Anda di halaman 1dari 5

A.

Hasil Olah Daging dan Unggas


Macam-macam hasil olahan daging dan unggas.
1. Makanan olahan dari daging kambing
a. Tengkleng
Tengkleng adalah masakan sejenis sup dengan bahan utama daging
atau jeroan atau tulang kambing. Masakan ini berasal dari Solo.
bentuk fisiknya hampir mirip dengan gulai kambing tapi kuahnya
lebih encer.
b. Kebab
Kebab adalah sebutan untuk berbagai daging panggang atau bakar
yang ditusuk menggunakan tusukan atau batang besi. Hidangan ini
umum dijumpai pada masakan Timur Tengah, Kaukasus, Asia Tengah,
Asia Selatan dan beberapa masakan Afrika.
c. Gulai
Gulai adalah sejenis makan yang dimasak dengan menggunakan
bahan baku dari daging kambing, sapi, ayam, atau jenis daging lain
yang memiliki ciri khas berwarna kuning karena pengaruh dari fitrat
kunyit. Makanan ini adalalah bentuk lain dari kari. Cirinya berminyak
dan menggunakan santan kelapa.
d. Tongseng
Tongseng adalah makanan sejenis gulai namun dengan bumbu
yang lebih tajam. Perbedaan yang lebih jelas adalah penggunaan
dagingnya. Tongseng dibuat dari daging yang masih melekat pada
tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Tongseng terbuat dari
daging kambing dan ditumis dengan berbagai sayuran seperti kol,
bawang, tomat dan ditambah bumbu dan kecap. Biasanya tongsenng
dijual bersama dengan sate kambing. Tongseng dianggap sebagai
makanan khas Solo dan sekitarnya.
2. Makanan olahan dari daging sapi
a. Bakso
Bakso atau baso adalah makanan berupa bola daging. Bakso
umumnya dibuat dari campuran daging sapidan tepung tetapi ada juga
yang terbuat dari daging ayam atau ikan. Untuk jenis baksodaging
sapi, ayam, dan ikan sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk frozen
yang dijual di minimarket, supermarket, swalayan dan mall. Dalam
penyajiannya bakso biasa dsajikan dengan kuah kaldu dan mi. Ada
beberapa pedagang yang dalam proses pembuatanya menggunakan

boraks atau bleng untuk membuat tepung lebih kenyal mirip daging,
hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman
oleh BPOM.
Pembuatan bakso terdiri dari tahap pemotongan daging,
penggilingan daging, penghalusan daging giling sekaligus
pencampuran dengan bahan pembantu dan bumbu, pencampuran
dengan tepung tapioka dan sagu aren, pembentukan bola-bola dan
perebusan.
Perebusan bakso dilakukan dalam dua tahap agar permukaan bakso
yang dihasilkan tidak keriput dan tidak pecah akibat perubahan suhu
yang terlalu cepat.Tahap pertama, bakso dipanaskan dalam panci berisi
air hangat sekitar 60oC sampai 80oC, sampai bakso mengeras dan
terapung.Tahap kedua, bakso direbus sampai matang dalam air
mendidih.
b. Sosis
Sosis adalah makanan yang terbuat dari daging cincang, lemak
hewan dan rempah serta bahan-bahan lain. Sosis umumnya dibungkus
dalam suatu pembungkus yang secara tradisional menggunakan usus
hewan, tapi sekarang kebanyakan menggunakan bahan sintesis serta
diawetkan dengan suatu cara, misalnya pengasapan. Pembuatan sosis
merupakan suatu teknik produksi dan pengawetan makanan yang telah
dilakukan sejak lama. Dibanyak Negara, sosis merupakan toping
popular untuk pizza.
Komposisi nilai gizi pada sosis yang sesuai dengan Standar
Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995), dengan ketentuan sebagai
berikut :
a. memiliki kadar air maksimal 67%
b. memiliki kandungan abu maksimal 3%
c. memiliki kandungan protein minimal 13%
d. memiliki kandungan lemak maksimal 25%
e. memiliki kandungan karbohidrat maksimal 8%
Namun dibalik kelezatan sepotong sosis, perlu diwaspadai pula
bahaya yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan. Pada beberapa jenis
produk sosis mengandung kadar lemak dan kolesterol serta sodium
yang cukup tinggi yang berpotensi dapat menyebabkan timbulnya
penyakit jantung, stroke, maupun hipertensi apabila dikonsumsi secara
berlebihan.

c. Dendeng
Dendeng adalah daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang
lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis
dengan dikeringkan dengan api kecil atau dijemur. Hasilnya adalah
daging yang asin dan semi manis yang tidak perlu disimpan di lemari
es.
d. Kornet
Daging kornet atau cornet beef adalah daging sapi yang diawetkan
dalam brine yang kemudian dimasak dengan cara simmering.
Biasanya digunakan potongan daging yang seratnya memanjang
seperti brisket. Nama cornet beef berasal dari garam kasar yang
digunakan. Corn artinya butiran, yaitu butiran garam.
e. Steak
Steak atau bistik adalah sepotong daging besar biasanya daging
sapi. Daging merah, dada ayam dan ikan sering kali dijadikan steak.
Kebanyakan steak dipotong tegak lurus dengan fiber otot, menambah
kelegitan daging. Steak biasanya dipanggang meskipun dapat digoreng
atau dibroil.
f. Abon
Abon merupakan makanan yang praktis dan siap saji. Abon dapat
disajikan bersama nasi, roti, atau sebagai pengisi kue kering. Abon
bisa terbuat dari daging. Umumnya daging sapi atau kerbau. Abon
tergolong produk olahan daging yang awet. Untuk mempertahankan
mutunya selama penyimpanan, abon dikemas dalam kantong plastik
dan ditutup dengan rapat. Dengan cara demikian, abon dapat disimpan
pada suhu kamar selama beberapa bulan.
Pembuatan abon terdiri dari perebusan daging, penumbukan
daging, pembentukan serat daging halus, penambahan bumbu, dan
pengeringan. Perebusan dan penumbukan daging bertujuan untuk
memudahkan pembentukan serat-serat halus. Sebagaimana bahan
aslinya yaitu daging, abon merupakan sumber protein. Abon terbuat
dari daging yang tidak berlemak, namun kandungan lemak pada abon
masih cukup tinggi, karena adanya proses penggorengan dalam
pengolahan daging menjadi abon. Mutu protein pada abon terbilang
lebih rendah dibanding dengan daging, disebabkan dalam pembuatan
abon terdapat proses pencokelatan (browning). Reaksi browning
menyebabkan protein bereaksi dengan karbohidrat sehingga susah
dicerna oleh enzim pencernaan.
g. Rendang

Rendang daging adalah masakan tradisional bersantan dengan


daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatra
Barat ini sangat banyak digemari disemua kalangan masyarakat.
Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa, dan campuran
dari berbagai bumbu khas Indonesia.
3. Makanan olahan dari daging ayam
a. Nugget
Nugget adalah salah satu pangan hasil olahan daging ayam yang
memiliki citarasa khas daginng, biasanya berwarna kuning oranye.
b. Betutu
Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek utuh yang
berisi bumbu, kemudian dipanggang di api sekam. Betutu ini telah
dikenal diseluruh kawasan pulau Bali. Konsumennya tidak hanya
masyarakat Bali saja, namun warga Indonesia dan turis asing juga
bayak yang menyukai masakan ini. Betutu tidak tahan lama.
c. Sate Ayam
Sate ayam adalah makanan khas Indonesia. Sate ayam dibuat dari
daging ayam. Pada umumnya sate ayam dimasak mdengan cara
dipanggang menggunakan arang. Dan disajikan dengan bumbu kacang
atau bumbu kecap. Sate biasanya disajikan dengan lontong.
d. Ayam Goreng
Ayam goreng adalah hidangan dari daging ayam yang digoreng
dalam minyak panas. Beberapa rumah makan siap saji
mengkhususkan diri menghidangkan ayam, misalnya Kentucky Fried
Chicken. Sementara itu beberapa rumah makan di Indonesia juga
menghidangkan ayam goreng tradisional Indonesia.
4. Makanan olahan dari daging babi
a. Babi guling
Babi guling adalah sejenis makanan dari anak babi dimana
perutnya diisi dengan bumbu dan sayuran. Lalu dipanggang sambil
diputar-putar sampai matang. Awalnya babi guling hanya digunakan
sebagai sajian dalam upacara namun sekarang babi guling sudah
banyak dijual.
b. Currywurst
Currywurst adalah makanan dari Jerman dengan bahan utama sosis
babi yang dipotong tipis, bumbu kari dan bubuk kari
secukupnya. Currywust biasanya disajikan dengan kentang atau roti.
c. Bakut

Bakut merupakan hidangan khas Tionghoa yang merupakan


paduan sayuran dan kaldu babi.