Anda di halaman 1dari 20

KOMISI B

LAMPIRAN I
PETUNJUK PENYELENGGARAAN
ORGANISASI DAN TATA KERJA
DEWAN RACANA PENDEGA SUNAN AMPEL DAN NYAI KARIMA
GERAKAN PRAMUKA 1261-1262 PANGKALAN IAIN SUNAN AMPEL
SURABAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum
a. Gerakan Pramuka Gugusdepan Surabaya 1261-1262 pangkalan IAIN
Sunan Ampel Surabaya memberi kesempatan kepada para Pramuka
Pandega untuk membina diri menjadi kader pemimpin, baik di
lingkungan Gugusdepan maupun lingkungan di luar Gugusdepan.
b. Salah satu usaha untuk melaksanakan hal tersebut, dibentuklah Dewan
Racana Pandega Sunan Ampel dan Nyai Karima di lingkungan Gudep
Surabaya 1261-1262 pangkalan IAIN Sunana Ampel Surabaya.
c. Dewan Racana Pandega disingkat Dewan Pandega Sunan Ampel dan
Nyai Karima adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi
kepemimpinan di lingkungan Gerakan Pramuka Gugusdepan Surabaya
1261-1262 Pangkalan IAIN Sunan Ampel Surabaya yang
beranggotakan Pramuka Pandega Putera dan Puteri, Bersifat kolektif
dan kolegial.
d. Kolektif mengandung arti bahwa keputusan dan kebijakan di dalam
Dewan Pandega adalah keputusan atau kebijakan organisasi Dewan
Pandega yang dilakukan secara bersama atau secara gabungan.
Kolegial mengandung arti bahwa segala pelaksanaan tugas pokok,
kebijakan dan tanggungjawab dalam prosesnya didalam Dewan
Pandega dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan. Diketuai oleh
Ketua Dewan Racana, yang dalam menjalankan tugas dan
kewajibannya bertanggungjawab kepada Musyawarah Pandega dan
Gudep.
e. Pengurus Dewan Pandega terdiri atas Pramuka Pandega putra untuk
mengelolah Racana Sunan Ampel dan Pramuka Pandega putri untuk
mengenlolah Racana Nyai Karima.
f. Dewan Pandega Sunan Ampel dan Nyai Karima dipimpin oleh masingmasing Ketua Dewan Racana didampingi oleh seorang pembina yang
berusia sekurang-kurangnya berusia 28 tahun.
g. Untuk keseragaman dalam pengelolaan organisasi racana, diperlukan
adanya petunjuk penyelenggaraan yang ditetapkan oleh para pramuka
pandega dalam Musdega sebagai pedoman yang berlaku.
2. Maksud dan Tujuan
a. Petunjuk ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai dasar/pedoman
dalam mengatur organisasi, tugas, dan tata kerja racana.
b. Tujuannya adalah untuk menjamin adanya keselarasan, kelancaran,
dan kesinambungan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab
racana.
3. Dasar
a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2010 tentang
Gerakan Pramuka

KOMISI B

b. Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan


Pramuka
c. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
d. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007
tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka.
e. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 080 Tahun 1988
tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan
Pandega.
f. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 086 tahun 1987
tentang petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan gugus
depan pramuka yang berpangkalan di kampus perguruan tinggi.
g. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 214 Tahun 2007
tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega
h. Keputusan Musyawarah Pandega tahun 2011
4. Ruang Lingkup
Petunjuk penyelenggaraan ini diatur dengan tata urut sebagai berikut:
a. Pendahuluan
b. Tugas Pokok, Fungsi, dan Tanggungjawab
c. Organisasi dan Masa Bakti
d. Administrasi, Pendapatan dan Kekayaan
e. Keanggotaan
f. Kepengurusan
g. Pembagian Tugas, Fungsi dan Mekanisme Bidang
h. Pembina
i. Tugas dan Fungsi Mabigus dan Pembina Gudep
j. Kelompok Kerja dan Sangga Kerja
k. Musyawarah Pandega dan Musyawarah Pandega Luar Biasa
l. Formatur
m. Sidang Paripurna dan Rapat-Rapat
n. Pendelegasian
o. Job Spesifikasi dan Job Deskription KDR dan PA
p. Penutup
BAB II
TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TANGGUNGJAWAB
1. Tugas Pokok
Tugas pokok Dewan Pandega Sunan Ampel dan Nyai Karima adalah:
a. Melaksanakan Keputusan Musyawarah Pandega
b. Merancang program kegiatan
c. Mengurus dan mengatur kegiatan
d. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
e. Merekrut anggota baru
f. Mencari/mengidentifikasi sumber dana untuk disampaikan kepada
Pembina Gudep
g. Mengelola dana untuk menjalankan program kegiatan
h. Melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Pembina Gudep
i. Menyelenggarakan Musyawarah Pandega

KOMISI B

2. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut diatas, Dewan Pandega Sunan
Ampel dan Nyai Karima berfungsi sebagai penanggungjawab
penyelenggaraan manajemen kegiatan:
a. Penyusunan perencanaan dan pengelolaan sumber daya informasi,
perumusan kebijakan dan pelaporan kegiatan.
b. Pengembangan dan pembinaan pendidikan kepramukaan bagi anggota
c. Pengelolaan personil, logistik, keuangan, usaha dana dan aset milik
racana serta pembinaan organisasi.
d. Pengelolaan hubungan dengan gudep, lembaga pemerintah, swasta
dan masyarakat.
3. Tanggungjawab
Dewan Pandega Sunan Ampel dan Nyai Karima bertanggungjawab atas
pelaksanaan tugas pokok Dewan Pandega kepada Musyawarah Pandega
dan Pembina Gudep
BAB III
ORGANISASI DAN MASA BAKTI
1. Organisasi
a. Di dalam Gugusdepan Surabaya 1261-1262, racana dipimpin oleh
Ketua Dewan Racana Pandega Sunan Ampel dan Ketua Dewan
Racana Pandega Nyai Karima yang disusun dalam satu kepungurusan
yang bersifat kolektif.
b. Dewan Racana sunan Ampel dan Nyai Karima adalah satu-satunya
organisasi kaderisasi kepemimpinan bagi Pramuka Pandega
Gugusdepan Surabaya 1261-1262 pangkalan IAIN Sunan Ampel
surabaya.
2. Masa Bakti
a. Masa Bakti adalah kurun waktu berlangsungnya suatu kepengurusan
Dewan Pandega Sunan Ampel dan Nyai Karima dalam melaksanakan
tugasnya.
b. Masa bakti dewan Pandega di dalam Gudep Surabaya 1261-1262
adalah 1 tahun
c. Selama belum terbentuk dan disahkannya Dewan Pandega yang baru
oleh Surat Keputusan Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan, maka
pengurus Dewan Pandega domisioner tetap melaksanakan tugasnya.
BAB IV
ADMINISTRASI, PENDAPATAN DAN KEKAYAAN
1. Administrasi
a. Sebagai organisasi kader kepemimpinan Gugusdepan, maka sistem
administrasi Dewan Pandega mengikuti sistem administrasi
gugusdepan.
b. Sistem administrasi gugusdepan dijelaskan oleh Keputusan Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka Nomor 041 Tahun 1995 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Administrasi Satuan Gerakan Pramuka.

KOMISI B

c. Sistem administrasi internal Dewan Pandega diadakan guna menunjang


aktifitas Dewan Pandega, meliputi:
1) Pengarsipan surat menyurat yang berkaitan dengan Pramuka
Pandega Gudep Surabaya 1261-1262
2) Komunikasi dan informasi internal Dewan Pandega dengan
Gugusdepan dan Kwartirnya.
3) Ketentuan-ketentuan administrasi yang bersifat teknis akan diatur
dalam
petunjuk Penyelenggaraan Administrasi Racana atau
panduan lain.
4) Petunjuk penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh
bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga Gerakan Pramuka.
2. Pendapatan
a. Keuangan
1) Keuangan diperoleh, dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh
Dewan Pandega dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya.
2) Sumber Keuangan:
(1) Dana Penunjang Pendidikan
(2) Usaha dana Dewan Pandega
3) Sumber dana yang berasal dari luar Gugusdepan harus
sepengetahuan Gugusdepan. Apabila diperlukan, dana tersebut
dapat disimpan di Bank atas nama Gerakan Pramuka Gudep 12611262 IAIN Sunan Ampel Surabaya.
b. Iuran dan Usaha Dana
1) Iuran anggota ditentukan dalam Musdega sebesar Rp. 3000 perbulan
2) Dewan Pandega dapat membuat badan usaha tetap antara lain:
usaha fasilitas jasa, Kedai Pramuka dan lain-lain
3) Usaha dapat dilakukan dengan memberdayakan fasilitas yang
dimiliki Racana atau Gugusdepan dan secara berkala
menyampaikan laporan.
4) Badan usaha tersebut bertanggungjawab kepada Pembina
Gugusdepan atau Ketua Dewan Racana.
c. Pengelolaan
1) Dana yang diperoleh, dikelola oleh Dewan Pandega sesuai dengan
sistem yang berlaku.
2) Dalam pengelolaan dana kegiatan, Dewan Pandega senantiasa
melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Gugusdepan.
d. Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban pengelolaan dana disusun oleh Dewan Pandega
dan disampaikan pada waktu Musdega dengan memberikan tembusan
kepada Gugusdepan.
3. Kekayaan
a. Kekayaan Racana atau Gugusdepan adalah benda bergerak.
b. Benda bergerak tersebut meliputi hasil usaha tetap, perlengkapan
kantor, surat berharga dan uang tunai.

KOMISI B

c. Kekayaan Racana atau Gugusdepan yang utama digunakan sebagai


sarana pendukung kegiatan.
d. Perawatan inventaris merupakan hak dan kewajiban seluruh anggota
gudep Surabaya 1261 1262 dengan penanggung jawab bidang Sarana
dan Prasarana (Ke-RT-an). Kecuali surat berharga dan uang tunai,
masing-masing dilakukan oleh Sekretaris Dewan dan Bendahara Dewan.
e. Segala pemasukan (tambahan) atau pengeluaran inventaris yang telah
menjadi milik sanggar harus dicatat oleh bidang Sarana dan Prasarana
(Ke-RT-an) pada buku inventaris.
a. Setiap peminjaman barang harus melalui prosedur peminjaman sebagai
berikut :
1) Untuk pribadi: harus sepengetahuan KDR
2) Untuk Sangga Kerja: harus dengan disposisi surat/pelaporan barangbarang yang dipinjam.
3) Dari Organisasi luar: menggunakan surat peminjaman disertai
KTP/KTM asli. Biaya pinjam ditentukan oleh Bidang Sarana dan
Prasarana (Ke-RT-an)
b. Apabila hilang atau rusak, maka peminjam berkewajiban mengganti
dengan unut yang baru.
BAB V
KEANGGOTAAN
1. Anggota Dewan Pandega adalah Pramuka Pandega yang mempunyai hak
dan kewajiban untuk melaksanakan tugas pokok Dewan Racana.
2. Persyaratan
a. Persyaratan merupakan ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjadi
anggota Dewan Pandega.
b. Persyaratan terdiri atas:
1) Umum
(a) Anggota aktif di Gugusdepan.
(b) Minimal telah menjadi Anggota Racana
2) Khusus
Persyaratan khusus adalah persyaratan tambahan lainnya selain
persyaratan umum. Persyaratan khusus ditetapkan dalam Musdega.
Persyaratan tersebut adalah:
(a) Telah mengikuti Kursus Pengelolaan Dewan Racana
(b) Minimal semester 3
3. Pemilihan dan Pengangkatan Anggota
a. Pemilihan anggota
1) Pemilihan anggota adalah tata cara memilih anggota Dewan
Racana.
2) Pemilihan anggota dapat dilakukan melalui:
(a) Formatur.
(b) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Racana, Pemangku Adat
dan Ketua Dewan Kehormatan Pandega. sedangkan anggota
Dewan Pandega lainnya dipilih oleh formatur.
(c) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Racana, Pemangku Adat
dan Ketua Dewan Kehormatan Pandega dilakukan secara
terpisah yang mekanismenya ditetapkan melalui Musdega

KOMISI B

b. Pengangkatan anggota disahkan dengan surat keputusan Ketua Majelis


Pembina Gugusdepan.
4. Penggantian Ketua dan Mutasi Anggota
a. Penggantian Ketua
Penggantian Ketua dilakukan apabila Ketua Dewan Racana:
1) Menikah
2) Meninggal Dunia
3) Sedang berhalangan tetap, sehingga tidak memungkinkan untuk
dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai Ketua Dewan
Racana. Jenis halangan yang dimaksud diatur lebih lanjut oleh
Dewan Pandega yang bersangkutan dengan persetujuan
gugusdepan.
4) Mengajukan pengunduran diri
5) Telah melewati batas usia Pramuka Pandega
6) Melakukan kegiatan yang melanggar Anggaran Dasar, Anggaran
Rumah Tangga dan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka
7) Diusulkan oleh 2/3 jumlah anggota
8) Tata cara penggantian Ketua diatur oleh Dewan Pandega dengan
sepengetahuan Gugusdepan
9) Penggantian Ketua disahkan dengan surat keputusan.
10) Terbukti telah melanggar keputusan Musyawarah Pandega
Penggantian Ketua Dewan Racana dan Pemangku Adat dilakukan di
dalam Musyawarah Pandega Luar Biasa
b. Mutasi Anggota
1) Mutasi anggota adalah perpindahan fungsi dan kedudukan anggota
Dewan Pandega dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.
2) Mutasi anggota dapat dilakukan pada seluruh jenis, fungsi dan
kedudukan anggota.
3) Tata cara mutasi disusun oleh Dewan Pandega dengan
sepengetahuan Gugusdepan.
4) Pelaksanaan mutasi anggota Dewan Pandega disahkan dengan
keputusan Gugusdepan.
5. Pemberhentian anggota
a. Pemberhentian anggota adalah tindakan yang dilakukan untuk
menghilangkan hak dan kewajiban seseorang dalam melaksanakan
tugas dan fungsinya sebagai anggota Dewan Pandega.
b. Pemberhentian anggota dilakukan apabila anggota Dewan Pandega:
1) Meninggal dunia.
2) Sedang berhalangan tetap, sehingga tidak memungkinkan untuk
dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai anggota Dewan
Pandega.
3) Jenis halangan yang dimaksud diatur lebih lanjut oleh Dewan
Pandega yang bersangkutan dengan persetujuan Gugusdepan.
4) Mengajukan permintaan sendiri.
5) Telah melewati batas usia Pramuka Pandega
6) Melakukan kegiatan yang melanggar Anggaran Dasar, Anggaran
Rumah Tangga, dan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.
7) Terbukti telah melanggar keputusan Musyawarah Pandega
c. Jenis pemberhentian anggota terdiri atas :

KOMISI B

d.
e.
f.
g.

1) Pemberhentian dengan hormat.


2) Pemberhentian dengan tidak hormat.
Pemberhentian dengan hormat dilakukan apabila pemberhentian
disebabkan ketentuan Bab V Pasal 5b (1,2,4,5)
Pemberhentian dengan tidak hormat dilakukan apabila pemberhentian
disebabkan karena ketentuan Bab V Pasal 5b (6 dan 7) setelah melalui
Dewan Kehormatan.
Tata cara pemberhentian diatur oleh Dewan Pandega dengan
sepengetahuan Gugusdepan.
Pemberhentian anggota disahkan dengan surat keputusan
Gugusdepan.

6. Penggantian Anggota
a. Penggantian anggota adalah penggantian anggota Dewan Pandega
yang dilakukan apabila ada anggota yang diberhentikan dari
keanggotaan.
b. Tata cara penggantian anggota diatur oleh Dewan Pandega yang
bersangkutan dengan sepengetahuan Gugusdepan.
c. Penggantian anggota disahkan dengan surat keputusan Gugusdepan.
7. Hak dan Kewajiban Anggota
a. Pada prinsipnya sebagai badan yang bersifat kolektif dan kolegial,
setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam
pelaksanaan tugas pokok Dewan Pandega.
b. Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota dibagi dalam suatu susunan
kepengurusan.
BAB VI
KEPENGURUSAN
1. Pengurus
a. Susunan pengurus Dewan Pandega terdiri atas seorang ketua
merangkap anggota, seorang Pemangku Adat merangkap anggota,
Sekretaris merangkap anggota, Bendahara merangkap anggota dan
beberapa Orang anggota.
b. Komposisi pengurus dalam Dewan Pandega disusun dengan
memperhatikan satuan putera dan satuan puteri.
c. Jumlah anggota Dewan Pandega disesuaikan keputusan Musdega
d. Dewan Pandega terdiri atas:
1) Dewan Harian
(1) Seorang Ketua Dewan Racana
(2) Seorang Pemangku Adat
(3) Seorang Sekretaris
(4) Seorang Bendahara
2) Bidang Pelaksana Racana
Dewan tersebut dipilih oleh para anggota racana di dalam Musdega
oleh Tim Formatur
Struktur Mabigus seperti lampiran II
2. Pembidangan
a. Pembidangan adalah pembagian tugas yang dilakukan sebagai upaya

KOMISI B

memperlancar pelaksanaan tugas pokok Dewan Pandega.


b. Pembidangan dalam Dewan Pandega Sunan Ampel dan Nyai Karima
diatur sebagai berikut :
1) Bidang Kegiatan Kepramukaan (Giat Ops)
2) Bidang Kajian Kepramukaan (Teknik Kepramukaan)
3) Bidang Sarana dan Prasarana (Ke-RT-an)
4) Bidang Pengabdian Masyarakat (Humas)
5) Bidang Penelitian Evaluasi dan Pengembangan (Litevbang)
c. Dewan Pandega dapat membentuk Sub Bidang Pelaksana Kegiatan
dengan tujuan memberi kesempatan kepada anggota untuk
memperdalam keterampilan khusus.
d. Apabila SubBidang bertentangan dengan kebijakan Racana, maka
Dewan Pandega dapat membekukan Sub Bidang tersebut.
BAB VII
DEWAN KEHORMATAN PANDEGA
1. Untuk mengembangkan kepemimpinan dan rasa tanggungjawab para
Pramuka Pandega, dibentuk Dewan Kehormatan Pandega yang terdiri atas
para anggota racana yang sudah dilantik dan diketuai oleh Pemangku Adat.
2. Tugas Dewan Kehormatan Pandega adalah untuk menentukan:
a. Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran
terhadap kode kehormatan.
b. Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Pandega.
c. Rehabilitasi anggota Racana Pandega
3. Pertemuan Dewan Kehormatan Pandega bersifat formal.
a. Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang akan
dibicarakan diumumkan.
b. Peserta yang hadir menggunakan pakaian seragam
c. Tempat ditentukan lebih dahulu
4. Dalam Dewan Kehormatan Pandega, Pembina bertindak sebagai
Konsultan.
BAB VIII
PEMBAGIAN TUGAS, FUNGSI DAN MEKANISME BIDANG
1. Pembagian tugas merupakan pembagian pekerjaan
kedudukan anggota dalam kepengurusan Dewan Pandega
2. Pembagian tugas dan fungsi diatur sebagai berikut:

berdasarkan

a. Ketua Dewan Racana


1) Ketua Dewan Racana disingkat KDR, bertugas:
a) Memimpin racana sesuai masa baktinya.
b) Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab racana.
c) Menentukan kebijakan pelaksanaan keputusan Musdega dan
pelaksanaan kegiatan kepramukaan yang ditetapkan dalam
Rencana Kerja dan Program Kerja Racana.
2) Ketua Dewan Racana mempunyai fungsi sebagai berikut:
a) Penanggungjawab kegiatan racana
b) Pengambil keputusan dalam menentukan kebijakan racana.

KOMISI B

c) Pengarah Bidang Pelaksana racana dan Ketua Sangga Kerja


d) Pengambil keputusan dalam masalah keuangan
b. Pemangku Adat
1) Pemangku Adat disingkat PA, bertugas mengawasi dan
melaksanakan hasil keputusan Musdega.
2) Pemangku Adat mempunyai fungsi sebagai berikut:
a) Penanggungjawab atas prosesi adat racana dan teknis
pelaksanaan upacara adat racana.
b) Pemberi pertimbangan kepada Ketua Dewan Racana.
c) Pelaksana keputusan atas tindakan amoral yang dilakukan oleh
anggota.
d) Pembuat laporan kasus ataupun pelanggaran yang terjadi di
racana dan upaya pemecahannya secara tertulis pada akhir
kepengurusan dan di laporkan didepan Musyawarah Pandega
e) Penerima serta pelepas tamu dalam upacara penerimaan dan
pelepasan tamu dari luar Gudep 1261-1262
f) Peninjau dalam setiap kegiatan
g) Pemimpin dalam rapat Dewan Kehormatan Pandega
3) Pemangku Adat membantu Ketua Dewan Racana dalam
menjalankan tugas racana.
c. Sekretaris Dewan Racana
1) Sekretaris Dewan Racana disingkat Sekretaris Dewan, bertugas
menyelenggarakan ketatalaksanaan serta administrasi organisasi
terhadap seluruh unsur di dalam racana.
2) Sekretaris Dewan mempunyai tugas sebagai berikut:
a) Penyaji gagasan dan materi untuk KDR
b) Kordinator penyusunan program kerja
c) Fasilitator pembuatan KTA
d) Pembimbing Sekretaris Sangga Kerja
e) Bertindak sebagai Notulis dalam rapat racana
f) Bertindak sebagai wakil Dewan Pandega apabila Ketua Dewan
Racana berhalangan
3) Dalam
melaksanakan
tugasnya,
Sekretaris
Dewan
bertanggungjawab kepada Ketua Dewan Racana.
d. Bendahara Dewan Pandega
1) Bendahara Dewan Pandega disingkat Bendahara Dewan bertugas
membuat kebijakan umum tentang pengelolaan keuangan racana.
2) Bendahara Dewan mempunyai tugas sebagai berikut:
a) Mencairkan dana atas persetujuan atau surat perintah
pengambilan uang dari KDR
b) Mengkoordinir iuran wajib anggota per-bulan sebesar Rp. 3.000,
c) Mengkoordinir iuran sukarela / sumbangan anggota atau non
anggota.
d) Membimbing bendahara Sangga Kerja.
3) Dalam
melaksanakan
tugasnya,
bendahara
Dewan
bertanggungjawab kepada Ketua Dewan Racan
e. Bidang Kegiatan Kepramukaan (Giat Ops)
1) Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan yang

KOMISI B

merupakan kegiatan Kepramukaan dalam upaya peningkatan mutu


kegiatan Kepramukaan Pramuka Pandega
2) Bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan Kepramukaan.
3) Bertanggungjawab kepada KDR
f. Bidang Kajian Kepramukaan (Teknik Kepramukaan)
1) Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kebijakan
pembinaan dan pengembangan Pramuka Pandega secara
konsepsional.
2) Memberikan pertimbangan dan masukan kepada Racana,
Gugusdepan maupun wadah pembinaan Pramuka Pandega lainnya
dalam pengembangan pelaksanaan suatu peraturan mengenai
Pramuka Pandega.
3) Bertanggungjawab kepada KDR
g. Bidang Sarana dan Prasarana (Ke-RT-an)
1) Mengelola kekayaan Gugusdepan secara berkala
2) Mengembangkan Kedai Gugusdepan
3) Mengelola Sanggar
4) Bertanggungjawab kepada KDR
h. Bidang Pengabdian Masyarakat (Humas)
1) Melaksanakan kegiatan berbasis masyarakat untuk peningkatan citra
Gerakan Pramuka.
2) Menjalin hubungan baik antar Racana berbasis perti.
3) Memfasilitasi informasi berbasis IT
4) Bersama Gugusdepan melakukan hubungan kerjasama dengan
pihak lain berkaitan dengan kegiatan Pramuka Pandega di luar
Gerakan Pramuka.
5) Bertanggungjawab kepada KDR
i. Bidang Penelitian Evaluasi dan Pengembangan (Litevbang)
1) Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan evaluasi atas
kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya peningkatan mutu,
pembinaan Pramuka Pandega.
2) Bertanggungjawab atas kegiatan pendidikan dan pelatihan serta
pelaksanaan kegiatan pengembangan.
3) Bertanggungjawab kepada KDR
BAB IX
PEMBINA
1. Secara umum Racana dibina oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan dan
Pembina Pramuka. Pembina yang dimaksud adalah:
1) Majelis Pembimbing Gugusdepan, dengan susunan sebagai berikut:
a) Seorang Ketua (dijabat oleh Rektor IAIN Sunan Ampel)
b) Seorang Wakil Ketua
c) Seorang Sekretaris
d) Seorang Ketua Harian (dijabat oleh Pembantu Rektor III)
e) Beberapa orang anggota
Struktur Mabigus seperti lampiran III

KOMISI B

2) Pembina Gugusdepan, dengan susunan sebagai berikut:


a) Seorang Ketua
b) Seorang Wakil Ketua
c) Seorang Sekretaris
d) Seorang Ketua Harian
e) Beberapa orang anggota
3) Pembina Satuan
1) Racana dibina oleh seorang Pembina Pandega.
2) Untuk membekali keterampilan khusus, maka Pembina Satuan
dibantu oleh Pembantu Pembina Satuan yang selanjutnya disebut
sebagai Konsultan atau Narasumber Ahli.
Struktur Mabigus seperti lampiran IV
2. Pembina Gudep ditetapkan di dalam Musyawarah Gugusdepan
3. Pembina Satuan diusulkan dan dipilih di dalam Musyawarah Pandega
BAB X
TUGAS DAN FUNGSI MABIGUS DAN PEMBINA GUDEP
Tugas dan fungsi Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Pembina Gudep telah
dijelaskan dan diatur dalam:
1. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 225 Tahun 2007
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Majelis Pembimbing Gerakan
Pramuka.
2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramukanomor 231 Tahun 2007
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka
BAB XI
KELOMPOK KERJA DAN SANGGA KERJA
1. Kelompok kerja
Kelompok kerja adalah kelompok atau tim yang terdiri dari beberapa
dewan harian dan penanggung jawab operasional, yang bertugas untuk
meninjau kembali petunjuk pelaksanaan kegiatan.
2. Sangga Kerja
a. Sangga Kerja adalah kelompok yang bertugas untuk mengerjakan
pekerjaan atau tugas tertentu
b. Pemilihan Ketua Sangga Kerja dan bidangnya dilaksanakan dalam
Rapat Bidang
c. Sangga Kerja dikukuhkan dengan Surat Keputusan Gugusdepan
d. Petunjuk teknis kegiatan adalah tanggungjawab sangga kerja
e. Sangga kerja berkewajiban menyusun surat pertanggungjawaban dan
melaporkannya didalam rapat bidang maksimal 1 (satu bulan) setelah
kegiatan selesai.
f. Format
surat
pertanggungjawaban
diatur
dalam
petunjuk
penyelenggaraan administrasi racana.

KOMISI B

BAB XII
MUSYAWARAH PANDEGA DAN MUSYAWARAH PANDEGA LUAR BIASA
1. Pengertian
a. Musyawarah Pandega yang disingkat Musdega adalah suatu forum
atau tempat pertemuan bagi Pramuka Pandega Gugusdepan Surabaya
1261-1262 sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung
aspirasi Pramuka Pandega di tingkat dalam Gugusdepan.
b. Hasil Musdega selanjutnya disebut Keputusan Musdega Merupakan
Pedoman bagi Dewan Pandega dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya.
2.

Kedudukan
Musdega adalah forum tertinggi Pramuka Pandega di Racana Sunan
Ampel dan Nyai Karima Gudep Surabaya 1261-1262 Pangkalan IAIN
Sunan Ampel Surabaya.

3. Jenis Musdega
a. Musdega
Musdega adalah Musyawarah Pandega yang diselenggarakan dalam
keadaan terpenuhi quorum dan tepat waktu.
b. Musdega Luar Biasa
Musdega luar biasa adalah Musdega yang diselenggarakan antara dua
Musdega karena ada hal-hal yang bersifat khusus.
1) Musdega Luar Biasa dilaksanakan atas usul Dewan Pandega atau
usul dari sedikitnya dua pertiga jumlah anggota.
4. Waktu Pelaksanaan
Musdega diselenggarakan setiap tahun sekali. Dilaksanakan pada bulan
Desember.
5. Penyelenggara
Penyelenggara adalah Dewan Pandega
6. Peserta
Peserta Musdega terdiri atas:
a. Dewan Pandega
b. Anggota Gudep Surabaya 1261-1262 yang aktif. Dibuktikan dengan
surat keterangan aktif dari Dewan Pandega
c. Purna Bakti
d. Penasehat Musdega
e. Nara Sumber
7. Hak Suara, Hak Bicara dan Hak Pilih
a. Hak suara adalah hak yang dimiliki masing-masing peserta untuk
diperhitungkan dalam perhitungan suara bila dilaksanakan pengambilan
keputusan, dengan setiap peserta berhak atas satu suara.
b. Hak bicara adalah hak yang dimiliki setiap peserta untuk
menyampaikan usul, saran dan pendapat.
c. Hak pilih adalah hak yang dimiliki anggota untuk dipilih dan memilih
d. Hal- hal lain berkenaan dengan mekanisme hak suara dalam

KOMISI B

pengambilan tetap secara bersama diatur lebih lanjut dalam Musdega


8. Pimpinan Musdega
a. Musdega dipimpin oleh Presidium yang anggotanya dipilih dari peserta
Musdega melalui Musyawarah yang dipimpin oleh Dewan Pandega,
sehingga dapat tercapai tujuan yang diinginkan secara berhasil guna
dan berdaya guna.
b. Unsur Presidium terdiri atas :
1) Satu orang dari unsur Dewan Pandega penyelenggara yang
mendapat mandat dari Ketua Dewan Racana.
2) Dua orang dari anggota.
c. Presidium terdiri atas Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Presidium
d. Hal-hal lain yang berkenaan dengan Presidium diatur dalam tata tertib
Musdega
9. Penasehat Musdega
a. Penasehat Musdega adalah orang yang memiliki fungsi untuk memberi
nasehat, petunjuk dan saran kepada Musdega untuk dijadikan bahan
pertimbangan
b. Penasehat Musdega adalah unsur Purna Bakti atau Pembina
Gugusdepan yang dipilih oleh peserta Musdega atas usulan Dewan
Pandega.
c. Jumlah dan ketentuan lain berkenaan dengan Penasehat Musdega
diatur oleh Dewan Pandega.
10. Nara Sumber
Bila dianggap perlu, Musdega dapat mengundang narasumber dari
kalangan di dalam atau luar Gugusdepan.
11. Acara Musdega
Acara Pokok Musdega adalah:
1) Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang telah dibuat oleh
Dewan Pandega dalam melaksanakan tugas pokok dan rencana kerja
selama masa bakti.
2) Evaluasi kegiatan Pramuka Pandega di gugusdepan selama masa
bakti.
3) Perumusan masukan untuk rencana kerja dan kebijakan Gugusdepan
dalam pembinaan dan pengembangan Pramuka Pandega untuk masa
bakti berikutnya.
4) Pemilihan anggota Dewan Pandega masa bakti berikutnya.
5) Acara Musdega lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.
12. Pengambilan Keputusan
a. Pengambilan keputusan adalah proses penetapan atas alternatif yang
ada untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan
Musdega sehingga didapat putusan akhir.
b. Setiap pengambilan keputusan sedapat-dapatnya diperoleh melalui
musyawarah untuk mufakat.
c. Apabila keputusan tidak dapat tercapai melalui musyawarah maka
keputusan diperoleh melalui lobying, jika tidak di peroleh keputusan
maka di lakukan foting.

KOMISI B

BAB XIII
FORMATUR
1. Pengertian.
a. Formatur adalah peserta Musdega yang diberi hak dan kewajiban untuk
memilih anggota Dewan Pandega.
b. Formatur dipilih dalam Musdega.
2. Tugas dan Masa Tugas
a. Formatur bertugas untuk:
1) Memilih anggota Dewan Pandega.
2) Menyusun anggota terpilih dalam kepengurusan di Dewan pandega.
b. Masa tugas formatur selama 3 hari sejak Musdega berakhir.
c. Formatur bertanggung jawab kepada Gugusdepan.
3. Keanggotaan Formatur
a. Anggota Formatur terdiri atas unsur:
1) KDR putera dan puteri terpilih
2) KDR putera dan puteri domisioner
3) PA putera dan puteri terpilih
4) PA putera dan puteri domisioner
5) Ketua Presidium
6) 2 (dua) Sangga Kerja Pandega
b. Apabila terjadi pemilihan langsung, maka Ketua Dewan Racana putera
terpilih menjadi Ketua Tim Formatur.
c. Anggota formatur berjumlah paling banyak 11 (sebelas) orang dengan
secara keseluruhan berjumlah ganjil.
d. Hal-hal yang berkenaan dengan tata cara pemilihan formatur diatur
dalam Musdega.
e. Formatur dapat menyusun hal-hal yang berkenaan dengan cara
pelaksanaan tugasnya dengan persetujuan Gugusdepan.
4. Penasehat Formatur
a. Penasehat Formatur adalah Pembina atau Purna Bakti yang mendapat
mandat dari Gugusdepan atau Purna Bakti yang dipilih dalam
Musdega.
b. Tugas Penasehat Formatur adalah memberikan saran, usul, dan
pendapat kepada formatur.
c. Penasehat formatur tidak memiliki hak suara.
d. Penasehat formatur bertanggung jawab kepada Gugusdepan.
BAB XIV
SIDANG PARIPURNA DAN RAPAT-RAPAT
1. Sidang Paripurna
a. Pengertian
Sidang Paripurna Pramuka Pandega merupakan pertemuan berkala
yang dilaksanakan sebagai wahana bagi Pramuka Pandega sebagai
langkah pengendalian operasional melalui koordinasi, konsultasi,
informasi, dan kerjasama dalam pembinaan Pramuka Pandega.
b. Sidang Paripurna dilaksanakan Pada pertengahan masa bakti Dewan
Pandega.

KOMISI B

c. Peserta Sidang Paripurna


1) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas:
(b) Anggota Dewan Pandega.
(c) Perwakilan setiap angkatan.
(d) Perwakilan Sub Bidang
2) Penasehat Sidang Paripurna
(b) Penasehat Sidang Paripurna adalah orang yang memiliki fungsi
untuk memberi petunjuk dan saran kepada Sidang Paripurna.
(c) Penasehat Sidang Paripurna terdiri atas Pembina Gugusdepan
atau pembina Satuan yang mendapat mandat dari Kwartir.
(d) Jumlah dan ketentuan lain berkenaan dengan Penasehat
Sidang Paripurna diatur oleh Dewan Pandega.
2. Rapat-rapat
a. Pengertian
Rapat adalah pertemuan yang diselenggarakan oleh Dewan Pandega
untuk membahas hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan tugas
pokok Dewan Pandega.
b. Jenis Rapat
1) Rapat Pleno / Rapat Kerja
Rapat pleno / Rapat Kerja merupakan forum tertinggi di dalam
Dewan Pandega dalam pengambilan keputusan untuk merumuskan
kebijakan yang akan diambil yang wajib dihadiri oleh seluruh
anggota Dewan Kerja.
2) Rapat Dewan Harian
Rapat internal Dewan Harian untu membahas hal-hal tertentu.
3) Rapat Bidang
Rapat bidang adalah rapat yang dilaksanakan oleh anggota bidang
untuk menjabarkan kebijakan Dewan Pandega sesuai dengan
bidangnya. Termasuk dalam kategori ini adalah rapat pembentukan
Sangga Kerja kegiatan.
4) Rapat Koordinasi dan Konsultasi/Rapat Dwi Wulan
Rapat koordinasi dan konsultasi dilaksanakan oleh Dewan
Pandega untuk membahas hal-hal yang mendukung pelaksanaan
tugas pokoknya, baik dengan pihak Gugusdepan maupun di luar
Gerakan Pramuka
5) Rapat Kelompok Kerja
Rapat Kelompok Kerja adalah rapat yang dilaksanakan untuk
meninjau kembali petunjuk pelaksanaan kegiatan
c. Pertemuan Dewan Pandega bersifat formal.
1) Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang
akan
dibicarakan diumumkan.
2) Peserta yang hadir menggunakan pakaian seragam
3) Tempat ditentukan lebih dahulu
d. Hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan dan mekanisme rapat,
selanjutnya dapat diatur oleh Dewan Pandega.

KOMISI B

1.

2.

3.
4.
5.
6.
7.
8.

BAB XV
PENDELEGASIAN
Pendelegasian adalah pengiriman atau penugasan yang dilakukan oleh
gugusdepan atas usulan Ketua Dewan Racana kepada seorang anggota
atau sekelompok anggota untuk menghadiri undangan, berpartisipasi dalam
suatu kegiatan atau pelatihan.
Untuk Pendelegasian yang bersifat pelatihan diutamakan pemerataan untuk
anggota. Urutan pendelegasian sesuai dengan porsi kesempatan yang
ditentukan oleh Dewan Pandega, yaitu :
b. Dewan Pandega
c. Anggota racana
d. Anggota gudep
Laporan Pendelegasian selambat-lambatnya harus dilakukan 1 bulan
setelah kedatangannya dari pendelegasian.
Apabila terjadi pelanggaran pada no.3 diatas, maka satu kali diperingatkan
secara tertulis oleh Dewan.
Apabila peringatan secara tertulis tidak diindahkan maka Dewan Pandega
berhak memberi sanksi sesuai kesepakatan Dewan Pandega.
Ketentuan format laporan pendelegasian akan diatur didalam petunjuk
pelaksaanaan administrasi Racana
Surat Pertanggungjawaban wajib dilaporkan didepan Dewan Pandega dan
anggota Gugusdepan Surabaya 1261-1262.
Anggota forum berhak menerima atau menolak LPJ pendelegasian.
BAB XVI
JOB SPESIFIKASI DAN JOB DESKRIPTION KDR DAN PA

A. Job Spesifikasi Ketua Dewan Racana


a. Belum menikah.
b. Masih terdaftar sebagai mahasiswa S1 sunan ampel Surabaya.
c. Bersedia dicalonkan menjadi KDR.
d. Tidak menjabat pengurus harian di organisasi lain.
e. Minimal sudah di kukuhkan menjadi angota racana.
f. Minimal mengabdi di gugus depan Surabaya 1261-1262 pangkalan IAIN
sunan ampel Surabaya sekurang-kurangnya selama 1 tahun.
g. Calon KDR minimal semester 5 maksimal semester 9.
h. Berpengalaman menjadi sangga kerja di gugusdepan.
i. Pernah mengikuti kegiatan tingkat nasional/daerah.
j. Berpengalaman menjadi Pembina/pembantu Pembina pramuka siaga,
penggalang atau penegak.
k. Sehat jasmani dan rohani
B. Job description
a. Beriman dan Bertaqwa kepada Allah SWT.
b. Mampu menjalankan amanat musdega XXI
c. Mampu mengayomi, melindungi dan melayani anggota gudep
d. Memimpin, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab racana.
e. Menentukan kebijkan pelaksanaan keputusan musdega dan
pelaksanaan kepramukaan yang di tetapkan dalam rencana kerja dan
program racana.

KOMISI B

f. Mengetahui dan memahami tentang permasalahan racana.


g. Memimpin racana sesuai dengan masa bhaktinya.
h. Mampu dan bisa berkomunikasi dengan baik.
C. Job Spesifikasi Pemangku Adat
a. Belum menikah
b. Masih terdaftar sebagai mahasiswa S1 sunan ampel Surabaya Mampu
dan bisa berkomunikasi dengan baik.
c. Bersedia di calonkan menjadi PA.
d. Tidak menjabat pengurus harian di orgaisasi lain.
e. Minimal sudah di kukuhkan menjadi angota racana.
f. Minimal mengabdi di gugus depan Surabaya 1261-1262 pangkalan IAIN
sunan ampel Surabaya sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun.
g. Sehat jasmani dan rohani
h. Berpengalaman menjadi sangga kerja di Gugusdepan.
D. Job description pemangku adat
a. Beriman dan Bertaqwa kepada Allah.
b. Mampu menjaga, mensosialisasikan dan menjalankan adat racana
c. Mampu menjalankan amanat musdega XXI
d. Mampu mengayomi anggota, melindungi dan dapat bermusyawarah
dengan baik
e. Mengetahui dan memahami tentang permasalahan dewan dan anggota.
BAB XVII
PENUTUP
Masa Peralihan
Seluruh komponen Dewan Pandega diberikan kesempatan selama 1 (satu)
bulan untuk mengadakan penyesuaian dengan Petunjuk Penyelenggaraan
ini dalam masa peralihan sejak tanggal ditetapkannya petunjuk
penyelenggaraan ini.
1. Lain-lain
Hal lain yang belum diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini akan diatur
kemudian oleh Dewan Kehormatan Pandega dengan mempertimbangkan
masukan Dewan Pandega dan tetap memperhatikan perkembangan zaman
dan kebutuhan Pramuka Pandega Gudep Surabaya 1261-1262 pangkalan
IAIN Sunan Ampel Surabaya
Ditetapkan di : Surabaya
Pada tanggal : 15 Januari 2012
Presidium Musyawarah Pandega XXI

A . Muwafiq Setiawan
Ketua

Isna Wahyuningsih
Anggota

Fadila Rizki Perdana


Anggota

KOMISI B

LAMPIRAN II
KEPUTUSAN MUSYAWARAH PANDEGA
RACANA SUNAN AMPEL DAN NYAI KARIMA
GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN SURABAYA 1261-1262
1262
PANGKALAN IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
NOMOR: 03/13.37.24.1261-1262 TAHUN 2012
STRUKTUR ORGANISASI MAJELIS PEMBIMBING
GUGUSDEPAN SURABAYA 1261-1262
1261 1262 PANGKALAN IAIN SUNAN AMPEL
SURABAYA

Ditetapkan di :
Pada tanggal :

Surabaya
15 Januari 2012

Presidium Musyawarah Pandega XXI

A . Muwafiq Setiawan
Ketua

Isna Wahyuningsih
Anggota

Fadila Rizki Perdana


Anggota

KOMISI B

LAMPIRAN III
KEPUTUSAN MUSYAWARAH PANDEGA
RACANA SUNAN AMPEL DAN NYAI KARIMA
GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN SURABAYA 1261-1262
1262
PANGKALAN IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
NOMOR: 03/13.37.24.1261-1262 TAHUN 2012
STRUKTUR ORGANISASI PEMBINA GUGUS DEPAN SURABAYA 1261-1262
1261
PANGKALAN IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Ditetapkan di :
Pada tanggal :

Surabaya
15 Januari 2012

Presidium Musyawarah Pandega XXI

A . Muwafiq Setiawan
Ketua

Isna Wahyuningsih
Anggota

Fadila Rizki Perdana


Anggota

KOMISI B

LAMPIRAN IV
KEPUTUSAN MUSYAWARAH PANDEGA
RACANA SUNAN AMPEL DAN NYAI KARIMA
GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN SURABAYA 1261-1262
1262
PANGKALAN IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
NOMOR: 03/13.37.24.1261-1262 TAHUN 2012
STRUKTUR ORGANISASI DEWAN RACANA SUNAN AMPEL DAN NYAI KARIMA
GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN SURABAYA 1261
1261-1262
1262
PANGKALAN IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Ditetapkan di :
Pada tanggal :

Surabaya
15 Januari 2012

Presidium Musyawarah Pandega XXI

A . Muwafiq Setiawan
Ketua

Isna Wahyuningsih
Anggota

Fadila Rizki Perdana


Anggota