonesia ternyata
telah menimbulkan dua kelompok yang
bertolak belakang, yang menunjukkan
ternyata Jepang menghadapi bentuk
simpatik dan antipatik bangsa Indonesia,
yaitu
1. Golongan Pro, golongan tua
2. Golongan Kontra, golongan muda,
dengan alasan masing-masing
Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan
Jepang di Indonesia
Dengan penandatanganan ini maka Perang Dunia II membawa
akibat bagi bangsa Indonesia yaitu:
1. Akibat positif, yaitu imperialisme Belanda di Indonesia berakhir,
2. Akibat negatif, yaitu Indonesia dijajah Jepang.
Masa penjajahan Jepang di Indonesia walaupun tidak begitu lama
akan tetapi mengakibatkan penderitaan lahir maupun batin. Rakyat
kekurangan pangan dan sandang serta mengalami penderitaan
rokhaniah (moral). Kebijaksanaan Jepang terhadap rakyat
Indonesia mempunyai dua prioritas yaitu:
1. Menghapuskan pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat
Indonesia.
2. Menggerakkan rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam
Perang Asia Timur Raya
Bentuk Pengaruh Kekuasaan Jepang
Bidang Politik
Bidang Ekonomi
Bidang Militer
Bidang Sosial Budaya
Bidang politik
Pada masa pendudukan Jepang kegiatan
politik dilarang keras
Kecuali organisasi MIAI (Majelis Islam
A’la Indonesia)
Membentuk Gerakan Tiga A
Bidang ekonomi
Pada
 jaman pendudukan Jepang kehidupan ekonomi rakyat sangat
menderita. Lemahnya ekonomi rakyat berawal dari sistem bumi hangus
Hindia Belanda.
Langkah pertama yang dilakukan Jepang adalah merehabilitasi prasarana

ekonomi seperti jembatan, alat-alat transportasi dan komunikasi
Selanjutnya Jepang menyita seluruh kekayaan musuh dan dijadikan hak

milik Jepang,
Kebijakan ekonomi pemerintah pendudukan Jepang diprioritaskan untuk

kepentingan perang. Perkebunan kopi, teh dan tembakau yang dianggap
sebagai barang kenikmatan dan kurang bermanfaat bagi kepentingan
perang diganti dengan tanaman penghasil bahan makanan dana tanaman
jarak untuk pelumas
Bidang Militer
Ditandai dengan banyaknya orgainisasi militer seperti
1. Seinendan (Barisan Pemuda)
2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
3. Fujinkai (Barisan Wanita)
4. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
5. Syuisyintai (Barisan Pelopor)
6. Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat
Jawa
7. PETA (Pembela Tanah Air)
BidangSosial Budaya
Pada jaman pendudukan Jepang media
massa diawasi dengan ketat.
Surat kabar, radio, maupun majalah terbit
tanpa izin istimewa akan tetapi selalu
diawasi oleh pihak Jepang
Walaupun demikian surat kabar dan radio
ikut berfungsi menyebarluaskan
perkembangan bahasa Indonesia.
Bentuk Perlawanan Kepada Jepang
1. Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan
Jepang
a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA
(Pusat Tenaga Rakyat)
b. Memanfaatkan Barisan Pelopor
(Syuisyintai)
c. Memanfaatkan Chuo Sangi In (Badan
Penasihat Pusat)
2. Perjuangan Melalui Organisasi Islam
Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia
organisasi ini tetap diperbolehkan berdiri. Hal
ini merupakan pendekatan Jepang terhadap
golongan nasionalis Islam agar umat Islam,
Karena organisasi ini dianggap kurang
memuaskanJepang maka pada bulan Oktober
1943 dibubarkan oleh Jepang diganti organisasi
baru yakni Majelis Syura Muslimin Indonesia
(MASYUMI) yang disahkan oleh Gunseikan
pada tanggal 22 November 1943
3. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah
Tanah
a. Gerakan Kelompok Sutan Syahrir
b. Gerakan Kelompok Amir Syarifuddin
c. Golongan Persatuan Mahasiswa
d. Kelompok Sukarni
e. Kelompok Pemuda Menteng 31
f. Golongan Kaigun
4. Perjuangan Melalui Perlawanan
Bersenjata
a. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan
Rakyat,seperti
1. ) Perlawanan Rakyat di Cot Pleing (10 November
1942
2. 2) Perlawanan Rakyat di Pontianak (16 Oktober
1943)
3. 3) Perlawanan Rakyat di Sukamanah, Singaparna,
Jawa Barat (25 Februari 1944)
4. 4) Perlawanan Rakyat di Cidempet, Kecamatan
Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944)
5. 5) Perlawanan Rakyat di Irian Jaya
b. Perlawanan Bersenjata yang dilakukan
PETA
1) Perlawanan PETA di Blitar (29
Februari 1945)
2) Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh
(November 1944)
3) Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap
(April 1945)
Rangkuman I
1. Perang Dunia II yang berlangsung pada tahun 1939 – 1945
disebabkan oleh beberapa hal, yakni kegagalan LBB dalam
menciptakan perdamaian, negara- negara maju saling berlomba
memperkuat persenjataannya, adanya politik persekutuan
(aliansi), pertentangan faham demokrasi, fasisme dan
komunisme serta adanya politik balas dendam Jerman terhadap
Perancis. Adapun sebab khusus terjadinya Perang Dunia II di
Eropa adalah serbuan Jerman ke kota Danzig, Polandia tanggal
1 September 1939. Sedangkan Perang Dunia di Pasifik
disebabkan serbuan Jepang terhadap pangkalan Armada AL
Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
2. Perang Dunia II melibatkan dua Blok, yakni Blok Sentral
yang terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang. Sedangkan Blok
Sekutu terdiri dari Perancis, Inggris, Amerika Serikat, RRC,
Australia, Rusia dan lain- lain.
Rangkuman II
3. Perang Dunia II di medan Timur melibatkan Jepang
menjadi fihak yang berperang melawan Sekutu. Indonesia
menjadi sasaran ekspansi militer Jepang karena merupakan
negara
jajahan Belanda. Dengan ditaklukkannya pemerintah Hindia
Belanda pada tanggal 8 Maret 1942 maka Indonesia dikuasai
oleh penjajah Jepang.
4. Ketika Indonesia pada pendudukan Jepang rakyat sangat
menderita di segala segi kehidupan. Dengan menggunakan
sistem pemerintahan militer, Jepang membuat kebijakan-
kebijakan yang sangat menyengsarakan rakyat di berbagai
bidang kehidupan, baik bidang politik, ekonomi, militer
maupun sosial budaya.
Rangkuman III
5.Ketika rakyat berada pada puncak penderitaan di bawah
kekuasaan militer Jepang maka rakyat, tokoh-tokoh
nasional maupun tokoh- tokoh agama melakukan
perlawanan dengan menggunakan berbagai cara. Adapun
bentuk perlawanan terhadap pemerintah pendudukan
Jepang adalah melalui organisasi yang dibentuk oleh
Jepang, melalui organisasi MIAI,
melalui gerakan Bawah Tanah, dan perjuangan bersenjata
yang dilakukan rakyat maupun PETA. Dengan kekalahan
Jepang dari pihak Sekutu maka kondisi itu mendorong
bangsa Indonesia mempercepat pelaksanaan Proklamasi
Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.