Anda di halaman 1dari 15

Plan of Development (POD)

Page

BAB I
PENDAHULUAN

Pendahuluan
Studi perencanaan pengembangan lapangan (Plan of Development POD) di
suatu lapangan yang diperkirakan mengandung minyak/gas bumi adalah suatu
skenario mengambil minyak/gas bumi dari lapangan tersebut yang ekonomis dan
ramah lingkungan. POD dapat dilakukan pada suatu lapangan yang baru
ditemukan dan akan dikembangkan namun dapat juga dilakukan pada lapangan
yang telah diproduksikan.
Pendahuluan memberikan keterangan mengenai lapangan yang distudi meliputi
sejarah singkat lapangan, lokasi lapangan, jenis formasi dan reservoir, cadangan
reservoir, skenario pengembangan, dan tujuan dari dilakukannya POD serta
metodologi studi yang dilakukan, kajian geologi dan geofisika, potensi reservoir
dan produksi, skenario pengembangan dan analisis keekonomian

Plan of Development (POD)

Page

BAB II
KAJIAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA

A. Geologi Regional
1. Kerangka Tektonik
Kerangka Tektonik merupakan penjelasan tentang gambaran singkat letak
geologi dari lapangan, posisi dalam cekungan dan sejarah evolusi
cekungan.
2. Stratigrafi Regional
Stratigrafi Regional berisi tentang deskripsi singkatnya urutan stratigrafi
dari cekungan dimana lapanan minyak tersebut ditemukan juga informasi
mengenai formasi penghasil hidrokarbon.
3. Sistem Petroleum
Sistem Petroleum adalah penjelasan tentang batuan induk, kematangan,
daerah dapur, pola migrasi, reservoir, tipe geometri dan kualitas, dan jenis
perangkap.
4. Rekonstruksi Geologi
Rekonstruksi geologi menggambarkan konstruksi ulang kondisi geologi di
masa yang lalu.
5. Interpretasi Data Sumur
Intepretasi data sumur dibagi lagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
a. Indentifikasi lapisan reservoir
b. Identifikasi lapisan reservoir

Plan of Development (POD)

Page

Identifikasi lapisan reservoir untuk menjelaskan secara rinci mengenai


lapisan-lapisan yang ada dalam reservoir seperti : lapisan sandstone,
limestone dan sebagainya beserta dengan kedalaman masing- masing
lapisan.
c. Analisa petrofisik
Analisa Petrofisik adalah untuk mendapatkan Gross Reservoir,
Porositas, Net To Gross (NTG), Saturasi Air (Sw), Identifikasi Zona
Hidrokarbon (Pay), dan batas kontak hidrokarbon air (OWC, GOC,
dll).
d. Korelasi lapisan pembawa hidrokarbon
Korelasi lapisan pembawa hidrokarbon menjelaskan mengenai struktur
perlapisan dan stratigrafi lapisan yang mengandung hidrokarbon
6. Interpretasi Data Seismik (2D/3D)
a. Pengikatan data seismik dan data sumur untuk lapisan hidrokarbon
Pengikatan data seismik dan data sumur untuk lapisan pembawa
hidrokarbon : untuk mendapatkan korelasi lapisan antara data sumur
dan data seismik, sebab data sumur terdapat dalam domain kedalaman
dan data seismik dalam domain waktu.
b. Hoizon picking
Horizon picking : untuk mengikuti kemenerusan lapisan penghasil
hidrokarbon. Software yang digunakan diataranya IESX dan Seiswork.
c. Pembuatan peta struktur waktu (Time Structure Map)

Plan of Development (POD)

Page

Pembuatan peta struktur waktu : membuat pola struktur waktu lapisan


penghasil hidrokarbon.
d. Pembuatan peta struktur kedalaman (Depth Structure Map)
Pembuatan peta struktur kedalaman : membuat pola struktur
kedalaman lapisan penghasil hidrokarbon. Perlu dijelaskan proses dan
metode yang digunakan untuk mendapatkan peta kedalaman. Software
yang bias digunakan diantaranya CPS-3, Z-Map, dan In-Depth.
e. Pembuatan peta impedansi akustik (untuk 3D)
Pembuatan peta impedansi : peta impedansi akustik disarankan untuk
dibuat khususnya untuk data seismik 3D. Gunanya untuk melihat
sebaran heterogenitas reservoir. Didalamnya dijelaskan juga metoda
yang digunakan dalam perhitungan nilai impedansi akustik.
f. Pembuatan peta atribut seismik (untuk 3D)
Peta atribut seismik : disarankan untuk dibuat khususnya untuk data
seismik 3D. Didalamnya juga dijelaskan jenis atribut yang dipakai.
Atribut seismik ini dengan integrasi data sumur digunakan untuk
membantu dalam pembuatan peta sebaran iso porositas, sebaran
ketebalan gross reservoir, iso saturasi, dll. Software yang digunakan
adalah Geoframe dan Jason Hampson Russel.
7. Integrasi Data Sumur dan Seismik
a. Pembuatan peta sebaran isoporositas
b. Pembuatan peta sebaran ketebalan gross reservoir.
c. Pembuatan peta isopermeabilitas

Plan of Development (POD)

Page

d. Pembuatan peta isosaturasi


e. Pembuatan batas poligon
8. Perhitungan volumetrik
a. Perhitungan volume bulk reservoir dari peta gross reservoir
b. Pemetaan dan perhitungan volume net reservoir
c. Pemetaan dan perhitungan hidrokarbon pore volume

Plan of Development (POD)

Page

BAB III
KAJIAN POTENSI RESERVOIR DAN PRODUKSI

A. Reservoir Engineering
1. Sifat fisik fluida menyangkut data PVT dari lapangan tersebut di dalamnya
terdapat :
a. Densitas (d)
Densitas merupakan sifat fisik fluida reservoir mendiskripsikan berat
suatu fluida per-satuan volume. Umumnya diukur pada kondisi 60 o F
dan14.7 psi.
b. Viskositas (m)
Viskositas besaran yang menunjukan hambatan fluida untuk mengalir.
Untuk viskositas minyak biasanya memiliki satuan centipoises. Seperti
sifat fisik fluida yang lain, viskositas dipengaruhi oleh tekanan dan
temperatur. Umumnya semakin tinggi temperatur menyebabkan
viskositas semakin kecil.
c. Faktor Volume Formasi (Bo)
Faktor Volume Formasi menunjukkan perbandingan volume fluida
pada kondisi reservoir dengan kondisi permukaan.
d. Kompresibilitas (c)
Kompresibilitas merupakan fraksi perubahan volume karena adanya
perubahan tekanan pada temperatur yang tetap.

Plan of Development (POD)

Page

e. Rasio kelarutan gas (Rs)


Kompresibilitas merupakan fraksi perubahan volume karena adanya
perubahan tekanan pada temperatur yang tetap.
f. Faktor Deviasi Gas (z)
Faktor Deviasi Gas merupakan perbandingan volume gas pada kondisi
aktual dengan kondisi ideal.
g. Kelakuan Fasa Fluida
Kelakuan fasa fluida adalah perubahan fasa fluida karena adanya
perubahan tekanan dan temperatur serta perubahan gaya tarik antar
molekul.
2. Sifat Fisik Batuan
Sifat Fisik Batuan dalam program ini terdiri atas :
a. Basic Core Analysis
Basic Core Analysis adalah analisa core di laboratorium untuk
menentukan parameter seperti permeabilitas absolut dan porositas,
serta saturasi air.
b. Special Core Analysis
Special core analysis adalah menganalisa core di laboratorium untuk
menentukan parameter seperti permeabilitas absolut, porositas, saturasi
air, dan permeabilitas relatif.
3. Welltest Analysis

Plan of Development (POD)

Page

Welltest Analysis merupakan analisa kelakuan tekanan di reservoir akibat


adanya perubahan laju alir. Software yang digunakan diantaranya Pan
System, Welltest 2000, Saphire.
4. Material Balance
Persamaan

material

balance merupakan

persamaan

yang

dibuat

berdasarkan konsep kesetimbangan massa. Jika volume pori dalam sebuah


reservoir tetap maka perubahan volume minyak, gas dan air dalam pori
reservoir tersebut adalah sama dengan nol, atau dengan kata lain tidak ada
perubahan massa di dalam pori tersebut.
5. Perhitungan OOIP/OGIP
Original Oil In Place (OOIP)/Original Gas In Place (OGIP) dilakukan
untuk tujuan analisis volume atau cadangan akumulasi hidrokarbon.

B. Production Engineering
Production Engineering meliputi :
1. Inflow Performance Relationship
Inflow Performance Relationship merupakan grafik yang menggambarkan
kemampuan suatu sumur dalam memproduksi fluida hidrokarbon.
Software yang digunakan misalnya Perform dan Pipesim.
2. Tubing Wellbore Outflow
Tubing wellbore outflow menunjukkan menunjukan kemampuan dan
kinerja dari tubing dalam mengalirkan fluida sesuai dengan ukuran
diameter yang dipakai.

Plan of Development (POD)

Page

3. Nodal Analysis
Nodal Analysis adalah prosedur untuk menentukan pada laju alir berapa
minyak atau gas diproduksikan yang dievaluasi dengan melakukan
perubahan beberapa parameter seperti ukuran tubing, ukuran flowline,
tekanan separator, ukuran choke, dll. Juga dengan memperhitungkan
adanya parameter komplesi sumur seperti gravelpack, dan perforasi.
Software yang digunakan misalnya Pipesim dan Perform.
4. Well Diagram
Well Diagram merupakan diagram yang memberikan informasi mengenai
jenis sumur, dan peralatan yang ada dibawahnya.
5. Well Completions
Well Completion menggambarkan bentuk komplesi sumur dimana
komplesi ini akan mempengaruhi analisa nodal. Contoh komplesi
misalnya gravelpack, desain perforasi, setting packer.
6. Sejarah Produksi dan Komplesi
Sejarah Produksi dan Komplesi memberikan keterangan mengenai sejarah
sumur dari segi produksi serta komplesi yang pernah diaplikasikan pada
sumur tersebut.
7. Spliting Produksi
8. Metode Pengangkatan
9. Peramalan Produksi/Decline Curve
Decline Curve metoda yang digunakan menentukan cadangan dari suatu
reservoir dengan menggunakan data sejarah produksi.

Plan of Development (POD)

Page

C. Simulasi Reservoir (Optional)


1. Pengumpulan Data
Pengumpulan Data mengumpulkan data-data yang akan digunakan untuk
melakukan simulasi reservoir. Data yang dikupulkan meliputi peta-peta
geologi, hasil analisa core di lab, analisa fluida dan sejarah produksi dan
tekanan.
2. Pembuatan Model
Pembuatan Model adalah tahapan dalam simulasi reservoir yang dilakukan
untuk menggambarkan bentuk reservoir, batas reservoir, distribusi sifat
fluida dan fisik reservoir kedalam sebuah model numerik, serta penentuan
grid.
3. Inisiasi
OOIP/OGIP Matching
OOIP/IGIP Matching penyelarasan hasil OOIP/IGIP dari simulasi
berdasarkan model yang dibuat dengan OOIP/IGIP dari data geologi.
4. History Matching
History Matching yaitu proses penyelarasan kinerja reservoir dari hasi
simulasi dengan kondisi aktual.
5. Forecast
Forecast yaitu proses peramalan kinerja reservoir dengan menggunakan
skenario yang ada.

Plan of Development (POD)

Page

10

BAB IV
SKENARIO PENGEMBANGAN

A. Skenario Pengembangan
1. Jadwal Pengeboran Sumur-Sumur
2. Pemboran/Drilling
a. Desain Sumur
1) Vertikal
2) Berarah
3) Horisontal
4) Radial
5) Slim Hole
6) Multilateral
b. Tipe Rig
c. Jadwal Pemboran
d. Komplesi
e. Cluster atau Platform
3. Fasilitas Produksi
a. Standar Surface Facilities (sampai SPU)
b. Tambahan Surface Facilities
Segala sesuatu yang dilakukan terhadap reservoir memerlukan fasilitas
termasuk operasi pemboran, komplesi, pemompaan, injeksi, pemrosesan
dan penyimpanan. Desain yang sesuai dan perawatan fasilitas akan

Plan of Development (POD)

Page

11

mempengaruhi perolehan keuntungan. Fasilitas harus mampu mendukung


rencana manajemen reservoir. Peramalan biaya dan operasi didasarkan
pada kebutuhan berbagai fasilitas yang akan digunakan.
4. Problem Produksi
Hal-hal yang harus diatasi pada problem produksi antara lain berupa
produksi air dan gas yang dihasilkan dari sumur.
5. Transportasi
Transportasi : untuk mentransfer produksi minyak dari sumur sampai ke
market, maka diperlukan production transportation system.
6. Aspek Lingkungan
a. Fisik
b. Sosial
Dalam mengembangkan dan mengoperasikan suatu lapangan, maka
pertimbangan-pertimbangan

lingkungan

hidup

dan

ekologi

harus

diikutsertakan. Batasan-batasan yang diatur harus dipenuhi. Hal-hal ini


adalah aspek yang sangat penting dan sensitif dalam suatu proses
manajemen

reservoir,

maka

persiapan

studi

dampak

lingkungan

(AMDAL) perlu dilakukan.

Plan of Development (POD)

Page

12

BAB V
ANALISIS KEEKONOMIAN

Analisis Keekonomian
Analisis keekonomian dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan POD secara
ekonomi. Untuk mengevaluasi kelayakan POD digunakan indikator-indikator,
diantaranya sebagai berikut :
-

Rate of Return (ROR)

Pay Out Time (POT)

Profit to Investment Ratio (PIR)

Net Present Value (NPV)

Plan of Development (POD)

Page

13

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan Rekomendasi


A. Kesimpulan
Menyimpulkan gambaran POD secara keseluruhan, antara lain tentang
lapangan yang distudi, kajian geologi dan geofisika, potensi reservoir dan
produksi, skenario pengembangan dan analisis keekonomian.

B. Rekomendasi
Merekomendasikan aktivitas-aktivitas POD yang akan dilakukan berdasarkan
studi yang telah dilakukan.

Plan of Development (POD)

Page

14