Anda di halaman 1dari 13

Bab 3

PERTUMBUHAN
FUNGI
Pertumbuhan apikal
Pertumbuhan apikal merupakan bagian terpenting bagi fungi. Dan
karakter pertumbuhan apikal ini merupakan faktor penting bagi
fungi terutama sebagai dekomposer dan parasit.

Pertumbuhan apikal pada hifa mempunyai kecepatan tumbuh + 40


/menit (pada Neurospora crassa), sitoplasma mengalir ke
ujung. Material pertumbuhan disuplai oleh hifa di belakang
pucuk tepatnya di daerah atau zona pertumbuhan perifer. Zona
pertumbuhan perifer  zona sepanjang hifa yang diperlukan
untuk menjaga agar laju perluasan maksimum tetap terjadi pada
ujung hifa.
• Mekanisme pertumbuhan apikal adalah
merupakan fungsi kesetimbangan antara
proses lisis dan sintesis pada dinding ujung
yang mengarah pada dua mekanisme, yaitu:
1) perluasan secara plastis bagian apikal dan
2) pengerasan bagian di belakang pucuk.
Pada pertumbuhan apikal diketahui ada banyak gelembung/vesikel yang mengumpul pada bagian
tersebut. Diduga vesikel-vesikel tersebut berasal dari badan golgi yang berada di bagian sub apikal
(belakang pucuk) yang kemudian ditransfer ke bagian apikal dan menyatu dengan membran plasma
untuk melepas kandungannya yang diperlukan bagi pertumbuhan dinding. Gelembung-gelembung
tersebut diduga berisi material untuk keperluan sintesis, diantaranya adalah:

1. Enzim-enzim yang mempunyai kemampuan mematahkan ikatan material dinding dan


memungkinkan dinding untuk meregang karena adanya tekanan turgor dari dalam.
2. Material-material baru dinding sel dan enzim-enzim pensintesa dinding yang dimaksudkan untuk
pembentukan dinding baru (khitin sintase, glukan sintetase, mannoprotein)
3. Material untuk menambah luas permukaan plasmalemma baru dengan adanya penambahan
membran-membran dari gelembung.
Faktor yang mendorong terjadinya
pertumbuhan apikal ?

 Beberapa studi menunjukkan bahwa sitoskeleton mempunyai peran


utama dalam pertumbuhan apikal yaitu pada saat sitoskeleton
berinteraksi dengan motor protein (mysosin) dan kalsium. Motor
protein mampu mendorong vesikel ke bagian apikal sedang kalsium
dapat menyebabkan kontraksi actin yang pada gilirannya
menyebabkan melarnya membran. Bagian apikal dapat terdorong maju
oleh adanya polimerisasi actin, protoplasma akan mengalir ke depan
dengan bantuan motor protein yang berinteraksi dengan komponen-
komponen sitoskeleton. Komponen-komponen sitoskeleton juga
menyebabkan vesikel-vesikel tertransfer ke ujung.
Bagaimana bagian ujung bisa
terbentuk ?
Studi perkecambahan spora.
Pada perkecambahan spora  terjadi penggelembungan karena adanya hidrasi, kemudian makin
membesar karena adanya aktivitas metabolisme. Hasilnya adalah adanya penambahan material baru
pada bagian permukaan sel. Akhirnya terbentuklah buluh kecambah hifa muda dari suatu titik tertentu
pada permukaan sel.
perkecambahan spora.ppt

Dalam pertumbuhannya fungi juga menunjukkan fenomena tropisme baik yang terjadi pada
perkecambahan spora maupun pertumbuhan hifanya. Tropisme  respon arah pertumbuhan yang
terjadi sebagai tanggapan organisme terhadap rangsangan dari luar. Contoh tropisme pada spora
adalah pada saat jumlah spora begitu besar sehingga spora tersusun rapat antara satu dengan lainnya.
Bagian yang akan tumbuh adalah bagian yang tidak berlekatan dengan spora tetangganya. Kondisi
yang terjadi jika ujung kecambah hifa muncul dari tempat yang jauh dari bagian spora yang
bersentuhan disebut dengan autotropisme negatif. spore autotropism.ppt
Tropisme pada hifa.
Untuk pertumbuhannya fungi membutuhkan nutrien-nutrien
organik, namun menariknya adalah tropisme pada hifa
hampir tidak tergantung pada kebutuhan nutrien (hanya
pada oomycota tropisme dipengaruhi nutrien). Jika
tropisme terjadi karena pengaruh nutrien maka hifa akan
membentuk percabangan yang mengarah pada sumber
nutrien. Sementara itu faktor yang menyebabkan terjadinya
tropisme lebih banyak disebabkan oleh faktor non-nutrien
seperti adanya metabolit volatil (aldehid, metanol atau
alkohol).
Siklus hidup sel yeast.
 Secara mendasar proses pertumbuhan yeast adalah tidak
berbeda dengan pertumbuhan hifa. Pertumbuhan yeast
terlokalisasi di daerah pertunasan, hal ini mirip dengan
mekanisme pertumbuhan yang terjadi pada bagian apikal
hifa. Siklus hidup yeast dibedakan atas empat fase, yaitu
G1 (gap pertama), S (sintesis DNA), G2 (gap ke dua) dan
M (mitosis). Setiap kali satu siklus terselesaikan maka
akan tumbuh satu tunas.
 Pada fase G1 ada tahapan penting yang disebut “start”.
Pada tahapan ini sel akan berintegrasi dengan informasi
dari dalam sel dan dari tanda-tanda lingkungan untuk
memutuskan apakah sel ini akan memasuki fase stasioner
ataukah menjalani proses reproduksi seksual. Selama G1
ini sel melakukan akumulasi nutrien dan mensintesis
komponen-komponen sel. yeast cell cycle.ppt
Percabangan pada fungi.

 Pada hifa menunjukkan adanya dominansi


apikal.
 Terjadi percabangan menyebar antar hifa
 polanya adalah dengan menjaga jarak
dan mengisi ruang. Beberapa fungi
menunjukkan adanya tropisme.
 Kerapatan percabangan  dipengaruhi
oleh kadar nutrien dari medium. Umumnya
mengikuti kurva linear tetapi dengan
penambahan nutrien akan menambah
percabangan.
Miselium mempunyai siklus duplikasi (sama dengan sel yeast) 
yaitu suatu bentuk hubungan antara jumlah sitoplasma,
pembelahan inti dan percabangan. Artinya setiap ujung apikal
mempunyai jumlah kritis volume sitoplasma tertentu (unit) 
pembelahan inti dan pembentukan septa akan terjadi jika
jumlah unitnya menjadi berlipat. Contoh: pada percabangan
Basidiobolus ranarum. Pada saat sintesis sitoplasma telah
mencapai volume yang cukup, nukleus yang besar akan
membelah dan sebuah septa/sekat akan terbentuk sehingga
membentuk dua sel. Ujung sel yang baru selanjutnya tumbuh
dan mengulang lagi proses seperti sebelumnya, sehingga pada
akhirnya setelah septa terbentuk sempurna maka percabangan
baru juga akan terbentuk. duplication cycle.ppt

Peristiwa siklus duplikasi ini dapat dihitung dengan menghitung


unit pertumbuhan hifa (G) (a hyphal growth unit) dengan
rumusan sebagai berikut:

Panjang total dari miselium


G= ------------------------------------------
Jumlah ujung hifa
Pertumbuhan kinetik
Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai penambahan
jumlah sel atau biomasa yang berurutan dan teratur
seiring dengan waktu. Pertumbuhan meliputi jumlah
sel, berat kering, kandungan protein, kandungan
asam nukleat dan seterusnya.

Beberapa fase pertumbuhan pada yeast adalah fase


lag, pertumbuhan eksponensial atau logaritmik, fase
penurunan, fase stasioner dan fase autolisis atau
kematian. Selama fase pertumbuhan eksponensial
satu sel akan menghasilkan dua sel pada satuan
waktu tertentu. kinetic growth.ppt
Laju pertumbuhan spesifik ()  adalah laju pertumbuhan selama fase eksponensial.
Selanjutnya nilai  dapat dihitung berdasar persamaan berikut:

(log 10 Nt – log 10 N0)


 = ------------------------------- 2,303
(t – t0)

Contoh: jika N0 = 103 sel/ml dan Nt = 105 sel/ml dan t = 4 jam , maka

( 5 – 3) 2,303 2,303
 = ----------------------- = ------------- = 1,15/jam
4 2
Dari perhitungan ini kita tahu bahwa mean doubling time atau waktu generasi (g) atau waktu
yang diperlukan untuk sebuah penggandaan/duplikasi lotgaritmik alami adalah:

loge 2
g = --------------
µ
0,693 0.693
g = ------------------ = -------------- = 0,60 jam
 1,15