Anda di halaman 1dari 134

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP NY.

E UMUR
28 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 35 MINGGU 3 HARI
DENGAN KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III
DI BPS MAFALDA, S.ST
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH

Disusun Oleh:
SAHERA HANDAYANI
201207182

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP NY. E UMUR


28 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 35 MINGGU 3 HARI
DENGAN KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III
DI BPS MAFALDA, S.ST
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH

Karya Tulis Dibuat Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar
Profesi Ahli Madya Kebidanan Pada Prodi DIII Kebidanan
Akbid Adila Bandar Lampung

Disusun Oleh:
SAHERA HANDAYANI
201207182

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

LEMBAR PENGESAHAN

Diterima dan disahkan oleh Tim Penguji Akhir Program Pendidikan


Diploma III Kebidanan Adila pada :

Hari
Tanggal

: Rabu
: 29 Juli 2015

Penguji I

Penguji II

Adhesy Novita Xanda, S.ST, M.Kes


NIK.11402052

Vionita Gustianto, S.ST


NIK. 2015021054

Direktur Akademi Kebidanan ADILA


Bandar Lampung

dr. Wazni Adila, MPH


NIK.2011041008

ii

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP NY. E UMUR


28 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 35 MINGGU 3 HARI
DENGAN KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III
DI BPS MAFALDA, S.ST
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

Sahera Handayani, Adhesty Novita Xanda, S.ST, M.kes, Vionita Gustianto, S.ST
IntiSari

Latar belakang singkat terkait penelitian, Kehamilan merupakan periode krisis yang akan
berakhir dengan di lahirkannya bayi. Selama kehamilan, pada umumnya ibu mengalami
perubahan baik fisik maupun psikis. Hal tersebut berhubungan dengan perubahan
hormonal yang di alami ibu hamil. Ketidaknyamanan trimester III adalah rasa tidak
nyaman akibat kehamilan timbul kembali dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan
jelek. Pada trimester ini ibu memerlukan ketenangan dan dukungan dari suami, keluarga
dan bidan. Ketidaknyamanan trimester III yang di rasakan oleh ibu hamil ialah susah
BAB (konstipasi), sering BAK, nyeri pinggang dan sering kram kaki.
Rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini adalah Bagaimana Asuhan Kebidanan
pada Ny.E umur 28 Tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari dengan
Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST, Bandar Lampung tahun 2015?
Tujuan penelitian ini adalah peneliti mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu
hamil dengan ketidaknyamanan trimester III.
Ruang lingkup dalam karya tulis ilmiah: Sasaran penelitian yaitu Ny.E umur 28 tahun
G2P1A0 dengan ketidaknyamanan trimester III, waktu pelaksanaan mulai tanggal 9-15
April 2015. penelitian dilakukan di BPS Mafalda, S.ST Way Kandis Bandar Lampung.
Metodologi penelitian menggunakan metode deskriptif. Peneliti dapat melakukan
pengkajian data sampai dengan evaluasi, dan hasil yang didapat Ny.E keadaannya
membaik dan ibu tahu cara mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakannya. Peneliti
mengharapkan agar tenaga kesehatan mampu memberikan Asuhan kebidananan pada ibu
hamil dan memberikan pendidikan kesehatan tentang ketidaknyamanan trimester III.

Kata kunci

: Kehamilan, Ketidaknyamanan TM III

Kepustakaan

: 13 Referensi (2005-2015)

Jumlah halaman

: 127 Halaman

iii

CURRICULUM VITAE

Nama
Nim
Tempat/Tanggal lahir
Alamat
No Telpon
Nama Orang Tua
Ayah
Ibu
Institusi
Angkatan
Biografi

: Sahera Handayani
: 201207182
: Tajimalela, 12 juni 1994
: Jl. Trans Sumatera Desa Tajimalela Kalianda
Lampung Selatan
: 081274404912
: Hi. Syahrul Effendi
: Hj. Nuraini
: Akademi Kebidanan Adila
: VII (2012/2013)
:
1. SD N 1 Tajimalela Lampung Selatan 2000
2006
2. SMP (Pondok Modern Darussalam Gontor Putri
1) Jawa Timur 2006 2009
3. MAN Kalianda Lampung Selatan 2009 2012
4. Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung
2015

iv

Motto
Never lose hope, because it is the key to
achieve all your dreams
Jangan pernah kehilangan harapan, karena
itu adalah kunci untuk meraih semua mimpi
anda.

(Sahera Handayani)

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, ku persembahkan karya kecil ku ini


kepada :
1. ALLAH SWT Yang selalu memberi ku kesehatan, ketabahan dan
kekuatan hingga saat ini. Dan untuk Nabi Muhammad SAW Yang telah
memberikan tauladan yang baik kepada seluruh umatnya yang mana
mendorong penulis untuk dapat menjadi lebih baik lagi
2. Terimakasih Untuk kedua orang tua ku, yang telah memberikan kasih
sayang tiada tara dan tanpa batas untuk anak-anaknya, serta tiada bosan
memberikan nasihat, doa dan dukungan nya selama ini
3. Keluarga besar Almamater tercinta Akademi Kebidanan ADILA Bandar
Lampung sebagai tempat penulis menuntut ilmu dan telah mengantarkan
aku ke gerbang masa depan
4. Untuk teman-teman ku khusus nya kamar Evorbia dan Angkatan VII
Akbid Adila terima kasih atas semua motivasi yang telah kalian berikan
dan semoga sukses

vi

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum, wr.wb
Dengan mengucap puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
yang telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah ini dengan judul Asuhan kebidanan pada ibu hamil terhadap
Ny.E Usia 28 Tahun G2P1A0 Dengan Ketidaknyamanan Trimester III
di BPS Mafalda S.ST Bandar Lampung Tahun 2015.
Adapun maksud dari penulisan ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam
penyelesaian program diploma III kebidanan ADILA Bandar Lampung. Dalam
menyusun Karya Tulis Ilmiah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan,
namun berkat bimbingan yang telah di berikan serta bantuan dan dukungan dari
semua pihak akhir nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Untuk
itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:

1.

Dr. Wazni Adila, M. PH selaku direktur Akbid Adila Bandar Lampung

2.

Puspita Dewi, S.ST, M.Kes Selaku Pembimbing I KTI

3.

Tri Riwayati Ningsih, S.ST Selaku Pembimbing II KTI

4.

BPS Mafalda S.ST Lampung Selaku tempat pengambilan study kasus

5.

Para dosen dan staf tata usaha yang telah membantu sehingga Karya Tulis
Ilmiah ini dapat diselesaikan

Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
kesempurnaan dimasa yang akan datang semoga penelitian ini berguna dan
bermanfaat bagi kita semua dan menambah ilmu pengetahuan.
Wassalamualaikum, wr.wb

Bandar Lampung, Mei 2015


Penulis

vii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................

LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................

ii

INTISARI..

iii

CURICULUM VITAE ..........................................................................

iv

MOTTO .................................................................................................

PERSEMBAHAN. .

vi

KATA PENGANTAR ...........................................................................

vii

DAFTAR ISI ..........................................................................................

viii

DAFTAR TABEL .....

DAFTAR LAMPIRAN .

xi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................

1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................

1.4 Ruang Lingkup ............................................................................

1.5 Manfaat Penelitian ......................................................................

1.6 Metodelogi Dan TeknikMemperoleh Data ................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 TinjauanTeori Medis ...................................................................

11

2.2 Tinjauan Teori Manajemen Kebidanan .......................................

36

2.3 Landasan Hukum Kewenangan Bidan................................... .....

65

2.4 Kompetensi Bidan Dalam Masa Kehamilan..

66

viii

BAB III TINJAUAN KASUS


3.1. Pengkajian............................................................................ .......

69

3.2 .Matrik.............................................................................. ............

81

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Pengkajian ...................................................................................

97

4.2 Interpretasi Data ..........................................................................

103

4.3 Identifikasi Diagnosa Masalah Potensial ....................................

106

4.4 Antisipasi Tindakan Segera.........................................................

108

4.5 Perencanaan.................................................................................

108

4.6 Pelaksanaan .................................................................................

111

4.7 Evaluasi .......................................................................................

114

BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan .....................................................................................

117

5.2 Saran ...........................................................................................

119

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 TFU Menurut Penambahan Per Tiga Jari..18


Tabel 2.2 Bentuk Uterus Berdasarkan Usia Kehamilan.19
Tabel 2.3 Komponen pertambahan berat badan ibu selama hamil24
Tabel 2.4 Pemberian suntikan TT..31
Tabel 2.5 Perubahan fisiologis dan ketidaknyamanan Trimester III.33
Tabel 3.3 Matriks...81

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

: Surat Izin Pengambilan Data dan Serta Melakukan Asuhan

Lampiran 2

: Surat Balasan Pengambilan Data Serta Melakukan Asuhan

Lampiran 3

: Persetujuan Pengajuan Judul atau Thema

Lampiran 4

: Pernyataan Persetujuan Publikasi Tugas akhir

Lampiran 5

: Jadwal Penelitian Study Kasus

Lampiran 6

: Dokumentasi

Lampiran 7

: SAP dan Leaflet

Lampiran 8

: Lembar Konsul

xi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehamilan merupakan periode krisis yang akan berakhir dengan di
lahirkannya bayi. Selama kehamilan, pada umumnya ibu mengalami
perubahan baik fisik maupun psikis. Hal tersebut berhubungan dengan
perubahan hormonal yang di alami ibu hamil (Herawati Mansur, 2012; h.
136).
Ketidaknyamanan trimester III adalah rasa tidak nyaman akibat kehamilan
timbul kembali dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Pada
trimester ini ibu memerlukan ketenangan dan dukungan dari suami, keluarga
dan bidan (Ummi Hani, 2011; h. 69).
Menurut data world health organitation (WHO), pada tahun 2012 sebanyak
585.000 perempuan meninggal saat hamil atau persalinan. Sebanyak 99%
kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di Negaranegara berkembang merupakan tertinggi dengan 450 kematian ibu per
100.0000 kelahiran bayi hidup jika di bandingkan dengan rasio kematian ibu
di 9 negara maju dan 51 negara persemakmuran (WHO, 2012).
Target AKI di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000
kelahiran hidup, sementara itu berdasarkan Survey Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu (AKI) yang
berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas sebesar 359 per 100.000 kela-

lahiran hidup angka ini masih cukup jauh dari target yang harus dicapai
pada tahun 2015 (SDKI, 2012).
Berdasarkan Pra Survey Pendahuluan di BPS Mafalda, S.ST pada tanggal
09 april 2015, dalam 1 bulan terakhir, di dapatkan 15 dari 20 ibu hamil yang
masuk dalam trimester III. Diantaranya 5 ibu hamil yang mengalami
hiperemesiss, 3 ibu hamil yang mengalami anemia dan 7 ibu hamil yang
mengalami ketidaknyamanan trimester III.
Ketidaknyamanan trimester III yang dirasakan oleh ibu hamil Susah BAB
(konstipasi) adalah Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan
makanan menjadi lebih maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus besar
sehingga penyerapan air menjadi lebih lama. Hal ini disebabkan karena
ukuran rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus
bagian bawah, dan gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya
kadar

progesteron.

Adapun

asuhan

yang

dapat

diberikan

yaitu

menganjurkan ibu untuk meningkatkan intake cairan dan serat seperti buah
dan sayuran, menganjurkan ibu minum air hangat ketika perut kosong,
menganjurkan ibu istirahat cukup, dan menganjurkan ibu hindari makanan
berminyak (Ummi Hani, 2011; h. 55).
Sering BAK terjadi karena peningkatan sensitivitas kandung kemih yang
merupakan akibat kompresi pada kandung kemih dan pada saat yang sama
pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin
berkemih walaupun kandung kemih hanya terisi sedikit urine. Hal ini
disebabkan akibat tekanan uterus yang semakin membesar pada kandung

kemih. Adapun asuhan yang dapat diberikan yaitu memberikan informasi


tentang penyebab sering BAK, menganjurkan ibu untuk kosongkan kandung
kemih ketika ada dorongan, menganjurkan ibu perbanyak minum di siang
hari dan jangan kurangi minum dimalam hari kecuali mengganggu tidur dan
mengalami kelelahan (Ummi Hani, 2011; h. 59).
Akibat dari perubahan yang ada ditubuh ibu seperti Lordosis dorsolumbal
menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau kompresi akar saraf.
Sehingga struktur ligamentum otot dan tulang belakang bagian tengah dan
bawah mendapat tekanan berat. Hal ini disebabkan karena terjadi relaksasi
ringan dan ketidakstabilan sendi sakroiliaka yang besar dapat menimbulkan
nyeri dan kesulitan berjalan. Adapun asuhan yang dapat diberikan yaitu
menganjurkan ibu massase bagian pingang dan punggung yang terasa nyeri,
menganjurkan ibu menggunakan bantal dan kasur keras pada waktu tidur
(Ummi Hani, 2011; h. 65).
Kram pada kaki terjadi akibat penurunan kalsium dan alkolasis terjadi akibat
perubahan pada sistem pernapasan, tekanan uterus pada saraf, keletihan, dan
sirkulasi yang buruk pada tungkai. Adapun asuhan yang dapat di berikan
yaitu menganjurkan ibu kurangi konsumsi fosfor tinggi supaya terjadi
relaksasi pada otot-otot kaki, menganjurkan ibu beri kompres hangat pada
kaki, menganjurkan ibu konsumsi cukup kalsium dan istirahat cukup (Ummi
Hani, 2011; h. 66).
Hal ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan bahwa proses
kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah sehingga ketika

memberikan asuhan kepada pasien, pendekatan yang dilakukan lebih


cenderung kepada bentuk pelayanan promotif. Realisasi yang paling
dilaksanakan adalah pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
kepada pasien dengan materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu
hamil dan penatalaksanaan selama hamil (Ari Sulistyawati, 2011; h. 2).
Berdasarkan masalah diatas, penulis tertarik untuk mengambil study kasus
dengan judul Asuhan kebidanan pada ibu hamil terhadap Ny.E umur 28
tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari dengan ketidaknyamanan
trimester III di BPS Mafalda, S.ST, Bandar Lampung Tahun 2015.
1. 2 Rumusan Masalah
Berdasarkan

latar

belakang

diatas

maka

dirumuskan

masalah

yaituBagaimana asuhan kebidanan pada ibu hamil terhadap Ny.E umur 28


tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari dengan ketidaknyamanan
trimester III di BPS Mafalda, S.ST, Bandar Lampung tahun 2015?
1. 3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan umum
Peneliti mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil
terhadap Ny. E umur 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3
hari dengan Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST
sesuai dengan standar yang berlaku dan dengan pendekatan
manajemen kebidanan tahun 2015.

1.3.2 Tujuan khusus


a. Mampu melakukan pengkajian data dasar terhadap Ny.E umur 28
tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari dengan
Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST Bandar
Lampung tahun 2015.
b. Mampu melaksanakan interpretasi data untuk menentukan
diagnosa masalah dan kebutuhan ibu hamil terhadap Ny.E umur
28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 35

minggu 3 hari dengan

Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST Bandar


Lampung tahun 2015.
c. Mampu mengantisipasi masalah potensial terhadap Ny.E umur 28
tahun G2P1A0 usia kehamilan 35

minggu

3 hari dengan

Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST Bandar


Lampung tahun 2015.
d. Mampu melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi terhadap
Ny.E umur 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari
dengan Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST
Bandar Lampung tahun 2015.
e. Mampu merencanakan tindakan yang akan dilakukan terhadap
Ny.E umur 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari
dengan Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST
Bandar Lampung tahun 2015.

f. Mampu melaksanakan tindakan sesuai perencanaan terhadap


Ny.E umur 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari
dengan Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST
Bandar Lampung tahun 2015.
g. Mampu mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan terhadap
Ny.E umur 28

tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3

hari dengan Ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST


Bandar Lampung tahun 2015.
1. 4 Ruang Lingkup
1.4.1 Sasaran
1 Orang Ibu hamil dengan Ketidaknyaman Trimester III di BPS
Mafalda, S.ST, Bandar Lampung Tahun 2015.
1.4.2 Tempat
BPS. Mafalda, S.ST, Way Kandis Bandar Lampung Tahun 2015.
1.4.3 Waktu
Dilaksanakan dari tanggal 09-15 April 2015.
1. 5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Bagi institusi pendidikan
Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan dan iptek
khususnya mahasiswa kebidanan dalam menerapakan asuhan tentang
ketidaknyamanan trimester III, serta dapat menjadi dokumen dan
bahan bacaan bagi mahasiswa kebidanan Adila Bandar Lampung
sehingga menjadikan sumber ilmu bagi pembaca.

1.5.2 Bagi lahan praktik


Dapat di jadikan sebagai bahan masukan dan gambaran informasi
bagi tempat penelitian, sehingga dapat meningkatkan manajemen
asuhan kebidanan terhadap ibu hamil dalam memberikan asuhan
tentang Ketidaknyamanan trimester III.
1.5.3 Bagi pasien
Dapat memberikan informasi dan pengetahuan pada klien dalam
penatalaksanaan

ketidaknyamanan trimester III dan bagaimana

penanganannya sehingga resiko terjadinya ketidaknyamanan pada


kehamilan trimester III dapat berkurang.
1.5.4 Bagi penulis
Dapat meningkatkan pengetahuan serta dapat mengaplikasikan apa
yang telah di dapat selama perkuliahan, dalam penanganan kasus
pada ibu hamil khususnya dalam penatalaksanaan ketidaknyamanan
trimester III.
1.6 Metodologi dan Teknik Memperoleh Data
1.6.1 Metodologi penulisan
Dalam penyusunan karya tulis ini peneliti menggunakan metode
penulisan deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode
penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat
gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif.
Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan atau
menjawab permasalahan yang sedang di hadapi pada situasi sekarang.

Penelitian

ini

dilakukan

dengan

menempuh

langkah-langkah

pengumpulan data, klasifikasi, pengelola/analisis data, membuat


kesimpulan, dan laporan. Metode penelitian deskriptif sering
digunakan dalam program pelayanan kesehatan, terutama dalam
rangka mengadakan perbaikan dan meningkatkan program-program
pelayanan kesehatan tersebut (Soekidjo Notoatmodjo, 2005; h.138).
1.6.2 Teknik memperoleh data
Untuk Memperoleh data , tehnik yang digunakan sebagai berikut:
1.6.2.1 Data primer
1.6.2.1.1 Wawancara
Adalah suatu metode yang di pergunakan untuk
mengumpulkan

data,

dimana

penelitian

mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan


dari seseorang sasaran penelitian (responden) atau
bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang
tersebut (face to face) (Notoatmodjo, 2005; h. 102).
Pada

penelitian

ini

tehnik

wawancara

yang

digunakan yaitu:
a) Auto anamnesa
Adalah anamnesis yang dilakukan kepada pasien
langsung. jadi data yang diperoleh data primer,
karena langsung dari sumbernya
(Ari Sulistyawati, 2011; h.166).

b) Allo anamnesa
Adalah

anamnesis

yang

dilakukan

kepada

keluarga pasien untuk memperoleh data tentang


pasien. Ini dilakukan pada keadaan darurat ketika
pasien

tidak

memungkinkan

lagi

untuk

memberikan data yang akurat (Ari Sulistyawati,


2011; h.166).
1.6.2.1.2 Pengkajian fisik
Adalah suatu pengkajian yang dapat dipandang
sebagai bagian tahap

pengkajian pada proses

keperawatan

atau

tahap

pemeriksaan

klinis

dari

pengkajian
system

atau

pelayanan

terintegrasi, yang prinsip nya menggunakan caracara yang sama dengan pengkajian fisik kedokteran
yaitu inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi (Robert
Priharjo, 2006; h. 2-3).
1.6.2.2 Data sekunder
1.6.2.2.1 Study Pustaka
Study pustaka adalah merupakan hal yang sangat
penting dalam menunjang latar belakang teoritis
dari suatu penelitian, study pustaka didapat dari
sumber buku laporan-laporan penelitian, majalah

ilmiah,

jurnal

dan

sebagainya

(Soekidjo

Notoatmodjo, 2005; h. 63).


1.6.2.2.2 Study Dokumentasi
Study dokumentasi adalah semua bentuk informasi
yang

berhubungan

dengan

dokumen,

baik

dokumen yang resmi atau tidak resmi, semua


bentuk dokumen baik yang diterbitkan maupun
yang tidak diterbitkan (Soekidjo Notoatmodjo,
2005; h. 62-63).

10

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

TINJAUAN TEORI MEDIS


2.1.1 Pengertian Kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang bersinambung dan
terdiri dari: ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan
plasenta, dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm (Ida
Ayu Chandranita Manuaba, 2010; h. 75).
Proses kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah.
Hal ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan,
sehingga ketika memberikan asuhan kepada pasien, pendekatan
yang dilakukan lebih cenderung kepada bentuk pelayanan
promotif. Realisasi yang paling mudah dilaksanakan adalah
pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada
pasien dengan materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu
hamil dan penatalaksanaan ketidaknyamanan selama hamil (Ari
Sulistyawati, 2011; h. 2).
Kehamilan merupakan pengalaman yang sangat bermakna bagi
perempuan. Perilaku ibu selama masa kehamilannya akan
mempengaruhi kehamilannya, Bidan harus mempertahankan

11

kesehatan ibu dan janin serta mencegah komplikasi pada kehamilan


dan persalinan (Ina Kuswanti, 2014; h. 3-4).
2.1.2 Tujuan Asuhan Kehamilan
2.1.2.1 Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan
ibu dan tumbuh kembang janin.
2.1.2.2 Meningkatkan

dan

mempertahankan

kesehatan

fisik,

mental, serta sosial ibu dan bayi.


2.1.2.3 Menemukan secara dini adanya masalah/gangguan dan
kemungkinan komplikasi

yang terjadi

selama masa

kehamilan.
2.1.2.4 Mempersiapkan kehamilan, dan persalinan dengan selamat,
baik ibu maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin.
2.1.2.5 Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI
eksklusif berjalan normal.
2.1.2.6 Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan
baik dalam memelihara bayi agar dapat tumbuh dan
berkembang secara normal (Ari Sulistyawati, 2011; h. 4).
2.1.3 Standar Asuhan Kehamilan
2.1.3.1 Standar asuhan kehamilan
Terdapat enam standar dalam pelayanan antenatal dari 24
standar pelayanan kebidanan seperti berikut ini:

12

a. Standar 3 Identifikasi ibu hamil


Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi
dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan
penyuluhan dan memotivasi ibu, suami, dan anggota
keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan
kehamilannya sejak dini secara teratur.
b. Standar 4 Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal.
Pemeriksaan meliputi anamnesis serta pemantauan ibu
dan janin dengan seksama untuk menilai apakah
perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus
mengenal kehamilan resiko tinggi, khususnya anemia,
kurang gizi, hipertensi, PMS/Infeksi HIV, memberikan
pelayanan imunisasi, nasihat, dan penyuluhan kesehatan,
serta

tugas

terkait

lainnya

yang

diberikan

oleh

puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada


setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus
mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan
merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
c. Standar 5 Palpasi abdominal
Bidan

melakukan

pemeriksaan

abdominal

secara

seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan


usia kehamilan bila

13

umur kehamilan bertambah.

Memeriksa posisi, bagian terendah janin, dan masuknya


kepala janin ke dalam rongga panggul untuk mencari
kelainan,serta melakukan rujukan tepat waktu.
d. Standar 6 Pengelolaan anemia pada kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan,
penanganan dan/atau rujukan semua kasus anemia pada
kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Standar 7 Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan
darah pada kehamilan, mengenali tanda dan gejala pre
eklampsia dan lainnya, mengambil tindakan yang tepat
dan merujuknya.
f. Standar 8 Persiapan persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil,
suami dan keluarganya pada trimester ketiga untuk
memastikan bahwa persiapan persalinan bersih dan
aman.

Serta

direncanakan

suasana

yang

menyenangkan

dengan

baik,

disamping

akan

persiapan

transportasi dan biaya untuk merujuk bila tiba-tiba terjadi


keadaan gawat darurat. Oleh karena itu, bidan sebaiknya
melakukan kunjungan rumah (Vivian Nanny Lia Dewi,
2012; h. 18).

14

Kunjungan ante-natal care (ANC) minimal :


a. Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13
minggu)
b. Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-27
minggu)
c. Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28- 40
minggu ) (Ari Sulistyawati, 2011; h. 4).
2.1.3.2 Pelayanan standar
Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, standar
minimal pelayanan pada ibu hamil adalah tujuh bentuk yang
disingkat dengan 7 T, antara lain sebagai berikut :
a. Timbang berat badan
b. Ukur tekanan darah
c. Ukur tinggi fundus uteri
d. Pemberian imunisasi TT lengkap
e. Pemberian tablet besi (Fe) minimal 90 tablet selama
kehamilan dengan dosis satu tablet setiap harinya
f. Lakukan tes penyakit menular seksual (PMS)
g. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
(Ari Sulistyawati, 2011; h. 5).
2.1.4 Tanda-tanda Kehamilan
2.1.4.1 Tanda Tidak Pasti kehamilan
a. Amenorhoe (tidak dapat haid)

15

b. Nausea (enek) dan emesis (muntah)


c. Mengidam (menginginkan makanan atau minuman
tertentu)
d. Mamae menjadi tegang dan membesar
e. Anoreksia (tidak nafsu makan)
f. Sering kencing
g. Obstipasi
h. Pigmentasi kulit
i. Epulis ( perdarahan/pembengkakan di gusi)
j. Varises (penekanan vena-vena)
2.1.4.2 Tanda kemungkinan hamil
a. Uterus membesar
b. Tanda hegar
c. Tanda Chadwick
adanya hipervaskularisasi megakibatkan vagina
dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan
(livide)
d. Tanda piskacek
Uterus mengalami pembesaran kadang-kadang
pembesaran tidak rata tetapi di daerah telur
bernidasi lebih cepat tumbuhnya
e. Tanda Braxton Hicks

16

Bila uterus dirangsang (distimulasi dengan di


raba) akan mudah berkontraksi.
f. Goodell sign
Di luar kehamilan konsistensi serviks keras, keras
nya seperti kita merasa ujung hidung, dalam kehamilan serviks menjadi lunak pada perabaan selunak
vivir atau ujung bawah daun telinga
g. Reaksi kehamilan positif
Cara khas yang dipakai dengan menentukanada
nya human chorionic gonadotropin pada kehamilan
muda adalah air kencing pertama pada pagi hari
2.1.4.3 Tanda Pasti Kehamilan
a. Terasa gerakan janin
b. Teraba bagian-bagian janin
c. Denyut jantung janin (DJJ)
d. Terlihat kerangka janin pada pemeriksaan sinar
rontgen
e. Dengan

menggunakan

USG

dapat

terlihat

gambaran janin berupa ukuran kantong janin


(Nurul Jannah, 2012; h. 117-123).

17

2.1.5 Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Ibu Hamil


2.1.5.1 System Reproduksi
1. Uterus
a. Ukuran
Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah
30x25x20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000cc. Hal
ini karena rahim

membesar

akibat

hipertropi

dan

hiperplasi otot polos rahim, serabut kolagenya menjadi


higroskopik, dan endometrium menjadi desidua. Jika
penambahan ukuran TFU per tiga dapat

dilihat

dalam

tabel dibawah ini (Nurul Jannah, 2012; h. 87).

Tabel 2.1 TFU Menurut Penambahan Per Tiga Jari


Usia kehamilan
(minggu)
12
16
20
24
28
32

Tinggi fundus uteri (TFU)


3 jari diatas simpisis
Pertengahan pusat simpisis
3 jari dibawah pusat
Setinggi pusat
3 jari diatas pusat
Pertengahan pusat prosesus xiphoideus
(px)
3 jari dibawah pusat-prosesus xiphoideus
Pertengahan
pusat
dan
prosesus
xipoideus.

36
40

(Nurul Jannah, 2012; h. 88).


b. Berat
Berat Uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram
menjadi 1000 gram pada akhir bulan

18

Tabel 2.2 Bentuk Uterus Berdasarkan Usia kehamilan


Usia Kehamilan

Bentuk dan Konsistensi Uterus

Bulan pertama

Seperti buah Alpukat

2 Bulan

Sebesar Telur Bebek

3 Bulan

Sebesar Telur Angsa

4 Bulan

Berbentuk Bulat

5 Bulan

Rahim Teraba Seperti Berisi Cairan Ketuban

(Ari Sulistyawati, 2011; h. 60).


2. Ovarium
Ovulasi berhenti namun masih terdapat korpus luteum
graviditas

sampai terbentuknya plasenta yang akan

mengambil alih pengeluaran

estrogen dan progesteron

(Ari Sulistyawati, 2011; h. 61).


3. Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan
karena hormone estrogen. Jika korpus uteri mengandung
lebih banyak jaringan otot, maka serviks lebih banyak
mengandung jaringan ikat. Jaringan ikat pada serviks ini
mengandung kolagen. Akibat kadar estrogen dan dengan
adanya hipervaskularisasi serta meningkatnya suplai
darah maka konsistensi serviks menjadi lunak yang
disebut tanda goodell (Ina Kuswanti, 2014; h. 80).

19

4. Vagina dan vulva


Akibat pengaruh hormone estrogen, vagina dan vulva
mengalami perubahan. Sampai minggu ke-8 terjadi
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva
tampak lebih merah, agak kebiruan (lividae), tanda ini
disebut Chadwick (Ina Kuswanti, 2014; h. 79).
2.1.5.2 Sistem Gastrointestinal
Rahim yang semakin membesar akan menekan rectum dan
usus bagian bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi.
Sembelit semakin berat karena gerakan otot didalam usus
diperlambat oleh tingginya kadar progesterone. Wanita hamil
mengalami rasa panas di dada (Heartburn) dan sendawa,
yang kemungkinan karena makanan lebih lama berada di
dalam lambung dan arena relaksasi sfingter di kerongkongan
bagian bawah yang kemungkinan isi lambung mengalir
kembali ke kerongkongan (Ari Sulistyawati, 2011; h. 63).
2.1.5.3 Sistem Integumen
Sehubungan deangan tingginya kadar hormonal, terjadi
peningkatan pigmentasi selama kehamilan. keadaan ini
sangat jelas terlihat pada kelompok wanita dengan warna
kulit gelap atau hitam dan dapat dikenali pada payudara,
abdomen vulva dan wajah. ketika terjadi pada kulit wajah
disebut dengan kloasma. Linea alba garis putih tipis yang

20

membentang dari simpisi pubis sampai umbilicus. Dapat


menjadi gelap yang disebut Linea nigra. peningkatan
pigmentasi ini akan berkurang sedikit demi sedikit setelah
masa kehamilan. tingginya kadar hormon yang tersirkulasi
dalam darah dan peningkatan regangan pada kulit abdomen,
paha dan payudara bertanggung jawab pada timbulnya garisgaris yang berwarna merah muda atau kecoklatan pada
daerah tersebut, dan disebut dengan Striaegravidarum (Nurul
Jannah, 2012; h.101).
2.1.5.4 Payudara
Payudara

sebagai

organ

target

unutk

proses

laktasi

mengalami banyak perubahan sebagai persiapan setelah janin


lahir. Beberapa perubahan yang dapat diamati oleh ibu adalah
sebagai berikut:
1. Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, dan
berat.
2. Dapat teraba nodul-nodul, akibat hipertropi jaringan
kelenjar alveoli.
3. Bayangan vena-vena lebih membiru.
4. Hiperpigmentasi pada areola dan putingsusu.
5. Kalau diperas akan keluar air susujolong (kolostrum)
berwarna kuning (Ari Sulistyawati, 2011; h. 65).

21

2.1.5.5 Sistem Endokrin


Selama

siklus

menstruasi

normal,

hipofisis

anterior

memproduksi LH dan FSH merangsang folikel de graaf


untuk menjadi matang dan berpindah ke permukaan ovarium
di mana ia dilepaskan. Folikel yang kosong dikenal sebagai
korpus luteum dirangsang oleh LH untuk memproduksi
progesteron.

Progesteron

dan

estrogen

merangsang

proliferasi dan desidua (lapisan dalam uterus) dalam upaya


mempersiapkan implantasi jika kehamilan terjadi. Plasenta
yang terbentuk secara sempurna dan berfungsi 10 minggu
setelah pembuahan terjadi, akan mengambil alih tugas korpus
luteum untuk memproduksi estrogen dan progesteron (Ari
Sulistyawati, 2011; h. 66).
2.1.5.6 Sistem Kardiovaskuler
Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan
terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah kerahim.
Janin yang terus tumbuh, menyebabkan darah lebih banyak
dikirim kerahim ibu. Pada akhir usia kehamilan, rahim
menerima seperlima dari seluruh darah dari ibu (Ari
Sulistyawati, 2011; h. 61).
2.1.5.7 Sistem Pernapasan
Ruang abdomen yang membesar oleh karena meningkatnya
ruang rahim dan pembentukan hormone progesterone

22

menyebabkan paru-paru berfungsi sedikit berbeda dari


biasanya. Wanita hamil bernapas lebih cepat dan lebih dalam
karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk janin dan
untuk dirinya. Lingkar dada wanita hamil agak membesar.
Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah
dan menjadi agak tersumbatoleh penumpukan darah (Nurul
Jannah, 2012; h. 106).
2.1.5.8 Sistem pencernaan
Perubahan rasa tidak enak di ulu hati di sebabkan karena
adanya perubahan lambung dan aliran asam lambung ke
esophagus bagian bawah. Produksi asam lambung menurun
sering terjadi mual muntah karena pengaruh HCG, tonus otototot traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh
traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama
berada di lambung dan apa yang di cerna lebih lama berada
dalam usus. Saliva atau pengeluaran air liur berlebihan
daripada biasanya.

Hipersaliva sering terjadi

sebagai

kompensasi dari mual dan muntah yang terjadi (Ina


Kuswanti, 2014; h. 84-85).
2.1.5.9 Perubahan Berat Badan
Pertumbuhan berat badan ibu hamil menggambarkan status
gizi selama hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan.
disarankan pada ibu primigravida untuk tidak menaikkan

23

berat badannya lebih dari kg/bulan.Perkiraan peningkatan


berat badan yang dianjurkan :
1. 4 kg pada kehamilan trimester I
2. 0,5 kg/minggu pada kehamilan trimester II sampai III
3. Totalnya sekitar 15 -16 kg selama hamil (Ari Sulistyawati,
2011; h. 68-69).

Tabel 2.3 Komponen pertambahan berat badan ibu selama hamil


Komponen

Jumlah (dalam kg)

Jaringan ekstrauterine
Janin
Cairan amnion
Plasenta
Payudara
Tambahan darah
Tambahan cairan jaringan
Tambahan jaringan lemak

1
3- 3,8
1
1-1,1
0,5 2
2 2,5
1,5 2,5
2 2,5

Total

11,5 16

(Ari Sulistyawati, 2011; h. 68-69).


2.1.5.10 Sistem Metabolisme
Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan
tulangnya dan ini terjadi ketika trimester terakhir. Kebutuhan
zat besi wanita hamil kurang lebih 1.000 mg, 500 mg
dibutuhkan untuk meningkatkan massa sel darah merah dan
300 mg untuk transportasi ke fetus ketika krehamilan
memasuki usia 12 minggu, 200 mg sisanya untuk
menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. Wanita hamil
membutukan zat besi rata-rata 3,5 mg/ hari.

24

Pada metabolisme lemak terjadi peningkatan kadar kolesterol


sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. Hormon somatotropin
mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada
payudara. Deposit lemak lainnya tersimpan dibadan, perut,
paha, dan tangan.
Pada metabolisme mineral yang terjadi adalah sebagai
berikut:
1. Kalsium
Dibutuhkan rata-rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk
pembentukan

tulang

terutama

di

trimester

akhir

dibutuhkan 30-40 gram


2. Fosfor
Dibutuhkan rata-rata 2gr/hari
3. Air
wanita hamil cenderung mengalami retensi air
(Ari Sulistyawati, 2011; h. 63).
2.1.6 Kebutuhan fisik Ibu Hamil
2.1.6.1 Oksigen
Kebutuhan oksigen adalah

yang utama pada manusia

termasuk ibu hamil. Berbagai gangguan pernafasan bisa


terjadi pada saat hamil sehingga akan mengganggu
pemenuhan kebutuhan oksigen pada ibu yang akan
berpengaruh pada bayi yang dikandung. Untuk mencegah

25

hal tersebut dan untuk memenuhi kebutuhan oksigen maka


ibu perlu :
1. Latihan nafas melalui senam hamil
2. Tidur dengan bantal yang lebih tinggi
3. Makan tidak terlalu banyak
4. Kurangi dan hentikan merokok (Ina Kuswanti, 2014; h.
117).
2.1.6.2 Nutrisi
Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutlak harus
dipenuhi.

Kekurangan

nutrisi

dapat

meneyebabkan

anemia, abortus, IUGR, inersia uteri, perdarahan pasca


perslinan,

sedangkan

kelebihan

makanan

karena

beranggapan pemenuhan makanan untuk dua orang akan


berakibat kegemukan, pre eklamsi, janin terlalu besar (Ari
Sulistyawati, 2011; h. 107).
2.1.6.3 Personal hygiene
Perawatan kebersihan selama kehamilan sangatlah perlu
karena saat kehamilan ibu hamil sangat rentan mengalami
infeksi akibat akibat penularan bakteri ataupun jamur,
terutama dalam menjaga kebersihan alat kelamin dan
pakaian, dengan menganjurkan ibu mengganti pakaian
dalam sesering mungkin ketika terasa lembab, dan
membersihkan alat kelamin dengan air bersih dari arah

26

depan kebelakang dan mengeringkan dengan tissue atau


kain bersih (Nurul Jannah, 2012; h.150).
2.1.6.4 Kebutuhan ibu hamil akan seksual
Hubungan seksual dapat dilakukan seperti biasa kecuali
bila terjadi perdarahan atau keluar cairan dari kemaluan,
maka harus dihentikan. Jika ada riwayat abortus
sebelumnya, koitus ditunda sampai usia kehamilan diatas
16 minggu, dimana diharapkan plasenta sudah terbentuk,
dengan implantasi dan fungsi yang baik. Beberapa
kepustakaan menganjurkan agar koitus mulai dihentikan
pada 3-4 minggu terakhir menjelang tanggal persalinan
(Vivian Nanny Lia Dewi, 2012; h.125).
2.1.6.5 Mobilisasi body mekanik
Berhubungan dengan system muskuloskeletal : persendian
sakroiliaka,

sakro-koksigia

dan

publik

yang

akan

menyebabkan adanya keretakan, pusat gravitasi berubah


sehingga postur tubuh berubah menjadi lordosi fisiologis.
Penekanan pada ligamentum dan pelvic, cara baring,
duduk, dan berdiri dihindari jangan sampai mengakibatkan
injuri karena jatuh (Ai Yeyeh Rukiyah, 2009; h.108).
2.1.6.6 Perawatan payudara
Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam perawatan
payudara adalah sebagai berikut :

27

1. Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu


ketat dan yang

mengunakan

busa,

karena

akan

menggangu penyerapan keringat di payudara


2. Gunakan bra yang dengan bentuk yang menyangga
payudara
3. Hindari pembersihan puting susu dengan sabun mandi
karena akan menyebabkan iritasi
4. Bersihkan susu dengan baby oil atau minyak kelapa
lalu bilas dengan air hangat
5. Jika

ditemukan

pengeluaran

cairan

berwarna

kekuningan dari payudara berarti produksi Asi sudah


dimulai (Ari Sulistyawati, 2011; h.118).
2.1.6.7 Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan
dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air
kemih. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon
progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot
polos, salah satunya adalah otot usus. Selain itu desakan
usus

oleh

pembesaran

janin

juga

menyebabkan

bertambahnya konstipasi. Tindakan pencegahan yang dapat


dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan tinggi
serat dan banyak minum air putih hangat ketika lambung
dalam keadaan kosong yang berfungsi untuk merangsang

28

gerak peristaltik usus. Sering buang air kecil merupakan


keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil, terutama
pada Trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi yang
fisiologis. Ini terjadi karena pada awal kehamalan terjadi
pembesaran uterus yang mendesak kandung kemih sehingga
kapasitasnya berkurang. Sedangkan pada TM III terjadi
pembesaran janin yang juga menyebabkan desakan pada
kantong kemih. Tindakan mengurangi asupan cairan untuk
mengurangi keluhan sangat tidak dianjurkan karena dapat
menyebabkan dehidrasi (Ina Kuswanti, 2014; h. 121).
2.1.6.8 Lingkungan yang bersih
Salah satu pendukung untuk keberlangsungan kehamilan
yang bersih, karena kemungkinan terpapar kuman dan zat
toksik yang berbahaya bagi ibu dan janin. Lingkungan yang
bersih disini adalah termasuk bebas dari polusi udara seperti
rokok. Karbon monoksida yang terdapat dalam rokok akan
dapat

bebas

kemampuan

menembus
HB

dalam

plasenta
mengikat

dan

mengurangi

oksigen.

merangsang hormon adrenergik yang

Nikotin

menyebabkan

vasokontriksi menyeluruh, terutama mengurangi perfusi


uterus dan mempersempit arteri tali pusat. Ibu hamil sebagai
perokok aktif ataupun terpapar asap rokok (perokok pasif)
akan terkena dampak yang sama. selain udara prilaku hidup

29

bersih dan sehat perlu juga di laksanakan, seperti menjaga


kebersihan diri, makanan yang dimakan, buang air besar di
jamban,

dan

mandi

menggunakan

air

bersih

(Ari

Sulistyawati, 2011; h. 111).


2.1.6.9 Sikap tubuh yang baik
Tubuh

akan

mengadakan

penyesuaian

fisik

dengan

pertambahan ukuran janin, perubahan tubuh yang paling


jelas adalah tulang punggung bertambah lordosis karena
tumpuan tubuh bergeser lebih ke belakang di banding sikap
tubuh ketika tidak hamil. Keluhan yang sering di alami
adalah rasa pegal di punggung dan kram kaki ketika tidur
malam hari. Hal yang perlu di perhatikan untuk masalah ini
adalah tidak memakai sepatu hak tinggi, posisi tegak saat
mengangkat beban, tidur dengan posisi kaki di tinggikan,
duduk dengan posisi punggung tegak, dan hindari duduk
atau berdiri terlalu lama (Ari Sulistyawati, 2011; h.119).
2.1.6.10 Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk
mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu
dan janin. Jenis imunisasi yang di berikan adalah tetanus
toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.

30

Tabel 2.3 Pemberian suntikan TT


Jenis
suntikan

Interval

Lama
perlindungan

%
Perlindungan

TT 1

Pada
kunjungan
antenatal pertama

TT 2

3 tahun

80

TT 3

4 minggu setelah
TT1
6 bulan setelah TT 2

5 tahun

95

TT 4

1 tahun setelah TT 3

10 tahun

99

TT 5

1 tahun aetelah TT 4

25 tahun/ seumur
hidup

99

(Ari Sulistyawati, 2011; h. 121).


2.1.6.11 Persiapan persalinan
Beberapa hal yang harus di persiapkan untuk persalinan
adalah sebagai berikut :
1. Biaya dan penentuan tempat melahirkan
2. Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil
keputusan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan
3. Baju ibu dan bayi beserta perlengkapan lainnya
4. Surat-surat fasilitas kesehatan (ASKES, kartu sehat,
jaminan kesehatan dari tempat keraja dan lain-lainnya)
5. Pembagian peran saat berada di RS (Ari Sulistyawati,
2011; h.122).

31

2.1.6.12 Penjelasan tentang tanda bahaya pada kehamilan


Beberapa tanda bahaya yang penting untuk di sampaikan
kepada pasien dan keluarga adalah sebagai berikut :
1. Perdarahan pervaginam
2. Sakit kepala hebat
3. Masalah penglihatan
4. Bengkak pada muka dan tangan
5. Nyeri perut yang hebat
6. Bayi kurang bergerak (Ari Sulistyawati, 2011; h. 128).
2.1.6.13 Perubahan fisiologis dan ketidaknyamanan TM III
Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam
tubuh ibu yang semuanya membutuhkan suatu adaptasi,
baik fisik maupun psikologis. Dalam proses adaptasi
tersebut

tidak

jarang

ibu

akan

mengalami

ketidaknyamanan yang meskipun hal itu adalah fisiologis


namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan dan
perawatan (Ari Sulistyawati, 2011; h. 123).

32

Tabel 2.4 Perubahan fisiologis dan ketidaknyamanan Trimester III


Perubahan fisiologis

Tanda

Ketidak

kehamilan

nyamanan

Kebutuhan fisiologis

fisiologis
Dengan semakin membesarnya
uterus, maka akan meng alami
desakan pada diafrag ma sehingga
akan mengala mi kenaikan 4 cm;
terjadi pelebaran sudut toraks
dari 68 sampai 103 derajat; peningkatan
progesteron
menye
babkan peningkatan pusat saraf
untuk konsumsi oksigen.

Sesak

Lordosis
dorsolumbal
dapat
menyebabkan nyeri akibat tarikan
pada saraf atau kompresi akar
saraf. Struktur ligamentum dan
otot tulang belakang bagian
tengah dan bawah mendapat
tekanan berat.

HiperLor-

Nyeri

Dosis

pinggang

nafas

dan
punggung
bagian
bawah

Penurunan kalsium dan alka losis


terjadi akibat perubahan pada
sistem pernafasan, tekanan uterus
pada saraf, keletihan dan sirkulasi
yang buruk pada tungkai.

Perubahan titik pusat gaya berat


akibat uterus yang bertambah
besar dan berat wanita mengambil
sikap yang dapat menekan saraf
ulnar, median, dan skiatik terjadi
hiperventilasi.

Terjadi gangguan sirkulasi darah


akibat pembesaran dan penekanan
uterus teruta ma pada vena pelvis
ketika duduk dan vena cava infe-

Kram pada
kaki

KeseMuTan

a) KIE tentang penyebab fisiologis


b) Bantu
cara
untuk
mengatur
pernafasan
c) Mendorong postur tubuh yang baik
untuk pernafa san, interkostal, Posisi
berbaring semi fowler
d) Istirahat teratur, latihan pernafasan,
dan senam hamil.

a) Gunakan mekanisme tubuh yang


baik untuk meng angkat barang yang
jatuh, misalnya dengan jongkok,
lebarkan kaki dan letakkan satu kaki
sedikit didepan
b) Hindari sepatu hak tinggi, hindari
pekerjaan dengan beban berat
c) Gunakan bantal waktu tidur untuk
meluruskan punggung
d) Gunakan kasur yang keras untuk
tidur
e) Senam hamil
f) Masase daerah pinggang dan
punggung.

a) Kurangi konsumsi fosfor tinggi


supaya terjadi relak sasi pada otototot kaki.
b) Beri kompres hangat pada kaki.
c) Konsumsi cukup kalsium.
d) Istirahat cukup.

a) KIE tentang penyebab


b) Posisikan postur tubuh de ngan benar
c) Berbaring & merebahkan
diri
d) Bangun secara perlahan dari posisi
istirahat.

Odema

33

a) Hindari berdiri terlalu lama


b) Hindari lingkungan yang terlalu
ramai dan berdesak-desakan.
c) Hindari posisi tegak lurus dalam

rior ketika berbaring, pening


katan penyerapan kapiler.

Usus halus dan usus besar


Relaksasi pada usus halus
sehingga penyerapan makanan
menjadi
lebih
maksimal.
Relaksasi juga terjadi pada usus
besar sehingga penyerapan air
menjadi lebih lama.

Konstipasi

Peningkatan sensitivitas kan dung


kemih dan pada tahap selanjutnya
merupakan akibat kompresi pada
kandung kemih. Pada trimester
kedua, kandung kemih tertarik
keatas dan keluar dari panggul
sejati kearah abdomen.uretra
memanjang sampai 7,5 cm karena
kandung kemih bergeser kearah
atas. Kongesti panggul pada masa
hamil ditunjukan oleh hiperemia
kandung kemih & uretra.
Peningkatan vaskularisasi
ini
membuat mukosa kandung kemih
mudah luka dan berdarah. Tonus
kandung kemih dapat menurun.
Hal ini memungkinkan distensi
kandung kemih mencapai 1500
ml. Pada saat yang sama,
pembesaran uterus me nekan
kandung kemih,menimbulkan rasa
ingin
berkemih
walaupun
kandung kemih hanya terisi
sedikit urine.

Sering
BAK

(Ummi Hani, 2011; h. 51-66).

34

waktu yang lama.


d) Istirahat dengan posisi berbaring
miring dan kaki agak ditinggikan.
e) Hindari kaos kaki atau stocking yang
ketat.
f) Olahraga atau senam hamil
a) Tingkatkan intake cairan dan serat
dalam diet, misalnya buah dan
sayuran.
b) Minum air hangat terutama ketika
perut kosong.
c) Istirahat cukup
d) Senam hamil.

a) KIE tentang sebab sering BAK


b) Kosongkan kandung kemih ketika
ada dorongan
c) Perbanyak minum pada waktu siang
hari
d) Jangan kurangi minum pada malam
hari kecuali mengganggu tidur &
mengalami kelelahan
e) Hindari minum kopi atau teh.
f) Berbaring miring kiri saat tidur untuk
meningkatkan diuresis
g) Tidak
memerlukan
pengobatan
farmakologis.

2.1.7 Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil TM III


1. Memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah
normal.
2. Menenangkan ibu dengan mengatakan bahwa bayinya saat ini
senang berada dalam perut ibu dan tubuh ibu secara alamiah
akan menyiapkan kelahiran bayi
3. Membicarakan kembali dengan ibu bagaimana tanda-tanda
persalinan yang sebenarnya
4. Menenangkan

ibu

dengan

menyatakan

bahwa

setiap

pengalaman kehamilan bayi adalah unik


5. Dan meyakinkan bahwa anda akan selalu berada bersama ibu
untuk membantu melahirkan bayinya (Ai Yeyeh Rukiyah,
2009; h. 133).
2.1.8 Tanda Bahaya Kehamilan
Pada setiap kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan pada
ibu bagaimana mengenai tanda-tanda bahaya , dan menganjurkan
ibu untuk datang ke klinik dengan segera jika ia mengalami
tanda-tanda bahaya tersebut. Tanda-tanda bahaya selama priode
antenatal adalah :
1. Perdarahan pervaginam
Pada kehamilan lanjut perdarahan yang tidak normal adalah
merah kehitaman, banyak/sedikit, nyeri/tidak nyeri (placenta
previa dan sousio placenta).

35

2. Sakit kepala yang hebat


Sakit kepala yang hebat menunjukan suatu masalah yang serius
adalah sakit kepala yang hebat, yang menetap dan tidak hilang
dengan istirahat. Kadang-kadang, dengan sakit kepala yang
hebat

tersebut,

ibu

mungkin

menemukan

bahwa

penglihatannya menjadi kabur atau terbayang. Sakit kepala


yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari preeklamsia.
3. Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun
senja)
Masalah visual yang mengindikasikan keadaan mengancam
jiwa adalah perubahan visual mendadak , misalnya pandangan
kabur atau terbayang.
4. Bengkak pada muka, tangan dan kaki
Bengkak bisa menunjukan adanya masalah serius jika muncul
pada muka,

tangan dan kaki, apabila tidak hilang setelah

beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Hal


ini dapat merupakan pertanda, anemia, gagal jantung atau
preeklamsia (Ai Yeyeh Rukiyah, 2009; h. 126-127).

2.2 Tinjauan Teori Manajemen Kebidanan


2.2.1 Pengertian
Manajemen kebidanan merupakan suatu metode atau bentuk
pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam memberi asuhan

36

kebidanan.

Langkah-langkah

dalam

manajemen

kebidanan

menggambarkan alur pola berfikir dan bertindak bidan dalam


pengambilan keputusan klinis untuk mengatasi masalah (Ummi
Hani, 2011; h. 85).
2.2.2 Langkah manajemen kebidanan menurut Varney
Merupakan metode pemecahan masalah kesehatan ibu dan anak
yang khusus dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan
kebidanan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Dalam proses penatalaksanaan asuhan kebidanan menurut varney
ada 7 langkah, meliputi:
2.2.2.1 Pengkajian (Pengumpulan data dasar)
Adalah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk
mengevaluasi keadaan pasien. Merupakan langkah pertama untuk
mengumpulkan semua informasi yang akurat dari semua sumber
yang berkaitan dengan kondisi pasien (Eny Retna Ambarwati,
2009; h. 131).
A. Data subyektif
Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara :
1. Identitas pasien
a. Nama istri/suami
Mengetahui nama klien dan suami berguna untuk
memperlancar komunikasi dalam asuhan sehingga

37

tidak terlihat kaku dan lebih akrab (Elisabeth Siwi


Walyani, 2015; h. 118).
b. Umur
Umur perlu diketahui guna untuk mengetahui resiko
seperti umur <20 tahun, yang mana alat-alat
reproduksi belum matang dan mental, psikisnya
belum siap. Sedangkan umur >35 tahun rentan sekali
untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas (Eny
Retna Ambarwati, 2009; h. 131).
c. Agama
Untuk mengetahui keyakinan pasien tersebut untuk
membimbing atau mengarahkan pasien dalam
berdoa (Eny Retna Ambarwati, 2009; h. 132).
d. Suku/Bangsa
Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan
sehari-hari (Eny Retna Ambarwati, 2009; h. 132).
e. Pendidikan
Berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat intelektualnya,
sehingga bidan dapat memberikan konseling sesuai
dengan pendidikannya (Eny Retna Ambarwati, 2009;
h. 132).

38

f. Pekerjaan
Gunanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat
sosial

ekonominya,

karena

hal

ini

juga

mempengaruhi dalam gizi pasien tersebut (Eny Retna


Ambarwati, 2009; h. 132).
g. Alamat
Alamat rumah klien perlu diketahui bidan untuk
lebih memudahkan saat pertolongan persalinan dan
untuk mengetahui jarak rumah dengan tempat
rujukan (Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h. 119 ).
2. Keluhan utama
Untuk mengetahui masalah yang dihadapi yang
berkaitan dengan ketidakyamanan TM III, keluhan
utamanya adalah

susah BAB, sering BAK, nyeri

pinggang dan punggung bagian bawah serta kram pada


kaki (Eny Retna Ambarwati, 2009; h. 132).
3. Riwayat kebidanan
a. Menstruasi
Data ini memang tidak secara langsung berhubungan
dengan masa kehamilan, namun dari data yang kita
peroleh kita akan mempunyai gambaran tentang
keadaan dasar dari organ reproduksinya. Beberapa

39

data yang harus kita peroleh dari riwayat menstruasi


antara lain sebagai berikut :
a) Menarche
Usia pertama kali mengalami menstruasi. Wanita
Indonesia pada umumnya mengalami menarche
sekitar 12 sampai 16 tahun (Ari Sulistyawati,
2011; h. 167).
b) Siklus
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi
yang dialami dengan menstruasi berikutnya,
dalam hitungan hari. Biasanya sekitar 23 sampai
32 hari (Ari Sulistyawati, 2011; h. 167).
c) Frekuensi (lamanya)
Lamanya haid yang normal adalah kurang lebih 7
hari. Apabila sudah mencapai 15 hari berarti
sudah

abnormal

gangguan

dan

ataupun

mempengaruhinya

kemungkinan
penyakit

(Elisabeth

Siwi

adanya
yang
Walyani,

2015; h. 120).
d) Volume (banyaknya)
Normalnya yaitu 2 kali ganti pembalut dalam
sehari. Apabila darahnya terlalu berlebih, itu
berarti

telah

40

menunjukkan

gejala

kelainan

banyaknya darah haid (Elisabeth Siwi Walyani,


2015; h. 120).
e) Keluhan
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang
dirasakan ketika mengalami menstruasi, misalnya
nyeri hebat, sakit kepala sampai pingsan, atau
jumlah darah yang banyak. Ada beberapa keluhan
yang disampaikan oleh pasien dapat menunjuk
kepada diagnosis tertentu (Ari Sulistyawati, 2011;
h.167).
f) Gangguan kesehatan alat reproduksi
Data ini sangat penting untuk kita kaji karena
akan memberikan petunjuk bagi kita tentang
organ reproduksi pasien. Ada beberapa penyakit
organ reproduksi yang berkaitan erat dengan
personal hygiene pasien, atau kebiasaan lain yang
tidak mendukung kesehatan reproduksinya. Jika
didapatkan adanya salah satu atau beberapa
riwayat gangguan kesehatan reproduksi, maka
kita harus waspada akan adanya kemungkinan
gangguan kesehatan alat reproduksi pada masa
kehamilan.

41

Beberapa data yang perlu kita kaji dari pasien


adalah

apakah

pasien

pernah

mengalami

gangguan seperti berikut ini :


(a) keputihan
(b)infeksi
(c) gatal karena jamur
(d)tumor
(Ari Sulistyawati, 2011; h.168).
4. Riwayat obstetri (kehamilan lalu)
Alasan mengapa perlu dikaji karena untuk mengetahui
Masalah obstetrik, medis dan sosial yang lain, dalam
kehamilan kehamilan lalu (preeklamsi dan lain-lain),
dalam persalinan (malpersentasi, drip oksitosin, dan
lain-lain), bentuk persalinan (spontan, SC, forcep,
atau vakum ekstraksi), dalam nifas (perdarahan,
infeksi kandungan, bagaimana laktasi, dan lain-lain),
berat lahir bayi, jenis kelamin bayi, kelainan
kongenital bayi dan komplikasi yang lain seperti
ikterus, status bayi saat lahir (hidup atau mati), status
kehidupan bayi, jika meninggal apa penyebabnya.
Pertanyaan ini sangat mempengaruhi prognosis
persalinan dan pimpinan persalinan, karena jalannya
persalinan yang lampau adalah hasil ujian-ujian dari

42

segala fakor yamg mempengaruhi persalinan (Ummi


Hani, 2011; h. 89).
5. Riwayat kehamilan sekarang
a) HPHT (Hari pertama haid terakhir)
Bidan ingin mengetahui tanggal hari pertama dari
menstruasi terakhir klien untuk memperkirakan
kapan kira-kira bayi akan dilahirkan (Elisabeth
Siwi Walyani, 2015; h. 120).
b) TP (Taksiran persalinan/perkiraan lahir)
Gambaran riwayat menstruasi klien yang akurat
biasanya membantu penetapan tanggal perkiraan
kelahiran di beberapa tempat. Ditentukan dengan
perhitungan internasional menurut hukum naegele
(Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h. 121).
c) Kehamilan yang keJumlah kehamilan ibu perlu ditanyakan karena
terdapatnya perbedaan perawatan antara ibu yang
baru pertama hamil dengan ibu yang sudah
beberapa kali hamil, apabila ibu tersebut baru
pertama kali hamil otomatis perlu perhatian ekstra
pada kehamilannya (Elisabeth Siwi Walyani, 2015;
h. 121).

43

6. Riwayat kesehatan
Data dari riwayat kesehatan ini dapat kita gunakan
sebagai penanda (warning) akan adanya penyulit
masa hamil. Adanya perubahan fisik dan fisiologis
pada masa hamil yang melibatkan seluruh sistem
dalam tubuh

akan

mempengaruhi organ

yang

mengalami gangguan. Beberapa data penting tentang


riwayat kesehatan pasien yang perlu kita ketahui
adalah pasien pernah atau sedang menderita penyakit,
seperti jantung, diabetes melitus (DM), ginjal,
hipertensi/hipotensi dan hepatitis (Ari Sulistyawati,
2011; h. 168-169).
7. Status perkawinan
Ini penting untuk dikaji karena dari data ini kita akan
mendapatkan gambaran mengenai suasana rumah
tangga pasangan. Beberapa pertanyaan yang dapat
diajukan antara lain sebagai berikut :
a. Berapa tahun usia ibu ketika menikah pertama
kali?
b. Status pernikahan (sah/tidak)?
c. Lama pernikahan?
d. Ini adalah suami yang ke?
(Ari Sulistyawati, 2011; h. 169).

44

8. Respon keluarga terhadap kehamilan ini


Bagaimanapun juga hal ini sangat penting untuk
kenyamanan psikologis ibu. Adanya respon yang
positif dari keluarga terhadap kehamilan akan
mempercepat proses adaptasi ibu dalam menerima
perannya (Ari Sulistyawati, 2011; h. 173).
9. Adat istiadat/budaya setempat yang berkaitan dengan
masa hamil
Adat istiadat perlu dikaji karena hal penting yang
biasa mereka anut, berkaitan dengan masa hamil.
Apabila adat istiadat tersebut merugikan akan
membuat pertumbuhan janin tidak optimal dan
pemulihan kesehatan akan terhambat. Misalnya ibu
hamil harus pantang makanan yang berasal dari
daging, ikan, telur, dan gorengan karena dipercaya
akan

menyebabkan

kelainan

pada

janin

(Ari

supaya

kita

Sulistyawati, 2011; h. 174 ).


10. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Pola makan
Ini

penting

mendapatkan

untuk

diketahui

gambaran

bagaimana

pasien

mencukupi asupan gizinya selama hamil. Sehingga


jika kita peroleh data yang tidak sesuai dengan

45

standar pemenuhan, maka kita dapat memberikan


klarifikasi dalam pemberian pendidikan kesehatan
mengenai gizi ibu hamil. Beberapa hal yang perlu
kita tanyakan pada pasien berkaitan dengan pola
makan adalah sebagai berikut :
a) Menu
Ini dikaitkan dengan pola diet seimbang bagi
ibu hamil. Jika pengaturan menu makan yang
dilakukan

oleh

pasien

kurang

seimbang

sehingga ada kemungkinan beberapa komponen


gizi tidak akan terpenuhi, maka bidan dapat
memberikan pendidikan kesehatan mengenai
penyusunan menu seimbang bagi ibu (Ari
Sulistyawati, 2011; h. 169).
b) Frekuensi
Data ini akan memberi petunjuk bagi kita
tentang seberapa banyak asupan makanan yang
dikonsumsi ibu (Ari Sulistyawati, 2011; h. 169).
c) Jumlah perhari
Data ini

akan memberikan volume atau

seberapa banyak

makanan yang ibu makan

dalam waktu satu kali makan (Ari Sulistyawati,


2011; h. 169).

46

d) Pantangan
Ini juga penting untuk kita kaji karena ada
kemungkinan pasien berpantangan makanan
justru

yang

sangat

mendukung

pemulih

fisiknya, misal ikan, telur atau daging (Ari


Sulistyawati, 2011; h. 170).
b. Pola minum
Kita juga harus dapat memperoleh data dari
kebiasaan pasien dalam memenuhi kebutuhan
cairannya.
Hal-hal yang perlu kita tanyakan kepada pasien
tentang pola minum adalah sebagai berikut :
a) Frekuensi
Kita dapat tanyakan pada pasien berapa kali ia
minum dalam sehari dan dalam sekali minum
menghabiskan berapa gelas (Ari Sulistyawati,
2011; h. 170).
b) Jumlah per hari
Frekuensi minum dikalikan seberapa banyak ibu
minum dalam sekali waktu minum akan
didapatkan jumlah asupan cairan dalam sehari
(Ari Sulistyawati, 2011; h. 170).

47

c) Jenis minuman
Kadang pasien mengkosumsi minuman yang
sebenarnya

kurang baik untuk kesehatannya

(Ari Sulistyawati, 2011; h.170).


11. Pola istirahat
Istirahat sangat diperlukan oleh ibu hamil. Oleh karena
itu, bidan perlu menggali kebiasaan istirahat ibu supaya
diketahui

hambatan

yang

mungkin

muncul

jika

didapatkan data yang senjang tentang pemenuhan


kebutuhan istirahat.
a. Istirahat malam hari
Rata-rata lama tidur malam yang normal adalah 6-8
jam
b. Istirahat siang hari
Tidak semua wanita mempunyai kebiasaan tidur
siang. Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaikan
kepada ibu bahwa tidur siang sangat penting untuk
menjaga kesehatan selama hamil (Ari Sulistyawati,
2011; h. 170).
12. Aktivitas sehari-hari
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien karena
data ini memberikan gambaran tentang seberapa berat
aktivitas yang biasa dilakukan pasien dirumah. Jika

48

kegiatan pasien terlalu berat sampai dikhawatirkan dapat


menimbulkan penyulit masa hamil, maka kita dapat
memberikan peringatan sedini mungkin kepada pasien
untuk membatasi dahulu kegiatannya sampai ia sehat dan
pulih kembali. Aktivitas yang terlalu berat dapat
menyebabkan abortus dan persalinan prematur (Ari
Sulistyawati, 2011; h. 170).
13. Personal hygiene
Data ini perlu kita kaji karena bagaimanapun juga hal ini
akan mempengaruhi kesehatan pasien dan bayinya. Jika
pasien mempunyai kebiasaan yang kurang baik dalam
perawatan kebersihan dirinya, maka bidan harus dapat
memberikan

bimbingan

mengenai

cara

perawatan

kebersihan diri dan bayinya sedini mungkin.


Beberapa kebiasaan yang dilakukan dalam perawatan
kebersihan iri di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Mandi
Kita dapat menanyakan kepada pasien berapa kali ia
mandi dalam sehari dan kapan waktunya (jam berapa
mandi pagi dan sore) (Ari Sulistyawati, 2011; h. 171).
b. Keramas
Pada beberapa wanita ada yang kurang peduli dengan
kebersihan rambutnya karena mereka beranggapan

49

keramas

tidak

begitu

berpengaruh

terhadapa

kesehatan. Jika kita menemukan pasien yang seperti


ini,

maka

kita

harus

memberikan

pengertian

kepadanya bahwa keramas harus selalu dilakukan


ketika rambut kotor karena bagian kepala yang kotor
merupakan tempat yang mudah menjadi sumber
infeksi (Ari Sulistyawati, 2011; h. 171).
c. Ganti baju dan celana dalam
Ganti baju minimal sekali dalam sehari, sedangkan
celana dalam minimal dua kali. Namun jika sewaktuwaktu baju dan celana dalam sudah kotor, sebaiknya
segera diganti tanpa harus menunggu waktu untuk
ganti berikutnya (Ari Sulistyawati, 2011; h. 171).
d. Kebersihan kuku
Kuku ibu hamil harus selalu dalam keadaan pendek
dan bersih. Kuku selain sebagai tempat yang mudah
untuk bersarangnya kuman dan sumber infeksi, juga
dapat menyebabkan trauma pada kulit bayi jika terlalu
panjang. Kita dapat menanyakan kepada pasien, setiap
berapa hari ia memotong kukunya, atau apakah ia
selalu

memanjangkan

kukunya

supaya

menarik (Ari Sulistyawati, 2011; h. 171).

50

terlihat

14. Aktivitas seksual


Walaupun ini adalah hal yang cukup privasi bagi pasien,
namun bidan harus menggali data dari kebiasaan ini,
karena terjadi beberapa kasus dalam aktivitas seksual
yang cukup mengganggu pasien namun tidak tahu
kemana harus berkonsultasi.
Bidan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan
aktivitas seksual, melalui pertanyaan berikut ini:
a. Frekuensi
Kita tanyakan berapa kali melakukan hubungan
seksual dalam seminggu.
b. Gangguan
Kita tanyakan apakah pasien mengalami gangguan
ketika melakukan hubungan seksual, misalnya nyeri
saat berhubungan, adanya ketidakpuasan dengan
suami,

kurangnya

keinginan

untuk

melakukan

hubungan, dan lain sebagainya. Jika kita mendapatkan


data-data tersebut di atas maka sebaiknya kita
membantu pasien untuk mengatasi permasalahannya
dengan konseling lebih intensif mengenai hal ini (Ari
Sulistyawati, 2011; h.172).

51

B. Data Obyektif
Setelah data subjektif kita dapatkan, untuk melengkapi data kita
dalam menegakkan diagnosis, maka kita harus melakukan
pengkajian data objektif melalui pemeriksaan inspeksi, palpasi,
perkusi dan auskultasi yang dilakukan secara berurutan (Ari
Sulistyawati, 2011; h.174).
Langkah-langkah pemeriksaannya sebagai berikut :
a. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan umum
Untuk mengetahui data ini kita cukup dengan
mengamati keadaan umum pasien secara keseluruhan.
Hasil pengamatan kita laporkan dengan kriteria sebagai
berikut :
1) Baik : Jika pasien memperlihatkan respons yang
baik terhadap lingkungan dan orang lain, serta
secara fisik pasien tidak mengalami ketergantungan
dalam berjalan.
2) Lemah: Pasien dimasukkan dalam kriteria ini jika
kurang atau tidak memberikan respons yang baik
terhadap lingkungan dan orang lain, dan pasien
sudah tidak mampu lagi untuk berjalan sendiri. (Ari
Sulistyawati, 2011; h.174-175).

52

2. Kesadaran
Untuk mendapatkan gambaran tentang kesadaran
pasien, kita dapat melakukan pengkajian tingkat
kesadaran

mulai

dari

keadaan

composmentis

(kesadaran maksimal), sampai dengan koma (pasien


tidak dalam keadaan sadar) (Ari Sulistyawati, 2011; h.
175).
3. Tanda-tanda vital
1) Tekanan darah
Tekanan darah yang normal adalah 110/80 mmHg
sampai 140/90 mmHg. Bila >140/90 mmHg, hatihati adanya hipertensi/preeklamsi (Elisabeth Siwi
Walyani, 2015; h. 86).
2) Nadi
Nadi normal adalah 60 sampai 100 x/menit. Bila
abnormal mungkin ada kelainan paru-paru atau
jantung (Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h. 86).
3) Suhu
Suhu badan normal adalah 36,5C sampai 37,5C.
Bila suhu lebih tinggi dari 37,5C kemungkinan
adanya infeksi (Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h.
86).

53

4. Tinggi badan
Diukur dalam cm, tanpa alas/sepatu. Tinggi badan <145
cm,

ada

kemungkinan

terjadi

Cepalo

Pelvic

Disproposian (CPD) (Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h.


86).
5. Berat badan
Berat badan yang bertambah terlalu besar atau kurang,
perlu

mendapatkan

perhatian

khusus

karena

kemungkinan terjadi penyulit kehamilan. Kenaikan


berat badan tidak boleh lebih dari 0,5 kg per minggu
(Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h. 86).
b. Pemeriksaan fisik
1. inspeksi
a. Kepala, wajah
Apakah ada oedema pada wajah, adakah cloasma
gravidarum (Ummi Hani, 2011; h. 92).
b. Mata
Pada mata adakah pucat pada Konjungtiva dan
adakah kuning/ikterus pada sklera

(Ummi Hani,

2011; h. 92).
c. Hidung
Adakah pernapasan cuping hidung dan adakah
pengeluaran sekret (Ummi Hani, 2011; h. 92).

54

d. Telinga
Ketajaman pendengaran secara umum, luka, dan
pengeluaran dari saluran luar telinga (bentuk dan
warna) (Ummi Hani, 2011; h. 92).
e. Mulut
Bibir : warna, integritas jaringan (lembap, kering
atau pecah-pecah). lidah : warna, Kebersihan. gigi :
kebersihan, caries, gangguan pada mulut (bau mulut)
(Ari Sulistyawati, 2011; h.175-176).
f. Leher
Leher, adakah pembesaran kelenjar thyroid atau
kelenjar limfe (Ummi Hani, 2011; h. 92).
g. Dada
Bentuk, simetris/tidak. payudara : bentuk, bentuk
masing-masing payudara (seimbang atau tidak),
hiperpigmentasi aerola payudara, teraba massa, nyeri
atau tidak, kolostrum, keadaan putting: menonjol,
datar, atau masuk kedalam, kebersihan, bentuk bra.
Denyut jantung, gangguan pernafasan (auskultasi)
(Ari Sulistyawati, 2011; h. 176).
h. Payudara
Memeriksa bentuk, ukuran dan simetris atau tidak,
puting susu menonjol atau tidak, adakah pengeluaran

55

(kolostrum) dan adakah massa atau pembesaran


pembuluh limfe (Ummi Hani, 2011; h. 92).
i. Perut
Bentuk pembesaran perut (perut membesar kedepan
atau ke samping, keadaan pusat, tampakkah gerakan
anak atau kontraksi rahim), luka bekas operasi, ukur
tinggi fundus uteri, hitung TBJ, letak presentasi,
posisi dan penurunan kepala, mendengar denyut
jantung janin (DJJ), dan gerakan janin (Ummi Hani,
2011; h. 92).
j. Genital
Kebersihan serta pengeluaran pervaginam, tanda
tanda infeksi vagina (Ari Sulistyawati, 2011; h.
177).
k. Anus
Hemoroid, kebersihan (Ari Sulistyawati, 2011; h.
177).
l. Punggung dan pinggang
Nyeri pada pinggang dan pegal pegal pada
punggung merupakan lordosis dorsolumbal dapat
menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau
kompresi akar saraf dan otot belakang bagian tengah
dan bawah mendapatkan tekanan berat, perubahan

56

ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman pada


muskuloskeletal (Ummi Hani, 2011, h: 58).
2. Palpasi
Maksudnya periksa raba ialah untuk menentukan :
a. Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya
kehamilan.
b. Menentukan letaknya anak dalam rahim
c. Cara melakukan palpasi ialah menurut Leopold
yang terdiri dari beberapa bagian :
1) Leopold I
Untuk mengetahui tinggi fundus uteri dan bagian
yang berada pada bagian fundus
tinggi

fundus

menentukan

uteri
usia

dari

danmen gukur
simfisis

kehamilan

untuk
dengan

menggunakan (jika <12 minggu) atau Mc.Donald


dengan pita ukuran (>22 minggu) (Elisabeth Siwi
Walyani, 2015; h. 87).
2) Leopold II
Untuk mengetahui letak janin memanjang atau
melintang, dan bagian janin pada bagian sebelah
kiri atau kanan (Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h.
87).

57

3) Leopold III
Untuk mengetahui bagian janin yang yang ada
dibawah (presentasi) (Elisabeth Siwi Walyani,
2015; h. 87).
4) Leopold IV
Untuk menentukan apakah bagian janin sudah
masuk panggul atau belum (Elisabeth Siwi
Walyani, 2015; h. 88).
3. Auskultasi
Auskultasi dengan menggunakan stetoskop monoaural
atau doopler untuk menentukan DJJ setelah umur
kehamilan

18

minggu,

yang

meliputi

frekuensi,

keteraturan dan kekuatan DJJ.DJJ normal adalah 120


sampai 160 x/menit. Bila DJJ <120 atau >160 x/menit,
maka kemungkinan ada kelainan janin atau plasenta
(Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h. 88).
4. Perkusi
Melakukan pengetukan pada daerah patella untuk
memastikan adanya refleks pada ibu (Elisabeth Siwi
Walyani, 2015; h. 88).
5. Pemeriksaan dalam
Pemeriksaan dalam dilakukan oleh dokter/bidan pada
usia kehamilan 34 minggu sampai 36 minggu untuk

58

primigravida dan 40 minggu untuk multigravida dengan


janin besar. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui
keadaan serviks, ukuran panggul, dan sebagainya.
6. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium
Melakukan tes laboratorium yang diperlukan yakni
protein urine, glukosa urine dan hemoglobin.
b. Pemeriksaan ultrasonografi (USG)
(Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h. 88).
2.2.2.2 Interpretasi data dasar
Diagnosis kebidanan adalah diagnosis yang di
tegakkan oleh bidan dalam lingkup praktik kebidanan
dan

memenuhi

standar

nomenklatur

diagnosis

kebidanan. Diagnosa didapatkan dari data subjektif


dan data objektif (Ari Sulistyawati, 2011; h.177).
Dalam langkah kedua ini Bidan membagi interpretasi
data dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1. Diagnosis Kebidanan
Dalam bagian ini yang disimpulkan oleh bidan
antara lain sebagi berikut :
a. Paritas
Pasien adalah riwayat reproduksi seorang
wanita yang berkaitan dengan kehamilannya

59

(jumlah

kehamilan).

Dibedakan

dengan

primigravida (hamil yang pertama kali) dan


multigravida (hamil yang kedua atau lebih).
Contoh cara penulisan paritas dalam interpretasi
data adalah sebagai berikut :
a) Primigravida : G1P0A0
(a) G1 (gravid 1) atau hamil yang pertama kali
(b)P0 (partus nol) berarti belum pernah partus
atau melahirkan
(c) A0 (abortus nol) berarti belum pernah
mengalami abortus
b) Multigravida : G3P1A1
(a) G3

(gravid

3)

atau

ini

adalah

kehamilannya yang ketiga


(b)P1 (partus 1) atau sudah pernah mengalami
persalinan satu kali.
(c) A1 (abortus

1)

atau

sudah

mengalami abortus satu kali


b. Usia kehamilan dalam minggu
c. Keadaan janin
d. Normal atau tidak normal
(Ari Sulistyawati, 2011; h.177-178).

60

pernah

2. Masalah
Dalam

asuhan

kebidanan

digunakan

istilah

masalah dan diagnosis. Kedua istilah tersebut


digunakan karena beberapa masalah tidak dapat
didefinisikan sebagai diagnosis, tetapi tetap perlu
dipertimbangkan untuk membuat rencana yang
menyeluruh. Masalah sering berhubungan dengan
bagaimana

wanita

itu

mengalami

kenyataan

terhadap diagnosisnya (Ari Sulistyawati, 2011;


h.178).
3. Kebutuhan
Dalam bagian ini bidan menentukan kebutuhan
pasien berdasarkan keadaan dan masalahnya.
Contohnya kebutuhan untuk KIE dan bimbingan
tentang perawatan kehamilannya (Ari Sulistyawati,
2011; h.180).
2.2.2.3 Diagnosa masalah Potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau
diagnosis

potensial

lain

berdasarkan

rangkaian

masalah yang lain juga. Langkah ini membutuhkan


antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan,
sambil

terus

mengamati

kondisi

klien.

Bidan

diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosis atau

61

masalah

potensial

benr-benar

terjadi

(Ari

Sulistyawati, 2011; h.181).


2.2.2.4 Tindakan segera
Pada tindakan ini, bidan menetapkan kebutuhan
terhadap tindakan segera, melakukan konsultasi, dan
kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan
kondisi klien (Ummi Hani, 2011; h.101).
2.2.2.5 Perencanaan
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya
meliputi apa yang sudah teridentifikasi dari kondisi
klien atau dari setiap masalah yang berkaitan, tetapi
juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap
wanita tersebut, apa yang diperkirakan akan terjadi
berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling
dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalahmasalah yang berkaitan dengan sosial ekonomi,
kultural, atau masalah psikologis. Dalam menyusun
rencana asuhan pada wanita hamil, sebenarnya harus
disesuaikan dengan hasil temuan dalam pengkajian
data agar lebih tepat sasaran (Ummi Hani, 2011;
h.102).
1. Jelaskan pada klien dan keluarga tentang keadaan
wanita hamil, baik normal maupun tidak normal.

62

2. Berikan KIE tentang cara hidup yang baik dalam


kehamilan.
3. Berikan KIE tentang kecukupan istirahat tentang
wanita hamil.
4. Berikan

penjelasan

tentang

makanan

yang

diperukan dalam kehamilan.


5. Berikan penjelasan tentang peningkatan menjaga
kebersihan.
6. Berikan penjelasan pada suami juga untuk hidup
yang harmonis, menjaga fisik dan mental wanita
hamil.
7. Lakukan pemeriksaan laboratorium yang spesifik
terhadap keluhan.
8. Rencanakan tindakan sesuai dengan kebutuhan
spesifik individu (Ummi Hani, 2011; h.102).
2.2.2.6 Pelaksanaan
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan
langsung secara efisien dan aman. Pada langkah ini ke
enam ini, rencana asuhan menyeluruh seperti yang
telah diuraikan pada langkah ke lima dilaksanakan.
Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan,
sebagaian lagi oleh klien atau anggota tim lainnya
(Ummi Hani, 2011; h. 103).

63

Pelaksanaan dari perencanaan asuhan berdasarkan


peran bidan dalam tindakan mandiri, kolaborasi, dan
tindakan pengawasan:
1. Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang
keadaan wanita hamil, baik normal maupun tidak
normal.
2. Memberikan KIE tentang cara hidup yang baik
dalam kehamilan
3. Memberikan KIE tentang kecukupan istirahat bagi
wanita hamil
4. Memberikan penjelasan tentang makanan yang
diperlukan dalam kehamilan
5. Memberikan

penjelasan

tentang

peningka-tan

kebersihan diri
6. Memberikan penjelasan kepada suami klien untuk
hidup yang harmonis, dengan menjaga fisik dan
mental wanita hamil.
7. Melakukan

pemeriksaan

laboratorium

yang

spesifik terhadap keluhan


8. Merencanakan tindakan sesuai dengan kebutuhan
spesifik idividu (Ummi Hani, 2011; h.102).

64

2.2.2.7 Evaluasi
Pada langkah evaluasi ini dilakukan evaluasi
keefektifan asuhan yang telah di berikan, hal yang di
evaluasi meliputi apakah kebutuhan telah terpenuhi
dan mengatasi diagnosis dan masalah yang telah di
identifikasi, rencana tersebut dapat dianggap efektif
jika benar-benar efektif dalam pelaksanaannya
(Ummi Hani, 2011; h.103).

2.3 LANDASAN HUKUM KEWENANGAN BIDAN


Keputusan

Menteri

Kesehatan

Indonesia

No.900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktek


bidan, yang disebut dalam BAB V Praktik Bidan antara
lain:
a. Pasal 14:
Bidan dalam menjalankan prakteknya berwenang untuk
memberikan pelayanan yang meliputi:
1) Pelayanan kebidanan
2) Pelayanan kebidanan berencana
3) Pelayanan kesehatan masyarakat

65

b. Pasal 15:
1) Pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 14 huruf a (pelayanan kebidanan) ditunjukan
pada ibu dan anak.
2) Pelayanan kepada ibu diberikan pada masa pra nikah,
pra hamil, masa hamil, masa bersalin, masa nifas,
menyusui dan masa antara (periode interval)
3) Pelayanan kebidanan pada anak diberikan pada masa
bayi baru lahir, masa bayi, masa anak balita dan masa
pra sekolah.
c. Pasal 16:
1) Pelayanan kebidanan kepada ibu meliputi:
a) Penyuluhan dan konseling
b) Pemeriksaan fisik
c) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
d)Pertolongan

pada

kehamilan

abnormal

yang

mencakup ibu hamil dengan abortus iminens,


hiperremesis gravidarum tingkat 1, preeklamsi
ringan dan anemia ringan (Mustika Sofyan, 2006;
h. 171-172).

66

2.4 KOMPETENSI BIDAN DALAM MASA KEHAMILAN


Kompetensi ke-3: Bidan memberi asuhan antenatal bermutu
tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan
yang meliputi: deteksi dini, pengobatan atau rujukan dari:
2.4.1 Pengetahuan dasar
2.4.1.1 Anatomi dan fisiologi tubuh manusia.
2.4.1.2 Siklus menstruasi dan proses konsepsi.
2.4.1.3 Tumbuh kembang janin dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
2.4.1.4 Tanda-tanda dan gejala kehamilan.
2.4.1.5 Mendiagnosa kehamilan.
2.4.1.6 Perkembangan normal kehamilan.
2.4.1.7 Komponen riwayat kesehatan.
2.4.1.8 Komponen pemeriksaan fisik yang terfokus
selama antenatal.
2.4.1.9 Menentukan umur kehamilan dari riwayat
menstruasi, pembesaran atau tinggi fundus
uteri.
2.4.1.10 Mengenal tanda dan gejala anemia ringan dan
berat, hyperemesis gravidarum, kehamilan
ektopik terganggu, molla hydatidosa dan
komplikasi lainnya.

67

2.4.2 Pengetahuan tambahan


2.4.2.1 Tanda, gejala dan indikasi rujukan pada
komplikasi tertentu dalam kehamilan sperti
asma, infeksi HIV, penyakit menular seksual
(PMS) diabetes, kelainan jantung, postmatur
atau serotinus.
2.4.2.2 Akibat dari penyakit akut dan kronis yang
disebut diatas bagi kehamilan dan janinnya.
2.4.3 Keterampilan dasar
2.4.3.1 Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan
kehamilan serta menganalisanya pada setiap
kunjungan/pemeriksaan ibu hamil.
2.4.3.2 Melaksanakan pemeriksaan fisik umum secara
sistematis dan lengkap.
2.4.3.4 Melakukan pemeriksaan abdomen secara
lengkap termasuk pengukuran tinggi fundus
uteri/posisi/presentasi dan penurunan janin.
2.4.3.5 Melakukan penilaian pelvic, termasuk ukuran
dan sruktur tulang panggul.
2.4.3.6 Menilai keadaan janin selama kehamilan
termasuk detak jantung janin dan gerakan
janin.

68

2.4.3.7 Menghitung usia kehamilan dan menentukan


perkiraan persalinan.
2.4.3.8 Mengkaji

status

nutrisi

ibu

hamil

dan

hubungannya dengan pertumbuhan janin.


2.4.3.9 Mengkaji kenaikan berat badan ibu hamil dan
hubungannya dengan komplikasi kehamilan.
2.4.3.10 Memberikan penyuluhan pada klien/keluarga
mengenai tanda-tanda berbahaya dan serta
bagaimana menghubungi bidan.
(Mustika Sofyan, 2006; h.153-154).

69

BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP Ny.E UMUR


28 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 35 MINGGU 3 HARI
DENGAN KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III
DI BPS MAFALDA, S.ST
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

3.1 Pengkajian
Nama mahasiswa

: Sahera Handayani

Tanggal

: 09 April 2015

Jam

: 14.00 WIB

1. Data Subjektif
A) Identitas pasien
Istri

Suami

Nama

: Ny. E

Tn. J

Umur

: 28 Tahun

32 Tahun

Agama

: Islam

Islam

Suku bangsa

: Jawa

Jawa

Pendidikan

: SMP

SMP

Pekerjaan

: IRT

Buruh

Alamat

: Jln. Sinar Harapan RT.08 Lingkungan II Rajabasa


Raya Bandar Lampung

70

B) Anamnesa
1. Alasan kunjungan

: Ibu mengatakan ingin memeriksakan


kehamilannya.

2. Keluhan

: Ibu mengatakan susah BAB, sering BAK, nyeri


pinggang, dan mengeluh kram pada kaki.

C) Riwayat Kebidanan
a) Riwayat menstruasi
Menarche

: 12 Tahun

Siklus

: 30 hari

Volume

: 3 kali ganti pembalut/hari

Keluhan

: Tidak ada

HPHT

: 04-08-2014

b) Gangguan kesehatan reproduksi


Keputihan

: Tidak ada

Infeksi

: Tidak ada

Gatal karena jamur : Tidak ada


Tumor

: Tidak ada

c) Riwayat kehamilan, persalinan, nifas dan KB yang lalu


Anak
ke
1

Kehamilan
Lama

Penyulit

38
minggu 5
hari

Tidak
ada

Tahun
Persalinan
21 Mei
2008

Penolong

Bidan

Tempat
Bps.
Mafalda

Nifas

Persalinan
Jenis
kelamin
Perempuan

BB
bayi

Penyulit

3000
gr

KB

Lama
memakai
Alkon

Vit
A

Tablet
Fe

Tidak
ada

Ya

Ya

KB
Implant

6 Tahun

Jenis

2
Hamil
ini

71

d) Riwayat kehamilan sekarang


HPHT

: 04-08-2014

TP

: 11-05-2015

Usia kehamilan

: 35 minggu 3 hari

Keluhan selama hamil

: Susah BAB, sering BAK, nyeri pinggang


dan kram kaki

Kunjungan ANC

: 4 kali kunjungan di Bps. Mafalda, S.ST

Gerakan janin

: Aktif dalam 24 jam terakhir dirasakan 10 kali

Obat yang dikonsumsi

: Vit.B6, B12, tablet Fe, folaxin, calcifar

Mengkonsumsi jamu

: Tidak pernah

D) Riwayat kesehatan
a) Riwayat kesehatan sekarang
Penyakit menular (TBC, Hepatitis, Malaria)

: Tidak ada

Penyakit menenurun (DM, Jantung, Hipertensi)

: Tidak ada

b) Riwayat kesehatan yang lalu


Penyakit menular (TBC, Hepatitis, Malaria)

: Tidak ada

Penyakit menenurun (DM, Jantung, Hipertensi)

: Tidak ada

c) Riwayat kesehatan keluarga


Keturunan kembar

: Tidak ada

Penyakit menular (TBC, Hepatitis, Malaria)

: Tidak ada

Penyakit menenurun (DM, Jantung, Hipertensi)

: Tidak ada

72

E) Data Psikososial
a) Riwayat perkawinan
Status perkawinan

: Sah

Lama perkawinan

: 8 Tahun

Usia saat menikah

: 20 Tahun

b) Respon ibu terhadap kehamilan ini

: Ibu bahagia dengan


kehamilan ini

c) Respon keluarga terhadap kehamilan ini : Bahagia dengan kehamilan ini


d) Adat istiadat/budaya yang dianut keluarga behubungan dengan
kehamilan

: Tidak ada

F) Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari


1) Pola Makan
a. Sebelum hamil
Menu

: Nasi, sayur, ikan dan tahu

Frekuensi

: 3 kali sehari

Volume

: 1 Piring

Pantangan

: Tidak ada

b. Saat hamil
Menu

: Nasi, sayur, telur dan ikan

Frekuensi

: 3 kali sehari

Volume

: 1 Piring

73

2) Pola minum
a. Sebelum hamil
Frekuensi

: 8-9 Gelas/hari

Jenis

: Air putih

b. Saat hamil
Frekuensi

: 9-10 Gelas/hari

Jenis

: Air putih

3) Pola Eliminasi
a. Sebelum hamil
BAK

: Ferekuensi 3-4 kali/hari.

Warna

: Kuning jernih dan berbau khas urine

BAB

: 1-2 kali/hari.

Konsistensi

: Lembek, berbau khas feses.

b. Saat hamil
BAK

: 7-8 kali/hari,

Warna

: Kuning jernih dan berbau khas urine

BAB

: 1 kali dalam 2 hari.

Konsistensi

: Keras berbau khas feses

4) Pola Istirahat
a. Sebelum hamil
Siang
Malam

: 1-2 jam
: 6-8 jam

74

b. Saat hamil
Siang

: 1 jam

Malam

: 7 jam

5) Aktivitas sehari-hari

: menyapu, memasak, mengepel dan mencuci

6) Personal Hygiene
a. Sebelum hamil
Mandi

: 2 kali sehari

Keramas

: 1 kali sehari

Ganti baju dan celana dalam : 3 kali sehari atau bila terasa lembab
b. Saat hamil
Mandi

: 3 kali sehari

Keramas

: 1 kali sehari

Ganti baju dan celana dalam : 3 kali sehari atau bila terasa lembab
7) Aktivitas seksual
a. Sebelum hamil
Frekuensi

: 2 kali seminggu

Gangguan

: Tidak ada

b. Saat hamil
Frekuensi

: 1 Bulan sekali

Gangguan

: Tidak ada

75

2. Data Objektif
a. Pemeriksaan umum
1) Keadaan umum

: Baik

2) Keadaan emosional

: Stabil

3) Kesadaran

: Compos mentis

4) TTV
Tekanan darah

: 100/70 mmHg

Nadi

: 80 x/menit

RR

: 22 x/menit

Suhu

: 36,5C

5) TB

: 155 cm

BB sebelum hamil
BB saat hamil

: 55 kg
: 67 kg

6) LILA

: 28 cm

7) HPHT

: 04-08-2014

8) TP

: 11-05-2015

b. Pemeriksaan Khusus Kebidanan


Pemeriksaan Fisik
a)

Kepala
Bentuk

: Simetris

Warna rambut

: Hitam

Kebersihan

: Bersih, tidak ada ketombe

Rontok

: Tidak ada

76

b)

Telinga

c)

d)

e)

Kebersihan

: Bersih, tidak ada kotoran

Gangguan pendengaran

: Tidak ada

Mata
Simetris

: Simetris antara kanan dan kiri

Konjungtiva

: Merah muda

Sklera

: Putih

Kebersihan

: Bersih, tidak ada kotoran

Hidung
Simetris

: Simetris antara kanan dan kiri

Kebersihan

: Bersih, tidak ada sekret

Polip

: Tidak ada pembesaran polip

Mulut & Gigi


Bibir

: Lembab, tidak terdapat stomatitis

Lidah & Geraham

: Lidah bersih dan geraham tidak


berlubang.

Gigi

: Bersih, tidak terdapat karies

Gusi

: Tidak ada pembengkakan dan


perdarahan

f)

Leher
Kelenjar tyroid

: Tidak ada pembesaran

Kelenjar limfe

: Tidak ada pembesaran

77

g)

Dada
Bentuk

: Simetris antara kanan dan kiri

Payudara
Simetris

: Simetris antara kanan dan kiri

Pembesaran

: Ada, kanan dan kiri

Keadaan puting

: Menonjol

Benjolan

: Tidak ada

Rasa nyeri

: Tidak ada

Hiperpigmentasi

: Ada, pada areola

Pengeluaran

: Ada (kolostrum)

Kebersihan

: Bersih

Gangguan pernafasan

: Tidak ada

h) Abdomen
Bekas luka operasi

: Tidak ada

Pembesaran

: Ada, sesuai usia kehamilan

Striae

: Tidak ada

Acites

: Tidak ada

Linea

: Nigra

Tumor

: Tidak ada

Benjolan

: Tidak ada

78

Uterus
Leopold I

:TFU teraba pertengahan pusat dan


proxesus xypoideus, pada fundus teraba
satu bagian besar, lunak yaitu bokong
janin.

Leopold II

:Pada bagian kanan

perut ibu teraba

tonjolan kecil-kecil yaitu ekstremitas


janin. Pada bagian kiri perut ibu, teraba
tahanan keras, panjang, memapan yaitu
punggung janin.
Leopold III :Pada bagian bawah perut ibu teraba
bulat, keras, melenting dan masih dapat
digoyangkan yaitu kepala janin
Leopold IV

: Convergen (Belum masuk PAP)

TFU Mc. Donald

: 30 Cm

TBJ (Rumus niswander)

= (TFU-7,7) x 100150 gram

= (30-7,7) x 100150 gram


= 2526/2826 gram.
DJJ (+), frekuensi 130 kali/menit, punctum maksimum
terdengar 2 jari di bawah pusat bagian kiri perut ibu
dengan irama teratur.

79

i) Anogenital
Kebersihan

: Bersih

Pengeluaran pervaginam

: Tidak ada

Tanda-tanda infeksi vagina

: Tidak ada

Varices

: Tidak ada

Oedem

: Tidak ada

Kelenjar Bartholini

: Tidak ada
Pembengkakan

k) Anus
Kebersihan

: Bersih

Hemoroid

: Tidak ada

l) Punggung dan pinggang


Bentuk

: Lordosis

Nyeri

: Ada

m) Ekstremitas
Ekstremitas Atas
Bentuk

: Simetris

Oedema

: Tidak ada

Kuku jari

: Bersih

Ekstremitas Bawah
Bentuk

: Simetris

Oedema

: Tidak ada

Kuku jari

: Bersih

80

c.

Varices

: Tidak ada

Refleks patella

: Positif

Gangguan

: Ada, Kram kaki

Pemeriksaan Penunjang
a) Pemeriksaan laboraturium
HB

: 9,8 gr%

Protein urine

: Tidak dikaji

Glukosa urine

: Tidak dikaji

b) Pemeriksaan obstetrik
Distansia kristarum

: Tidak dikaji

Distansia Spinarum

: Tidak dikaji

Boudenluque

: Tidak dikaji

Lingkar panggul

: Tidak dikaji

81

TABEL 3. 2
MATRIKS

Tgl / jam

09 April
2015
Pukul 14.00
WIB

Pengkajian

DS:
Ibu mengatakan
susah BAB,
sering BAK,
nyeri pinggang
dan kram pada
kaki. HPHT: 48-2014.

Interpretaasi
data (diagnosa,
DX Potensial/ Antisipasi /
masalah
masalah
tindakan
kebutuhan )
potensial
segera

Dx:
Ny. E usia 28 tahun
G2P1A0 Usia Kehamilan 35 minggu 3
hari.
DS:
1. Ibu mengatakan
ini kehamilan
kedua, sudah
DO :
pernah melahirkan
Keadaan ibu
dan belum pernah
baik, TTV: TD
keguguran.
100/70 mmHg,
2. Ibu mengatakan
Nadi : 80 x/menit,
susah BAB, sering
Pernafasan 22 x/i,
BAK, nyeri
Suhu: 36,5 0C
pinggang dan
kram pada kaki.
a. Pemeriksaan 3. HPHT: 4-8-2014.
fisik:
1. Punggung dan DO:
pinggang:
a. TTV dalam batas
terdapat nyeri
normal.

Tidak ada

Tidak ada
1.

83

Intervensi

Implementasi

Evaluasi

1. Jelaskan tentang
keadaan ibu saat
ini.

1.

Menjelaskan tentang Kea1. 1. Ibu mengerti


daan ibu saat ini bahwa ibu
tentang keadaan
dalam keadaan baik berdanya saat ini dalam
sarkan hasil pemeriksaan
keadaaan baik.
yaitu Keadaan umum baik,
TD : 100/70 mmHg, P : 22x /
menit, N : 82 x/menit, T : 36, 5
C

2. Jelaskan ibu
tentang ketidaknyamanan yang
dialaminya.

2.

Menjelaskan ibu tentang 2.


ketidaknyamanan
yang
dialaminya adalah hal yang
normal,
seperti
nyeri
pinggang dan punggung
bagian bawah disebabkan
oleh tarikan pada saraf atau
kompresi akar saraf sehingga
struktur ligamentum otot dan
tulang bagian tengah dan
bawah mendapat tekanan
berat.
kram pada kaki
disebabkan oleh penurunan
kalsium, tekanan uterus pada

Ibu mengerti tentang


keluhannya saat ini
merupakan hal yang
normal dan ibu tidak
lagi merasa cemas
atas keluhan yang
dialaminya.

2. Ekstremitas
b.
bawah:
1.
gangguan
kram pada
kaki
b. Pemeriksaan 2.
khusus
kebidanan:
a) Leoplod I:
c.
TFU antara
pertenga-han
pusat dan px,
bagian fundus perut ibu teraba
bagian besar,
lunak yaitu
bokong janin. b) Leoplod II :
Bagian kanan
perut ibu teraba
tonjolan kecilkecil yaitu
ekstremi-tas
janin dan
bagian kiri
perut ibu teraba
bagian keras,
datar,
memanjang
seperti papan
yaitu punggung
janin.

Pemeriksaan fisik:
Punggung dan
pinggang terdapat
nyeri

3.

saraf, dan sirkulasi yang


buruk pada tungkai. Susah
BAB disebabkan ukuran
rahim semakin membesar
akan menekan rektum dan
usus bagian bawah dan
gerakan otot di dalam usus
diperlambat oleh tingginya
kadar progesteron.
sering
BAK
disebabkan
oleh
peningkatan
sensitivitas
kandung
kemih
dan
pembesaran uterus yang
mengakibatkan kepala janin
menekan kandung kemih
sehingga menimbulkan rasa
ingin berkemih walaupun
hanya sedikit terisi urine.

Ekstremitas bawah
Terdapat gangguan
kram kaki
Pemeriksaan
laboratorium:
- HB: 9,8 gr%
Masalah:
Ketidaknyamanan
Trimester III.
Kebutuhan:
Pendidikan kesehatan Tentang ketidaknyamanan
trimester III.
3. Jelaskan kepada
ibu tentang
penatalaksanaan
keluhan yang dialaminya

c) Leoplod III :
Bagian
terbawah perut
ibu teraba
bulat, keras,

84

3.

Menjelaskan kepada ibu 3. Ibu mengerti tentang


penjelasan
tentang penatalaksanaan
penatalaksanaan
keluhan yang dialaminya
keluhan yang
seperti penatalaksanaan :
diberikan.
a. Nyeri pinggang:
gunakan bantal dan
kasur yang keras
waktu tidur untuk
meluruskan punggung,
serta massase daerah
pinggang dan
punggung.
b. Kram pada kaki: beri
kompres hangat pada
kaki, konsumsi cukup
kalsium dan istirahat
cukup.

melenting dan
masih dapat
digoyangkan
yaitu kepala
janin.

c. Susah BAB: tingkatkan


intake cairan dan serat
seperti buah dan sayur,
minum air hangat
terutama ketika perut
kosong.
d. Sering BAK:
kosongkan kandung
kemih ketika ada
dorongan, perbanyak
minum pada waktu
siang hari dan jangan
kurangi minum pada
malam hari kecuali
mengganggu tidur dan
mengalami kelelahan.

d) Leoplod IV :
convergen
(belum masuk
PAP).
e) DJJ : (+)
bagian kiri
perut ibu,
dengan
frekuensi
130x/i, irama
teratur.
c. Pemeriksaan
laboratorium:
-HB: 9,8 gr%

85

4. Berikan ibu tablet


fe untuk
mencegah anemia

4.

Memberikan ibu tablet fe 4. Ibu menerima tablet


untuk mencegah anemia
fe dan ibu akan
dengan dosis 1x1 / hari
meminumnya disertai
dan menganjurkan ibu
dengan air jeruk,
untuk meminumnya di
sesuai dengan yang
malam hari sebelum tidur
di anjurkan
bisa disertai dengan air
jeruk (vitamin c) untuk
membantu mempercepat
proses kerjanya usus.

5. Beritahu kepada
ibu tanda bahaya
TM III

5. Memberitahu kepada ibu


tanda bahaya TM III
seperti janin tidak
bergerak selama 24 jam,
keluar darah dari jalan
lahir, demam tinggi,
penglihatan kabur,
ketuban pecah sebelum
waktunya, bengak pada

5. Ibu telah mengetahui


tanda bahaya TM III
dan bersedia akan
datang ketenaga
kesehatan bila ada
salah satu dari tanda
tersebut.

6. Beritahu kepada
ibu tanda-tanda
persalinan

7. Beritahu kepada
ibu tentang
persiapan
persalinan

86

muka, tangan dan kaki


dan menganjurkan ibu
untuk segera datang
ketenaga kesehatan bila
ada salah satu dari tanda
tersebut.
6. Memberitahu kepada ibu
tanda-tanda persalinan
seperti nyeri pinggang
yang menjalar keperut
bagian bawah, adanya his
yang kuat lama dan
teratur, dan disertai
dengan keluar lendir
bercampur darah dan
menganjurkan ibu untuk
segera datang ketenga
kesehatan bila ada salah
satu dari tanda tersebut.

6. Ibu telah
mengetahui tandatanda persalinan dan
bersedia akan
datang jika mengalami salah satu
keluhan yang
dijelaskan.

7. Memberitahu kepada ibu 7. Ibu telah mengetahui


tentang persiapan persatentang persiapan
linan seperti : persiapan
semua kebutuhan
ibu terdiri dari kain ibu,
menje-lang
baju, gurita ibu, celana
persalinan baik
dalam dan pembalut. Dan
untuk ibu mau-pun
persiapan bayi terdiri dari
untuk bayinya.
baju bayi, popok, bedong,
sarung tangan dan kaki,
topi, serta mempersiapkan
dana persalinan,
kendaraan serta persiapan
donor darah.

12 April 2015 DS:


Pukul : 16.00IbIbu mengatakan
WIB
Susah BAB,
sering BAK,
nyeri pinggang,
dan kram pada
kaki. HPHT: 0408-2014.

Dx :
Ny. E usia 28 tahun
G2P1A0 Usia
Kehamilan 35 minggu
6 hari.
DS:
1. Ibu mengatakan ini
kehamilan yang kedua sudah pernah
DO :
melahirkan satu kali
Keadaan ibu
dan belum pernah
baik, TTV: TD
keguguran.
110/70 mmHg,
2. Ibu mengatakan
Pernafasan : 22x /
kakinya masih
menit, Nadi : 82
sering kram, ibu
x/menit, Suhu :
masih mengalami
36, 7 C
susah untuk BAB,
dan pinggangnya
a. Pemeriksaan
masih terasa nyeri
fisik:
tetapi ibu tidak lagi
1. Punggung dan menahan BAK bila
pinggang:
ada dorongan.
terdapat nyeri 3. HPHT: 04-082. Ekstremitas
2014.
bawah:
gangguan kram DO:
pada kaki
a. TTV dalam batas
normal.
b. Pemeriksaan b. Pemeriksaan fisik:
khusus
1. Punggung dan
kebidanan:
pinggang terdapat
a) Leoplod I:
nyeri
TFU antara
2. Ekstremitas bawah
pertengahan
terdapat gangguan
pusat dan px,
kram kaki
bagian fundus c. Pemeriksaan
ibu teraba
laboratorium:
bagian besar,
- HB: 9,8 gr%

Tidak ada

Tidak ada
1.

2.

1. Kaji ulang tentang


1.
1. Mengkaji ulang keadaan ibu
1.
1. Ibu mengerti
keadaan ibu saat
serta menjelaskan keadaan ibu
tentang keadaannya
ini.
saat ini dalam keadaan baik
saat ini dalam
sesuai dengan hasil
keadaaan baik.
pemeriksaan yaitu Keadaan
ibu baik, TD : 110/70 mmHg, P
: 22x / menit, N : 84 x/menit, T :
36, 7 C
2. Ibu mengerti tentang
2. Pastikan ibu
2. Memastikan ibu mengerti
keluhan yang
mengerti tentang
tentang keluhan yang dialami
dialaminya adalah hal
keluhan yang
nya adalah hal yang normal,
normal dan ibu tidak
dialaminya
seperti nyeri pinggang, kram
lagi merasa cemas
pada kaki, konstipasi dan
terhadap keluhan yang
sering BAK
dialaminya

3.
3. Pastikan ibu
mengerti tentang
peatalaksanaan
keluhan yang
dialaminya

4. Pastikan ibu akan


mengkonsumsi
tablet fe dan vit. C
yang telah
diberika

87

3. Memastikan ibu mengerti ibu 33. Ibu mengerti tentang


tentang penatalaksanaan keluhan
penatalaksanaan
yang dialaminya
terhadap keluhan
yang dialaminya,
namun kaki ibu
masih sering kram,
ibu masih mengalami susah untuk
BAB, dan
pinggangnya masih
terasa nyeri tetapi
ibu tidak lagi
menahan BAK bila
ada dorongan.
4. Memastikan ibu akan
4. Ibu akan mengkonmengkonsumsi tablet fe dan
sumsi tablet fe dan
vit.C yang telah diberikan.
vit.c 1x1 pada malam
hari untuk mencegah
anemia.

lunak dan yaitu


bokong janin - Masalah:
Ketidaknyamanan
b) Leoplod II :
trimester III.
Bagian kanan
perut ibu teraba - Kebutuhan:
tonjolan kecil- Pendidikan
kecil yaitu
kesehatan tentang
ekstremitas
ketidaknyamanan
janin dan
trimester III.
bagian kiri perut ibu teraba
keras, datar,
memanjang
seperti papan
yaitu punggung janin.
c) Leoplod III :
Bagian
terbawah perut
ibu teraba
bulat, keras,
melenting dan
masih dapat
digoyangkan
iyaitu kepala
janin.
d) Leoplod IV :
Convergen(bel
um masuk
PAP).

5.

5. Tanyakan ibu
tentang tanda
bahaya TM III

5. Menanyakan ibu tentang


5. Ibu dapat menjelastanda bahaya TM III, seperti
kan dengan baik
janin tidak bergerak selama
mengenai tanda
24 jam, keluar darah dari
bahaya TM III
jalan lahir, demam tinggi,
pengli-hatan kabur, ketuban
pecah sebelum waktunya,
bengakak pada muka tangan
dan kaki

6.

6. Tanyakan ibu
tentang tandatanda persalinan

6. Menanyakan Ibu tentang


6. Ibu dapat
tanda-tanda persalinan seperti
menjelaskan dengan
nyeri pinggang yang menjalar
baik mengenai
keperut bagian bawah, adanya
tanda-tanda
his yang kuat, lama dan teratur
persalinan
disertai dengan keluarnya
lendir bercampur darah dari
jalan lahir.

7.

7. Tanyakan Ibu 7. 7. Menanyakan ibu tentang


tentang persiapan
persiapan persalinan seperti:
persalinan
persiapan ibu terdiri dari kain
ibu, baju, gurita ibu, celana
dalam, pembalut. Dan persiapan bayi terdiri dari: baju
bayi, popok, bedong, sarung
tangan dan kaki, topi bayi.
serta mempersiapkan dana,
kendaraan dan persiapan
donor darah untuk ibu.

9.

8. Ajarkan ibu
senam hamil

e) DJJ : (+)
bagian kiri
perut ibu, dengan frekuensi
136x. irama

88

7. Ibu dapat menjelaskan kembali tentang


kebutuhan persiapan persalinan baik
untuk ibu maupun
untuk bayinya.

8. Mengajarkan ibu senam hamil 8. Ibu telah mengerti


tentang senam hamil
yaitu sesuai dengan kebutuhan
dan bersedia untuk
ibu saat ini terdiri dari:
melaku-kannya.
a.Latihan pendahuluan
a) Latihan 1
- Duduk tegak
bersandar

teratur.

ditopang kedua
tangan, kedua
tungkai diluruskan
dan dibuka
sedikit, seluruh
tubuh lemas dan
rileks
- Gerakkan kaki
kiri jauh ke depan
dan kaki kanan
jauh ke belakang
secara bergantian,
lakukan masingmasing 8 kali
- Gerakkan kaki
kanan dan kiri
bersama-sama
jauh ke depan dan
ke belakang,
lakukan masingmasing 4 kali
- Gerakkan kaki
kanan dan kiri
sama-sama ke
kanan dan kiri
- Gerakkan kaki
kanan dan kiri
sama-sama ke
arah dalam sampai
ujung jari
menyentuh lantai
lalu gerakkan kaki
ke arah luar,
lakukan masingmasing 4 kali
- Putar kedua kaki
bersama-sama ke
kanan dan ke kiri
masing-masing 4

c. Pemeriksaan
laboratorium:
- HB: 9,8 gr%

89

kali
b) Latihan 2
- Duduk tegak
kedua tungkai
lurus dan rapat
- Letakkan tungkai
kanan di atas
tungkai kiri,
kemudian tekan
tungkai kiri
dengan seluruh
kekutan tungkai
kanan sambil
mengempeskan
dinding perut
bagian atas
mengerutkan liang
dubur beberapa
saat kemudian
istirahat
- kemudian ulangi
gerakkan ini dan
lakukan masingmasing 8 kali
c) Latihan 3
- Duduk tegak
kedua tungkai
lurus, rapat dan
rileks
- Angkat tungkai
kananke atas lalu
letakkan kembali,
lakukan secara
bergantian dengan
tungkai kiri,
lakukan masingmasing 8 kali
d) Latihan 4
- Duduk bersila

90

badan tegak
dengan kedua
tangan di atas
bahu , kedua
lengan di samping
badan
- Tekan samping
mamae dengan
sisi lengan atas
- Lalu putar kedua
lengan tersebut ke
depan, ke atas
sampai ke telinga
- Teruskan sampai
ke belakang dan
akhirnya ke sikap
semula lakukan
masing-masing 8
kali
e) Latihan 5
- Berbaring
terlentang kedua
tangan di samping
badan dan kedua
kaki lurus
- Angkat kedua
tungkai bersama sama, kedua lutut
jangan di tekuk,
kemudian
turunkan kembali
perlahan-lahan,
lakukan gerakkan
sebanyak 8 kali
f) Latihan 6
- Berbaring
terlentang kedua

91

lengan di samping
badan dan kedua
kaki lurus
- Angkat pinggul
sampai badan dan
kedua tungkai atas
membentuk sudut
dengan lantai
yang di tahan oleh
kedua kaki dan
bahu, turunkan
perlahan-lahan,
lakukan gerakkan
tersebut
b. Latihan inti
a) Latihan pembentukan sikap
- Berbaring
terlentang, kedua
tangan di samping
badan, kedua kaki
di tekuk pada lutut
dan santai
- Angkat badan dan
bahu, letakkan
dagu di atas dada
melihatlah ke arah
vulva, lakukan
gerakkan
sebanyak 8 kali
dengan interval 2
menit
b) Latihan kontraksi
dan relaksasi
- Berbaring
terlentang kedua
lengan di samping
badan , kedua kaki
lurus, lemaskan

92

seluruh tubuh,
lakukan
pernafasan secara
teratur dan berirama
- Tegangkan seluruh
otot tubuh dengan
cara katupkan
rahang, kerutkan
dahi, tegangkan
otot-otot leher,
kepalkan kedua
tangan, tegangkan
bahu, tegangkan
otot-otot perut,
kerutkan anus,
tegangkan kedua
kaki dan tahan
nafas
- Setelah beberapa
saat, kembali ke
sikap semula dan
lemaskan seluruh
tubuh, lakukan
gerakkan
sebanyak 8 kali
c) Latihan pernafasan
- Tidur kedua lutut
dipegang dengan
kedua lengan
(posisi litotomi)
dan rileks
- Buka mulut sedikit
dan bernafas
sedalamdalamnya, lalu
tutup mulut

93

- Latihan mengedan
seperti BAB ke
arah bawah depan,
setelah lelah
mengedan
kemudian kembali
ke posisi semula,
lakukan gerakkan
sebanyak 4
kali dengan
interval 2 menit
c. Latihan penenangan
dan relaksasi
a) Latihan penenangan
- Berbaring miring
ke arah punggung
janin misalnya ke
kiri
- Ltut kanan di
letakkan di depan
lutu kiri dan
keduanya di tekuk
- Tangan kanan di
tekuk di depan
badan dan tangan
kiri di belakang
badan
- Tenang, lemaskan
seluruh badan di
pejamkan,
hilangkan semua
suara yang
mengganggu ,
lakukan gerakkan
sebanyak 5-10
menit

94

b) Latihan relaksasi
- Tutup mata dan
lemaskan semua
persendian,
lemaskan otot-otot
badan termasuk
muka, pilihlah
tempat yang
tenang atau
tutuplah mata,
pusatkan pikiran
pada satu titik
misalnya pada
irama nafas
- posisi relaksasi:
berbaring
terlentang, kedua
lutut ditekuk atau
berbaring miring
10

95

9. Beritahu ibu
tentang nutrisi
yang baik pada
kehamilan
trimester III

9. Memberitahu ibu tentang


9. Ibu mengerti tentang
nutrisi yang baik pada
nutrisi yang baik
kehamilan trimester III yaitu
pada kehamilan
menganjurkan ibu untuk
trimester III, sesuai
mengurangi porsi karbohiyang telah dianjurdrat seperti nasi , ubi, roti,
kan.
kentang dan jagung karena
berat janinnya saat ini sudah
cukup dan normal, tetapi
lebih menganjurkan ibu
untuk mengkonsumsi
makanan yang mengandung
serat seperti buah dan
sayuran.

15 April 2015, DS:


pukul:
Ibu mengatakan
16.00 WIB
dalam keadaan
baik, dan ibu
tidak lagi mengalami susah BAB
ataupun keluhan
lain.

Dx:
Ny. S usia 28 tahun
G2P1A0 Usia
Kehamilan 36 minggu
1 hari.
DS:
1. Ibu mengatakan
ini kehamilan
kedua, sudah
DO :
pernah melahirkan
Keadaan ibu
dan belum pernah
baik, TTV: TD
keguguran.
110/70 mmHg,
2. Ibu mengatakan
Pernapasan : 24x / i,
dalam keadaan
Nadi : 82x/i,
baik, dan ibu tidak
Temperatur : 36, 5
lagi mengalami
C
susah BAB ataua. Pemeriksaan
pun keluhan lain.
fisik:
3. HPHT: 04-08didapatkan
2014.
hasil dalam
batas normal. DO:
a. Didapatkan hasil
b. Pemeriksaan
TTV dalam batas
khusus
normal.
kebidanan:
b.Pemeriksaan fisik:
a) Leoplod I:
didapatkan hasil ibu
TFU antara
sudah tidak lagi
pertengahan
mengalami neri
pusat dan px,
pinggang dan
bagian fundus punggung , serta
perut ibu
tidak lagi mengateraba bagian
lami gangguan kram
besar, lunak
kaki
yaitu bokong c. Pemeriksaan
janin.
laboratorium:
- HB: 9,8 gr%

Tidak ada

Tidak ada
1.

1. Evaluasi keadaan
ibu saat ini

1.

Mengevaluasi keadaan ibu .


saat ini serta menjelaskan
keadaan ibu saat ini dalam
keadaan baik, TD 110/70
mmhg, Pernafasan : 24x /
menit, nadi 82x/menit ,
Temperatur 36,7 C.

1.

Ibu mengerti
tentang keadaannya saat ini
dalam batas
normal

2.

2. Evaluasi ibu
tentang keluhan
yang dialaminya

2. Mengevaluasi ibu tentang


keluhan yang dialaminya
adalah hal yang normal,
seperti nyeri pinggang, kram
pada kaki, konstipasi dan
sering BAK.

2. Ibu dapat
menjelaskan
kembali tentang
keluhan yang di
alaminya adalah
hal normal dan ibu
tidak lagi merasa
cemas terhadap
keluhan yang di
alaminya.

3.

3. Evaluasi ibu
3. Mengevaluasi ibu tentang
tentang penatalakpenatalaksanaan keluhan yang
sanaan keluhan
dialaminya
yang dialaminya

3. Ibu telah melakukan


semua penatalaksanaan yang dijelaskan
dan kini ibu tidak
lagi merasa adanya
keluhan.

4. Mengevaluasi ibu tentangIbu t 4. Ibu telah mengkonEv 4. Evaluasi ibu


pemberian tablet fe dan vit.C
sumsi tablet fe dan
tentang pemberian
yang telah diberikan.
vit.c 1x1 pada malam
tablet fe dan vit. C
hari untuk mencegah
yang telah
anemia.
diberikan

96

b) Leoplod II :
Bagian kanan
perut ibu
teraba
tonjolantonjolan kecil
yaitu
ekstremitas
janin dan
bagian kiri
perut teraba
keras, datar,
memanjang
seperti papan
yaitu punggung
janin
c) Leoplod III :
Bagian
terbawah
perut ibu
teraba bulat,
keras, melenting dan
masih dapat
digoyang-kan
yaitu kepala
janin.
d) Leoplod IV :
convergen
(belum masuk
PAP).

Masalah:
Sudah membaik
Kebutuhan:
Pendidikan kesehatan tentang ketidaknyamanan trimester
III.

Be 5. Evaluasi ibu
tentang tanda
bahaya TM III

5. Mengevaluasi ibu tentang


I 5.
tanda bahaya TM III, seperti
janin tidak bergerak selama 24
jam, keluar darah dari jalan
lahir, demam tinggi, penglihatan kabur, ketuban pecah
sebelum waktunya, bengakak
pada muka tangan dan kaki

Ibu dapat menjelaskan dengan baik


mengenai tanda
bahaya TM III

4.

6. Evaluasi ibu
tentang tandatanda persalinan

6. Mengevaluasi ibu tentang


6. Ibu dapat
tanda-tanda persalinan seperti
menjelaskan dengan
nyeri pinggang yang menjalar
baik mengenai
ke perut bagian bawah, adanya
tanda-tanda
his yang kuat lama dan teratur
persalinan
di sertai dengan keluarnya
lendir bercampur darah dari
jalan lahir.

5.

7. Evaluasi ibu
tentang persiapan
persalinan

7. Mengevaluasi ibu tentang


7. Ibu dapat menjelaspersiapan persalinan, seperti
kan kembali tentang
persiapan ibu terdiri dari kain
kebutuhan persiapan
ibu, baju, gurita ibu, celana
persalinan baik
dalam dan pembalut. Dan peruntuk ibu maupun
siapan bayi terdiri dari baju
untuk bayinya.
bayi, popok, bedong, sarung
tangan dan kaki, topi bayi.
Serta mempersiapkan dana,
kendaraan dan donor darah.

6.

8. Pastikan ibu akan


melakukan senam 8.
hamil

e) DJJ : (+)
bagian
kiri perut ibu,
dengan freku-

97

Memastikan ibu akan melakukan senam hamil sesuai


dengan apa yang telah di
ajarkan.

8. Ibu telah melakukan senam hamil


dan bersedia untuk
melakukan senam
yang telah di
ajarkan.

ensi 138x/i.
irama teratur.
c. Pemeriksaan
laboratorium:
- HB: 9,8
gr%
7.

98

9. Pastikan ibu
memenuhi nutrisi
yang baik sesuai
dengan kebutuhannya saat ini

9. Memastikan ibu memenuhi


nutrisi yang baik sesuai
dengan kebutuhannya saat
ini yaitu pada kehamilan
trimester III

9. Ibu akan memenuhi


nutrisi yang baik
sesuai kebutuhannya

10. Anjurkan ibu


untuk melakukan
kunju-ngan ulang
setiap satu minggu
sekali atau bila
terdapat keluhan
sewaktu-waktu.

10. Menganjurkan ibu untuk


melakukan kunjungan
ulang setiap satu minggu
sekali atau bila terdapat
keluhan sewaktu-waktu
yang dialami ibu.

10. Ibu bersedia


melakukan
kunjungan ulang

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pengkajian
Pada pengkajian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dasar tentang
keadaan pasien terhadap Ny.E umur 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 35
minggu 3 hari didapatkan hasil yaitu sebagai berikut :

4.1.1 Data Subjektif


4.1.1.1Umur
a. Menurut tinjauan teori
Umur perlu diketahui guna untuk mengetahui resiko seperti
umur <20 tahun, yang mana alat-alat reproduksi belum
matang dan mental, psikisnya belum siap. Sedangkan umur
>35 tahun rentan sekali untuk terjadi perdarahan dalam masa
nifas (Eny Retna Ambarwati, 2009; h. 131).
b. Menurut tinjauan kasus
Pada tinjauan kasus didapatkan umur Ny.E 28 tahun.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
ditemukan adanya kesenjangan. Hal ini terlihat dari Ny.E
yang hamil diusia 28 tahun yang termasuk dalam siklus
reproduktif. Yang berarti organ-organ reproduksi nya benarbenar telah siap dan matang untuk memulai suatu kehamilan.

99

4.1.1.2 Pendidikan
a. Menurut tinjauan teori
Berpengaruh

dalam

tindakan

kebidanan

dan

untuk

mengetahui sejauh mana tingkat intelektualnya, sehingga


bidan

dapat

memberikan

konseling

sesuai

dengan

pendidikannya (Eny Retna Ambarwati, 2009; h. 132).


b. Menurut tinjauan kasus
Pendidikan terakhir Ny. E adalah jenjang SMP
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus, tidak ada
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus. Karena
pendidikan terakhir Ny.E saat ini adalah jenjang SMP yang
mana masih merupakan suatu pendidikan yang normal
dikalangan ibu-ibu hamil lainnya.
4.1.1.3 Keluhan utama
a. Menurut tinjauan teori
Untuk mengetahui masalah yang dihadapi yang berkaitan
dengan ketidakyamanan TM III, keluhan utamanya adalah
susah BAB, sering BAK, nyeri pinggang dan punggung
bagian bawah serta kram pada kaki (Eny Retna Ambarwati,
2009; h. 132).

100

b. Menurut tinjauan kasus


Ibu mengatakan susah BAB, sering BAK, nyeri pinggang,
dan ibu mengeluh sering kram pada kaki.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan karena keluhan yang dialami Ny. E adalah
fisiologis atau normal. Susah BAB karena Relaksasi pada
usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih
maksimal. Relaksasi juga terjadi pada di usus besar sehingga
penyerapan air menjadi lebih lama. sering BAK karena
pembesaran uterus yang menekan kandung kemih, Nyeri
pinggang bagian bawah ialah diakibatkan karena terjadi
hiperlordosis yang menyebabkan nyeri akibat tarikan saraf.
Kram pada kaki disebabkan penurunan kalsium dan alkalosis
terjadi akibat perubahan pada sistem pernafasan, tekanan
uterus pada saraf, keletihan, dan sirkulasi yang buruk pada
tungkai (Ummi Hani, 2011; h. 51-66).
4.1.1.4 Pola Istirahat
a. Menurut tinjauan teori
Istirahat sangat diperlukan oleh ibu hamil. Oleh karena itu,
bidan perlu menggali kebiasaan istirahat ibu supaya diketahui
hambatan yang mungkin muncul jika didapatkan data yang
senjang tentang pemenuhan kebutuhan istirahat.

101

c. Istirahat malam hari


Rata-rata lama tidur malam yang normal adalah 6-8 jam
d. Istirahat siang hari
Tidak semua wanita mempunyai kebiasaan tidur siang.
Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaikan kepada ibu
bahwa tidur siang 1-2 sangat penting untuk menjaga
kesehatan selama hamil (Ari Sulistyawati, 2011; h. 170 ).
b. Menurut tinjauan kasus
Pola istirahat Ny.E pada malam hari yaitu 6-8 jam dan pada
siang hari 1-2 jam.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan karena pola istirahat Ny. E pada malam hari 6-8
jam dan pada siang hari 1-2 jam dimana pola istirahat dapat
tercukupi dengan baik.
4.1.1.5 Aktivitas sehari-hari
a. Menurut tinjauan teori
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien karena data
ini memberikan gambaran tentang seberapa berat aktivitas
yang biasa dilakukan pasien dirumah. Jika kegiatan pasien
terlalu berat sampai dikhawatirkan dapat menimbulkan
penyulit masa hamil, maka kita dapat memberikan peringatan
sedini mungkin kepada pasien untuk membatasi dahulu

102

kegiatannya sampai ia sehat dan pulih kembali. Aktivitas


yang terlalu berat dapat menyebabkan abortus dan persalinan
prematur (Ari Sulistyawati, 2011; h. 170).
b. Menurut tinjauan kasus
Ibu mengatakan melakukan aktivitas sehari-hari layaknya ibu
rumah tangga seperti menyapu, memasak, mengepel dan
mencuci.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan karena aktivitas sehari-hari yang dilakukan ibu
merupakan aktivitas yang normal yang dilakukan oleh ibu
rumah tangga lainnya.

4.1.2 Data Objektif


4.1.2.1 Pemeriksaan umum
Berat Badan
a. Menurut tinjauan teori
Berat badan yang bertambah terlalu besar atau kurang,
perlu

mendapatkan

perhatian

khusus

karena

kemungkinan terjadi penyulit kehamilan. Kenaikan berat


badan tidak boleh lebih dari 0,5 kg per minggu
(Elisabeth Siwi Walyani, 2015; h. 86).

103

b. Menurut tinjauan kasus


Kenaikan berat badan Ny. E selama hamil adalah 12
kilogram, sebelum hamil : 55 kg dan saat hamil : 67 kg
pada usia kehamilan 35 minggu 3 hari.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan dalam kenaikan berat badan pada Ny. E
selama kehamilan sebanyak 12 kg yang masih dalam
batas normal.
4.1.2.2 Pemeriksaan fisik
Punggung dan pinggang
a. Tinjaun Teori
Nyeri pada pinggang dan pegal pegal pada punggung
merupakan lordosis dorsolumbal dapat menyebabkan
nyeri akibat tarikan pada saraf atau kompresi akar saraf
dan

otot

belakang

mendapatkan

bagian

tekanan

tengah

berat,perubahan

dan

bawah

ini

sering

menimbulkan rasa tidak nyaman pada muskuloskeletal


(Ummi Hani, 2011, h: 58).
b. Tinjauan Kasus
Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pada Ny.E
adalah bentuk punggung lordosis dan ada nyeri
pinggang.

104

c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak

ada

kesenjangan karena hal ini merupakan fisiologis atau


normal pada kehamilan TM III, karena seiring dengan
bertambahnya

usia

kehamilan

tubuhnya

akan

mengadakan penyesuain fisik, perubahan ini dikarenakan


tulang punggung bertambah lordosis karena tumpuan
tubuh bergeser lebih belakang dibandingkan sikap tubuh
ketika tidak hamil.

4.2 Interpretasi data


4.2.1 Tinjauan teori
Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang di tegakkan oleh
bidan dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi
standar

nomenklatur

diagnosis

kebidanan.

Diagnosa

didapatkan dari data subjektif dan data objektif . Data


subjektif adalah data yang diperoleh berdasarkan pernyataan
pasien, sedangkan data objektif adalah data yang diperoleh
berdasarkan hasil pemeriksaan pada pasien (Ari Sulistyawati,
2011; h.177).
4.2.2 Tinjauan kasus
Berdasarkan data yang didapat maka penulis menegakkan
diagnosa terhadap Ny.E umur 28 tahun G2P1A0 usia
kehamilan 35 minggu 3 hari.

105

a. Data subjektif :
1. Ibu mengatakan ini kehamilan kedua, sudah pernah
melahirkan dan belum pernah keguguran.
2. Ibu mengatakan susah BAB, sering BAK, nyeri
pinggang dan kram kaki.
3. Ibu mengatakan HPHT: 04-08-2014.
b. Data objektif :
1. TTV dalam batas normal
2. Pemeriksaan fisik: punggung dan pinggang terdapat
nyeri dan ekstremitas bawah terdapat kram kaki
3. Palpasi leopold:
Leopold I: TFU teraba pertengahan pusat dan px, pada
fundus teraba satu bagian besar, lunak yaitu bokong
janin.
Leopold II: Pada bagian kanan perut ibu teraba tonjolan
kecil-kecil yaitu ekstremitas janin. Dan bagian kiri
perut ibu teraba tahanan keras, panjang, memapan yaitu
punggung janin.
Leopold III: Pada bagian bawah perut ibu teraba satu
bagian bulat, keras, melenting dan masih dapat
digoyangkan yaitu kepala janin.
Leopold IV: Convergen (Belum masuk PAP).

106

DJJ (+) : frekuensi 130 kali/menit, punctum maksimum


terdengar 2 jari di bawah pusat bagian kiri perut ibu
dengan irama teratur.
4.2.3 Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan antara tinjaun teori dengan tinjaun kasus karena
diagnosa ditegakkan berdasarkan data subjektif dan objektif.
4.3 Masalah
4.3.1 Tinjauan teori
Dalam asuhan kebidanan digunakan istilahmasalah dan
diagnosis. Kedua istilah tersebut digunakan karena beberapa
masalah tidak dapat didefinisikan sebagai diagnosis, tetapi
tetap perlu dipertimbangkan untuk membuat rencana yang
menyeluruh. Masalah sering berhubungan dengan bagaimana
wanita itu mengalami kenyataan terhadap diagnosisnya (Ari
Sulistyawati, 2011; h.178).
4.3.2 Tinjauan kasus
Ketidaknyamanan Trimester III
4.3.4 Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan antara tinjaun teori dengan tinjaun kasus karena
masalah pada Ny.E merupakan hal normal dan fisiologis
yang terjadi pada kehamilan Trimester III.
107

4.4 Kebutuhan
4.4.1 Tinjauan teori
Dalam bagian ini bidan menentukan kebutuhan terhadap
pasien berdasarkan keadaan dan masalahnya. Contohnya
kebutuhan untuk KIE dan bimbingan tentang perawatan
kehamilannya (Ari Sulistyawati, 2011; h.180).
4.4.2 Tinjauan kasus
Informasikan tentang keluhan yang
jelaskan

ibu

pendidikan

dialami

ibu dan

kesehatan

tentang

ketidaknyamanan Trimester III.


4.4.3 Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus
karena kebutuhan Ny.E diberikan sesuai dengan masalah
yang dialami Ny.E.
4.5 Identifikasi Diagnosa Masalah Potensial
4.5.1 Tinjauan Teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau
diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah
yang lain juga. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila
memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil terus
mengamati kondisi klien. Bidan diharapkan dapat bersiap-

108

siap bila diagnosa atau masalah potensial benar-benar


terjadi (Ari Sulistyawati, 2011; h.181).
4.5.2 Tinjauan Kasus
Pada kasus Ny.E

tidak ditemukan adanya diagnosa

potensial karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda


kegawatdaruratan terhadap Ny.E.
4.5.3 Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus.
Karena masalah yang dialami Ny. E merupakan perubahan
fisiologis yang terjadi pada kehamilan TM III, sehingga
tidak ditegakkannya diagnosa potensial.

4.6 Antisipasi Tindakan Segera


4.6.1 Tinjauan teori
Pada tindakan ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap
tindakan segera, melakukan konsultasi, dan kolaborasi
dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien
(Ummi Hani, 2011; h.101).
4.6.2 Tinjauan Kasus
Dalam kasus bidan tidak melakukan tindakan terhadap Ny.E
segera karena tidak ada masalah yang bersifat potensial.

109

4.6.3 Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus
karena Ny.E dalam keadaan normal sehingga tidak dilakukan
tindakan segera .

4.7 Perencanaan
4.7.1 Tinjauan Teori
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa
yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap
masalah yang berkaitan, tetapi juga dari kerangka pedoman
antisipasi terhadap wanita tersebut, apa yang diperkirakan
akan terjadi berikutnya,apakah dibutuhkan penyuluhan,
konseling dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalahmasalah yang berkaitan dengan sosial ekonomi, kultural, atau
masalah psikologis. Dalam menyusun rencana asuhan pada
wanita hamil, sebenarnya harus disesuaikan dengan hasil
temuan dalam pengkajian data agar lebih tepat sasaran
(Ummi Hani, 2011; h.102).
1. Jelaskan pada klien dan keluarga tentang keadaan wanita
hamil, baik normal maupun tidak normal.
2. Berikan KIE tentang cara hidup yang baik dalam
kehamilan

110

3. Berikan KIE tentang kecukupan istirahat bagi wanita


hamil
4. Berikan penjelasan tentang makanan yang diperlukan
dalam kehamilan
5. Berikan penjelasan tentang peningkatan kebersihan diri
6. Berikan penjelasan pada suami juga untuk hidup yang
harmonis, menjaga fisik dan mental wanita hamil.
7. Lakukan pemeriksaan laboratorium yang spesifik terhadap
keluhan yang dialami
8. Rencanakan tindakan sesuai dengan kebutuhan spesifik
individu (Ummi Hani, 2011; h. 102).
4.7.2 Tinjauan kasus
Adapun perencanaan yang dilakukan pada Ny.E pada kasus ini
sesuai dengan kebutuhan pada TM III yaitu:
1. Jelaskan tentang keadaan ibu saat ini
2. Jelaskan ibu tentang ketidaknyamanan yang dialaminya
3. Jelaskan kepada ibu tentang penatalaksanaan keluhan yang
dialaminya
4. Anjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi makan-makanan
yang bergizi, terutama makanan yang mengandung banyak
serat
5. Berikan ibu tablet fe untuk mencegah anemia
6. Beritahu kepada ibu tanda bahaya TM III

111

7. Beritahu kepada ibu tanda-tanda persalinan


8. Beritahu kepada ibu persiapan persalinann
9. Ajarkan ibu senam hamil
10. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang setiap satu
minggu sekali
4.7.3 Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan. Karena bidan telah melakukan perencanaan yang
tepat pada Ny.E sesuai dengan tinjauan teori dan kasus yaitu
berdasarkan kebutuhan spesifik individu.
4.8 Pelaksanaan
4.8.1 Tinjauan Teori
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan langsung secara
efisien dan aman. Pada langkah keenam ini, rencana asuhan
menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke lima
dilaksanakan. Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh
bidan, sebagian lagi oleh klien atau anggota tim lainnya (Ummi
Hani, 2011; h. 103).
Pelaksanaan dari perencanaan asuhan berdasarkan peran bidan
dalam tindakan mandiri, kolaborasi, dan tindakan pengawasan :

112

1. Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang keadaan wanita


hamil, baik normal maupun tidak normal
2. Memberikan KIE tentang cara hidup yang baik dalam
kehamilan
3. Memberikan KIE tentang kecukupan istirahat bagi wanita
hamil
4. Memberikan penjelasan tentang makanan yang diperlukan
dalam kehamilan
5. Memberikan penjelasan tentang peningkatan kebersihan diri
6. Memberikan penjelasan pada suami juga untuk hidup yang
harmonis, menjaga fisik dan mental wanita hamil
7. Melakukan pemeriksaan laboratorium yang spesifik terhadap
keluhan yang dialami
8. Merencanakan tindakan sesuai dengan kebutuhan spesifik
individu (Ummi Hani, 2011; h.102).

113

4.8.2 Tinjauan kasus


1. Menjelaskan tentang keadaan ibu saat ini bahwa ibu dalam
keadaan baik berdasarkan hasil pemeriksaan yaitu keadaan
umum baik, TD 100/70 mmhg, P 22 x/menit, N 82 x/menit, T 36, 5
C
2. Menjelakan

kepada

ibu

tentang

ketidaknyamanan

yang

dialaminya adalah hal normal seperti sesak nafas, nyeri


pinggang dan punggung bagian bawah, kram pada kaki,
kesemutan, oedema, konstipasi dan sering BAK
3. Menjelaskan kepada ibu tentang penatalaksanaan keluhan yang
dialaminya

seperti

penatalaksanaan

nyeri

pinggang

dan

punggung bagian bawah: gunakan bantal dan kasur yang keras


waktu tidur untuk meluruskan punggung dan massase daerah
punggung dan pinggang. Kram pada kaki: beri kompres hangat
pada kaki, konsumsi cukup kalsium, dan istirahat cukup.
Konstipasi: tingkatkan intake cairan dan serat seperti buah dan
sayur, minum air hangat terutama ketika perut kosong. Sering
BAK:

kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan,

perbanyak minum pada waktu siang hari dan jangan kurangi


minum pada malam hari kecuali mengganggu tidur atau
kelelahan.
4. Menganjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi makanan yang
bergizi terutama makanan yang mengandung banyak serat

114

karena ibu sudah TM III sebaiknya ibu mengurangi makanan


berkarbohidrat seperti nasi jagung dan kentang. Dan lebih
memperbanyak

mengkonsumsi

makanan

berserat

seperti

sayuran hijau dan buah pisang/pepaya dan mengkonsumsi susu


untuk menggantikan kalsium.
5. Memberikan ibu tablet fe untuk mencegah anemia dengan dosis
1x1/hari dan menganjurkan ibu untuk meminumnya di malam
hari sebelum tidur dapat di minum bersamaan dengan air jeruk
untuk membantu mempercepat proses kerjanya usus.
6. Memberitahu kepada ibu tanda bahaya TM III seperti janin tidak
bergerak selama 24 jam, keluar darah dari jalan lahir, demam
tinggi, penglihatan kabur, ketuban pecah sebelum waktunya,
bengkak pada wajah tangan dan kaki dan menganjurkan ibu
untuk segera datang ke tenaga kesehatan bila ada salah satu dari
tanda tersebut.
7. Memberitahu kepada ibu tanda-tanda persalinan seperti nyeri
pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah, adanya his yang
kuat lama dan teratur, dan disertai dengan kelurnya lendir
bercampur darah dari jalan lahir dan menganjurkan ibu untuk
segera datang ke tenaga kesehatan bila ada salah satu dari tenda
tersebut.

115

8. Memberitahu kepada ibu tentang persiapan persalinan seperti:


persiapan ibu terdiri dari kain ibu, baju, gurita ibu, celana dalam
dan pembalut. Dan persiapan bayi terdiri dari baju bayi, popok,
bedong, sarung tangan dan kaki, topi serta mempersiapkan dana
persalinan, kendaraan dan donor darah.
9. Mengajarkan ibu senam hamil yaitu sesuai dengan kebutuhan
ibu saat ini yang terdiri dari : latihan pendahuluan, latihan inti
(sesuai dengan usia kehamilan ibu) dan latihan pernafasan.
10. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang setiap satu
minggu sekali atau bila terdapat keluhan sewaktu-waktu.
4.8.3 Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus
karena pelaksanaan telah dilakukan sesuai dengan perencanaan
yang telah dibuat oleh peneliti.

4.9 Evaluasi
4.9.1 Tinjauan Teori
Pada langkah evaluasi ini dilakukan evaluasi keefektifan asuhan
yang telah di berikan, hal yang dievaluasi meliputi apakah
kebutuhan telah terpenuhi dan mengatasi diagnosa dan masalah
yang telah diidentifikasi, rencana tersebut dapat dianggap efektif
jika benar-benar efektif dalam pelaksanaannya (Ummi Hani, 2011;
h.103).

116

4.9.2 Tinjauan Kasus


1. Ibu mengerti tentang keadaannya saat ini dalam keadaan baik
2. Ibu mengerti tentang keluhannya saat ini merupakan hal yang
normal dan ibu tidak lagi merasa cemas atas keluhan yang
dialaminya
3. Ibu mengerti tentang penjelasan penatalaksanaan keluhan
yang diberikan
4. Ibu mengerti dan akan mengurangi konsumsi makanan yang
banyak mengandung karbohidrat dan akan memperbanyak
konsumsi makanan yang mengandung banyak serat
5. Ibu menerima tablet fe dan ibu akan meminumnya disertai
dengan air jeruk sesuai yang dianjurkan
6. Ibu telah mengetahui tanda bahaya TM III dan bersedia akan
datang ke tenaga kesehatan bila ada salah satu dari tanda
tersebut
7. Ibu telah mengetahui tanda-tanda persalinan dan bersedia
akan

datang jika mengalami salah satu keluhan yang

dijelaskan
8. Ibu telah mengetahui tentang persiapan semua kebutuhan
menjelang persalinan baik untuk ibu maupun untuk bayinya
9. Ibu telah mengerti tentang senam hamil dan bersedia untuk
melakukannya

117

10. Ibu akan melakukan kunjungan ulang sesuai yang telah


dianjurkan
4.9.3Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada
kesenjangan karena konseling dan asuhan yang diberikan peneliti
dapat mengurangi ketidaknyamanan yang dialami ibu.

118

BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Setelah melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil terhadap Ny.E
umur 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari dengan
ketidaknyamanan trimester III di BPS Mafalda, S.ST Bandar
Lampung Tahun 2015.
Maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
5.1.1 Dalam melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil terhadap
Ny.E, penulis telah mampu melaksanakan pengkajian dengan
baik. Pengkajian tersebut didapat dari pengumpulan data yaitu
dari data subjektif dan objektif pasien, dimana dari data pasien
yaitu : pasien bernama Ny.E umur 28 tahun G2P1A0 hamil
kedua sudah pernah melahirkan dan belum pernah keguguran,
mengatakan bahwa ia mengalami susah BAB, sering BAK,
nyeri pinggang dan kram pada kaki. Data objektif dilihat dari
keadaan umum baik, kesadaran compos mentis dan TTV dalam
batas normal.
5.1.2 Penulis telah mampu melakukan interpretasi data dengan
menentukan diagnosa kebidanan ibu hamil yaitu Ny.E umur 28
tahun G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 3 hari dengan
ketidaknyamanan trimester III, yang di dapat dari data subjektif

119

dan objektif dari hasil pengkajian. Pada kasus ini muncul


masalah yaitu ibu mengalami susah BAB, sering

BAK, nyeri

pinggang dan kram pada kaki.


5.1.3 Penulis telah mampu mengidentifikasi tidak ada diagnosa atau
masalah potensial yang mungkin akan terjadi terhadap Ny.E. hal
ini ditunjukkan dengan keluhan yang dialami ibu sudah
berkurang, BAB ibu sudah lancar dan keluhan lain seperti sering
BAK, nyeri pinggang dan kram kaki sudah mulai berkurang.
5.1.4 Penulis telah mampu mengidentifikasi tidak ada tindakan segera
terhadap Ny. E, hal ini di karenakan keluhan yang dialami oleh
Ny.E sudah mulai berkurang dengan pemberian asuhan yang di
lakukan.
5.1.5 Penulis telah mampu memberikan rencana asuhan kebidanan
terhadap Ny.E umur 28 tahun G2P1A0 sesuai dengan asuhan
yang diberikan yaitu dengan memberikan informasi yang tepat
mengenai keluhan yang dialami dan cara penatalaksaan yang
tepat sesuai dengan ketidaknyamanan yang dialami ibu.
5.1.6 Penulis telah mampu melakukan pelaksanaan yang telah
dilakukan sesuai dengan rencana asuhan kebidanan yang telah
diberikan.
5.1.7 Penulis telah mampu melakukan evaluasi yang didapatkan
setelah 14 hari pengkajian terhadap Ny.E. dan Ny.E mengerti
bahwa keluhan yang dialami merupakan hal yang normal yang

120

ada pada trimester III, dan setelah diberikan asuhan ibu mengerti
cara

penatalaksanaan

yang

tepat

sesuai

dengan

ketidaknyamanan yang dialaminya dan ketidaknyamanan yang


dialami ibu mulai berkurang.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan
saran sebagai berikut :
5.2.1 Bagi institusi pendidikan
Hendaknya institusi dapat memberikan teori dan keterampilan
yang lebih kepada mahasiswa agar dapat dengan mudah dan bisa
mandiri memberikan pelayanan dengan baik dan benar,
pembuatan karya tulis yang telah ada tetap dijadikan acuan dan
bahan perbandingan untuk pembuatan karya tulis yang lebih
baik.
5.2.2 Bagi lahan praktik
Penulis mengharapkan agar Lahan praktik lebih meningkatkan
dan mempertahankan mutu pelayanan kesehatan yang sudah di
programkan khususnya pada kehamilan. dari melakukan
pengkajian data klien, mengidentifikasi masalah diagnosa dan
kebutuhan,

menentukan

antisipasi

masalah

potensial,

memberikan tindakan segera bila dibutuhkan, menyusun rencana


sesuai kebutuhan, melakukan perencanaan yang telah ditetapkan
serta mengevaluasi dan menindaklanjuti bila diperlukan,

121

Semakin banyaknya ibu hamil yang mendapatkan pelayanan


kesehatan maka faktor-faktor resiko pada ibu hamil dapat segera
terdeteksi dan segera juga untuk ditanggulangi, sehingga peran
serta tenaga kesehatan dalam membantu program pemerintah
dalam menurunkan AKI dan AKB dapat terwujud.
5.2.3 Bagi pasien
Diharapkan setelah pasien mendapatkan asuhan yang saya
berikan bisa lebih mengerti tentang keluhan-keluhan yang
dialami

selama

kehamilan

terutama

dalam

asuhan

ketidaknyamanan trimester III.


5.2.4 Bagi penulis selanjutnya
Sebaiknya setiap mahasiswa (penulis) dapat terus menerapkan
manajemen dan asuhan kebidanan yang telah dimiliki serta terus
mengikuti kemajuan dan perkembangan dalam dunia kesehatan
khusunya

dalam

dunia kebidanan, Sebaiknya

dilakukan

peningkatan dalam pemberian asuhan pada ibu dalam masa


hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir, khusunya peningkatan
dalam pemberian pendidikan kesehatan.

122

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Eny Retna, 2009. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra


Cendikia
Dewi, Vivian Nanny Lia dan Sunarsih Tri, 2012. Asuhan Kehamilan Untuk
Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika
Hani, Ummi, dkk, 2011. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis
Jannah, Nurul, 2012. Buku ajar asuhan kebidanan kehamilan. Yogyakarta :
Andi
Kuswanti, Ina, 2014. Asuhan Kehamilan. Yogyakarta : Pustaka pelajar
Manuaba, Ida Bagus Gde, dkk, 2010. Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan
dan KB. Jakarta EGC
Mansur, Herawati, 2012. Psikologi Ibu dan Anak untuk kebidanan. Jakarta:
Salemba Medika
Notoatmodjo, Soekidjo, 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:
Rineka Cipta
Rukiyah, Aiyeyeh, dkk, 2009. Asuhan Kebidanan 1. Jakarta: Tim CV Trans
Info Media
Sulistyawati, Ari, 2011. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta:
Salemba Medika
Sofyan, Mustika, dkk, 2006. 50 Tahun IBI. Jakarta: PP IBI
Priharjo, Robert, 2006. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC
Walyani, Elisabeth Siwi, 2015. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan.
Yogyakarta: PUSTAKABARUPRESS

123