Anda di halaman 1dari 10

PEMODELAN SISTEM

(Banjir, Kebakaran Hutan, Kemacetan)


Disusun Oleh:
Rio Evaldo Nasution
130403057

DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2015

1. Banjir
Pengertian Banjir
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air, peristiwa banjir
timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering, banjir pada umumnya
disebabkan oleh air-air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai
akibat curah hujan yang tinggi, kekuatan banjir mampu merusak rumah dan
menyapu fondasinya. Air banjir juga membawa lumpur berbau yang dapat
menutup segalanya setelah air surut. Banjir adalah hal yang rutin, setiap tahun
pasti datang banjir, sebenarnya merupakan fenomena kejadian alam biasa yang
sering terjadi dan dihadapi hampir diseluruh Negara-negara di dunia, termasuk
Indonesia.
Penyebab Banjir
Banjir datang karena adanya penyebab yang dilakukan, Penyebab banjir
tersebut diuraikan sebagai berikut :
1. Luapan air sungai
2. Pendangkalan sungai, kali, selokan, danau, dan lain-lain
3. Sedikitnya daerah serap
4. Penggundulan hutan
5. Air bah/ banjir bandang
6. Hujan deras yang lama
7. Air laut pasang
8. Saluran air mampet
9. Tsunami air laut
10. Pendirian rumah di sepanjang sungai
Dampak yang Ditimbulkan Banjir
Setiap terjadinya banjir pasti mempunyai dampak yang ditimbulkan,
dampak tersebut adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menimbulkan korban jiwa


Rusaknya areal pertanian
Rusaknya sarana dan prasarana
Hilangnya harta benda
Bibir penyakit
Berhentinya kegiatan belajar mengajar

Cara Menanggulangi Banjir


Cara

menanggulangi

terjadinya

banjir,

maka

dibutuhkan

cara

penanggulangan antara lain sebagai berikut :


1. Pengoptimalan Sungai atau sungai
Sungai atau selokan sebaiknya dipelihara dan dipergunakan sebagaimana
mestinya. Melarang keras sungai ataupun selokan digunakan untuk
membuang sampah atau tempat pembuangan sampah. Kebersihan dan
deras arusnya harus di pantau setiap minggu bukan hanya mengamati jika
terjadi banjir. Karena seperti yang saya lihat di kota medan bahwa sungaisungai atau selokan hanya di perhatikan jika sudah banjir melanda daerah
tersebut, inilah yang menyebabkan terjadinya banjir.
2. Larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai
Tanah di pinggiran sungai tidak seharusnya digunakan untuk pemukiman
penduduk karena menyebabkan banjir dan tatanan masyarakat tidak
teratur. Seharusnya pemerintah kota lebih menertibkan warga yang ingin
membuat rumah di pinggiran sungai karena bukan hanya menyebabkan
banjir namun juga menyebabkan aliran sungai jadi kotor karena di pakai
untuk keperluan sehari-hari.
3. Melarang membangun gedung-gedung tinggi
Berhenti membangun gedung-gedung tinggi dan besar, karena akan
menyebabkan bumi ini akan semakin sulit menahan bebannya dan
membuat permukaan tanah turun.
4. Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi
Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang pohon
yang telah berkayu kemudian di tanam kembali tunas pohon yang baru.
Hal ini ditujukan untuk regenerasi hutan dengan tujuan hutan tidak
menjadi gundul.
Keputusan Untuk Permasalahan Banjir
Disini saya mengambil contoh permasalahan di kota Jakarta. Sebagaimana
yang diketahui Jakarta merupakan langganan banjir yang setiap tahun nya pasti
akan terkena banjir. Banjir terjadi karena hampir tidak ada lagi resapan air di
Jakarta. Tanah, kolam, taman banyak yang menghilang. Diganti oleh beton, aspal,

dan semen. Air hujan pun tidak bisa meresap ke dalam tanah sehingga menjadi
banjir/genangan.
Harus dibuat daerah resapan air. Bukan hanya membuat sumur resapan
atau mengganti halaman semen dengan paving block, dan juga jalan berpori
seperti aspal berpori atau paving block yang separuhnya terbuka sehingga bisa
diisi rumput agar air hujan bisa menyerap. Dan lebih penting menormalisasi
sungai-sungai dan kanal yang ada dengan memelihara agar lebar dan
kedalamannya tetap terjaga ketimbang menghamburkan trilyunan rupiah untuk
pembangunan Banjir Kanal Timur yang tidak diikuti dengan pemeliharaan
sehingga akhirnya menjadi dangkal dan tidak berguna. Ini jauh lebih murah
ketimbang membuat Banjir Kanal Timur yang selain biayanya trilyunan rupiah
juga mubazir jika pengaturan pintu airnya seperti sekarang atau kanalnya dangkal
lagi jika tidak pernah dikeruk.
2. Kebakaran Hutan
Pengertian Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan adalah proses terbakarnya hutan yang tidak terkendali.
Bisa terjadi secara alami atau diakibatkan oleh perbuatan manusia. Dampak
kerusakannya dirasakan secara luas dalam bentuk bancana polusi asap dan
pemanasan global.

Penyebab Kebakaran Hutan


Kebakaran hutan bisa terjadi karena penyebab alami dan penyebab ulah
manusia, berikut di paparkan penyebab kebakaran hutan :
1. Penyebab alami
Kebakaran hutan secara alami banyak dipicu oleh petir, lelehan lahar
gunung api, dan gesekan antara pepohonan. Sambaran petir dan gesekan
pohon

bisa

berubah

memungkinkan,

seperti

menjadi

kebakaran

kekeringan

yang

bila

kondisi

panjang. Di

hutannya

hutan-hutan

subtropis seperti Amerika Serikat dan Kanada, sambaran petir dan gesekan
ranting pepohonan sering memicu kebakaran. Namun di hutan hujan
tropis seperti Indonesia, hal ini sedikit mustahil. Karena terjadinya petir
biasanya akan diiringi oleh turunnya hujan atau petir terjadi di sepanjang
hujan. Sehingga sangat tidak mungkin menimbulkan kebakaran. Pemicu
alamiah lainnya adalah gesekan antara cabang dan ranting pepohonan. Hal
ini pun biasanya hanya terjadi di hutan-hutan yang kering. Hutan hujan
tropis memiliki kelembaban tinggi sehingga kemungkinan gesekan antar
pohon menyebabkan kebakaran sangat kecil.
2. Disebabkan manusia
Kebakaran hutan yang dipicu kegiatan manusia bisa diakibatkan dua hal,
secara sengaja dan tidak sengaja. Kebakaran secara sengaja kebanyakan
dipicu oleh pembakaran untuk membuka lahan dan pembakaran karena
eksploitasi sumber daya alam. Sedangkan kebakaran tak disengaja lebih
disebabkan oleh kelalaian karena tidak mematikan api unggun,
pembakaran sampah, membuang puntung rokok, dan tindakan kelalaian
lainnya. Di Indonesia, 99% kejadian kebakaran hutan disebabkan oleh
aktivitas manusia baik sengaja maupun tidak sengaja. Hanya 1%
diantaranya yang terjadi secara alamiah. Sejak era tahun 1980-an
pembukaan

lahan

perkebunan

kelapa

sawit

dan Hutan

Tanaman

Industri diduga menjadi biangkerok terjadinya kebakaran hutan secara


besar-besaran.
Dampak Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan berdampak besar bagi kehidupan manusia, hewan dan
tumbuhan. Sebagian besar dampak tersebut bersifat merugikan. Berikut ini
beberapa dampak merugikan yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan:
1. Dampak langsung

Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan properti dan infrastruktur serta


hilangnya aset pertanian, perkebunan dan kehutanan. Tak sedikit juga meminta
korban jiwa manusia. Untuk kasus kebakaran besar tak jarang harus dilakukan
evakuasi permukiman penduduk.
2. Dampak ekologis
Kebakaran hutan merupakan bencana bagi keanekaragaman hayati. Tak
terhitung berapa jumlah spesies tumbuhan dan plasma nutfah yang hilang.
Vegetasi yang rusak menyebabkan hutan tidak bisa menjalankan fungsi
ekologisnya secara maksimal. Kebakaran hutan juga menyebabkan hilangnya
habitat bagi satwa liar penghuni hutan.
Selain itu kebakaran hutan banyak melepaskan emisi karbon dan gas rumah
kaca lain ke atmosfer. Karbon yang seharusnya tersimpan dalam biomassa hutan
dilepaskan dengan tiba-tiba. Apalagi bila terjadi di hutan gambut, dimana lapisan
tanah gambut yang kedalamannya bisa mencapai 10 meter ikut terbakar.
Cadangan karbon yang tersimpan jauh di bawah lapisan tanah yang ditimbun
selama jutaan tahun akan ikut terlepas juga. Pengaruh pelepasan emisi gas rumah
kaca ikut andil memperburuk perubahan iklim.
3. Dampak ekonomi
Secara ekonomi hilangnya hutan menimbulkan potensi kerugian yang besar.
Setidaknya ada tiga kerugian lain yang bisa dihitung secara ekonomi, yaitu
kehilangan keuntungan karena deforestasi, kehilangan keanekaragaman hayati,
dan pelepasan emisi karbon. Belum lagi dengan kerugian langsung dan tidak
langsung bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.
4. Dampak kesehatan
Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan berdampak langsung pada
kesehatan, khususnya gangguan saluran pernapasan. Asap mengandung sejumlah

gas dan partikel kimia yang menggangu pernapasan seperti seperti sulfur dioksida
(SO2), karbon monoksida (CO), formaldehid, akrelein, benzen, nitrogen oksida
(NOx) dan ozon (O3). Material tersebut memicu dampak buruk yang nyata pada
manula, bayi dan pengidap penyakit paru. Meskipun tidak dipungkiri dampak
tersebut bisa mengenai orang sehat

Penanggulangan Kebakaran Hutan


Apabila terjadi kebakaran hutan maka cara yang dapat dilakukan untuk
melakukan pemadaman kebakaran hutan adalah sebagai berikut.
1.

Melakukan penyemprotan air secara langsung apabila kebakaran hutan


bersekala kecil.

2.

Jika api dari kebakaran bersekala luas dan besar, kita dapat melokalisasi
api dengan membakar daerah sekitar kebakaran dan mengarahkan api ke
pusat pembakaran, yaitu umumnya dimulai dari daerah yang menghambat
jalannya api seperti sungai, danau, jalan, dan puncak bukit.

3.

Melakukan penyemprotan air secara merata dari udara dengna


menggunakan helikopter atau pesawat udara.

4.

Membuang hujan buatan.


Keputusan Permasalahan Kebakaran Hutan
Menurut saya kebakaran hutan dapat ditanggulangi dengan berbagai cara,

namun saya pikir kebakaran hutan dapat dtanggulangi dengan cara yang sama
yang dilakukan jepang pada saat kebakaran hutan terjadi di daerah mereka, yaitu
dengan menyiramkan air berbahan kimia yang disebut fire extinguisher yang
merupakan bahan kimia foam agent. Bahan kimia tersebut dapat dimasukkan
kedalam pesawat water bombing sehingga menjangkau daerah kebakaran yang
lebih luas.

3. Kemacetan
Pengertian Kemacetan
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan
terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan
melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar,
terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai
ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk
Penyebab Kemacetan
1. Kapasitas jalan lebih kecil dari jumlah kendaraan yang ada.
2. Jumlah kendaraan meningkat tajam sementara jalan yang ada tidak mampu
menampung seluruh kendaraan yang menggunakan area jalan tertentu.
3. Prencanaan alur jalan raya dan tata kota yang tidak baik sehingga tidak
memberikan kenyamanan dari segi transportasi khususnya penggunaan jalan
raya.
4. Kemanaan yang tidak baik sehingga membuat terganggunya aktifitas lalu
lintas kendaraan.
5. Pengurangan lebar jalan yang ada karena berbagai aktifitas seperti pedagang ,
6.
7.
8.
9.

parkir dipinggir jalan dan sejenisnya.


Jalan rusak sehingga mempengaruhi kecepatan laju kendaraan.
Traffic management atau manajemen lalu lintas yang tidak baik.
Sarana pengatur lalu lintas tidak berfungsi dengan baik.
Presiden, menteri atau pejabat pemerintah dengan pasukan pengamanya lewat

sehingga memberhentikan pengguna jalan yang ada.


10. Terjadi Kecelakaan lalu lintas sehingga menghambat laju kendaraan
11. Mobil pemadam kebakaran, mobil ambulance lewat sehingga pengguna jalan
harus menyediakan jalan untuk kendaraan tersebut.
12. Kesengajaan pihak-pihak tertentu yang menginginkan terjadinya kemacetan
pada suatu jalan raya.
13. Bus umum atau angkot berhenti seenaknya dijalan untuk mencari calon
penumpang sehingga tidak memungkinkan kendaraan dibelakangnya untuk
lewat.
14. Tersapat pengemudi atau sopir ugal-ugalan sehingga membahayakan
pengemudi lain.
15. Sedang berlangsung suatu proyek pembangunan jalan pada area tertentu
sehingga dilakukan pengalihan arus lalu lintas jalan raya.

16. Terjadi demonstrasi yang menggunakan jalan raya sehingga menghambat


perjalanan kendaraan.
Dampak Kemacetan
1. Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.
2. Pemborosan energi.
3. Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak
yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang
lebih sering.
4. Meningkatkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi
lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
5. Meningkatkan stress pengguna jalan.
6. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans, pemadam
kebakaran dalam menjalankan tugasnya.
Penanggulangan Kemacetan
1. Pembuatan jalan baru atau pelebaran jalan
2. Membuat jalan laying
3. Membuat jalur busway
4. Pengurangan pemakaian kendaraan
Keputusan Permasalahan Kemacetan
Menurut saya pemecahan masalah kemacetan dapat di selesaikan apabila
ada kesadaran dari pengguna jalan dan dibantu oleh pemerintah untuk
merealisasikan masalah kemacetan tersebut. Pertama yang harus dilakukan
pemerintah yaitu peningkatan kapasitas jalan, karena melihat dari volume
kendaraan yang sangat tinggi rasanya tidak masuk akal jika dilalui dengan jalan
yang sempit setiap harinya, kedua meningkatkan daya dukung jaringan jalan
dengan mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dengan ruang jalan yang
disediakan dan dengan didukung fasilitas yang aman untuk pengguna. Masyarakat
sebagai pengguna jalan juga dapat membantu pemerintah dalam menangani
kemacetan lalu lintas seperti dengan beralih ke angkutan umum yang tersedia dan
lebih tertib berlalu lintas agar para pengguna kendaraan pribadi seharusnya
mengikuti aturan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Pejalan kaki
harus mau membiasakan diri berjalan di trotoar dan menyeberang di jembatan

penyeberangan. Apabila ingin menggunakan angkutan umum, maka kita harus


menghentikan angkutan tersebut di halte yang telah di sediakan, begitu pula bila
ketika hendak turun. Jika itu semua terealisasi bukan hal yang munafik untuk
tidak memakai jasa angkutan umum yang mengikuti standar internasional dan
akan membuat kemacetan setidaknya berkurang pesat dengan hal tersebut.