Anda di halaman 1dari 21

HUKUM, HAM,

DEMOKRASI DALAM
ISLAM

MATERI
IV

KONSEP HUKUM ISLAM


HUKUM ISLAM
Hukum yang ditetapkan oleh Allah melalui
Wahyu-Nya yang kini terdapat dalam alQuran dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad
sebagai Rasul-Nya melalui sunnah beliau
yang terhimpun dalam kitab-kitab hadits.
Macam-macam istilah hukum bagi
masyarakat Indonesia.

DALAM KEPUSTAKAAN ISLAM ( BHS


INGGRIS)
Syariat Islam
Fiqh Islam
Dalam Bahasa Indonesia

Syariat Islam
Fiqh Islam

Islamic law
Islamic
Jurisprudence

Hukum syariat/syara
Fiqh Islam/hukum Islam

CIRI-CIRI HUKUM ISLAM


1 . M erup akan bag ian d an bersumb er d ari Agama Is lam
2 . M emp unyai kaita n yang erat d an tidak d apat d ip isahkan d ari
Aq id a h d an Akhlak Islam
3 . M emp unyai 2 istilah kunc i
A. s ya r iah terd iri d ari wahyu Allah dan S unnah Nab i muhammad
S AW
B . Fiq ih ad alah p emahaman d an hasil p emahaman manusia
tenta ng Sy ariah .
4 . Terdiri dari 2 bid ang utama:
A. I ba d a h , tata cara d an ritual sakral y ang d ilakukan seorang
M uslim d alam hubung an d eng an Allah.
B. M ua malah , d alam arti khusus d an luas b ers ifat terb uka untuk
d ikembangkan oleh manus ia , ya ng memenuhi sy arat da ri mas a
ke ma s a

TUJUAN HUKUM ISLAM DITETAPKAN


Kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat.
Dengan jalan mengambil yang manfaat dan mencegah
yang mudharat (yang tidak berguna bagi kehidupan).
Menurut Abu Ishaq Al-Shattibi (ada 5 tujuan hukum
Islam)
1. Memelihara Agama
2. Memelihara Jiwa
3. Memelihara Akal
4. Memelihara Keturunan
5. Memelihara Harta

FUNGSI HUKUM ISLAM


1. Fungsi Ibadah
(Pelaksanaan hukum Islam bentuk ketaatan hamba pada
Allah)
2. Fungsi Amar Maruf Nahi Munkar
berfunsi sebagai kontrol atau pengendali sosial.
3. Fungsi Zawajir
(Melindungi masyarakat dari ancaman yang
membahayakan)
(Adanya sanksi hukum, seperti qisas-diyat, hudud dan
tazir)
4. Fungsi Tanzim wa Islah al-Ummah .
Mengatur sebaik mungkin dan memperlancar proses
interaksi sosial sehingga terwujudlah masyarakat yang
harmonis, aman, dan sejahtera.

RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM


1. Hukum Perdata
a. Munakahat, segala sesuatu yang berhubungan dengan
perkawinan, perceraian, serta akibatnya.
b. Mawarits/wirasatsah, mengatur segala yang berhubungan
dengan mawaris.
c. Muamalat, mengatur masalah kebendaan dan hak-hak atas
benda, tata hubungan manusia dalam hal jual beli, sewa
menyewa.
2. Hukum Pidana
a. Jinayat, memuat aturan mengenai perbuatan yang diancam
dengan hukuman baik dalam jarimah hudud (perbuatan
pidana yang telah ditentukan bentuk hukumannya dalam alquran dan al-Hadits.

JARIMAH
Jarimah tazir (perbuatan pidana yang hukumannya
ditentukan oleh penguasa
b. Al-Ahkam assulthaniyah, membicarakan yang
berhubungan
dengan kepala negara, negara, pemerintah, pusat
atau
daerah.
c. Syiar, mengatur urusan perang dan damai, tata
hubngan
agama dengan negara lain.
d. Mukhasamat, mengatur soal peradilan, kehakiman,
dan
hukum acara.

RUANG LINGKUP SYARIAH


Hubungan antara manusia dengan Allah,
berkaitan
dengan
kedudukan
manusia
sebagai hamba Allah Swt (taat, tunduk, dan
patuh)
Hubungan antara sesama manusia, berkaitan
dengan kedudukan manusia sebagai makhluk
sosial
Hubungan antara manusia dengan alam
semesta, aturan ini hendak mewujudkan
hubungan yang harmonis antara manusia
dengan alam semesta.

KARAKTER SYARIAH ISLAM


S es ua i deng an kemam puan manusia.
QS a l-B aqarah aya t 2 :2 8 6





A l l a h t id a k m em b er a t i d i r i k e c u a l i s e k e d a r k e m a m p u a n n y a
B a g ia n s yariah yang b erup a Aqidah d an I bad ah diterangkan
d enga n rinc i da n jelas s ehing g a tid ak p erlu p enamba han atau
p er ub a han.
S ya ria h Islam cocok dengan fi trah ma nus ia dan s esuai d eng an
a ka l, d ap at meng ikuti p erkemb ang an serta lay ak untuk seg ala
tempa t dan zaman.

FIQH
Fiqh artinya paham
Pengertian.
Ilmu fi qh
Ilmu yang bertugas memahani dan
menguraikan norma-norma hukum dasar yang
terdapat dalam al- Quran dan kitab-kitab hadits.

PERBEDAAN ANTARA SYARIAT DAN FIQH


Syariat
Sy a ri a a t t e rd a p a t d a la m
a l- Q ura n d a n H a d its .
Sy a ri a t Ke b en a ra nny a
m u tla k
Sy a ri `a t b e rs ia t
fun da m e nta l , m e m p uny a i
ru a ng lin g kup ya ng le b ih
lua s
Sy a ri a t b e rsif a t g lo b al
( ijm a li ) , ha n ya m e ng a tu r
ha l- ha l ya n g u m u m d a n
m end a s a r
Sy a ri `a t a d a la h ke te ta p a n
A lla h da n ke te n tua n Ra s u lNy a, ka ren a it u b e rla ku
a ba d i

Fiqh
Terdapat dalam kitab-kitab
fi qh
Kebenarannya relatif
Fiqh bersifat instrumental,
ruang lingkupnya terbatas
pada apa yang biasanya
disebut perbuatan hukum.
fi kih bersifat perincian
(tafsili), mengatur hal-hal
yang bersifat perincian.
Fiqh adalah karya manusia
yang dapat berubah atau
diubah dari masa ke masa.

LANJUTAN
Syariat hanya satu

Contoh syariat adalah


kewajiban shalat,
puasa, zakat dan
haramnya riba

fi qih mungkin lebih dari


satu seperti terlihat pada
aliran-aliran hukum yang
disebut mazahib atau
mazhab-mazhab itu.
contoh fi kih seperti tata
cara shalat, tata cara
puasa, tata cara zakat dan
defi nisi riba.

DEMOKRASI DALAM ISLAM


Demokrasi Islam dianggap sebagai sistem yang
mengukuhkan konsep-konsep Islami yang sudah lama
berakar, yaitu
Musyawarah ( syura),
Persetujuan (ijma), dan
Penilaian interpretatif yang mandiri (ijtihad).

MUSYAWARAH
Musayawarah ini dengan jelas juga disebutkan dalam
al- Qur`an surat, Asy-Syuura. 42: 28:

Artinya: Dan (bagi) orang-orang yang menerima


(mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat,
sedang urusan mereka (diputuskan) dengan
musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan
sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada
mereka.

KONSENSUS
Pemikiran muslim modern, potensi fl eksibilitas yang
terkandung dalam konsep konsensus akhirnya
mendapat saluran yang lebih besar untuk
mengembangkan hukum Islam dan menyesuaikannya
dengan kondisi yang terus berubah sesuai dengan
perkembangan zaman.

IJTIHAD
Berfi kir secara bebas dan benar untuk mendapatkan
dan menyelesaikan suatu persoalan untuk
mendapatkan sesuatu yang terbaik yang masih
terbelenggu oleh ketidak jelasan hukum.

PERBEDAAN DEMOKRASI MODERN


DAN ISLAM
Demokrasi Modern
Ked a ula t a n d i t a ng a n ra kya t
Pem b u a t p e ra t ura n a d a la h
b a d a n l e g i sla ti f
Kep utu sa n d ite n tuka n m e la lu i
m us ya w a ra h , s ua ra te rb a nya k

Demokrasi islam
Ke d a u l a ta n te r t i n g g i d i t a n g a n
Al l a h S W T
Pe m b u a t p e r a t u r a n h a n y a A l la h
Ke p u tu s a n d ia m b il d a ri i jt i h a d ,
d a n p a d a a k h i rn y a ke p u t u s a n
K h a l i fa h s e b a g a i U l i l A m ri

Terda p a t b a d a n le g i sla t if
s eb a ga i
pen a m p un g a sp iras i ra ky a t.

Te rd a p a t M a j el i s S y u r a s eb a g a i
badan musyawarah dalam
m e m e c a h ka n p e rs o a l a n

M a s ih t e rd a p a t p re vi le g e h a k
k hus us

Tid a k m e n g a ku i a d a n a y a
is ti m e w a b a g i - b a g i g ol on g a n
te r te n t u

HAK ASASI MANUSIA


Perbedaan HAM Barat dan Islam
HAM pandangan Barat (Antroposentris)
Segala sesuatu berpusat pada manusia, sebab itulah
manusia menjadi pusat segala sesuatu, sebab itulah
bangsa Barat beranggapan bahwa kebebasan
manusialah itu termasuk suatu hak asasi.
HAM Pandangan Islam (Teosentris)
Segala sesuatu berpusat kepada Allah SWT, oleh
karena itu apapun yang menjadi tuntutan manusia
akan hak asasinya tetap harus dirujukkan dengan
bagaimana Allah SWT berkehendak dalam hal
tersebut.

KONTRIBUSI UMAT ISLAM DALAM


PERUMUSAN HUKUM ISLAM
INDONESIA
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 1 Tahun 1974
Tentang Perkawinan.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 Tentang
Perwakafan tanah milik (peraturan pelaksanaan pasal 49
ayat 3 Undang-undang nomor 5 tahun 1960).
3. Instruksi Presiden nomor 13 tahun 1980 (Pedoman
Pelaksanaan Undang-undang nomor 2 tahun 1960) tentang
Perjanjian Bagi Hasil.
4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989
Tentang Peradilan Agama yang merupakan salah satu
pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 14 tahun 1970
tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakiman.

INTRUKSI
5. Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang
Kompilasi
Hukum Islam (KHI) merupakan salah satu
keberhasilan umat
Islam Indonesia dalam upaya menegakkan hukum
Islam
menjadi hukum positif di Indonesia. KHI berisi
tentang
himpunan hukum Islam yang berkenaan dengan
perkawinan,
waris dan wakaf.