Anda di halaman 1dari 36

PERHITUNGAN BEBAN

PEMANASAN DAN
PENDINGINAN
Oleh :
Dedi Kurniawan
Deny Prabowo
Dinadha Aries w

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS SEBELAS MARET

4.1 Pendahuluan
Dalam perancangan pendirian bangunan
mengetahui sifat-sifat termal dinding dan atap
menentukan kapasitas dan energy kerja
dibutuhkan
dengan
system
HVAC
kenyamanan bangunan.

harus
untuk
yang
untuk

4.2 Kriteria Sehat dan Nyaman Tubuh Man


Kriteria tubuh sehat adalah suatu organisme yang
mampu menyesuaikan secara cepat dengan
lingkungan sekitar, bahkan dalam kondisi cuaca
ekstrim sekalipun, maka diperlukan kondisi yang
baik dalam rumah agar dapat dipertahankan
lingkunganyang sehat dan nyaman, sehingga tubuh
tidak bekerja terlalu keras dalam penyesuaian
kondisi lingkungan.

4.3 Kenyamanan Thermal


Tubuh
manusia
senantiasa
memproduksi kalor terus menerus
melalui proses metabolisme, untuk
kalor harus disalurkan atau
dikeluarkan agar suhu tubuh tetap.
Faktor
yang
mempengaruhi
kenyamanan Thermal tubuh yang
mengeluarkan kalor yaitu :
1.Suhu Udara
2.Suhu Permukaan
3.Gerakan Udara
4.Kelembaban Relatif

4.4 Kualitas Udara


Kualitas udara harus selalu dijaga untuk kepentingan
kesehatan dan kenyamanan.
Ventilasi merupakan kegiatan pemasukan udara segar
secara alamiah atau mekanis ke dalam ruangan untuk
menjaga kualitas udara dan membuang sumber-sumber
pengotor udara.
Ventilasi membebani peralatan penghangat dan pendingin,
karena itu ventilasi merupakan factor utama dalam
penggunaan energy.
pemilihan ventilasi harus disesuaikan dengan kondisi dan
fungsi ruangan, contohnya diijinkan merokok pada
sebagian atau suatu ruangan.

Standar ASHRAE untuk menentukanl aju pendauran yang


diizinkan pada ventilasi adalah:
Penyerap debu dan bulu kain :

TABEL PEROLEHAN PANAS UNTUK VENTILASI

Contoh soal:
Tentukan laju ventilasi, laju udara luar dan laju daur ulang untuk
suatu ruang pertemuan dari suatu bangunan kantor jika merokok
diizinkan. Suatu alat pembersih udara dengan E: 60 persen untuk
menyingkirkan asap rokok yang tersedia.
Penyelesaian:
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa untuk ventilasi ruang per-orang tanpa
pendauran ulang dan pembersihan udara , diperlukan 17,5 L/det.
Tabel tersebut juga memuat bahwa 3,5 L/det laju udara diperlukan
per-orang untuk ruang dilarang merokok, dan keperluan contoh. Ini
dapat dianggap sebagai laju minimum. Ada dua cara penyelesaian
masalah perancangan ini (a) memasukkan udara 17,5 L/det udara
luar per-orang atau (b) menghitung laju daur ulang yang
diperbolehkan dan laju ventilasi yang dibutuhkan yang berkenaan
dengan hal diatas sebagai berikut:

Dari penyelesaian di atas, cara (b) lebih besar penentuan


laju ventilasi total, tetapi kebutuhan energinya mungkin
lebih sedikit disebabkan oleh penurunan laju aliran
udara.

4.5 Perkiraan besar kalor yang


hilang dan yang diperoleh.

Perhitungan kehilangan dan perolehan kalor berguna


untuk mengira kapasitas yang diperlukan dalam
berbagai
macamperalatan
pemanasan
dan
pengkondisian udara untuk mempertahankan kondisi
nyaman didalam suatu ruangan.

Kelompok beban penghangatan dan pendinginan :


1.Transmisi yaitu kehilangan kalor atau perolehan kalor
yang disebabkan oleh beda suhu antara kedua sisi elemen
bangunan.
2.Solar (panas matahari) yaitu perolehan kalor yang
disebabkan oleh penjalaran energy matahari melalui
komponen bangunan yang tembus pandang atau
penyerapanoleh komponen bangunan yang tidak tembus
cahaya
3.Perembesan udara yaitu kehilangan atau perolehan kalor
yang disebabkan oleh udara luar ke dalamruangan yang
dikondisikan
4.Sumber dalam yaitu perolehan kalor yang disebabkan oleh
pelepasan energy di dalam ruang (lampu, orang, peralatan)

Gambar
Kelompok
pendinginan :

beban

penghangatan

dan

4.6 Kondisi-kondisi Rancangan


Biasanya dikhususkan untuk menghitung bebanbeban penghangatan adalah suhu-suhu bola kering
di dalam dan di luar ruangan.
Rancang penghangatan di dalam ruangan
umumnya dianggap 20 22 C.
Rancang pendinginnya 24 26 C.
Kondisi rancang bangunan disesuaikan dengan
table data untuk perancangan dibeberapa negara.

4.7 Transmisi Thermal


Perhitungan kalor yang hilang atau kalor yang diperoleh dari
transmisi thermal yaitu :

BEBAN PENDINGINAN DARI DALAM


Beban Pendinginan Dari Manusia
Beban Pendinginan Dari Lampu:
Panas Dari Peralatan
Ventilasi Dan Infiltrasi

Beban sensibel : beban yang berpengaruh pada suhu udara


Beban laten : beban yang berpengaruh pada kelembaban

Beban Pendinginan Dari Manusia:


Panas dari penghuni ruang terdiri dari panas sensibel dan
panas laten. Jumlah panas yang dihasilkan tergantung dari
jenis kelamin, usia, dan tingkat kegiatan yang dilakukan.
Panas dari tubuh manusia dipancarkan dengan cara :
1. Radiasi dari permukaan tubuh ke permukaan sekitarnya
2. Konveksi dari permukaan tubuh dan dari pernafasan uara
sekitarnya
3. Penguapan keringat dari permukaan tubuh
Jumlah panas yang dikeluarkan dengan cara radiasi dan
konveksi besarnya tergantung pada perbedaan temperatur
antara tubuh mausia dengan udara ruang. Sedangkan laju
penguapan besarnya tergantung pada tekanan uap udara
sekitarnya.

BEBAN SENSIBEL
Qs

= N0 . SHG . CLF

(W)

(STOCKER 69)

Dimana ,
N0

= jumlah penghuni ruangan

SHG

= sensibel head gain of occupants

CLF

= Cooling load factor

BEBAN LATEN
QL

= N0 . LHG

(W)

Dimana
N0

= jumlah penghuni ruangan

LHG = Laten head gain of occupants

(STOCKER 69)

Beban Pendinginan Dari Lampu:


Beban pendinginan ini di asumsikan bahwa semua lampu
yang berada diruangan menyala selama unit mesin pendingin
beroperasi.Untuk mencari beban panas dari lampu kita dapat
mengggunakan persamaan :
Dalam watt
Flourescent (neon), q = Total watt x 1,25 x 3,4 Btu/hr x CLF
Dimana
1,25

= faktor balast untuk lampu lampu neon

CLF

= faktor beban pendingin

Panas Dari Peralatan


Beban pendinginan yang diakibatkan oleh sumber lain
disebabkan oleh peralatan yang dapat menimbulkan panas.
Beban pendinginan ini dapat juga disebabkan adanya
kebocoran pada saluran udara,
Qalat

= SHG . CLF

(W)

Dimana
CLF

= Cooling Load Factor ( faktor beban pendinginan)

SHG

= Sensibel Head Gain of Occupants

Ventilasi Dan Infiltrasi


Ventilasi sangat dibutuhkan untuk menggantikan udara
ruangan yang telah digunakan dengan udara segar. Udara
segar tersebut berasal dari luar yang masuk ke dalam
ruangan melewati filter sehingga kebersihan terjaga.
Infiltrasi adalah udara luar yang masuk ke dalam ruangan
terkondisi secara tidak sengajayang disebabkan gaya
gaya alamiah misalnya angin dan daya apung akibat
perbedaan suhu antara dalam ruanga dan luar ruangan..
Infiltrasi dapat masuk melalui celah celah pintu dan
jendela yang tertutup maupun pintu dan jendela yang
dering dibuka. Hal ini di sebabkan adanya perbedaan
temperatur dan tekanan udara luar dengan udara ruangan.

Beban pendnginan ventilasi dan infiltrasi merupakan beban


sensibel dan laten.
Beban sensibel
qis = 1,23 Q ( t0 ti )
dimana
Qis

= menyatakan sensibel-dalam

= laju aliran volumetrik udara luar, L/detk

= perbandingan temperature dalam dan luar ruangan

beban laten
qil = 3000 Q ( W0 Wi )
Dimana
qil

= menyatakan laten-dalam

= laju aliran volumetrik udara luar, L/detk

= perbandingan kelembaban air terhadap udara Kg/Kg

Total Penambahan Panas


Total penambahan panas dari udara ventilasi dan infiltrasi dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :
Q

= 4,334 . l/s . h

Dimana
l/s

= jumlah udara ventilasi dan infitrasi

h
= perbandingan entalphi udara dalam ruangan da
luar ruangan
Entalpi adalah energi kalor yang dimiliki oleh suatu zat
pada suatu temperatur tertentu

Jumlah Udara Ventilasi Dan Infiltrasi


ventilasi
jumlah udara dibutuhkan ditentukan dengan rumus
Uv

= V . N0

Dimana
V

= udara ventilasi yang dibutuhkan per orang

N0
= jumlah penghuni ruangan
Infiltrasi
Jumah udara infiltrasi yang masuk melalui celah celah ditentukan
dengan rumus :
Ui

= I . CL

Dimana
I

= udara infiltrasi yang masuk , per meter celah

CL

= panjang celah dari pintu atau jendela

Beban Panas Matahari melalui


Permukaan Tembus Cahaya
Perolehan kalor yang disebabkan oleh panas matahari yang
jatuh pada suatu permukaan yang ditentukan oleh sifat-sifat
fisikanya.
Sifat-sifat optika permukaan dinyatakan dalam :
r++=1

= Faktor transmisi
= Faktor pemantulan
= Faktor penyerapan

untuk permukaan tembus cahaya semisal jendela, Energi matahari


yang menembus permukaan tersebut qsg dengan satuan Watt.

It
= Intesitas radiasi permukaan luar ( W/m2 )
N
= Fraksi radiasi yang diserap dan diteruskan ke
dalam ruangan dengan cara konveksi dan konduksi
Ho
= koefisien perpindahan kalor luar ( W/m2. K )

Pada saat keadaan steady N dapat berharga sama dengan


U/ho maka pembentukan persamaannya menjadi :

Bentuk It ( r + U/ho ) untuk kaca jendela bening satu


lembar sering disebut factor perolehan kalor matahari
( solar heat gain factor ) SHGF.

Tabel SHGF

Koefisien Peneduhan ( Shading Coefficient


Koefisien peneduhan digunakan untuk menghitung
harga SHGF dari jendela-jendela kaca jenis lain
atau untuk menghitung factor peneduh alat-alat
peneduh bagian dalam.

Tabel SC

Energi matahari yang menembus suatu jendela dapat


dirumuskan :

Energi matahari yang diserap ditahan sebelum


dilepaskan lagi ke udara di ruangan secara
konveksi.
Proses penahanan tersebut dapat menimbulkan
perbedaan waktu, maka hal ini dimasukkan ke
dalam suatu factor beban pendinginan
( CLF )

Tabel CLF

Beban Panas Matahari pada Permukaan Tak Tembus


Cahaya ( Opaque Surfaces )

Skema perolehan kalor pada dinding opaque diilustrasikan


pada gambar.
Sebagian energy matahari dipantulkan dan sisanya
diserap.
Energi yang diterima sebagian dikonveksikan dan
sebagian diradiasikan kembali ke luar.
Sisanya diteruskan ke dalam dengan cara konduksi atau
sementara disimpan dalam dinding.

Prosedur Perkiraan Beban Pendinginan


Proses perkiraan beban pendinginan sama dengan
yang digunakan dalam perkiraan beban
penghangatan.
1.Menentukan harga rancang suhu.
2.Menentukan suhu rancang di dalam yang cocok
dengan aktivitas yang akan dilakukan diruangan
tersebut.
3.Menentukan apakah ada kondisi khusus.
4.Mempertimbangkan koefisien perpindahan kalor
komponen bangunan.
5.Menentukan skedul kerja system.

Lanjutan .......
6. Menentukan karakteristik tambahan pada
bangunan.
7. Menentukan beda suhu beban pendinginan.
8. Menghitung laju perolehan kalor ruangan.
9. Mempertimbangkan factor beban pendinginan
( lampu, peralatan lainnya, orang )
10.Mengkalkulasi seluruh komponen beban
tersebut untuk menentukan kapasitas maksimum
yang dibutuhkan untuk pendinginan atau
penghangatan.

TERIMA
KASIH
PERHATIANNYA .......

ATAS

SEKIA
N
DAN

TERIMA
KASIH

DISKUSI
NO
QUESTIONS