Anda di halaman 1dari 9

2

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Didalam dunia pendidikan, tentunya kita akan mendengar suatu program
yang sangat berguna didalam pekerjaan yang berhubungan dengan perhitungan
matriks yang cepat, program itu adalah Program Matlab. Matlab merupakan
sistem interaktif dan sebuah program bahasa. Elemen data dasar merupakan
sebuah matriks yang tidak membutuhkan deklarasi ukuran atau jenis data,
sehingga banyak masalah perhitungan dapat diselesaikan pada waktu singkat
dan perhitungan diambil untuk dituliskan ke dalam bahasa Fortran atau C.
Matlab mengingatkan perintah-perintah ketikan yang dimasukkan pada jendela
perintah (command windows). Perintah-perintah ini dapat digambarkan pada
history command yang dapat disalin dan menjalankan perintah-perintah yang
telah dipilih. Matlab mengingatkan variabel-variabel yang dibuat dan dapat
dilihat pada workspace windows. Ketika kita bekerja dengan matriks di dalam
Matlab, operasi operasi matriks ataupun manipulasi yang kita lakukan
terhadap matriks tersebut bisa berupa operasi (aljabar) matriks, dan operasi
elemen-elemen. Operasi matriks di Matlab sama seperti yang kita temui di
aljabar matriks, misalkan penjumlahan/pengurangan, perkalian matriks, inversi,
transpose, dot product, cross product, dan sebagainya. Dan dapat juga membuat
pemodelan seperti model inversi baik bidang maupun yang lain. Serta matlab
juga dapat digunakan untuk penyimpanan data baik itu tulisan maupun angka
yang bisa disimpan dalam format *.txt.

Untuk lebih jelasnya mengenai

program matlab maka dilakukan praktikum ini.


1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa dapat
mengaplikasikan software matlab pada suatu vektor , fungsi dan ploting
kurva.
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada praktikum kali ini yaitu:

1. Membuat transpose matriks B = A membuat matrik kombinasi untuk


mengahsilkan matriks C komponen baris dari matriks A,(x= [2 3 4]),
membuat kombinasi matriks A,X dan matrik identitas D sebagai
komponen kolom matriks A.
2. Membuat kurva hubungan matrik dengan range yang ditentukan.
3. Membuat fungsi inline dan memodifikasi kurva.
4. Menentukan elemen matriks dan menggunakan fungsi dips untuk
menampilkan elemen matriks pada setiap baris.

II. TEORI DASAR

Matlab merupakan sistem interaktif dan sebuah program bahasa. Elemen data
dasar merupakan sebuah matriks yang tidak membutuhkan deklarasi ukuran atau
jenis data, sehingga banyak masalah perhitungan dapat diselesaikan pada waktu
singkat dan perhitungan diambil untuk dituliskan ke dalam bahasa FORTRAN
atau C. MATLAB mengingatkan perintah-perintah ketikan yang dimasukkan pada
jendela perintah (command windows). Perintah-perintah ini dapat digambarkan
pada history command yang dapat dicopy dan menjalankan perintah-perintah
yang telah dipilih. MATLAB mengingatkan variabel-variabel yang dibuat dan
dapat dilihat pada workspace windows (Anonim, 2015).
Matlab merupakan MATLAB (Matrix Laboratory) adalah bahasa tingkat tinggi
dan interaktif yang memungkinkan untuk melakukan komputasi secara intensif.
MATLAB telah berkembang menjadi sebuah environment pemrograman yang
canggih yang berisi fungsi-fungsi built-in untuk melakukan pengelolahan sinyal,
aljabar linear dan kalkulasi matematis lainnya. MATLAB juga berisi toolbox yang
berisi fungsi-fungsi tambahan untuk aplikasi khusus. Penggunaan MATLAB
meliputi bidangbidang: Matematika, komputasi, pembentukan algoritma, akuisi
data, pemodelan, prototype, simulasi, analisis data, exsplorasi, visualisasi, grafik
keilmuan dan bidang rekayasa. Matlab dikembangkan oleh MathWorks, yang
pada awalnya dibuat untuk memberikan kemudahan mengakses data matrik pada
proyek LINPACK dan EISPACK. Karakteristik MATLAB yaitu:
Bahasa pemrograman MATLAB didasarkan pada matrik yang terdiri atas

baris dan kolom.


Lambat (dibandingkan dengan Fortran dan C) karena bahasa pemrograman

MATLAB langsung diartikan.


Automatic memory management.
Tersusun rapi
Memiliki waktu pengembangan program yang lebih cepat dibandingkan

dengan Fortran dan C.


MATLAB dapat di-compiler ke Visual Basic, Java, Fortran, C, Microsoft

Excel dll. untuk efisiensi yang lebih baik


Tersedia banyak toolbox untuk aplikasi-aplikasi khusus.

Dapat dikombinasikan dengan Maple Kernel untuk komputasi-komputasi

simbolik.
Beberapa operasi secara otomatis dapat diproses secara bersama-sama
(Putera,2014).

Jendela kerja utama Matlab :

Window ini menampilkan isi dari direktori kerja saat menggunakan


matlab. Kita dapat mengganti direktori ini sesuai dengan tempat direktori
kerja yang diinginkan. Default dari alamat direktori berada dalam folder
works tempat program files Matlab berada.

Command History Window ini berfungsi untuk menyimpan perintahperintah apa saja yang sebelumnya dilakukan oleh pengguna terhadap
matlab.

Command Window ini adalah window utama dari Matlab. Disini adalah
tempat untuk menjalankan fungsi, mendeklarasikan variable, menjalankan
proses-proses , serta melihat isi variable.

Workspace berfungsi untuk menampilkan seluruh variabel-variabel yang


sedang aktif pada saat pemakaian matlab. Apabila variabel berupa data
matriks berukuran besar maka user dapat melihat isi dari seluruh data
dengan melakukan double klik pada variabel tersebut. Matlab secara
otomatis akan menampilkan window array editor yang berisikan data
pada setiap variabel yang dipilih user.

Inti dari Matlab adalah operasi matriks yang merupakan sekumpulan fungsifungsi yang dapat dipanggil dan dieksekusi. Fungsi-fungsi Matlab (m-file)
tersebut dibagi berdasarkan kegunaan yang dikelompokan di dalam toolbox pada
Matlab. Oleh karena itu, terlebih dahulu perlu pemahaman matematis terutama
pada operasi vektor dan matriks (Harinitha,2012).

III. METODOLOGI PENELITIAN

1.1 Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah
sebagai berikut:
1. Software Matlab
2. Laptop
3. Alat tulis
4. Buku praktikum
1.2 Diagram Alir
Mulai
Menunjukan semua hasil penerapan hasil matriks U; V; W; U(2); W(3;5);
U(2)=21; Uu=U; Ww=W
Mengimplementasikan persamaan 1 dan 2 dimana To =0,t = 10
dan T0 =15, T= 25 (t dalam jam dan T dalam C0)
Memplot kurva hubungan t dengan T untuk t=0,01
dan tr=25
Menentukan fungsi f(x) = 5x3 + 3x2 x + 10 untuk
x=0 dan f(x) = 0 sampai 10 dengan fungsi inline.
Selesai
Gambar 4.2.1 Diagram Alir Percobaan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Praktikum


Adapun hasil dari percobaan ini yaitu :

Gambar 5.1.1 Peta kontur Anomali awal

Gambar 5.1.2 Peta kontur Anomali akhir


4.2 Pembahasan
Praktikum ini yang membahas tentang reduksi ke level surface reduksi ke
level surface penting dilakukan untuk memudahkan kita dalam interpretasi
khususnya interpretasi secara kualitatif. Urgensinya terletak pada pengukuran
ketika suatu objek anomali diukur intensitas medan magnetnya maka anomali
hendaknya dilakukan pengkoreksian atau disebut reduksi terhadap variabel yang
ikut terbaca saat pengukuran, dan pada suatu permasalahan anomali yang
diinterpretasikan masih berada pada topografi sehingga harus ditrannsformasikan

ke bidang datar. Pada praktikum ini kami mengadakan reduksi pada data dengan
menggunakan software fortran dan surfer. Pertama tama persiapkan data grid
untuk data anomali dan elevasi, data tersebut merupakan data export output
lanjutan dari praktikum sebelumnya. Data tambahan pada praktikum ini berupa
data LSR.for yaitu file khusus meruning fortran. Grid data export output dengan
mengisi kolom z dengan t anomali ,dengan metode kriging dan mengubah of
nodes dengan x direction 32 dan y direction 32 artinya bahwa data memiliki
kerapatan 32 titik.

Gambar 5.2.1 Grid data 32 x 32


Lalu data tersebut save dalam folder pada file yang diberikan yaitu LSR. Nama
yang diberikan untuk file anomali yaitu ta32.dat dan untuk elevasi yaitu
elev32.dat dengan ekstensi file DAT. Semua file dalam langkah ini dianjurkan
disimpan dalam satu folder dengan LSR agar memudahkan pemrosesan data dan
perunningan dalam fortran. Langkah selanjutnya yaitu membuka software fortran
sebelum digunakan dilakukan penginstalan software dan software ini compatible
dengan laptop 64 bite dan 32 bite. Pada fortran terdapat kalimat grid size x
diganti dengan 32 dan grid size y diganti dengan 32, karena data yang kita
gunakan pada of nodes bernilai 32. Pada fortran memiliki syarat tersendiri yakni
data yang dibaca merupakan data dengan basis 2 n. Sebelum mengedit program
fortran yang lain , buka kembali jendela surfer klik kanan lalu pilih grid info akan
tampil berbagai macam info yang dibutuhkan. Kembali buka jendela fortran ubah
semua kata grid spacing x dengan nilai 257.41935483871 dan ubah grid
spacing y dengan 239.64516129032. Untuk memudahkan peruses pengubahan
data pada fortran kita dapat memanfaatkan menu edit-replace isi kolom find

what dengan kata yang ingin kita ubah contoh grid spacing x dan replace with
dengan angka yang ingin kita ubah, apabila kalimat itu terdapat kurung kurawal
gunakan juga kurung kurawal agar semua data terganti dengan benar. Selain itu
ubah [2_TOTAL_NODES] dengan 2048 ini mengartikan jumlah seluruh nodes
(1024x2). Lalu ubah [4_TOTAL_NODES] dengan 4096 ini mengartikan jumlah
keseluruhan nodes (1024x4). Ubah total [TOTAL_NODES] dengan 1024 nilai
1024 merupkan jumlah seluruh nodes. Lalu [INPUT_TA] diubah dengan
ta32.dat

sebagai

data

masukan

untuk

pengolahan

anomaly.Pada

[INPUT_ELEVATION] diubah dengan elev32.dat sebagai file masukan untuk


data elevasi. Lalu pada

[OUTPUT_R_LEVELSURFACE] ubah dengan

outpu32.dat data ini dimaksudkan untuk menamakan keluaran olahan data


fortrannya. Penggantian itu ditujukan untuk semua data difortrannya namun kita
tidak dianjurkan mengubah hal lain selain data yang telah disebutkan sedikitpun
karena dapat menyebabkan eror pada proses fortran. Semua data pun dicek
kembali lalu pada fortran kita klik build-execute-LSR.exe. Maka akan tampil lah

Gambar 5.2.2 Data Proses Fortran


kotak proses yang menunjukan jumlah error dan warning data. Pada praktikum ini
didapatkan error data 0 dan warning 0 maka dapat dilanjutkan proses pengolahan
data. Kemudian buka pada surfer data ta32.dat dan elev32.dat akan muncul
tampilan angka pada kolom A.B dan C. Delet kolom A dan B pada elev32 dan
ta32. Lalu save data. Buka juga data otput32.dat dan delete kolom A dan B, lalu
disimpan. Pada folder penyimpanan file output32.dat kita delete lalu kita klik file
LSR akan muncul lagi output32.dat yang baru. Buka file output32.dat pada surfer
lalu di grid datanya dan disimpan kembali dalam bentuk dat dengan nama
outta.dat . Jika sudah buka file-open-outta maka akan tampil x,y,z lalu save. Buka
hasil grid outta dan buka pula hasil grid yang pertama kali dengan file export

output dan membandingkan hasilnya. Pada peta kontur outta terlihat lebih smooth
dibanding dengan peta kontur export output (data sebelum diolah fortran).