Anda di halaman 1dari 19

Iffah Rosyiana,M.

Psi,Psikolog

Definisi : proses mempelajari norma,


nilai,peran dan semua persyaratan
kain yg diperlukan utk
memungkinkan partisipasi egektif
dlm kehidupan sosial.

Sosialisasi Primer : proses


mengenal lingkungannya sendiri
dan terjadi pada usia 0 4
tahun. Dilakukan oleh keluarga.
Tidak bisa dilakukan indoktrinasi.

Sosialisasi Sekunder : kelanjutan


sosialisasi primer. Individu
berinteraksi lebih luas lagi dan
lebih banyak mengetahui
tentang norma, nilai serta peran
dlm masyarakat.

Merupakan hubungan yg dinamis yg


menyangkut antar individu, individu
dengan kelompok dan kelompok dg
kelompok

1.

2.

Imitasi : faktor yg mendorong


sso utk berperilaku sesuai dg
nilai-nilai yg dilakukan seorg
individu dlm suatu
masyarakat
Sugesti : Memberikan
pandangan atau sikap yg
berasal dr dirinya sendiri yg
kemudian diterima oleh pihak
lain

3. Identifikasi : proses dimana


seseorang mempunyai keinginan
untuk menjadi sama spt org lain.
4. Simpati : proses seseorang merasa
tertarik pada pihak lain.

Interaksi sosial tidak akan terjadi bila


tidak memenuhi 2 syarat :
1. Adanya kontak sosial
2. Adanya komunikasi

a.
b.
c.

Antara individu dg individu


Antara individu dg kelompok
Antara kelompok dg kelompok

Kontak sosial bersifat positif :


kerjasama dg pihak lain
Negatif : pertentangan dg pihak lain

Secara badaniyah diasingkan dr


hubungan dg org lain.
Cacat salah satu indranya.
Perbedaan ras / budaya

Penyebab Konflik :
1. Status / kedudukan
2. Ekonomi
3. Kebudayaan

Suatu proses yg ditempuh dan semua


sarana yg digunakan oleh
masyarakat untuk membatasi
kemungkinan terjadinya
penyimpangan atau pelanggaran
norma sosial oleh individu sbg
masyarakat.

1.
2.
3.

Fisik
Psikologis
Ekonomik

Menurut klasifikasi kekuatan sangsi


dibedakan :
1. Usage : perilaku yg tidak sesuai dg
masyarakat sekitar akan diejek,
dicemooh, dll
2. Folkways : merupakan kelaziman
atau kebiasaan dlm suatu
masyarakat shg dapat mjd sarana
pengontrol utk ketertiban.

3. Mores : merupakan aturan tingkah


laku yg mempunyai bagian dari
hakekat kebenaran. Aturan mores
lebih bersifat pada nilai-nilai moral.
4. Custom : aturan yg memberi
petunjuk utk betingkah laku, lebih
menitikberatkan pada tingkah laku
keagamaan.

Dilakukan dg sengaja / formil :


a. Otorit
b. ekwali
2. Tidak Sengaja / informil :
a. otorit
b. ekwali
1.

Berupa kekangan dan pembatasan


Biasanya dilakukan oleh orang yang
memiliki kekuasaan
Dilakukan baik sengaja atau tidak
Tujuannya utk pemahaman norma
sosial

Dilakukan orang-orang sederajat


Tujuannya menjamin dan tolongmenolong
Dilakukan atas dasar azas kesamaan
dan kooperasi

Dapat mewariskan norma-norma


sosial
Memungkinkan seseorang warga dpt
hidup normal