Anda di halaman 1dari 7

Kajian Ilmu Salafush Shalih

Munculnya Hadits Palsu !!

Munculnya Hadits Palsu !!

Hadits Palsu-Maudhu- , Perusak Ajaran Islam dan Aqidah Ummat !!

A . Pengertiannya :
Kedustaan yang dibuat-buat kemudian disandarkan kepada Rasulullah.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam telah mengisyaratkan bahwa akan ada nanti orang-orang
yang membuat hadits palsu dengan sabdanya:
"Akan datang di akhir zaman nanti para dajjal dan pendusta, mereka mendatangimu dengan
hadits-hadits yang belum pernah kamu dengar juga belum pernah di dengar oleh bapak-bapak
kamu, maka berhati-hatilah kamu dari mereka, jangan sampai mereka menyesatkan kamu dan
menimbulkan fitnah terhadapmu." (HR Muslim)
Derajatnya dalam ilmu Mushthalah Hadits adalah termasuk kedalam bagian dari hadits dhaif
bahkan pada derajat yang paling rendah.
Hukum meriwayatkannya: Para ulama bersepakat bahwa tidak halal bagi seseorang untuk
meriwayatkan suatu hadits dalam makna apapun yang telah diketahui kepalsuannya kecuali
disertai dengan penjelasan tentang kedustaanya dengan tujuan untuk memperingatkan orangorang awam yang tidak mengetahui agar tidak tertipu dengan hadits tersebut.
Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Barangsiapa menyampaikan suatu perkataan dariku yang telah diketahui bahwa itu adalah
kedustaan yang dibuat-buat, maka ia termasuk salah seorang pendusta." (HR. Muslim)

B. Ancaman Berdusta atas nama Nabi Shallallahu alaihi wasallam ,


Keberadaan Hadits Palsu memang sangat berpengaruh sekali dalam merusak Islam dari dalam .
Berapa banyak aliran-aliran Islam yang sesat bahkan sampai tingkat KUFUR , yang didalamnya
mengagung-agungkan keberadaan Hadits-Hadits Palsu . Contoh nya Aliran Syiah . Dan berapa
banyak pula Ummat Islam yang tersesat dalam mengamalkan dan meyakini hadits-hadits palsu
sebagai sesuatu yang patut diamalkan padahal Hadits- Palsu adalah HARAM hukumnya untuk
diamalkan karena bukan datang dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam .
Berikut ancaman Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk orang-orang yang membuat-buat
Hadits Palsu .
Dalilnya sungguh sangat banyak sampai mencapai tingkat Mutawatir (Hadits ancaman berdusta
atas nama Nabi Shallallahu alaihi wasallam sangat terkenal dikalangan para Sahabat dan ImamImam Ahli Hadits karena saking pentingnya Kaidah ini) . Diantaranya tersebut :

Hadits ke 1
Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam " Barang
siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia
mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di Neraka ". (Hadits shahih Mutawatir
dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll )

Page 1 of 7

Kajian Ilmu Salafush Shalih


Munculnya Hadits Palsu !!

Hadits ke - 2
Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , " Barang
siapa yang membuat-buat/mengada-ngada perkataan atas (nama)ku yang (sama sekali) tidak
pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka". (Hadits
shahih dikeluarkan oleh Ibnu Majah (No. 34) dan Imam Ahmad bin Hambal di musnadnya
(2/321))

Hadits ke - 3
Dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda : " Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak
pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka". (Hadits
shahih riwayat Imam Bukhari (1/35) dll, hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad
(4/47)

Hadits ke - 4
Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan lagi (4/50) dengan lafadz.
"Tidak seorangpun yang berkata atas (nama)ku dengan batil, atau (ia mengucapkan) apa saja
(perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, melainkan tempat duduknya di neraka".( Sanad ini
shahih atas syarat Imam Bukhari dan Imam Muslim )

Hadits ke 5
Dari Anas bin Malik, ia berkata. Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadist yang
banyak kepada kamu, (ialah) karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda : "
Barang siapa yang sengaja berdusta atasku (yakni atas namaku), maka hendaklah ia mengambil
tempat tinggalnya di neraka". ( Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/35) dan
Muslim (1/7) ).

Hadits ke - 6
Dari Amir bin Abdullah bin Zubair dari bapaknya (Abdullah bin Zubair), ia berkata. Aku bertanya
kepada Zubair bin 'Awwam : " Mengapakah aku tidak pernah mendengar engkau menceritakan
(hadits) dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana aku mendengar Ibnu Mas'ud
dan si fulan dan si fulan..? Jawabnya : Adapun aku tidak pernah berpisah dari Rasulullah sejak
aku (masuk) Islam, akan tetapi aku telah mendengar dari beliau satu kalimat, beliau bersabda :
"Barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil
tempat tinggalnya di neraka". ( Hadits shahih, dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/35), Sunan
Abu dawud (No. 3651) dan Ibnu Majah (No. 36 dan ini lafadznya) dll.
Dua riwayat di atas dari dua orang sahabat besar Anas bin Malik dan Zubair bin 'Awwam,
menunjukkan betapa sangat hati-hatinya para sahabat radliyallahu 'anhum dalam meriwayatkan
hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam .

Hadits ke 7
Dari Abdullah bin Amr, ia berkata. Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah
bersabda : " Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat, dan ceritakanlah tentang Bani Israil dan
tidak ada keberatan (yakni berdosa), dan barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan
sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka".
( Hadits shahih, dikeluarkan oleh Imam Bukhari (4/145) dan Tirmidzi (4/147 di Kitab Ilmu)
dan Ahmad (2/159,202,214) dll.

Hadits ke 8
Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata. telah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
"Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku.! Karena, sesungguhnya barangsiapa yang berdusta
atasku, maka hendaklah ia memasuki neraka". ( Hadist shahih, riwayat Imam Bukhari (1/35),
Imam Muslim (1/7), Tirmidzi (4/142 Kitabul Ilmi), Ibnu Majah (No. 31) dan Ahmad 1/83 )

Page 2 of 7

Kajian Ilmu Salafush Shalih


Munculnya Hadits Palsu !!

Hadits ke 9
Dari Mughirah (bin Syu'bah) radliyallahu 'anhu, ia berkata, Aku telah mendengar Nabi Shallallahu
alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah sama berdusta kepada
orang lain (selainku), maka barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku dengan sengaja,
hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka". ( Hadist shahih riwayat Imam Bukhari
(2/81), Imam Muslim (1/8) dan Imam Ahmad (4/252).

Hadits ke 10
Dari Watsilah bin Asqa', ia berkata. telah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
"Sesungguhnya dari sebesar-besar dusta adalah, seorang menda'wahkan/mengaku (berbapak)
kepada yang bukan bapaknya (yakni menasabkan diri kepada orang lain yang bukan bapaknya),
atau (ia mengatakan) telah diperlihatkan kepada matanya apa yang (sebenarnya) matanya tidak
pernah melihat (yakni ia mengaku telah bermimpi dan melihat sesuatu tetapi sebenarnya
bohong).
Dalam riwayat yang lain di jelaskan, atau (ia mengatakan), telah diperlihatkan kepada kedua
matanya dalam tidur mimpi) apa yang tidak dilihat oleh kedua matanya (yakni ia mengaku telah
bermimpi sesuatu padahal dusta), atau ia mengatakan atas (nama) Rasulullah Shallallahu alaihi
wa sallam apa yang beliau tidak pernah sabdakan". ( Hadits shahih, riwayat Imam Bukhari
(4/157) dan Imam Ahmad (4/106) dan riwayat yang kedua, dari jalannya.)

Hadits ke 11
Dari Abi Bakar bin Salim dari bapaknya (yaitu Salim bin Abdullah bin Umar) dari kakeknya (yaitu
Abdullah bin Umar), ia berkata. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah
bersabda. "Sesungguhnya orang yang berdusta atas (nama)ku akan dibangunkan untuknya
satu rumah di neraka". (Hadist shahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad bin Hambal di
musnadnya (2/22, 103 & 104) dan sanad nya shahih atas syarat Bukahri dan Muslim )

Hadits ke 12
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda Barangsiapa yang
menceritakan dariku (didalam riwayat yang lain , meriwayatkan dariku) satu hadits yang dia
sangka (dalam lafadz yang lain , yang dia telah mengetahuinya) sesungguhnya hadits itu
dusta/palsu , maka sesuungguhnya dia termasuk salah seorang dari para pendusta (dalam
lafadz yang lain dua pendusta)
( Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim di Muqadimmah Shahihnya Juz 1 Hal 7 )
Hadits "man kadzaba a'laiya" dan yang semakna dengannya tentang ancaman berdusta atas
Rasullah Shallallahu alaihi wa sallam, derajadnya MUTAWATIR ( hadits termashyur atau
terkenal dan di riwayatkan hampir oleh seluruh Sahabat yang tsiqoh atau terpercaya ) . Telah
diriwayatkan oleh berpuluh-puluh sahabat, sehingga dikatakan sampai dua ratus orang sahabat
meriwayatkan-nya. Dan tidak satupun hadits mutawatir yang derajadnya lebih tinggi dari hadits
"man kadzaba a'laiya".
(baca : Syarah Muslim (1/68) An-Nawawi, Fathul Bari (1/213) Ibnu Hajar. Tuhfatul Ahwadziy
syarah tirmidzi (7/418-420).
Sabda Nabi Saw : ....palyatabawaa... = hendaklah ia mengambil
Artinya : Maka hendaklah ia mengambil untuk dirinya satu tempat tinggal (yakni di neraka).
Dikatakan : Seorang mengambil tempat, (yakni) apabila ia mengambilnya sebagai tempat
tinggalnya (tempat menetap atau rumahnya). Maka sabda Nabi SAW. "Hendaklah ia mengambil
tempat tinggalnya di neraka". bentuk perintah yang maknanya kabar, atau bermakna
mengancam, atau maknanya mengejek dan marah, atau mendo'akan pelakunya yakni
semoga Allah menempatkannya di neraka". (Al-Fath 1/211 dan syarah Muslim 1/68).

Page 3 of 7

Kajian Ilmu Salafush Shalih


Munculnya Hadits Palsu !!

Menurut Imam Nawawi (rahimahullahu) hadits ini meliputi beberapa faedah dan sejumlah
qawaa'id, diantaranya :
1. Ketetapan tentang qa'idah dusta bagi Ahlus Sunnah. (akan datang penjelasannya).
Sangat besar pengharaman dusta atas nama beliau Shallallahu alaihi wa sallam , dan
merupakan kekejian dan kebinasaan yang sangat besar.
2. Tidak ada perbedaan tentang haramnya berdusta atas nama Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
baik dalam masalah-masalah ahkam (hukum-hukum) atau bukan, seperti ; tarhib dan nasehatnasehat dan lain-lain. Maka semuanya itu adalah haram dan sebesar besar dosa besar dan
seburuk-buruk perbuatan menurut ijma' kaum muslimin.
3. Haram meriwayatkan hadits maudlu'/palsu atas orang yang telah mengetahui
kemaudlu'annya atau berat sangkaan bahwa hadits tersebut maudlu ( Hadits PALSU ) . Maka
barangsiapa yang meriwayatkan satu hadits yang ia ketahui atau berat sangkaannya bahwa
hadits itu palsu dan ia tidak menjelaskan kepalsuannya, maka ia termasuk kedalam ancaman
hadist di atas dan tergolong orang-orang yang berdusta atas nama Rasulullah SAW.
( Diringkas dari syarah Muslim 1/69-71 dan baca juga Al-Fath 1/210-214 & 7/310 )

C. Cara-cara yang digunakan oleh pembuat hadits palsu ,


Dengan membuat kalimat sendiri, kemudian disusun sebuah sanad (mata rantai perawi hadits)
lalu diriwayatkan kepada orang lain.
Atau dengan mengambil kata-kata ahli hikmah atau nasehat, kemudian dibuat rantai sanadnya.

D. Cara mengetahui hadits Maudhu' (Hadits Palsu) :


1. Pengakuan dari si pemalsu itu sendiri, Seperti:
* Pengakuan Abi Ishmah Nuh bin Abi Maryam bahwa ia telah memalsu hadits tentang fadail Al
Qur'an surat demi surat.
* Abdul Karim bin Abil-'Auja'. Dia dibunuh oleh Muhammad bin Sulaiman Al-Abbasy, seorang
Amir di negeri Basrah. Sebelum dibunuh ia berkata: "Aku telah membuat empat ratus ribu hadits
palsu, aku halalkan yang haram dan aku haramkan yang halal."
Senada dengan pengakuannya
Seperti seseorang yang meriwayatkan suatu hadits dari seorang syaikh, namun ketika ia ditanya
tahun kelahirannya, ternyata ia lahir setelah wafatnya syaikh tersebut, dan tidak pernah didengar
hadits itu kecuali dari dirinya. Ini sudah menunjukkan pengakuan kedustaannya.
Contoh: Al-Makmun bin Ahmad Al-Harawy mengaku telah mendengar hadits dari Hisyam bin
Ammar. Ketika Al-Khatib Ibnu Hibban bertanya kepada Al-Makmun "Kapan engkau masuk Syam
(Negeri tempat tinggal Hisyam)?" Ia menjawab, "Tahun 250 H". Ibnu Hibban berkata, "Hisyam
yang kamu riwayatkan tadi wafat tahun 245 H".
Al-Makmun menjawab untuk berkelit, "Ini Hisyam bin Amar lainya."
2. Tanda-tanda pada si perawi Hadits
Seperti seorang syiah rafidhah meriwayatkan hadits tentang keutamaan-keutamaan shahabat Ali
bin Abi Thalib dan Ahlul bait; atau seseorang yang bertaqlid kepada mahzab tertentu kemudian

Page 4 of 7

Kajian Ilmu Salafush Shalih


Munculnya Hadits Palsu !!

membuat hadits palsu untuk merendahkan mahzab-mahzab lainya. Seperti kisah Al-Makmun bin
Ahmad Al-Harawy. Ketika disampaikan kepadanya tentang Imam Syafi'i yang banyak pengikut di
Khurasan. Begitu ia mendengar itu ia langsung menyusun sanad sendiri, lalu membuat hadits
palsu berbunyi: "Akan datang nanti di antara umatku seorang yang bernama Muhammad bin Idris
(yaitu Syafi'i), dia lebih berbahaya bagi umatku daripada Iblis. Akan datang nanti di antara
umatku seorang yang bernama Abu Hanifah, dia adalah pelita bagi umatku."
3. Tanda-tanda yang terdapat pada riwayatnya
4. Seperti lafal hadits yang rancu;
5. mengandung makna yang rusak, keji dan jelek;
6. Bertentangan dengan dalil-dalil Al Qur'an, Sunnah dan Ijma': atau
7. Tidak bisa diterima oleh akal yang sehat (akal yang tidak menyimpang dari sunnah), dan
kenyataan yang ada; atau
8. Melampaui batas dalam menentapkan ancaman Allah terhadap perkara kecil, dan
melampaui batas dalam menetapkan janji Allah terhadap perkara yang sepele.
Seperti: Abdurrahman bin Zaid bin Aslam meriwayatkan hadits "Sesungguhnya perahu Nabi Nuh
tawaf di Ka'bah tujuh kali, kemudian shalat di maqam Ibrahim."
[Bacalah : Ikhtisar Ibnu Katsir dengan syarah Syaikh Ahmad Syakir (halaman 78) dan masalah ini
telah dibahas dengan luas oleh Imam Ibnul Qoyim di kitabnya 'Al-Manaarul Munif Fish Shahih
Wadlo'if]

E. Dorongan para pemalsu hadits


1. Bertujuan Untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan Ucapan-ucapan Dusta
dari dirinya .
Mereka memalsu hadits dengan tujuan menyemangati manusia untuk berbuat baik, atau
memperingatkan mereka agar tidak berbuat kemung-karan. Mereka kebanyakan adalah kaum
yang mendakwakan dirinya orang-orang zuhud ataupun orang-orang sufy. Karena perbuatan
mereka itulah banyak tersebar bid'ah dan khurafat dalam Islam. Mereka menganggap baik
perbuatan itu. Padahal, mereka telah menipu dan menyesatkan manusia dari jalan kebenaran.
Mereka itu adalah sejelek-jelek pemalsu hadits.
Contohnya adalah Maisarah bin Abdi Rabbihi, ketika ia ditanya oleh Ibnu Mahdy, "Dari mana
kamu dapatkan hadits "Barang-siapa yang membaca ini maka akan begini?" Ia menjawab. "Aku
memalsu-kannya untuk menyemangati manusia."
Diantara meraka adalah suatu kelompok ahlul bid'ah yagn disebut Karramiyah, mereka
membolehkan membuat hadits palsu hanya untuk tujuan menyemangati manusia berbuat baik,
atau memperingatkan mereka agar tidak berbuat kemungkaran.
Bahkan sebagian dari kaum Karamiyyah ada yang berkata: "Kami tidak berdusta atas nama
Rasulullah, tapi kami berdusta untuk kepentingan Rasulullah". Ini pada hakikatnya adalah
perkataan orang-orang dungu. Apakah mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa agama Islam
ini telah disempurnakan, tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. Dan Rasullah tidak
butuh penetapan syariat yang bersandar pada kedustaan.

2. Membela mahzab atau kelompoknya


Page 5 of 7

Kajian Ilmu Salafush Shalih


Munculnya Hadits Palsu !!

Terlebih lagi mazhab kelompok yang condong pada masalah politik setelah meletus fitnah
ditengah-tengah ummat dan bermunculan kelompok-kelompok yang dilatarbelakangi kepentingan
politik seperti syiah atau khawarij. Mereka adalah kelompok yang hanya bersandarkan atas hawa
nafsu dan pemikiran semata, tidak memiliki pijakan atas Sunnah. Maka masing-masing membuat
hadits palsu dengan tujuan untuk memperkokoh mazhab mereka. Seperti hadits "Ali adalah
sebaik-baik manusia, barang siapa ragu maka ia talah kafir"

3. Mencela Islam
Mereka adalah kaum zindiq, yang menampakkan keislaman namun mereka pada hakikatnya
adalah kafir. Mereka tidak mampu untuk menghan-curkan Islam secara terang-terangan, maka
mereka masuk melalui cara ini. Dengan membuat-buat hadits yang berisi celaan dan kejelekan
tantang Islam, kemudian memasukkan keraguan kaum muslimin terhadap Agama Islam.
Contohnya adalah Muhammad bin Sa'id Asy-Syamy yang meriwayatkan hadits "Aku adalah
penghujung para Nabi, tiada lagi nabi sesudahku keculai kalau Allah menghendaki." Ia telah
menambah kalimat "kecuali kalau Allah menghen-daki" ke dalam hadits yang sahih. Ia termasuk
golongan para zindiq yang kemudian dibunuh dan disalib.

4. Mencari perhatian penguasa


Banyak dilakukan oleh ulama-ulama su' (jelek perangainya), mereka ingin mendekatkan diri
kepada penguasa dengan cara membuat-buat hadits yang disesuaikan dengan keadaan para
penguasa walaupun dalam penyimpangan yang dilakukan oleh penguasa tersebut. Seperti kisah
Ghiyats bin Ibrahim An-Nakha'i Al-Kufy dengan Amirul mukmin Al-Mahdy. Ketika ia bertemu
dengan Al-Mahdy yang sedang bermain burung, ia membawakan sebuah hadits "Tiada
permainan yang bermanfaat kecuali dalam berpedang, lari dan pacuan kuda" Ini adalah hadits
shahih, tapi ia menambahkan setelahnya dengan kalimat "dan bermain burung" karena ingin
mendapatkan perhatian dari Al-Mahdy. Tapi kemudian Al Mahdy mengetahui kedustaannya dan
menyuruh untuk menyembelih burung tersebut.

5. Mencari penghasilan
Seperti perbuatan tukang cerita yang mencari uang dengan cara menyempaikan hadits kepada
manusia. Mereka terkadang membuat cerita-cerita yang aneh dan menakjubkan yang bisa
membuat orang tercengang dan tertarik untuk mendengarkannya kemudian mereka
mendapatkan uang dari orang yang mendengarkan cerita itu.

6. Ingin Terkenal
Dengan cara membawakan hadits yang terdengar asing/aneh dan tidak pernah didapatkan dari
seorang ulama haditspun. Baik dengan cara membolak-balik sanad sehingga menjadi asing dan
orang-orang ingin mendegarkannya.
Alhamdulillah, begitu besar Rahmat Allah kepada hamba-Nya Allah memunculkan di muka Bumi
ini para ulama pewaris Nabi yang berjuang dengan lisan, tangan, dan pena. Mereka
menghapuskan penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat, penafsiran orangorang yang bodoh, dan penyelewengan orang yang extrim.
Merekalah para ahlul hadits yang rela menghabiskan waktu untuk mencari hadits dan
mengoreksi kesahihannya. Mereka tidak segan-segan untuk melakukan perjalanan yang panjang
walaupun hanya untuk mendapatkan satu hadits. Kepada merekalah kita bertanya, kitab-kitab
merekalah yang harus kita pelajari karena mereka memang ahli dalam ilmu hadits. Agar kita
memiliki ilmu sebelum mengungkapkan sebuah hadits sehingga tidak terjerumus kedalam

Page 6 of 7

Kajian Ilmu Salafush Shalih


Munculnya Hadits Palsu !!

ancaman bagi orang-orang yang berdusta atas nama Rasulullah. Karena tidak kita pungkiri lagi
bahwa sudah banyak tersebar hadits palsu di mata masyara-kat kita, contoh yang paling populer
adalah: "Perselisihan umatku adalah rahmat"

Maraji':
1. Ba'itsul Hatsits, Syarh Ahmad Muhammad Syakir.
2 Taisirul Mushthalah, Dr. Mahmud Ath-Thahhan.

Page 7 of 7